Rabu, 26 Maret 2014

             Pilihan Tuhan                                 Minggu 30 Maret 2014
1 Sam 16:1b,6-7,10-13a
1b Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku." 6 Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya."7  Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 10  Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN."11  Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."12  Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."13  Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud.
Ef 5:8-14
8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sbg anak2 terang,9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,10 dan ujilah apa yg berkenan kpd Tuhan.11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan2 kegelapan yg tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan2 itu.12 Sebab menyebutkan sajapun apa yg dibuat oleh mereka di tempat2 yg tersembunyi telah memalukan.13 Tetapi segala sesuatu yg sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yg nampak adalah terang.14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
Yoh 9:1-41
1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi 7 dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.8 Tetapi tetangga2nya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?"9 Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu."10 Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?"11 Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat."12 Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu."13  Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.15 Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."16  Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya19 dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?"20 Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta,21 tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri."22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri."24  Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa."25 Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."26 Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?"27 Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?"28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa.29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang."30 Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."34 Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"36 Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."37 Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"38 Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.39 Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta."40 Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?"41 Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."
Pembahasan:
1 Sam 16:1b,6-7,10-13a  Hikmat dan urapan Roh
Ini tidak mempunyai hubungan dg kisah berikutnya. Daud memang diurapi menjadi raja di Hebron oleh orang suku Yehuda, 2 Sam 2:4, dan kemudian oleh para tua-tua Israel, 2Sam 5:3. Pengurapan yg disebut dalam bab 16 ini tidak tersinggung di lain tempat. Sama spt bab 9 sehubungan dg kisah mengenai Saul, demikianpun dg kisah mengenai Saul, demikianpun ceritera ini menjadi semacam pendahuluan bagi kisah mengenai "naik takhta Daud". Orang yg dipakai Tuhan, pasti Tuhan karuniai hikmat dan urapan Roh. Samuel salah satunya. Hikmat Tuhan juga nyata ketika Samuel harus menemukan siapa di antara anak-anak Isai yang Tuhan pilih. Jelas kriteria Tuhan sangat berbeda daripada yg dipikirkan manusia: "Bukan yg dilihat manusia yg dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati" (ayat 7b). Daud yg diurapi Tuhan melalui Samuel adalah pemimpin yg diurapi. "berkuasalah Roh TUHAN atas Daud" (ayat 13b). Pada saat yg sama, Roh Tuhan undur daripada Saul (ayat 14). Roh Tuhan dicurahkan kpd org2 yg Tuhan pilih untuk melakukan tugas tertentu. Mereka yg tidak taat pada Tuhan akan mengalami nasib seperti Saul, ditolak Tuhan. Apa yg nyata buat Samuel dan Daud seharusnya nyata pula buat kita hamba2Nya pada masa kini. Kualifikasi yg paling utama. Perbedaan terletak pada siapa yg memilih. Tetapi, untuk monarki Israel waktu itu, raja dipilih hanya berdasarkan kualifikasi penting berikut: pemilihan dan penyertaan Allah (band 10), dan hati yg mau mengikut dan taat kpd Allah (ayat 7). Raja hanya raja selama kualifikasi ini terpenuhi. Dan tidak spt pada bangsa2 lain, hak menjadi raja bisa dicabut oleh Allah. Ayat 13 adalah pemunculan perdana Daud dalam narasi kitab ini, dan Daud muncul dg kualifikasi yg luar biasa. Termasuk Abinadab, yg keelokan parasnya sempat memukau Samuel (ayat 8-9), dan kakak2 Daud yg lain (ayat 10). Yg terutama, termasuk pula Saul, yg kehilangan kualifikasinya sbg raja ketika Roh Tuhan meninggalkannya karena ketidaktaatan dan kini diganggu oleh roh jahat yg diizinkan Tuhan (ayat 14). Roh Tuhan berkuasa atas Daud (ayat 13), dan ia dikenal dan diakui sebagai orang yg disertai Tuhan (ayat 18b). Saul masih menjadi raja secara de facto, tetapi Daud yg diurapi telah muncul, berkembang menjadi org yg punya kelebihan yg lain (ayat 18), dan bahkan dikasihi Saul (ayat 20-23). Tetapi perjalanan Daud masih panjang, dan Allah masih terus membentuk dirinya dan bangsa Israel agar dapat mengerti pilihan Allah ini. Saul ditolak Tuhan sbg raja Israel krn pelanggaran2 yg dilakukannya (pasal 1Sam. 15). Tuhan mengingatkan Samuel bahwa sbg hamba Tuhan ia harus memperhatikan kehendak Tuhan bukan membela org yg berontak thdp Tuhan. Dg jujur Samuel mengakui takut dibunuh oleh Saul (ayat 2). Pasca Saul. Konsekuensinya Allah tidak lagi memakai Saul (ayat 14). Cara Tuhan unik. Pasti banyak hal yg dipelajari Daud akibat2 kejatuhan spt yg disaksikannya pada Saul. Apa yang Tuhan ingin Daud pelajari saat itu? Cara memerintah dan banyak pelajaran lain dalam urusan Negara.
Ef 5:8-14 Hidup sebagai anak terang.
Sebagai anak2 terang, umat Allah hidup dg meneladani Allah (ayat 1). Sama spt Yesus yg meneladani Allah demikian juga umat-Nya. Paulus juga mendorong org percaya untuk meneladani Kristus (ayat 2). Hidup dalam kasih merupakan bukti nyata meneladani Kristus. Secara khusus, anak2 terang harus menjauhi perbuatan seksual. Seks adalah pemberian Tuhan dan hanya boleh dinikmati dalam konteks pernikahan. Sehingga setiap perbuatan seks di luar pernikahan harus dihindari.Tidak hanya perbuatan seks yang dibuang, juga perkataan vulgar dan kotor (ayat 4).
Mengapa? Ada 4 alasan.
1.Org yg amoral dan vulgar akan dihukum. Segera bertobat untuk menerima pengampunan.
2.Berkaitan dg hakikat sbg anak2 terang (ayat 8-14). Anak-anak terang tidak pantas berlaku amoral dan vulgar (ayat 11). Menjauhi perbuatan jahat tidak berarti membuang orang yang melakukannya. Jika orang percaya menjauhi orang jahat, bagaimana ia bisa percaya pada Yesus dan diperbarui? Jika tidak ada yang mengasihi org yg amoral dan vulgar, siapa yang akan menelanjangi perbuatan tsb? Perbuatan dan org yg berbuat adalah dua hal yg berbeda. Perbuatannya harus ditelanjangi agar orangnya bertobat dan datang pada Yesus untuk menerima pengampunan.
3.Anak2 terang memiliki hikmat untuk hidup sbg anak-anak terang (ayat 15-17). Menjadi orang berhikmat berarti mengutamakan kehendak Allah di dalam seluruh hidup (ayat 17). Perbuatan amoral dan vulgar bukan kehendak Allah.
4.Berhubungan dengan Roh Kudus (ayat 18-21). Anak-anak terang telah dipenuhi Roh. Ini berakibat lahirnya suatu persekutuan dimana pujian dominan. Dipenuhi Roh berarti dipenuhi ucapan syukur.
Catatan waktu. “Waktu” adalah kata yg sulit untuk di definisikan. Akan tetapi, waktu adalah pencatat tercepat yg ada di dunia ini. Waktu mencatat detik demi detik setiap peristiwa sekecil apa pun yg dikerjakan oleh anak2 terang / anak2 gelap. Dg kesadaran waktu yg sangat tinggi, Paulus memberikan perbandingan kontras antara anak2 terang dan anak2 gelap berkaitan dg moral dan etika mereka yaitu hidup dalam percabulan dan pencemaran dg hidup sbg orang kudus (ayat 3); Hidup dalam berbagai perkataan kotor dg hidup penuh ucapan syukur (ayat 4); Hidup spt org bebal dg hidup spt orang arif (ayat 15); Hidup dalam pengaruh anggur yg memabukkan dg hidup yg penuh dg Roh (ayat 18). Melalui perbandingan ini Paulus memberitahukan bahwa org2 durhaka / anak-anak yang hidup dalam kegelapan mendapatkan murka Allah, dan anak2 terang mendapatkan bagian dalam kerajaan Kristus dan Allah (ayat 5-6). Apakah tujuan dari perbandingan ini? Pertama, Paulus tidak ingin jemaat di Efesus tercatat oleh waktu sbg anak2 terang yang hidup dalam kegelapan. Kedua, Paulus ingin agar jemaat Efesus menebus waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat. Yaitu, dalam pengertian menggunakan waktu dengan efisien dan efektif untuk pekerjaan dan pelayanan Tuhan, bukan untuk hidup dalam berbagai kecemaran dosa yg menyesatkan dan membawa kepada kebinasaan. Waktu terus berjalan. Ingatlah bahwa apa yang telah kita perbuat pasti tercatat dalam waktu dan tidak mungkin dapat dihapus oleh siapapun juga.
Yoh 9:1-41 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
Penjelasan waktu ini, Waktu Yesus sedang lewat, begitu luas, sehingga tanggal peristiwa ini tidak dapat dipastikan. Pasal 8 terjadi pada akhir hari raya Pondok Daun,dan pasal 10:22-39 terjadi tiga bulan kemudian pada hari raya Pentahbisan Bait Allah. Namun peristiwa ini menjembatani dua pasal tersebut, karena Terang Dunia yang ditolak dalam pasal 8 bercahaya dalam pasal 9 untuk menyatakan sikap hati Gembala yang Baik dan sikap hati pencuri dan perampok. Banyak orang buta disembuhkan dalam Injil, tetapi tidak disebutkan bahwa mereka buta sejak lahir seperti orang ini.
Pekerjaan Allah harus dinyatakan
Cukup banyak orang yang berpendapat bahwa penderitaan, termasuk sakit penyakit disebabkan oleh dosa. Orang-orang Yahudi pun berpendapat demikian. Lihat saja para murid Yesus, mereka mempertanyakan akibat dosa siapa kebutaan dialami oleh orang buta dalam bacaan kita (ayat 
2).
Yesus secara tegas menyatakan bahwa kebutaan itu bukan karena dosa orang itu sendiri, bukan juga dosa orang tuanya (ayat 3). Yesus menolak pendapat bahwa semua penyakit disebabkan oleh dosa seseorang. Ada hal positif yang juga dapat dinyatakan melalui pengalaman sakit seseorang. Melalui sakit Tuhan mau menyatakan pekerjaan-pekerjaan-Nya, kemuliaan dan kemahakuasaan-Nya.
Melalui peristiwa penyembuhan orang buta oleh Yesus, banyak pihak yang mendapat kesempatan melihat karya Allah dan meresponsnya. Si buta yang baru saja dapat melihat, memberikan kesaksian bahwa Yesus adalah nabi (ayat 11, 17)! Para tetangga menyaksikan bahwa dia yg dulu mengemis dalam kebutaan, kini telah celik (ayat8-9). Demikian juga orang Farisi, walau sikap mereka terpecah antara yg kagum krn kuasa Allah dinyatakan dan yg sebagian lain mencerca Yesus sbg pelanggar hari Sabat (ayat 16). Apa pun respons mereka, karya Allah telah dinyatakan!
Pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan bukan hanya melalui hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga melalui penderitaan. Penderitaan, kesengsaraan, sakit, kekecewaan, kehilangan, selalu merupakan kesempatan untuk mengalami pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Inilah yang kita lihat di dalam jalan salib yang ditempuh Yesus. Ia memilih jalan penderitaan untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan Allah. Apakah kita juga belajar melihat bahwa semua yang kita alami adalah dalam rangka pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan? Bersyukurlah atas kesempatan yang kita dapatkan untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan Allah. Kesempatan melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah tidak selalu ada (ayat 4), oleh karena itu marilah kita menggunakan kesempatan yang ada.
Yesus menjawab masalah penderitaan. 
Tuhan Yesus dan murid-murid melihat orang buta sejak lahirnya. Masyarakat melihat bahwa orang ini menjadi buta karena dosa (ayat 2-4). Masyarakat menganggap bahwa penderitaan adalah akibat dosa. Ini bisa benar. Namun, penderitaan dapat juga tidak ada hubungannya dengan dosa. Kedua hal ini merupakan ajaran Kitab Suci. Tuhan Yesus melihat penderitaan yang dialami oleh orang buta ini bukanlah disebabkan oleh dosa. Tuhan Yesus melihat rencana yang lebih besar. Penderitaan orang buta sejak lahir akan menjadi sarana untuk menyatakan pekerjaan Allah (ayat 3). Maka, Yesus meludah ke tanah, dan adukan tanah bercampur ludah disapukan pada mata orang buta (ayat 6). Lalu Tuhan Yesus memerintahkan orang buta ini pergi ke kolam Siloam untuk membersihkannya (ayat 7). Jelas bukan air kolam Siloam yang mencelikkan mata orang buta ini, melainkan perkataan Tuhan Yesus. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah.
Ketika matanya dicelikkan, orang buta ini segera pulang ke rumahnya (ayat 7). Kelihatannya ia lupa mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yesus yang telah menyembuhkannya. Mungkin ia terlalu takjub melihat bentuk orang, matahari, rumah, dsb. yang belum pernah dilihatnya. Ketika tiba di rumahnya, tetangga-tetangganya bukannya memberinya suatu pesta ucapan syukur, malah meragukannya (ayat 8-9). Bahkan mereka membawanya ke hadapan para pemimpin agama karena peristiwa celik matanya terjadi pada hari Sabat (ayat 13,14).
Dari ke tiga bacaan kami belajar:
1.          Orang yg dipilih Tuhan tdk haruslah yg kekar, pintar dan segala sesuatu yang baik, bahkan yg berdosapun bisa dipilih Tuhan.Hatinya lah yg dilihat Tuhan.
2.          Orang yg dipilih Tuhan pasti memiliki hikmat dan urapan Roh. Tanpa hikmat, pelayanan tak bisa dijalankan secara maksimal dan kehendak Tuhan tak bisa dilaksanakan dengan sempurna. Tanpa pengurapan Roh, maka yg dilakukan seseorang bukanlah pelayanan, tetapi hanya kegiatan agamawi semata/pekerjaan, tanpa arah.
3.          Orang yg dipilih memiliki kerinduan akan kasih Tuhan, dan kebenaran dari iman yang dipegangnya.
4.          Di 1 Kor 1:27-28:Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, inilah yang menjadi patokan org yg dipilih Tuhan.
5.          Kemampuan orang yg dipilih Tuhan akan menjadikan semua proses penyempurnaan tugas menjadi sempurna.
6.          Selain kerinduan, penantian yg tidak putus2, adanya kelayakan dalam menerima kasih karunia dalam org buta sejak kecil, dia merindukan, menantikan perubahan dalam dirinya dan layak dg belas kasih Yesus yg besar.
7.          Ketidak percayaan org Farisi telah dikenal sepanjang sejarah, sebagai org yg munafik dan bebal thdp anugrah yg diberikan org lain bukan thdp diri mereka.
8.          Ketaatan menghasilkan tahan uji, tahan uji menghasilkan ketabahan, dan ketabahan menghasilkan pengharapan, pengharapan akan kasih karunia Tuhan yg luar biasa.
9.          Penantian yg tak kunjung datang menaruh harapan besar penggenapan janji Tuhan yg sungguh ajaib dalam diri si buta.
10.      Yesus sanggup mengadakan mukjizat dimanapun Dia berada dan menyenangkan hati org yg diurapiNya.
11.      Yesus menyembuhkan dg cara yang berbeda tiap manusia tdk memiliki suatu pola tertentu.
12.      Yesus memperbaiki kehidupan yang penuh kegelapan dg sebuah hadiah yang luar biasa bagi si buta dg melihat segala sesuatu yang indah dalam hidupnya.
13.      Kemampuan menyembuhkan Yesus dikenal sampai beberapa daerah menyatakan kemuliaan Tuhan yg sungguh luar biasa.
14.      Kerinduan dalam hati si buta menjadikan sebuah darasan doa sepanjang hidupnya.

15.      Mengasihi manusia adalah tujuan Yesus datang ke dunia dan menyembuhkan org yg sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar