Minggu, 02 Maret 2014

Kasihilah Musuhmu

Kasihilah Musuhmu                          Minggu 23 Februari 2014
Im 19:1-2,17-18
1 TUHAN berfirman kpd Musa:2 "Berbicaralah kpd segenap jemaah Israel dan katakan kpd mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.17 Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor org sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam thdp org2 sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia spt dirimu sendiri; Akulah TUHAN.
1 Kor 3:16-23
16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah & bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?17 Jika ada org yg membinasa kan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus & bait Allah itu ialah kamu.18 Janganlah ada org yg menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yg menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, spy ia berhikmat.19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yg menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan2 org berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka."21 Karena itu janganlah ada org yg memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu:22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yad. Semuanya kamu punya.23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.
Mat 5:38-48
38  Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan org yg berbuat jahat kpdmu, melainkan siapapun yg menampar pipi kananmu, berilah juga kpdnya pipi kirimu.40 Dan kpd org yg hendak mengadukan engkau krn mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.41 Dan siapapun yg memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.42 Berilah kpd org yg meminta kepadamu dan janganlah menolak org yg mau meminjam dari padamu.43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yg menganiaya kamu.45 Karena dg demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yg di sorga, yg menerbitkan matahari bagi org yg jahat dan org yang baik dan menurunkan hujan bagi org yg benar dan org yg tidak benar.46 Apabila kamu mengasihi org yg mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kpd saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya drpd perbuatan org lain? Bukankah org yg tidak mengenal Allahpun berbuat dmk? 48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yg di sorga adalah sempurna."
Pembahasan
Im 19:1-2,17-18 Kuduslah hidupmu
Im 19:1-37;Bab ini mengumpulkan berbagai peraturan mengenai hidup sehari-hari. Tetapi semua dipersatukan melalui penyebutan nama TUHAN serta kekudusanNya. Peraturan2 itu jelas berlatar belakang Dekalog.  Pasal ini tergolong pasal yg paling hebat dalam PL. Ini merupakan antisipasi Musa thdp jiwa dari Khotbah di Bukit. Isi pasal ini berkaitan erat sekali dg Dasa Titah dg pernyataan Aku, Tuhan Allahmu, yg sering muncul. Kitab Perjanjian (Kel. 21-23) juga mengungkapkan berbagai perintah yg ditemukan di dalam pasal ini. Kuduslah kamu. Motivasi dan dorongan untuk taat kpd perintah2 berikutnya ialah kekudusan Allah. Org2 Ibrani harus mengukur kekudusan mereka dg kekudusan Allah sendiri. Ketaatan mereka kpd perintah2 Allah merup jaminan bahwa mereka akan tetap merup bangsa pilihan Allah yg secara khusus dipisahkan untuk-Nya.
Hiduplah dalam kekudusan
Karena Allah kudus maka umatNya pun wajib hidup kudus dalam semua aspek. Bila pasal 18 membahas kekudusan dlm pernikahan, maka pasal 19 bicarakan kekudusan dalam berbagai aspek lainnya: keluarga (ayat 3a), ibadah kepada Tuhan (ayat 3b-8), pekerjaan (ayat 9-10), sikap dan tindakan thdp sesama (ayat 11-16), bahkan motivasi di balik tindakan tsb (ayat 17-18). Semua peraturan ini, khususnya yg berhubungan dg sesama umat, termasuk org asing, disimpulkan dalam hukum kasih: "Kasihilah sesamamu manusia spt dirimu sendiri" (ayat 18b). Betapa seriusnya peraturan ini tercermin dari penegasan Tuhan yg berulang kali: "Akulah Tuhan" (ayat 3, 4, 10, 12, 14, 16, 18). Bila diperhatikan dg saksama, peraturan2 ini mengulang, mempertegas, dan memperinci beberapa peraturan yg tertuang pada 10 Perintah Allah (Kel. 20:3-20). Intinya, hidup kudus berarti hidup yg mewujudkan karakter kudus Allah. Beberapa hal penting bisa kita soroti dalam perenungan nas ini. Pertama, aspek-aspek ritual tidak terpisahkan dari aspek2 sosial. Umat Tuhan tidak membedakan antara yg sekuler dan yg sakral. Semuanya harus dikuduskan demi Tuhan. Kedua, perintah mengasihi sesama manusia meliputi sesama orang Israel dan semua orang asing yang tinggal di antara umat Allah. Ketiga, tuntutan hidup kudus tidak cukup hanya pada tataran tindakan, tetapi harus juga sampai ke akar motivasi. Motivasi yg kudus akan melahirkan tindakan kudus. Anak-anak Tuhan dikuduskan oleh darah Kristus dan dimampukan menjalani hidup kudus dg pertolongan Roh kudus. Tuhan Yesus meninggalkan teladan bagi kita bgm hidup kudus. Dia juga contoh bagi kita untuk mengasihi sesama dg kasih dan kebaikan yg sama bagi semua status sosial masyarakat.
Kudus dalam segala segi kehidupan.
Sekilas membaca bag ini langsung Anda merasakan betapa luas hal2 yg diatur Tuhan di sini. Bisa-bisa malah Anda merasa bingung apa saja yg harus diperhatikan dalam daftar peraturan ini. Perhatikanlah hal2 berikut Anda akan menemukan suatu pola. Pertama, perhatikan ungkapan, “Akulah Tuhan (Allahmu)”. Seluruh pasal ini dapat kita kelompokan menurut ungkapan tsb yg mengunci tiap bagian. Kedua, perhatikan gema isi hukum2 ini dg 10 Hukum , dan dg hukum kasihi sesama manusia. Anda akan menemukan bahwa pada intinya semua hukum ini adalah Allah ingin mengatur agar seluruh segi kehidupan umatNya kudus adanya. “Kuduslah kamu” inilah inti dari seluruh isi uraian berikutnya. Alasan untuk hidup kudus didalam segi kehidupan adalah krn Tuhan Allah kudus adanya (ayat 
2). Kekudusan
1.     pertama harus dipraktikan di dalam hub2 keluarga (ayat 3).
2.     Kedua, di dalam memelihara hukum Sabat (ayat 3b).
3.     Ketiga, dg tidak menyembah berhala (ayat 4) dan mengikuti aturan ttg ibadah (ayat 5).
4.     Keempat, dg perhatikan kebut sesama (ay 9-11) dan menghormati hak & hidup sesama kita (ay 12-18). Kita penuhi dg berlakukan keadilan & kasih.
5.     Kelima, dg menghormati ciri2 khas yang telah Tuhan ciptakan (ayat 19-24).
6.     Keenam, dg memberi kesempatan bagi tumbuh-tumbuhan untuk berbuah dewasa baru di petik hasilnya (ayat 25-26).
7.     Ketujuh, dg tidak meniru kebiasaan org2 kafir (ayat 27-31), khusunya tidak mempraktekkan pelacuran bakti (ayat 29-30) dan okultisme (ayat 31).
8.     Kedelapan, dg menghormati ortu usia (ayat 32), dan akhirnya dg menunjukan kasih dan keadilan pada sesama manusia dan didepan pengadilan (ayat 33-36). Bgmkah kita menerapkan hukum2 ini untuk masa kini? Tentu tidak semua rinci hukum2 ini masih mengikat untuk kita yg hidup di zaman PB. Namun prinsip dari hukum2 ini harus terus kita taati.
1 Kor 3:16-23 Jangan pakai akar bila rotan tak ada. 
Mengapa? Menurut beberapa org, karena dalam peribahasa "tak ada rotan akar pun jadi" tersirat bahwa kualitas adalah nomor dua. Seharusnya, bila tak ada rotan langkah yg diambil adalah entah cari rotan ke sumber lain / rekayasakan bahan alternatif yg sebaik rotan, atau bahkan lebih baik, supaya mutu produk hasil tidak berkurang. Kini Paulus menggunakan metafora pendirian suatu bangunan (mulai dari 9, "bangunan Allah"). Dalam konteks jemaat Korintus, Paulus menjelaskan bahwa dg karunia Allah, dirinya telah meletakkan dasar jemaat (ayat 10) yg adalah Kristus (ayat 11). Krn itu, Paulus memperingatkan mereka yg sedang membangun jemaat Korintus (tidak termasuk Apolos, bdk. 16:12) di atas dasar itu untuk berhati-hati: jangan membangun jemaat dg hal-hal yg tidak tahan uji oleh api (ayat 12). Atau, dengan mengikuti nas sebelumnya, jangan dg pengajaran dan tindakan jerami hikmat manusia (ayat 2:4-5,13), tetapi dg pemberitaan hikmat Allah. Ketahanujian inilah yg akan menentukan upah seorg pelayan (ayat 14,15; tetapi bukan keselamatannya). Sbg penegasan, Paulus juga menyatakan bahwa jemaat setempat di Korintus adalah bait Allah & Allah akan membinasakan org yg membinasakan bait-Nya (ayt 16,17). Keprihatinan Paulus adalah jemaat lokal hrs dibangun konsisten dg dasarnya adalah Kristus. Kehidupan jemaat harus rohani, yaitu berbeda radikal dg dunia. Perselisihan & arogansi adalah tanda dari hikmat duniawi; tanda bahwa kontribusi Kristen kpd bangunan kehidupan jemaat tidak tahan uji. Bahkan, kekeraskepalaan utk terus hidup duniawi dpt bermuara pada penghakiman krn meniadakan fungsi jemaat sbg bait Allah: menghadirkan kesaksian kasih karunia Allah bagi sekitar.
Mat 5:38-48 Sifat kristiani yang meneladani Bapa. 
Ajaran lex talionis (mata ganti mata, gigi ganti gigi,spt Kel 21:24,Im 24:20,Ul 19:21) pada dasarnya mencegah pembalasan yg berlebihan. Hukum yg penting di Taurat dimaksudkan spy umat Allah tidak main hakim sendiri, melainkan menyerahkannya kpd lembaga keimaman yg mendapatkan wewenang utk hal itu. Dari penjelasan Yesus kita mendapati bahwa sbg pengikut-Nya, kita dituntut untuk melakukan lebih drpd yg biasa dilakukan org lain. Membalas orang yg menyakiti kita merupakan hal yg biasa dilakukan org lain, tetapi kita dituntut untuk berbuat lebih dpd itu. Tidak membalas perlakuan jahat org lain kpd kita pun bukan merupakan sikap yg langka, dan kita pun dituntut untuk bersikap lebih dari itu. Yesus menuntut setiap anak Tuhan untuk mampu menyatakan kebaikan Allah Bapa kpd setiap org, bahkan kepada org2 yang jahat (ayat 39-42). Yesus menuntut anak2 Tuhan menyatakan berkat kpd mereka yang mengutuk dan menganiaya (ayat 43-44). Ada dua alasan mengapa kita dituntut bukan hanya mengampuni tetapi juga memberkati orang yang jahat kepada kita. Pertama, karena kita sudah mendapatkan pengampunan dari Bapa atas dosa-dosa kita, bahkan lebih daripada itu Ia memberkati kita dengan limpahnya. Kesalahan orang lain kepada kita, betapa pun besarnya tidak pernah dapat melampaui keberdosaan kita di hadapan-Nya. Kedua, Bapa memberikan berkat yg sama kepada org baik dan orang jahat, maka kita pun wajib menjadi saluran berkat yg sama untuk mereka (ayat 45). Tuntutan Tuhan Yesus adalah kesempurnaan dalam kasih sama spt kasih Bapa sempurna. Bila dunia hidup dg prinsip mengalahkan dan menguasai, anak2 Tuhan harus hidup dg prinsip ilahi, yakni menjadi berkat bagi sesama.
Dari ke tiga bacaan kami belajar:
1.       Menyayangi sesama adalah jiwa Kristiani yang sejati, sehingga kekudusan Surga terpancar melalui hidup kita.
2.       Memberi pipi yg lain untuk ditampar adalah tindakan yang berani utk menerima semua dg kasih yang sempurna dari Surga.
3.       Kasihilah musuhmu ini menjadikan kita berbeda dari manusia lain yg tidak mengenal Yesus sebagai Kasih yg datang.
4.       Membalas dendam bukanlah tindakan yang diinginkan Yesus dalam hidup para muridNya, tapi terang Kasih Surgalah yg ingin diutamakan Yesus dalam segala hubungan selama hidup kita di dunia.
5.       Dengan menyayangi musuh kita memberikan warna yang Terang dalam hidup org lain.
6.       Dari Kel 21:24,Im 24:20, dan Ul 19:21 dalam semua ayat tsb, pelaksananya adalah pejabat bertindak sbg hakim dan tidak percuma menyandang pedang, tetapi yg adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah (Rm. 13:4). Hukum tsb memberikan petunjuk kpd para hakim bg Yahudi mengenai hukuman apa yg harus ditimpakan dlm kasus2 yg menyebabkan cacat fisik. Bukanlah nyawa ganti mata atau anggota badan ganti gigi, melainkan apa yang adil dan sebanding.
7.      Kita diberikan ajaran tidak membalas kejahatan dg yang setimpal, tapi dg kebaikan, ini yang kadang kita tidak mampu melakukannya, dg mengampuni kesalahan mereka ini yg ditekankan Yesus dalam hidup dg manusia yang beraneka ragam.
8.       Mampu mengalah demi kebaikan dalam menghadapi segala hal kejahatan di dalam hidup kita.
9.       Memberikan pipi yg satu memiliki arti merendahkan diri dari kesombongan dan pertengkaran yang lebih menjerumuskan kita pada dosa yang lebih berat.
10.   Mengasihi musuh memerlukan sikap menundukkan diri yang paling rendah dibawah kuasa Tuhan yg Maha besar.
11.   Menyayangi musuh menyamakan kita dg Kasih Yesus dan Bapa saat memberi hujan pada semua org.
12.  Mengubah paradigm kita menjadi serupa Yesus, menjadikan kita kudus spt Diri Yesus dan Bapa Kudus adanya sehingga kita layak hadir dalam perjamuan pesta domba nanti di Surga saat kedatangan Yesus ke dua.
13.   Kelayakan kita (hidup kudus) diperhitungkan shg kita terpancar dalam hidup kerohanian dan dalam hidup duniawi kita.
14.  Bukan gagah dan kehebatan kita mengetahui semua FT dalam sekejap tapi hanya Anugrah dan Terang Kasih Yesus yang bisa menyinari hidup kita sehingga kita mampu mengasihi musuh kita.
15.   Menyayangi sesama kadang tidak mungkin apalagi musuh kita, yang sering mengejek dan menghina kita, ini yang menjadikan kita berbeda dari umat yg berbeda pandangan dg Yesus.

16.   Sikap keegoisan dalam keragaman dan kesulitan hidup yang menghimpit kita membuat kita tidak mampu memikirkan musuh yang selalu menyerang hidup kita, dg Kasih dan Rahmat Terang Surga yg menyinari diri, kita mampu melakukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar