Senin, 10 Maret 2014

Penderitaan Zaman Akhir

Penderitaan Zaman Akhir        Minggu 17 November 2013
Mal 4:1-2a
1 Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yg berbuat fasik menjadi spt jerami & akan terbakar oleh hari yg datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar & cabang mereka.2 Tetapi kamu yg takut akan namaKu, bagimu akan terbit surya kebenaran dgn kesembuhan pada sayapnya.
2 Tes 3:7-12
7 Sebab kamu sendiri tahu, bgm kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, spy jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu.9 Bukan krn kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.11 Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada org yg tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.12 Org2 yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dgn demikian makan makanannya sendiri.
Luk 21:5-19
5 Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yg dihiasi dengan batu yg indah2 & dengan berbagai2 brg persembahan, berkatalah Yesus:6 "Apa yang kamu lihat di situ akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semua nya akan diruntuhkan."7 Dan murid2 bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?"8 JawabNya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak org akan datang dgn memakai namaKu dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.9 Dan apabila kamu mendengar ttg peperangan & pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."10 Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bgs & kerajaan melawan kerajaan,11 & akan terjadi gempa bumi yg dahsyat & di berbagai tempat akan ada penyakit sampar & kelaparan, & akan terjadi juga hal2 yg mengejutkan dan tanda2 yg dahsyat dari langit.12 Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah2 ibadat dan penjara2,& kamu akan dihadapkan kepada raja2 dan penguasa2 oleh karena namaKu.13 Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.14 Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.15 Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.16 Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara2mu, kaum keluargamu dan sahabat2mu dan beberapa org di antara kamu akan dibunuh 17 & kamu akan dibenci semua org oleh karena namaKu.18 Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang.19 Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."
Pembahasan
Mal 4:1-2a
Penjelasan apokaliptik ttg penghakiman sbg api “yg memurnikan”(Mal3:2), segi “memancarnya” akan mengurangi semua org gegabah dan tiap org yg berbuat fasik menjadi spt jerami dan akan terbakar (Mal 4:1). Bagi kamu yg takut akan nama Tuhan (Mal 4:2) bdk Mal 3:16c, Yes 57:18-19, Luk 1:78-79). Disinilah satu2nya tempat dimana muncul “surya kebenaran” dalam PL. Kebanyakan penafsir menyatakan ini sbg dewa matahari dari Mesir dan Mesopotamia, yg digbkan dg lingkaran sinar dibeberapa peninggalan Timur Dekat. Dewa berfungsi sbg hakim diantara dewa2 di Panteon.
Hari Tuhan
Gambaran Hari Tuhan yg mengerikan begitu dominan, shg  setiap org berusaha luput dari hari yg menakutkan itu. Maleakhi mengungkapkan hari itu sbg hari tanpa pengharapan bagi org2 fasik. Hari itu menyala seperti perapian, dan semua org fasik seperti jerami yg terbakar habis (ayat 1). Akan tetapi, sisi lain dari Hari Tuhan ialah hari sukacita dan bahagia bagi org yg takut akan Tuhan (ayat 2). Pada hari itu, org benar bersukacita dan berpesta karena org jahat dikalahkan & org fasik tidak mendapat tempat lagi di bumi (ayat 3).Perjalanan kebenaran yg panjang dan berliku-liku krn selalu mendapat hambatan dan rintangan, kini memasuki masa2 yg bahagia. Itulah pengharapan setiap org yg memperjuangkan kebenaran. Hari Tuhan menanamkan benih2 pengharapan bagi org benar yg frustrasi melihat kejahatan & kefasikan yg mendominasi seluruh bid kehidupan. Hari Tuhan memberikan ketegaran & kekuatan bagi setiap org yg mencintai Tuhan & tekun dalam pekerjaan-Nya (ayat4). Memperjuangkan kebenaran di jalan Tuhan memang berat, tetapi menyukakan hati sebab org tsb sedang menjunjung tinggi nilai2 luhur dan kekal. Hal ini seperti benih yg ditabur hari ini, kendati banyak kendala & tantangan, akan membuahkan buah2 segar di hari esok.Nubuat mengenai Hari Tuhan didahului dg datangnya Nabi Elia yg akan mempersiapkan hati org untuk bertobat menyambut Hari Tuhan tsb (ayat 5-6). Dalam PB, Yohanes Pembaptis adalah Nabi Elia tsb. Pada masa kini, kita dipanggil untuk meneruskan tugas kenabian itu agar banyak org berpaling kepada Tuhan & bertobat, shg Hari Tuhan menjadi hari yg penuh sukacita & bukan ratap tangis penyesalan tanpa akhir.
2 Tes 3:7-12
Pengarang memerintahkan (1Tes 4:11) jemaat utk menghindar dari sesama Kristiani yg tersesat dan meninggalkan tradisi rasul yg telah diberikan pada mereka (1Kor 5:9-13). Masalah ini diangkat kembali pada ayat 14-15, sesudah pengarang menunjukkan manakah dasar bagi kelakuan yg baik sesuai dg teladan Paulus, dan aturan Paulus, menasehati utk melakukan hal yg benar. Pengarang menggarisbawahi ttg apa yg harus dilakukan utk menjadi peniru Paulus dan rekannya (1 Tes 1:6; 1Tes 4:1) & mengulangi beberapa fakta yg ditunjukkan dalam 1 Tes yg layak diteladani: Paulus & mitra kerjanya menghayati hidup baik diantara mereka (1 Tes 2:10), bekerja utk mencari nafkah sendiri,shg tdk menjadi beban (1Tes2:9). Mereka tdk menuntut hak sbg rasul (1 Tes 2:7), krn mereka lebih tertarik memberi contoh utk ditiru.(dpt dilihat 1 Kor4:16; 1 Kor11:1). Teladan ini bukan utk kegiatan Paulus tapi utk aturan yg diberikan Tuhan Yesus (1 Tes 4:1). Menurut peraturan, ini adalah etika kerja, jika tdk kerja maka tdk makan, aturan ini tdk ada dalam 1 Tes, Paulus selalu mendorong utk bekerja dg tangan mereka sendiri dank pd org luar utk melengkapi keperluan material mereka sendiri(1 Tes 4:11-12). Dalam 2 Tes disebutkan alasan utk bekerja, jika mereka kerja tenang pasti sibuk dg sesuatu yg berguna, hindari kelakuan kasar & menjauhkan diri utk mengganggu org lain. Pengarang melawan mereka yg bingung akan kedatangan Yesus: mereka berhenti bekerja dan sibuk dg kegilaan mereka sendiri & hanya mengemis makanan dari org lain. Dari sini Paulus menyatakan kelakuan yg baik tetap diteruskan , yg tdk baik disebut rekan Kristiani yg tdk taat (Ayat 6)harus dijauhkan dari jemaat.Pengucilan ini utk mempermalukan mereka yg salah, tetapi hukuman tetap dilaksanakan sbg kesadaran menghadapi sesama umat bukan lawan (1Kor5:9-13; 2 Kor2:5-8; Rm 16:17-18).
Menegur yang salah. 
Ini adalah bag terakhir 2 Tesalonika. Bila pada ucapan syukur awal (ayat 1:5) Paulus memberikan indikasi bahwa jemaat yg telah menderita ini layak menjadi warga Kerajaan Allah,di sini ia memberikan petunjuk praktis yg dapat dilakukan oleh jemaat untuk mencapai kondisi itu.Paulus mendengar ttg kelakuan anggota2 jemaat yg kalau dibiarkan dapat memberikan dampak kehidupan persekutuan yg terganggu.
1)   Ada dari mereka yang tidak melakukan pekerjaannya: menganggap bahwa Hari Tuhan telah dekat sehingga tidak perlu bekerja lagi; mungkin juga memanfaatkan kebaikan anggota gereja yang lain. Apapun alasannya, sikap demikian tidak sehat dan dicela oleh Paulus.
2)   Ada dari mereka yg tidak mau mendengarkan ajaran (Kristus melalui Paulus) yang telah disampaikan kepada jemaat (ayat 6).
Nasihat Paulus adalah agar jemaat menjauhi mereka yg bermasalah. Mereka yang tidak bekerja harus diberitahukan bahwa mereka harus bekerja dan tidak menggantungkan keperluan makan mereka kepada orang lain. Paulus memakai dirinya sebagai teladan. Ia dan Silas sebenarnya dapat mengklaim makanan dari jemaat, namun mereka melakukan tugas (sampingan) sendiri. Jemaat juga dinasihatkan agar melakukan kebaikan tanpa jemu (ayat 11-13).Sikap Paulus thdp mereka yg tidak menerima ajaran itu tegas sekali. Mereka sebaiknya tidak diajak bergaul (ayat 14). Ini dilakukan untuk menjaga keteguhan sikap jemaat sendiri. Nasihat Paulus ini sangat kita perlukan saat ini. Bukankah kehidupan bergereja kita terasa tawar sebab praktik saling memberikan teladan, saling meringankan beban, saling mengingatkan sbg saudara, saling mendoakan dan saling memberikan salam tidak aktif kita lakukan?
Kasih dan ketertiban hidup.
Krn ajaran ekstrim bahwa Tuhan akan segera datang, sebagian jemaat malah hidup tidak tertib. Mereka sibuk dg hal-hal yg tak berguna, sampai mereka tidak bekerja (ayat 11-12). Paulus menasehati jemaat agar menegur org sedemikian. Terus menyokong mereka akan berakibat buruk (ayat 6). Sebaliknya, orang2 itu dianjurkan untuk bekerja agar beroleh nafkahnya sendiri (ayat 12). Sekarang pun banyak kelompok yg mengutamakan ajaran ttg kedatangan Yesus kembali, sampai mengabaikan tgjw sosial mereka. Berilah mereka peringatan dalam kasih bahwa penantian akan kedatangan Tuhan justru menghasilkan ketertiban hidup! Pentingnya keteladanan hamba Tuhan. Nasehat dan teguran yg Paulus berikan bukan omong kosong. Ia sendiri mempraktekkan apa yang diajarkannya. Ia bekerja dan tidak makan roti orang dg percuma (ayat 8). Memang tidak ada keharusan bahwa hamba Tuhan harus mencari nafkah sendiri. Prinsip yg dapat kita ambil di sini ialah bahwa hamba Tuhan harus menjadi teladan dalam mengelola keuangan dan mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Hamba Tuhan harus hidup tertib bila ingin jemaat yang dilayaninya hidup tertib pula
Luk 21:5-19 Nubuat ttg Hari Akhir
Murid2 Yesus yang berada di Bait Allah kagum ketika mengamati kemegahan bangunan tersebut (5). Mungkin terbersit kebanggaan dalam hati mereka sebagai seorang Israel. Namun Yesus memperingatkan bahwa Bait Allah yang merupakan pusat ibadah orang Israel dan menjadi lambang kehadiran Allah, suatu saat akan hancur (6). Para murid tampaknya mengira bahwa itu terjadi karena Yesus akan datang untuk menggenapi kemesiasanNya. Maka Ia menegur mereka untuk tidak terlalu cepat mengharapkan kedatanganNya yg kedua kali. Mereka juga harus waspada agar tidak sampai disesatkan oleh mesias palsu yang mengklaim bahwa mereka adalah Mesias (Kristus, orang yang diurapi Allah secara khusus) dan menyatakan bahwa akhir zaman akan segera tiba (8-9).Lalu Ia menjabarkan peristiwa yg akan terjadi sebelum kehancuran Bait Allah & Yerusalem (10-11). Sebelumnya, para murid akan mengalami penganiayaan (12). Uniknya, kesesakan itu justru menjadi kesempatan bagi para murid untuk bersaksi ttg Mesias (13). Dalam situasi sulit demikian mereka tidak perlu kuatir, sebab Yesus akan menolong (14-15). Iman mereka pada Yesus memang akan membuat keluarga, bahkan semua orang memusuhi mereka. Beberapa orang mungkin akan mati martir (16). Tetapi semua itu tidak akan dapat memisahkan mereka dari Allah. Tidak ada yang dapat terjadi atas mereka di luar kehendak-Nya (18). Bila mereka tetap bertahan dalam iman, maka mereka akan tetap hidup meskipun mereka sudah mati (19).Sebagai murid Kristus, kita perlu memiliki hati dan hidup yang selalu terarah kepada-Nya. Dari zaman ke zaman murid Kristus harus mengalami berbagai ujian dan tipu daya si jahat yang berusaha membuat lengah dan lemah. Tidak terkecuali kita dalam zaman dan konteks kita masing-masing. Jangan biarkan bujuk rayu dosa atau pemutarbalikkan ajaran atau tekanan aniaya mengalihkan sikap setia dan berjaga-jaga kita kepada Yesus Kristus.
Penderitaan dan penganiayaan. 
Bait Allah adalah tempat ibadah yg menjadi kebanggaan bangsa Yahudi. Kebanggaan yg dibarengi dengan kemegahan Bait Allah memberi kesan bahwa ia akan bertahan selama-lamanya sehingga mustahil untuk runtuh atau diruntuhkan.Tetapi Yesus mengejutkan mereka yang memuji kemegahan Bait Allah (ayat 
5). Bait Allah akan hancur (ayat 6). Yesus menyampaikan nubuatan yang akan terjadi pada tahun 70. Jika peristiwa penyaliban Yesus terjadi pada tahun 33, maka kehancuran Yerusalem masih menunggu 37 tahun lagi. Sebelum keruntuhan Yerusalem terjadi pada tahun 70 ada beberapa tanda yang terjadi. Akan muncul mesias2 palsu (ayat 8). Ini berarti murid2 perlu waspada dan tidak disesatkan. Akan terjadi peperangan dan pemberontakan (ayat 9). Akan terjadi gempa bumi, penyakit dan kelaparan serta tanda-tanda alam lainnya (ayat 11). Dengan ringkas, penderitaan menanti di depan. Di samping itu, penganiayaan secara khusus akan dialami murid2 (ayat 12). Di tengah situasi yg demikian, murid2 tidak perlu cemas, gentar & tawar hati. Semua penderitaan dan penganiayaan berada di bawah kendali dan kuasa Allah. Murid2 harus terus melakukan tugas & tg jbnya yakni bersaksi bagi Kristus (ayat 13). Allah akan memelihara mereka. Rambut org yg percaya pada Yesus tidak akan hilang sehelaipun dari kepalanya (ayat 18). Ini menunjukkan perlindungan yg sempurna. Namun tidak berarti bahwa mereka tidak mungkin kehilangan nyawa seperti yang dikatakan dalam ayat 16. Yesus membukakan kepada murid2 hal2 yg akan terjadi di masa depan. Ketika hal yang dikatakan Yesus terjadi mereka tidak perlu gentar dan kecewa. Mereka tahu hal-hal itu telah dikatakan Yesus sebelumnya.
Dari ke tiga bacaan kami belajar:
1.       Zaman akhir telah tiba, semua nubuatanNya telah digenapi, beberapa kejadian spt gempa, banjir dll adalah tanda awal.
2.       Penganiayaan tdklah menyurutkan semangat para org percaya, mereka semakin yakin akan hidup yg kekal sbg hadiah.
3.       Mesias palsu dan org yg mengaku sbg Mesias akan bermunculan, ini jua merupakan tanda zaman akhir.
4.       Hari Tuhan ialah hari sukacita dan bahagia bagi org yg takut akan Tuhan, org benar bersukacita dan berpesta karena org jahat dikalahkan & org fasik tidak mendapat tempat lagi di bumi.
5.       Perjalanan kebenaran yg panjang dan berliku-liku pasti mendapat hambatan dan rintangan, kini memasuki masa2 yg bahagia. Itulah pengharapan setiap org yg memperjuangkan kebenaran. Hari Tuhan menanamkan benih2 pengharapan bagi org benar yg frustrasi melihat kejahatan & kefasikan yg mendominasi seluruh bidang kehidupan.
6.       Hari Tuhan memberikan ketegaran & kekuatan bagi setiap org yg mencintai Tuhan & tekun dalam pekerjaanNya.
7.       Memperjuangkan kebenaran di jalan Tuhan berat, sebab org tsb sedang menjunjung tinggi nilai2 luhur & kekal.Spt benih yg ditabur hari ini,pasti banyak kendala & tantangan, akan membuahkan buah2 di hari esok (Gal 5:22-23).Ini yg menyukakan hati Tuhan.
8.       Paulus mengatakan saat terakhir ada org yg tidak mau bekerja, hal ini dicelanya & merekapun tetap bekerja sbg teladan.
9.       Para murid (kita semua yg percaya) akan mengalami penganiayaan (Luk 21:12). Uniknya, kesesakan itu justru menjadi kesempatan bagi para murid untuk bersaksi ttg Mesias (Luk 21:13).
10.   Dari ketaatan dalam Yesus menghasilkan iman, dari penderitaan muncullah kesetiaan, ini yg menjadi dasar iman yg kokoh.
11.   Kemampuan menahan segala penderitaan didatangkan Tuhan utk melindungi kita sbg saksi yg mampu melakukan semua.
12.   Penderitaan dalam Yesus bukanlah akhir dari segalanya, karena Tuhan pasti membela & membawa jiwa ke Surga yg abadi.
13.   Dibutuhkan iman yg teguh dan kuat dalam menghadapi semua cobaan hidup dan menjalankan semua penganiayaan.
14.   Semua keinginan sebaiknya ditujukan pada kesempurnaan pekerjaan Tuhan bukan kebahagiaan pribadi yg fana, karena hanya padaNya kita dapat dibela dan diselamatkan.

15.   Kemampuan mengatasi segala kesusahan dan penderitaan akan memberikan daya tahan dan ketabahan hati sehingga ketangguhan iman akan muncul dan menjadikan pribadi kita kuat dalam menghadapi badai hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar