Minggu, 02 Maret 2014

Kebangkitan Tubuh

2 Mak 7:1-2,9-14
1 Terjadi pula yg berikut ini: Tujuh org bersaudara serta ibu mereka di tangkap. Lalu dg siksaan cambuk dan rotan mau dipaksa oleh sang raja utk makan daging babi yg haram.2 Maka seorg dari antara mereka, yakni yg menjadi juru bicara, berkata begini:” Apakah yg hendak baginda tanyakan kpd kami & apakah yg hendak baginda ketahui? Kami lebih bersedia mati daripada melanggar hukum nenek moyang.” 9 Ketika sudah hampir putus nyawanya berkatalah ia:” Memang benar kau, bangsat, dapat menghapus kami dari hidup di dunia ini, tetapi Raja alam semesta akan membangkitkan kami utk kehidupan kekal, oleh karena kami mati demi hukum2Nya!” 10 Sesudah itu maka yg ke tiga disengsarakan. Ketika diminta segera dikeluarkannya lidahnya dan dg berani dikedangkannya tangannya juga. 11 Dg berani berkatalah ia:” Dari Sorga aku telah menerima anggota2 ini & demi hukum2 Tuhan kupandang semuanya itu bukan apa2. Tetapi aku berharap akan mendapat kembali semuanya dari padaNya!” 12 Sampai2 sang raja sendiri serta pengiringnya pun tercengang2 atas semangat pemuda itu yg memandang kesengsaraan itu bukan apa2. 13 Sesudah yg ketiga berpulang, maka yg keempat disiksa dan dipuntungkan secara dmk pula. 14 Ketika sudah dekat pada akhir hidupnya berkatalah ia:” Sungguh baiklah berpulang oleh tangan manusia dg harapan yg dianugerahkan Allah sendiri, bahwa kami akan dibangkitkan kembali olehNya. Sedangkan bagi baginda tidak ada kebangkitan utk kehidupan.”
2 Tes 2:16- 2 Tes 3:5
16 Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karuniaNya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita,17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.1 Selanjutnya, saudara2, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu,2 dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang2 jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman.3 Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.4 Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan.5 Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.
Luk 20:27-38
27 Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:28 "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.29 Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.30 Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua,31 dan oleh yg ketiga dan demikianlah berturut2 oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dgn tidak meninggalkan anak.32 Akhirnya perempuan itupun mati.33 Bagaimana sekarang dg perempuan itu, siapakah di antara orang2 itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia."34 Jawab Yesus kpd mereka: "Orang2 dunia ini kawin dan dikawinkan,35 tetapi mereka yg dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.36 Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.37 Tentang bangkitnya orang2 mati, Musa telah memberitahu kannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.38 Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."
Pembahasan
2 Mak 7:1-2,9-14
Setiap tokoh memberikan argument teologis ttg kematian sbg martir. Jumlah tujuh dalam tradisi Yahudi melambangkan kesempurnaan; maka pembaca hendaknya memandang sbg keluarga yg “Sempurna”. Kendati rinciannya yg kejam,menyatakan ketaatan pada hokum lebih penting dari hidup itu sendiri.Kehadiran raja menambah penting cerita ini. Tiap anak ajukan alasan:
1.   Lebih baik mati drpd melanggar hukum.
2.   Raja boleh mengambil hidup, tetapi Allah akan membangkitkan mereka lagi.
3.   Raja boleh menganiaya mereka.  
4.   Hidup mereka akan dibangun kembali, sedang raja tidak.  
5.   Allah tdk akan meninggalkan umatNya, tetapi akan menyiksa raja dan bangsanya.  
6.   Mereka menderita krn mereka berdosa sbg bangsa.  
7.   Kematian martir memainkan peranan utk mengakhiri pelajaran dari Tuhan utk bangsa.
Si ibu mendesak anak2nya spy tetap setia pada kekuasaan Tuhan dalam mencipta dan memulihkan kehidupan (ayat 23).
2 Tes 2:16- 2 Tes 3:5
Pengarang mendorong pembaca /pendengar utk tetap teguh (1 Tes 3:8) dan memegang teguh tradisi yg telah diajarkan kpd mereka scr lisan/surat (2 Tes 2:2). Tradisi2 tdk berbeda dalam bentuknya,jua bukan ttg 2 teori wahyu. Bag penutupnya dibuat dg pola doa yg sama 1 Tes 3:11-13. Pengarang berdoa spy Tuhan mendorong dan menguatkan hati mereka (1 Tes3:13) utk setiap pekerjaan dan kata2 yg baik. Meskipun scr structural, penyebutan Yesus dan Allah Bapa dibalik. Tuhan jua dilukiskan sbg yg telah mengisi kita (1 Tes 1:4) dan yg menganugrahkan penghiburan abadi & pengharapan baik melalui kasih karunia.Keprihatinan pengarang berakhir. Hari Tuhan belum datang atas jemaat, & menghibur mereka pada saat penganiayaan bahwa kejadian lain akan terjadi lebih dulu dan bahwa sepanjang mereka mengasihi dan percaya kpd kebenaran, mereka tdk perlu takut akan peristiwa yad pada hari itu.Sejumlah anjuran pada bag akhir surat dimulai dg permintaan utk berdoa,yg mengulangi 1 Tes 5:25, dalam sebutkan permintaan ttn. Pertama, permohonan spy Paulus dan rekan2nya berhasil dalam karya pewartaan mereka, agar FT berdaya guna dan dimuliakan oleh org2 lain, spt telah diterima oleh org Tesalonika (1 Tes1:8-9). Kata FT menunjukkan Tuhan sendirilah yg membuat berdaya guna,& krnnya, Dialah yg dimuliakan oleh mereka yg mau menerimaNya. Gagasan serupa tercantum dalam 2 Tes 1:12, dimana dibuat sebuah doa spy nama Yesus kita dimuliakan yaitu spy Tuhan sendiri dimuliakan. Permintaan kedua merup permohonan agar Paulus dan rekan2nya diselamatkan dari lawan yg buruk dan jahat, krn mereka tdk memiliki iman. Krn permintaan2 ini scr fiktif diarahkan kpd org2 Tesalonika, permintaan itu tdk mengacu pada situasi yg konkret, dg dmk diungkapkan dalam ungkapan2 yg umum. Siapa lawannya? Apa yg dilakukan? Meski beberapa org tanpa iman, Tuhan tetap setia, & pengarang menjamin para pembaca /pendengar bahwa Tuhan akan menguatkan mereka (1 Tes 3:2,13) dan melindungi mereka dari yg jahat. Yg jahat barangkali merup sebutan utk iblis (2Tes 2:9) tapi dalam konteks ini, sbg pendurhaka yg telah ditaklukkan(2 Tes 2:6-7).  Dg ungkapan kepercayaan dalam Tuhan (sering diungkapkan Paulus Fil1:14, Fil 2:24, Rm 14:14, Gal5:10), tapi tdk ditemukan dalam 1 Tes, pengarang menegaskan keyakinannyaakan ketaatan jemat dalam terus mengerjakan apa yg diminta dari mereka (Flm 21, 1 Tes4:11) &sekarang ia berdoa bagi mereka spy Tuhan mengarahkan hati mereka(1 Tes 3:11, Tuhan mengarahkan jalan kpdmu) kedalam kasih Tuhan (1Tes3:12-13,Rm 5:5, Rm8:39) & ke dalam ketabahan Kristus (1 Tes1:3 mengenai ketekunan pengharapan).
Bagaimana orang dapat selamat? Jawabnya hanya satu: hanya karena kasih-Nya yang memilih dan hikmat-Nya yang mengatur segala sesuatu, maka Injil dapat diberitakan kepada dan diterima oleh seseorang. Namun kesimpulan ini bisa membuat orang menjadi ekstrim. Inisiatif Allah tidak membuat orang boleh tidak merespons Injil. Juga kedahsyatan kuasa dan karya Allah tidak meniadakan keterlibatan para hamba-Nya. Allah dalam kasih-Nya memilih mendahului respons orang terhadap-Nya (ayat 13a). Sebaliknya dari meniadakan, pilihan Allah itu justru membangkitkan respons percaya orang yang dipilih-Nya (ayat 13b). Akibat atau bukti pilihan kekal itu akan terlihat dalam sikap nyata orang untuk memilih percaya kepada kebenaran Injil dan menyambut dorongan Roh untuk menguduskan hidupnya. Dalam kenyataan hidup kita sehari-hari akan terlihat apakah kita orang pilihan Allah atau bukan. Pada masa kini, berbagai metode untuk berkomunikasi semakin berkembang. Internet, misalnya, membukakan kemungkinan untuk orang belajar dan mendapat informasi secara luas dan cepat. Pewartaan Injil melalui radio, pun sering menjadi sarana orang diselamatkan oleh Kristus. Drama, musik, tari-tarian juga menjadi piranti Tuhan bagi pewartaan Injil yang efektif. Perkumpulan, hobi, kelompok belajar juga arisan yang kita sukai dapat dipersembahkan kepada Tuhan untuk dipakai-Nya dan memberi kesempatan kepada kita untuk menjadi jurubicaraNya.Namun harus diingat, bahwa, metode itu hanya alat dan selalu akan ada hambatan dan rintangan terhadap Injil. Kalau tidak demikian Paulus tidak akan minta agar jemaat di Tesalonika mendoakan dia dan kawan-kawannya (ayat 3:1-2) agar dilepaskan dari para pengacau dan orang-orang jahat.
Pengharapan orang-orang pilihan.
Sesudah berbicara tentang penghukuman, Paulus mengucap syukur. Mengapa? Karena ia yakin bahwa gereja di Tesalonika tidak akan dihukum, sebab Tuhan mengasihi mereka (ayat 
12). Buktinya, mereka telah dipilih, diselamatkan, dan dikuduskan oleh Roh Kudus di dalam kebenaran Injil Yesus Kristus (ayat 13, 14). Gereja, termasuk semua orang yang beriman dan taat kepada Yesus Kristus, diuntukkan Allah untuk menerima kemuliaan, bukan untuk menerima kebinasaan (ayat 14). Patutlah kita bersyukur. Pentingnya Ajaran yang benar. Pengalaman rohani dalam iman Kristen bermakna karena pengalaman itu bersumber pada kebenaran. Apabila keteguhan iman Kristen disandarkan pada pengalaman belaka, iman itu akan melemah dan goyah ketika pengalaman buruk seperti aniaya terjadi. Satu-satunya jalan agar iman Kristen kita dapat kokoh teguh dalam keadaan bagaimana pun ialah dengan mengalaskan iman dan penSaduki, galaman kita atas ajaran yang benar.
Luk 20:27-38
Yesus ditantang dari sudut lain oleh org2 Saduki, yg muncul hanya di sini (kerap muncul dalam KIs 4:1-2,Kis 5:17, Kis 23:7-8). Org2 Saduki pemimpin aristrokrat yg mengejek org Farisi serta kepercayaan dan penafsirannya yg “modern” atas hukum. Mereka konservatif, hanya menerima kelima kitab Suci (Pantateukh) dan tdk percaya pada kebangkitan org benar dan adanya roh. Spt mata2 dalam peristiwa yg terdahulu, org ini mencoba menjebak Yesus dg jawaban yg sesuai dg harapan mereka, yakni mengaburkan ajaran ttg kebangkitan.Krn hukum levirate (Ul 25:5-6, Rut 3:9 - Rut 4:12), seorg adik harus membangkitkan keturunan bagi saudaranya yg meninggal tanpa anak shg harta jangan sampai meninggalkan keluarga dan nama saudaranya dilanjutkan dalam keturunannya.Org2 Saduki mengajukan suatu kasus yg memaksa Yesus berpikir 2x hal kebangkitan da mengijinkan poliandri yg asusila.Yesus tdk menjawab mereka (tdk klarifikasi) krn mereka sebetulnya tdk memahami ttg kebangkitan:kebangkitan hidup dan keberadaan sekarang adalah dua hal yg beda.Di surga, hub perkawinan akan ditinggikan oleh suatu macam hub baru yg tdk termasuk prokreasi.Tiga Injil Sinoptik menyatakan akhir jaman (kebangkitan akhir Mrk 12:25, Mat 22:30), tetapi pengungkapan Yesus dalam Lukas (ayat 34-36) menyatakan kebangkitan telah dimulai dan perkawinan akan kehi langan maknanya sbg suatu yg mutlak dalam hidup manusia(Kej 1:28). Disini petunjuk ttg status  Silibat (Yesus miliki) mempunyai keabsah an sbg tanda kerajaanTuhan akan datang(Mat19:12). Mereka yg dianggap “layak mendapat tempat dalam jaman yad” menjadi anak2 kebangkitan dan tdk akan mati.Mereka dpt meniru malaikat. Selibat mensakramenkan sikap org Kristiani. Kemudian Yesus mengemukakan hukum Musa utk emnjawab pertanyaan mereka ttg pernikahan levirat (Ayat 28), Yesus mnunjukkan Musa percaya pada suatu kebangkitan hidup ketika bicara ttg Allah Abraham , Ishak, dan Yakub, yg masih kehidup sebelum dia. Pernyataan jawaban Yesus membuat heran ahli Taurat(Farisi), mereka pun terdiam.     
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.     Manusia tidak kawin dan dikawinkan adalah hal yg wajar. Mereka yg masuk ke dalam sukacita Tuhan larut di dalamnya dan tidak lagi memerlukan sukacita pengantin laki2 akan mempelainya. Kasih yg ada dalam dunia cinta kasih tsb semuanya bersifat spt malaikat, shg menutup & menyingkirkan cinta kasih yg paling murni & menyenangkan yg menjadi sumber kebahagiaan kita dalam dunia indrawi ini. Jika yg ada hanyalah tubuh rohani, semua kesenangan indrawi akan dienyahkan, dan jika ada kesempurnaan dalam kekudusan, maka tidak diperlukan lagi perkawinan sbg penangkal dosa.
2.     Manusia tidak dapat mati lagi & ini menjadi alasan mengapa mereka tidak kawin. Dalam dunia yg fana ini harus ada perkawinan untuk memenuhi kekosongan oleh kematian,jika pemakaman sudah tidak ada , maka perkawinan juga tidak diperlukan lagi.

3.     Kita adalah anak2 Allah,& memang demikianlah adanya, sama spt para malaikat yg disebut anak2 Allah. Ketika pewarisan thdp anak dilakukan, maka pengangkatan sbg anak pun terpenuhilah. Oleh karena itu, orang2 percaya dikatakan menantikan pengangkatan sbg anak, bahkan pembebasan tubuh (Rm. 8:23), karena sebelum tubuh ditebus dari kuburan, pengangkatan sbg anak belumlah dirampungkan. Sekarang kita adalah anak2 Allah (1Yoh. 3:2). Kita memiliki sifat dan tabiat sbg anak, tetapi hal itu belum akan sempurna sampai ketika kita masuk ke dalam sorga.
4.     Kita adalah anak2 yg telah dibangkitkan, yg berarti bahwa kita dimungkinkan untuk mengalami dan menikmati kehidupan di dalam dunia yad. Mereka dilahirkan ke dalam dunia yg lain itu, dan menjadi bag dari keluarga di dalamnya. Mereka dididik di dunia sini,& mendapatkan warisan mereka di dunia sana.
5.     Kebangkitan tubuh membutuhkan pengorbanan dan penyiksaan dalam kefanaan dunia.
6.     Penganiayaan bukanlah sebuah penghinaan dan keburukan yang kita alami tapi sebuah janji akan penyelamatan jiwa dan kebangkitan tubuh kelak di surga.
7.     Kesempurnaan dalam kebangkitan tubuh hanya terjadi kala orang mengalami apa yang Yesus alami selama di dunia, dihina, dikucilkan, dianiaya, dicela,direndahkan, disepelekan dan dikambinghitamkan, siapa yang bertahan dalam masa ini akan mendapat mahkota kebahagiaan di surga.
8.     Keselamatan dan kebahagiaan manusia sampai masuk di surga dipilih Tuhan, dikuduskan dan diselamatkan oleh Roh Kudus sebagai hasil pembenaran Tuhan.
9.     Kemampuan kita dalam menghadapi semua cobaan dan terpaan dalam dunia hanyalah kasih karunia Tuhan.
10.   Kehidupan yang akan datang telah digambarkan scr tersamar oleh Yesus, hanya dimiliki oleh orang yang telah dilepaskan kutuk keturunan dan pemulihan (memakai baju putih).
11.   Kebenaran yang abadi dari Yesus harus dipegang teguh, bila luntur akibat aniaya, maka Tuhanpun akan memperlakukan kita demikian saat penghakiman nanti.
12.   Semua yang kita lakukan didunia haruslah dipertanggungjawabkan, apa yang kita tanam, apa yg kita tabur dalam perkataan perbuatan itulah nanti yg kita tuai di Surga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar