Minggu, 02 Maret 2014

Pemenuhan Harapan dalam Doa

Pemenuhan Harapan dalam Doa Minggu tgl 28 Juli 2013
22  Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN.23 Abraham datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? 24 Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu? 25Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?" 26 TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka." 27 Abraham menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu. 28  Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" Firman-Nya: "Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana." 29  Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: "Sekiranya empat puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu." 30 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana." 31 Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu." 32 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu." 33Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.
Kol. 2:12-14
12  karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yg telah membangkitkan Dia dari orang mati.13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14  dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan2 hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:
Luk. 11:1-13
1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." 2  Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.3Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya 4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan." 5  Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, 6sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; 7 masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. 8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. 9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? 12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?13Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Pembahasan
Apakah adil memusnahkan org benar diantara org yg tidak benar?Apakah org  benar cukup berarti untuk mencegah penghancuran bagi org2 yg jahat?Ketegangan dalam pembicaraan tercipta karena Abraham yg menaruh rasa hormat pada Tuhan shg berani berdebat dan mendesak Yahwe untuk menunda penghancuran kota Sodom  dg terus terang menurunkan terus jumlah org benar dalam penawaran itu.
Definisi Org Benar: Tidak mencuri (Kel 22:12),Tidak sebarkan kabar bohong/saksi dusta (Kel 23:1 ),Tidak berdusta (Kel 23:7 ),tidak terima suap (Kel 23:8 ), Menguduskan tempat dan dpt bonus (Im 27:19 ),Tidak memutar balikkan fakta (Ul 16:19 ) dll (162 poin).
“SahabatKu” adalah anggapan Allah thdp Abraham, dan hubungannya dg Allah adalah suatu persahabatan yg nyata dan mendalam. Anak2 Israel adalah hamba2 Allah dan keturunan Abraham, yang adalah sahabat Allah.Dapatkah kita menikmati hubungan semacam itu dengan Tuhan, bagaimana cara memperolehnya?      
Sahabat terbaik kita adalah mereka yang sepakat dengan kita pada sejumlah besar masalah yang penting.
·         Kita dapat saja bersikap bersahabat dengan orang lain,
·         Selalu dpt melakukan percakapan yg menyenangkan dan hangat dgn mereka, senang bertemu dgn mereka dari waktu ke waktu
·         Mereka yang berpikir seperti kita.
·         Ia mentaati Allah secara tepat dan dalam hal yang sekecil2nya bahkan pada saat ia tidak mengetahui apa yg akan terjadi: Amos 3:3
·         Berada dalam kesepakatan yg tepat dan tetap dgn Allah dan mengatakan, Ya! Kami akan melakukan apa yang Anda ingin lakukan.
·         Apabila kita setia pada perjanjian kita dg Allah & memastikan utk memasrahkan kemauan & keinginan kita sesuai dg kehendakNya
Syarat seorg teman/sahabat sejati:
1.        Diperlukan adanya suatu kesepakatan
Pengertian ini tidak hanya dua orang yang berjalan bersama-sama ke arah yang sama karena mereka setuju untuk itu, namun lebih pada pengertian adanya dua orang yang bersepakat untuk dan membuat suatu perjanjian untuk bergabung dan dari situ memulai sebuah perjalanan bersama ke satu tujuan. Amos 3:3 Akankah dua orang berjalan bersama, kecuali jika mereka telah lebih dulu berjanji?
2.     Setia dan dapat diandalkan
Orang2 yg setia kepada anda baik dalam kesusahan maupun kesenangan.Sahabat sejati adalah mereka yang saling setia dan saling mempercayai satu sama lain saat senang dan pada saat kesusahan datang:sahabat yang sejati saling mendukung, saling berkorban.dapat diandalkan
Yoh 15:13 Tidak ada kasih yg lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
3.        Kemampuan untuk dapat mempercayakan Yoh 15:15
Paulus rupanya melihat masalah dalam jemaat Kolose. Kota Kolose adalah tempat bertemunya berbagai tradisi dan kebudayaan, sehingga berpeluang melahirkan berbagai ajaran yang dapat mempengaruhi kekristenan di Kolose. Oleh karena itulah Paulus memberikan peringatan yang tegas dan keras (ayat 8) kepada jemaat yang telah mengenal dan hidup dalam Kristus (ayat 6-7) agar mereka tidak terbawa arus. Kata2 kerja yang dipakai Paulus (ayat 6-7) menunjukkan bahwa status mereka yang baru harus dihidupi dengan mempertahankan kemenangan iman dalam segala aspek kehidupan, bukan dengan kekuatan sendiri tetapi hidup dalam anugerahNya. Hidup dalam Dia berarti dimampukan hidup kudus, benar, dan tidak bercela, karena seluruh kepenuhan Allah yang ada di dalam Dia (ayat 9-10). Semua peristiwa yang dialamiNya sebagai Manusia telah menghidupkan kita di dalam penebusanNya (ayat 11- 14). Inilah iman kita bahwa di dalam Dia kita telah menyalibkan kehidupan lama dan dibangkitkan sebagai manusia baru yang telah diperbaharui di dalam Dia.
Persunatan Yahudi yang dianjurkan dalam umat tak ada gunanya untuk dibenarkan. Hanya persunatan baru dalam Kristus, yaitu permandian sbg penghapusan segala dosa, meinggalkan kebiasaan buruk lama menjadi penghasil buah roh Gal 5:22-23)
Sang rasul menegaskan Yesus selaku Kepala dan Penguasa dari semua kekuasaan dan selaku lingkungan keberadaan zaman baru Kristiani, tempatNya meliputi semua aspek kehidupan, dan tertutup terhadap semua pihak yang lain. Baptisan mengacu kepada baptisan kematian Yesus (bdk. Mrk. 10:38Luk. 12:50), sekalipun baptisan Kristiani tidak boleh ditiadakan (bdk Rm. 6:4). Tidak ada hubungan antara baptisan Kristiani dengan upacara sunat "zaman lama."
Sunat di sini adalah kematian Kristus, yang denganNya Dia melaksanakan pemisahan dengan zaman lama, pentahiran dari dosa dan pemulihan hubungan dengan Allah (bdk Ul 30:6;Yer 4:4;Yer 9:25,26).
Berbagai tradisi dan kebiasaan keluarga turun-temurun seringkali masih menjadi pengikat bagi umat Kristiani zaman kini, sehingga menjadikan Kristiani sebagai terdakwa bila tidak melakukan kebiasaan agama ataupun keluarga yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Bukan tradisi tetapi firman Tuhan yang seharusnya menjadi tolok ukur kehidupan Kristiani yang bertumbuh.
Prinsip-prinsip Doa
1.        Doa harus sesuai dengan Firman Allah. (Yoh. 15:7).
2.       Doa harus terarah dan spesifik.  (Mat. 7:7-11). Yang pertama kita harus meminta.
3.       Berdoa dalam nama Yesus. (Yoh. 14:13-14) dan (Yoh. 16:23-24).
4.       Berdoa dengan iman. (Mat. 21:22) dan (Mrk. 11:24).
5.        Berdoa dengan tekun. (Yak. 5:16b) dan Kis 12:5,
6.       Kita harus memiliki motivasi yang benar. (Yak. 4:3).
7.        Sekalipun kita berdoa agar orang2  diselamatkan dan memohon perubahan utk menjadi lebih baik, kiranya hal itu hanya demi kemuliaan Allah.
Bapa Kami yang ada di surga, ……………   Betapa bersyukurnya aku boleh menyebut Engkau, “Bapa”
Dimuliakanlah nama-Mu, Datanglah kerajaan-Mu … Biarlah nama-Mu dimuliakan di dalam hidupku
Jadilah kehendakMu,di atas bumi spt di dlm surgaAku mau taat & menjadikan kehendakMu yg terutama
Berilah kami rejeki pada hari ini …………………… terutama rejeki rohani, yaitu Kristus Sang Roti Hidup
Dan ampunilah kesalahan kami …………………………………………   Kasihanilah aku, yang berdosa ini
spt kamipun mengampuni yg bersalah kpd kami ……..   Berilah aku kekuatan untuk mengampuni sesama
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan ………………  Sebab aku mengakui kelemahanku
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat ……………  terutama terhadap kesombongan dan ketinggian hati
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.        Persahabatan dg Tuhan yang sungguh erat adalah kunci utama dalam mengalami kemurahan Tuhan.
2.        Miliki syarat seorang sahabat yang baik utk sesama dan Tuhan.
3.        Pembabtisan saja tidaklah cukup untuk mengubah sikap diri tapi penghasil buah rohlah yang utama dalam pelayanan dan hidup dalam Yesus.
4.        Dalam doa, pertama mintalah pada Yang EmpuNya Kehidupan. Anak yang menghormati ayahnya doanya dikabulkan (Sirakh 3:5)
5.        Ucapkanlah syukur selalu dalam segala taraf, segala segi, segala keadaan sehingga Tuhan melihatNya sebagai persembahan yang harum, dan berkenan sbg seorang Benar dalam menegosiasikan segala sesuatu.
6.        Pusatkan semua tujuan hidup pada Tuhan dan sesama sehingga nyata penebusan salib Yesus  tercipta dalam semua tindak tanduk kita dalam hidup.
7.        Ketekunan doa adalah kunci semua terkabulnya doa yang kita daraskan selama ini.
8.        Komunikasi adalah kunci utama dalam berhubungan dg Tuhan dan sesama, dimana buah roh adalah bahasa yang kita pahami tidak melanggar semua hukum.
9.        Perjanjian dalam sebuah persahabatan sungguh diikat dan dipelihara dalam semua hubungan didalam Tuhan dan sesama yg selalu kita jujung tinggi dlm menjalankan hidup di dunia, sehingga kita benar di mata Tuhan.
10.     Ada 162 point lebih untuk menjadikan kita benar dimata Tuhan, dan itu menciptakan pembedaan kita dengan orang yang belum mengenal Yesus, jadikan ini sebagai dasar Kristiani dan persahabatan di dunia.
11.     Hasil pembenaran Tuhan beda dengan pembenaran diri.
12.     Pembenaran Tuhan akan membela kita dalam segala perkara yg sangat sulit sekalipun, sedang pembenaran diri hanya sementara, tidak tahan akan segala cobaan, dan akan runtuh akan Kekuasaan Tuhan yg Maha Dashyat dan sahabat kita akan mengetahui sebagai kesombongan sikap dan iman.
13.     Kesetiaan dan dapat dipercaya sungguh kunci di dalam persahabatan dan pemenuhan ungkapan segala doa, artinya semua yang dilakukan harus mengacu pada kesepakatan pertama kita bersahabat, ada timbal balik (take and give), ada kasih (power of give) yang dalam di dalam persabahatan murni ini, segala segi/ taraf dan keadaan, dan teruji oleh waktu yang lama.
14.     Kadang kelemahan fisik/ mental dihajar Tuhan untuk menerima Anugrah yang Besar sebagai kasih karunia Tuhan dan kalau anda menolak artinya akan berjalan memutar dan tdk akan mendapat apa yg kita harapkan.
15.     Percaya akan Kasih karunia Tuhan akan menutupi dan menghasilkan pengharapan akan segala doa.
16.     Karena Tuhan itu sbg pusat harapan dan sandaran hidup kita, maka hanya kepada Tuhanlah kita bergantung dan memohon.,harus diakui bahwa kita tidak bisa lepas dari Tuhan dan selalu bergantung kepadaNya. Hidup dan mati kita hanya tergantung kepada Tuhan. Maka hanya kepada Dialah kita berdoa dan memohon belas kasihNya, sepanjang permohonan kita itu wajar dan memang dibutuhkan dalam menopang hidup kita serta berguna bagi perkembangan iman kita, Tuhan akan mengabulkanNya.
17.     Ungkapan doa “dikuduskanlah namaMu” berakar pada pemahaman teologis Yudaisme bahwa nama Allah begitu mulia dan wajib dikuduskan. Panggilan untuk menjaga kekudusan nama Allah dinyatakan dalam Sepuluh Firman Allah yaitu “Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan” (Kel. 20:7)
18.     Kehadiran Kerajaan Allah tersebut ditandai dengan terwujudnya kehendak Allah di atas bumi yang memerintah atas kehidupan umat manusia dan pada pihak lain umat manusia memberi respon dengan kesediaannya untuk tunduk kepada kehendak Allah dan firman-Nya.
19.     Sifat kebergantungan dg penyediaan Tuhan adalah hal yang mutlak dalam menjadi umat Kristiani.
20.     Kata “pencobaan” berasal dari kata “peirasmos”. Tetapi bukankah diimani bahwa “Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun?” (Yak. 1:13) tapi ujian disini berupa ujian karakter (test of character).

21.     Hidup dalam Dia berarti diharuskan, dimampukan hidup kudus, benar, dan tidak bercela, karena seluruh kepenuhan Allah yang ada di dalam Dia (Kol 2: 9-10), inipun syarat doa dikabulkan tanpa ikatan kutuk dan iblis, hanya satu syarat pelepasan kutuk /pemulihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar