Senin, 10 Maret 2014

Bijak di Kehidupan Kita

Bijak di Kehidupan Kita    Minggu 29 Desember 2013
Sir 3:2-6,12-14
2 Memang Tuhan telah memuliakan bapa pada anak2nya, & hak ibu atas para anaknya diteguhkanNya.3 Barangsiapa menghormati bapanya memulihkan dosa, 4 & siapa memuliakan ibunya serupa dg org yg mengumpulkan harta.5 Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak2nya pula, & apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan.12 Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, jangan menyakiti hatinya dimasa hidupnya. 13 Pun pula kalau akalnya sudah berkurang hendaklah kaumaafkan, jangan menistakannya sewaktu engkau masih berdaya. 14 Kebaikan yg ditunjukkan kpd bapa tidak sampai terlupa, melainkan dibilang sbg pemulihan segala dosamu.
Kol 3:12-21
12 Karena itu, sebagai org2 pilihan Allah yg dikuduskan dan dikasihiNya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.13 Sabarlah kamu seorang terhadap yg lain, dan ampunilah seorang akan yg lain apabila yg seorang menaruh dendam thdp yg lain, sama spt Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sbg pengikat yg mempersatukan dan menyempurnakan.15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, krn untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dgn segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yg lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.17 Dan segala sesuatu yg kamu lakukan dgn perkataan /perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.18 Hai isteri2, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu & janganlah berlaku kasar thdp dia.20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yg indah di dalam Tuhan.21 Hai bapa2, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Mat 2:13-15,19-23
13 Setelah org2 majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kpd Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."14  Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibuNya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yg difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." 19 Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya:20 "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yg hendak membunuh Anak itu, sudah mati."21 Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibuNya dan pergi ke tanah Israel.22  Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea.23  Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yg bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yg disampaikan oleh nabi2, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
Pembahasan
Sir 3:2-14
Pengajaran Sirakh mengenai penghormatan kpd ortu dalam bersikap positif (ayat 1-9), dan menghindari yg negative (ayat 10-16). Pada umumnya peranan ayah memainkan peranan penting, ibu sbg kontras, Jika ini sbg komentar perintah Tuhan ke 4, maka inilah yg tertua. Hidup merupakan gema dari Kel 20:12. Dasar dari perintah ditemukan dalam tindakan Tuhan,dg ganjaranNya, pemulihan dosa,keturunan,pengabulan doa, kehidupan dan kerukunan dalam keluarga. Konsep pemulihan dosa dg menghormati ortu merupakan hal baru dalam pandangan alkitabiah. Sebelum jamannya dikembangkan dg melalui derma. Namun pemulihan tdk otomatis, mesti dituntut pertobatan jua. Ayat 9 mungkin merupakan suatu amsal popular. Kontrasnya bukan antara ayah dan ibu, tapi berkat dan kutukan ortu. Kewajiban utk menghindarkan yg negative (ayat 10-16) mulai dg rasa malu dan kehormatan. Kalimat ini dpt diungkapkan: rasa hormat pada ortu adalah kehormatan dalam si anak, tapi rasa malu seorg ibu adalah rasa malu bagi anak2nya. Ayat 12-15 tdk menunjuk pada kehidupan keluarga, tapi ia menasehatkan perhatian dan kesopanan manusiawi bagi semua anak. Motifnya: Allah akan memperhitungkan kebaikan dmk. Ayat 15 sebuah pelajaran utk gudang perbuatan baik, ayat 16 berakar dari Kel 21:17
Kol 3:12-21
Bukan alternatif.
Darimanakah seorg mempercayai pengakuan kita sbg Kristen? Dari perubahan demi perubahan menanggalkan kehidupan lama yg berakar dosa dan mengenakan kehidupan baru yg berakar kasih. Seperti buah adalah bukti berbicara dari sebuah tanaman yg dinyatakan subur dan segar. Demikian pula dengan kehidupan kekristenan, kasih yg terefleksi dalam aplikasi hidup sehari2 adalah bukti berbicara dari kehidupan yg berpusatkan Kristus. Jadi pertumbuhan Kristen secara kualitatif bukan alternatif, tetapi memang seharusnya demikian.Dalam bacaan ini Paulus memaparkan kehidupan lama dan kehidupan baru yg sungguh2 kontras, tidak ada sifat dan perilaku yg dapat berjalan seiring, maka yg lama harus ditinggalkan dan yg baru menggantikannya. Bagaimana Paulus memaparkan aplikasi hidup kekristenan yg sesungguhnya menjadi cermin bagi Kristen? Pertama, kehidupan lama berpusat pada diri sendiri dan bersifat duniawi, sedangkan kehidupan baru berpusat pada Kristus dan bersifat kasih. Dahulu hidup dikuasai hawa nafsu, materi, dan dosa hati – lidah (ayat 5, 8-9), namun kini seharusnya dikuasai kasih (ayat 14) yang memungkinkan Kristen menghasilkan buah roh. Kedua, di dalam Kristus tidak ada lagi kesenjangan dan perbedaan (ayat 11): kebangsaan, agama, budaya, dan status sosial. Kristus telah menaklukkan segala keangkuhan manusia yang menjunjung hal-hal ini, krn di dalam Dia kita menyadari bahwa semua manusia memiliki ketidaklayakan yg sama. Ketiga, panduan mengarungi kehidupan Kristen: dipenuhi belas kasihan (ayat 12), hati penuh pengampunan (ayat 13), kasih (ayat 14), damai sejahtera (ayat 15), firman-Nya menjadi pelita hidup sehingga hati berlimpah pujian dan syukur (ayat 16), dan aktivitas hidup yang berpusatkan Kristus (ayat 17). Apakah perubahan ini merupakan alternatif? Sesungguhnya tidak demikian, karena di dalam Dia kita dimotivasi dan dimampukan hidup sesuai panggilan hidup kita sebagai orang-orang pilihan yang dikuduskan dan dikasihi-Nya (ayat 12).
Wujud transformasi hidup. 
Transformasi hanya bisa terjadi bila identifikasi terjadi. Identifikasi yang terus menerus dengan Kristus akan menyebabkan transformasi semakin menyerupai Kristus. Kedua hal ini tidak terpisahkan. Pada perikop ini kita akan melihat bagaimana transformasi itu diteruskan dengan menerapkan tingkah laku yang mulia (ayat 16-17) dan menumbuhkan karakter ilahi (ayat 12-15).
Pertama, menumbuhkan karakter ilahi. Karakter2 yg dijabarkan di 12-15 adalah karakter Kristus yg dipraktikkanNya sepanjang hidup dan pelayananNya di dunia ini. Teladan sudah ada, tinggal kita mempraktikkannya. Bagaimana caranya? "Sebgm Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian(ayat13b); "kenakanlah kasih ... (ayat 14)"; "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu ... (ayat 15a)."Kedua, menerapkan tingkah laku mulia. Saling mengajar, dan saling menegur di antara sesama anak Tuhan (ayat 16a); menaikkan pujian dan syukur kepada Allah (ayat16b); melakukan perbuatan (yang baik) dan mengatakan perkataan (yg membangun) di dalam nama Tuhan Yesus (ayat 17).Pada masa modern ini, kadangkala perbuatan baik bukan keluar dari karakter baik, melainkan kamuflase dan manipulasi untuk mencapai keuntungan terselubung. Misalnya, kampanye pemilihan presiden yang akan berlangsung bulan Juni 2004 pasti disertai dengan berbagai perbuatan baik untuk memikat rakyat memilih capres dan cawapres ttn. Namun, motivasi di baliknya bisa saja sekadar untuk menang dan mendapatkan kesempatan berkuasa untuk kepentingan pribadi/kelompok. Hal itu membuktikan karakter yang nonkristiani!

Mat 2:13-15,19-23 Tak akan gagal
Ada kalanya Allah membiarkan orang merajalela dgn kejahatannya. Namun tidak selalu demikian. Ada saat Allah tidak akan membiarkan seorang pun melakukan tindak kejahatan yg menghalangi penggenapan rencana-Nya.Allah tahu niat jahat Herodes. Itulah sebabnya Ia campur tangan dgn mengutus malaikat untuk memberitahu Yusuf melalui mimpi, agar Sang Bayi kudus bisa lepas dari usaha Herodes untuk melenyapkan Dia (ayat 
13-15). Allah punya rencana besar bagi umat manusia dgn menghadirkan Yesus di dalam dunia ini. Oki Dia tak akan membiarkan satu org pun menghalangi terwujudnya rencana itu.Kembali Yusuf menunjukkan ketaatan. Setelah mendapat peringatan dari malaikat, ia segera bangun. Malam itu juga, keluarga muda itu melarikan diri dari teror yg dapat membinasakan mereka, dan terutama Bayi di dalam kandungan Maria. Pasti tidak mudah melarikan diri dgn wanita yg sedang mengandung di tengah malam buta spt itu. Namun Yusuf tahu bahwa mereka harus segera pergi.Benar saja. Herodes memang tidak mengulur-ulur waktu. Ia segera melaksanakan niatnya membinasakan semua bayi yang berumur di bawah dua tahun (ayat 16). Ia tidak mau memberikan kesempatan sedikit pun kepada Bayi itu untuk menjadi besar. Namun Bayi Yesus sudah berada dalam perjalanan ke Mesir. Barulah setelah Herodes mati dan Yusuf mendapat pemberitahuan melalui mimpi, mereka kembali ke Galilea. Rancangan Allah memang tidak pernah gagal! Bahkan orang sekejam Herodes pun tidak akan mampu menggagalkan rancangan itu.
Memang tidak semua orang menyambut kedatangan Yesus ke dalam dunia dgn sukacita, sejak Ia lahir hingga sekarang ini. Bersyukurlah kita yang dikaruniai iman untuk memercayai Dia sebagai Anak Tunggal Allah yg diutus ke dalam dunia untuk menebus manusia. Tugas kitalah untuk memberitakan kedatanganNya agar makin banyak orang yang beroleh kesempatan untuk mendengar kabar baik itu.
Rintangan tak memenghalangi rencana Allah bagi manusia. 
Tuhan dapat menggunakan berbagai cara untuk menggenapkan rencana-Nya bagi umat-Nya meskipun ada penghambat yang menghalangi.
Orang Majus dan Yusuf adalah bagian dari rencana Tuhan menyambut kelahiran Yesus. Oleh karena itu, Tuhan melindungi mereka sedemikian rupa sehingga mereka terhindar dari pembunuhan. Pertama, orang Majus mengalami pertolongan Tuhan krn mereka memercayai peringatan Tuhan agar pulang tidak melewati Yerusalem (Lih. ay. 12). Sebelumnya Herodes telah meminta agar org Majus kembali ke Yerusalem untuk memberitahu lokasi Yesus dilahirkan spy ia juga menyembah Yesus (ayat 8). Namun, tujuan sebenarnya ialah Herodes ingin membunuh Yesus. Niat Herodes membunuh Yesus tak tersampaikan shg ia mengambil sikap "pukul rata" yakni membunuh semua anak-anak berusia dua tahun ke bawah di Betlehem (ayat 16). Pembunuhan itu dilakukan Herodes tanpa peri kemanusiaan sbg upaya melenyapkan saingannya (ayat 17-18). Kedua, keluarga Yusuf terhindar dari pembunuhan Herodes karena mereka telah pindah ke Mesir sebelum pembunuhan di Betlehem itu terjadi (ayat 13-14). Mesir dipilih sbg tempat tujuan karena kekuasaan Herodes tidak berpengaruh di sana (ayat 15). Kabar kematian Herodes membangkitkan keberanian Yusuf untuk kembali ke Yudea, dan menetap di Nazaret, bukan Betlehem karena penguasa Yudea masih dipegang oleh keturunan Herodes (ayat 22). Selanjutnya, mereka tidak berpindah ke tempat lain sebab Alkitab menyebutkan Yesus sbg org Nazaret (ayat 23).Rintangan hidup dalam berbagai wujud dapat menggoncangkan iman percaya kepada Tuhan sampai kita meragukan penggenapan rencana Tuhan bagi pribadi, umat Tuhan, dan gerejaNya. Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tak pernah gagal dalam mewujudkan rencana-Nya bagi kehidupan umatNya. Ia adalah Tuhan yang berdaulat dan mengatur sejarah hidup semua manusia bagi penggenapan firman-Nya.
Org MAJUS
      Istilah ini dipakai oleh Herodotus (1.101, 132) untuk suatu suku dari bangsa Madai, yg mempunyai jabatan imam di Kerajaan Persia; bagi penulis2 kuno yg lain kata itu sama artinya dengan imam. Daniel melengkapkan hal ini (Dan 1:20; 2:27; 5:15) dengan mengenakan kata itu kepada segolongan ‘orang bijaksana’ atau ahli nujum, yg menafsirkan mimpi dan pesan2 dari ‘allah-allah’. Dalam PB pemakaian kata itu meluas, sehingga meliputi semua org yg mempraktikkan ilmu-ilmu sihir (bnd Kis 8:9; 13:6,8). Apa yg dikatakan Daniel dan Herodotus membantu pengertian tentang ‘orang-orang majus’ dalam Mat 2:1-12. Agaknya mereka ialah ahli nujum agamawi non-Yahudi, yg menarik kesimpulan dgn mengamati bintang, bahwa seorang raja agung bangsa Yahudi sudah lahir. Sesudah bertanya2 kepada penguasa Yahudi, mereka pergi ke Betlehem untuk memberi penghormatan. Apakah ‘Timur’, asal kedatangan mereka, adalah Arabia, Babel atau daerah lain tak dapat dipastikan. Kedatangan orang majus itu telah disangsikan orang, karena sumber2 lain membungkam tentang mereka maupun tindakan raja Herodes membunuh anak-anak Betlehem. Begitu juga karena ada bagian2 dari cerita itu dianggap mempunyai ciri-ciri dongeng. Tapi keterangan puitis dalam cerita itu (yakni bintang bersinar di atas Betlehem) harus dihargai sepenuhnya, dan perlambangan yg bersifat menerangkan tidak membenarkan ataupun menyangkal kebenaran sejarah dari peristiwa terkait. Pendekatan secara harfiah, dengan tujuan menyangkal adanya kebenaran sejarah dari cerita itu, atau melebih-lebihkan sifat mujizatnya, tidak selaras dgn maksud penginjil Matius. Bagi Matius kedatangan orang majus itu menggbkan hubungan Mesias dgn dunia bangsa2, dan merupakan pendahuluan yg cocok thdp nubuat ttg masa kanak2 Yesus. Cerita ini selaras dgn pengharapan orang Yahudi akan datangnya seorang ‘raja’ Mesias dan dgn watak Herodes. Kita mengetahui dari astronomi bahwa Yupiter dan Saturnus bergabung pada thn 7 SM, dan adanya berita mengenai bintang yg cepat menghilang pada thn 4 SM dalam buku catatan Tionghoa. Tapi tidak pasti bahwa hal2 ini ‘membenarkan’ cerita Matius.
Tradisi Kristen di kemudian hari menganggap orang majus ini sebagai raja-raja (berdasarkan Mazm 72:10; Yes 49:7; Yes 60:3?) dan menyebut jumlahnya 3 (berdasarkan persembahan-persembahan mereka) atau 12 orang. Pesta Epifania, yg mula-mula dihubungkan dengan baptisan Kristus, menggambarkan pentingnya kedatangan orang majus itu bagi kekristenan di kemudian hari.

Dari ke tiga bacaan Kami belajar:

1.       Ketaatan dan kehormatan adalah penting dalam kehidupan yg didasarkan Hukum Tuhan.

2.       Keputusan dari Tuhan adalah murni kebijaksanaan yang sungguh dahsyat, rancanganNya adalah sempurna.

3.       Kasih adalah dasar semua yang diberikan Tuhan bagi manusia semua rancangan dan harapan adalah damai sejahtera.

4.       Kasih memberikan sebuah penghiburan dan pemwahyuan akan semua perintah Tuhan dari dulu hingga sekarang.

5.       Semua rancangan jahat manusia akan digagalkan Tuhan dg cara yang ajaib dan sempurna.

6.       Semua rancangan damai sejahtera akan diluluskan dalam kejadian yang ajaib dan bersejarah.

7.       Semua perkara tdak luput dari pengawasan Tuhan sebagai Yang Maha Kuasa akan segalaNya.

8.       Semua peristiwa dalam hidup kita ada campur tangan Tuhan sehingga kita tidak perlu kuatir akan hari esok.

9.       Peristiwa kelahiran Yesus telah dinubuatkan sejak dahulu dan org Majus sebagai peran yg sangat penting menunjukkan kedamaian yang akan diberikan setelah Dia lahir ke dunia dan berkarya semasa hidupNya.

10.   Perlakuan Herodes terhadap anak sejaman adalah kekejian yang tidak berlandaskan kasih sayang, hanya kebencian.

11.   Kemampuan Tuhan Allah Semesta Alam terbukti dahsyat dengan memerintahakan tidak melalui Yerusalem lagi.

12.   Semua rancangan Tuhan adalah damai sejahtera adanya utk manusia yang serba fana.

13.   Kemampuan mengatur segala yg ada di jagat raya adalah kekuatan yg luar biasa yg patut kita pertahankan sebagai Yang Maha Kuasa, menyembah dan berbakti padaNya.

14.   Bersyukurlah senantiasa untuk semua rancangan yang diberikan dalam hidup kita yang serba singkat ini.


15.   Penyempurnaan diri terlihat dalam diri Yusuf meski istrinya spt itu tapi tidak diceraikannya, sifat penurut ada padanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar