Kelahiran Yesus Minggu 22 Desember 2013
Yes 7:10-14
10 TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya:11
"Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari
dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di
atas."12 Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku
tidak mau mencobai TUHAN."13 Lalu berkatalah nabi Yesaya:
"Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan
orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?14 Sebab itu Tuhan
sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang
perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia
akan menamakan Dia Imanuel.
Rm 1:1-7
1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil
menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.2 Injil
itu telah dijanjikanNya sebelumnya dgn perantaraan nabi2Nya dalam
kitab2 suci,3 tentang AnakNya, yg menurut daging
diperanakkan dari keturunan Daud,4& menurut Roh kekudusan
dinyatakan oleh kebangkitanNya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak
Allah yg berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.5 Dengan perantaraanNya
kami menerima kasih karunia & jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa,
supaya mereka percaya & taat kepada namaNya.6 Kamu juga termasuk
di antara mereka, kamu yg telah dipanggil menjadi milik Kristus.7 Kepada
kamu sekalian yg tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yg dipanggil &
dijadikan org2 kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai
sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.
Mat 1:18-24
18 Kelahiran Yesus Kristus adalah spt berikut: Pada waktu
Maria, ibuNya, bertunangan dgn Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus,
sebelum mereka hidup sbg suami isteri.19 Karena Yusuf suaminya,
seorang yg tulus hati dan tidak mau mencemar kan nama isterinya di muka umum,
ia bermaksud menceraikannya dgn diam-diam.20 Tetapi ketika ia
mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kpdnya dalam mimpi dan
berkata: "Yusuf, anak Daud, jangan lah engkau takut mengambil Maria
sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena
Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka."22 Hal
itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:23
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak
laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yg berarti: Allah menyertai kita.24
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yg diperintahkan malaikat
Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.
Pembahasan
Yes 7:10-14 Ketika tidak beriman
Apa akibat bila seseorang menolak percaya Tuhan, padahal janjiNya jelas dan nyata? Tuhan tidak pernah ingkar janji, tetapi menolak Tuhan berarti menolak penyertaanNya.Dia berjanji menyertai keturunan Daud untuk memimpin umatNya. Apakah yang dipikirkan Ahas ketika ia memutuskan untuk meminta tolong kepada Asyur? Ketika itu Ahas dalam keadaan panik dan takut, sebab Aram dan Israel akan menyerang Yehuda. Karena ketakutannya itulah maka Ahas melakukan tindakan yang "rasional". Sebagai seorang kepala negara, ia harus memikirkan keselamatan bangsanya dan dirinya sendiri. Ia tidak bisa menunggu lagi karena Aram dan Israel akan segera menghancurkan Yerusalam dan Yehuda. Ia harus bertindak cepat, berpikir logis dan minta bantuan kepada Asyur. Harus, harus, harus! Kelihatannya Ahas sudah terjebak dengan situasi. Pada waktu itu, memang tidak gampang Ahas diminta Allah untuk beriman. Dalam situasi krisis, bukankah beriman merupakan pilihan paling akhir yang akan diambil oleh seorang yang berpikir logis? Ahas diminta untuk memohon sebuah tanda. Inti dari tanda bukan pada wanita muda yg mengandung, melainkan pada kehadiran anak yg diberi nama Imanuel, "Allah beserta kita" (ayat 14). Penyertaan Tuhan mengakibatkan kedua musuh Yehuda, yaitu Israel dan Aram akan mengalami kehancuran di tangan Asyur (ayat 16). Namun penolakan Ahas untuk memercayakan umatNya kepada Tuhan memiliki dampak yg lebih jauh. Asyur akan menekan Yehuda dan Yerusalem (ayat 17). Yehuda akan mengalami serangkaian akibat karena penolakannya terhadap penyertaan & campur tangan Tuhan. Pemberian tanda ini merupakan sebuah demonstrasi yang dilakukan Allah untuk menentang Ahas. Allah ingin menunjukkan bahwa janjiNya pasti terlaksana namun Ahas tetap buta. Tanda yang diberikan adalah akan lahirnya seorang anak sebagai simbol Imanuel, simbol bahwa "Allah beserta dengan kita [umat-Nya]." Namun, Ahas tetap keras hati. Maka, Allah menunjukkan bahwa Asyur akan memusnahkan Yehuda. Mulai ayat 18, dikatakan bahwa Asyur akan menyerang Yehuda. Asyur akan "mencukur" Yehuda, mempermalukan mereka karena jenggot mereka, bahkan rambut kemaluan mereka, akan dicukur. Meskipun akan ada sisa-sisa yang akan kembali, tanah Yehuda akan ditinggalkan manusia -- hanya binatang dan rumput yang hidup.Hal ini diuraikan dalam ayat 18-25 dengan menggunakan serangkaian kata "Pada hari itu..." (ayat 18, 20, 21, 23). Seperti lalat yang menjijikkan serta mendatangkan penyakit dan seperti lebah yg menyengat menyakitkan, demikianlah Asyur bagi Yehuda dan Yerusalem (ayat 18). Kepala, paha, dan janggut yg digunduli, merupakan suatu penghinaan (ayat 20). Secara ekonomi pengepungan Asyur atas Yerusalem akan membuat kemelaratan yg luar biasa bagi penduduknya (ayat 23-25). Walau demikian, oleh anugerah Tuhan mereka tetap akan disisakan, tidak binasa sepenuhnya (ayat 21-22). Kadang cara terakhir Tuhan pakai untuk menyadarkan kita ttg perlunya bersandar pada Tuhan, yaitu dengan membiarkan kita mengalami dan merasakan hidup tanpa penyertaanNya. Saat kita harus berjuang sendirian menghadapi tantangan kehidupan, kita sadar bahwa hanya bersama Tuhan kita bisa menang thdp pencobaan. Jadi jg tunggu sampai Tuhan hrs bertindak demikian keras baru kita mau bertobat.
Apa akibat bila seseorang menolak percaya Tuhan, padahal janjiNya jelas dan nyata? Tuhan tidak pernah ingkar janji, tetapi menolak Tuhan berarti menolak penyertaanNya.Dia berjanji menyertai keturunan Daud untuk memimpin umatNya. Apakah yang dipikirkan Ahas ketika ia memutuskan untuk meminta tolong kepada Asyur? Ketika itu Ahas dalam keadaan panik dan takut, sebab Aram dan Israel akan menyerang Yehuda. Karena ketakutannya itulah maka Ahas melakukan tindakan yang "rasional". Sebagai seorang kepala negara, ia harus memikirkan keselamatan bangsanya dan dirinya sendiri. Ia tidak bisa menunggu lagi karena Aram dan Israel akan segera menghancurkan Yerusalam dan Yehuda. Ia harus bertindak cepat, berpikir logis dan minta bantuan kepada Asyur. Harus, harus, harus! Kelihatannya Ahas sudah terjebak dengan situasi. Pada waktu itu, memang tidak gampang Ahas diminta Allah untuk beriman. Dalam situasi krisis, bukankah beriman merupakan pilihan paling akhir yang akan diambil oleh seorang yang berpikir logis? Ahas diminta untuk memohon sebuah tanda. Inti dari tanda bukan pada wanita muda yg mengandung, melainkan pada kehadiran anak yg diberi nama Imanuel, "Allah beserta kita" (ayat 14). Penyertaan Tuhan mengakibatkan kedua musuh Yehuda, yaitu Israel dan Aram akan mengalami kehancuran di tangan Asyur (ayat 16). Namun penolakan Ahas untuk memercayakan umatNya kepada Tuhan memiliki dampak yg lebih jauh. Asyur akan menekan Yehuda dan Yerusalem (ayat 17). Yehuda akan mengalami serangkaian akibat karena penolakannya terhadap penyertaan & campur tangan Tuhan. Pemberian tanda ini merupakan sebuah demonstrasi yang dilakukan Allah untuk menentang Ahas. Allah ingin menunjukkan bahwa janjiNya pasti terlaksana namun Ahas tetap buta. Tanda yang diberikan adalah akan lahirnya seorang anak sebagai simbol Imanuel, simbol bahwa "Allah beserta dengan kita [umat-Nya]." Namun, Ahas tetap keras hati. Maka, Allah menunjukkan bahwa Asyur akan memusnahkan Yehuda. Mulai ayat 18, dikatakan bahwa Asyur akan menyerang Yehuda. Asyur akan "mencukur" Yehuda, mempermalukan mereka karena jenggot mereka, bahkan rambut kemaluan mereka, akan dicukur. Meskipun akan ada sisa-sisa yang akan kembali, tanah Yehuda akan ditinggalkan manusia -- hanya binatang dan rumput yang hidup.Hal ini diuraikan dalam ayat 18-25 dengan menggunakan serangkaian kata "Pada hari itu..." (ayat 18, 20, 21, 23). Seperti lalat yang menjijikkan serta mendatangkan penyakit dan seperti lebah yg menyengat menyakitkan, demikianlah Asyur bagi Yehuda dan Yerusalem (ayat 18). Kepala, paha, dan janggut yg digunduli, merupakan suatu penghinaan (ayat 20). Secara ekonomi pengepungan Asyur atas Yerusalem akan membuat kemelaratan yg luar biasa bagi penduduknya (ayat 23-25). Walau demikian, oleh anugerah Tuhan mereka tetap akan disisakan, tidak binasa sepenuhnya (ayat 21-22). Kadang cara terakhir Tuhan pakai untuk menyadarkan kita ttg perlunya bersandar pada Tuhan, yaitu dengan membiarkan kita mengalami dan merasakan hidup tanpa penyertaanNya. Saat kita harus berjuang sendirian menghadapi tantangan kehidupan, kita sadar bahwa hanya bersama Tuhan kita bisa menang thdp pencobaan. Jadi jg tunggu sampai Tuhan hrs bertindak demikian keras baru kita mau bertobat.
Rm 1:1-7
Sesuai dgn pola yg lazim di zamannya Paulus memulai surat2nya
dgn semacam alamat (nama si pengirim dan penerima, salam yg berupa suatu
keinginan). Kemudian menyusullah ucapan syukur & doa. Tetapi pada rumus yg
lazim itu oleh Paulus diberikan ciri2 Kristen yg khas. Terutama ia
memperluas rumus itu dgn menyalurkan ke dalamnya pemikiran teologis yg biasanya
mengemukakan pokok2 yg mau diutarakan dalam masing2
surat. Dalam Roma pokok2 itu adalah sbb: pemilihan Allah yg
cuma-cuma, peranan iman dalam pembenaran, keselamatan yg dikerjakan melalui
kematian dan kebangkitan Kristus, keselarasan antara kedua Perjanjian.
Salam
Dalam salam ini Paulus
menyatakan bahwa dia, sebagai rasul kepada semua bangsa, menulis surat kepada
jemaat Kristen di Roma mengenai Injil Yesus Kristus, yang adalah manusia sejati
dan Allah sejati. Paulus memulai surat ini dengan salam, seperti apa yang layak
dan biasa menurut kebudayaan Yunani,11 tetapi salam itu memiliki suatu
keunikan karena menjadi saluran untuk menceritakan beban atau maksud dari surat
ini (dan dari seluruh pelayanan Paulus). Salam biasa ini diisi dengan theologia
dan missiologi yang padat sekali!12 Yang
paling nyata di sini adalah bahwa penulis surat ini, Paulus, dipanggil menjadi
rasul untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Dia tidak
akan memperkenalkan dirinya sebagai apa-apa selain rasul yang dipanggil untuk
memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa. Dengan mengemukakan jabatan rasul yang
diterimanya, maka dia menggaris bawahi hak dan kerinduannya untuk menyurati
mereka.Dari segi bentuk atau struktur bagian ini, Paulus memakai dan
mengembangkan bentuk umum bagi surat dalam bahasa Yunani pada zaman itu:
"dari... kepada... kasih karunia." Tetapi pola yang umum itu juga
dikembangkan. Paulus mengembangkan pola ini dengan memakai istilah
"kita," "kami," dan "kamu," sesuatu yang hanya
biasa dilakukan di dalam pembukaan surat antara teman yang cukup akrab,
sedangkan kita tahu bahwa Paulus belum mengenal mereka saat surat ini ditulis.
Memang, dalam salam ini ada perasaan yang akrab, tetapi salam ini juga mirip
dengan salam dari suatu surat resmi atau "surat keputusan" dari pemerintah,
karena adanya istilah rasul dan hamba yang mengemukakan jabatan Paulus.
Singkatnya, walaupun pola umum dipakai sebagai dasar dari pembukaan atau salam
surat ini, tetapi Paulus berhasil menyampaikan suatu kesan yang akrab dan
sekaligus resmi.
Kasih karunia... dan damai sejahtera
Cranfield29 mengamati bahwa
salam yang persis sama sering kali dipakai oleh Rasul Paulus.Paulus mengubah
salam yang biasa dipakai bagi surat Yunani karena cairein/khairein menjadi cariv/kharis.
Salam yang biasa itu (cairein/khairein) ada
di dalam KPR15:23,
23:26
dan Yakobus
1:1.
Dengan mengubah apa yang biasa dipakai, Paulus menarik perhatian para pembaca
pada arti kata "kasih karunia," suatu gagasan yang amat penting di
dalam Surat Roma, di mana Injil Kristus diuraikan. Istilah, kasih karunia ini,
yang dipakai 24 kali di dalam Surat Roma, merupakan satu pokok inti dari Injil
Kristus. Selain salam "kasih karunia," Paulus juga mengucapkan damai
sejahtera kepada mereka. Salam "kasih karunia" yang di atas tadi
merupakan kebiasaan org2 Yunani, sedangkan salam damai sejahtera biasa
dipergunakan oleh org2 Ibrani. (Orang Ibrani mengucapkan "Shalom!", dan orang Arab memakai suatu kata
yang hampir sama, "Salaam," atau "Salamet.") Mungkin bentuk
salam ini mencerminkan adanya orang Yunani dan orang Yahudi di dalam jemaat2
Kristus di Roma. Kata "damai sejahtera" dipakai 10 kali di dalam
surat ini. Dua hal ini, "kasih karunia" dan "damai
sejahtera" adalah berkat dari Allah bagi org2 yg dipanggil.
Melalui kasih karunia kita memperoleh damai sejahtera, terutama dgn Allah, tetapi
adanya damai sejahtera dgn Allah memungkinkan adanya damai sejahtera yg sejati
dgn manusia.Jadi, dalam pasal 1:1-1:7, Paulus sudah membuka surat ini, memang
dgn pola yg biasa, "dari... kepada... kasih karunia...." Tetapi
melalui pembukaan atau salam surat ini dia sudah mengemukakan banyak sehubungan
dgn bebannya bagi mereka. Kelanjutan dari surat ini akan mengembangkan apa yg
sudah dikemukakan di dalam Rom 1:1-7.
Pemberita Injil sejati
Paulus memperkenalkan
dirinya sebagai hamba Yesus dan Rasul. Dua istilah yang sangat kontras. Hamba
(bhs. Yn. doulos) adalah seorang yang tidak memiliki hak apa-apa, hanya
bergantung penuh kepada pemiliknya. Rasul adalah seorang utusan Allah. Di
sinilah paradoksnya panggilan seorang hamba Tuhan. Tuhan berdaulat
memilih dan memanggil seseorang menjadi rasul atau hamba-Nya untuk diutus-Nya,
namun orang tersebut harus merespons dengan ketaatan total (ayat 5).Tugas seorang
rasul / hamba Tuhan adalah memberitakan Injil. Berita Injil bukan peraturan2
untuk mendapatkan keselamatan, bukan juga janji2 masa depan yg
pasti. Berita Injil adalah Yesus Kristus sendiri sbg manusia sejati keturunan
Daud (ayat 3), sekaligus
Anak Allah yg berkuasa yg telah bangkit dari kematian (ayat 4). Hakikat dwi
sifat Yesus Kristus inilah yg menjadikan Injil berkuasa menyelamatkan setiap
manusia yg percaya dan menerima-Nya.
Berita Injil ini bukan sesuatu yg sama
sekali baru bagi org Yahudi karena para nabi Perjanjian Lama telah jauh hari
menubuatkan kedatangan Mesias (ayat 2). Oleh karena
itu, Paulus yakin bahwa pemberitaannya itu konsisten dgn keseluruhan kebenaran
dan kehendak Allah yg dinyatakan dalam firmanNya & yg sudah diterima oleh
anak2 Tuhan di gereja Roma (ayat 6).
Jabatan rasul memang sudah tidak ada
lagi, namun kita yg sudah menjadi milik Kristus dipanggil untuk memberitakan
Injil yg sama yg Paulus beritakan. Kita harus yakin bahwa kuasa Injil tidak
berubah. Baik dahulu, maupun sekarang Injil tetap berkuasa menyelamatkan
manusia berdosa. Yg perlu ada dalam hidup kita adalah ketaatan seorang hamba
kepada Tuhannya untuk pergi dan memberitakan Injil.
Mat 1:18-24 Nyatakanlah ya Tuhan
Bagaimana seorang pria seperti Yusuf merespons pemberian Allah? Bagaimana ia merespons rancangan Allah bagi dirinya, yang juga merupakan rancangan bagi dunia? Mungkin mulanya Yusuf merasa dunia seolah diperuntukkan bagi dia. Ia memiliki pekerjaan sebagai tukang kayu. Pertunangannya dengan Maria tentu membahagiakan hatinya. Namun tiba-tiba dunia terasa runtuh! Maria hamil! Padahal mereka belum hidup sebagai suami istri. Tentu ia kecewa karena merasa dikhianati. Meski mencintai Maria, pasti sulit bagi dia untuk memercayai cerita Maria. Lalu apa yang harus dia lakukan? Hukum yang berlaku saat itu bagi para pelaku zinah adalah dilempari batu hingga mati. Ini bisa menjadi alasan untuk memutuskan pertunangan. Namun Yusuf memilih untuk memutuskan pertunangan diam-diam. Ia tidak ingin mempermalukan Maria di depan umum. Tanpa disangka, malaikat menemui dia di dalam mimpi dan berbicara secara khusus mengenai kehamilan Maria. Respons Yusuf sungguh berbeda dari sikapnya sebelumnya. Ia bersedia menaati Allah dan menjadikan Maria sebagai istrinya. Yusuf adalah figur Natal yang tak terlupakan. Ia bukan pemeran utama, tetapi bukan tidak penting. Namun ia membutuhkan campur tangan Ilahi sebelum mampu menjalankan peran yang dirancangkan Allah bagi dia.Dipakai Allah sebagai alat untuk menggenapkan rencana-Nya seringkali hanya terdengar indah di telinga, tetapi berat untuk dijalankan. Mengapa? Karena harus mengorbankan hasrat, harapan, atau ambisi kita. Bahkan mungkin kita merasa bahwa harga diri kita pun ikut dirampas. Namun kita harus mengimani bahwa kehendak Allah atas kita merupakan yang terbaik. Kita juga harus menyadari bahwa dilibatkan Allah ke dalam penggenapan rencana-Nya merupakan hal yang sungguh mulia bagi kita. Mulia walaupun kita tidak mendapat penghormatan dari orang lain. Bila kita tetap merasa berat menjalankan kehendak Tuhan, mintalah Tuhan menerangi hati dan pikiran kita, serta menguatkan kita.
Bagaimana seorang pria seperti Yusuf merespons pemberian Allah? Bagaimana ia merespons rancangan Allah bagi dirinya, yang juga merupakan rancangan bagi dunia? Mungkin mulanya Yusuf merasa dunia seolah diperuntukkan bagi dia. Ia memiliki pekerjaan sebagai tukang kayu. Pertunangannya dengan Maria tentu membahagiakan hatinya. Namun tiba-tiba dunia terasa runtuh! Maria hamil! Padahal mereka belum hidup sebagai suami istri. Tentu ia kecewa karena merasa dikhianati. Meski mencintai Maria, pasti sulit bagi dia untuk memercayai cerita Maria. Lalu apa yang harus dia lakukan? Hukum yang berlaku saat itu bagi para pelaku zinah adalah dilempari batu hingga mati. Ini bisa menjadi alasan untuk memutuskan pertunangan. Namun Yusuf memilih untuk memutuskan pertunangan diam-diam. Ia tidak ingin mempermalukan Maria di depan umum. Tanpa disangka, malaikat menemui dia di dalam mimpi dan berbicara secara khusus mengenai kehamilan Maria. Respons Yusuf sungguh berbeda dari sikapnya sebelumnya. Ia bersedia menaati Allah dan menjadikan Maria sebagai istrinya. Yusuf adalah figur Natal yang tak terlupakan. Ia bukan pemeran utama, tetapi bukan tidak penting. Namun ia membutuhkan campur tangan Ilahi sebelum mampu menjalankan peran yang dirancangkan Allah bagi dia.Dipakai Allah sebagai alat untuk menggenapkan rencana-Nya seringkali hanya terdengar indah di telinga, tetapi berat untuk dijalankan. Mengapa? Karena harus mengorbankan hasrat, harapan, atau ambisi kita. Bahkan mungkin kita merasa bahwa harga diri kita pun ikut dirampas. Namun kita harus mengimani bahwa kehendak Allah atas kita merupakan yang terbaik. Kita juga harus menyadari bahwa dilibatkan Allah ke dalam penggenapan rencana-Nya merupakan hal yang sungguh mulia bagi kita. Mulia walaupun kita tidak mendapat penghormatan dari orang lain. Bila kita tetap merasa berat menjalankan kehendak Tuhan, mintalah Tuhan menerangi hati dan pikiran kita, serta menguatkan kita.
Dari
ke tiga bacaan kami belajar:
1.
Pemberitaan kelahiran Yesus telah ada saat
pemerintahan Ahas yg kurang percaya dan dinubuatkan oleh Yesaya sebagai seorang
yang akan menyelamatkan dunia.
2.
Kelahiran Yesus sebagai juru slamat manusia
telah dibongkar oleh Tuhan sendiri dan dinyatakan oleh diri Yesus yang sempurna
dalam menjalankan misi penebusan dosa manusia hingga di salib di Golgota.
3.
Kelahiran Yesus memberikan arti lebih dalam
sejarah bahwa 3 Majus mendatangi Yesus bukan sebaliknya.
4.
Kelahiran Yesus di kandang domba memberikan
kesederhanaan sikap dari manusia yang paling bawah hingga hidupNya sempurna
menjadi manusia yang no satu dari semua manusia.
5.
Kedatangan Yesus di dunia memberikan
kesempurnaan pekerjaan Bapa di Surga dalam menebus dosa manusia.
6.
Damai sejahtera dan kasih karunia adalah berkat
dari kedatangan dan kehadiran Yesus di dunia bagi semua manusia.
7.
Keindahan Surgawi yang kudus melengkapi
kelahiran Yesus dalam kesederhanaan kandang domba bukan kemewahan bak istana
raja yg penuh gemerlap, tapi kesederhanaan hatilah yg patut kita jaga dalam
menerima Yesus di hidup kita.
8.
Tanda hadirNya sang Juru Slamat telah dinyatakan
dg sempurna oleh Nabi Yesaya dalam ketidak percayaan raja Ahas, sebagai tanda
yg benar dari Yang Maha Tinggi untuk menyempurnakan misi Yesus ke dunia.
9.
Hati sebagai hamba diwujudkan dalam diri Yesus
sang Juru Slamat yang tidak menginginkan lahir dalam kemewahan.
10.
Ketidak percayaan Yusuf diyakinkan malaikat utk
mempersunting Maria sbg istri yg mengandung bayi Roh Kudus sehingga hati Yusuf
taat dalam mengarungi hidup berkeluarga dg indah dan bermakna dalam bagi
manusia lain, bukan keegoisan.
11.
Kekuatan Yusuf dalam menanggung aib dan malu
dari semua yg berlaku menjadikan dia diri yang kuat dan tabah dalam menanggung
beban hidup dari Putra Allah sendiri.
12. Penyertaan Tuhan selalu ada bagi org yang
dilindungiNya, dari mimpi dan dari kenyataan tdk dibunuhnya Yesus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar