Syarat Dibenarkan Tuhan Minggu 27 Oktober 2013
Sir
35:12-14,16-18
12 Sebab Tuhan adalah hakim, yg tidak memihak. 13Ia
tidak memihak dalam perkara orang miskin,tetapi doa orang yang terjepit
didengarNya. 14 Jeritan yatim piatu tidak diabaikanNya, ataupun
jeritan janda yg mencurahkan permohonannya. 16 Tuhan berkenan kepada
siapa yg dengan sebulat hati berbakti kepadaNya, dan doanya naik sampai ke
awan. 17 Doa org miskin menembusi awan, dan ia tdk akan terhibur
sampai tujuannya. 18 Ia tdk berhenti hingga Yg Mahatinggi
memandangnya,dan memberikan hak kepada org benar dan menjalankan pengadilan.
2
Tim 4:6-8,16-18
6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan
sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.7 Aku telah
mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah
memelihara iman.8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran
yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya;
tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan
kedatangan-Nya. 16 Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak
seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku kiranya hal itu
jangan ditanggungkan atas mereka,17 tetapi Tuhan telah mendampingi
aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan
sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku
lepas dari mulut singa.18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap
usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam
KerajaanNya di sorga. BagiNyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.
Luk
18:9-14
9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya
benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:10
"Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah
Farisi dan yang lain pemungut cukai.11 Orang Farisi itu berdiri dan
berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepadaMu, karena aku
tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan
pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;12 aku berpuasa
dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.13
Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah
ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku
orang berdosa ini.14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke
rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak.Sebab
barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan
diri, ia akan ditinggikan."
Pembahasan
Sirakh 35: 12-14,16-18
Gaya kenabian Sirakh dari ayat 11-12,
dengan tema dan motif, motifnya: keadilan dan tidak ada suatupun yg menyenangkan
Tuhan, barangkali krn itu keadilan Tuhan bertindak.Dia menempatkan belas
kasihan Tuhan di hadapan dosa dan kebutuhan manusia(ayat 13). Yatim piatu dan
janda : ungkapan tradisional bagi org2 yg tak berdaya dan
ditinggalkan (ayat 14). Spt darah Habel menuntut balas (Kej 4:10) dmk jua air
mata janda. Kenyataannya doa org yg rendah didengarkan (ayat 16-18), dosa
menembus awan, penyelubung tahta Allah (Rat 3:44)/kereta Allah (Mzm 104:3).
Tuhan tinggal jauh diatas awan yg kelihatan.
2 Tim 4:6-8,16-18
Kesaksian yang penuh
perasaan dan keyakinan ini membahas: keyakinan akan kasih karunia Kristus;
kesetiaan di dalam menyebarkan iman kepada orang lain, dan pengandalan yg kokoh
akan pengharapan yg tersedia.Darahku sudah mulai dicurahkan,kata yg hanya dipakai di sini
& di Fil 2:17 dipakai oleh Paulus dalam arti kiasan. Paulus sedang
berpikir ttg kematiannya yg sudah dekat sbg sebuah kurban persembahan
demi orang Kristiani & iman mereka. Seluruh kehidupannya merupakan satu
bentuk kurban yg dipersembahkan (Rm
12:1),
dan kini kematiannya akan menyempurnakannya.
Kematianku sudah dekat merupakan
sebuah pernyataan dgn arti yg sama tetapi bentuk yg berbeda ttg kematiannya yg
sudah mendekat. Ia memakai kiasan yg sama dalam Fil 1:23 di mana dipakai kata kerja dgn akar yg
sama. Mengapa Paulus membicarakan hal itu dalam nasihatnya kpd Timotius (ayat 1)? Sbg seorang hamba Tuhan, Timotius
diminta untuk memberitakan firman (ayat 2).
Tidak semua org yg membuka Alkitab dan membicarakannya, berarti sedang
memberitakan firman. Byk pengkhotbah yg membicarakan dirinya, dan bukan firman.
Terlebih karena semakin byk org yg tidak suka mendengar kebenaran firman Tuhan.
Org lebih suka mendengar apa yg menyenangkan untuk didengar, ketimbang
mendengar sesuatu yg memerahkan telinga (ayat 3-4).
Sekali lagi Paulus berpesan pada Timotius utk melayani Tuhan dgn sungguh2.
Namun, pada bagian ini Paulus memberikan alasan yg lain lagi, dari sudut
pandang masa depan. Paulus dg jelas menyebutnya sbg sesuatu yg “akan
dikaruniakan”(ayat 8, apodosei).
“Mahkota kebenaran” itu melambangkan
pembenaran yg datangnya dari Tuhan sendiri, walaupun dihadapan pengadilan dan
dimata dunia, Paulus adalah pesakitan yg duduk
dikursi terdakwa. Paulus mengandalkan kesetiaan Timotius. Paulus rupanya telah mengutus Titus ke
wilayah yg baru, lebih jauh daripada yg berhasil dikunjunginya sendiri. Ini dapat berarti bahwa Tikhikus
inilah yg mengantarkan surat ini.
Di bagian penutup
suratnya, Paulus mendesak Timotius untuk segera menemui dia (ayat 9). Ia
menitip salam untuk beberapa.org yg dia kenal (ayat 19-21
Priska dan Akwila dan kpd kel Onesiforus, Erastus dan Trofimus). Ia juga
meminta Timotius membawa beberapa benda yg dia butuhkan. Hub semua itu dgn
kita: Ayat2 ini akan menolong kita mengenal dan memahami Paulus,
terutama di saat-saat terakhir dalam hidupnya.Di satu sisi, Paulus sangat
manusiawi. Dia memanfaatkan waktu yg ada untuk sesuatu yang bisa memperdalam
pengenalannya akan Allah dan menolong dia dalam melayani orang lain.Bagi kita
yang sudah berada di usia senja, teladanilah Paulus. Bagi kita yg merasa masih
memiliki waktu yg cukup panjang utk tinggal di dunia ini, jgn sia-siakan waktu
yg begitu byk itu. Sifat lain yg sama dgn keberanian adalah kemandirian, dan
siap untuk memberikan pertolongan pada saat dibutuhkan. Sifat2
inilah yg justru tidak ditonjolkan Paulus kali ini.Juga Tikhikus, karena Paulus
sendiri yang telah mengutusnya pergi. Permintaan tolong ini merupakan pengakuan
Paulus ttg ketidakberdayaan dirinya yg membutuhkan bantuan saudara2
yg lain. Kerendahan hati ini melahirkan pengakuan, bahwa hanya Allah yg sanggup
bertindak adil thdp yg jahat (ayat 14), dan yg sanggup mendampingi, menguatkan, dan
menjagainya.Tindakan Paulus ini membukakan kpd kita ttg dua hal. Pertama, fungsi teman / sahabat dalam
persekutuan adalah saling menghibur, menguatkan, dan berbagi suka maupun duka. Kedua, hanya sahabat sejati yg memiliki
kepekaan untuk bertindak memberikan pertolongan.
Luk 18:9-14 Orang Farisi dan Pemungut Cukai
· Makna dari
perumpamaan ini juga telah dipaparkan di depan. Kita diberi tahu siapa yang
akan diangkat ke dalam tingkat tertentu dan siapa yang akan dibuatkan
perhitungan (ay. 9).
Kristus menggunakannya untuk mengecam mereka yg menganggap dirinya
benar & memandang rendah semua org lain.
· Yang dimaksud di sini
adalah mereka yang:
o Memandang tinggi diri
mereka dan kebaikan mereka sendiri.
o Mereka yang
menganggap diri mereka paling suci, dan lebih suci dari semua sesama mereka,
dan dengan begitu memandang diri sendiri sebagai teladan bagi semua orang.
Bukan itu saja,
o Mereka memiliki
keyakinan tinggi akan diri mereka di hadapan Allah dan tidak hanya memandang
tinggi diri sendiri sebagai orang benar, namun juga sangat mengharapkan imbalan
atas kebenaran mereka itu ketika berseru kepada Allah: Mereka menganggap dirinya
benar, dan karena itu mereka berpikir bahwa
mereka telah membuat Allah berutang kpd mereka dan dapat menuntut apa saja dariNya.
o Mereka merendahkan
orang lain dan memandang mereka dengan hina, tidak ada harganya dibandingkan
dengan mereka. Nah, Kristus melalui perumpamaan ini ingin menunjukkan kebodohan
mereka dan bagaimana mereka telah menutup pintu perkenan Allah bagi diri
mereka. Ini disebut suatu perumpamaan, walaupun tidak ada
hubungan perbandingan apa pun di dalamnya. Walaupun begitu, perumpamaan ini
lebih merupakan suatu penggambaran mengenai tabiat dan perkataan yang berbeda
dari orang-orang yang dengan angkuh membenarkan diri
o mereka sendiri dengan mereka yang dengan rendah
hati mengutuk diri mereka sendiri, dan bagaimana
kedudukan mereka di hadapan Allah. Hal ini menggambarkan kenyataan hidup
sehari-hari.
· Orang Farisi pergi ke Bait Allah untuk berdoa karena
tempat itu adalah tempat umum, lebih umum dibandingkan dengan
sudut-sudut jalan, sehingga ia akan menarik banyak perhatian orang, yang akan
memuji ibadahnya, yang mungkin dilebih2kannya. Tabiat yang Kristus
sematkan kepada kaum Farisi, bahwa semua yg mereka lakukan hanya dimaksud
supaya dilihat orang, memberikan dasar kepada kita untuk membenarkan
kecurigaan ini. Perhatikanlah, orang2 munafik biasa melakukan ibadah2
lahiriah hanya supaya dipuji. Banyak orang yang
kita temui setiap hari di Bait Allah, bisa
jadi, tidak akan kita temui ada di sebelah kanan Kristus pada hari penghakiman.
· Pemungut cukai pergi
ke Bait Allah karena tempat tersebut ditetapkan sebagai rumah doa bagi segala
bangsa (Yes. 56:7). Orang Farisi pergi ke Bait Allah
untuk mencari pujian, sedangkan pemungut
cukai pergi karena ia memiliki urusan tertentu. Orang Farisi pergi untuk pamer,
sedangkan pemungut cukai pergi untuk menaikkan permohonannya. Demikianlah,
Allah melihat dgn kecenderungan dan maksud apa kita datang untuk menantikanNya
dalam ibadah2 suci, dan Ia akan menghakimi kita sesuai dgn
kecenderungan dan maksud kita itu.
· Inilah perkenan Allah bagi pemungut cukai
tersebut. Kita telah melihat betapa bedanya kedua orang tersebut mengungkapkan
diri mereka kepada Allah. Sekarang, pantaslah kalau kita bertanya apa hasil
dari perbuatan mereka. Ada orang-orang yang berseru layaknya orang Farisi
tersebut, yang datang ke rumah Allah untuk mencari pujian dan memandang hina
pemungut cukai yang masuk mengendap-ngendap dan meratapi dirinya. Akan tetapi,
Yesus Tuhan kita, yang di hadapan-Nya semua hati terbuka, semua niat diketahui,
dan tidak ada rahasia yang tersembunyi dari-Nya, yang mengetahui dengan
sempurna semua tata cara pengadilan sorgawi, meyakinkan kita bahwa pemungut
cukai yang malang, menyesal dan hancur hati ini pulang ke rumahnya
sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Orang Farisi
tersebut berpikir bahwa jikalau salah satu dari mereka hendak dibenarkan, maka
pastilah dia orangnya, dan bukannya si pemungut cukai itu. "Tidak,"
kata Kristus, "Aku berkata kepadamu, Aku menguatkannya dengan
sepasti-pastinya dan menyatakan kepadamu dengan perhatian yang paling mendalam, Aku berkata kepadamu, pemungut cukai
itulah, dan bukan orang Farisi itu." Orang Farisi yang angkuh itu beranjak
pergi, ditolak oleh Allah. Begitu jauh ucapan syukurnya itu untuk diterima,
malahan ia menjadi suatu kekejian bagi Allah. Ia tidak dibenarkan, dosa-dosanya tidak
diampuni, dan ia juga tidak dijauhkan dari kutukan. Ia tidak diterima dalam
pandangan Allah sebagai orang yang adil benar, karena ia begitu menganggap
dirinya sendiri adil benar dalam pandangannya. Sebaliknya, pemungut cukai
tersebut, yang dengan rendah hati menghadap Sorga, memperoleh pengampunan atas dosa-dosanya,
dan ia yang tidak akan ditempatkan bersama anjing
penjaga kambing dombanya oleh orang Farisi tersebut, ditempatkan
oleh Allah bersama-sama dengan anak-anak dalam keluarga-Nya. Alasan untuk ini
adalah bahwa kemuliaan Allah menentang orang-orang congkak, tetapi
mengasihi orang yang rendah hati.
o Orang2
angkuh yang meninggikan diri adalah pesaing2
Allah,
karena itu mereka pasti akan direndahkan. Allah, dalam
percakapan-Nya dgn Ayub, merujuk kepada bukti ini bahwa Ia adalah Allah, bahwa
Ia mengamat2i setiap org yg
congkak & merendahkan dia (Ayb. 40:6).
o Orang yg rendah hati,
yg merendahkan dirinya adalah orang2
yg tunduk kepada Allah, dan mereka akan ditinggikan. Allah menyediakan
kedudukan tinggi bagi mereka yang mengharapkannya sebagai suatu belas kasihan,
tetapi tidak bagi mereka yg menuntutnya sebagai suatu utang dari Dia. Ia akan ditinggikan ke dalam kasih Allah
dan persekutuan dengan-Nya, akan ditinggikan dalam kepuasan akan dirinya
sendiri, dan pada akhirnya akan ditinggikan setinggi sorga. Lihatlah hukuman
atas dosa: Barangsiapa meninggikan diri, ia akan
direndahkan.
Lihatlah imbalan atas kewajiban:Barangsiapa merendahkan diri, ia akan
ditinggikan. Lihatlah juga bagaimana kuasa anugerah Allah dalam mendapatkan
apa yang baik dari apa yang jahat. Si pemungut cukai tersebut dulunya adalah
seorang pendosa besar, namun dari dosanya yang besar didapatkan pertobatan yang
besar pula, dari si pemakan keluar makanan. Lihatlah,
sebaliknya, kuasa jahat Setan yang mendapatkan apa yang jahat dari apa yang
baik. Adalah hal yang baik bahwa orang Farisi tersebut bukan perampok atau
orang lalim, namun Iblis membuatnya menjadi angkuh dalam hal ini, sehingga ia
menemui kebinasaannya.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.
Untuk dibenarkan oleh Tuhan, pemungut cukai datang dengan penuh
kerendahan diri dan penyesalan akan keberdosaannya. Ia menyadari diri tidak
layak untuk diampuni, oleh karenanya ia hanya memohon belas kasihan. Di sini,
justru kesadaran diri berdosa dan tidak layaklah yang membuatnya dilayakkan
menerima anugerah pembenaran.Hal yang sebaliknya terjadi pada si orang Farisi.
Ia datang dengan keyakinan yang tinggi akan hidupnya yang benar. Ia datang
tidak untuk meminta belas kasih Tuhan. Ia malah dengan bangga memaparkan
hal-hal yang baginya adalah bukti kebenarannya. Yesus berkata, orang Farisi
tetap tinggal sebagai orang berdosa, sedangkan si pemungut cukai mendapatkan
pembenaran dari Tuhan.
2.
Untuk mendapatkan pembenaran dari Allah, kita harus menjadi
seperti anak kecil ( Luk
18:17),cirinya
ketulusan dan kepolosan, tanpa suatu alasan. Sikap inilah yang diperlukan untuk
dapat menyambut uluran tangan kasih Tuhan. Sikap jujur bahwa dirinya
membutuhkan jamahan Allah adalah syarat untuk seseorang dijamah Tuhan
3.
Untuk dibenarkan Tuhan ada syaratnya bukan miskin lalu doanya
dikabulkan, tapi yg terjepit masalah doanya yg dikabulkan.
4.
Hasil kebenaran adalah mahkota kebenaran yg dikatakan Paulus dan
pesan dalam pelayanannya sungguh merupakan akhir dari sebuah pertandingan roh.
5.
Hanya diri kita dan Tuhan saja semua rahasia kehidupan terbuka di
mata Tuhan, sehingga pertandingan hidup kita menangkan dan bisa kita
pertanggungjawabkan di depan sidang Tuhan di surga nanti.
6.
Jadilah seperti pemungut Cukai, kesadaran akan dosa dan
kerendah-hatian yang dibutuhkan dalam menerima pembenaran dalam Tuhan.
7.
Seorang janda yg merana, yatim piatu yang mengajukan doanya, doa
mereka inipun sampai ke awan dan dibenarkan oleh Tuhan.
8.
Perasaan ditinggalkan dan dikhianati jua merupakan tanda
dibenarkan Tuhan
9.
Kala kita beribadah tujuan kitalah yang dipandang Tuhan, bukan utk
pacaran,bukan menyombongkan diri tapi utk bertemu dan minta belas kasihan Tuhan
lah yang dibenarkan Tuhan dalam melambungkan doa.
10.
Semua kemampuan kita tidak ada artinya dimata Tuhan, itu semua
adalah anugrah dan hanya karena kasihNya lah kita dapat berkarya dalam dunia,
jadi akuilah semua ketidakberdayaan kita sehingga kita aman.
11.
Kemampuan berdoa tidaklah sempurna bila tanpa belas kasihan Tuhan,
semua kita harus menyadari arti kesempurnaan doa utk memuliakan Tuhan bukan utk
memuliakan diri sendiri.
12.
Penyombong iman biasanya membuat masalah (trouble maker),cenderung
menghakimi dan akhirnya menyalahkan orang diperlihatkan pada pribadi org
Farisi, sedang pemungut Cukai sebaliknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar