Senin, 10 Maret 2014

Syarat dibenarkan Tuhan

Syarat Dibenarkan  Tuhan                Minggu 27 Oktober 2013
Sir 35:12-14,16-18
12 Sebab Tuhan adalah hakim, yg tidak memihak. 13Ia tidak memihak dalam perkara orang miskin,tetapi doa orang yang terjepit didengarNya. 14 Jeritan yatim piatu tidak diabaikanNya, ataupun jeritan janda yg mencurahkan permohonannya. 16 Tuhan berkenan kepada siapa yg dengan sebulat hati berbakti kepadaNya, dan doanya naik sampai ke awan. 17 Doa org miskin menembusi awan, dan ia tdk akan terhibur sampai tujuannya. 18 Ia tdk berhenti hingga Yg Mahatinggi memandangnya,dan memberikan hak kepada org benar dan menjalankan pengadilan.
2 Tim 4:6-8,16-18
6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. 16 Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku  kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka,17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam KerajaanNya di sorga. BagiNyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.
Luk 18:9-14
9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepadaMu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak.Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
Pembahasan
Sirakh 35: 12-14,16-18
Gaya kenabian Sirakh dari ayat 11-12, dengan tema dan motif, motifnya: keadilan dan tidak ada suatupun yg menyenangkan Tuhan, barangkali krn itu keadilan Tuhan bertindak.Dia menempatkan belas kasihan Tuhan di hadapan dosa dan kebutuhan manusia(ayat 13). Yatim piatu dan janda : ungkapan tradisional bagi org2 yg tak berdaya dan ditinggalkan (ayat 14). Spt darah Habel menuntut balas (Kej 4:10) dmk jua air mata janda. Kenyataannya doa org yg rendah didengarkan (ayat 16-18), dosa menembus awan, penyelubung tahta Allah (Rat 3:44)/kereta Allah (Mzm 104:3). Tuhan tinggal jauh diatas awan yg kelihatan.
2 Tim 4:6-8,16-18
Kesaksian yang penuh perasaan dan keyakinan ini membahas: keyakinan akan kasih karunia Kristus; kesetiaan di dalam menyebarkan iman kepada orang lain, dan pengandalan yg kokoh akan pengharapan yg tersedia.Darahku sudah mulai dicurahkan,kata yg hanya dipakai di sini & di Fil 2:17 dipakai oleh Paulus dalam arti kiasan. Paulus sedang berpikir ttg kematiannya yg sudah dekat sbg sebuah kurban persembahan demi orang Kristiani & iman mereka. Seluruh kehidupannya merupakan satu bentuk kurban yg dipersembahkan (Rm 12:1), dan kini kematiannya akan menyempurnakannya.  Kematianku sudah dekat merupakan sebuah pernyataan dgn arti yg sama tetapi bentuk yg berbeda ttg kematiannya yg sudah mendekat. Ia memakai kiasan yg sama dalam Fil 1:23 di mana dipakai kata kerja dgn akar yg sama. Mengapa Paulus membicarakan hal itu dalam nasihatnya kpd Timotius (ayat 1)? Sbg seorang hamba Tuhan, Timotius diminta untuk memberitakan firman (ayat 2). Tidak semua org yg membuka Alkitab dan membicarakannya, berarti sedang memberitakan firman. Byk pengkhotbah yg membicarakan dirinya, dan bukan firman. Terlebih karena semakin byk org yg tidak suka mendengar kebenaran firman Tuhan. Org lebih suka mendengar apa yg menyenangkan untuk didengar, ketimbang mendengar sesuatu yg memerahkan telinga (ayat 3-4). Sekali lagi Paulus berpesan pada Timotius utk melayani Tuhan dgn sungguh2. Namun, pada bagian ini Paulus memberikan alasan yg lain lagi, dari sudut pandang masa depan. Paulus dg jelas menyebutnya sbg sesuatu yg “akan dikaruniakan”(ayat 8, apodosei). “Mahkota kebenaran” itu melambangkan pembenaran yg datangnya dari Tuhan sendiri, walaupun dihadapan pengadilan dan dimata dunia, Paulus adalah pesakitan yg duduk dikursi terdakwa. Paulus mengandalkan kesetiaan Timotius. Paulus rupanya telah mengutus Titus ke wilayah yg baru, lebih jauh daripada yg berhasil dikunjunginya sendiri. Ini dapat berarti bahwa Tikhikus inilah yg mengantarkan surat ini.
Di bagian penutup suratnya, Paulus mendesak Timotius untuk segera menemui dia (ayat 9). Ia menitip salam untuk beberapa.org yg dia kenal (ayat 19-21 Priska dan Akwila dan kpd kel Onesiforus, Erastus dan Trofimus). Ia juga meminta Timotius membawa beberapa benda yg dia butuhkan. Hub semua itu dgn kita: Ayat2 ini akan menolong kita mengenal dan memahami Paulus, terutama di saat-saat terakhir dalam hidupnya.Di satu sisi, Paulus sangat manusiawi. Dia memanfaatkan waktu yg ada untuk sesuatu yang bisa memperdalam pengenalannya akan Allah dan menolong dia dalam melayani orang lain.Bagi kita yang sudah berada di usia senja, teladanilah Paulus. Bagi kita yg merasa masih memiliki waktu yg cukup panjang utk tinggal di dunia ini, jgn sia-siakan waktu yg begitu byk itu. Sifat lain yg sama dgn keberanian adalah kemandirian, dan siap untuk memberikan pertolongan pada saat dibutuhkan. Sifat2 inilah yg justru tidak ditonjolkan Paulus kali ini.Juga Tikhikus, karena Paulus sendiri yang telah mengutusnya pergi. Permintaan tolong ini merupakan pengakuan Paulus ttg ketidakberdayaan dirinya yg membutuhkan bantuan saudara2 yg lain. Kerendahan hati ini melahirkan pengakuan, bahwa hanya Allah yg sanggup bertindak adil thdp yg jahat (ayat 14), dan yg sanggup mendampingi, menguatkan, dan menjagainya.Tindakan Paulus ini membukakan kpd kita ttg dua hal. Pertama, fungsi teman / sahabat dalam persekutuan adalah saling menghibur, menguatkan, dan berbagi suka maupun duka. Kedua, hanya sahabat sejati yg memiliki kepekaan untuk bertindak memberikan pertolongan.
Luk 18:9-14 Orang Farisi dan Pemungut Cukai
·      Makna dari perumpamaan ini juga telah dipaparkan di depan. Kita diberi tahu siapa yang akan diangkat ke dalam tingkat tertentu dan siapa yang akan dibuatkan perhitungan (ay. 9). Kristus menggunakannya untuk mengecam mereka yg menganggap dirinya benar & memandang rendah semua org lain.
·      Yang dimaksud di sini adalah mereka yang:
o Memandang tinggi diri mereka dan kebaikan mereka sendiri.
o Mereka yang menganggap diri mereka paling suci, dan lebih suci dari semua sesama mereka, dan dengan begitu memandang diri sendiri sebagai teladan bagi semua orang. Bukan itu saja,
o Mereka memiliki keyakinan tinggi akan diri mereka di hadapan Allah dan tidak hanya memandang tinggi diri sendiri sebagai orang benar, namun juga sangat mengharapkan imbalan atas kebenaran mereka itu ketika berseru kepada Allah: Mereka menganggap dirinya benar, dan karena itu mereka berpikir bahwa mereka telah membuat Allah berutang kpd mereka dan dapat menuntut apa saja dariNya.
o Mereka merendahkan orang lain dan memandang mereka dengan hina, tidak ada harganya dibandingkan dengan mereka. Nah, Kristus melalui perumpamaan ini ingin menunjukkan kebodohan mereka dan bagaimana mereka telah menutup pintu perkenan Allah bagi diri mereka. Ini disebut suatu perumpamaan, walaupun tidak ada hubungan perbandingan apa pun di dalamnya. Walaupun begitu, perumpamaan ini lebih merupakan suatu penggambaran mengenai tabiat dan perkataan yang berbeda dari orang-orang yang dengan angkuh membenarkan diri
o mereka sendiri dengan mereka yang dengan rendah hati mengutuk diri mereka sendiri, dan bagaimana kedudukan mereka di hadapan Allah. Hal ini menggambarkan kenyataan hidup sehari-hari.
·       Orang Farisi pergi ke Bait Allah untuk berdoa karena tempat itu adalah tempat umum, lebih umum dibandingkan dengan sudut-sudut jalan, sehingga ia akan menarik banyak perhatian orang, yang akan memuji ibadahnya, yang mungkin dilebih2kannya. Tabiat yang Kristus sematkan kepada kaum Farisi, bahwa semua yg mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang, memberikan dasar kepada kita untuk membenarkan kecurigaan ini. Perhatikanlah, orang2 munafik biasa melakukan ibadah2 lahiriah hanya supaya dipuji. Banyak orang yang kita temui setiap hari di Bait Allah, bisa jadi, tidak akan kita temui ada di sebelah kanan Kristus pada hari penghakiman.
·       Pemungut cukai pergi ke Bait Allah karena tempat tersebut ditetapkan sebagai rumah doa bagi segala bangsa (Yes. 56:7). Orang Farisi pergi ke Bait Allah untuk mencari pujian, sedangkan pemungut cukai pergi karena ia memiliki urusan tertentu. Orang Farisi pergi untuk pamer, sedangkan pemungut cukai pergi untuk menaikkan permohonannya. Demikianlah, Allah melihat dgn kecenderungan dan maksud apa kita datang untuk menantikanNya dalam ibadah2 suci, dan Ia akan menghakimi kita sesuai dgn kecenderungan dan maksud kita itu.
·       Inilah perkenan Allah bagi pemungut cukai tersebut. Kita telah melihat betapa bedanya kedua orang tersebut mengungkapkan diri mereka kepada Allah. Sekarang, pantaslah kalau kita bertanya apa hasil dari perbuatan mereka. Ada orang-orang yang berseru layaknya orang Farisi tersebut, yang datang ke rumah Allah untuk mencari pujian dan memandang hina pemungut cukai yang masuk mengendap-ngendap dan meratapi dirinya. Akan tetapi, Yesus Tuhan kita, yang di hadapan-Nya semua hati terbuka, semua niat diketahui, dan tidak ada rahasia yang tersembunyi dari-Nya, yang mengetahui dengan sempurna semua tata cara pengadilan sorgawi, meyakinkan kita bahwa pemungut cukai yang malang, menyesal dan hancur hati ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Orang Farisi tersebut berpikir bahwa jikalau salah satu dari mereka hendak dibenarkan, maka pastilah dia orangnya, dan bukannya si pemungut cukai itu. "Tidak," kata Kristus, "Aku berkata kepadamu, Aku menguatkannya dengan sepasti-pastinya dan menyatakan kepadamu dengan perhatian yang paling mendalam, Aku berkata kepadamu, pemungut cukai itulah, dan bukan orang Farisi itu." Orang Farisi yang angkuh itu beranjak pergi, ditolak oleh Allah. Begitu jauh ucapan syukurnya itu untuk diterima, malahan ia menjadi suatu kekejian bagi Allah. Ia tidak dibenarkan, dosa-dosanya tidak diampuni, dan ia juga tidak dijauhkan dari kutukan. Ia tidak diterima dalam pandangan Allah sebagai orang yang adil benar, karena ia begitu menganggap dirinya sendiri adil benar dalam pandangannya. Sebaliknya, pemungut cukai tersebut, yang dengan rendah hati menghadap Sorga, memperoleh pengampunan atas dosa-dosanya, dan ia yang tidak akan ditempatkan bersama anjing penjaga kambing dombanya oleh orang Farisi tersebut, ditempatkan oleh Allah bersama-sama dengan anak-anak dalam keluarga-Nya. Alasan untuk ini adalah bahwa kemuliaan Allah menentang orang-orang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati.
o  Orang2 angkuh yang meninggikan diri adalah pesaing2 Allah, karena itu mereka pasti akan direndahkan. Allah, dalam percakapan-Nya dgn Ayub, merujuk kepada bukti ini bahwa Ia adalah Allah, bahwa Ia mengamat2i setiap org yg congkak & merendahkan dia (Ayb. 40:6).
o  Orang yg rendah hati, yg merendahkan dirinya adalah orang2 yg tunduk kepada Allah, dan mereka akan ditinggikan. Allah menyediakan kedudukan tinggi bagi mereka yang mengharapkannya sebagai suatu belas kasihan, tetapi tidak bagi mereka yg menuntutnya sebagai suatu utang dari Dia. Ia akan ditinggikan ke dalam kasih Allah dan persekutuan dengan-Nya, akan ditinggikan dalam kepuasan akan dirinya sendiri, dan pada akhirnya akan ditinggikan setinggi sorga. Lihatlah hukuman atas dosa: Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan. Lihatlah imbalan atas kewajiban:Barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. Lihatlah juga bagaimana kuasa anugerah Allah dalam mendapatkan apa yang baik dari apa yang jahat. Si pemungut cukai tersebut dulunya adalah seorang pendosa besar, namun dari dosanya yang besar didapatkan pertobatan yang besar pula, dari si pemakan keluar makanan. Lihatlah, sebaliknya, kuasa jahat Setan yang mendapatkan apa yang jahat dari apa yang baik. Adalah hal yang baik bahwa orang Farisi tersebut bukan perampok atau orang lalim, namun Iblis membuatnya menjadi angkuh dalam hal ini, sehingga ia menemui kebinasaannya.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.      Untuk dibenarkan oleh Tuhan, pemungut cukai datang dengan penuh kerendahan diri dan penyesalan akan keberdosaannya. Ia menyadari diri tidak layak untuk diampuni, oleh karenanya ia hanya memohon belas kasihan. Di sini, justru kesadaran diri berdosa dan tidak layaklah yang membuatnya dilayakkan menerima anugerah pembenaran.Hal yang sebaliknya terjadi pada si orang Farisi. Ia datang dengan keyakinan yang tinggi akan hidupnya yang benar. Ia datang tidak untuk meminta belas kasih Tuhan. Ia malah dengan bangga memaparkan hal-hal yang baginya adalah bukti kebenarannya. Yesus berkata, orang Farisi tetap tinggal sebagai orang berdosa, sedangkan si pemungut cukai mendapatkan pembenaran dari Tuhan.
2.      Untuk mendapatkan pembenaran dari Allah, kita harus menjadi seperti anak kecil ( Luk 18:17),cirinya ketulusan dan kepolosan, tanpa suatu alasan. Sikap inilah yang diperlukan untuk dapat menyambut uluran tangan kasih Tuhan. Sikap jujur bahwa dirinya membutuhkan jamahan Allah adalah syarat untuk seseorang dijamah Tuhan
3.      Untuk dibenarkan Tuhan ada syaratnya bukan miskin lalu doanya dikabulkan, tapi yg terjepit masalah doanya yg dikabulkan.
4.      Hasil kebenaran adalah mahkota kebenaran yg dikatakan Paulus dan pesan dalam pelayanannya sungguh merupakan akhir dari sebuah pertandingan roh.
5.      Hanya diri kita dan Tuhan saja semua rahasia kehidupan terbuka di mata Tuhan, sehingga pertandingan hidup kita menangkan dan bisa kita pertanggungjawabkan di depan sidang Tuhan di surga nanti.
6.      Jadilah seperti pemungut Cukai, kesadaran akan dosa dan kerendah-hatian yang dibutuhkan dalam menerima pembenaran dalam Tuhan.
7.      Seorang janda yg merana, yatim piatu yang mengajukan doanya, doa mereka inipun sampai ke awan dan dibenarkan oleh Tuhan.
8.      Perasaan ditinggalkan dan dikhianati jua merupakan tanda dibenarkan Tuhan
9.      Kala kita beribadah tujuan kitalah yang dipandang Tuhan, bukan utk pacaran,bukan menyombongkan diri tapi utk bertemu dan minta belas kasihan Tuhan lah yang dibenarkan Tuhan dalam melambungkan doa.
10.   Semua kemampuan kita tidak ada artinya dimata Tuhan, itu semua adalah anugrah dan hanya karena kasihNya lah kita dapat berkarya dalam dunia, jadi akuilah semua ketidakberdayaan kita sehingga kita aman.
11.   Kemampuan berdoa tidaklah sempurna bila tanpa belas kasihan Tuhan, semua kita harus menyadari arti kesempurnaan doa utk memuliakan Tuhan bukan utk memuliakan diri sendiri.

12.   Penyombong iman biasanya membuat masalah (trouble maker),cenderung menghakimi dan akhirnya menyalahkan orang diperlihatkan pada pribadi org Farisi, sedang pemungut Cukai sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar