Minggu, 02 Maret 2014

Iman menghasilkan Kesembuhan

    Iman Menghasilkan Kesembuhan                    Minggu 13 Okt 2013
2 Raj 5:14-17
14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.15 Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: "Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!"16 Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa." Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya menerima sesuatu, ia tetap menolak.17 Akhirnya berkatalah Naaman: "Jikalau demikian, biarlah diberikan kepada hambamu ini tanah sebanyak muatan sepasang bagal, sebab hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan kepada allah lain kecuali kepada TUHAN.
2 Tim 2:8-13
8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.11 Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia;12 jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita;13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."
Luk 17:11-19
11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh 13 dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.17 Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."
Pembahasan
2Raj 5:14-17 Naaman di sembuhkan
Kisah Naaman menunjukkan pemeliharaan Allah (ayat 2Raj 5:1-14), kuasa dan kasih karunia-Nya yang menyelamatkan (ayat 2Raj 5:15-19), dan hukuman  nya atas dosa (ayat 2Raj 5:20-27). Yang menonjol dalam kisah ini ialah kebenaran bahwa kasih karunia dan keselamatan Allah tidak terbatas pada Israel, tetapi bahwa Ia ingin menunjukkan belas kasihan kepada bangsa bukan Israel dan menuntun mereka untuk mengenal Allah yang esa dan benar (lih Luk 4:18-19,25-27). Enam org diperkenalkan dalam kisah ini:istri Naaman, hamba perempuan, Naaman, raja Aram (majkan Naaman), raja Israel,Elisa.4 org yg disebutkan hubnya dg penyakit kusta, mereka mendukung permintaan utk menyembuhkan dia, tapi raja Israel tak berdaya. Elisa dapat menyembuhkannya dg kekuatan Tuhan. Elisa menyuruh mandi 7x disungai Yordan, penderita telah mandi di sungai lain dan menolak mandi di situ. Ia tdk sadar bahwa kekuat an perkataan nabi adalah dari Tuhan, ia mengabaikannya, tapi krn hambanya membujuknya akhirnya melakukan apa yg diperintahkan Elisa dan sembuh. Kesembuhan ini menjadi dasar keimanannya kpd Yahwe, Allah Israel. Ia ingin membayar nabi Elisa, setidaknya membeli tanah Israel, dimana ia kemudian hari mempersembahkan korban dan menyembah Yahwe. Elisa menolak, menyetujui pertobatannya. Namun Gehazi (bujang Elisa) punya pikiran lain, Kekuatan Yahwe telah bekerja melalui Elisa,menyebabkan Naaman sembuh, mengapa tdk mengambil keuntungan utk diri dari kekuatan Yahwe itu? Begitu kiranya motivasi Gehazi meminta talenta dan pakaian pesta, shg dia berbohong,pertama kpd Naaman, lalu kpd Elisa. Elisa mengetahui dan mencela nya dan menghukumnya. Ia menderita kusta spt Naaman, ketidaksetiaan hanya menghasilkan kutuk.
2 Tim 2:8-13
Titik puncak nasehat bagian madah (2:11-13) yg mengundang kita utk menyesuaikan diri dg misteri Paskah dan karenanya kita mengambil bag dalam kemenanganNya. Madah dikenal pada jemaat Timotius, dan pengutipannya mencerminkan kepekaan pastoral pengarang utk menjelaskan nasehatnya dalam istilah2 yg punya makna bagi pendengar. Meski ditujukan pada Timotius, undangan itu berlaku utk kita jua. Pada intinya, mereka menderita bersama Kristus, yg wafat (ayat 11), yg bertahan sampai akhir (ayat 12) akan hidup dan memerintah bersamaNya. Ada kaitannya dg ucapan Yesus “Bangkit dari antara org mati” (ayat 8), dan penderitaan yg dialami Paulus dan Timotius bagi Injil (ayat 9). Kesetiaan kpd Yesusberarti menang bersamaNya, ini brulang kali disebutkan, terutama dalam ungkapan sbg ganjaran pelayanan yg setia (2 Tim 1:15-18, 2 Tim 4:1,8,17-18). Tapi ada masalah dalam ayat 12b-13, bila menyangkal Yesus dmk pula tindakanNya pada kita, spt yg dalam Injil Mat 10:32-33. Tetapi ayat 13 sangat berlawanan, bila kita tidak setia Yesus tetap setia. Kesetiaan Tuhan berkali2 disinggung dalam Surat Paulus(1 Kor 1:9, 1 Kor 10:13, 1 Tes 5:24), berkaitan dg janji bagi pilihan Tuhan & pembenaran oleh iman, tetapi tidak berkaitan dg ketidakperdulian Tuhan akan kedosaan manusia. Namun, surat ini menekankan ganjaran & hukumanbagi pelayanan & kegagalan, tampaknya mengisyaratkan ayat 18 ditambahkan pada teks & bahwa tekanan teologisnyaterletak pada ayat 11-12,ajakan utk menyesuaikan diri dg Yesus, sbg sumber hidup.
Luk 17:11-19 Org Kusta yg tahu terimakasih
Kondisi org kusta jaman Yesus dijelaskan Luk 5:12-16, saat ini rombongan yg menemuiNya tdd org Yahudi, dari Galilea dan Samaria. Kerukunan tdk terjadi, memperlihatkan kondisi mereka tanpa pengharapan,menyebabkan kondisi mereka tergantung satu sama lain. Krn mereka tdk boleh kontak dg yg kusta, (Im 13:45-46),tapi bergantung dg belas kasihan mereka agar hidup, para penderita terpaksa hidup di pinggir kota. Rombongan ini berseru pada jarak ttn, krn mereka mendengar ttg belas kasihan dan penyembuhan Yesus yg besar. Yesus hanya memberi perintah spt yg dilakukan Elisa kpd Naaman (2Raj 5:10-12), berarti cobaan akan iman dan ketaatan mereka. Mereka harus menunjukkan diri pada para imam, yg bertg jw menilai apakah seorg kusta boleh kembali/ tdk,(Im 14:2). Mereka mentaatiNya,pergi utk melaporkan kesembuhan mereka.Hanya seorg dari mereka yg kembali utk mengungkapkan betapa berterima kasihnya pada Tuhan. Ia menganggap semua dari Tuhan, dg terus terang menyanyikan lagu pujian. Rasa tidak tau berterima kasih dari yg lain perlu disesali, tapi justru yg kembali adalah org Samaria (yg tdk boleh berhub dg org Yahudi), sangat mengejutkan Yesus dan org banyak ayat 16,18.PesanNya terakhir utknya spt pada perempuan di rumah org Farisi(Luk 7 :50), dan pada perempuan sakit pendarahan yg disembuhkan. Iman mereka menyembuhkan sakitnya, Bagi org Samaria kesembuhan ini mendatangkan “KESELAMATAN”/kesembuhan menyeluru, dan hub yg erat dg Tuhan.
Penyakit.
1. Dalam PL bukan merupakan sebuah gejala fisiologis, melainkan sebuah hukuman yang dikirimkan oleh Tuhan (Kel 9:14-15; Bil 12:9-14), dari Yahwe sendiri (2Sam 6:7; Mazm 69:27), atau berhubungan dengan seorang malaekat Yahwe (2Sam 24:16-17), juga suatu pekerjaan seorang à Demon/roh jahat (1Sam 16:14-15), atau dari setan (Ayb 2:7). Sebagai hukuman penyakit adalah akibat dari dosa (Im 26:14-16; Ul 28:21-22 dbtl.) dan sekaligus menunjuk orang sakit sebagai orang berdosa (Ayb 9:29; Yes 53:4). Orang sakit itu dihindari, diejek, dan disendirikan dari masyarakat sebagai najis seperti orang kusta. Di dalam sastra nabiah ~P merupakan lukisan dari ketidaksetiaan dan kedosaan terhadap Yahwe oleh bangsa yang telah murtad (Yes 1:4-6) maupun sedang dihukum (Yer 8:17-18; Rat 1:13-14). Lambat-laun barulah timbul pengalaman yang menyatakan, bahwa penyakit adalah sebuah percobaan (Ayb 2:5-6), penertiban, pembersihan (Tob 11:15) atau peringatan. Seperti halnya pandangan tentang datangnya penyakit, demikian pula tentang penyembuhannya oleh Yahwe (Kel 15:26). Si sakit mencari penyembuhan itu lewat doa (2Raj 20:2-3) atau lewat korban (2Raj 24:18-25). Seni usaha tabib (2Raj 8:29) dan cara kerja obat itu dikembalikan kepada Tuhan (minyak balsem, bobokan, salf).
2. Dalam PB, banyak sekali ditemukan pandangan PL perihal penyakit dan sebab-musababnya (Luk 13:11,16; Yoh 9:2; 1Kor 11:30-32.). Meskipun demikian Yesus menunjukkan sebuah fungsi baru dari penyakit itu. Olehnya karya-karya Allah akan dinyatakan (Yoh 9:3). Melawan orang sakit termasuk ke dalam golongan karya kemurahan hati (Mat 25:34-45; Luk 10:30-37). Penyembuhan mukjijat yang banyak sekali dibuat oleh Yesus (: serta para muridNya) merupakan tanda kedatangan zaman Mesias (Mat 11:4-5).
Bermacam2 penyakit yang disebutkan dalam Alkitab sulit untuk diidentifikasi dgn nama2 modern. Pada zaman Alkitab penyakit dan cara penyembuhannya merupakan hal yg sangat penting, dan kadang2 dianggap berasal dari Allah sbg “hukuman” dosa seperti ketika penyakit sampar menerpa seluruh bangsa karena kelancangan Daud dalam melakukan sensus penduduk (2Sam. 24). Namun, pandangan yg dmk ttg Allah telah dimodifikasi dalam Kitab Tawarikh (1Taw. 21:1, bnd. 2Sam. 24:1), yg menganggap seluruh episode tsb disebabkan oleh setan. Dalam PB dikatakan bahwa setan dan ciptaan2 nya adalah penyebab penyakit (Mrk. 1:25; Luk. 13:16, 32). Hubungan antara dosa dgn penyakit dipertanyakan oleh Ayub (2:10) dan oleh Yesus (Yoh. 9:1-3). Begitu banyak wajah rusak, keluhan2 pilu, kasus2 kelumpuhan dan penyakit mental, cacat tubuh atau anggota badan, tidak memadainya perawatan medis (Mrk. 5:26) dan diagnosis (1Sam. 16:15), semua itu memberi kesaksian ttg ketidakabadian hidup ini, sebagai bagian penting konteks pewartaan Alkitab.

NAAMAN

Seorang panglima di bawah Raja Benhadad dari Aram yang mengidap penyakit kusta. Dari seorang budak anak perempuan Israel ia mendengar bahwa Nabi Elisa memiliki kemampuan luar biasa untuk menyembuhkan. Naaman dikirim oleh rajanya ke Samaria dengan membawa surat untuk raja Israel (yang pada waktu itu nyatanya tunduk kepada Aram). Elisa menyuruh Naaman mencuci dirinya di Sungai Yordan, dan ia sembuh. Naaman lalu bersumpah untuk menyembah Yahweh dan, dengan anggapan bahwa Allah hanya dapat disembah di tanah-Nya sendiri, Naaman mengangkut tanah dari Israel sebanyak muatan sepasang bagal (2Raj. 5) ke Aram.(Na'aman= “menyenangkan, sedap”). Panglima tertinggi yg sangat berhasil di bawah Ben-Hadad, raja Damsyik dan musuh tengik Israel (bnd 1 Raj 20). Riwayatnya diceritakan dalam 2 Raj 5. Dia 'seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi... sangat berani, tetapi... seorang sakit kusta'. Di Israel penderitaan ini akan menyebabkan dia dibuang dari masyarakat (bnd Im 13; 14), tapi di Siria penyakit itu tidak menghalangi dia memegang jabatannya yg tinggi.Berdasarkan ucapan gadis belia Israel yg ditawan dan menjadi pelayan di rumahnya “ucapan itu disampaikan kepada raja” maka raja menyuruh Naaman ke Samaria untuk mencari penyembuhan kepada Elisa. Ia membawa persembahan-persembahan yg pantas sesuai maksud dan pangkatnya (C. F Keil, The Books of the Kings, hlm 317). Kendati sambutan tidak menyenangkan dan bahkan merasa dihina, baik karena cara penerimaan apalagi nasihat yg diberikan oleh nabi itu, Naaman dibujuk menuruti perintah-perintah Elisa, berdasarkan pikiran sehat yg mengesankan dari pegawai-pegawainya ('seandainya nabi itu menyuruh Bapak melakukan perkara yg sukar, bukankah Bapak akan melakukannya?').
Setelah tahir dari penyakit kustanya, Naaman mengakui bahwa Allah Israel adalah satu-satunya Allah yg benar, dan ia meminta membawa tanah Kanaan sebanyak muatan sepasang bagal -- mungkin tanda keyakinannya bahwa Yahweh dapat disembah hanya pada tanah-Nya sendiri (bnd Kel 20:24). Sesuai pemikiran kafir pada masa itu, sinkretisme keagamaan diperbolehkan (mungkin juga malahan diingini). Jadi Naaman mengajukan pertanyaan yg menarik, apakah dia boleh secara pura-pura menyembah berhala, apabila pada masa mendatang dia mendampingi raja Siria di kuil Rimon untuk sujud menyembah di sana. Elisa tidak menanggapinya. Tahir dari penyakit kusta dan dengan iman baru, Naaman rela menyodorkan kepada petualang Gehazi beberapa persembahan, yang telah ditolak oleh Elisa.Suatu legenda Yahudi yg dipelihara Yosefus (Ant., 8. 414) menyamakan Naaman dengan orang yg 'menarik panah dan menembak dengan sembarangan saja' dan melukai Ahab sampai mati (1 Raj 22:34), tapi ini tidak pernah dibenarkan atau diperkuat sumber lain. Naaman juga telah disebut secara ringkas pada Luk 4:27.Nama yg sama telah diberikan kepada seorang cucu Benyamin (Kej 46:21) yg keturunannya adalah kaum orang Naaman (Bil 26:40), juga kepada seorang anak Ehud (1 Taw 8:7), yg dianggap oleh beberapa orang sama dengan yg disebut terdahulu.
GEHAZI
Arti nama: PENYANGKAL, TUKANG INGKAR, TUKANG MENGURANGI
Bujang Elisa (2Raj. 4:12). Setelah Elisa menyembuhkan Naaman, panglima raja Aram yang menderita sakit kusta, Gehazi secara tidak jujur mendapatkan upah atas penyembuhan itu, dan karena kejahatan tersebut ia ditimpa kusta (2Raj. 5:27).Hamba Elisa. Mungkin dialah 'hamba' yg tidak disebut namanya dalam 2 Raj 4:43 dan 'hamba' dalam 2 Raj 6:15. Tapi secara khusus namanya disebut pada tiga kesempatan.Dalam 2 Raj 4 ia mengatakan bahwa Elisa patut memberi upah kepada perempuan Sunem dengan menjanjikan seorang anak laki-laki. Di kemudian hari ia mengambil tongkat Elisa, meletakkannya di atas anak yg telah meninggal dengan harapan dapat mengembalikan nafas anak itu, namun sia-sia.Dalam 2 Raj 5, Elisa menolak menerima hadiah dari Naaman yg sembuh dari penyakit kustanya. Gehazi memperoleh hadiah2 itu bagi dirinya sendiri atas alasan2 palsu. Sebagai hukumannya Gehazi kena penyakit kusta Naaman. Kusta dalam 2 Raj 5:27 dapat dibandingkan dengan jenis kusta dalam Im 13:12-13. Apabila penyakit kulit yg khas demikian, entah penyakit kulit apa pun itu, mengubah seluruh kulit menjadi putih, maka penderita masih 'bersih', dan tidak dikucilkan. Jadi Gehazi boleh tetap menjadi hamba Elisa.
Dalam 2 Raj 8:1-6 Gehazi menceritakan kepada raja Yoram tentang anak perempuan Sunem dihidupkan kembali. Sementara ia bercerita datanglah perempuan itu sendiri menghadap raja, memohon hak miliknya dipulihkan.
Air.
Air menduduki tempat pertama di antara bahan2 yg penting untuk hidup (Sir 29:21; 39:26). Di daerah yg tidak bermata air orang mengumpulkan Air hujan di dalam kolam-gua bawah tanah untuk musim kering. Kolam gua (perigi) itu dipahat dalam padas (Ul 6:10-12; Neh 9:25) yang dibuat dengan dinding2 tertutup rapat agar tahan air (Yer 2:13). Kolam gua itu mempunyai lubang kecil di atasnya yg dibuat melebar kedalam. Kolam gua itu tidak hanya dibuat di desa atau di daerah skty, melainkan juga di padang terbuka utk mendapatkan air bagi binatang ternak piaraan (2Taw 26:10). Kolam gua yg kering dijadikan tempat persembunyian (1Sam 13:6), atau penjara (Yer 38:6-13), atau tempat penyimpanan bahan makanan di waktu perang (Yer 41:8). Di samping itu orang membuat penggalian sumber2 air yg mencapai Air di dalam tanah. Untuk menghindarkan kota yang sedang dikepung musuh terputus dari sumber air, sebab kebanyakan kota terletak di daerah dataran, maka orang membuat terowongan di bawah tanah dari kota sampai pada sumber air itu. Air yg demikian itu kini terbongkar lewat penggalian2. Terutama di (à) Hazor (yang paling hebat pembuatannya), Gibeon, Megido dan di Taanakh (:bdk. pula:àSiloam). Akhirnya Air hujan juga dikumpulkan dalam kolam terbuka (2Sam 2:13; 1Raj 22:38; Kid 7:5). Mengambil air merupakan tugas para wanita (Kej 24:11,15; 1Sam 9:11; Yoh 4:7). Air merupakan minuman yg umum dan dicampur dengan cuka (Rut 2:14) / dgn anggur (2Mak 15:39). Pada bidang ibadat orang menggunakan Air untuk pencucian rituil. Kesaksian2 pertama dalam hal tsb adalah Kej 35:2 dan Kel 19:10. Di kemudian harinya ritus2 pembersihan itu semakin kompleks jadinya (Mat 15:2;Mark 7:3-4). Pencucian kaki yg semula adalah sebuah perbuatan profan memperoleh nilai religius di dalam Perjamuan Malam yg terakhir (Yoh 13:1-17). Air yg mengandung kekuatan melangsungkan kehidupan dan mengandung pula kekuatan pembersihan, mengakibatkan timbulnya kata2 kiasan yang kaya akan makna : Mulut orang benar (Ams 10:11), kebijaksanaannya (Ams 16:22) dan ajarannya (Ams 13:14) disebut "Sumber air hidup". Yahwe (Yer 2:13; 17:13) dan Yesus (Yoh 7:37-39; 4:10,13-14) menyebut Diri "Sumber air hidup". Berkat2 illahi dan harta kekayaan Mesias muncul dalam gambaran air yg meluap2 (Yes 11:9; 32:2,20 dbtl). Kerinduan akan Tuhan dilukiskan sbg (rusa dll) yg haus dan mendambakan air (Mazm 63:2; 143:6).
Dari ke tiga bacaan kami belajar:
1.     Belas kasihan dan pengampunan menyembuhkan org yg berpenyakit berat.
2.     Kemampuan Elisa menyembuhkkan diulang Yesus utk mengingat kita bahwa air adalah sumber kehidupan,air menyegarkan, air menyejukkan dan menyembuhkan berbagai dosa dan penyakit.
3.     Iman yg berterima kasih hanya dimiliki org yg percaya Yesus sbg penebus/ penyembuh segala penyakit, bila tidak, kesembuhan tdk akan terjadi.
4.     Penyangkalan/kebohongan (spt sikap Gehazi) menghasilkan kutuk yg tdk menyelamatkan hidup yg fana.
5.     Naaman sangat menyenangkan hati Elisa dan Tuhan dalam bertindak sesuai dg arti namanya.
6.     Ketaatan melahirkan kesetiaan karena kesabaran yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu dan panjang.
7.     Kesetiaan Yesus tiada batas kepada manusia, hanya manusia selalu membatasi kesetiaan, Karena diriNya tidak dapat menyangkal keberadaanNya.
8.     Dalam hikmat kebijaksanaanNya lah Yesus menyuruh dan demikian jua Elisa utk para kusta membersihkan diri dalam air (krn dalam perkataan Elisa dan Yesus terdapat makna hidup spt air kehidupan)

9.     Tuhan selalu berpihak pada keadilan dan memiliki belas kasihan pada org yg berdosa (penyakit), karena Ia datang bukan utk para org yg sehat dan bugar, tapi org yg sakit dan berdosa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar