Minggu, 02 Maret 2014

Kerendahan Hati

Sir 3;17-18,20,28-29
17 Lakukanlah pekerjaanmu dg sopan, ya anakku, maka engkau akan lebih disayangi daripada org yg ramah tamah. 18 Makin besar engkau, makin patut kaurendahkan dirimu, spy kaudapat karunia di hadapan Tuhan. 20  Sebab besarlah kekuasaan Tuhan, dan oleh yang hina dina Ia dihormati. 28 Kemalangan tidak menyembuhkan org sombong, karena tumbuhan keburukan berakar di dalam dirinya. 29 Hati yg arif merenungkan amsal, & telinga pendengar merupakan idaman org bijak.
Ibr 12: 18-19.22-24a
18 Sebab kamu tidak datang kpd gunung yg dapat disentuh dan api yg menyala2, kpd kekelaman, kegelapan dan angin badai,19 kpd bunyi sangkakala & bunyi suara yg membuat mereka yg mendengarnya memohon, spy jangan lagi berbicara kpd mereka, 22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yg hidup, Yerusalem sorgawi & kpd beribu2 malaikat, suatu kumpulan yg meriah, 23 & kpd jemaat anak2 sulung, yg namanya terdaftar di sorga, & kpd Allah, yg menghakimi semua org, & kpd roh2 org2 benar yg telah menjadi sempurna, 24 dan kpd Yesus, Pengantara perjanjian baru,& kpd darah pemercikan
Luk 14:1,7-14
1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari org2 Farisi utk makan di situ. Semua yg hadir mengamat-amati Dia dg seksama. 7 Krn Yesus melihat, bahwa tamu2 berusaha menduduki tempat2 kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kpd mereka: 8 “Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin org itu telah mengundang seorang yg lebih terhormat dari padamu, 9 spy org itu, yg mengundang engkau dan dia, jangan datang & berkata kpdmu: Berilah tempat ini kpd orang itu. Lalu engkau dg malu harus pergi duduk di tempat yg paling rendah. 10 Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yg paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silahkan duduk di depan. Dan dg demikian engkau akan menerima hormat didepan mata semua tamu yg lain. 11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan & barangsiapa merendahkan diri,ia akan ditinggikan.” 12 Dan Yesus berkata juga kpd org yg mengundang Dia:” Apabila engkau mengadakan perjamuan siang /perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat2mu /saudara2mu / kamu keluargamu /tetangga2mu yg kaya, krn mereka akan membalasnya dg mengundang engkau pula dan dg demikian engkau mendapat balasnya. 13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah org2 miskin, org2 cacat, org2 lumpuh dan org2 buta. 14 Dan engkau akan berbahagia, krn mereka tdk mempunyai apa2 utk membalasnya kpdmu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan org2 benar.”  
Pembahasan
Kitab Sirakh
Lima kitab dalam Perjanjian Lama, yaitu kitab Ayub, Amsal, Pengkhotbah, Bin Sirakh dan Kebijaksanaan Salomo, diberi judul bersama: "Kitab-kitab Kebijaksanaan" / "Kitab2 Hikmat". Kitab2 Kebijaksanaan itu mencerminkan suatu pikiran yg dijumpai dalam bagian2 tertentu Kitab Tobit dan Barukh.
Kesusasteraan "Hikmat" semacam itu berkembang di seluruh dunia Timur dahulu. Sejak zaman bangsa Sumer di negeri Mesopotamia ada pengarang yg menciptakan pepatah2, dongeng2 dan juga syair2 yg bertemakan penderitaan dan yg boleh dibandingkan dgn kitab Ayub. Dari kalangan2 yg berbahasa Aram asalnya  "Hikmat Ahikar", yg dikarang di negeri Asyur, lalu diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa kuno. Maka kebijaksanaan itu mempunyai sifat internasional. Hikmat itu tidak lain kecuali peri kehidupan yg baik, sebagaimana layak bagi org yg berpendidikan. Tetapi oleh karena tidak senantiasa demikian halnya, maka pengalaman sedih itu membenarkan sikap pesimis dan muram yg diuraikan beberapa karya kebijaksanaan, baik yg digubah di negeri Mesir maupun di negeri Mesopotamia.
Hikmat kebijaksanaan semacam itu juga dikenal orang2 Israel. Untuk memuji- muji hikmat raja Salomo, Alkitab menegaskan bahwa kebijaksanaan raja itu melebihi kebijaksanaan Bani Timur dan orang2 Mesir, 1Raj 4:30. Kitab Amsal memuat perkataan Agur, Ams 30:1-14,& perkataan Lemuel, Ams 31:1-9, yg berasal dari suku Masa, sebh suku yg hidup di bag Utara neg Arab, Kej 25:14.
Tidak mengherankan bahwa karya2 hikmat pertama yg dikarang di Israel tidak lain kecuali kumpulan2 sejumlah besar pepatah yg serupa dgn yg lazim di luar Israel. Sebab karya2 itu berasal dari daerah yg sama. Kecuali kitab Bin Sirakh dan kitab Kebijaksanaan Salomo, yg dua2nya dikarang di kemudian hari, kitab2 Kebijaksanaan tidak menyinggung tema2 yg biasa muncul dalam Perjanjian Lama, yakni: Hukum Taurat, perjanjian pemilihan, keselamatan. Para bijak di Israel tidak menyibukkan diri dgn sejarah / masa dgn bangsanya. Dan perbedaan yg mengutamakan bijak di Israel dari rekan2nya diluar negeri itu semakin jelas dalam perkembangan Wahyu. Hikmat yang diperlawankan dgn kebodohan di Israel menjadi kebenaran, yg lawannya ialah ketidakbenaran / takwa yg berlawanan dgn kefasikan. kebijaksanaan dalam utusan politik
Hikmat manusiawi dapat dipakai untuk hal2 yg baik & yg jahat. Dalam karya penciptaan Allah menusia dapat menatap hikmat itu, tetapi tidak sanggup menyelaminya, Sir 28:1-26; Sir38:1-39:Sir 35 ; Sir 1:1-10; Sir16:24  dst; Sir 42:15-43:33 , dll. Dalam bagian pembukaan kitab Amsal yang panjang, Ams 1:1-Ams 9:18. Hikmat Allah bertitah sebagai pribadi; Ia berada dalam Allah sejak awal-mulanya & bergiat bersama dgnNya dalam penciptaan, lihat terutama Ams 8:22-31.Dalam Ayb 28 ditanyakan bahwa Hikmat itu berbeda dengan Allah, satu-satunya yang tahu di mana Hikmat itu menyembunyikan diri. Dengan demikian maka hikmat sebagai sifat Allah menjadi terpisah dari padaNya dan pribadiNya. Dalam terang kepercayaan. Sama seperti Hikmat itu, demikian Logos yg disebut oleh Yohanes, sekaligus berada di dlm Allah & di luar. Begitulah Allah mengganjar orang yg baik dan menghukum yg jahat. Pendirian yg sama masih terdapat dlm bagian pembukaan kitab Amsal, Ams 3:33-35; Ams 9:6 dan Ams 18. Ajaran itu menjadi dasar pengajaran kebijaksanaan dan berupa kesimpulan yg diambil dari dunia yg dibimbing oleh Allah yg berhikmat dan adil. Ajaran itu dianggap berdasarkan pengalaman. Tetapi atas persoalan yg diajukan oleh org bertakwa yg menderita tidak ada jawaban yg memuaskan hati selama dipertahankannya ajaran ttg pembahasan di dunia. Kitab Bin Sirakh pun mempertahankan pendirian yg sama. Bentuk sastera kebijaksanaan yg paling sederhana & paling kuno ialah "masyal",  inilah (dalam bentuk jamak) judul kitab yg kita sebut kitab Amsal. Perkembangan yg sudah terasa dalam bagian2 pendek yg ditambahkan pada kitab Amsal dan terlebih dalam bagian pembukaannya, Ams 1:1 – Ams 9:18, ini, dgn cepat berkembang dalam kitab2 Kebijaksanaan yg berikut. Memang kitab Ayub dan kitab Kebijaksanaan Salomo merupakan karya sastera yg besar.
Pengalaman2 mengenai dunia dan manusia yg turun-temurun terkumpul akhirnya terungkap dalam bentuk petuah dan peribahasa yg lazim di kalangan kaum tani, dalam wejangan2 pendek yg bertujuan membina akhlak dan menjadi patokan bagi kelakuan yg baik. Hikmat kerakyatan itu berkembang terus sejalan dgn terbentuknya kumpulan petuah kebijaksanaan. Hikmat kerakyatan misalnya mencetuskan pepatah2 yg terdapat dalam 1Sam 24:14; 1Raj 20:11, dan dongeng2 dalam Hak 9:8 -15 dan 2Raj 14:9. Pendeknya pepatah2 yg mudah dapat dihafal itu menjadi pengajaran lisan. Sir 38:24 – Sir 39:11 memuji para penulis yg mendapat kesempatan untuk memperoleh hikmat, sampai memperlawankan para penulis dgn para tukang dan pekerja. Dari kalangan para penulis yg berhikmat asalnya pegawai2 raja dan justru terutama di istana raja berkembanglah kebijaksanaan itu. Semuanya itu juga dijumpai di negeri2 Timur yg lain, seperti di negeri Mesir / Mesopotamia, di mana hikmat dibina dan berkembang. Tetapi para bijaksana bukan hanya pengumpul pepatah2 yg sudah tersedia;mereka juga menciptakan dan menuliskannya. Kalangan para berhikmat cukup berbeda dgn kalangan2 yg menghasilkan karangan2 para imam dan kitab para nabi. Berbeda-beda pula apa yg menyibukkan ketiga golongan itu. Para bijaksana itu tidak begitu memperhatikan ibadat dan tidak begitu tergerak hatinya oleh kemalangan2 yg melanda bgs mereka dan mereka juga tidak tertarik kepada pengharapan yg menyemangati bangsa Israel. Inilah persekutuan antara penulis (yg berhikmat) dgn ahli Kitab, seperti yg kita jumpai di masa pewartaan Injil.
Penggabungan hikmat dgn hukum Taurat itu dalam PL merupakan akhir suatu perkembangan yg menempuh perjalanan yg makan banyak waktu. Dgn dialah dihubungkan kedua kumpulan pepatah2 yg paling penting dan tertua dalam kitab Amsal, Ams10-22 dan Ams 25- 29. Inipun sebabnya mengapa seluruh kitab Amsal diberi judul: Amsal2 Salomo bin Daud, Ams 1:1 Nama Salomo itu juga dicantumkan pada kitab Pengkhotbah, kitab Kebijaksanaan Salomo dan kitab Kidung Agung. Seluruh pengajaran hikmat kebijaksanaan yg tahap demi tahap disampaikan kepada umat terpilih mempersiapkan penyataan Hikmat yg telah menjadi daging hanya "yg ada di sini lebih dari pada Salomo", Mat 12:42.
Sirakh 3:17-29 Kerendahan Hati
Hendaknya kita ingat di sini keadaan si Bijak dan murid2nya. Dg latar belakang dmk, pengajaran mengenai kerendahan hati terdengar sangat dramatis. Dalam ayat 17-18, ia memulainya dg motif: dicintai org lain, diberi ganjaran oleh Allah. Ayat 20 menambahkan hal lain:ucapan mengenai kekuasaan ilahi dan kehormatan kepada yg hina dina. Ayat 21-24 bernada negatif. Sirakh mengemukakan konsep lain, yg khas dari tulisannya, yaitu nasib seseorang dalam kehidupan. Ia berlawanan dg pemikiran Yunani, yg menekankan kebebasan utk menyelidiki. Bagi Bin Sirakh, nasib seseorang dalam kehidupan mencerminkan tatanan yg diciptakan Allah. Ayat 23 merup argument dari pengalaman pribadi. Ayat 24 mengemukakan sebuah contoh dari alam, yg dimaksudkan utk menjadi cerminan mengenai hidup saleh. Dalam ayat 26-28, pengarang memperlawankan org yg keras kepala dg yg rendah hati. Ucapan mengenai penghukuman di sini sangat penting bagi gagasan bin Sirakh: setiap tindakan memiliki hadiahnya sendiri yg terkait dgnya. Akibatnya tidak dapat di hindari.Bagian ini diakhiri dg sebuah komentar umum (ayat 29). Amsal dmk merup ucapan bijak, yg biasanya layak diingat2 dan tajam, singkat, meringkas pengalaman manusiawi. Itu merup khazanah bagi para guru kebijaksanaan (Sir 6:35, Sir 8:8, Sir 13:26, Sir 20:20, Sir 21:15)
Ibr 12:18-29
Rupanya ada perubahan pemikiran scr tiba2, bila kita baca ayat 18, tapi bukan, dimulai dg kata sebab, Teladan “Esau” merupakan sebuah peringatan, bukan ancaman. Org Kristiani tdk harus hidup dg ketakutan meniru kegagalan dari tokoh2 dalam sejarah keselamatan yg nyata sbg suatu ancaman krn mereka memiliki keuntungan2 yg tidak dimiliki org2 zaman dahulu. Dalam bagian yg sungguh lancar, pengkotbah memperlawankan pendekatan org2 Israel dulu ke gunung Sinai, tempat hukum dan PL, dg pendekatan org Kristiani  thdp Yerusalem surgawi di gunung Sion, ”tempat “ dari PB yg diperantarai oleh Kristus (Ayat 24). Yg dipersoalkan adalah dua masalah teologi yg mendasar. 
Pertama, mendekati Allah. Pendekatan org2 Israel, menurut cerita Keluaran, dalam keadaan terbalik adalah tdk langsung dan dalam keadaan terburuk adalah rasa enggan. Mereka mengalaminya dalam suasana takut dan gemetar (ayat 21). Sebaliknya org2 Kristiani mendapat berkat atas kurban penyelamatan Kristus, mendekati Allah dalam kepercayaan dan kemuliaan . 
Kedua berkaitan dg waktu. Mendekatnya org Kristiani kpd Allah telah dimungkinkan oleh masuknya Yesus ke dalam tempat kudus surgawi, tetapi bagi org Kristiani perorangan jalan masuk ini,mengikuti org Pendahulu, masih tetap dimasa datang. Di sini kita memperlawankan dua kutub dari “Sudah” dan “Belum”, yg jua merupakan ciri pemikiran dari penulis PB spt Paulus.
Gban org2 Israel di Gunung Sinai (gereja Gn Sinai yg penuh dg tradisi dan aturan)dalam ayat 18-21 dilukiskan dg rincian yg diambil dari Kel 19 dan bagian PL yg lain. Bagian ini jelas di pilih, dimaksudkan utk menekankan aspek menakutkan dan menyeramkan dari PL berlawanan dg gban dari Gunung Sion (ayat 22-24 digambarakan sbg gereja Gn Sion yg penuh dg gejolak dan mengobarkan Api Roh Kudus). Dalam bagian yg terakhir, kini menemukan adegan Allah bertahta di surga, bersama iringan para malaikat. Kelompok yg disebut dalam ayat 23 ditafsirkan dg berbagai cara. Barangkali “jemaat anak2 sulung” menunjuk kpd org2 Kristiani dari generasi yg lebih dahulu, dan “roh2 org2 benar yg telah menjadi sempurna” pada para pahlawan iman dari PL, yg sekarang mendekat kpd Allah bersama org2 Kristiani (Ibr 11:39-49). “Darah pemercikan” dari ayat 24 menunjuk kematian Yesus yg ditafsirkan sbg kurban perjanjian (Ibr 9:15-22). Berbicara dari surga, ini diperlawankan dg darah Habel yg sudah disebut dalam Ibr 11:4 (Kej 4:10) yg berseru dari bumi.  Ayat 25 mengulangi argument yg sekarang sudah dikenal (Ibr 10:26-31) memperingatkan bahwa org2 Kristiani yg tidak mendengarkan Allah berfirman melalui kurban Kristus di surga beresiko mendapat hukuman lebih keras daripada org2 Israel yg menolak menaati Allah yg berfirman di Gunung Sion. Pentingnya mendengarkan FT mengingatkan permulaan kotbah. Suara Tuhan diiringi oleh gempa bumi (ayat 26) di gunung Sinai (Menurut Mzm 68:9). Ia telah berjanji dalam Hag 2:6 Sebab, beginilah TUHAN alam berfirman: Sekali lagi, sedikit waktu lagi maka Aku akan mengguncangkan langit, dan bumi, dan lautan, dan daratan utk menggetarkan bumi sekali lagi dimasa yad, dan yg tetap tinggal hanya Kerajaan Abadi tak tergoyahkan bagi mereka yg setia kpdNya. Krn Yesus telah memungkinkan org mendekati Allah, pengkotbah dapat menjamin para pendengarnya bahwa mereka berada dalam proses utk menerima Kerajaan. Bagian utama dari kotbah berakhir (ayat 29) dg kutipan Ul 4:24 Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Dialah Allah yang cemburu, peringatan yg bagus bahwa keadilan Allah hendaknya mendorong org Kristiani utk tetap setia kpd Nya  
Luk 14:1,7-14
Tiga kali Lukas mengungkapkan peristiwa Yesus yg ada di rumah Farisi, mengamati dan menunggu kesalahan Yesus. Yesus mengarahkan perumpamaan kpd para tamu dan memberi nasehat kpd tuan rumah.  Dalam kedua pembicaraan, Ia mengacu kpd motif dasar. Para tamu diminta spy jangan mencari tempat terhormat dalam perjamuan bukan karena cara menyombongkan diri semacam ini salah, melainkan spy kelak mereka dihormati. Tamu2 terhormat terkenal  suka datang terlambat utk mencari perhatian ketika mereka menuju tempat duduknya. Pokok masalahnya dapat ditafsirkan sbg suatu saran utk tidak mencari kehormatan duniawi scr terus terang. Yesus mempergunakan gban biasa spy dapat lekas dipahami. Intinya tercantum dalam pernyataan: barangsiapa meninggikan diri akan diindahkan dan barang siapa merendahkan diri akan ditinggikan. Peninggian diri hendaknya jangan dicari, baik scr terus terang maupun scr sembunyi2. Sebelumnya Yesus pernah memarahi para murid krn mencari tempat terhormat (Luk 9:46-48).
Motif serupa yg tidak layak tampak sekilas dalam kata2 Yesus kpd tuan rumah. Kesannya ialah bahwa undangan makan bersama diberikan spy mendapat balasan, ganti diundang. Dalam kasus org miskin, siapa melayani org akan mendapat hadiah kebangkitan bersama org saleh. Hal yg dimaksudkan ialah dalam melakukan pekerjaan baik kita, hendaknya bebas, tanpa memperdulikan keuntungan, membiarkan pembalasan pada Allah. Inilah jalan yg ditempuh Yesus dalam berbuat baik, mengosongkan diri bagi org lain tanpa memperhitungkan kerugian. Tampak kesan berlebihan org Semit dalam pernyataan, hendaknya org jangan mengundang sahabat, sanak saudara, dan para tetangga. Kerajaan Allah adalah bagi semua org dan keramahan kita hendaknya merangkul semua org,khususnya mereka yg tidak diperhatikan org2 yg mempunyai motif mementingkan diri sendiri.  
Dari ke tiga bacaan diatas kami belajar:
1.       Kecongkakan akan menjatuhkan org dalam kehidupan di masa yg akan datang, maka rendah hatilah dalam kemajuan  usahamu, maka Tuhan beri karunia berkat karena kemalangan tdk menyadarkan org congkak dan sombong.
2.       Pencarian kehormatan di dunia dipandang rendah oleh Yesus, kerendahhatianlah yg diidamkanNya.
3.       Makna kerendahhatian mencapai segala aspek: keluarga inti, sahabat, tetangga, masyarakat, sehingga figure Yesus nampak bukan keegoisan manusia (munafik) yg dipandang orang, sedang org dalam bisa menilai bahwa kita yang sebenarnya.
4.       Dalam bekerja harus sopan, menjunjung tinggi semua moral yang dipandang baik dalam masyarakat dan harus ramah tamah, berhubungan dg KASIH dan kelemahlebutan spt sikap Yesus dalam melayani, sehingga org melihat kita sbg pengikut Yesus yang beda dg org yg tidak percaya pada Yesus.Nilai BEDA adalah label utk kita (org takut akan Tuhan).
5.       Dalam Amsal, Kitab Kebijaksanaan, dan Sirakh terdapat perkataan kebijaksanaan Salomo yg harus kita renungkan dan laksanakan, bukan hanya diucapkan dan dihafalkan, hingga timbullah perilaku rendah hati yg terlihat spt Yesus.
6.       Ayat”Kpd gunung yg dapat disentuh dan api yg menyala2, kpd kekelaman, kegelapan dan angin badai, kpd bunyi sangkakala & bunyi suara yg membuat mereka yg mendengarnya memohon, menunjukkan ibadat berhala, ibadat gereja Bukit Sionlah yg diidamkan Tuhan bukan gereja Gn Sinai yg mengarahkan pada tradisi, ritual dan bacaan yg sama dari tahun ke tahun (KS terdapat 31.175 ayat, 1.189 pasal  tidak hanya diulang2 dalam tiap tahun).
7.       Kota Yerusalem baru (surga) diperuntukkan bagi manusia yg rendah hati dan mengutamakan Yesus sebagai pusat hidup, berbaju putih (hidup kudus Ibr12:23), mereka semua nanti yang menghakimi dunia di akhir jaman dg ribuan malaikat dan Yesus sendiri.
8.       Org Farisi yang selalu mengamati terkadang sering kita lakukan pada sesama yg lahir baru, karena penghakiman yg telah kita kotakkan dalam pikiran kita thdp seseorang, dukunglah mereka, rubahlah paradikma (penghakiman) anda dan berkati mereka sehingga mereka terus hidup kudus dan mencerminkan pribadi Yesus dan bercerminlah kita.
9.       Mudah untuk menghakimi orang tapi kalau kita dihakimi orang akan menjadi boomerang yg pahit di surga nanti. Sehingga Tuhan akan berkata ”Siapa kamu, yg berbuat kejahatan, Aku tidak mengenalmu, enyahlah”.
10.    Tempat kehormatan sering dijadikan rebutan manusia duniawi, mencari uang dan kemegahan lainnya, yang tidak ada artinya dimata Yesus, sikap kerendahan hatilah yang ditonjolkan dan diharapkan saat nanti kita menghadap tahta surga.
11.    Org buta, miskin melambangkan ketidak mampuan, kekurangan, kehinaan & ketiadaan, hal ini yang perlu diberikan bagi para manusia yang kaya (mampu,lebih, hebat, berada, tdk diperhatikan) dalam kehidupan bermasyarakat, pemberian ini tidak bisa dibalas, tidak bisa disamakan dg kekayaan dan hal ini yang diterima Tuhan dalam kemahaKuasaanNya kelak.

12.    Sikap pengosongan diri (membiarkan Tuhan menilai), tidak memperdulikan keuntungan, sikap ini yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas, kerja,usaha dan bermasyarakat, karena banyak org yg menantikan kenaikan pangkat/ moment untuk dipromosikan jabatan/ berebut mencari perhatian bos, sehingga kala naik pangkat apa yg seharusnya diberikan pada org yg tepat terluput, ini akan merugikan perusahaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar