Senin, 10 Maret 2014

Neraca Palsu

Neraca Palsu                                                             Minggu 22 Sept 2013
Am 8:4-7
4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?"7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!
1 Tim 2:1-8
1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,2 untuk raja2 dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.3 Itulah yg baik & yg berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,4 yg menghendaki supaya semua org diselamatkan & memperoleh pengetahuan akan kebenaran.5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yg menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,6 yg telah menyerahkan diriNya sbg tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yg ditentukan.7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sbg pemberita dan rasul yg kukatakan ini benar, aku tidak berdusta   dan sbg pengajar org2 bukan Yahudi, dalam iman & kebenaran.8 Oleh karena itu aku ingin, spy di mana2 org laki2 berdoa dgn menadahkan tangan yg suci, tanpa marah & tanpa perselisihan.
Luk 16:1-13
1 Dan Yesus berkata kepada murid2Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.2Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sbg bendahara.3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? 6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
Pembahasan
AMOS 8:4-7
Penulis : Amos
Tema : Keadilan, Kebenaran dan Hukuman Ilahi Karena Dosa
Tanggal Penulisan:  760 - 755 SM
Latar Belakang
Amos adalah seorang nabi abad ke-8 SM, rekan sezaman Yesaya dan Mikha di Yehuda, dan Yunus serta Hosea di Israel. Ia menyatakan empat fakta penting tentang dirinya dalam Am 1:1.
1.   Ia adalah seorg peternak (yang juga "pemungut buah ara hutan", lih. Am 7:14) dari Tekoa, sebuah desa Yehuda sekitar 19 km sebelah selatan Yerusalem.
2.   Amos "melihat" beritanya (yaitu, ia mendapat beberapa penglihatan nubuat; bd. Am 7:1,4,7; Am 8:1-2; Am 9:1) mengenai Israel, kerajaan utara. Sekalipun dia orang awam tanpa status nabi yang resmi, Allah memberikan kepadanya beban dan pelayanan kenabian bagi Israel yang memberontak (bd. Am 7:14-15); namanya berarti "terbeban" atau "pemikul beban".
3.   Pelayanan Amos kepada Israel terjadi ketika Uzia menjadi raja Yehuda dan Yerobeam II raja Israel. Masa pemerintahan kedua raja ini saling tumpang tindih pada tahun 767-753 SM. Sangat mungkin Amos melayani sekitar 760-755 SM.
4.   Amos bernubuat dua tahun sebelum "gempa bumi".
Penglihatan Tentang Bakul Berisi Buah Matang (Am 8:1-14) secara jelas sekali menggambarkan Israel sebagai keranjang dgn buah musim kemarau yg ranum, yg segera akan disingkapkan sbg membusuk dalam panasnya hukuman Allah. Sebuah kotbah penghakiman dan penglihatan nabi, yg ada perbedaan dalam gaya dg kotbah yg terdahulu dalam Am 3:1-5, Am 6 dan penglihatan penglihatan Am 7:1-9 dan Am 8:1-3, ditambahkan. Tema serupa ditemukan kembali, yakni :
*        perdagangan yg tidak jujur, yg menyebabkan org miskin makin miskin, semakin tergantung dan direndahkan jadi budak.(Am 5:7-12);
*        kegelapan spt pada hari Tuhan dalam Am 5:18;
*        kehancuran  dan pembuangan.
Ayat 9 menunjuk pada Gerhana Matahari tgl 15 Juni 763, dan th 784. Ayat 11-12 menjelaskan bahwa Israel tidak memutuskan sendiri kapan & bgm kembali kpd Tuhan, mereka mengembara dari laut ke laut utk cari FT tapi tdk menemukannya.Kalau tidak maka akan ada kelaparan dan masuk ke padang gurun.
Ringkasan 1Tim, Tit, 2Tim (sekitar th 65-67)
Surat2 kepada Timotius dan surat kepada Titus sangat berdekatan satu sama lain karena isi, latar belakang historis dan bentuknya. Dua di antaranya rupanya ditulis di Makedonia: yg satu dialamatkan kepada Timotius, yg waktu di Efesus, 1Tim 1:3, di mana Paulus berharap tidak lama lagi dpt bertemu dgnnya, 3:14; 4:13, sedangkan yang lain dialamatkan kepada Titus yg oleh Paulus ditinggalkan di pulau Kreta, Tit 1:5. Waktu menulis 2Tim Paulus sedang di penjara di Roma, 1:8, 16 dst; 2:9, setelah singgah di Troas, 4:13 dan Miletus, 4:20. 61-63 dan tidak pula dgn perjalanan yg mendahuluinya. Surat yg merupakan nasehat Paulus ini kiranya ditulis tidak lama sebelum kemartiran Paulus dalam th. 67.Tokoh semacam itu baru tampil dalam surat2 Ignasius dari Anthiokia. Dan tidak lama kemudian kewibawaan rasul itu diberi kepada ketua sebuah dewan penatua, dan ketua itu tidak lain kecuali Uskup. Tahap peralihan sebgm tampil dalam surat2 pastoral justru menjadi bukti bahwa surat2 itu benar2 karangan Paulus. Perlu diperhatikan juga bahwa "penilik" dan "penatua" itu bukan hanya pengurus harta-benda dan perkara materiil lain, tetapi juga dan terutama bertugas mengajar dan memimpin, 1Tim 3:2, 5; 5:17; Tit 1:7, 9. Tetapi keterangan dan desakan semacam itu nampaknya sesuai sekali dgn Sang Rasul yg dekat pada ajalnya & memperingati pembantu2nya yg masih muda berhubung dgn pemikiran2 yg membahayakan. Sebab Paulus sudah mengamati bahwa jemaat2 itu ada selaras untuk pembaharuan2 yg dapat menghancurkan iman, 1Tim 1:19. "Soal2 yg dicari2", 1Tim 6:4, "dongeng2 dan silsilah yg tiada putus2nya", 1Tim 1:4, "dongeng2 Yahudi", Tit 1:14 dan "percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat",Tit 3:9, yang bercampur dgn aturan2 askese yg keras, 1Tim 4:3, kiranya berasal dari orang2 Yahudi yg berkebudayaan Yunani dan suka mencampurkan segala sesuatunya. Sudah barang tentu bahasa yang dipakai dalam surat2 ini tidak mempunyai ciri2 bahasa Paulus. Gaya bahasanya sangat lancar, berbeda sekali dgn gaya yg berapi-api dan yg kekayaannya melimpah2, seperti yg dipakai oleh Paulus dalam surat2nya dahulu. Ada orang yg berkata, bahwa usia lanjut Paulus dan keadaannya sbg orang tahanan dapat menjelaskan gejala semacam itu. Juga usaha untuk membeda-bedakan dalam surat2 pastoral beberapa surat2 kecil baik yg berasal dari Paulus maupun yg bukan karangannya tidak sampai meyakinkan. Kepada penulis itu Paulus memberikan kebebasan lebih besar dari yg lazim. Memang Lukas menyertai Paulus, 2Tim 4:11, dan ada orang yg mengira dapat menemukan kesamaan khusus antara gaya bahasa Lukas dan gaya bahasa surat2 pastoral.
1 Tim 2:1-8
Di sini, dimulai dg nasehat panjang bagi jemaat yg disebut “Kewajiban2 Rumah Tangga”, dalam penulisan kuno, kewajiban ini dibatasi utk suami /istri, ortu/ anak2, majikan/hamba (Kol 3:18-Kol 4:1). Tapi di sini semua jemaat di sapa, (1 Tim 3:15 Karena beberapa janda telah tersesat mengikut Iblis, mengenai kelakuan macam apa yg sesuai dg cara hidup anggota RT Allah, jemaat Allah).Dalam surat ini diandaikan suatu pertemuan jemaat yg khas, dimana dinaikkan permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur (1 Tim 2:1). Paulus scr teratur mendorong jemaatnya utk berdoa bagi para penguasa masy: disini, tujuan doa itu adalah toleransi religius thdp kelompok religius yg baru. Namun hal ini mengandaikan jemaat hidup scr tenang dan tentram sesuai dg Injil, dalam segala kesalehan dan kehormatan (ayat 2). Nasehat yg tersirat dalam ungkapan ini meliputi baik ajakan utk menjadi  Warga Negara yg layak dicontoh / utk menjadi seorg Kristiani yg sempurna. Seruan ini mempunyai sisi misioner: doa bagi pembesar masy shg buat Allah berkenan. Ia memiliki rencana keselamatan yg mencakup semua org & menghendaki spy semua org diselamatkan & memperoleh pengetahuan akan kebenaran (ayat 4). Kemudian, dalam ayat 5 ttg rumusan pengakuan iman tradisional (Allah adalah Esa! Yesus menebus semua org!), yg mengandaikan bahwa jemaat berdoa jua bagi para penguasa spy mengambil bag dalam iman. Beberapa ayat dlm bag ini memperlihatkan pandangan jemaat yg tidak memisah2kan / membenci dunia. Mereka menunjukkan sikap terbuka thdp semua org. Dg dmk mereka memperlihatkan bahwa kehidupan Kristiani sungguh dpt diintegrasikan dg cara hidup sbg warga Negara yg baik dalam Kerajaan Surga.
Lukas 16:1-13
Harta dapat menjadi berkat, juga bisa menjadi kutuk. Tergantung bagaimana menggunakannya: menjadikannya pemuas keinginan pribadi atau sebagai sumber utk melayani sesama. Inilah yg kita pelajari sebagai topik utama dalam pasal 16 ini, yakni tentang penggunaan harta.
Bendahara, dalam kisah ini, memiliki reputasi yang dapat mengancam kedudukannya, terutama ketika tuannya meminta laporan keuangan. Kuatir menghadapi ancaman pemecatan, ia putar otak, mencari cara agar bisa memperoleh bantuan di kemudian hari.Cara yang dipakai oleh sang bendahara dalam perumpamaan ini bukanlah cara yang benar. Namun demikian kita bisa meneladani kejelian dan kecerdikannya dalam merencanakan masa depan. Ia menyadari bahwa dia akan segera meninggalkan jabatannya dan tentunya akan kehilangan otoritas di dalam mengelola harta tuannya. Karena itu ia menggunakan kesempatan yang masih ada, untuk menjalin persahabatan dengan menggunakan harta tuannya. Tujuannya jelas, supaya ia nantinya mendapat balasan dgn diberi tumpangan.Dengan cerdik ia mengambil hati orang yg berhutang kepada majikannya, dgn mengurangi jumlah hutang org tsb (ayat 5-7). Mungkin si bendahara melakukannya dgn mengurangi jumlah bunga pinjaman org tsb yg seharusnya menjadi komisi untuk dia. Dengan apa yg telah dilakukannya, si bendahara berharap telah menanam budi shg suatu saat bisa memperoleh bantuan dari org tsb. Bendahara yg tidak jujur ini telah belajar dari kegagalannya. Ia mengorbankan miliknya dan kemudian memberikannya pada orang lain supaya ia dapat mengambil keuntungan dari pemberian itu dikemudian hari. Cerdik bukan? Itulah yang dipuji Yesus dari bendahara ini, bila Dia membandingkannya dengan anak2 terang (8). Meskipun mungkin saja anak2 dunia menggunakan harta untuk hal-hal yg tidak benar, mereka tetap memikirkan keuntungan semaksimal mungkin yang dapat diberikan harta mereka.Apa yang diutarakan dalam perumpamaan ini menggambarkan posisi kita sebagai Kristiani dalam hubungannya dengan harta. Tak satu pun harta yang ada pada kita dalam hidup ini adalah milik kita. Kita hanyalah dipercayai untuk mengelolanya. Suatu saat kita akan meninggalkan semuanya. Karena itu ketika kita masih mempunyai wewenang atas Mamon yang tidak jujur, kita harus menggunakannya untuk membangun persahabatan yang bernilai kekal. Karena itulah penggunaan uang bagi Kristiani bukanlah hal yg sepele. Meskipun bila dibandingkan dgn kekayaan sorgawi, nilainya sangat kecil, namun cara kita menggunakan yg sangat kecil ini dapat menunjukkan apakah kita orang yang setia atau tidak (ayat 10-12). Apakah kita adalah hamba yang layak dipercaya untuk mengelola harta titipan "Tuan" kita? Dalam hal penggunaan harta itu, apakah kita menggunakannya untuk melayani Allah ataukah harta itu akan mempergunakan kita untuk melayaniNya? Janganlah kita seperti org2 Farisi yg tidak hanya menjadi hamba uang, namun juga kehidupan perkawinannya diwarnai dgn kawin cerai (ayat 14, 18). Walau demikian mereka masih menganggap apa yang diajarkan Yesus terlalu kaku sehingga mereka mencemoohnya. Mereka menilai tindakan mereka berdasarkan standar mereka sendiri, sedangkan Yesus menilainya berdasarkan standar Allah yaitu hukum Ilahi yg ideal dan bukan sekadar legalisme / tradisi.
Dari ke tiga bacaan kami belajar:
1.     Seharusnyalah kita bijak dalam memaksimalkan penggunaan harta, yang sudah dipercayakan pada kita. Ingatlah bahwa harta tidak dapat dibawa mati. Harta hanya bernilai selama kita hidup saja. Oleh sebab itu jangan gunakan harta hanya untuk kepentingan diri sendiri, gunakanlah juga untuk kemaslahatan orang lain. Karena memiliki harta berarti juga menyandang tugas pelayanan, maka kita harus memikirkan bagaimana menggunakan harta dalam pelayanan untuk memuliakan Allah.
2.     Nabi Amos memperingatkan dg berbagai kejadian yg disebabkan neraca palsu utk manusia sadar akan kemulian Tuhan
3.     Harta dapat menjadi berkat, juga bisa menjadi kutuk. Tergantung bagaimana menggunakannya: menjadikannya pemuas keinginan pribadi atau sebagai sumber untuk melayani sesame layaknya seorg Bendahara.
4.     Kecerdikan manusia duniawi tdk spt manusia surgawi yang memikirkan kemuliaan Tuhan bukan keagungan diri.
5.     Keegoisan manusia menguasai diri dalam mengelola mamon yg tidak jujur, sedang Tuhan mempercayakan segala yg ada kalau kita menggunakan neraca yg baik dan benar dalam hidup kita sehingga kemuliaan Tuhan terpancar.
6.     Surat Timotius mengajarkan kewajiban yg harus dilakukan dalam sebuah keluarga bahkan sbg Warga Negara yg patut diteladani dalam permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur pada Tuhan, bukan spt anak duniawi yg mencari ketenaran, kekayaan dan kemewahan.
7.     Nabi Amos dan Yesus memperlihatkan sebuah fenomena yg terkini bagi manusia (daging), yg selalu memikirkan dirinya sendiri tanpa perdulikan org lain sehingga adanya kesengsaraan yg terjadi pada neraca palsu yg mereka buat.
8.     Anak terang (roh), selalu memikirkan kemuliaan Tuhan dan bagaimana melayani sesama dg lebih baik sehingga adanya Gal 5:22-23.
9.     Kehidupan manusia rohani terlihat dari buahnya dan terlihat dari hasil yang akan di panennya, dalam pekerjaan mereka lebih bersinar dan mendapatkan promosi jabatan dari Tuhan serta kondisipun terkadang Tuhan yg mengadakan bukan manusia.
10.   Bendaraha yg cerdik ini memperlihatkan kelihaian manusia duniawi dalam mengelola uang yg tidak halal, uang yg tidak jujur dan selalu mendapat masalah dalam segala aspek, manusia rohani tertekan tapi ditolong dan dilindungi Tuhan yg ajaib. Pergunakan uang dg baik.
11.   Karena itulah penggunaan uang bagi Kristiani bukan hal yg sepele. Meskipun bila dibandingkan dgn kekayaan sorgawi, nilainya sangat kecil, namun cara kita menggunakan yg sangat kecil ini dapat menunjukkan apakah kita org yg setia / tidak. Dalam hal penggunaan harta itu, apakah kita menggunakannya untuk melayani Allah ataukah harta itu akan mempergunakan kita untuk melayaninya?
12.   Penilaian manusia duniawi selalu berdasarkan dirinya sedang Yesus berdasarkan standar BapaNya di surga.
13.   Majikan si bendahara tidak memujinya oleh karena ketidakjujurannya, melainkan oleh karena kecerdikannya (Luk 8: 8a). Bendahara ini cerdik karena ia membuat org menjadi berterimakasih kpd dirinya dgn cara memberikan pengurangan utang kpd tiap org (Luk 8:5-7).
14.   Tanpa keadilan dan kebaikan hati (sementara) bendahara melakukan hal ini utk dirinya bukan utk manusia lain (tuannya).

15.   Neraca palsu selalu membentuk keirihatian (buah daging) buahnya kesedihan, neraca yg benar menghasilkan buah roh. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar