Pentahiran Minggu
2 Februari 2014
Mal 3:1-4
1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan
jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke
baitNya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang,
firman TUHAN semesta alam.2 Siapakah yang dapat tahan akan hari
kedatanganNya? Dan siapakah yg dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan
diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang
penatu.3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan
perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan
seperti perak, supaya mereka menjadi orang2 yg mempersembahkan korban
yg benar kepada TUHAN.4 Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan
menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti
tahun-tahun yg sudah-sudah.
Ibr 2:14-18
14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan
daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan
mereka, supaya oleh kematianNya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa
atas maut;15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka
yg seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.16
Sebab sesungguhnya, bukan malaikat2 yg Ia kasihani, tetapi keturunan
Abraham yang Ia kasihani.17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal
Ia harus disamakan dengan saudara2Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar
yg menaruh belas kasihan dan yg setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa
seluruh bangsa.18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita
karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
Luk 2:22-40
22 Dan ketika genap waktu pentahiran,menurut hukum Taurat
Musa,mereka membawa Dia ke Yerusalem utk menyerahkanNya kepada Tuhan,23
seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus
dikuduskan bagi Allah,"24 dan untuk mempersembahkan korban
menurut apa yg difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur
atau dua ekor anak burung merpati.25 Adalah di Yerusalem seorang
bernama Simeon. Ia seorang yg benar & saleh yg menantikan penghiburan bagi
Israel. Roh Kudus ada di atasnya,26 dan kepadanya telah dinyatakan
oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia
yang diurapi Tuhan.27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika
Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tuaNya untuk melakukan kepadaNya apa
yang ditentukan hukum Taurat,28 ia menyambut Anak itu dan menatangNya
sambil memuji Allah, katanya:29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah
hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dg firmanMu,30 sebab
mataku telah melihat keselamatan yg dari padaMu,31 yg telah Engkau
sediakan di hadapan segala bangsa,32 yaitu terang yg menjadi
penyataan bagi bangsa2 lain & menjadi kemuliaan bagi umatMu,
Israel."33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yg
dikatakan tentang Dia.34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata
kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk
menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu
tanda yg menimbulkan perbantahan 35 dan suatu pedang akan menembus
jiwamu sendiri, spy menjadi nyata pikiran hati banyak orang."36
Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer.
Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya
bersama suaminya,37 & sekarang ia janda dan berumur 84 tahun. Ia
tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dg berpuasa dan
berdoa.38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ &
mengucap syukur kepada Allah dan berbicara ttg Anak itu kpd semua orang yg
menantikan kelepasan untuk Yerusalem.39 Dan setelah selesai semua yg
harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya,
yaitu kota Nazaret di Galilea.40 Anak itu bertambah besar &
menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada padaNya.
Pembahasan
Mal 3:1-4 Meragukan Allah.
Umat bertanya dengan nada sinis, "Di manakah Allah yang menghukum?" Namun seolah-olah pertanyaan ini langsung dijawab, "Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya!". Kedatangan Tuhan dipersiapkan oleh seorang utusan (Mal. 3:1), yang oleh Tuhan Yesus diidentikkan dengan Yohanes Pembaptis (Mat. 11:10). Menyangkal Tuhan. Bangsa Israel pada zaman nabi Maleakhi dan Kristen zaman ini, pasti yakin telah menyembah Allah yang benar. Tetapi selalu ada bahaya terjadinya penyimpangan,mengkondisikan Tuhan sesuai selera kita. Akibatnya, semua perbuatan salah dibenarkan! Kristen telah dibebaskan dari gelap menuju terang, dari buta total menjadi dapat melihat. Allah membuat perubahan radikal dalam diri manusia. Tetapi jika firman Tuhan tidak lagi dihargai otoritasnya, atau tidak lagi menjadi prioritas dalam proses pengambilan keputusan, maka kebenaran menjadi kabur, kebaikan Tuhan diragukan. Tuhan yang benar. Tuhan tidak membedakan dosa. Dari yang bersifat spiritual (sihir dan sejenisnya), yg bersifat pribadi (zinah), maupun dosa mempermainkan keadilan, menindas yang lemah, dsb. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang membuat perjanjian yang merangkul manusia dengan kasih yang tidak patut mereka terima; Tuhan yang tidak langsung menghancurkan, tetapi berkarya memurnikan iman yang seringkali melalui penderitaan (1Ptr. 5, 6); Tuhan sumber Pengharapan. Mereka yang telah jatuh jauh pun seperti Petrus, diubah secara radikal sehingga hidupnya dimampukan menyenangkan hati Tuhan daripada menyusahkan (ayat 2:17; 3:4); Tuhan menuntut agar manusia hidup sesuai hukum kasih dan akan menghakimi mereka yg tidak mengindahkan perintah2Nya, spt pemfitnah, pemeras tenaga pekerja dengan upah rendah, berlaku tidak adil dan tidak peduli terhadap orang lemah.
Umat bertanya dengan nada sinis, "Di manakah Allah yang menghukum?" Namun seolah-olah pertanyaan ini langsung dijawab, "Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya!". Kedatangan Tuhan dipersiapkan oleh seorang utusan (Mal. 3:1), yang oleh Tuhan Yesus diidentikkan dengan Yohanes Pembaptis (Mat. 11:10). Menyangkal Tuhan. Bangsa Israel pada zaman nabi Maleakhi dan Kristen zaman ini, pasti yakin telah menyembah Allah yang benar. Tetapi selalu ada bahaya terjadinya penyimpangan,mengkondisikan Tuhan sesuai selera kita. Akibatnya, semua perbuatan salah dibenarkan! Kristen telah dibebaskan dari gelap menuju terang, dari buta total menjadi dapat melihat. Allah membuat perubahan radikal dalam diri manusia. Tetapi jika firman Tuhan tidak lagi dihargai otoritasnya, atau tidak lagi menjadi prioritas dalam proses pengambilan keputusan, maka kebenaran menjadi kabur, kebaikan Tuhan diragukan. Tuhan yang benar. Tuhan tidak membedakan dosa. Dari yang bersifat spiritual (sihir dan sejenisnya), yg bersifat pribadi (zinah), maupun dosa mempermainkan keadilan, menindas yang lemah, dsb. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang membuat perjanjian yang merangkul manusia dengan kasih yang tidak patut mereka terima; Tuhan yang tidak langsung menghancurkan, tetapi berkarya memurnikan iman yang seringkali melalui penderitaan (1Ptr. 5, 6); Tuhan sumber Pengharapan. Mereka yang telah jatuh jauh pun seperti Petrus, diubah secara radikal sehingga hidupnya dimampukan menyenangkan hati Tuhan daripada menyusahkan (ayat 2:17; 3:4); Tuhan menuntut agar manusia hidup sesuai hukum kasih dan akan menghakimi mereka yg tidak mengindahkan perintah2Nya, spt pemfitnah, pemeras tenaga pekerja dengan upah rendah, berlaku tidak adil dan tidak peduli terhadap orang lemah.
Tuhan datang untuk menyucikan
Masalah yang dihadapi Maleakhi ketika
menegur keberdosaan umat Tuhan adalah mereka tidak merasa bermasalah dengan
dosa mereka, sebab Tuhan tidak bertindak apa-apa. Kata mereka, "Di manakah
Allah yang menghukum?" (ayat 2:17). Sikap
menantang ini langsung dijawab: "Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu
akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu,
sesungguhnya Ia datang, firman Tuhan semesta alam" (ayat 3:1b).
Tuhan sudah mengutus para nabi-Nya,
termasuk Maleakhi untuk menegur dosa-dosa umat-Nya agar mereka bertobat (ayat 1a). Namun, umat
Tuhan berulang kali, sejak permulaan bangsa Israel berdiri sampai saat ini
telah menolak pemberitaan para utusan Allah tersebut. Oki, kedatangan Tuhan
akan menjadi kejutan besar dalam hidup mereka. Tuhan akan datang untuk
menyucikan kehidupan umat yg sudah bobrok oleh dosa, tidak seorang pun akan
luput dari pemurnian ini. Pemurnian ini akan berlangsung dg menyakitkan, yakni
Tuhan akan bertindak spt tukang pemurni emas yg memurnikan logam2 seperti
emas dan perak dengan panas yg tinggi agar segala kotoran yg melekat akan
hilang dan lebur. Dia bertindak seperti penatu yang menggelontorkan semua noda
yang melekat pada kain dengan sabun (ayat 2-3). Dg tindakan
penghakiman yg begitu keras dan tegas,
umat Allah akan dibersihkan dari para pendosa keji yg selama ini merajalela
memangsa sesamanya yg lebih lemah (ayat 5). Maka Yehuda
dan Yerusalem akan kembali berkenan kepada-Nya (ayat 4).Tuhan akan
datang untuk menghukum tuntas dunia ini. Rasul Petrus berkata, sebelumnya
penghakiman akan berlangsung dalam gereja bagi mereka yang mengaku umat Tuhan,
tetapi tetap tinggal dalam dosa (1Pet.
4:17).
Sebelum pergi kepada dunia ini untuk memberitakan penghukuman Tuhan, kita harus
bertobat dulu!
Ibr 2: 14-18
Menjelaskan secara ringkas bgm caranya
di mana Dia menjadi satu dg kita, bagaimana Dia "membawa banyak orang kepada
kemuliaan," dan bgm Dia "menguduskan," seperti dikatakan dalam Ibr 2:10-13.
Hal ini membingungkan para sarjana,
tetapi hal ini dapat diterima oleh anak kecil: Dia menjelma menjadi manusia,
dan Dia dibunuh di kayu salib.
Krn KematianNya Ia memusnahkan dia,
yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut
Perlu diamati memang Adam sudah
menyerahkan kuasanya kepada Iblis di Taman Eden, shg Iblis berkuasa atas maut,
sudah dikatakan dg jelas di sini bahwa Yesus, dg pengorbananNya, memusnahkan
Iblis yg begitu berkuasa. Memang maut belum ditiadakan, tetapi kita tidak usah
takut maut lagi, karena kematianNya. Kebenaran ini diterapkan bagi jemaat di
Smirna di dalam Why
2:8-11,
di mana Dia yg sudah bangkit dari kematianNya untuk tidak takut mati.
Kata yang dipakai di sini untuk
"memusnahkan" (katargew/katargeo)
dapat berarti memusnahkan, tetapi bisa juga berarti "membuat supaya tidak
berdaya," dengan pengertian bahwa kuasa Tuhan Yesus selalu tersedia untuk
mengatasi kuasa Iblis.
Anugerah Keselamatan
Kerelaan Yesus yg seketika lamanya menjadi lebih rendah dari malaikat dan bahkan menjadi sama dg manusia, menderita, dan mati bukanlah suatu kekalahan! Tindakan Yesus ini justru adalah suatu kemenangan besar sepanjang sejarah alam. Ia mati namun bangkit lagi. Maut pun ditaklukkan-Nya. Semua ini semata2 meneguhkan kuasaNya atas seluruh alam ciptaan termasuk maut, dan demi rencanaNya yaitu agar manusia menerima anugerah keselamatan.
Kerelaan Yesus yg seketika lamanya menjadi lebih rendah dari malaikat dan bahkan menjadi sama dg manusia, menderita, dan mati bukanlah suatu kekalahan! Tindakan Yesus ini justru adalah suatu kemenangan besar sepanjang sejarah alam. Ia mati namun bangkit lagi. Maut pun ditaklukkan-Nya. Semua ini semata2 meneguhkan kuasaNya atas seluruh alam ciptaan termasuk maut, dan demi rencanaNya yaitu agar manusia menerima anugerah keselamatan.
Membuktikan kebenaran Injil. Kebenaran
Injil bahwa Yesus Kristus yang diutus secara khusus ke dalam dunia. Yesus
Kristus bukan hanya lebih tinggi dari para malaikat dan makhluk ciptaan
lainnya. Ia lebih berkuasa atas segala kuasa jahat, yaitu Iblis dan maut.Perjuangan
Kristus. Mengorbankan harga diri dan nyawa, Yesus Kristus "habis-
habisan" berjuang demi membuktikan kebenaran Injil dan menganugerahkan
keselamatan bagi manusia. Karenanya, Kristen pun harus
"habis-habisan" juga bagi Yesus Kristus. Artinya, kita harus menjadi
pengikut Kristus secara utuh dan menyeluruh. Menjadi Kristen dalam hati,
pikiran, dan perkataan. Menjadi Kristen di rumah, Kristen di kantor, Kristen di
masyarakat, dan Kristen di negara.
Imam Besar yang menang dan berhasil
Satu hal yg paling ditakuti manusia adalah Kematian. Manusia takut mati karena dosa-dosanya menghantuinya. Manusia takut mati karena ia menyadari bahwa kematian fisik bukan akhir segala-galanya. Sbg makhluk rohani, manusia sadar rohnya yg kekal masih menghadapi kemungkinan maut kekal, yaitu hukuman kekal yg diberikan Allah atas semua perbuatan dosanya selama hidupnya di dunia ini.Krn Kehendak Allah, Yesus menderita untuk membebaskan manusia dari hukuman kekal tsb. Ia menderita sampai mati, spy melalui kematianNya Ia mengalahkan dan memusnahkan Iblis yg berkuasa atas maut (ayat 14-15). Tuhan Yesus datang sbg manusia spy Ia boleh mewakili manusia dalam menghadapi maut. Ia benar-benar menghayati kemanusiaan-Nya sehingga Ia bisa menyebut manusia sbg sesama-Nya, sbg saudara-Nya (ayat 11-13). Osi, Yesus dapat mengerti dan menghayati pergumulan manusia melawan dosa. Bahkan Ia telah menghadapi pencobaan yang membawaNya mengalami penderitaan. Yg membedakan diriNya dari manusia lain :tidak berbuat dosa. Dg dmk, Tuhan Yesus bisa menjadi Imam Besar yg mewakili umat manusia memohonkan belas kasih dan pengampunan Allah (ayat 16-18). Inilah dua kemenangan Tuhan Yesus: menang terhadap kuasa maut dan menang dalam mendamaikan manusia dg Allah.
Satu hal yg paling ditakuti manusia adalah Kematian. Manusia takut mati karena dosa-dosanya menghantuinya. Manusia takut mati karena ia menyadari bahwa kematian fisik bukan akhir segala-galanya. Sbg makhluk rohani, manusia sadar rohnya yg kekal masih menghadapi kemungkinan maut kekal, yaitu hukuman kekal yg diberikan Allah atas semua perbuatan dosanya selama hidupnya di dunia ini.Krn Kehendak Allah, Yesus menderita untuk membebaskan manusia dari hukuman kekal tsb. Ia menderita sampai mati, spy melalui kematianNya Ia mengalahkan dan memusnahkan Iblis yg berkuasa atas maut (ayat 14-15). Tuhan Yesus datang sbg manusia spy Ia boleh mewakili manusia dalam menghadapi maut. Ia benar-benar menghayati kemanusiaan-Nya sehingga Ia bisa menyebut manusia sbg sesama-Nya, sbg saudara-Nya (ayat 11-13). Osi, Yesus dapat mengerti dan menghayati pergumulan manusia melawan dosa. Bahkan Ia telah menghadapi pencobaan yang membawaNya mengalami penderitaan. Yg membedakan diriNya dari manusia lain :tidak berbuat dosa. Dg dmk, Tuhan Yesus bisa menjadi Imam Besar yg mewakili umat manusia memohonkan belas kasih dan pengampunan Allah (ayat 16-18). Inilah dua kemenangan Tuhan Yesus: menang terhadap kuasa maut dan menang dalam mendamaikan manusia dg Allah.
Luk 2:22-40
Cerita-cerita
tentang kelahiran dan masa muda Yesus dan Yohanes oleh Lukas disusun begitu
rupa shg menjadi sejalan (parallel). Kelahiran dan masa muda Yesus disoroti
dari segi Maria, sedangkan oleh Matius disoroti dari segi Yusuf.
Makin mengenal-Nya dalam ketaatan.
Ayat 33 seharusnya membuat para pembaca terkejut. Setelah segala peristiwa dan pemberitaan sebelumnya, masih ada lagi hal tentang Yesus yang mampu membuat Yusuf dan Maria "amat heran"! Ini menandakan bahwa keduanya masih terus dalam proses mengenali siapa Yesus Kristus dan misi-Nya, salah satunya seperti yang disampaikan Simeon. Yesus adalah Sang Mesias (ayat 26), yang menjadi kelepasan bagi Israel (ayat 25,38), dan memenuhi nubuat PL (ayat 32, bdk. Yes. 42:6, 49:6; 34, bdk. Yes. 8:14). Yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa pengenalan yang lebih mendalam tersebut berlangsung dalam konteks ketaatan dan kesalehan.Ketaatan itu tampak dari tokoh Simeon dan Hana. Simeon adalah seorang yang benar dan saleh (ayat 25), dan taat kepada Roh Kudus (ayat 25b-27). Demikian juga Hana, yang rutin melayani di Bait Allah dan beribadah dengan berpuasa dan berdoa (ayat 37). Kedua orang ini dipakai Allah untuk menegaskan dan meneguhkan jati diri Yesus, tidak hanya di hadapan Yusuf dan Maria, tetapi, seperti yang dilakukan oleh Hana, juga di hadapan banyak orang yang masih setia berharap kepada Allah (ayat 38). Ketaatan itu juga tampak dari apa yang dilakukan Yusuf dan Maria. Mereka menamai Yesus sesuai dengan perintah malaikat (ayat 21). Maria taat untuk mentahirkan dirinya (ayat 22). Mereka membawa Yesus ke Yerusalem dan menyerahkan-Nya kepada Tuhan (ayat 22-23) untuk mempersembahkan kurban (ayat 24), serta menyelesaikan semuanya sesuai dengan hukum Taurat (ayat 39).Peristiwa yang dicatat Lukas dalam bentuk khiastik (gaya penulisan dimana bagian-bagian subnas yang bertema mirip disusun berurut menjadi seperti ini: a-b-c-d-c’-b’-a’) ini memberikan teladan kepada kita, tentang betapa indahnya karya Allah yang dinyatakan melalui orang-orang yang taat beribadah kepada-Nya dan saleh kehidupannya.
Ayat 33 seharusnya membuat para pembaca terkejut. Setelah segala peristiwa dan pemberitaan sebelumnya, masih ada lagi hal tentang Yesus yang mampu membuat Yusuf dan Maria "amat heran"! Ini menandakan bahwa keduanya masih terus dalam proses mengenali siapa Yesus Kristus dan misi-Nya, salah satunya seperti yang disampaikan Simeon. Yesus adalah Sang Mesias (ayat 26), yang menjadi kelepasan bagi Israel (ayat 25,38), dan memenuhi nubuat PL (ayat 32, bdk. Yes. 42:6, 49:6; 34, bdk. Yes. 8:14). Yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa pengenalan yang lebih mendalam tersebut berlangsung dalam konteks ketaatan dan kesalehan.Ketaatan itu tampak dari tokoh Simeon dan Hana. Simeon adalah seorang yang benar dan saleh (ayat 25), dan taat kepada Roh Kudus (ayat 25b-27). Demikian juga Hana, yang rutin melayani di Bait Allah dan beribadah dengan berpuasa dan berdoa (ayat 37). Kedua orang ini dipakai Allah untuk menegaskan dan meneguhkan jati diri Yesus, tidak hanya di hadapan Yusuf dan Maria, tetapi, seperti yang dilakukan oleh Hana, juga di hadapan banyak orang yang masih setia berharap kepada Allah (ayat 38). Ketaatan itu juga tampak dari apa yang dilakukan Yusuf dan Maria. Mereka menamai Yesus sesuai dengan perintah malaikat (ayat 21). Maria taat untuk mentahirkan dirinya (ayat 22). Mereka membawa Yesus ke Yerusalem dan menyerahkan-Nya kepada Tuhan (ayat 22-23) untuk mempersembahkan kurban (ayat 24), serta menyelesaikan semuanya sesuai dengan hukum Taurat (ayat 39).Peristiwa yang dicatat Lukas dalam bentuk khiastik (gaya penulisan dimana bagian-bagian subnas yang bertema mirip disusun berurut menjadi seperti ini: a-b-c-d-c’-b’-a’) ini memberikan teladan kepada kita, tentang betapa indahnya karya Allah yang dinyatakan melalui orang-orang yang taat beribadah kepada-Nya dan saleh kehidupannya.
Tanggung jawab spiritual.
Yusuf dan Maria menjalankan tanggung jawab sebagai orang-tua di hadapan Tuhan (21-24). Tanggung jawab ini mengungkapkan makna iman serta kepatuhan orang-tua atas apa yang telah difirmankan dan ditetapkan Tuhan. Kelalaian banyak dilakukan orang-tua Kristen pada masa kini. Tanggung jawab terhadap anak hanya diterapkan sebatas pemenuhan kebutuhan lahiriah. Model seperti ini jelas mengabaikan kebutuhan spiritual anak-anaknya.Kebutuhan spiritual lebih utama daripada kebutuhan lahiriah. Sejak kecil anak harus diperkenalkan kepada Yesus, agar ia menyerahkan hidupnya kepada-Nya. Sangatlah keliru bila dikatakan bahwa anak belum tahu apa-apa. Orang-tua bertanggungjawab membawa anak ke gereja dan mendorongnya untuk beribadah kepada Tuhan. Persiapan dan penghiburan Allah. Kejadian di Bait Allah mempertegas fakta sejarah tentang kelahiran Yesus. Dilihat dari sisi empat orang yang terkait yaitu Yusuf, Maria, Simeon, dan Hana, peristiwa itu mempunyai makna yang lain. Bagi Simeon dan Hana peristiwa itu merupakan penghiburan luar biasa yang Allah sediakan di hari tua mereka, karena diizinkan melihat penggenapan janji keselamatan dari Allah. Bagi Yusuf dan Maria peristiwa itu merupakan persiapan yang Allah lakukan, agar mereka siap menghadapi masa-masa sulit di masa mendatang.
Yusuf dan Maria menjalankan tanggung jawab sebagai orang-tua di hadapan Tuhan (21-24). Tanggung jawab ini mengungkapkan makna iman serta kepatuhan orang-tua atas apa yang telah difirmankan dan ditetapkan Tuhan. Kelalaian banyak dilakukan orang-tua Kristen pada masa kini. Tanggung jawab terhadap anak hanya diterapkan sebatas pemenuhan kebutuhan lahiriah. Model seperti ini jelas mengabaikan kebutuhan spiritual anak-anaknya.Kebutuhan spiritual lebih utama daripada kebutuhan lahiriah. Sejak kecil anak harus diperkenalkan kepada Yesus, agar ia menyerahkan hidupnya kepada-Nya. Sangatlah keliru bila dikatakan bahwa anak belum tahu apa-apa. Orang-tua bertanggungjawab membawa anak ke gereja dan mendorongnya untuk beribadah kepada Tuhan. Persiapan dan penghiburan Allah. Kejadian di Bait Allah mempertegas fakta sejarah tentang kelahiran Yesus. Dilihat dari sisi empat orang yang terkait yaitu Yusuf, Maria, Simeon, dan Hana, peristiwa itu mempunyai makna yang lain. Bagi Simeon dan Hana peristiwa itu merupakan penghiburan luar biasa yang Allah sediakan di hari tua mereka, karena diizinkan melihat penggenapan janji keselamatan dari Allah. Bagi Yusuf dan Maria peristiwa itu merupakan persiapan yang Allah lakukan, agar mereka siap menghadapi masa-masa sulit di masa mendatang.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.
Pentahiran berarti penyucian/ pembersihan rohani.
2.
Pemurnian jiwa dari kekotoran, najis tercemar menjadi bersih
steril, dalam budaya Yahudi disertai dalam ukuran waktu yakni 7 hari
dikarantina baru setelah sembuh dikatakan tahir, dalam PB dan jaman sekarang
bukan fisik belaka, tapi jiwa (kedalaman hati seseorang sehingga kudus dimata
Tuhan).
3. Yesus akan datang untuk menyucikan kehidupan umat yg sudah
bobrok oleh dosa, tidak seorang pun akan luput dari pemurnian ini. Pemurnian
ini akan berlangsung dengan menyakitkan, yakni Tuhan akan bertindak spt tukang
pemurni emas yg memurnikan logam2 spt emas dan perak dg panas yg
tinggi agar segala kotoran yg melekat akan hilang dan lebur.
4. Hal yg paling ditakuti manusia adalah kematian. Manusia takut mati karena dosa2nya
menghantuinya. Manusia takut mati karena menyadari kematian fisik bukan akhir
segala-galanya. Sbg makhluk rohani, manusia sadar rohnya yg kekal masih
menghadapi hukuman kekal yg diberikan Allah atas perbuatan dosanya selama
hidupnya di dunia ini.
5. KematianNya mematahkan maut dan
Iblis; sebab Ia bangkit dari kematian. Maut tak dapat mengalahkanNya.
Selanjutnya Allah mengutus Roh KudusNya pada setiap rasul dan hamba2Nya
untuk memberitakan InjilNya dg kuasa Ilahi.
6. Tanggung jawab ortu Yesus
mengungkapkan makna iman serta kepatuhan orang-tua atas apa yang telah
difirmankan dan ditetapkan Tuhan. Kelalaian banyak dilakukan orang-tua
Kristiani pada masa kini. Tanggung jawab terhadap anak hanya diterapkan sebatas
pemenuhan kebutuhan lahiriah. Model seperti ini jelas mengabaikan kebutuhan
spiritual anak-anaknya.
7. Bagi Yusuf dan Maria peristiwa itu
merupakan persiapan yang Allah lakukan, agar mereka siap menghadapi masa-masa
sulit di masa mendatang dalam menghadapi kematian Yesus di atas salib.
8. Sifat yg buruk dalam diri manusia
perlu dibersihkan dan setelah bersih kita selalu disirami FT sehingga apa yg
kurang menjadikan kita murni seperti emas, shg layak bagi Surga yg suci dan
kudus.
9. Kejernihan hati sesuai dengan
keingina Bapa di surga sehingga saat kita di angkat (repture), Bapa menerimaNya
sebagai pengantin yang siap memasuki dunia yg serba bersih dan kudus.
10.
Penyempurnaan
dan pentahiran tidak semata2 singkat tapi memakan waktu yg lama
dan perlu pengorbanan dan penderitaan serta pergumulan hidup yang dibimbing
Tuhan atas semua keinginan Tuhan sehingga Tuhan menguji dan mendapatkan kita
layak dihadapanNya. Bagi manusia yg setia tabah dan
kuat dalam mengalami semua ini diberikan hadiah yang besar yakni hidup
berdampingan dg Tuhan di surga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar