Senin, 10 Maret 2014

Pertobatan

Pertobatan & Belas KasihanMinggu  14 Juli 2013
Ul 30:10-14 pertobatan
10 apabila engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapanNya, yang tertulis dalam kitab Taurat ini dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu."11 "Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh.12Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?13Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?14 Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.
Kol1:15-20
15 Ia adalah gbr Allah yg tidak kelihatan, yg sulung, lebih utama dari segala yg diciptakan,16  karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
Luk 10:25-37 Org Samaria yg baik
25  Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yg haruskuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenaphatimu dan dengan segenapjiwamu dan dgn segenapkekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."29 Tetapi untuk membenarkan dirinya org itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
36  Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Pembahasan

Firman Tuhan bukan berada di langit yg jauh spt surga / di tengah laut yg dalam, semua itu ada di mulut kita dan hati kita (Ul 30:12-13).Ia ada sebelum segala ciptaan dan paling unggul dari segala makhluk. Tidak ada yg dibiarkanNya terjerat dlm takdir, semua di bawah kuasa Yesus.Ia termulia atas seluruh ciptaan (Kol1: 15-17) dan di dlm penebusan (Kol 1:18-19).

Paulus menunjukkan adanya sesuatu yang hilang di dalam ajaran yang menyelusup ke dalam jemaat Kolose: pandangan yang tepat akan siapakahYESUS
Pertama, Yesus, Allah dan Ciptaan (Kol1:15-16)
Allah adalah roh, dan Ia tidak akan pernah kelihaatan (1Tim. 6:16).  Anak Allah adalah pengungkapan yang kelihatan.  Ia tidak hanya mencerminkan Allah, tetapi, sbg Allah sendiri, Ia menyatakan Allah kpd kita (Yoh1:18; Yoh14:9; Ibr1:1-2). Sebagai yang sulung dari segala ciptaan, Yesus memiliki keutamaan dan kuasa seperti seorang anak sulung di keluarga kerajaan (Ibr. 1:2).  Sebagaimana seluruh kepenuhan Allah berada di dalam Dia (Kol 1:19), maka di dalam Dia pula seluruh kuasa penciptaan menyatakan Dia adalah Tuhan Yang Terutama.
Tetapi Paulus menerangkan bahwa segala singgasana, maupun kerajaan, pemerintah, maupun penguasa, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, tunduk di bawah kuasa Yesus sendiri.  Yesus, tiada tanding dan tiada banding.  Karena Yesus adalah Pencipta semesta, maka segala kuasa baik yg tak kelihatan maupun yg kelihatan berada di bawah kekuasaan mutlak Yesus.
Semua kuasa malaikat dan kuasa langit dan bumi takluk di bawah kuasa Yesus. 
Kedua, Yesus adalah Figur Sentral (Kol 1:17, 18a). 
Bahwa Yesus yang lebih Dahulu Ada, Yang Agung.  Yesus Penopang segala sesuatu.  
a)    Oleh Dia segala sesuatu ada
b)    Oleh Dia segala sesuatu terus menjadi. 
c)     Di dalam Dia, segala sesuatu
*        terjalin,
*        terpelihara dan
*        terjaga dari kekacauan. 
Sebab Yesus adalah Penopang kehidupan, tidak ada satu pun di dalam dunia yg dapat bebas dari Dia. 
§   Segala sesuatu ada di dalam Dia
§   segala sesuatu terjalin satu sama lain (sunestaken), yaitu dalam satu keterikatan yang koheren dan logis, tertopang dan tegak, terjaga dari segala keterpurukan dan kekacauan. 
§   Di dalam Dia saja dan oleh sabda-Nya, kita menjumpai prinsip pemersatu kehidupan. 
§   Umat di Kolose & semua kaum beriman, adalah hamba2Nya yang tiap hari harus mempercayai penjagaan dan pemeliharaan-Nya.
Gereja ada oleh sebab Yesus adalah awal & sumber keberadaanNya. Orang2 Kristen harus bekerja bersama-sama di bawah perintah dan otoritas Yesus.Di dalam kebenaran hakiki ini, semua orang percaya bersepakat.  Gereja terdiri dari banyak tipe manusia dari segala jenis latar belakang, dengan pelbagai karunia dan kemampuan.  Kendati berbeda2 sepakat bahwa mereka tidak kehilangan identitasnya, tetapi semuanya bersatu di dalam Yesus yakni sbgkepala tubuh.  Tiap anggotanya bekerja untuk menuntaskan pekerjaan Yesus di atas dunia (Ef. 4:15).
KetigaAllah, Yesus, dan Ciptaan Baru (Kol 1:18b-20). 
Hanya KeKristenan yang memiliki Allah yang menjadi manusia, wafat dengan cara hina bagi umat-Nya, dan dibangkitkan kembali dalam kuasa dan kemuliaan untuk memerintah ciptaan lama dan ciptaan baru (yang dimulai oleh gereja) selama-lamanya.  Yesus Kepenuhan Allah.  Paulus ingin memberikan pemahaman kepada orang Kolose bahwa Yesus adalah tempat bersemayamnya Allah; karena itu, Yesus adalah Ilahi, Berdaulat dan Agung.  Ketika kita memiliki Yesus, kita memiliki segala sesuatu yang ada pada Allah, dalam rupa manusia.  Segala ajaran yang mengecilkan salah satu aspek—kemanusiaan dan keilahian Yesus—adalah ajaran yang salah.  Di dalam Dia, kita menemukan segala hal yang kita butuhkan.
Oleh sebab Yesus adalah Pencipta dan Penopang segala sesuatu, maka wafat dan salib-Nya menyediakan pendamaian bagi segala sesuatu.  Kepenuhan Allah tinggal di dalam Yesus dan kepenuhan Allah ini mendamaikan segala sesuatu kepada Diri-Nya sendiri.  Pendamaian ini dipenuhi di dalam Dia (Yesus) dan “oleh darah di atas salib Yesus.”
“Baik yang di bumi maupun yang di surga” berarti tidak ada satu pun di alam semesta ini yang terhindar dari jangkauan Yesus.  Mereka tidak akan diperdamaikan oleh Allah.  Mereka bukanlah Pencipta dan Penopang, maka tidak mungkin bagi mereka untuk mengerjakan pendamaian tersebut.  Pertanyaan di atas sekilas seperti pertanyaan orang bodoh yang tidak tahu membedakan manusia dan mahluk lainnya. Ketika Yesus berhasil menjawab pertanyaan yang diajukanNya tentang prospek kehidupan kekal dan justru menantangNya untuk mempraktekkan kasih kepada Allah dan kepada sesama manusia, sang ahli Taurat itu kemudian mencoba berkelit dari kewajiban itu dengan menanyakan, “Dan siapakah sesamaku manusia?”
Sang guru yang tahu betul tabiat orang2 semacam ini, kemudian menjawab pertanyaan itu dengan perumpamaan yang menyentak, tentang seorang Samaria yang menolong lelaki Yahudi yang baru saja dirampok habis-habisan, sementara imam(kalangan yg mestinya menjadi contoh dalam berbuat baik) dan orang Lewi (kaum yg melaksanakan ibada persembahan kurban bakaran/ penghapusan dosa dalam bait Allah) yang sama2 Yahudi justru melenggang melewati org yang sekarat itu.
Sang guru pun bertanya kepada si ahli Taurat, siapakah yang telah menjadi sesama manusia bagi lelaki yang malang itu. Mungkin ia enggan menyebut kata “Samaria” yang  identik dengan kesesatan dan kekafiran, namun mau tak mau ia harus merujuk pada orang Samaria itu.
Sesamaku manusia adalah orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadaku.

26 Jawab Yesus kpdnya: "Apa yg tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 29Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
Ahli Taurat itu sebenarnya sudah kehilangan gengsi dengan diberikannya jawaban oleh Yesus pada ayat 28 dan untuk "membenarkan dirinya", ia menuntut suatu definisi yang lebih tepat mengenai "sesama manusia". Untuk menjawab pertanyaan ahli taurat itu, Yesus memberikan perumpamaan (atau mungkin cerita beneran), suatu kisah yg sangat kita kenal "Orang Samaria yang murah hati" (Baca di Lukas 10:30-37). Di dalamnya menunjukkan perilaku orang Lewi dan imam, orang2 yang begitu tertib memelihara hukum Tuhan dan hidup-matinya dari pelayanan di mimbar, di rumah-rumah ibadah, tetapi tidak peduli kepada penderitaan manusia. "Itu bukan urusanku. Kira-kira begitulah gambaran yang diberikan oleh orang Lewi dan imam dan petugas di rumah Tuhan lainnya.
Di sisi lain, Tuhan Yesus memunculkan tokoh orang Samaria yang murah hati yang amat kontras perilakunya. Ia orang yang terpinggirkan dan dianggap tidak layak berdiri di hadapan Tuhan. Bagi orang Yahudi, Orang Samaria tidak berhak mengadakan kebaktian di Yerusalem. Dari Perumpamaan itu, Tuhan Yesus bertanya " Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia?". Mari kita lihat definisi dari ahli Taurat ttg "sesama manusia" di ayat 37:
* Lukas 10:36-37
Mungkin dalam perumpamaan Yesus, ahli Taurat itu mengharapkan ada orang Yahudi lain yang bukan imam, bukan orang Lewi, atau tidak diberikan contoh oknum protagonis yang diambil dari golongan Samaria. * Ulangan 6:5
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
Inilah ajaran-agung yang dicanangkan Yesus bagi kita semua. Itu bukanlah kasih Yesus, sebab Ia sendiri mengajarkan kepada kita sbb :
* Lukas 6:32
Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?

1 Kor 13:44Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Kita menyebut diri Pengikut Yesus, tetapi hati kita sering tidak peka terhadap penderitaan dan keperluan orang lain. Gabungan ini jelas aslinya dari Yesus (Mrk 12:29-31) dan diketahui oleh ahli Taurat, yg menggunakannya ketika Yesus balik bertanya kpdnya. Ini mengejutkan, dan bagi banyak org Yahudi tdk dapat dipercaya dan diterima. Imam dan org Lewi tahu benar mengenai perintah Allah dan spt ahli Taurat pasti dapat menafsirkannya bagi org lain.

SINGGASANA (noun) kursi kerajaan untuk tempat duduk raja; takhta;

A.      geta, takhta; 

B.       kedudukan, kursi

KE tetap AN (noun)

a)        hal (keadaan) tetap; ketentuan; kepastian: adat perkawinan di kalangan suku terasing itu banyak yg bertentangan dng ketetapan hukum agama; 

b)       keteguhan (-, niat, dsb); ketabahan (-); kekerasan (-, kemauan);

c)        keputusan; beslit (pengangkatan dsb)

Cth: sampai detik ini ketetapan yg resmi sebagai kepala sekolah belum ada;

d)       determinasi, kata putus, kesimpulan, resolusi

e)        dekrit

Ketetapan MPR: keputusan MPR yg mempunyai kekuatan hukum ke luar dan ke dalam MPR Ketetapan  pajak :keputusan Direktorat Jenderal Pajak mengenai besarnya pajak yg harus dibayar oleh wajib pajak;

Dari pembahasan saya belajar:
1.         Firman Tuhan (Yesus) ada disekitar kita, bahkan di mulut dan hati kita, tdk jauh sampai mesti ke langit ke tujuh (surga) / seberang laut yg dalam.
2.         Kematian Yesus membuka jalan bagi kita untuk datang kepada Allah.  Salib membuka jalan yang terhalang dosa sehingga kita tidak mendapatkan persekutuan dengan Allah.  Hal ini tidak berarti bahwa setiap orang secara otomatis diselamatkan (seperti paham universalisme Yesus mati bagi semua, maka semua selamat).  Hanya yang percaya dan datang kepada Yesus akan diselamatkan.  Kita dapat menerima keselamatan itu tatkala kita datang kepada Yesus yang telah wafat di tempat kita.  Allah berkenan melakukan ini melalui Putra-Nya agar kita mendapatkan persekutuan yang kekal dengan Dia.  Satu-satunya jalan kepada pendamaian adalah melalui salib Yesus
3.         Apa implikasi bagi kehidupan kita ketika kita mengenal siapa Yesus?
                              i.      Kita harus menyembah Dia dengan pujian dan ucapan syukur
                             ii.      Kita harus belajar mengenal Dia lebih sungguh, sebab Dia adalah Allah
                           iii.      Kita harus menaati Dia, sebab Dia adalah otoritas yang ultimat, dan tidak boleh menduakan kasih Yesus dengan tawaran-tawaran yang lain
                           iv.      Kita harus mengasihi Dia atas segala karya-Nya bagi kita

4.         Pertobatan sungguh ada di hati dan dimulai dari hati terlihat keluar, bukan sebaliknya.

5.         Pertobatan muncul dari perubahan pikiran lalu menjadi perubahan perilaku, dan itu terlihat keluar menjadi perbuatan dan kasih pada sesama.

6.         Dari buahnya kita dapat melihat org telah bertobat / hanya sementara, tapi kalau kondisi sekitar meragukan bisa jadi org itu akan berbalik kembali menjadi diri yg lama, dan kita sebagai sahabat Yesus/ anak Tuhan seharusnya menjaga dan mendorong org dalam proses ini, sehingga mereka dapat merasakan kedamaian dalam ikut Yesus.

7.         Dalam perumpamaan org Samaria bisa dipetik pelajaran:

a.        Menjadi sesama tidaklah mudah

b.        Menjadi sesama tidak memikirkan diri sendiri

c.        Menjadi sesama tidak memikirkan biaya, waktu, resiko dicemooh orang dll

d.        Pemimpin umat tdk semestinya bertopang dagu dan memperlihatkan kekuasaannya dalam melayani dg menguasai waktu, tapi dimana dibutuhkan disitulah Karya kasih Tuhan Yesus harus dilaksanakan

e.        Kaum bangsawan/ ningrat yang terkadang cuci tangan terhadap sekitar disadarkan akan kemauan ambil bagian tidak hanya berpangku tangan dan angkat kaki dai hal yang sungguh dirasakan lingkungan sekitar seperti sampah, kemiskinan dll, sehingga kondisi tidak terlalu mencolok antara

8.         Penebusan Yesus tidak akan sia2 kalau kita melakukan pertobatan yg benar, karena Yesus turun dari tahta di surga turun menjadi manusia yg hina lahir di dalam kandang yg hina dan menjadi manusia yg mulia bahkan di salibkan tanpa kesalahan yg di tanggungNya,

9.         Siapakah Yesus?  Kolose 1:15-20 menerangkan bagi kita siapa Dia:
a.        Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan (Kol 1:15)
b.        Ia adalah yang sulung dari segala ciptaan (Kol 1:15)
c.        Oleh Dia segala sesuatu diciptakan (Kol 1:16) Ia adalah Kepala tubuh, gereja (Kol 1:18)
d.        Ia adalah yang pertama dari semua yang dibangkitkan (Kol 1:18)
e.        Kepenuhan Allah tinggal di dalam-Nya (Kol 1:19)
f.         Melalui Yesus, Allah berkenan mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya (Kol 1:20)

10.      Dalam pertobatan terlihat pengaruh pribadi itu dalam melayani sesama, mereka yang bertobat mengerti siapakah sesama itu.

11.      Pertumbuhan iman harus dimulai dg pertobatan yang sungguh, dan terlihat cirinya: berapi2 dalam memberitakan Injil dan tidak mau bergaul dengan orang sembarangan, mereka seperti mengisolasi diri, hanya mencari kebenaran Alkitab, dan memiliki kerinduan utk membaca FT.

12.      Kemampuan orang bertobat dalam memberitakan Injil sangat dipengaruhi aspek talenta yang diberikan Tuhan pada orang tsb, semua telah disediakan dan tinggal di asah dalam kebenaran Firman Tuhan.

13.      Kehidupan orang bertobat telah memberikan semua hidupnya utk Kasih Karunia Tuhan,. Sehingga belas kasihan pada manusia lain akan muncul dg sendirinya.

14.      Bila hanya segenap jiwa, tidak disertai dg kekuatan artinya hanya sebagian dari kesatuan tubuh manusia (tubuh, jiwa dan roh itu) hanya menghasilkan pertobatan sementara, dan pasti akan runtuh oleh desakan iblis yang terus merongrong kehidupan manusia.


15.      Iblis menyerang pertama dg kekerasa, lalu dg halus, kalau tidak berhasil jua maka dengan perzinahan, sehingga manusia berdosa, artinya, kita dg susah payah bertobat, janganlah kembali lagi berdosa, sehingga Tuhan yg di surge merasakan bahwa pertobatan dan penyaliban Yesus sungguh berguna bagi kita, manusia yg berdosa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar