Air Hidup Minggu
23 Maret 2014
Kel 17:3-7
3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah
bangsa itu kpd Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar
dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dg
kehausan?"4 Lalu berseru-serulah Musa kpd TUHAN, katanya:
"Apakah yg akan kulakukan kpd bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari
aku dg batu!"5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
"Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa org
dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yg kaupakai
memukul sungai Nil dan pergilah.6 Maka Aku akan berdiri di sana di
depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan
dari dalamnya akan keluar air, shg bangsa itu dapat minum." Demikianlah
diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.7 Dinamailah tempat itu
Masa dan Meriba, oleh krn orang Israel telah bertengkar dan oleh krn mereka
telah mencobai TUHAN dg mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita
atau tidak?"
Rm 5:1-2,5-8
1 Sebab itu, kita yg dibenarkan krn iman, kita hidup dlm
ds dg Allah oleh krn Tuhan kita, Yesus Kristus.2 Oleh Dia kita juga
beroleh jalan masuk oleh iman kpd kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini
kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.5
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam
hati kita oleh Roh Kudus yg telah dikaruniakan kpd kita.6 Krn waktu
kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita org2 durhaka pada
waktu yg ditentukan oleh Allah.7 Sebab tidak mudah seorg mau mati
utk org yg benar tetapi mungkin utk org
yg baik ada org yg berani mati.8 Akan tetapi Allah menunjukkan
kasihNya kpd kita, oleh krn Kristus telah mati utk kita, ketika kita masih
berdosa.
Yoh 4:5-42
5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yg
bernama Sikhar dekat tanah yg diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.6
Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, krn itu Ia
duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul 12.7 Maka datanglah
seorg perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah
Aku minum."8 Sebab murid2Nya telah pergi ke kota
membeli makanan.9 Maka kata perempuan Samaria itu kepadaNya:
"Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang
Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)10
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan
siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah
meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."11
Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur
ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?12
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini
kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya
dan ternaknya?"13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa
minum air ini, ia akan haus lagi,14 tetapi barangsiapa minum air yg
akan Kuberikan kpdnya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air
yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yg
terus-menerus memancar sampai kpd hidup yg kekal."15 Kata
perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, spy aku tidak
haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."16
Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke
sini."17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai
suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak
mempunyai suami,18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang
ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata
benar."19 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata
sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.20 Nenek moyang kami
menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat
orang menyembah."21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah
kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa
bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.22 Kamu menyembah
apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab
keselamatan datang dari bangsa Yahudi.23 Tetapi saatnya akan datang
dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah2 benar akan menyembah Bapa
dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah2 demikian.24
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan
kebenaran."25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu,
bahwa Mesias akan datang, yg disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan
memberitakan segala sesuatu kpd kami."26 Kata Yesus kepadanya:
"Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dg engkau."27 Pada waktu
itu datanglah murid2Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap2
dg seorang perempuan. Tetapi tidak seorgpun yg berkata: "Apa yg Engkau
kehendaki? Atau: Apa yg Engkau percakapkan dg dia?"28 Maka
perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata
kepada orang-orang yang di situ:29 "Mari, lihat! Di sana ada
seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.
Mungkinkah Dia Kristus itu?"30 Maka merekapun pergi ke luar
kota lalu datang kpd Yesus.31 Sementara itu murid2Nya
mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah."32 Akan tetapi Ia
berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yg tidak kamu kenal."33
Maka murid2 itu berkata seorang kpd yg lain: "Adakah org yg
telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"34 Kata Yesus
kpd mereka: "MakananKu ialah melakukan kehendak Dia yg mengutus Aku dan
menyelesaikan pekerjaan-Nya.35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan
lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan
pandanglah ladang2 yg sudah menguning dan matang untuk dituai.36
Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk
hidup yg kekal, shg penabur dan penuai sama-sama bersukacita.37
Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yg seorang menabur dan yg lain menuai.38
Aku mengutus kamu untuk menuai apa yg tidak kamu usahakan; org2 lain
berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka."39 Dan
banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena
perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala
sesuatu yg telah kuperbuat."40 Ketika org2 Samaria
itu sampai kpd Yesus, mereka meminta kpdNya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan
Iapun tinggal di situ dua hari lamanya.41 Dan lebih banyak lagi
orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,42 dan mereka
berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa
yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa
Dialah benar-benar Juruselamat dunia."
Pembahasan
Kel 17:3-7 Kekeringan
rohani
Cerita ini melanjutkan tema mengenai org Israel yg bersungut2,
bdk Kel 15:24
. Setelah dilepaskan dari perbudakan di
Mesir, bg Israel sekarang dipimpin oleh Allah menuju ke Gng Sinai. Pada tahap
ini umat Allah masih merupakan gerombolan yg tidak teratur, senang bersengketa
& kurang iman. Mereka masih harus dibentuk menjadi bg yg dapat melayani
Dia.Utk mencapai hal itu, termasuk perjalanan mereka ke Sinai, akan berperanan
dalam membina mereka. Jalur perjalanan tradisional mereka, menyusuri tepi barat
semenanjung itu, masih merupakan jalur yg diterima scr luas oleh para pakar
Alkitab & merupakan jalur yg masuk akal. Sekalipun tempat2 yg
disebutkan dalam Alkitab tidak dapat diidentifikasi dg pasti, letaknya secara
umum cukup dapat ditentukan. Mengapa Tuhan mengizinkan umat-Nya yg sedang
berjalan di padang gurun berulang kali mengalami kekurangan air (Kel 17:1-2,
lih. Kel. 15:23, Bil. 20:2)?
Agar mereka belajar bersandar penuh kpd Dia. Sekali lagi mereka bertingkah laku
bukan sbg umat beriman. Wajar sekali bila orang mengalami kehausan karena
kekurangan air saat berada di padang gurun yg gersang. Akan tetapi, bukankah
mereka sudah beberapa kali melihat bgm Tuhan menghantar mereka melewati padang
kesulitan? Mereka sudah mengalami sendiri bgm Tuhan memelihara mereka dg caraNya
yg ajaib, tapi sayang mereka bebal. Perhatian mereka hanya tertuju pada
penderitaan yg akan mereka hadapi di padang gurun. Mereka tidak mau bila
kondisi di gurun jauh lebih buruk daripada kondisi mereka ketika masih di
Mesir. Di Mesir mereka dapat menikmati makanan secara berkelimpahan. Celakanya
mereka lupa bahwa di Mesir mereka adalah budak dari Firaun. Di balik keluh
kesah ttg kedahagaan jasmani, sebenarnya mereka mengalami kedahagaan yang jauh
lebih mengerikan yaitu, kerohanian yg dahaga. Kekeringan rohani membuat mereka
tidak mampu melihat dan merasakan kehadiran Tuhan yg seharusnya menyegarkan
hidup.Sekarang dunia kita mengalami gejala kekeringan dan kedahagaan rohani
luar biasa. Buktinya kebangkitan agama dan aliran kepercayaan, maraknya tempat2
hiburan, pengejaran thdp status, kekayaan, dan kemewahan. Yg celaka tentu kalau
org Kristen sendiri terjebak ke dalam situasi ini. Sbg anak-anak Tuhan, mari
segarkan rohani kita dg mendekatkan diri kepada Dia lewat persekutuan yang
intim dalam firman dan doa. Jika berbagai tanda kekeringan rohani Anda rasakan
kini, akuilah kepada Tuhan. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk merasakan
Tuhan memuaskan dahaga Anda.
Rm 5:1-2,5-8 Berkat pembenaran
Murka Allah nyata atas orang berdosa (Rm 1:18). Namun mereka yg telah dibenarkan oleh Yesus tidak perlu takut lagi pada murka itu. Pembenaran yg Kristus lakukan menghadirkan berkat dalam kehidupan org yg dibenarkan. Berkat apakah itu?
Murka Allah nyata atas orang berdosa (Rm 1:18). Namun mereka yg telah dibenarkan oleh Yesus tidak perlu takut lagi pada murka itu. Pembenaran yg Kristus lakukan menghadirkan berkat dalam kehidupan org yg dibenarkan. Berkat apakah itu?
· Pertama,
diperdamaikan dg Allah (ayat 11)
shg menikmati damai sejahtera dg Dia (ayat 1).
Melalui kematianNya, Kristus memperdamaikan manusia dg Allah.
· kedua,
melalui pendamaian,yaitu beroleh jalan masuk kpd Allah (ayat 2a).
Sebab itu manusia tidak perlu lagi memakai perantaraan imam untuk datang kpd
Allah. Dg dmk terjalinlah persekutuan manusia dg Allah (Ef 3:12).
· Ketiga,
memiliki pengharapan akan kemuliaan (ay 2b).
Ini berlawanan dg dosa yg membuat man kehilangan kemuliaan Allah (Rm 3:23).
· Keempat,
memampukan org percaya utk bersukacita dalam penderitaan (ayat 3-4).
Kristus memakai penderitaan untuk menjadi karakter yg tahan uji (Ay 23:10). Roh
Kudus yg berdiam di dlm hidup org percaya memampukannya untuk teguh bertahan.
Dmklah kita melihat bgm pembenaran yg dilakukan Kristus atas
manusia menjadi pintu yg membukakan banyak berkat. Dan semua itu tidak mungkin
terjadi melalui ketaatan manusia pada Taurat. Hanya oleh kasih karunia Allah
kita memiliki keselamatan yang mencakup juga aspek masa datang. Merenungkan hal
itu, membuat kita menyadari begitu besar makna pengorbanan Kristus di salib
bagi status manusia di hadapan Allah. Maka seharusnyalah kita, yang telah
diperdamaikan dengan Allah oleh Kristus, hidup dg menikmati seluruh kekayaan
berkat itu. Jangan pernah mau undur dari iman yg telah Anda nyatakan, karena
Tuhan pasti akan menguatkan. Ingatlah bahwa kemenangan iman kita akan
dinyatakan kelak dan kita akan menikmati kemuliaan sbg anak-anak Allah.
Hidup dalam damai
sejahtera.
Damai sejahtera sangat dirindukan dan terus dicari banyak orang. Damai sejahtera itu selain berhubungan dengan kondisi hati, juga berkait dengan hubungan-hubungan yang baik dan benar dengan sesamanya. Kita patut bersukacita dan merasa beruntung bahwa di dalam Kristus kita telah diperdamaikan dengan Allah. Dari musuh, kita dijadikan sahabat Allah. inilah wujud nyata pembenaran Allah di dalam Yesus Kristus. Karena ada dalam hubungan damai dengan Allah, kita dimungkinkan bermegah bahkan di tengah-tengah kesulitan dan penderitaan hidup seberat apapun.
Damai sejahtera sangat dirindukan dan terus dicari banyak orang. Damai sejahtera itu selain berhubungan dengan kondisi hati, juga berkait dengan hubungan-hubungan yang baik dan benar dengan sesamanya. Kita patut bersukacita dan merasa beruntung bahwa di dalam Kristus kita telah diperdamaikan dengan Allah. Dari musuh, kita dijadikan sahabat Allah. inilah wujud nyata pembenaran Allah di dalam Yesus Kristus. Karena ada dalam hubungan damai dengan Allah, kita dimungkinkan bermegah bahkan di tengah-tengah kesulitan dan penderitaan hidup seberat apapun.
Bermegah dalam setiap
keadaan. Hidup dalam damai sejahtera tidak berarti kita bebas dari pergumulan,
masalah dan penderitaan. Janganlah kita salah mengartikannya. Di sinilah letak
dialektika kehidupan Kristen. Di satu pihak kita telah menjadi milik Kristus,
di pihak lain kita sedang bertumbuh dalam Kristus. Dalam iman, masalah,
pergumulan, penderitaan itu tetap ada, namun tidak lagi bersifat merusak.
Sebaliknya semuanya itu akan membuat kita makin tekun, tahan uji, dan
berpengharapan pada Allah. Melaluinya kita belajar untuk selalu bergantung pada
kuasa Kristus yang memberdayakan kita, melalui Roh Kudus yang diam di dalam
kita (ayat 1-5).
Yoh 4:5-42
Percakapan ini luar biasa.
Orang Yahudi laki-laki biasanya tidak mau berbicara dengan perempuan, dan orang
Yahudi yang memelihara agama Yahudi tidak mau berbicara dengan orang Samaria.
Percakapan ini, yg merup sebagian dari sejarah Yesus Kristus, juga mengandung
teologia yg amat indah dan dalam. Ada dua kontras yang timbul. Ada kontras
antara air sumur dan air hidup, dan ada kontras antara Yakub dan
Yesus.Percakapan ini dapat dibandingkan dengan percakapan Tuhan Yesus dengan
Nikodemus. Di situ ada kontras antara kelahiran jasmani dan kelahiran rohani.
Kiasan yg dipakai dalam dua percakapan masing2 jauh berbeda, tetapi
pelajaran rohani di balik kedua kiasan itu sebenarnya sama. Tuhan Yesus membicarakan
kehidupan kekal yg diperoleh melalui Dia. Perempuan itu juga dapat dibandingkan
dg Nikodemus. Dari segi ltrblk, perempuan itu (yg namanya tidak disebutkan) adalah
orang berdosa dari suku yg dianggap hina, sedangkan Nikodemus adalah tokoh
agama Yahudi yg terkemuka. Sedangkan dari segi tanggapannya, Nikodemus bingung
dan belum percaya. Mungkin dia pergi dari ruangan itu, tetapi kepergiannya pun
tidak disebutkan. Tanggapan perempuan itu jauh lebih baik. Dia percaya, dan dia
membawa banyak org kpd Yesus. Lt blk yg mantap bukan merupakan syarat untuk
melayani Tuhan Yesus scr efektif! Peristiwa ini tidak diceritakan dalam ke tiga
Injil Sinoptik,tapi kiasan panen dikatakan dalam Mat 9:35-38
("Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit"), dan
keperluan untuk roti jasmani disingkirkan demi kepentingan rohani dalam Mat 4:1-4.
Puaskan kehausan jiwa
Anda!
Pemenuhan arti dan tujuan hidup dapat digambarkan dengan pemuasan dahaga. Cinta, harta, pangkat, serta kenikmatan tidak dapat memuaskan dahaga terdalam manusia. Hanya Allah yang sanggup memberi kepuasan sejati! Saat berada di sumber air di Samaria, Yesus bertemu perempuan Samaria yang ingin mengambil air. Saat itu tengah hari. Sebenarnya itu bukan waktu yang lazim untuk mengambil air karena para perempuan biasanya mengambil air pada pagi atau sore hari. Mungkin perempuan itu sengaja datang pada waktu itu untuk menghindari pertemuan dengan perempuan lain. Melihat perempuan Samaria itu, Yesus meminta air kepada dia (ayat 6-7). Ini mengejutkan si perempuan (ayat 9). Dia mengenali orang itu sebagai orang Yahudi. Padahal orang Yahudi menghindari kontak langsung dengan orang Samaria. Lagi pula tak lazim bagi seorang pria terhormat untuk bicara dengan perempuan di tempat seperti itu. Namun Yesus tidak menghiraukan keheranan perempuan Samaria. Ia malah menawarkan air hidup yang merupakan karunia Allah (ayat10), yang lebih berarti daripada air yang sehari-hari diminum oleh perempuan itu. Yesus ingin perempuan itu menyadari adanya kebutuhan rohani yang juga harus dipenuhi. Dan kebutuhan itu hanya bisa dipuaskan oleh Allah, yang penuh dengan kasih karunia. Apa yang dimaksud Yesus dengan air hidup? Di dalam PL, Tuhan disebut sebagai sumber air (Yer 17:13) atau sungai (Mzm 36:9) yang menjawab kehausan manusia akan Allah (Mzm 42:2; Yes 55:1; Yer 2:13; Zak 13:1). Yesus berkata bahwa Ia akan menganugerahkan air hidup yang dapat memuaskan kehausan manusia akan Allah. Ini berarti Yesus menyatakan bahwa diri-Nyalah penggenap firman tsb. Ialah Mesias dari Allah yang sanggup memuaskan kerinduan jiwa manusia.Jika kita tidak mau mengabaikan tubuh ketika merasa lapar atau haus, mengapa kita sering tak peduli terhadap kehausan jiwa kita? Tanpa Yesus sesungguhnya jiwa akan selalu kehausan. Undanglah Dia untuk memuaskan jiwamu.
Pemenuhan arti dan tujuan hidup dapat digambarkan dengan pemuasan dahaga. Cinta, harta, pangkat, serta kenikmatan tidak dapat memuaskan dahaga terdalam manusia. Hanya Allah yang sanggup memberi kepuasan sejati! Saat berada di sumber air di Samaria, Yesus bertemu perempuan Samaria yang ingin mengambil air. Saat itu tengah hari. Sebenarnya itu bukan waktu yang lazim untuk mengambil air karena para perempuan biasanya mengambil air pada pagi atau sore hari. Mungkin perempuan itu sengaja datang pada waktu itu untuk menghindari pertemuan dengan perempuan lain. Melihat perempuan Samaria itu, Yesus meminta air kepada dia (ayat 6-7). Ini mengejutkan si perempuan (ayat 9). Dia mengenali orang itu sebagai orang Yahudi. Padahal orang Yahudi menghindari kontak langsung dengan orang Samaria. Lagi pula tak lazim bagi seorang pria terhormat untuk bicara dengan perempuan di tempat seperti itu. Namun Yesus tidak menghiraukan keheranan perempuan Samaria. Ia malah menawarkan air hidup yang merupakan karunia Allah (ayat10), yang lebih berarti daripada air yang sehari-hari diminum oleh perempuan itu. Yesus ingin perempuan itu menyadari adanya kebutuhan rohani yang juga harus dipenuhi. Dan kebutuhan itu hanya bisa dipuaskan oleh Allah, yang penuh dengan kasih karunia. Apa yang dimaksud Yesus dengan air hidup? Di dalam PL, Tuhan disebut sebagai sumber air (Yer 17:13) atau sungai (Mzm 36:9) yang menjawab kehausan manusia akan Allah (Mzm 42:2; Yes 55:1; Yer 2:13; Zak 13:1). Yesus berkata bahwa Ia akan menganugerahkan air hidup yang dapat memuaskan kehausan manusia akan Allah. Ini berarti Yesus menyatakan bahwa diri-Nyalah penggenap firman tsb. Ialah Mesias dari Allah yang sanggup memuaskan kerinduan jiwa manusia.Jika kita tidak mau mengabaikan tubuh ketika merasa lapar atau haus, mengapa kita sering tak peduli terhadap kehausan jiwa kita? Tanpa Yesus sesungguhnya jiwa akan selalu kehausan. Undanglah Dia untuk memuaskan jiwamu.
Sumber Air Hidup
Org Yahudi tidak bergaul
dg org Samaria (ayat 9b)
karena di mata org Yahudi, org Samaria adalah ras yg tidak murni. Dulu, ketika
Asyur menghancurkan kerajaan Israel (Utara), penduduk Samaria dicampur dg org2
dari bangsa jajahan Asyur yang lain. Akibatnya terjadi kawin campur dan
sinkretisme agama. Untuk org2 yg dibenci oleh bangsa-Nya, Yesus
sengaja mengunjungi mereka (ayat 4)
agar dapat menawarkan Air Hidup untuk memuaskan dahaga rohani mereka. Melalui
percakapan dg seorg perempuan Samaria yg datang ke sumur Yakub untuk menimba
air minum, Tuhan Yesus menawarkan Air Hidup itu kepadanya (ayat10).
Air minum hanya melepaskan kehausan sementara karena harus diminum
terus-menerus. Air Hidup yg ditawarkan Tuhan Yesus akan menyegarkan jiwa, bukan
hanya sementara melainkan sekali diminum akan menjadi mata air yang memancar di
kedalaman hati selama-lamanya (ayat 14).
Tawaran Tuhan Yesus kepada perempuan Samaria ini merupakan tawaran kasih Allah
yg diungkapkan kpd semua orang, tanpa membedakan suku, gender, dan status. Selain
termasuk suku Samaria yg dibenci orang Yahudi, statusnya sebagai perempuan
adalah rendah di mata orang Yahudi. Terlebih lagi, tidak pantas seorang
perempuan yang tidak terhormat berbicara dengan seorang Rabi (Guru).Seperti
perempuan Samaria itu, kita sebagai orang-orang zaman modern ini pun memiliki
banyak dahaga hidup yang kita coba atasi dengan berbagai cara pemuasan.
Pengalaman menyatakan bahwa tidak ada hal apa pun, apalagi dosa yang dapat
mengisi kekosongan dalam hidup kita. Hanya Yesus, Sumber Air Hidup dan Pemuas
kebutuhan hidup terdalam yang dapat mengisi dan memberi arti bagi hidup ini.
Berbaliklah kepada-Nya dan izinkan Dia mengisi hidup Anda dengan hidup-Nya
sendiri.
Dari ke tiga bacaan kami belajar:
1.
Kehidupan rohani
harus dikembangkan dalam hati org dg bantuan Roh Kudus shg sungguh air hidup
itu mengalir terus dalam diri kita.
2.
Yesus benar-benar seorang manusia, dan dapat merasakan
kelemahan seperti manusia pada umumnya. Dosa mendatangkan kerja keras (Kej. 3:19), maka Kristus, yang
menjadikan diri-Nya kutuk karena kita, harus mengalaminya.
3.
Yesus seorang yg lemah lembut, yang tidak memiliki tubuh yang
kekar. Tampaknya murid-murid-Nya tidak letih, sehingga mereka dapat pergi ke
kota tanpa kesulitan, sementara Guru mereka duduk dan tidak mampu berjalan
lebih jauh. Tubuh yang terbuat dari tanah yang rapuh ini memang sangat peka
terhadap rasa lelah, sehingga hampir tidak dapat menanggungnya.
4.
Tawaran Tuhan Yesus kepada
perempuan Samaria ini merupakan tawaran kasih Allah yang diungkapkan kepada
semua orang, tanpa membedakan suku, gender, dan status.
5.
Status perempuan adalah
rendah di mata orang Yahudi. Terlebih lagi, tidak pantas seorang perempuan yang
tidak terhormat berbicara dengan seorang Rabi, tapi Yesus mengangkat harkat perempuan
disini.
6.
Cinta, harta, pangkat,
serta kenikmatan tdk dpt memuaskan dahaga terdalam man,hanya Allah yg sanggup
memberi kepuasan sejati.
7.
Sebenarnya itu bukan waktu
yg lazim untuk mengambil air karena para perempuan biasanya mengambil air pada
pagi / sore hari. Mungkin perempuan itu sengaja datang pada waktu itu untuk
menghindari pertemuan dg perempuan lain krn dia berdosa.
8.
Kemampuan Yesus dalam melunakkan hati perempuan
dan kita dari dosa.
9.
Air hidup yang dari Yesuslah yg mampu
menjalankan hidup yg penuh kegelapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar