Senin, 10 Maret 2014

Hospitality

Pelayanan Kristiani                                 Minggu 21 July 2013
1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.2  Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,3  serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.4  Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;5  biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini." Jawab mereka: "Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu."6 Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"7 Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.8 Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang2 itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan.9 Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di dlm kemah."10 Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki."
Kol. 1:24-28
24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.25  Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,26  yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad & dari turunan ke turunan, tetapi yg sekarang dinyatakan kpd orang2 kudus-Nya.27  Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!28  Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,40  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."41  Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dgn banyak perkara,42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
Pembahasan
Dalam bacaan pertama, Abraham dan Sara yang dijanjikan akan memperoleh keturunan berusaha memahami dan berjuang untuk memelihara harapan tsb. Sara berjuang dengan susah payah untuk percaya pada janji yang terasa hampir mustahil itu karena usianya sudah lanjut. Sungguhkah istriku akan melahirkan anak, sedangkan aku sudah tua? (Kej. 18:13). Abraham memelihara harapan tersebut dengan menyambut hangat tiga orang tamu yang melintasi kemahnya di Mamre. Ia menjamu dengan penuh suka cita para tamu Allah tersebut; yang pada akhir kunjungan mereka mewartakan kabar harapan akan lahirnya seorang anak yang dijanjikan itu tahun depannya. (Kej. 18: 1-10a). Harapan telah membuat Abraham dan Sara menyambut dengan suka cita para tamu yang melintas di kemah mereka. Keramah-tamahan Abraham menyambut tamu Allah, dan perjuangan gigih Paulus mewartakan Kristus sebagai pengharapan akan kemuliaan kekal hendaknya menjadi inspirasi penggerak hidup kita.Dan harapan akan Kristus yang membakar hidup Paulus,selama dalam penjara dan perjalanannya keberbagai negara dengan gigih dan hidup menderita dialami oleh Paulus dalam pewartaannya kepada bangsa2 sebagai pelayan (Abdi Allah) untuk meneruskan warta Keselamatan dari Yesus abg penggnapan PL.  Paulus menyebutnya rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad, dari turunan ke turunan yaitu: Yesus ada di tengah2 kamu, Ia yg adalah pengharapan akan kesempurnaan dalam segala karya mulia Keselamatan Tuhan (Kol. 1:26-28).
Apa yang dipilih dan dilakukan oleh Maria yaitu duduk mendengarkan Tuhan Yesus, dibanding Marta yang sibuk untuk menjamu dan melayani Yesus, dalam Injil hari ini juga semakin menegaskan bahwa kita diajak untuk memilih dan fokus pada yang utama, melakukan yang pokok2 agar dapat selalu berada dekat dg Tuhan. (Luk. 10:38-42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya). Apa yang dipilih dan dilakukan oleh Maria yaitu duduk mendengarkan Tuhan Yesus, dibanding Marta yang sibuk untuk menjamu dan melayani Yesus, dalam Injil hari ini juga semakin menegaskan bahwa kita diajak untuk memilih dan fokus pada yang utama, melakukan yg penting2 dalam berada dekat dg Tuhan.
Demikian sabda atau tanggapan Yesus terhadap Marta yang mengeluh. Bersama dan bersatu dengan Tuhan, itulah kiranya yang dimaksudkan, tidak hanya selama sedang berdoa, melainkan kapan saja dan dimana saja akrab bersama dan bersatu dengan Tuhan. Dengan menemukan Tuhan dalam segala sesuatu dan menghayati segala sesuatu dalam Tuhan kita dianugerahkan kepemilikan Kerajaan Surga utk kita, maka kita tidak mungkin hidup seenaknya, melainkan harus hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan dan senantiasa berbudi pekerti luhur dan berbuat baik kepada siapapun dan dimanapun.Penerimaan kehadiran Yesus, dapat menjadi inspirasi bagi kita, yaitu bekerja sama dalam pelayanan atau bekerja. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus kita dipanggil untuk meneladan Paulus, yang berbahagia atau bersukacita karena penderitaan dalam pelaksanaan tugas pengutusan atau pelayanan.
‘Af’ memperoleh tugas untuk mengurus konsumsi., namun tiba2 ia marah besar gara2 kurang memperoleh perhatian / sapaan dari Ketua Panitia, dan sementara itu Ketua Panitia nampak berbincang2, bersendau-gurau dgn para pekerja lain maupun tenaga relawan lainnya yg datang membantu. Kemarahan Marta membuat ketegangan bagi sementara orang selama persiapan pesta tsb. Kerja keras dalam melaksanakan tugas pekerjaan atau pengutusan memang baik, namun ketika dalam kerja tersebut kehilangan senyum, keramahan dan kegembiraan maka kerja keras tersebut rasanya hanya untuk menunjukkan kesombongan diri saja, bukan pengabdian atau pelayanan sejati. Marilah kita mawas diri , bercermin pada Marta dan Maria yg memperoleh kunjungan Yesus.
"Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?” (Luk 10:40)
Yesus datang, Marta sibuk mempersiapkan hidangan untuk Yesus sedangkan Maria duduk manis berbicara dengan Yesus. Peristiwa ini sering menjadi inspirasi motto “Ora et labora” = Berdoa dan bekerja. Berdoa dan bekerja memang dapat dibedakan, namun hemat saya tak baik atau tak mungkin dipisahkan; berdoa dan bekerja bagaikan mata uang bermuka dua. Berdoa hendaknya menjiwai bekerja dan sebaliknya bekerja menjiwai berdoa.
 “Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (Luk 10:42), demikian sabda atau tanggapan Yesus terhadap Marta yang mengeluh. Bersama dan bersatu dengan Tuhan, itulah kiranya yang dimaksudkan, tidak hanya selama sedang berdoa, melainkan kapan saja dan dimana saja akrab bersama dan bersatu dengan Tuhan. Dengan kata lain dapat menemukan Tuhan dalam segala sesuatu dan menghayati segala sesuatu dalam Tuhan. “Baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan” (Rm 14:8b), demikian kata Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua umat beriman. Segala sesuatu adalah anugerah Tuhan yang kita terima melalui siapapun yang telah berbuat baik kepada kita atau mengasihi kita sampai sekarang ini. Karena hidup kita adalah milik Tuhan yang dianugerahkan kepada kita, maka kita tidak mungkin hidup seenaknya, melainkan harus hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan alias senantiasa berbudi pekerti luhur dan berbuat baik kepada siapapun dan dimanapun, maka kita juga berdoa secara khusuk sendirian dimanapun dan kapanpun.
Pengalaman Marta dan Maria menerima kehadiran Yesus, dapat menjadi inspirasi bagi kita, yaitu bekerja sama dalam pelayanan atau bekerja. Maka kami berharap para orangtua atau bapak-ibu dapat menjadi teladan dalam hal kerjasama bagi anak-anaknya serta mendampingi dan mendidik anak-anaknya untuk senantiasa dapat bekerjasama dengan siapapun dan dimanapun. Pengalaman kerjasama di dalam keluarga akan menjadi kekuatan dan modal untuk bekerjasama dalam bidang kehidupan bersama yang lebih luas, seperti di tempat kerja atau belajar atau masyarakat pada umumnya.
Menderita karena setia pada tugas pekerjaan atau pengutusan yang membuat bahagia atau sukacita itulah pengalaman Paulus sebagai pelayan jemaat/umat (Kol 1:24-25). Paulus merasa berbahagia atau bersukacita karena diperkenankan ambil bagian dalam penderitaan Yesus Kristus. Yesus telah menderita dan wafat di kayu salib demi keselamatan atau kebahagiaan kita semua, umat manusia seluruh dunia. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus kita dipanggil untuk meneladan Paulus, yang berbahagia atau bersukacita karena penderitaan dalam pelaksanaan tugas pengutusan atau pelayanan.
Berakit2 ke hulu, berenang2 ke tepian, bersakit2 dahulu bersenang2 kemudian”=untuk hidup makmur perlu bertempur dg segala kesakitan/penderitaan ,kata sebuah peribahasa Indonesia, “Jer basuki mowo beyo” = untuk hidup mulia harus berjuang atau berkorban, kata peribahasa Jawa. Berakit/ berenang, tak mungkin dipaksakan kecepatan alias ngebut, melainkan proses, maju pelan2 dan terus-menerus.
Dari ketiga bacaan di atas kami belajar:
1.        Proses mengajar-belajar itulah yang diharapkan terjadi di klas, ruang kuliah di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi. Yang perlu digarisbawahi dan sering kurang diperhatikan pada masa kini adalah ‘proses’. Kami berharap dengan menghayati proses para pengajar semakin terampil dalam mengajar dan para pelajar semakin terampil dalam belajar. Ketika para pelajar terampil dalam belajar maka diharapkan mereka dengan mudah untuk mempelajari apapun yang perlu untuk kehidupan mereka masa depan. Memang untuk itu harus setia belajar setiap hari, tidak hanya menjelang ulangan umum atau ujian saja.
2.        Bekerja agar terampil itulah yang kami dambakan kepada para pekerja , maka kami berharap para pekerja tidak hanya mencari uang atau demi uang belaka, karena dg begitu pasti  mudah /cenderung untuk melakukan korupsi.
3.        Utamakan agar terampil bekerja, dan ketika anda terampil bekerja maka selayaknya pada waktu akan menerima imbal jasa atau kesejahteraan yang memadai.
4.        Baik dalam belajar maupun bekerja hindari untuk berhasil dengan cepat dan mudah, karena apa yang diperoleh dengan cepat dan mudah juga akan dengan cepat dan mudah untuk hilang atau musnah.
5.        Selalu berada dekat Tuhan dan mendengarkan Dia adalah yang terpenting dibanding berbagai kesibukan lain. Tuhan mengajarkan lewat Maria dan Marta prinsip mengelola kehidupan untuk tidak melakukan trivial many, melainkan yang vital view; untuk memilih dan melakukan yang utama, fokus pada yang penting dan pokok, bahkan terpenting dalam hidup kita (vital view) dan tidak terjebak dalam kesibukan yang kurang penting dan menghabiskan energi serta waktu hidup kita (trivial many).
6.        Membangun dan memelihara pengharapan pada Tuhan sebagai yang utama, dan untuk memilih sikap dan cara hidup lebih fokus pada hal-hal penting yang dapat mendekatkan kita pada Tuhan dan mendengarkan SabdaNya. (Matheus Supomo)
7.        Bekerja dihayati sbg ibadah.
8.        Ketidak sempurnaan dalam Yesus dipenuhi dalam pelayanan Paulus dalam jemaat sehingga mereka merasakan kesempurnaan Yesus yang utuh, seperti Abraham danSarah istrinya melayani 3 utusan Tuhan / Marta yg selalu sibuk dalam urusannya sendiri sedang maria hanya mendengar FT.
9.        Betapa kaya Yesus dalam segala hal terlebih pengharapan kita dalam penebusan dan hal keselamatan.
10.     Kemuliaan rahasia dan kemegahan Kerajaan Surga ada diantara kita, yaitu keberadaan Kristus di tengah2 kita.
11.     Sukacita ada dalam pelayanan bukan keterpaksaan yang ada dalam melakukan segala hal dalam bekerja/ibadat.
12.     Kemampuan dalam melayani Tuhan dg segenap hati bukan terpaksa.
13.     Memberikan seluruh kemampuan jiwa dan raga dalam mengerjakan segala hal di dunia, meski yang terutama ialah mendengarkan FT, itupun hanya bisa dilakukan pada orang yang mampu menangkap FT dg benar sehingga pekerjaan yang dikerjakan menjadi maksimal, menjadi sempurna di mata Tuhan sbg ibadah yang luhur.
14.     Bukan kesempurnaan dalam melaksanakan perbuatan kitalah yang diutamakan, melainkan kemampuan memilih apa yang paling utama/perlu/penting bagi kita, itulah yang terpenting dan dipilih oleh Maria, yaitu: mendengarkan sabda Tuhan (Mgr F.X Hadisumarta O.Carm)
15.     Kehadiran Si Pengunjung itulah sasaran utama perhatian Maria. Tokoh Marta dan Maria tampillah sebagai gambaran dua model, dua bentuk, dua cara yang seringkali kita hadapi sebagai ketegangan/tensi antara dua sikap dan perbuatan dalam kehidupan kita sehari-hari.
16.     Menyelenggarakan suatu keramahtamahan (hospitalitas) dalam menerima tamu/kunjungan di rumah atau di tempat lain
17.     Dalam kegiatan yang harus kita laksanakan dikehidupan sehari2, kita harus mau diam menyediakan waktu utk Tuhan, untuk mengatasi masalah gawat berusaha mencari ketenangan dan berpikir matang, agar mampu melaksanakan kegiatan itu secara baik,efektif dan tepat.
18.     Kunci hospitalitas Kristiani bukanlah ketegangan antara kegiatan/aktifitas dan ketenangan/pasifitas atau kediamdirian, melainkan dalam kepantasan/kesediaan dalam menerima atau menyambut kedatangan atau kunjungan tamu itu.
19.     Kesediaan mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh si tamu kepada kita . Itulah yg dilakukan oleh Maria. Tetapi kita, sadar / tak sadar, terkadang memiliki hambatan dalam diri kita sendiri. Kita menghadapi masalah2 kita sendiri dg begitu pelik. Kita acuh tak acuh dan tak ambil pusing terhadap keadaan orang lain. Dan orang-orang lain adalah asing bagi kita.
20.     Kita sangat menaruh perhatiaan terlalu banyak kepada kepentingan kita sendiri.
21.     Terlalu memikirkan hal2 yg tampak (Visual), mungkin ingin menghidangkan hidangan luarbiasa, sambutan sangat meriah. Namun tiada waktu dan perhatian cukup untuk menyambut dan mendengarkan apa yang ingin disampaikan (Firtual) oleh tamu kita kepada kita sebagai penerima tamu atau "tuan rumah" yang baik/ manusiawi.
22.     Kesediaan dan kesanggupan mendengarkan sabda Tuhan, - itulah syarat sekaligus tanda nyata kemuridan Yesus sejati.
23.     Hanya dengan kesejatian kemuridan Yesus inilah, kita akan mampu menyambut kunjungan (hospitalitas) orang lain, dan bergaul dengan siapapun (persaudaraan) sebagai orang kristiani sejati. Hanya dengan mendengarkan sabda Tuhan, apapun yang kita lakukan akan berkenan kepada-Nya.

24.     Pekerja yang dijiwai oleh doa pada umumnya bekerja dengan baik, tenang, tekun, tidak banyak bicara, tidak mengeluh meskipun cukup berat serta kurang diperhatikan orang lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar