Pelayanan
Kristiani Minggu 21 July 2013
1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu
kemahnya waktu hari panas terik.2 Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari
dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,3 serta berkata: "Tuanku,
jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.4 Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu
dan duduklah beristirahat
di bawah pohon ini;5 biarlah kuambil sepotong
roti, supaya tuan-tuan segar kembali;
kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan
perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang
ke tempat hambamu ini." Jawab mereka: "Perbuatlah
seperti yang kaukatakan itu."6 Lalu Abraham segera pergi
ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat
tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"7
Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya,
ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik
dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.8 Kemudian diambilnya dadih dan susu
serta anak lembu
yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya
di depan orang2 itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon
itu, sedang mereka makan.9 Lalu kata mereka kepadanya: "Di
manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di dlm kemah."10
Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun
depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan
mempunyai seorang anak laki-laki."
Kol. 1:24-28
24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad & dari turunan ke turunan, tetapi yg sekarang dinyatakan kpd orang2 kudus-Nya.27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad & dari turunan ke turunan, tetapi yg sekarang dinyatakan kpd orang2 kudus-Nya.27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
38 Ketika Yesus dan
murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang
perempuan yang bernama Marta menerima Dia di
rumahnya.39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,40 sedang Marta sibuk
sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta,
engkau kuatir dan menyusahkan
diri dgn banyak perkara,42
tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan
diambil dari padanya."
Pembahasan
Dalam
bacaan pertama, Abraham dan Sara yang dijanjikan akan memperoleh keturunan
berusaha memahami dan berjuang untuk memelihara harapan tsb. Sara berjuang
dengan susah payah untuk percaya pada janji yang terasa hampir mustahil itu
karena usianya sudah lanjut. Sungguhkah istriku akan melahirkan anak, sedangkan
aku sudah tua? (Kej. 18:13). Abraham memelihara harapan tersebut dengan
menyambut hangat tiga orang tamu yang melintasi kemahnya di Mamre. Ia menjamu
dengan penuh suka cita para tamu Allah tersebut; yang pada akhir kunjungan
mereka mewartakan kabar harapan akan lahirnya seorang anak yang dijanjikan itu
tahun depannya. (Kej. 18: 1-10a). Harapan telah membuat Abraham dan Sara
menyambut dengan suka cita para tamu yang melintas di kemah mereka. Keramah-tamahan Abraham
menyambut tamu Allah, dan perjuangan gigih Paulus mewartakan Kristus sebagai
pengharapan akan kemuliaan kekal hendaknya menjadi inspirasi penggerak hidup
kita.Dan harapan
akan Kristus yang membakar hidup Paulus,selama dalam penjara dan perjalanannya
keberbagai negara dengan gigih dan hidup menderita dialami oleh Paulus dalam pewartaannya
kepada bangsa2 sebagai pelayan (Abdi Allah) untuk meneruskan warta
Keselamatan dari Yesus abg penggnapan PL. Paulus menyebutnya rahasia yang tersembunyi
dari abad ke abad, dari turunan ke turunan yaitu: Yesus ada di tengah2
kamu, Ia yg adalah pengharapan akan kesempurnaan dalam segala karya mulia
Keselamatan Tuhan (Kol. 1:26-28).
Apa
yang dipilih dan dilakukan oleh Maria yaitu duduk mendengarkan Tuhan Yesus, dibanding
Marta yang sibuk untuk menjamu dan melayani Yesus, dalam Injil hari ini juga
semakin menegaskan bahwa kita diajak untuk memilih dan fokus pada yang utama,
melakukan yang pokok2 agar dapat selalu berada dekat dg Tuhan. (Luk.
10:38-42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan
diambil dari padanya). Apa yang dipilih dan dilakukan oleh Maria yaitu
duduk mendengarkan Tuhan Yesus, dibanding Marta yang sibuk untuk menjamu dan
melayani Yesus, dalam Injil hari ini juga semakin menegaskan bahwa kita diajak
untuk memilih dan fokus pada yang utama, melakukan yg penting2 dalam
berada dekat dg Tuhan.
Demikian
sabda atau tanggapan Yesus terhadap Marta yang mengeluh. Bersama dan bersatu
dengan Tuhan, itulah kiranya yang dimaksudkan, tidak hanya selama sedang
berdoa, melainkan kapan saja dan dimana saja akrab bersama dan bersatu dengan
Tuhan. Dengan menemukan Tuhan dalam segala sesuatu dan menghayati segala
sesuatu dalam Tuhan kita dianugerahkan kepemilikan Kerajaan Surga utk kita,
maka kita tidak mungkin hidup seenaknya, melainkan harus hidup dan bertindak
sesuai dengan kehendak Tuhan dan senantiasa berbudi pekerti luhur dan berbuat
baik kepada siapapun dan dimanapun.Penerimaan kehadiran Yesus, dapat menjadi
inspirasi bagi kita, yaitu bekerja sama dalam pelayanan atau bekerja. Sebagai
orang yang beriman kepada Yesus Kristus kita dipanggil untuk meneladan Paulus,
yang berbahagia atau bersukacita karena penderitaan dalam pelaksanaan tugas
pengutusan atau pelayanan.
‘Af’ memperoleh tugas untuk mengurus konsumsi., namun tiba2
ia marah besar gara2 kurang memperoleh perhatian / sapaan dari Ketua
Panitia, dan sementara itu Ketua Panitia nampak berbincang2,
bersendau-gurau dgn para pekerja lain maupun tenaga relawan lainnya yg datang
membantu. Kemarahan Marta membuat ketegangan bagi sementara orang selama
persiapan pesta tsb. Kerja keras dalam melaksanakan tugas pekerjaan atau
pengutusan memang baik, namun ketika dalam kerja tersebut kehilangan senyum,
keramahan dan kegembiraan maka kerja keras tersebut rasanya hanya untuk
menunjukkan kesombongan diri saja, bukan pengabdian atau pelayanan sejati.
Marilah kita mawas diri , bercermin pada Marta dan Maria yg memperoleh
kunjungan Yesus.
"Tuhan, tidakkah
Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?” (Luk 10:40)
Yesus datang, Marta sibuk mempersiapkan hidangan untuk Yesus sedangkan
Maria duduk manis berbicara dengan Yesus. Peristiwa ini sering menjadi
inspirasi motto “Ora et labora” = Berdoa dan bekerja. Berdoa dan bekerja
memang dapat dibedakan, namun hemat saya tak baik atau tak mungkin dipisahkan;
berdoa dan bekerja bagaikan mata uang bermuka dua. Berdoa hendaknya menjiwai
bekerja dan sebaliknya bekerja menjiwai berdoa.
“Maria telah memilih bagian yang
terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (Luk 10:42), demikian
sabda atau tanggapan Yesus terhadap Marta yang mengeluh. Bersama dan bersatu
dengan Tuhan, itulah kiranya yang dimaksudkan, tidak hanya selama sedang
berdoa, melainkan kapan saja dan dimana saja akrab bersama dan bersatu dengan
Tuhan. Dengan kata lain dapat menemukan Tuhan dalam segala sesuatu dan
menghayati segala sesuatu dalam Tuhan. “Baik hidup atau mati, kita adalah
milik Tuhan” (Rm 14:8b), demikian kata Paulus kepada umat di Roma, kepada
kita semua umat beriman. Segala sesuatu adalah anugerah Tuhan yang kita terima
melalui siapapun yang telah berbuat baik kepada kita atau mengasihi kita sampai
sekarang ini. Karena hidup kita adalah milik Tuhan yang dianugerahkan kepada
kita, maka kita tidak mungkin hidup seenaknya, melainkan harus hidup dan bertindak
sesuai dengan kehendak Tuhan alias senantiasa berbudi pekerti luhur dan berbuat
baik kepada siapapun dan dimanapun, maka kita juga berdoa secara khusuk
sendirian dimanapun dan kapanpun.
Pengalaman Marta dan Maria menerima kehadiran Yesus, dapat menjadi
inspirasi bagi kita, yaitu bekerja sama dalam pelayanan atau bekerja. Maka kami
berharap para orangtua atau bapak-ibu dapat menjadi teladan dalam hal kerjasama
bagi anak-anaknya serta mendampingi dan mendidik anak-anaknya untuk senantiasa
dapat bekerjasama dengan siapapun dan dimanapun. Pengalaman kerjasama di dalam
keluarga akan menjadi kekuatan dan modal untuk bekerjasama dalam bidang
kehidupan bersama yang lebih luas, seperti di tempat kerja atau belajar atau
masyarakat pada umumnya.
Menderita
karena setia pada tugas pekerjaan atau pengutusan yang membuat bahagia atau
sukacita itulah pengalaman Paulus sebagai pelayan jemaat/umat (Kol 1:24-25).
Paulus merasa berbahagia atau bersukacita karena diperkenankan ambil bagian
dalam penderitaan Yesus Kristus. Yesus telah menderita dan wafat di kayu salib
demi keselamatan atau kebahagiaan kita semua, umat manusia seluruh dunia.
Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus kita dipanggil untuk meneladan
Paulus, yang berbahagia atau bersukacita karena penderitaan dalam pelaksanaan
tugas pengutusan atau pelayanan.
“Berakit2
ke hulu, berenang2 ke tepian, bersakit2 dahulu bersenang2
kemudian”=untuk hidup makmur perlu bertempur dg segala kesakitan/penderitaan ,kata
sebuah peribahasa Indonesia, “Jer basuki mowo beyo” = untuk hidup mulia
harus berjuang atau berkorban, kata peribahasa Jawa. Berakit/ berenang, tak
mungkin dipaksakan kecepatan alias ngebut, melainkan proses, maju pelan2
dan terus-menerus.
Dari ketiga
bacaan di atas kami belajar:
1.
Proses mengajar-belajar itulah
yang diharapkan terjadi di klas, ruang kuliah di sekolah-sekolah atau perguruan
tinggi. Yang perlu digarisbawahi dan sering kurang diperhatikan pada masa kini
adalah ‘proses’. Kami berharap dengan menghayati proses para pengajar semakin
terampil dalam mengajar dan para pelajar semakin terampil dalam belajar. Ketika
para pelajar terampil dalam belajar maka diharapkan mereka dengan mudah untuk
mempelajari apapun yang perlu untuk kehidupan mereka masa depan. Memang untuk
itu harus setia belajar setiap hari, tidak hanya menjelang ulangan umum atau
ujian saja.
2.
Bekerja agar terampil itulah yang kami dambakan
kepada para pekerja , maka kami berharap para pekerja tidak hanya mencari uang
atau demi uang belaka, karena dg begitu pasti
mudah /cenderung untuk melakukan korupsi.
3.
Utamakan agar terampil bekerja, dan ketika anda terampil bekerja maka
selayaknya pada waktu akan menerima imbal jasa atau kesejahteraan yang memadai.
4.
Baik dalam belajar maupun bekerja hindari untuk berhasil dengan cepat dan
mudah, karena apa yang diperoleh dengan cepat dan mudah juga akan dengan cepat
dan mudah untuk hilang atau musnah.
5.
Selalu berada
dekat Tuhan dan mendengarkan Dia adalah yang terpenting dibanding berbagai
kesibukan lain. Tuhan mengajarkan lewat Maria dan Marta prinsip mengelola
kehidupan untuk tidak melakukan trivial many, melainkan yang vital
view; untuk memilih dan melakukan yang utama, fokus pada yang penting dan pokok,
bahkan terpenting dalam hidup kita (vital view) dan tidak
terjebak dalam kesibukan yang kurang penting dan menghabiskan energi serta waktu hidup kita (trivial many).
6.
Membangun dan memelihara pengharapan pada Tuhan sebagai yang utama,
dan untuk memilih sikap dan cara hidup lebih fokus
pada hal-hal penting yang dapat mendekatkan kita
pada Tuhan dan mendengarkan
SabdaNya. (Matheus
Supomo)
7.
Bekerja dihayati sbg ibadah.
8.
Ketidak sempurnaan dalam Yesus dipenuhi dalam pelayanan Paulus dalam
jemaat sehingga mereka merasakan kesempurnaan Yesus yang utuh, seperti Abraham
danSarah istrinya melayani 3 utusan Tuhan / Marta yg selalu sibuk dalam
urusannya sendiri sedang maria hanya mendengar FT.
9.
Betapa kaya Yesus dalam segala hal terlebih
pengharapan kita dalam penebusan dan hal keselamatan.
10.
Kemuliaan rahasia dan kemegahan Kerajaan Surga ada
diantara kita, yaitu keberadaan Kristus di tengah2 kita.
11.
Sukacita ada dalam pelayanan bukan keterpaksaan yang ada dalam melakukan
segala hal dalam bekerja/ibadat.
12.
Kemampuan dalam melayani Tuhan dg segenap hati bukan terpaksa.
13.
Memberikan seluruh kemampuan jiwa dan raga dalam mengerjakan segala hal
di dunia, meski yang terutama ialah mendengarkan FT, itupun hanya bisa
dilakukan pada orang yang mampu menangkap FT dg benar sehingga pekerjaan yang
dikerjakan menjadi maksimal, menjadi sempurna di mata Tuhan sbg ibadah yang
luhur.
14. Bukan kesempurnaan dalam melaksanakan perbuatan kitalah
yang diutamakan, melainkan kemampuan memilih apa yang paling
utama/perlu/penting bagi kita, itulah yang terpenting dan dipilih oleh Maria,
yaitu: mendengarkan sabda Tuhan (Mgr F.X
Hadisumarta O.Carm)
15.
Kehadiran Si Pengunjung itulah sasaran utama
perhatian Maria. Tokoh Marta dan Maria tampillah sebagai gambaran dua model,
dua bentuk, dua cara yang seringkali kita hadapi sebagai ketegangan/tensi
antara dua sikap dan perbuatan dalam kehidupan kita sehari-hari.
16.
Menyelenggarakan suatu keramahtamahan
(hospitalitas) dalam menerima tamu/kunjungan di rumah atau di tempat
lain
17. Dalam kegiatan yang harus kita laksanakan dikehidupan
sehari2, kita harus mau diam menyediakan waktu utk Tuhan, untuk
mengatasi masalah gawat berusaha mencari ketenangan dan berpikir matang, agar
mampu melaksanakan kegiatan itu secara baik,efektif dan tepat.
18. Kunci
hospitalitas Kristiani bukanlah ketegangan antara kegiatan/aktifitas dan
ketenangan/pasifitas atau kediamdirian, melainkan dalam kepantasan/kesediaan
dalam menerima atau menyambut kedatangan atau kunjungan tamu itu.
19.
Kesediaan
mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh si tamu kepada kita . Itulah
yg dilakukan oleh Maria.
Tetapi kita, sadar / tak sadar, terkadang memiliki hambatan dalam diri kita sendiri. Kita menghadapi masalah2
kita sendiri dg begitu pelik. Kita acuh tak
acuh dan tak ambil pusing terhadap keadaan orang lain. Dan orang-orang lain
adalah asing bagi kita.
20.
Kita sangat menaruh perhatiaan terlalu banyak kepada
kepentingan kita sendiri.
21.
Terlalu memikirkan hal2
yg tampak (Visual), mungkin ingin menghidangkan hidangan
luarbiasa, sambutan sangat meriah. Namun tiada waktu dan perhatian cukup untuk
menyambut dan mendengarkan apa yang ingin disampaikan (Firtual) oleh
tamu kita kepada kita sebagai penerima tamu atau "tuan rumah" yang baik/
manusiawi.
22.
Kesediaan dan kesanggupan mendengarkan sabda Tuhan,
- itulah syarat sekaligus tanda nyata kemuridan Yesus sejati.
23.
Hanya dengan kesejatian kemuridan Yesus
inilah, kita akan mampu menyambut kunjungan (hospitalitas) orang lain, dan
bergaul dengan siapapun (persaudaraan) sebagai orang kristiani sejati. Hanya
dengan mendengarkan sabda Tuhan, apapun yang kita lakukan akan berkenan
kepada-Nya.
24.
Pekerja yang dijiwai oleh doa pada umumnya bekerja dengan baik, tenang, tekun, tidak
banyak bicara, tidak mengeluh meskipun cukup berat serta kurang
diperhatikan orang lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar