Kegigihan Iman Minggu 20
Oktober 2013
Kel 17:8-13
8 Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan
orang Israel di Rafidim.9 Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah
orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku
akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tangan
ku."10 Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa
kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah
naik ke puncak bukit.11 Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat
tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangan nya, lebih
kuatlah Amalek.12 Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka
mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya;
Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu,
seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya sampai tidak bergerak matahari
terbenam.13 Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya
dengan mata pedang.
2 Tim 3:14-4:2
14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran
yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang
telah mengajarkannya kepadamu.15 Ingatlah juga bahwa dari kecil
engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan
menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam
kebenaran.17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah
diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.1 Di hadapan Allah dan
Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan
dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya:2
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah
apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Luk 18:1-8
1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk
menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.2
KataNya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah
dan tidak menghormati seorangpun.3 Dan di kota itu ada seorang janda
yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap
lawanku.4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian
ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak
menghormati seorangpun,5 namun karena janda ini menyusahkan aku,
baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya
menyerang aku."6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan
hakim yang lalim itu!7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang
pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur
waktu sebelum menolong mereka?8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera
membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia
mendapati iman di bumi?"
Pembahasan
Kel
17:1-27
Kisah kuno yang kiranya berasal dari
tradisi Yahwis ini berdasarkan tradisi yg terpelihara oleh suku2 di
bagian selatan negeri Palestina. Penyusun menghubungkan ceritera ini dgn
Rafidim, yaitu tempat terjadinya mujizat air yg dikisahkan dalam Kel 17:1-7.
tetapi sebenarnya orang Amalek mendiami bagian negeri Kanaan yg agak lebih ke
sebelah utara, yaitu Tanah Negeb dan pegunungan Seir, Kel 14:7; Bil 13:29; Hak 1:16; 1Taw 4:42 dst.
Di daerah itupun terletak Horma, Bil 14:39-45;
bdk Ul 25:17-19; 1Sam 15. Kitab
Kej 36:12
memperkenalkan Amalek sebagai cucu Esau. Namun sebenarnya bangsa Amalek adalah
suatu bangsa yg amat tua, Bil 24:20. Di
zaman para Hakim bangsa Amalek bergabung dgn suku Midian menyerbu Israel.
Daudpun masih berperang dgn mereka. Selanjutnya orang Amalek tidak lagi disebut
dalam Alkitab kecuali dalam 1Ta 4:43 dan
dalam Maz 83:8.
Amalek adalah sebuah suku pengembara yang galak dan yang suka merampok,
sangat mirip dgn suku Badui dewasa ini. Sekalipun mereka adalah keturunan Esau
(Kej. 36:12)
mereka bukan bagian dari bangsa Edom. Menurut Ul 25:18
mereka telah menyerang Israel dari belakang, shg serangan itu merupakan
serangan yg curang thdp para pengembara yg sudah "lelah dan lesu"
itu. Inilah yg menyebabkan hukuman keras yg dikisahkan Kel 17:1
Menyenangkan
memperhatikan kisah yg menonjolkan segi kemanusiaan di tengah2
kekuasaan Tuhan, sebuah legenda utk membina dan mengingat kepahlawanan
Musa.Keselamatan selalu terjadi antara rahmat Tuhan dan peran manusia
didalamnya. Sungguh menarik perhatian
kita dari sebuah kisah yg protagonist. Terlepas dari catatan2 ayat
14-15 menjelaskan kebencian org Israel thdp org Amalek dan asal usul sebuah
mezbah (etilogis), seluruh kisah berpusat pada Musa bukan Yahwe. Ayat 9 Musa
memerintahkan Yosua utk siapkan perang dan dia sendiri berdiri di atas bukit.
Rincian ttg perang tdk disinggung, tapi andilnya dalam kemenangan peperangan
ini besar sekali. Keteguhan dan daya tahannyalah yg menyebabkan Israel menang,
stamina yg kuat diperlihatkannya dalam mengacungkan tongkat (meski usia telah
lanjut), bantuan Harun dan Hur (anak Celeb, suami Miriam saudara Musa) sungguh
luar biasa. Keteguhan dalam kisah ini merup kesetiaan memenuhi tugas resmi (2
Raj 12:1, 2 Raj 22:7). Keberanian Musalah yg mengubah arah peperangan,
disamping sejumlah kegagalannya, ia tetap pahlawan bagi Israel. Org Amalek
(penguasa jalur caravan dari Mesir ke Arabia) tinggal di daerah Negeb, ujung
Selatan Israel (Edom 1 Sam 15:7), sering dihubkan dg suku Yehuda dan
tradisi:”Pengusiran”.
2 Timotius 3:14
Ayat 13. Juga dipakai
dengan pengertian "ahli sihir" dan juga "pemain sulap" atau
"penipu." Di dalam konteks ini yg ditekankan adalah penipuan. Bisa saja yang dimaksudkan oleh Paulus
adalah dirinya dan juga orang tua Timotius, tetapi ungkapan orang yang telah mengajarkannya
kepada mu di dalam bentuk
aslinya bisa juga berarti Alkitab sbg bukti tertinggi mengenai kebenaran
doktrin yg diajarkan. 14. Sangat
berbeda dengan perlawanan dari dunia dgn segala tipu dayanya itu, Timotius
harus tetap memegang doktrin Alkitab yg benar dgn bersandar pada Allah. Sebuah
unsur penting di dlm melakukan hal tsb ialah mengingat org yg telah
mengajarkannya kepadamu. Sifat
sang guru dan kesaksiannya itu penting dalam memantapkan kebenaran Injil. 15.Timotius
sudah berhubungan dgn Alkitab sepanjang hidupnya sehingga dia pasti mengetahui
kekuatan yang ada di dalamnya. 16.Diilhamkan Allah di dalam bhs aslinya merupakan satu
kata yg berarti dihembuskan
oleh Allah. Alkitab sampai
kepada kita dgn kewenangan ilahi sepenuhnya sebab merupakan kebenaran mutlak
dan karena itu bermanfaat. Penggunaan ungkapan setiap tulisan menunjukkan kemungkinan ada tulisan yg
tidak diilhamkan oleh Allah. Parafrase oleh Warfield menyelesaikan kekaburan
ini, Setiap tulisan, karena dihembuskan oleh Allah, maka juga bermanfaat ...
" ("Inspiration," ISBE. III, hlm. 1474a). Mengajar ditekankan di dalam Surat2
Penggembalaan (sembilan belas di antara dua puluh kali pemakaian kata ini di
dalam PB terdapat di dalam surat2 Paulus; dari sembilan belas kali
tsb, lima belas di antaranya terdapat di dalam Surat-surat Penggembalaan).Menyatakan
kesalahan terkait sangat erat
dgn "menginsafkan" di Yoh
16:8. Mendidik orang dalam kebenaran menunjuk
kepada latihan atau pembinaan yg harus diadakan di jalan kebenaran atau di
dalam iman. Kata yang diterjemahkan menjadi mendidik hanya dijumpai di dalam surat2
Paulus saja (lihat Ef. 6:4). Di
dalam Ibr 12:5, 7, 8,11 kata ini
diterjemahkan dgn berbagai kata yg akar katanya adalah "hajar”. Yg
dimaksudkan Paulus di sini secara khusus adalah Timotius (bdg. I Tim. 6:11Berpegang pada
kebenaran.
Kembali Paulus memberikan kontras di sini dengan frasa "Tetapi, engkau ...." Timotius didorong untuk mengikuti teladan hidupnya, yg setia dan senantiasa menantikan kedatangan Tuhan Yesus. Timotius perlu meneladani pengajaran dan kesalehannya. Bukan hanya menasihati secara abstrak, Paulus kemudian mengingatkan Timotius ttg apa yang dialaminya sendiri di Antiokhia ketika ia dan Barnabas diusir, di Ikonium, ketika akan dilempari batu oleh masyarakat, dan di Listra, ketika ia dan Barnabas mula-mula disembah, tetapi lalu dilempari batu sampai hampir mati - namun Allah menyelamatkannya. Semua orang, termasuk Timotius, yang berketetapan untuk menjadi saleh akan mengalami penganiayaan. Ia telah belajar dari Paulus. Ia juga telah belajar dari Perjanjian Lama dan Injil. Semua sumber tsb membawa Timotius kepada pemahaman yg benar ttg keselamatan di dalam Kristus. Yang dimaksud "segala tulisan" di sini adalah PL ditambah dgn pesan2 Injil Kristus yg telah Timotius terima, baik secara tulisan maupun tulisan. Segala tulisan itu menolong orang2 percaya untuk mendapatkan pengajaran yg benar, menghardik ajaran sesat, mengoreksi kehidupan moral yg keliru, dan menolong org untuk hidup dlm kesalehan. Tujuan Paulus mengemukakan ini adalah agar Timotius setia dlm pelayanannya dan dipersiapkan untuk pekerjaan baik: mengabarkan Injil Kristus dgn tekun.
Kembali Paulus memberikan kontras di sini dengan frasa "Tetapi, engkau ...." Timotius didorong untuk mengikuti teladan hidupnya, yg setia dan senantiasa menantikan kedatangan Tuhan Yesus. Timotius perlu meneladani pengajaran dan kesalehannya. Bukan hanya menasihati secara abstrak, Paulus kemudian mengingatkan Timotius ttg apa yang dialaminya sendiri di Antiokhia ketika ia dan Barnabas diusir, di Ikonium, ketika akan dilempari batu oleh masyarakat, dan di Listra, ketika ia dan Barnabas mula-mula disembah, tetapi lalu dilempari batu sampai hampir mati - namun Allah menyelamatkannya. Semua orang, termasuk Timotius, yang berketetapan untuk menjadi saleh akan mengalami penganiayaan. Ia telah belajar dari Paulus. Ia juga telah belajar dari Perjanjian Lama dan Injil. Semua sumber tsb membawa Timotius kepada pemahaman yg benar ttg keselamatan di dalam Kristus. Yang dimaksud "segala tulisan" di sini adalah PL ditambah dgn pesan2 Injil Kristus yg telah Timotius terima, baik secara tulisan maupun tulisan. Segala tulisan itu menolong orang2 percaya untuk mendapatkan pengajaran yg benar, menghardik ajaran sesat, mengoreksi kehidupan moral yg keliru, dan menolong org untuk hidup dlm kesalehan. Tujuan Paulus mengemukakan ini adalah agar Timotius setia dlm pelayanannya dan dipersiapkan untuk pekerjaan baik: mengabarkan Injil Kristus dgn tekun.
Allah dan Kristus: Para Saksi Tanggung
Jawab Timotius (2 Tim 4:1).
Kata pernyataanNya dipakai untuk kedatangan-Nya baik yang
pertama (2 Tim1:10) maupun yang kedua (2 Tim 4:1,8; Tit 2:13). baru dan bumi baru (Why 22:3). Sekali
lagi Paulus berpesan pada Timotius untuk melayani Tuhan dgn sungguh2.
Pertama, berkaitan dengan tugasnya
sebagai pemberita firman dan pengajar, karena akan datang masa dimana orang
lebih suka dgn ketidak benaran dan “dongeng” (ayat 2-4). Kedua,karena penghakiman yad. Dua kali
Paulus menyinggung pengajaran ttg Allah sbg Hakim. Kesadaran ini seharusnya
juga menjadi inspirasi yg membuat Timotius makin sungguh2 melayani. Ketiga, Karena apa yg menanti Paulus
“mahkota kebenaran” (ayat 6-8), seperti
atlit pada pertandingan olahraga Yunani/Romawi purba. Tetapi, mahkota kebenaran
ini bukanlah imbalan setimpal atas jerih payah pelayanan Paulus. Paulus dengan
jelas menyebutnya sbg sesuatu yg “akan dikaruniakan”(ayat 8, apodosei).
“Mahkota kebenaran” itu melambangkan pembenaran yg datangnya dari Tuhan
sendiri, walaupun dihadapan pengadilan dan dimata dunia, Paulus adalah
pesakitan yg duduk dikursi terdakwa.
Perumpamaan ini mudah dipahami, arti
dan tujuannya sudah dipaparkan di depan. Kristus
menyampaikannya untuk mengajarkan kepada kita bahwa mereka harus selalu berdoa dgn tidak jemu-jemu (ay. 1). Hal ini
mengandaikan bahwa umat Allah adalah umat pendoa. Setiap anak-anak Allah
bercakap2 dgNya baik secara berkelanjutan maupun sewaktu-waktu, dan apa yang mereka katakan disampaikan kepada-Nya secara terbuka, dan dalam setiap keadaan darurat. Merupakan hak
istimewa dan kehormatan bahwa kita boleh berdoa. Ini adalah kewajiban kita,
kita harus berdoa, dan
kita berdosa jika melalaikannya. Ini hendaknya menjadi keseharian kita. Kita
harus selalu berdoa. Ini
kewajiban yang dikehendaki bagi kita setiap hari. Kita harus berdoa dan tidak boleh
lelah untuk berdoa, dan jangan berpikir untuk meninggalkannya sampai
puji-pujian kekal meniadakannya. Akan tetapi, apa yang tampaknya ingin disampaikan
secara khusus di sini adalah untuk mengajarkan kita mengenai ketetapan dan
kegigihan ketika kita meminta belas kasihan rohani tertentu yang kita
cari-cari, baik berkenaan dengan diri kita sendiri maupun dengan jemaat Allah.
Ketika kita sedang berdoa untuk melawan musuh2 rohani kita,
nafsu-nafsu kita dan kecemaran2 hati kita, yang merupakan musuh kita
yg paling jahat, kita harus terus berdoa dan berdoa. Kita harus berdoa dengan tidak jemu2, karena kita tidak akan sia-sia dalam mencari Allah. Begitu juga yang harus
kita lakukan dalam doa kita untuk membebaskan umat Allah dari tangan2
yg menganiaya dan menindas mereka.
Dari
ke tiga bacaan kami belajar:
1.
Kita
harus bertekun dalam doa mengenai segala hal sampai Yesus datang ke 2x( Luk 18:7-8; Rom 12:12; Ef 6:18; Kol 4:2; 1Tes 5:17).
2.
Dalam
hidup ini kita mempunyai musuh (Luk 18:3), Iblis (1Pet 5:8). Doa dapat melindungi kita
dari si jahat (Mat 6:13).
4.
Yesus
mengajarkan kepada kita bahwa kita harus selalu berdoa dgn tidak jemu-jemu(2 Tim 3:1)
6.
Pada
hari2 terakhir sebelum kedatangan Kristus kembali, si jahat
meningkatkan serangannya terhadap doa orang beriman (1Tim 4:1). Oleh karena pengaruh Iblis
dan berbagai kenikmatan dunia, kehidupan doa yang bertekun dari banyak orang
akan semakin berkurang (Luk 8:14; Mat 13:22; Mr 4:19).
7. Betapa besarnya kuasa yang bisa ditimbulkan dari
kegigihan itu pada diri manusia.
8. Keteguhan dan kegigihan Musa
dalam perang melawan Amalek mengingatkan bangsa Israel dan kita dalam
peperangan rohani yg kita hadapi pasti terdapat andil Tuhan.
9. Kesetiaan terhadap iman tidak
terjadi begitu saja, melainkan melalui suatu proses di dalam jangka waktu
tertentu. Akan tetapi, kesetiaan iman di masa lalu ternyata bukan jaminan
kesetiaan iman di masa datang. Meskipun Timotius telah mengikuti ajaran dan
teladan Paulus, Paulus merasa perlu untuk terus memotivasi Timotius agar
melanjutkan hal itu di masa kemudian (2 Tim 3:10-11)
10. Dalam mencari Tuhan kita mesti
memiliki sifat yg gigih dan tak jemu2 berdoa dan berdoa, hanya belas
kasihan Tuhanlah yg mampu kita terima dan dapatkan dari hasil usaha kita.
11. FT bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam
kebenaran, dalam waktu dekat atau lambat kita mendapatkan penganiayaan, asal
kita bertahan kita pasti diselamatkan Tuhan.
12. Tindakan seorang hakim
semestinya berlambat2 dalam mengambil keputusan, tapi karena di
desak permintaan yang terus menerus maka hakim menjadi kewalahan dan
mengabulkan semua tuntutan seorang ibu, ini seperti tindakan Tuhan pada semua
doa kita yg terus menerus (tdk jemu2) didaraskan.
13. Hanya kebenaranlah yg
dikabulkan Tuhan bukan kejahatan.
14. Pertumbuhan iman berlangsung
dari percaya, lalu beriman dg fakta dan pengalaman iman (naik/turun dialami) yg
meneguhkan baru muncul keyakinan dan akhirnya terjadilah yg dinamakan kesetiaan
iman.
15. Kemampuan dalam mencapai kegigihan
pun membutuhkan sebuah latihan iman, bukan instan yang selalu diinginkan orang
selama ini, tapi dalam kurun waktu yg panjang (Musa membutuhkan 40 th dalam
melatih imannya, Abraham butuh waktu 25 th menunggu anak kandung,Yusuf butuh
waktu utk menjadi pemimpin Mesir)
16. Dalam latihan iman digambarkan
seperti dalam perlombaan, jadi berlombalah yg benar (Ibr 12:1)
17. Ke tiga bacaan memperlihatkan
pertimbangan dalam mencapai kegigihan dalam iman, butuh waktu dalam
mencapainya, tidak mudah dalam pelaksanaannya, butuh ekstra tenaga, pikiran dan
keteguhan iman yg sungguh dalam saat kita komitmen ikut Yesus (bukan jadi
pengikut tapi murid).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar