Minggu, 02 Maret 2014

Kegigihan Iman

Kegigihan Iman                                     Minggu 20 Oktober 2013
Kel 17:8-13
8 Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.9 Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tangan ku."10 Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.11 Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangan nya, lebih kuatlah Amalek.12 Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya sampai tidak bergerak matahari terbenam.13 Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
2 Tim 3:14-4:2
14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Luk 18:1-8
1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.2 KataNya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"
Pembahasan
Kel 17:1-27
Kisah kuno yang kiranya berasal dari tradisi Yahwis ini berdasarkan tradisi yg terpelihara oleh suku2 di bagian selatan negeri Palestina. Penyusun menghubungkan ceritera ini dgn Rafidim, yaitu tempat terjadinya mujizat air yg dikisahkan dalam Kel 17:1-7. tetapi sebenarnya orang Amalek mendiami bagian negeri Kanaan yg agak lebih ke sebelah utara, yaitu Tanah Negeb dan pegunungan Seir, Kel 14:7; Bil 13:29; Hak 1:16; 1Taw 4:42 dst. Di daerah itupun terletak Horma, Bil 14:39-45; bdk Ul 25:17-19; 1Sam 15. Kitab Kej 36:12 memperkenalkan Amalek sebagai cucu Esau. Namun sebenarnya bangsa Amalek adalah suatu bangsa yg amat tua, Bil 24:20. Di zaman para Hakim bangsa Amalek bergabung dgn suku Midian menyerbu Israel. Daudpun masih berperang dgn mereka. Selanjutnya orang Amalek tidak lagi disebut dalam Alkitab kecuali dalam 1Ta 4:43 dan dalam Maz 83:8. Amalek adalah sebuah suku pengembara yang galak dan yang suka merampok, sangat mirip dgn suku Badui dewasa ini. Sekalipun mereka adalah keturunan Esau (Kej. 36:12) mereka bukan bagian dari bangsa Edom. Menurut Ul 25:18 mereka telah menyerang Israel dari belakang, shg serangan itu merupakan serangan yg curang thdp para pengembara yg sudah "lelah dan lesu" itu. Inilah yg menyebabkan hukuman keras yg dikisahkan Kel 17:1
Menyenangkan memperhatikan kisah yg menonjolkan segi kemanusiaan di tengah2 kekuasaan Tuhan, sebuah legenda utk membina dan mengingat kepahlawanan Musa.Keselamatan selalu terjadi antara rahmat Tuhan dan peran manusia didalamnya. Sungguh menarik  perhatian kita dari sebuah kisah yg protagonist. Terlepas dari catatan2 ayat 14-15 menjelaskan kebencian org Israel thdp org Amalek dan asal usul sebuah mezbah (etilogis), seluruh kisah berpusat pada Musa bukan Yahwe. Ayat 9 Musa memerintahkan Yosua utk siapkan perang dan dia sendiri berdiri di atas bukit. Rincian ttg perang tdk disinggung, tapi andilnya dalam kemenangan peperangan ini besar sekali. Keteguhan dan daya tahannyalah yg menyebabkan Israel menang, stamina yg kuat diperlihatkannya dalam mengacungkan tongkat (meski usia telah lanjut), bantuan Harun dan Hur (anak Celeb, suami Miriam saudara Musa) sungguh luar biasa. Keteguhan dalam kisah ini merup kesetiaan memenuhi tugas resmi (2 Raj 12:1, 2 Raj 22:7). Keberanian Musalah yg mengubah arah peperangan, disamping sejumlah kegagalannya, ia tetap pahlawan bagi Israel. Org Amalek (penguasa jalur caravan dari Mesir ke Arabia) tinggal di daerah Negeb, ujung Selatan Israel (Edom 1 Sam 15:7), sering dihubkan dg suku Yehuda dan tradisi:”Pengusiran”.  
2 Timotius 3:14
Ayat 13. Juga dipakai dengan pengertian "ahli sihir" dan juga "pemain sulap" atau "penipu." Di dalam konteks ini yg ditekankan adalah penipuan. Bisa saja yang dimaksudkan oleh Paulus adalah dirinya dan juga orang tua Timotius, tetapi ungkapan orang yang telah mengajarkannya kepada mu di dalam bentuk aslinya bisa juga berarti Alkitab sbg bukti tertinggi mengenai kebenaran doktrin yg diajarkan. 14. Sangat berbeda dengan perlawanan dari dunia dgn segala tipu dayanya itu, Timotius harus tetap memegang doktrin Alkitab yg benar dgn bersandar pada Allah. Sebuah unsur penting di dlm melakukan hal tsb ialah mengingat org yg telah mengajarkannya kepadamu. Sifat sang guru dan kesaksiannya itu penting dalam memantapkan kebenaran Injil. 15.Timotius sudah berhubungan dgn Alkitab sepanjang hidupnya sehingga dia pasti mengetahui kekuatan yang ada di dalamnya. 16.Diilhamkan Allah di dalam bhs aslinya merupakan satu kata yg berarti dihembuskan oleh Allah. Alkitab sampai kepada kita dgn kewenangan ilahi sepenuhnya sebab merupakan kebenaran mutlak dan karena itu bermanfaat. Penggunaan ungkapan setiap tulisan menunjukkan kemungkinan ada tulisan yg tidak diilhamkan oleh Allah. Parafrase oleh Warfield menyelesaikan kekaburan ini, Setiap tulisan, karena dihembuskan oleh Allah, maka juga bermanfaat ... " ("Inspiration," ISBE. III, hlm. 1474a). Mengajar ditekankan di dalam Surat2 Penggembalaan (sembilan belas di antara dua puluh kali pemakaian kata ini di dalam PB terdapat di dalam surat2 Paulus; dari sembilan belas kali tsb, lima belas di antaranya terdapat di dalam Surat-surat Penggembalaan).Menyatakan kesalahan terkait sangat erat dgn "menginsafkan" di Yoh 16:8. Mendidik orang dalam kebenaran menunjuk kepada latihan atau pembinaan yg harus diadakan di jalan kebenaran atau di dalam iman. Kata yang diterjemahkan menjadi mendidik hanya dijumpai di dalam surat2 Paulus saja (lihat Ef. 6:4). Di dalam Ibr 12:5, 7, 8,11 kata ini diterjemahkan dgn berbagai kata yg akar katanya adalah "hajar”. Yg dimaksudkan Paulus di sini secara khusus adalah Timotius (bdg. I Tim. 6:11Berpegang pada kebenaran.
Kembali Paulus memberikan kontras di sini dengan frasa "Tetapi, engkau ...." Timotius didorong untuk mengikuti teladan hidupnya, yg setia dan senantiasa menantikan kedatangan Tuhan Yesus. Timotius perlu meneladani pengajaran dan kesalehannya. Bukan hanya menasihati secara abstrak, Paulus kemudian mengingatkan Timotius ttg apa yang dialaminya sendiri di Antiokhia ketika ia dan Barnabas diusir, di Ikonium, ketika akan dilempari batu oleh masyarakat, dan di Listra, ketika ia dan Barnabas mula-mula disembah, tetapi lalu dilempari batu sampai hampir mati - namun Allah menyelamatkannya. Semua orang, termasuk Timotius, yang berketetapan untuk menjadi saleh akan mengalami penganiayaan. Ia telah belajar dari Paulus. Ia juga telah belajar dari Perjanjian Lama dan Injil. Semua sumber tsb membawa Timotius kepada pemahaman yg benar ttg keselamatan di dalam Kristus. Yang dimaksud "segala tulisan" di sini adalah PL ditambah dgn pesan2 Injil Kristus yg telah Timotius terima, baik secara tulisan maupun tulisan. Segala tulisan itu menolong orang2 percaya untuk mendapatkan pengajaran yg benar, menghardik ajaran sesat, mengoreksi kehidupan moral yg keliru, dan menolong org untuk hidup dlm kesalehan. Tujuan Paulus mengemukakan ini adalah agar Timotius setia dlm pelayanannya dan dipersiapkan untuk pekerjaan baik: mengabarkan Injil Kristus dgn tekun.
Allah dan Kristus: Para Saksi Tanggung Jawab Timotius (2 Tim 4:1).
Kata pernyataanNya dipakai untuk kedatangan-Nya baik yang pertama (2 Tim1:10) maupun yang kedua (2 Tim 4:1,8; Tit 2:13). baru dan bumi baru (Why 22:3). Sekali lagi Paulus berpesan pada Timotius untuk melayani Tuhan dgn sungguh2. Pertama, berkaitan dengan tugasnya sebagai pemberita firman dan pengajar, karena akan datang masa dimana orang lebih suka dgn ketidak benaran dan “dongeng” (ayat 2-4). Kedua,karena penghakiman yad. Dua kali Paulus menyinggung pengajaran ttg Allah sbg Hakim. Kesadaran ini seharusnya juga menjadi inspirasi yg membuat Timotius makin sungguh2 melayani. Ketiga, Karena apa yg menanti Paulus “mahkota kebenaran” (ayat 6-8), seperti atlit pada pertandingan olahraga Yunani/Romawi purba. Tetapi, mahkota kebenaran ini bukanlah imbalan setimpal atas jerih payah pelayanan Paulus. Paulus dengan jelas menyebutnya sbg sesuatu yg “akan dikaruniakan”(ayat 8, apodosei). “Mahkota kebenaran” itu melambangkan pembenaran yg datangnya dari Tuhan sendiri, walaupun dihadapan pengadilan dan dimata dunia, Paulus adalah pesakitan yg duduk dikursi terdakwa.
Hakim yang Lalim ( Luk18:1-8)
Perumpamaan ini mudah dipahami, arti dan tujuannya sudah dipaparkan di depan. Kristus menyampaikannya untuk mengajarkan kepada kita bahwa mereka harus selalu berdoa dgn tidak jemu-jemu (ay. 1). Hal ini mengandaikan bahwa umat Allah adalah umat pendoa. Setiap anak-anak Allah bercakap2 dgNya baik secara berkelanjutan maupun sewaktu-waktu, dan apa yang mereka katakan disampaikan kepada-Nya secara terbuka, dan dalam setiap keadaan darurat. Merupakan hak istimewa dan kehormatan bahwa kita boleh berdoa. Ini adalah kewajiban kita, kita harus berdoa, dan kita berdosa jika melalaikannya. Ini hendaknya menjadi keseharian kita. Kita harus selalu berdoa. Ini kewajiban yang dikehendaki bagi kita setiap hari. Kita harus berdoa dan tidak boleh lelah untuk berdoa, dan jangan berpikir untuk meninggalkannya sampai puji-pujian kekal meniadakannya. Akan tetapi, apa yang tampaknya ingin disampaikan secara khusus di sini adalah untuk mengajarkan kita mengenai ketetapan dan kegigihan ketika kita meminta belas kasihan rohani tertentu yang kita cari-cari, baik berkenaan dengan diri kita sendiri maupun dengan jemaat Allah. Ketika kita sedang berdoa untuk melawan musuh2 rohani kita, nafsu-nafsu kita dan kecemaran2 hati kita, yang merupakan musuh kita yg paling jahat, kita harus terus berdoa dan berdoa. Kita harus berdoa dengan tidak jemu2, karena kita tidak akan sia-sia dalam mencari Allah. Begitu juga yang harus kita lakukan dalam doa kita untuk membebaskan umat Allah dari tangan2 yg menganiaya dan menindas mereka.
Dari ke tiga bacaan kami belajar:
1.       Kita harus bertekun dalam doa mengenai segala hal sampai Yesus datang ke 2x( Luk 18:7-8; Rom 12:12; Ef 6:18; Kol 4:2; 1Tes 5:17).
2.       Dalam hidup ini kita mempunyai musuh (Luk 18:3), Iblis (1Pet 5:8). Doa dapat melindungi kita dari si jahat (Mat 6:13).
3.       Dalam doa,kita harus melawan dosa dan meminta keadilan (ayat Luk 18:7).
4.       Yesus mengajarkan kepada kita bahwa kita harus selalu berdoa dgn tidak jemu-jemu(2 Tim 3:1)
5.       Doa yang tak jemu-jemu dianggap sebagai iman (ayat Luk 18:8).
6.       Pada hari2 terakhir sebelum kedatangan Kristus kembali, si jahat meningkatkan serangannya terhadap doa orang beriman (1Tim 4:1). Oleh karena pengaruh Iblis dan berbagai kenikmatan dunia, kehidupan doa yang bertekun dari banyak orang akan semakin berkurang (Luk 8:14; Mat 13:22; Mr 4:19).
7.    Betapa besarnya kuasa yang bisa ditimbulkan dari kegigihan itu pada diri manusia.
8.    Keteguhan dan kegigihan Musa dalam perang melawan Amalek mengingatkan bangsa Israel dan kita dalam peperangan rohani yg kita hadapi pasti terdapat andil Tuhan.
9.    Kesetiaan terhadap iman tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui suatu proses di dalam jangka waktu tertentu. Akan tetapi, kesetiaan iman di masa lalu ternyata bukan jaminan kesetiaan iman di masa datang. Meskipun Timotius telah mengikuti ajaran dan teladan Paulus, Paulus merasa perlu untuk terus memotivasi Timotius agar melanjutkan hal itu di masa kemudian (2 Tim 3:10-11)
10. Dalam mencari Tuhan kita mesti memiliki sifat yg gigih dan tak jemu2 berdoa dan berdoa, hanya belas kasihan Tuhanlah yg mampu kita terima dan dapatkan dari hasil usaha kita.
11. FT bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran, dalam waktu dekat atau lambat kita mendapatkan penganiayaan, asal kita bertahan kita pasti diselamatkan Tuhan.
12. Tindakan seorang hakim semestinya berlambat2 dalam mengambil keputusan, tapi karena di desak permintaan yang terus menerus maka hakim menjadi kewalahan dan mengabulkan semua tuntutan seorang ibu, ini seperti tindakan Tuhan pada semua doa kita yg terus menerus (tdk jemu2) didaraskan.
13. Hanya kebenaranlah yg dikabulkan Tuhan bukan kejahatan.
14. Pertumbuhan iman berlangsung dari percaya, lalu beriman dg fakta dan pengalaman iman (naik/turun dialami) yg meneguhkan baru muncul keyakinan dan akhirnya terjadilah yg dinamakan kesetiaan iman.
15. Kemampuan dalam mencapai kegigihan pun membutuhkan sebuah latihan iman, bukan instan yang selalu diinginkan orang selama ini, tapi dalam kurun waktu yg panjang (Musa membutuhkan 40 th dalam melatih imannya, Abraham butuh waktu 25 th menunggu anak kandung,Yusuf butuh waktu utk menjadi pemimpin Mesir)
16. Dalam latihan iman digambarkan seperti dalam perlombaan, jadi berlombalah yg benar (Ibr 12:1)

17. Ke tiga bacaan memperlihatkan pertimbangan dalam mencapai kegigihan dalam iman, butuh waktu dalam mencapainya, tidak mudah dalam pelaksanaannya, butuh ekstra tenaga, pikiran dan keteguhan iman yg sungguh dalam saat kita komitmen ikut Yesus (bukan jadi pengikut tapi murid).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar