Belas Kasihan Tuhan Minggu 3
Nov 2013
Keb
11:22- Keb 12:2
22 Sebab spt sebutir debu dalam neraca, demikian seluruh jagat raya dihadapanMu, /bagaikan setetes
embun pagi yang jatuh ke bumi. 23 Akan tetapi justru krn Engkau
berkuasa akan segala sesuatu, maka semua org Kaukasihani, dan dosa manusia tdk
Kauperhatikan, supaya mereka bertobat.24 Sebab Engkau mengasihi
segala yg ada, dan Engkau tdk benci kpd barang apapun yg telah Kau buat. Sebab
andaikata sesuatu Kaubenci, niscaya tdk Kauciptakan. 25 Bgm sesuatu
dpt bertahan jika tdk Kau kehendaki, /bgm dpt tetap terpelihara, kalau tdk
Kaupanggil? 26 Engkau menyayangkan segala2nya sebab itu
milikMu adanya, ya Penguasa penyayang hidup! 1 RohMu yg baka ada di
dalam segala sesuatu. 2 Dari sebab itu org2 yg jatuh
Kauhukum berdikit2, dan Kautegur dg mengingatkan kpd mereka sudah
berdosa, spy percaya kpd Dikau, ya Tuhan, setelah mereka menjauhi kejahatan
itu.
2
Tes 1:11-2 Tes 2:2
11 Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu,
supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilanNya dan dengan
kekuatanNya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan
segala pekerjaan imanmu,12
sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di
dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.1
Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia
kami minta kepadamu, saudara-saudara,2 supaya kamu jangan lekas
bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat
yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
Luk
19:1-10
1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus
melintasi kota itu.2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala
pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.3 Ia berusaha untuk melihat
orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab
badannya pendek.4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu
memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.5
Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata:
"Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di
rumahmu."6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan
sukacita.7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut,
katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."8 Tetapi
Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku
akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari
seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."9 Kata Yesus
kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena
orang inipun anak Abraham.10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari
dan menyelamatkan yang hilang."
Pembahasan
Keb 11:22- Keb 12:2
Ungkapan “debu tanpa bentuk”(ayat 17)
mengingatkan Kej 1:2, tetapi tdk bermaksud mengatakan penciptaan sebelum segala
sesuatu. Sbg pencipta, Tuhan dpt mengirimkan beruang/singa kpd org Mesir,spt terjadi
pada yg lain (Raj 17:26). Kekuatan Tuhan
dpt membuat binatang yg sama sekali baru (Ayat 18), yg spt kepala Madusa akan
membuat mereka mati ketakutan (Ayat 19). Allah dpt menyatukan menyatukan mereka
sbg hukuman tiba2 (ayat 20a). Tetapi, Pencipta bertindak scr
bijaksana, mengatur menurut ukuran,
jumlah dan timbangan. Motifnya (ayat 21) berakhir dg pernyataan khas berujud
kata2 pujian. Perbandingan dalam ayat 22 mengingatkan pada Yes
40:15: segala sesuatu bukanlah apa2 dalam pandangan Tuhan, kecuali
umatNya yg terpilih. Belas kasihan Tuhan meliputi semua, meski keadaan rendah
mereka (Keb 11:23- Keb 12:1). Di sini pengarang mengungkapkan lagi keyakinannya
mengenai kasih dan hukuman ilahi:ciptaan Tuhan adalah baik. Hanya saja pilihan
mereka akan dosa menjauhkan mereka dari Tuhan, yg tidak menghukum dg segera (ayat 23). Ini jua menjelaskan sukses semu dari org
jahat (spt dalam Keb 4:4-5). Tdk ada tempat lain dalam PL dimana kasih ilahi yg
lengkap dijelaskan dg begitu bersemangat,& membuka kemungkinan bagi org
Kristiani utk mengaitkannya dg Yesus.Motif terakhir Keb 12:1 memberi kesan aneh
bagi pembaca, apakah pengarang mengungkapkan bahwa percikan ilahi ada dalam
semua ciptaan,/ paling sedikit dalam manusia? Jika dmk ini bukanlah
ajaran alkitabiah. Dari pandangan Ibrani, roh Allah adalah kreatif (Mzm 104:30) & ciptaan Tuhan hidup oleh roh ini (Kej 2:7”nafas kehidupan”). Ayat 2-11 mengungkapkan belas kasihan Tuhan
dalam sejumlah contoh, sementara memikirkan sifat bertahap dari hukuman dosa.
Tema ini tdpt dalam ayat 2, tujuannya ialah pertobatan, bukan pembalasan.Jelas
bahwa org berdosa diingatkan oleh jenis hukuman yg mereka terima, yg dalam
salah satu cara sesuai dosa mereka.
2 Tes 1:11-2 Tes 2:2
Kalimat Yunani dalam bentuk tunggal yg
dimulai dalam ayat 3, sekarang ditutup dg sebuah doa yg meminjam sejumlah kata
dan gagasan dari bagian syukur panjang dalam 1 Tes, tapi dalam gaya yg kering
spt dalam 2 Tes 1:3 (lihat gejala yg sama dalam doa 2:16-17, 3:16). Pengarang
yg menulis sbg Paulus dan rekan2nya, mengatakan bahwa mereka
menyebut kamu dalam doa (1 Tes 1:2), spy org2 Tesalonika dibuat
layak menerima panggilan Tuhan(1 Tes 2:12), an bahwa dg kuasa Tuhan (1 Tes
1:5), mereka memenuhi setiap tujuan baik (Fil 1:15), dan usaha iman (1 Tes
1:3), yaitu supaya mereka menghayati hidup yg benar.Buah dari cara hidup
Kristiani dmk adalah pertama, kemuliaan sekarang (berlawanan dg kemuliaan
mendatang dlm ayat 10) yg berasal dari nama Tuhan kita Yesus (Fil 2:9-11, Rom
15:6), dan kedua kemuliaan mereka oleh Dia (Rm 8:17) menurut rahmat Allah (1
Kor 9:13-14, dan Tuhan Yesus.Prakasa Tuhan dipertahankan dalam doa ini krn
Tuhanlah yg memampukan kaum beriman utk berlaku dlm hidup sesuai dg
kehendakNya.NASEHAT utk tetap tenang, pengarang kembali kepada pokok mengenai
kedatangan Tuhan.Disini dilukiskan sbg pertemuan kaum beriman bersamaNya(1 Tes
4:17) berkaitan dg kepentingan yg berbeda. Pengarang meminta (ungkapan yg =1 Tes
5:12) org2 Tesalonika spy tdk terlalu mudah digoyahkan dlm pemahaman
mereka mengenai kedatangan Tuhan/ spy tdk diintimidasi oleh pernyataan bahwa
Hari Tuhan sekarang sudah mendatangi mereka. Kemungkinan hal ini merup suatu
pernyataan yg telah mereka dengar,kemudian dikenakan utk karya Roh, /suatu
perkataan Tuhan (1Tes 4:15 yg menunjuk
pada perkataan Tuhan dan 1 Tes 4:18, yg mengacu pada perkataan Tuhan yg
diucapkan ulang oleh Rasul Paulus) / surat yg diandalkan datang dari Paulus dan
rekan2nya. Nubuat yg dikatakan diucapkan dibawah pengaruh Roh,
perkataan2 yg dihubkan dg Tuhan / tokoh2 yg penting,
& surat2 palsu merup masalah biasa diantara umat perdana. Mereka sudah berusaha sebaik mungkin utk menentukan
informasi yg asli scr teliti. Perkembangan PB sendiri utk sebag merup usaha utk
memenuhi kebutuhan atas suatu peraturan, suatu kanon, yg dgnya kebenaran suatu
pernyataan dapat dikaji. Ada suatu ironi dalam menyebut adanya penipuan2,
krn pengarang 2 Tes mengklaim bahwa penulisnya adalah Paulus sendiri. Bila
pengarang meyakini bahwa ia yg melak itu, org2 lain yg mengatakan
hal2 yg berbeda drpd pengarang, mungkin menganggap jua bahwa mereka
adalah juru bicara bagi Rasul Paulus pada jaman baru. Maka masalah utk
memutuskan siapa yg benar adalah berat bagi jemaat perdana.
Setelah menjelaskan kepada jemaat
Tesalonika maksud2 tertinggi Allah dalam penganiayaan mereka serta
hasil gemilang yg akan mereka peroleh darinya, sang rasul menegaskan kembali
bahwa ia senantiasa berdoa agar pengabdian mereka sesuai dgn rencana Allah.
Karena itu. Untuk
maksud itu, mengaitkan
seluruh bagian 1:5-10. Panggilan pada umumnya mengacu kpd panggilan
pertama Allah kepada keselamatan. tetapi yg dimaksudkan di sini mungkin
termasuk puncak dari tindakan permulaan tsb. (bdg. I Tes 2:1, 2). Kehendakmu untuk berbuat baik (mu tidak terdapat di dalam naskah Yunani)
mengacu kepada jemaat Tesalonika. bukan kpd Allah. Paulus berdoa agar Allah
kiranya menyempurnakan (melanjutkan hingga selesai) kesenangan
mereka (kehendak) untuk berbuat baik. Agathosyne tidak pernah dipakai untuk Allah dalam
PB (bdg.Rm. 15:14; Gal. 5:22; Ef. 5:9). Pekerjaan
iman. Bandingkan I Tes 1:3. KekuatanNya melukiskan kemampuan Allah yg
menjadikan Dia mampu memenuhi kedua permohonan ini.
Teguh berdiri di tengah pencobaan. 2 Tes 1: 1-12
Umat Kristiani di Indonesia boleh bersyukur bahwa peringatan akan 'natal berdarah' sampai tahun baru 2004, akhirnya tidak terbukti. Kita dapat merayakan Natal dgn tenang dan aman. Rupanya aniaya dan ancaman juga merupakan pengalaman jemaat di Tesalonika.Paulus merindukan jemaat Tesalonika yg didirikannya spt bapa rindu anaknya dari jauh. Jemaat ini berkembang sendiri, sebab Paulus terpaksa menyingkir dari daerah itu karena ancaman org Yahudi (Kis. 17.10). Ia senang mendengar bahwa jemaat itu teguh dalam penderitaan dan penganiayaan; meski dalam kesulitan dan kesusahan mereka saling mempedulikan (ayat 4). Bagi Paulus, mereka sama spt dia, org percaya yg teraniaya (ayat 6, 10). Mereka ini akan mendapatkan upah surgawi pada waktu akhir zaman tiba. Mereka yg menindas, yg tidak mau mengenal Allah, yg tidak taat kepada Injil, siapapun mereka, semua akan mendapat akhir yg menyedihkan, saat Yesus datang kembali. Nasib kekal org akan ditentukan oleh sikap mereka thdp Injil. Saat kedatanganNya tidak kita ketahui. Pada masa2 penantian ini, org percaya harus terus bertahan dan mengantisipasi kesulitan2 yg disebabkan imannya kepada Yesus. Ketekunan menanti itu adalah ungkapan bahwa kita sungguh adalah milikNya sejati.
Umat Kristiani di Indonesia boleh bersyukur bahwa peringatan akan 'natal berdarah' sampai tahun baru 2004, akhirnya tidak terbukti. Kita dapat merayakan Natal dgn tenang dan aman. Rupanya aniaya dan ancaman juga merupakan pengalaman jemaat di Tesalonika.Paulus merindukan jemaat Tesalonika yg didirikannya spt bapa rindu anaknya dari jauh. Jemaat ini berkembang sendiri, sebab Paulus terpaksa menyingkir dari daerah itu karena ancaman org Yahudi (Kis. 17.10). Ia senang mendengar bahwa jemaat itu teguh dalam penderitaan dan penganiayaan; meski dalam kesulitan dan kesusahan mereka saling mempedulikan (ayat 4). Bagi Paulus, mereka sama spt dia, org percaya yg teraniaya (ayat 6, 10). Mereka ini akan mendapatkan upah surgawi pada waktu akhir zaman tiba. Mereka yg menindas, yg tidak mau mengenal Allah, yg tidak taat kepada Injil, siapapun mereka, semua akan mendapat akhir yg menyedihkan, saat Yesus datang kembali. Nasib kekal org akan ditentukan oleh sikap mereka thdp Injil. Saat kedatanganNya tidak kita ketahui. Pada masa2 penantian ini, org percaya harus terus bertahan dan mengantisipasi kesulitan2 yg disebabkan imannya kepada Yesus. Ketekunan menanti itu adalah ungkapan bahwa kita sungguh adalah milikNya sejati.
Luk 19:1-10
Cerita mengenai Zakheus adalah cerita
khas Lukas. Utk meringkas scr dramatis beberapa tema kunci menjadi murid
sementara Yesus mendekati Yerusalem. Pertama2, Zakheus adalah org
kaya,barangkali sangat kaya sbg “penyelia wilayah” pada para pemungut cukai.
Sbg akibatnya ia dipandang oleh pemimpin Yahudi sbg “kepala pendosa” membawa tg
jw utk segala kejahatan yg terkait dg kegiatan semua pekerjaan lapnya.
Pertanyaan mengenai bgm mempergunakan kekayaan diketengahkan lagi, jua masalah
mengenai makan bersama para pendosa. Ada gerutuan biasa(luk 5:30,Luk 15:2).
Tetapi Yesus melawan sopan santun yg biasa. Ia tdk menunggu diundang ke rumah
pemungut cukai. Ia mengundang diri sendiri, gembala mencari domba yg hilang
(ayat 10, Luk 15:4-7). Kendati reputasinya Zakheus adalah pribadi yg menarik.
Dalam perjumpaan singkat ini, sifat2 yg mendekati sifat2
Petrus muncul. Zakheus spontan dan mudah bertindak, memberi pernyataan2 yg luar biasa. Tetapi ada kejujuran mendalam di
sini. Meskipun ia seorg yg penting, kedudukannya tdk menghalang Belas Kasihan Tuhan, utk memanjat sebuah pohon,jua tidak menghalangi dia
utk mengakukan kesalahannya scr public dan menunjukkan pertobatannya. Yesus
mengambil prakarsa dalam cerita pertobatan ini (berlawanan dg pengemis buta Luk
18:38-43), tetapi Zakheus siap utk kata yg menyelamatkan (Luk 8:11-15). Yesus
mengatakan bahwa ia adalah anak Abraham, jua meskipunia pemungut cukai.Ia
hendaknya jangan dikucilkan krn kegagalannya, melainkan dibantu utk menemukan
jalannya kembali kpd kawanan. Syukur Zakheus merup ilustrasi dari perumpamaan
mengenai peminjam uang dan para pengutang (Luk 7:41-43). Kasih Yesus thdpnya
telah membangkitkankemungkinan2 baru utk kasih dan pelayanan.
Dari ketiga bacaan kami
belajar:
1.
Menghibur
org percaya baru yg dianiaya
serta menasihatkan mereka utk hidup berdisiplin & bekerja untuk
mencari nafkah.
2.
Belas kasih Tuhan tertuju
pada semua makhluk tanpa kecuali, tetapi bila melanggar Dia menghukum scr adil.
3.
Belas Kasih Yesus tertuju
pada orang berdosa spt Zakheus (pemungut cukai yg dibenci semua org), terlihat
sungguh menyentuh dan pertobatannya tdklah sia2, pernyataannya yg fenomenal
menyempurnakan kebaikan Yesus yg datang untuk bertandang dalam rumahnya.
4.
Penerimaan Zakheus dg
penuh sukacita menunjukkan pertobatannya yg sungguh2, belas kasihan
Tuhanlah yang berperan dalam menanggapi pernyataan yg sungguh mencengangkan
ini.
5.
Meski pencobaan datang
berdirilah teguh dalam Tuhan karena belas kasihNya akan memancar dalam
kelemahan dan kesesakan kita.
6.
Penghakiman itu pasti
terjadi utk org yg jahat, tdk tahan dalam penganiayaan, tdk sabar dalam
penantian Tuhan, tdk waspada atas tipu daya iblis.
7.
Orang yang setia akan
diberi penghargaan dan tempat yang indah di surga kelak.
8.
Tuhan sbg pengendali dari
semua yakni :waktu, tempat, kejadian baik dan buruk, situasi, kondisi.
9.
Zakheus mempunyai
keinginan utk memandang Yesus (krn telah dengar ttg keluarbiasaanNya), pasti
rasa penasaran ada dalam dirinya, dia berusaha melihat dg mata iman, maka akan
terlihat kekudusan Yesus yg sebenarNya, bukan krn badannya yg pendek lalu naik
ke pohon, suatu bentuk kerendah hatian yang tinggi diperlihatkan Zakheus krn
jabatannya yg tinggi (tidak malu utk memanjat pohon).
10. Semua kesulitan diterjang bagi mereka yg ingin memperoleh sesuatu, spt
halnya Zakheus yang ingin menerima belas kasihan Tuhan, dia berlari mendahului
org dan melupakan harga dirinya dg memanjat pohon.
11. Pengakuan Yesus akan kebaikan seorg yg berdosa tdk dikonfirmasiNya
sebagai hal yg layak utk memasuki kerajaan Surga.
12. Tanpa belas kasih Tuhan sesuatu tidak akan tercipta dan terjadi,
sekiranya tdk dikehendakiNya maka akan dimusnahkan.
13. Segala sesuatu akan indah pada akhirnya, karena semua diijinkan Tuhan
terjadi, bila belum meninggal, maka hal yang sungguh menyentuh akan terjadi
diakhir cerita sebagai suatu pembelajaran kita akan kasih karunia dan belas
kasih Tuhan yg besar.
14. Pencobaan yg terjadi selama hidup
adalah hal yang sepele dihadapanNya, kitalah yang selalu mengeluh (ngedumel)
tanpa berpikir Tuhan sedang melakukan sesuatu pelajaran yang sungguh berarti
dalam hidup kita.
15. Pertolongan Tuhan tidaklah akan terlambat dan belas kasihNya akan
selalu terbuka bagi kita manusia dg cara yg ajaib.
16. Penyempurnaan pekerjaan Tuhan dalam setiap perjalanan selalu dihadapi
dg tenang dan sungguh tindakan yang bijaksana bagi setiap manusia (dalam hal
ini Zakheus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar