Senin, 10 Maret 2014

Belas Kasihan Tuhan

Belas Kasihan Tuhan                                Minggu 3 Nov 2013
Keb 11:22- Keb 12:2
22 Sebab spt sebutir debu dalam neraca, demikian seluruh jagat raya dihadapanMu, /bagaikan setetes embun pagi yang jatuh ke bumi. 23 Akan tetapi justru krn Engkau berkuasa akan segala sesuatu, maka semua org Kaukasihani, dan dosa manusia tdk Kauperhatikan, supaya mereka bertobat.24 Sebab Engkau mengasihi segala yg ada, dan Engkau tdk benci kpd barang apapun yg telah Kau buat. Sebab andaikata sesuatu Kaubenci, niscaya tdk Kauciptakan. 25 Bgm sesuatu dpt bertahan jika tdk Kau kehendaki, /bgm dpt tetap terpelihara, kalau tdk Kaupanggil? 26 Engkau menyayangkan segala2nya sebab itu milikMu adanya, ya Penguasa penyayang hidup! 1 RohMu yg baka ada di dalam segala sesuatu. 2 Dari sebab itu org2 yg jatuh Kauhukum berdikit2, dan Kautegur dg mengingatkan kpd mereka sudah berdosa, spy percaya kpd Dikau, ya Tuhan, setelah mereka menjauhi kejahatan itu.
2 Tes 1:11-2 Tes 2:2
11 Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilanNya dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu,12  sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.1 Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
Luk 19:1-10
1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
Pembahasan
Keb 11:22- Keb 12:2
Ungkapan “debu tanpa bentuk”(ayat 17) mengingatkan Kej 1:2, tetapi tdk bermaksud mengatakan penciptaan sebelum segala sesuatu. Sbg pencipta, Tuhan dpt mengirimkan beruang/singa kpd org Mesir,spt terjadi pada yg lain (Raj 17:26).  Kekuatan Tuhan dpt membuat binatang yg sama sekali baru (Ayat 18), yg spt kepala Madusa akan membuat mereka mati ketakutan (Ayat 19). Allah dpt menyatukan menyatukan mereka sbg hukuman tiba2 (ayat 20a). Tetapi, Pencipta bertindak scr bijaksana, mengatur menurut ukuran, jumlah dan timbangan. Motifnya (ayat 21) berakhir dg pernyataan khas berujud kata2 pujian. Perbandingan dalam ayat 22 mengingatkan pada Yes 40:15: segala sesuatu bukanlah apa2 dalam pandangan Tuhan, kecuali umatNya yg terpilih. Belas kasihan Tuhan meliputi semua, meski keadaan rendah mereka (Keb 11:23- Keb 12:1). Di sini pengarang mengungkapkan lagi keyakinannya mengenai kasih dan hukuman ilahi:ciptaan Tuhan adalah baik. Hanya saja pilihan mereka akan dosa menjauhkan mereka dari Tuhan, yg tidak menghukum dg segera (ayat 23). Ini jua menjelaskan sukses semu dari org jahat (spt dalam Keb 4:4-5). Tdk ada tempat lain dalam PL dimana kasih ilahi yg lengkap dijelaskan dg begitu bersemangat,& membuka kemungkinan bagi org Kristiani utk mengaitkannya dg Yesus.Motif terakhir Keb 12:1 memberi kesan aneh bagi pembaca, apakah pengarang mengungkapkan bahwa percikan ilahi ada dalam semua ciptaan,/ paling sedikit dalam manusia? Jika dmk ini bukanlah ajaran alkitabiah. Dari pandangan Ibrani, roh Allah adalah kreatif (Mzm 104:30) & ciptaan Tuhan hidup oleh roh ini (Kej 2:7”nafas kehidupan”). Ayat 2-11 mengungkapkan belas kasihan Tuhan dalam sejumlah contoh, sementara memikirkan sifat bertahap dari hukuman dosa. Tema ini tdpt dalam ayat 2, tujuannya ialah pertobatan, bukan pembalasan.Jelas bahwa org berdosa diingatkan oleh jenis hukuman yg mereka terima, yg dalam salah satu cara sesuai dosa mereka.
2 Tes 1:11-2 Tes 2:2
Kalimat Yunani dalam bentuk tunggal yg dimulai dalam ayat 3, sekarang ditutup dg sebuah doa yg meminjam sejumlah kata dan gagasan dari bagian syukur panjang dalam 1 Tes, tapi dalam gaya yg kering spt dalam 2 Tes 1:3 (lihat gejala yg sama dalam doa 2:16-17, 3:16). Pengarang yg menulis sbg Paulus dan rekan2nya, mengatakan bahwa mereka menyebut kamu dalam doa (1 Tes 1:2), spy org2 Tesalonika dibuat layak menerima panggilan Tuhan(1 Tes 2:12), an bahwa dg kuasa Tuhan (1 Tes 1:5), mereka memenuhi setiap tujuan baik (Fil 1:15), dan usaha iman (1 Tes 1:3), yaitu supaya mereka menghayati hidup yg benar.Buah dari cara hidup Kristiani dmk adalah pertama, kemuliaan sekarang (berlawanan dg kemuliaan mendatang dlm ayat 10) yg berasal dari nama Tuhan kita Yesus (Fil 2:9-11, Rom 15:6), dan kedua kemuliaan mereka oleh Dia (Rm 8:17) menurut rahmat Allah (1 Kor 9:13-14, dan Tuhan Yesus.Prakasa Tuhan dipertahankan dalam doa ini krn Tuhanlah yg memampukan kaum beriman utk berlaku dlm hidup sesuai dg kehendakNya.NASEHAT utk tetap tenang, pengarang kembali kepada pokok mengenai kedatangan Tuhan.Disini dilukiskan sbg pertemuan kaum beriman bersamaNya(1 Tes 4:17) berkaitan dg kepentingan yg berbeda. Pengarang meminta (ungkapan yg =1 Tes 5:12) org2 Tesalonika spy tdk terlalu mudah digoyahkan dlm pemahaman mereka mengenai kedatangan Tuhan/ spy tdk diintimidasi oleh pernyataan bahwa Hari Tuhan sekarang sudah mendatangi mereka. Kemungkinan hal ini merup suatu pernyataan yg telah mereka dengar,kemudian dikenakan utk karya Roh, /suatu perkataan Tuhan  (1Tes 4:15 yg menunjuk pada perkataan Tuhan dan 1 Tes 4:18, yg mengacu pada perkataan Tuhan yg diucapkan ulang oleh Rasul Paulus) / surat yg diandalkan datang dari Paulus dan rekan2nya. Nubuat yg dikatakan diucapkan dibawah pengaruh Roh, perkataan2 yg dihubkan dg Tuhan / tokoh2 yg penting, & surat2 palsu merup masalah biasa diantara umat perdana. Mereka sudah berusaha sebaik mungkin utk menentukan informasi yg asli scr teliti. Perkembangan PB sendiri utk sebag merup usaha utk memenuhi kebutuhan atas suatu peraturan, suatu kanon, yg dgnya kebenaran suatu pernyataan dapat dikaji. Ada suatu ironi dalam menyebut adanya penipuan2, krn pengarang 2 Tes mengklaim bahwa penulisnya adalah Paulus sendiri. Bila pengarang meyakini bahwa ia yg melak itu, org2 lain yg mengatakan hal2 yg berbeda drpd pengarang, mungkin menganggap jua bahwa mereka adalah juru bicara bagi Rasul Paulus pada jaman baru. Maka masalah utk memutuskan siapa yg benar adalah berat bagi jemaat perdana.
Syafaat untuk Pertumbuhan Rohani Berkesinambungan (2 Tes 1:11, 12).
Setelah menjelaskan kepada jemaat Tesalonika maksud2 tertinggi Allah dalam penganiayaan mereka serta hasil gemilang yg akan mereka peroleh darinya, sang rasul menegaskan kembali bahwa ia senantiasa berdoa agar pengabdian mereka sesuai dgn rencana Allah.
Karena itu. Untuk maksud itu, mengaitkan seluruh bagian 1:5-10. Panggilan pada umumnya mengacu kpd panggilan pertama Allah kepada keselamatan. tetapi yg dimaksudkan di sini mungkin termasuk puncak dari tindakan permulaan tsb. (bdg. I Tes 2:1, 2). Kehendakmu untuk berbuat baik (mu tidak terdapat di dalam naskah Yunani) mengacu kepada jemaat Tesalonika. bukan kpd Allah. Paulus berdoa agar Allah kiranya menyempurnakan (melanjutkan hingga selesai) kesenangan mereka (kehendak) untuk berbuat baik. Agathosyne tidak pernah dipakai untuk Allah dalam PB (bdg.Rm. 15:14; Gal. 5:22; Ef. 5:9). Pekerjaan iman. Bandingkan I Tes 1:3. KekuatanNya melukiskan kemampuan Allah yg menjadikan Dia mampu memenuhi kedua permohonan ini.
Teguh berdiri di tengah pencobaan. 2 Tes 1: 1-12
Umat Kristiani di Indonesia boleh bersyukur bahwa peringatan akan 'natal berdarah' sampai tahun baru 2004, akhirnya tidak terbukti. Kita dapat merayakan Natal dgn tenang dan aman. Rupanya aniaya dan ancaman juga merupakan pengalaman jemaat di Tesalonika.Paulus merindukan jemaat Tesalonika yg didirikannya spt bapa rindu anaknya dari jauh. Jemaat ini berkembang sendiri, sebab Paulus terpaksa menyingkir dari daerah itu karena ancaman org Yahudi (
Kis. 17.10). Ia senang mendengar bahwa jemaat itu teguh dalam penderitaan dan penganiayaan; meski dalam kesulitan dan kesusahan mereka saling mempedulikan (ayat 4). Bagi Paulus, mereka sama spt dia, org percaya yg teraniaya (ayat 6, 10). Mereka ini akan mendapatkan upah surgawi pada waktu akhir zaman tiba. Mereka yg menindas, yg tidak mau mengenal Allah, yg tidak taat kepada Injil, siapapun mereka, semua akan mendapat akhir yg menyedihkan, saat Yesus datang kembali. Nasib kekal org akan ditentukan oleh sikap mereka thdp Injil. Saat kedatanganNya tidak kita ketahui. Pada masa2 penantian ini, org percaya harus terus bertahan dan mengantisipasi kesulitan2 yg disebabkan imannya kepada Yesus. Ketekunan menanti itu adalah ungkapan bahwa kita sungguh adalah milikNya sejati.
Luk 19:1-10
Cerita mengenai Zakheus adalah cerita khas Lukas. Utk meringkas scr dramatis beberapa tema kunci menjadi murid sementara Yesus mendekati Yerusalem. Pertama2, Zakheus adalah org kaya,barangkali sangat kaya sbg “penyelia wilayah” pada para pemungut cukai. Sbg akibatnya ia dipandang oleh pemimpin Yahudi sbg “kepala pendosa” membawa tg jw utk segala kejahatan yg terkait dg kegiatan semua pekerjaan lapnya. Pertanyaan mengenai bgm mempergunakan kekayaan diketengahkan lagi, jua masalah mengenai makan bersama para pendosa. Ada gerutuan biasa(luk 5:30,Luk 15:2). Tetapi Yesus melawan sopan santun yg biasa. Ia tdk menunggu diundang ke rumah pemungut cukai. Ia mengundang diri sendiri, gembala mencari domba yg hilang (ayat 10, Luk 15:4-7). Kendati reputasinya Zakheus adalah pribadi yg menarik. Dalam perjumpaan singkat ini, sifat2 yg mendekati sifat2 Petrus muncul. Zakheus spontan dan mudah bertindak, memberi pernyataan2 yg luar biasa. Tetapi ada kejujuran mendalam di sini. Meskipun ia seorg yg penting, kedudukannya tdk menghalang Belas Kasihan Tuhan, utk memanjat sebuah pohon,jua tidak menghalangi dia utk mengakukan kesalahannya scr public dan menunjukkan pertobatannya. Yesus mengambil prakarsa dalam cerita pertobatan ini (berlawanan dg pengemis buta Luk 18:38-43), tetapi Zakheus siap utk kata yg menyelamatkan (Luk 8:11-15). Yesus mengatakan bahwa ia adalah anak Abraham, jua meskipunia pemungut cukai.Ia hendaknya jangan dikucilkan krn kegagalannya, melainkan dibantu utk menemukan jalannya kembali kpd kawanan. Syukur Zakheus merup ilustrasi dari perumpamaan mengenai peminjam uang dan para pengutang (Luk 7:41-43). Kasih Yesus thdpnya telah membangkitkankemungkinan2 baru utk kasih dan pelayanan.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.    Menghibur org percaya baru yg dianiaya serta menasihatkan mereka utk hidup berdisiplin & bekerja untuk mencari nafkah.
2.    Belas kasih Tuhan tertuju pada semua makhluk tanpa kecuali, tetapi bila melanggar Dia menghukum scr adil.
3.    Belas Kasih Yesus tertuju pada orang berdosa spt Zakheus (pemungut cukai yg dibenci semua org), terlihat sungguh menyentuh dan pertobatannya tdklah sia2, pernyataannya yg fenomenal menyempurnakan kebaikan Yesus yg datang untuk bertandang dalam rumahnya.
4.    Penerimaan Zakheus dg penuh sukacita menunjukkan pertobatannya yg sungguh2, belas kasihan Tuhanlah yang berperan dalam menanggapi pernyataan yg sungguh mencengangkan ini.
5.    Meski pencobaan datang berdirilah teguh dalam Tuhan karena belas kasihNya akan memancar dalam kelemahan dan kesesakan kita.
6.    Penghakiman itu pasti terjadi utk org yg jahat, tdk tahan dalam penganiayaan, tdk sabar dalam penantian Tuhan, tdk waspada atas tipu daya iblis.
7.    Orang yang setia akan diberi penghargaan dan tempat yang indah di surga kelak.
8.    Tuhan sbg pengendali dari semua yakni :waktu, tempat, kejadian baik dan buruk, situasi, kondisi.
9.    Zakheus mempunyai keinginan utk memandang Yesus (krn telah dengar ttg keluarbiasaanNya), pasti rasa penasaran ada dalam dirinya, dia berusaha melihat dg mata iman, maka akan terlihat kekudusan Yesus yg sebenarNya, bukan krn badannya yg pendek lalu naik ke pohon, suatu bentuk kerendah hatian yang tinggi diperlihatkan Zakheus krn jabatannya yg tinggi (tidak malu utk memanjat pohon).
10. Semua kesulitan diterjang bagi mereka yg ingin memperoleh sesuatu, spt halnya Zakheus yang ingin menerima belas kasihan Tuhan, dia berlari mendahului org dan melupakan harga dirinya dg memanjat pohon.
11. Pengakuan Yesus akan kebaikan seorg yg berdosa tdk dikonfirmasiNya sebagai hal yg layak utk memasuki kerajaan Surga.
12. Tanpa belas kasih Tuhan sesuatu tidak akan tercipta dan terjadi, sekiranya tdk dikehendakiNya maka akan dimusnahkan.
13. Segala sesuatu akan indah pada akhirnya, karena semua diijinkan Tuhan terjadi, bila belum meninggal, maka hal yang sungguh menyentuh akan terjadi diakhir cerita sebagai suatu pembelajaran kita akan kasih karunia dan belas kasih Tuhan yg besar.
14.  Pencobaan yg terjadi selama hidup adalah hal yang sepele dihadapanNya, kitalah yang selalu mengeluh (ngedumel) tanpa berpikir Tuhan sedang melakukan sesuatu pelajaran yang sungguh berarti dalam hidup kita.
15. Pertolongan Tuhan tidaklah akan terlambat dan belas kasihNya akan selalu terbuka bagi kita manusia dg cara yg ajaib.

16. Penyempurnaan pekerjaan Tuhan dalam setiap perjalanan selalu dihadapi dg tenang dan sungguh tindakan yang bijaksana bagi setiap manusia (dalam hal ini Zakheus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar