Senin, 10 Maret 2014

Waktu Kedatangan Tuhan

Waktu Kedatangan Tuhan        Minggu 1 Des 2013
Yes 2 :1-5
1 Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem.2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung2 dan menjulang tinggi di atas bukit2; segala bangsa akan berduyun2 ke sana,3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita ttg jalan2Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."4 Ia akan menjadi hakim antara bangsa2 dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang2nya menjadi mata bajak & tombak2nya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang thdp bangsa, & mereka tidak akan lagi belajar perang.5 Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN!
Rm 13:11-14a
11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan2 kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!13 Marilah kita hidup dgn sopan, spt pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang
Mat 24:37-44
37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.38 Sebab sebgm mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yg seorang akan dibawa dan yg lain akan ditinggalkan;41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yg seorang akan dibawa dan yg lain akan ditinggalkan.42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
Pembahasan
Yes 2:1-5
Nubuat yg pada pokoknya sama tdpt dalam Mi 4:1-3. Para ahli tidak sependapat dalam memecahkan masalah siapa bergantung pada siapa/ mungkin Yesaya & Mikha mengambil nubuat itu dari sumber bersama. Tetapi paling mungkin Mikha mengambil nubuat itu dari Yesaya. Tidak ada bukti menyakinkan bahwa nubuat ini tidak berasal dari Yesaya.
Maksud Tuhan thdp umatNya
Allah ingin Yerusalem menjadi kota yang mulia. Allah hadir di dalamnya, pengajaranNya mengalir, sekalian bgs datang utk diajar olehNya di sana (ayat 1-2). Yerusalem tidak sekadar kota simbolis, tetapi sungguh berperan sbg sumber pengajaran kebenaran firman Tuhan (ayat 3). Memang yg dipaparkan Yesaya di sini bersifat eskatologis (berhubungan dgn zaman akhir), tetapi kita tidak perlu menanti scr pasif sampai gbran itu kelak Tuhan Allah genapi. Umat Tuhan, Gereja Tuhan sepanjang zaman harus berdoa, berusaha agar diri & zamannya boleh menjadi bagian dari rangkaian tahap2 penggenapan nubuat ini. Pedang jadi mata bajak. Logam yg dibuat menjadi alat pembunuh diubah menjadi mata bajak untuk mengolah sawah (ayat 4). Tuhan menjadi wasit yg mengawasi manusia agar menjalankan aturan main yg benar. Ia menghentikan pelanggaran, menghindarkan kehancuran dari penyalahgunaan teknologi, wewenang, harta kekayaan, dll. Sebaliknya semua itu diarahkan untuk menjadi alat membangun kesejahteraan manusia dan alam sekitarnya. Semua manusia mendambakan kedamaian. Tidakkah Gereja Tuhan yg memiliki berita pendamaian itu, tega untuk menyembunyikan Injil hanya untuk dirinya saja?
Berjalan dlm terangNya
Manusia dapat dibagi dalam dua kelompok, berdasarkan dua cara hidup:
[1] Yang bergantung kepada Allah:memiliki kesadaran bahwa hidup ini beserta segala kekayaan yg dimilikinya adalah anugerah Allah
[2] Yang otonom dari Allah: merasa tidak memerlukan Allah, merasa tidak nyaman untuk bergantung dan tunduk kepada Allah.
Ini adalah sebuah perasaan yg menjadi otonom sering dari kekerasan hati, sifat yg egois, dan niat pemberontakan. Dalam ayat 1-4, ada sebuah gbran yg indah mengenai "hari-hari akhir". Yerusalem akan dihancurkan, namun suatu saat ia akan menjadi titik acuan bagi byk bangsa. Sion akan menjadi semacam magnet ketika kesetiaan, keadilan & kebenaran memancar dari kota itu. Rahasia dari kedamaian sejati adalah firman Tuhan, Taurat Tuhan. Sebuah kota yg ditransformasi oleh firman Tuhan tidak lagi penuh dgn para pemberontak dan pencuri (ayat 1:22-23), akan tercipta suasana penuh kedamaian.Bangsa Yehuda diminta untuk berjalan dalam terang Ilahi (ayat 5). Apa maksudnya? Kita bisa mengaitkan hal tsb dgn ungkapan2 kemarahan Tuhan di ayat2 selanjutnya. Kaum keturunan Yakub sebagai sebuah komunitas yg ditebus Allah telah meninggalkan Tuhan dan hidup otonom. Kesombongan mereka akan dihancurkan. Apa yg mereka anggap mulia dan indah akan dihempaskan sampai ke debu. Berjalan dalam terang Ilahi berarti mengakui bahwa kalau jantung kita masih bisa berdetak, itu karena anugerah Tuhan.
Rm 13:11-14a
Akhirnya Paulus menyudahi refleksinya dg menggariskan sebuah catatan dari pandangan apokaliptik :saat (kairos). Dg kematian dan kebangkitan Yesus kairos/saat kritis akan datang. Saat sekarang memiliki tantangan yg mendesak. Setia pada bentuknya, Paulus mengungkapkan tantangan dalam istilah kehormatan dan rasa malu yg mendesak. Gban siangdan malam, tarang dan gelap melambangkan baik dan jahat serta mencerminkan kehormatan dan rasa malu. Scr konkret, Paulus menyajikan suatu daftar dari 6 gaya hidup memalukan yg harus dihindari,yakni berlebihan dalam makan dan minum (mulut telinga), berlebihan dalam seks dan kenikmatan (hati: mata dalam perencanaan; dan tangan kaki dalam pelaksanaan), pertengkaran dan cemburu (mulut telinga dan mata hati). Masing2 manusia wajib menghindari 6 gaya memalukan ini. Sbg gantinya org harus mencari kehormatan yg utuh, sama spt Yesus yg layak dihormati. Jangan menyerah kpd daging yg tidak tertebus dan salah arah, melainkan tirulah kehidupan Yesus yg bermutu dan terarah.
Waktunya Mendesak Rm13:11-14
Pelaksanaan kehendak Allah oleh org yg pikirannya dibaharui adalah tema Rasul Paulus mulai dari pasal 12:1. Sebelum dia membahas satu masalah yg bersifat lebih khusus, yaitu hub org kuat dg org lemah dalam Rm 14:1-15:13 ada satu tema yg harus dicatat, yaitu bahwa waktunya sudah mendesak supaya kasih kita tidak pura2. Sering kali di dalam PB, dekatnya akhir zaman menjadi dorongan untuk memperjuangkan ketaatan, spt dalam nats ini. Pada zaman ini org percaya berada di perbatasan antara dua aiwn/aion. Keadaan kita di situ dikembangkan dalam bag ini, di mana Aiwn/Aion Baru dikiaskan sbg siang hari, sedangkan Aiwn/Aion Lama dikiaskan sbg malam.Memang dari satu segi kita masih di dunia ini, tetapi dari segi yg lain, dari segi hidup kita yg sebenarnya, kita sudah dipindahkan. Maka keadaan kita digbrkan sbg org pada saat sudah tidak malam lagi, tetapi belum pagi juga, masih remang2 sinar matahari saja, dan oki byk yg mau dilakukan, maka kita harus bangun.Dan ini yg kita lakukan,dg mengetahui zamannya, bahwa saatnya sudah tiba bagi kita untuk bangun dari tidur, karena sekarang keselamatan kita lebih dekat dari pada waktu kita menjadi percaya.Kita sudah mengetahui zamannya, karena kita sudah mengerti bahwa zaman ini akan berakhir, dan zaman yad sudah dekat. Kerajaan Allah akan didirikan di sini dengan kemuliaan Allah.
...saatnya sudah tiba bagi kita untuk bangun dari tidur...
Sama seperti dalam I Tes 5:6, 10 dan Ef 5:14, keadaan rohani yg tidak sesuai dg dekatnya Kerajaan Allah dikiaskan dg kata tidur. Kalau kita sungguh mengerti bahwa dunia ini fana, dan bahwa Raja kita akan datang dg segera, maka tidak masuk akal kalau kita hidup seolah-olah Dia tidak akan datang.
...sekarang keselamatan kita lebih dekat drpd waktu kita menjadi percaya.
Dalam Surat Roma keselamatan merup pembebasan dari murka Allah spy kita dapat ikut dlm hidup yg sejati dlm Kristus. Biasanya murka yg dimaksudkan adalah murka Allah yg disebut dalam Rm1:18. Seperti apa yg dijelaskan dalam Rm 5-8, kita dapat bebas dari murka itu kalau kita hidup dalam persekutuan yg akrab dg Tuhan Yesus yg sudah bangkit. Jadi murka Allah sdg dinyatakan sekarang, tetapi menurut  Rm 2:5 murka Allah akan dinyatakan pada akhir zaman.Demikian juga dengan keselamatan. Dalam Rm 10:13 kita membaca, "setiap org yg berseru kpd nama Tuhan akan diselamatkan." Jadi  keselamatan dapat dialami sekarang. Tetapi dalam Rm 13:11 kita membaca, sekarang keselamatan kita lebih dekat drpd waktu kita menjadi percaya. Jadi keselamatan akan dialami pada akhir zaman.Tidak ada dua keselamatan bagi kita, satu untuk sekarang dan satu yg akan kita alami. Mungkin seorang ibu memberi satu sendok nasi kepada anak yg minta, tetapi anak itu ternyata masih lapar. Untuk dapat makan yg banyak anak itu disuruh menunggu sampai semuanya masak, karena nanti sore mereka pesta bersama-sama. Nasinya tetap sama, tetapi hanya sebag yg dimakan sekarang. Dmk juga keselamatan kita. Org percaya yg memanggil NamaNya sekarang dapat mengecap sebag kecil dari perjamuan besar yg akan kita nikmati pada waktu Ia datang kembali dalam segala kemuliaanNya.
Mat 24:37-44
Mirip zaman Nuh
Suasana dunia menjelang kedatangan Yesus Kristus yang kedua disamakan dengan masa nabi Nuh hidup. Nuh adalah seorang yang hidup berkenan di hadapan Allah. Persamaan pertama adalah sikap orang terhadap pewarta firman. Nuh dianggap gila dengan proyek bahtera raksasanya: dianggap fanatik karena percaya penghakiman Allah atas manusia berdosa. Sekarang pun banyak orang berpendapat pemberitaan Yesus Kristus akan datang kembali sebagai Hakim yang menghukum dosa sebagai fanatik. Manusia berdosa lebih suka
menciptakan konsep Allah yang Mahakasih yang tidak akan mengirim manusia ke neraka. Sama seperti di zaman Nuh, sedikit yang serius menanggapi penghakiman Allah dengan hidup kudus di hadapan-Nya.
Kedua, sebelum air bah tiba, mereka makan dan minum, kawin dan dikawinkan (ayat 38). Sepintas sepertinya tidak ada yang salah. Namun, di situlah justru permasalahannya. Manusia hanya melihat kehidupan sebagai urusan yang berkaitan dengan dunia yang sekarang ini, mencari kebahagiaan dan kenikmatan hidup di dunia yang sementara, tidak peduli dengan hari penghakiman dan kehidupan setelah kematian. Hal-hal itu dianggap tidak nyata, tidak kelihatan. Hal ini terus terjadi sampai saat ini. Manusia menjadikan dunia ini sebagai tujuan akhir hidupnya atau bahkan tidak mempedulikan tujuan hidup karena mementingkan kenikmatan.
Ketiga, seperti pada zaman Nuh, ada yang dibawa ada yang akan ditinggal (ayat 39-40). Ini merupakan peringatan keras bahwa yang ditinggalkan adalah mereka yang tidak percaya. Kedatangan Tuhan Yesus kedua kali kelak akan memisahkan orang benar dari orang jahat. Sikap berjaga-jaga justru merupakan ungkapan iman (ayat 44). Yang tidak berjaga-jaga adalah yang tidak beriman. Yang kedapatan berjaga-jagalah yang akan disambut Tuhan.
Berjaga-jaga dan tetap bekerja.
Tiga sikap hidup manusia digambarkan di sini dalam masa penantian kedatangan Anak Manusia. Kedatangan Anak Manusia pasti meski harinya tidak bisa dipastikan oleh manusia. Tanda-tanda yang mendahului pun diberitahukan. Oleh sebab itu tidak ada alasan bagi orang yang pernah mendengar atau membaca pengajaran tentang kedatangan Anak Manusia berdalih tidak atau belum siap. Seperti yang pernah terjadi pada zaman Nuh (2Pet.2:5). Nuh memang tidak tahu kapan air bah itu akan melanda bumi, tetapi Nuh terus mempersiapkan bahtera sambil mewartakan berita hukuman Allah. Kehidupan berjalan biasa sampai saatnya Allah mendatangkan hukuman air bah.
Alkitab mencatat seluruh manusia musnah kecuali keluarga Nuh. Itu pula yang akan terjadi pada saat kedatangan Anak Manusia. Ketika semua orang bekerja, yang siap dibawa yang tidak siap ditinggalkan. Mereka yang menggumuli kehidupan sehari-hari dengan tetap terfokus pada pengharapan kedatangan Anak Manusia, yang akan mempersiapkan diri. Hari-hari hidup mereka diisi dengan berbagai upaya dan aktivitas dengan tetap menjaga hati dan pikirannya. Orang-orang inilah yang akan diangkat saat Anak Manusia datang dengan tiba-tiba.
Sikap berjaga pasti ada dalam hidup kita sehari-hari. Setiap hari bukankah kita terus waspada terhadap copet, perampok, atau pencuri, dan mengantisipasinya dengan berbagai cara agar harta benda kita tidak beralih tangan tanpa kita ketahui. Seharusnya demikian pula kita mewaspadai hidup ini sehari lepas sehari. Kedatangan Anak Manusia tidak diberitahukan agar kita berpola hidup dan berpola pikir selalu siap sedia. Pengharapan yang pasti akan tibanya hari yang mulia itu yang akan meneguhkan iman kita dalam masa penantian ini. Setiap hari yang akan kita lalui bisa menjadi hari akhir dari sejarah panjang dunia ini. Kedatangan Anak Manusia harus terus menerus menjadi pusat perhatian kita saat kita berkata, berkarya dan berupaya pada jam- jam, hari-hari yang Tuhan masih berikan kesempatan pada banyak orang yang belum siap.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.      Kapan datangnya Tuhan ke dua kali tidak diketahui seperti pencuri.
2.      Keadaan Tuhan datang spt bangsa yg menaiki gunung dan memuliakan namaNya, dan org Kudus akan terlihat jelas berbeda dari anak dunia, dan org yg berjaga2 akan memisahkan diri dari kondisi dunia.
3.      Perlengkapan senjata terang dipakai manusia berbaju putih untuk memerangi kejahatan dan terpisah dari dunia menghasil kan buah roh (Gal 5:22-23).
4.       Hanya manusia berbaju putihlah yg selalu siap untuk pengangkatan (repture) terpisah dari manusia dunia yg hitam.
5.      Yang tertinggal akan mengalami berbagai kesengsaraan dan nasib yang disebutkan dalam kitab Wahyu.
6.      Berjaga2 dg selalu membaca terus KS dan menghayati dan mengamalkan dalam hidup sehingga tubuh itu menjadi terang yg bersinar dalam kegelapan dunia (manusia yg selalu mencari uang sbg allah).
7.      Tuhan menjadi wasit yg mengawasi manusia agar menjalankan aturan main yg benar. Ia menghentikan pelanggaran, menghindarkan kehancuran dari penyalahgunaan teknologi, wewenang, harta kekayaan, dll.
8.      Manusia dapat dibagi dalam dua kelompok, berdasarkan dua cara hidup: yang bergantung kepada Allah dan yang otonom dari Allah, dari dua kelompok ini terlihat buahnya.
9.      Berjalan dlm terang Tuhan berarti menyadari bahwa detak jantung & nafas adalah anugrah dari Tuhan semata.
10.  Keselamatan hanya ada dlm terang kasih Tuhan dan itu dinyatakan dalam akhir zaman pada diri Yesus sang Adil.
11.  Penghakiman akan dilakukan Yesus dg seadil2nya dan semua manusia akan mengalami kedamaian yang dipancarkanNya.
12.  Kondisi yang sama akan dialami manusia dg zaman Nuh dulu kala dia membuat bahtera yg dianggap aneh dan tidak berakal budi, dalam zaman sekarang manusia berbaju putih akan dianggap aneh jua.
13.  Manusia berbaju putih menyinari terang hidupnya dg FT yang selalu didaraskan setiap hari dg membaca Kitab Suci secara sadar dan mengamalkan setia FT dalam hidupnya shg menghasilkan buah kasih.
14.  Kedamaian akan tercipta sebagai bumi baru dalam kegelapan yang ada dalam dunia yg gelap.
15.  Waktu yang akan ditentukan oleh Bapa di surga sedang Yesus sendiri tidak mengetahui waktu utk datang.

16.  Jumlah manusia berbaju putih akan ditentukan Bapa sampai genap maka terangkatlah manusia oleh Yesus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar