Terang Datang Minggu 5 Januari 2014
Yes
60:1-6
1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang,
dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.2 Sebab sesungguhnya, kegelapan
menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit
atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.3 Bangsa-bangsa
berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit
bagimu.4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua
datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan
anak-anakmu perempuan digendong.5 Pada waktu itu engkau akan heran
melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab
kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa
akan datang kepadamu. 6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu,
unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan
membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.
Ef
3:2-3a, 5-6
2 memang kamu telah mendengar tentang tugas
penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,3
yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, 5 yang
pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia,
tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan
nabi-nabi-Nya yang kudus,6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi,
karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh
dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
Mat
2:1-12
1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea
pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2
dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru
dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk
menyembah Dia."3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu
terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.4 Maka dikumpulkannya semua
imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari
mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.5 Mereka berkata kepadanya:
"Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab
nabi:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali
bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari
padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku
Israel."7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang
majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu
nampak.8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya:
"Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera
sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah
Dia."9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah
mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka
hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.10
Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.11
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria,
ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan
mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.12
Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes,
maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
Pembahasan
Yes 60:1-3
Nabi menyatakan bahwa kegelapan
dunia akan dikalahkan oleh terang Israel. Sudut pandangnya di sini ialah
kedatangan pertama kali Kristus, sebab Dialah Terang yang akan terbit atas
bangsa Yahudi. Dan Jemaat / GerejaNya akan merupakan terang itu, yakni yg
memancarkan kesempurnaan dan kasihNya yg mulia, serta saluran bagi
kebenaran-Nya untuk menjangkau org yg belum mengenal TUHAN. Injil PB akan
memiliki daya tarik kuat bagi bgs2 bukan Yahudi, yg mana tdk pernah
dimiliki oleh Kabar Baik PL.
Dipulihkan untuk memberkati (Yes
60-1-22)
Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dgn dia" (Ams 16:7). Pernyataan Amsal ini benar dan berlaku bagi umat Israel. Allah berkenan lagi kpd Israel (Yes 60:10b). Ia menghimpun mereka yg semula terserak karena dibuang ke Babel untuk kembali ke Sion (ayat 8, 9). Ia telah membuat Israel menjadi terang dan kebanggaanNya (ayat 1, 15). Ada dua hal sbg akibat perkenanan Allah tersebut. Pertama, Israel akan kembali mengalami masa keemasan. Mereka akan kembali menjadi makmur karena Tuhan akan melimpahi mereka dengan harta dari para musuh mereka (ayat 5-6, 11, 17). Ibadah Israel akan kembali berkenan kepada Tuhan (ayat 7). Hidup mereka di Tanah Perjanjian akan dilimpahi sukacita, kebenaran, dan damai sejahtera karena Tuhan sendiri hadir di tengah2 umat-Nya (ayat 15-22). Kedua, ibarat serangga yg tertarik kpd terang, demikianlah musuh2 Israel akan tertarik untuk datang ke Sion krn Israel memantulkan terang Tuhan kpd mereka (ayat 3-4). Bangsa2 akan ikut membangun Sion bersama2 Israel (ayat 10a). Mereka pun akan ikut menikmati segala sukacita, kebenaran, dan damai sejahtera yg diberikan Tuhan. Sebaliknya, bg2 yg menolak berkat Tuhan itu akan binasa (ayat 12).Pemulihan yg diberikan Tuhan bagi Israel bukan untuk mereka nikmati sendiri melainkan untuk dibagikan kpd bangsa2. Demikian pula seharusnya seseorg yg sudah diberkati membagikan berkat itu kpd org lain. Setiap kita telah menerima pemulihan Allah itu. Ia memulihkan kita dari perbudakan dosa dan melimpahi kita dgn segala berkat rohani. Karena itu, jadilah berkat bagi orang lain di sekitar Anda!
Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dgn dia" (Ams 16:7). Pernyataan Amsal ini benar dan berlaku bagi umat Israel. Allah berkenan lagi kpd Israel (Yes 60:10b). Ia menghimpun mereka yg semula terserak karena dibuang ke Babel untuk kembali ke Sion (ayat 8, 9). Ia telah membuat Israel menjadi terang dan kebanggaanNya (ayat 1, 15). Ada dua hal sbg akibat perkenanan Allah tersebut. Pertama, Israel akan kembali mengalami masa keemasan. Mereka akan kembali menjadi makmur karena Tuhan akan melimpahi mereka dengan harta dari para musuh mereka (ayat 5-6, 11, 17). Ibadah Israel akan kembali berkenan kepada Tuhan (ayat 7). Hidup mereka di Tanah Perjanjian akan dilimpahi sukacita, kebenaran, dan damai sejahtera karena Tuhan sendiri hadir di tengah2 umat-Nya (ayat 15-22). Kedua, ibarat serangga yg tertarik kpd terang, demikianlah musuh2 Israel akan tertarik untuk datang ke Sion krn Israel memantulkan terang Tuhan kpd mereka (ayat 3-4). Bangsa2 akan ikut membangun Sion bersama2 Israel (ayat 10a). Mereka pun akan ikut menikmati segala sukacita, kebenaran, dan damai sejahtera yg diberikan Tuhan. Sebaliknya, bg2 yg menolak berkat Tuhan itu akan binasa (ayat 12).Pemulihan yg diberikan Tuhan bagi Israel bukan untuk mereka nikmati sendiri melainkan untuk dibagikan kpd bangsa2. Demikian pula seharusnya seseorg yg sudah diberkati membagikan berkat itu kpd org lain. Setiap kita telah menerima pemulihan Allah itu. Ia memulihkan kita dari perbudakan dosa dan melimpahi kita dgn segala berkat rohani. Karena itu, jadilah berkat bagi orang lain di sekitar Anda!
Sion dipulihkan.(Yes 60:1-14)
Nubuat Deutro-Yesaya ini menunjuk pada peristiwa kembalinya kaum Yehuda dari Babel ke tanah perjanjian. Yesaya memandangnya sbg tindakan Yahweh, Allah Israel, yg memulihkan kembali kemasyhuran Sion. (Sion menunjuk kepada kota Yerusalem, pusat pm, pusat ibadah, tempat Tuhan Allah Israel,yg berkenan hadir di tengah2 umat-Nya). Nasib dan keadaan umat Allah berubah total. Ketika berada dalam pembuangan di Babel, mereka dinaungi oleh kegelapan; kini dalam alam kebebasan di tanah leluhur, yaitu tanah perjanjian, terang kemuliaan Allah kembali bercahaya meliputi mereka. Terang pembebasan ini bercahaya dan mengundang bangsa2 lain untuk menyaksikan Yerusalem dibangun kembali. Janji yg pasti. Walaupun belum diketahui kapan dan melalui peristiwa apa janji Allah digenapi, nubuat Yesaya ini mengandung kepastian. Yg jelas ketika umat Tuhan dikembalikan ke Yerusalem, mereka melihat bahwa janji Allah menuju penggenapan. Dan meskipun kota Yerusalem porak-poranda, hal itu tidak mengecewakan tetapi justru mengingatkan mereka akan kesalahan masa lalu, kekejaman musuh yang menghancurkan hidup mereka. Melalui mulut Yesaya, firman Tuhan menguatkan dan meneguhkan iman mereka, bahwa masa depan mereka ada di tangan Allah, Pembebas dan Penyelamat umat-Nya.
Nubuat Deutro-Yesaya ini menunjuk pada peristiwa kembalinya kaum Yehuda dari Babel ke tanah perjanjian. Yesaya memandangnya sbg tindakan Yahweh, Allah Israel, yg memulihkan kembali kemasyhuran Sion. (Sion menunjuk kepada kota Yerusalem, pusat pm, pusat ibadah, tempat Tuhan Allah Israel,yg berkenan hadir di tengah2 umat-Nya). Nasib dan keadaan umat Allah berubah total. Ketika berada dalam pembuangan di Babel, mereka dinaungi oleh kegelapan; kini dalam alam kebebasan di tanah leluhur, yaitu tanah perjanjian, terang kemuliaan Allah kembali bercahaya meliputi mereka. Terang pembebasan ini bercahaya dan mengundang bangsa2 lain untuk menyaksikan Yerusalem dibangun kembali. Janji yg pasti. Walaupun belum diketahui kapan dan melalui peristiwa apa janji Allah digenapi, nubuat Yesaya ini mengandung kepastian. Yg jelas ketika umat Tuhan dikembalikan ke Yerusalem, mereka melihat bahwa janji Allah menuju penggenapan. Dan meskipun kota Yerusalem porak-poranda, hal itu tidak mengecewakan tetapi justru mengingatkan mereka akan kesalahan masa lalu, kekejaman musuh yang menghancurkan hidup mereka. Melalui mulut Yesaya, firman Tuhan menguatkan dan meneguhkan iman mereka, bahwa masa depan mereka ada di tangan Allah, Pembebas dan Penyelamat umat-Nya.
Rasul Paulus dipilih oleh Allah
untuk memperkenalkan dan menjelaskan paling tidak dua penyataan besar. Pertama adalah Injil itu sendiri -
kabar baik mengenai keselamatan yg diperoleh melalui kematian dan kebangkitan
Tuhan Yesus Kristus. Kedua adalah
kebenaran ttg Gereja sbg tubuh Kristus. Di dalam surat2 ttg Injil
yang terkenal - Roma, I dan II Korintus serta Galatia - Paulus menguraikan
panjang lebar penyataan pertama ini. Di dalam surat2 kelompok
kronologi saat ini, yaitu "Surat2 Penjara," sang rasul
secara luas membahas penyataan yg kedua - Gereja sbg tubuh Kristus. Pasal 3 merupakan
puncak dari bag utama pertama surat ini yg mengemukakan kedudukan kita di dalam
Kristus.
Membuka
rahasia Allah.
Pengalaman yg seseorang / sekelompok orang lalui maupun nikmati, pasti memberi alasan akan kekhususan diri orang / kelompok tsb. Secara positif pengakuan ini memacu org / kelompok tsb untuk meningkatkan kualitas pengalaman / kemampuannya. Namun, secara negatif, jika kekhususan itu ditempatkan pada porsi “perasaan” tanpa iman dan logika, maka siapapun akan merasa dirinya sendirilah yg paling benar, dan orang lain pasti salah. Org2 Yahudi melalui penyataan Allah dan pengalaman hidup nenek moyang mereka bersama Allah, merasa bahwa mereka dikhususkan Allah. Begitu pula dgn org2 non Yahudi (org2 Yunani para pengikut agama misteri) melalui pengalaman spiritual, mereka beranggapan bahwa hanya mereka yg memiliki hikmat ilahi. Kedua anggapan ini sungguh keliru, karenanya Paulus mengungkapkan suatu kebenaran, yaitu rahasia Allah. Org2 non Yahudi yg sudah percaya telah dipersatukan dgn org2 Yahudi yg percaya dalam satu tubuh, yaitu jemaat. Paulus mengatakan bahwa rahasia Allah ini telah memberikan pengaruh yg dahsyat thdp diri dan pelayanannya. Olehnya Paulus didorong untuk mewartakan Injil kpd semua org Tugas kita, org2 yg percaya kpd Kristus pada masa kini, sebgm yg dilakukan oleh jemaat pada masa lampau (ayat 10) adalah memberitakan dan menawarkan rahasia Allah itu kpd semua org untuk mereka alami. Apakah saat ini kita semua sudah melakukannya?
Pengalaman yg seseorang / sekelompok orang lalui maupun nikmati, pasti memberi alasan akan kekhususan diri orang / kelompok tsb. Secara positif pengakuan ini memacu org / kelompok tsb untuk meningkatkan kualitas pengalaman / kemampuannya. Namun, secara negatif, jika kekhususan itu ditempatkan pada porsi “perasaan” tanpa iman dan logika, maka siapapun akan merasa dirinya sendirilah yg paling benar, dan orang lain pasti salah. Org2 Yahudi melalui penyataan Allah dan pengalaman hidup nenek moyang mereka bersama Allah, merasa bahwa mereka dikhususkan Allah. Begitu pula dgn org2 non Yahudi (org2 Yunani para pengikut agama misteri) melalui pengalaman spiritual, mereka beranggapan bahwa hanya mereka yg memiliki hikmat ilahi. Kedua anggapan ini sungguh keliru, karenanya Paulus mengungkapkan suatu kebenaran, yaitu rahasia Allah. Org2 non Yahudi yg sudah percaya telah dipersatukan dgn org2 Yahudi yg percaya dalam satu tubuh, yaitu jemaat. Paulus mengatakan bahwa rahasia Allah ini telah memberikan pengaruh yg dahsyat thdp diri dan pelayanannya. Olehnya Paulus didorong untuk mewartakan Injil kpd semua org Tugas kita, org2 yg percaya kpd Kristus pada masa kini, sebgm yg dilakukan oleh jemaat pada masa lampau (ayat 10) adalah memberitakan dan menawarkan rahasia Allah itu kpd semua org untuk mereka alami. Apakah saat ini kita semua sudah melakukannya?
ORANG-ORANG MAJUS. Mereka ini mungkin adalah anggota dari suatu
gol keagamaan yang terpelajar dari wilayah yg sekarang disebut Iran. Mereka
mengkhususkan diri pada astrologi, ilmu kedokteran, dan ilmu pengetahuan alam.
Kunjungan mereka terjadi pada saat usia Yesus sekitar 40 hari (Luk 2:22) hingga
2 tahun ( Mat 2:16). Pentingnya kisah ini adalah bahwa
1.
Yesus layak
memperoleh penghormatan sebagai raja dari seluruh umat manusia, dan
2.
baik orang bukan
Yahudi maupun orang Yahudi termasuk dalam rencana penebusan Allah ( Mat 8:11;
28:19; Rom 10:12).
Setelah dalam bab 1 Matius memperkenalkan
Yesus sbg Anak Daud dan Anak Allah, maka dalam bab 2 tugas Yesus diperkenalkan:
Ia menawarkan keselamatan kepada bangsa2 yg tidak mengenal Allah, yg
diwakili oleh orang2 Majus yg tertarik kpd cahaya Yesus, Mat 1-12;
dlm bangsaNya sendiri Yesus bertugas menderita dgn mengulangi pengalaman2
pahit bangsaNya: pembuangan pertama ke Mesir, Mat 1:13-15, pembuangan kedua ke
Babel, Mat 1:16-18; kembalinya sbg sisa kecil yg terhina, Mat 1:19-23 (Mat
1:23). Cerita ini dalam bentuk yg disebut "Haggada"; dengan kejadian2
mengajarkan apa yg diajarkan oleh Luk
2:30-34 dengan perkataan yg diucapkan Simeon,
Luk 2:34. Zaman raja Herodes Herodes menjadi raja Yudea, Idumea dan
Samaria dari th 37 sampai th 4 SM. Yesus lahir sekitar th 5 atau 4 SM, Luk 2:2;
Luk 3:1. "Alim". Istilah asli adalah gelaran imam2 Parsi
merangkap ahli nujum, yg tahu meramalkan kejadian2 dunia dan nasib
manusia menurut susunan perbintangan2. "Dari Timur".
Agaknya dari tanah Arab, mungkin juga dari Mesopotamia, yaitu dari Parsi /
Irak.
Seperti Yesus, bukan Herodes
Di antara Maria dan Yusuf serta orang-orang Majus yang bersukacita menyambut kelahiran Yesus, ada satu orang yang malah marah. Dialah Raja Herodes.Herodes menjadi gubernur Galilea pada usia yang cukup muda. Dengan menempatkan dia di Galilea, pemerintah Roma berharap dia bisa mengendalikan orang Yahudi yang hidup di situ. Ini menyebabkan ia disebut raja orang Yahudi. Herodes adalah orang yang gila kuasa. Ia akan mempertahankan kekuasaannya dengan cara apapun, bahkan membunuh! Ia bertakhta lebih dari empat puluh tahun, sampai mendengar kabar tentang seorang raja lain yang baru lahir (ayat 1-3). Tentu ia terkejut. Ia memang raja, tetapi tidak terlahir sebagai raja. Ia harus berjuang untuk mendapatkan kedudukan itu. Lalu siapa yang dimaksud oleh tamu-tamu asing itu? Mengapa dia sampai tidak tahu? Maka dia memerintahkan imam kepala dan ahli Taurat untuk menyelidiki hal ini (ayat 4). Dan kepada orang-orang Majus, ia meminta mereka untuk memberitahu dia bila mereka sudah menemukan bayi itu (ayat 7-8). Namun orang Majus tidak kembali menemui dia (ayat 12). Marahlah dia. Jalan satu-satunya agar bayi itu tak punya kesempatan untuk merebut takhtanya adalah dibunuh (ayat 16)! Ironis, raja yang punya kuasa, prajurit, dan senjata mau membunuh Raja cilik yang tidur nyaman dalam pelukan bundanya. Raja dan raja itu sama-sama memiliki kuasa, tetapi cara mereka menggunakan kuasa menunjukkan perbedaan mereka. Herodes adalah tiran, yang menggunakan kuasa untuk memenuhi ego pribadi. Yesus adalah hamba yang menggunakan kuasa untuk melayani, dengan fokus menyenangkan Allah. Di hari Natal ini, mari kita lihat hati kita dan temukan sifat-sifat Herodes yang tersembunyi. Adakah sifat lebih suka memerintah dibanding melayani, lebih suka memiliki dibanding memberi, lebih suka dihormati dibanding menghormati, lebih melihat orang lain sebagai ancaman dibanding sebagai pribadi berharga di mata Allah? Kiranya Tuhan menolong kita untuk jadi seperti Yesus, melayani bukan dilayani.
Di antara Maria dan Yusuf serta orang-orang Majus yang bersukacita menyambut kelahiran Yesus, ada satu orang yang malah marah. Dialah Raja Herodes.Herodes menjadi gubernur Galilea pada usia yang cukup muda. Dengan menempatkan dia di Galilea, pemerintah Roma berharap dia bisa mengendalikan orang Yahudi yang hidup di situ. Ini menyebabkan ia disebut raja orang Yahudi. Herodes adalah orang yang gila kuasa. Ia akan mempertahankan kekuasaannya dengan cara apapun, bahkan membunuh! Ia bertakhta lebih dari empat puluh tahun, sampai mendengar kabar tentang seorang raja lain yang baru lahir (ayat 1-3). Tentu ia terkejut. Ia memang raja, tetapi tidak terlahir sebagai raja. Ia harus berjuang untuk mendapatkan kedudukan itu. Lalu siapa yang dimaksud oleh tamu-tamu asing itu? Mengapa dia sampai tidak tahu? Maka dia memerintahkan imam kepala dan ahli Taurat untuk menyelidiki hal ini (ayat 4). Dan kepada orang-orang Majus, ia meminta mereka untuk memberitahu dia bila mereka sudah menemukan bayi itu (ayat 7-8). Namun orang Majus tidak kembali menemui dia (ayat 12). Marahlah dia. Jalan satu-satunya agar bayi itu tak punya kesempatan untuk merebut takhtanya adalah dibunuh (ayat 16)! Ironis, raja yang punya kuasa, prajurit, dan senjata mau membunuh Raja cilik yang tidur nyaman dalam pelukan bundanya. Raja dan raja itu sama-sama memiliki kuasa, tetapi cara mereka menggunakan kuasa menunjukkan perbedaan mereka. Herodes adalah tiran, yang menggunakan kuasa untuk memenuhi ego pribadi. Yesus adalah hamba yang menggunakan kuasa untuk melayani, dengan fokus menyenangkan Allah. Di hari Natal ini, mari kita lihat hati kita dan temukan sifat-sifat Herodes yang tersembunyi. Adakah sifat lebih suka memerintah dibanding melayani, lebih suka memiliki dibanding memberi, lebih suka dihormati dibanding menghormati, lebih melihat orang lain sebagai ancaman dibanding sebagai pribadi berharga di mata Allah? Kiranya Tuhan menolong kita untuk jadi seperti Yesus, melayani bukan dilayani.
Dampak kelahiran Yesus.
Kabar kedatangan presiden pasti mengundang banyak orang hadir. Demikian juga dengan kelahiran Yesus.Yesus lahir! Kabar ini berpengaruh pada pandangan dan perbuatan Herodes serta penduduk kota Yerusalem (ayat 3). Mengapa? Pertama, bagi Herodes kelahiran Yesus merupakan ancaman bagi kekuasaannya. Herodes mencari tahu dari para imam Yahudi tentang arti nubuat Nabi Mikha (Mi. 5:1) dan Nabi Yesaya (Yes. 9:5; 11:1) tentang Yesus. Ia juga memanfaatkan pengetahuan perbintangan orang Majus untuk menemukan kebenaran nubuat para nabi itu (ayat 4, 7-8). Kedua, bagi penduduk Yerusalem kelahiran Yesus menimbulkan pengharapan untuk terbebasnya mereka dari penjajahan Romawi yang sedang dialami pada waktu itu. Pengharapan ini memunculkan keinginan bahwa Yesus akan menjadi raja Yahudi dan membawa Israel kembali menjadi bangsa yang jaya seperti zaman Raja Daud dan Raja Salomo. Ketiga, bagi orang Majus (golongan imam terpelajar yang mempelajari ilmu perbintangan dari daerah Madai, Persia) kelahiran Yesus merupakan peristiwa alam yang unik, langka, dan bernilai tinggi karena penampakan bintang yang menunjukkan tempat Yesus lahir (ayat 2, 11). Bagi orang percaya, kelahiran Yesus adalah berita surgawi dan sukacita, tentang kabar keselamatan! Namun, bagi Iblis, kelahiran Yesus berarti penggenapan firman Allah untuk kehancurannya (Kej. 3:15 ).
Kabar kedatangan presiden pasti mengundang banyak orang hadir. Demikian juga dengan kelahiran Yesus.Yesus lahir! Kabar ini berpengaruh pada pandangan dan perbuatan Herodes serta penduduk kota Yerusalem (ayat 3). Mengapa? Pertama, bagi Herodes kelahiran Yesus merupakan ancaman bagi kekuasaannya. Herodes mencari tahu dari para imam Yahudi tentang arti nubuat Nabi Mikha (Mi. 5:1) dan Nabi Yesaya (Yes. 9:5; 11:1) tentang Yesus. Ia juga memanfaatkan pengetahuan perbintangan orang Majus untuk menemukan kebenaran nubuat para nabi itu (ayat 4, 7-8). Kedua, bagi penduduk Yerusalem kelahiran Yesus menimbulkan pengharapan untuk terbebasnya mereka dari penjajahan Romawi yang sedang dialami pada waktu itu. Pengharapan ini memunculkan keinginan bahwa Yesus akan menjadi raja Yahudi dan membawa Israel kembali menjadi bangsa yang jaya seperti zaman Raja Daud dan Raja Salomo. Ketiga, bagi orang Majus (golongan imam terpelajar yang mempelajari ilmu perbintangan dari daerah Madai, Persia) kelahiran Yesus merupakan peristiwa alam yang unik, langka, dan bernilai tinggi karena penampakan bintang yang menunjukkan tempat Yesus lahir (ayat 2, 11). Bagi orang percaya, kelahiran Yesus adalah berita surgawi dan sukacita, tentang kabar keselamatan! Namun, bagi Iblis, kelahiran Yesus berarti penggenapan firman Allah untuk kehancurannya (Kej. 3:15 ).
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.
Kehadiran Yesus ke dunia menjadi terang dan
menjadikan manusia sadar akan kedosaannya.
2.
Kelahiran Yesus memberi dampak yg baik dan
terang bagi semua kehidupan manusia yg fasik sekalipun hingga mau sujud
menyembahNya.
3.
Kemuliaan Yesus dihadirkan dalam terang bintang
yang bergerak meski bukan bintang yang sebenarnya tapi merupakan tanda
keberadaan terang yang kemudian dalam seluruh hidup manusia.
4.
Kesempurnaan karya Bapa dalam Yesus terwujud
dalam kelahiran Yesus ke dunia yg sederhana.
5.
Tanpa pengorbanan yang cukup berarti dari Yesus
dalam kehidupan, ini sungguh menyenangkan hati manusia dulu dan selamanya.
6.
Penyempurnaan kehadiran Yesus dalam kehidupan
manusia barulah awal dan itupun menjadi titik tolak terang dalam hidup kedosaan
kita.
7.
Kabar lahirnya Yesus yang dihadirkan merupakan berita sukacita
yang sungguh merasuk dalam jiwa manusia.
8.
Emas, dupa dan mur dipersembahkan berkaitan dg
hak istimewa yg dimiliki bg Israel dalam hubnya dg Tuhan, mereka merasa
memiliki Allah sbg raja (emas), merasa sbg umat imam(dupa), merasa sbg mempelai
perempuan Yahwe (Mur).
9.
Org Majus mempersembahkan emas sbg lambang kerajaan,
Israel merasa dirinya sbg bangsa rajawi,berkat Yesus lahir kasih Allah
merangkul bukan hanya mereka tapi semua bangsa, kemenyan sbg lambang imam,
Israel tdpt suku imam dan bangsanya merasa sbg bangsa imam, dalam agama Yahudi
hak exclusif utk membakar dupa dalam liturgi di bait Allah dan berhub langsung
dg Tuhan, kini dg Yesus semua bangsa bisa berhub dg Tuhan,dapat, mur adlah
minyak wangi, dalam Kidung Agung dipakai mempelai perempuan utk bermesraan dg
mempelai lelaki, dalam jaman Hosea hub Tuhan dg Israel digbkan sbg hub mempelai
lelaki dan perempuan, kini berkat Yesus Tuhan tidak dg bangsa Israel saja tapi
dg semua bangsa.
10.
Sungguh sensasional org kafir menyembah Yesus,
artinya mereka mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.
11.
Majus melalui jalan lain (Yerusalem), karena
kota itu sudah tidak suci lagi dan dilakukan pembantaian anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar