Senin, 10 Maret 2014

Syarat Murid Yesus

Syarat Murid Yesus             Minggu  8 September 2013
Keb 9: 13-18
13 Manusia manakah dapat mengenal rencana Allah, atau siapakah dapat memikirkan apa yang dikehendaki Tuhan? 14 Pikiran segala makhluk yang fana adalah hina, dan pertimbangan kami ini tidak tetap.15 Sebab jiwa dibebani badan yang fana, dan kemah dari tanah memberatkan budi yang banyak berpikir.16 Sukar kami menerka apa yang ada di bumi, dan dengan susah payah kami menemukan apa yang ada di tangan, tapi siapa gerangan telah menyelami apa yang ada di sorga?17 Siapa gerangan sampai mengenal kehendak-Mu, kalau Engkau sendiri tidak menganugerahkan kebijaksanaan, dan jika Roh KudusMu dari atas tidak Kauutus?18 Demikianlah diluruskan lorong orang yang ada di bumi, dan kepada manusia diajarkan apa yang berkenan padaMu, maka oleh kebijaksa naan mereka diselamatkan."
Flm 9b-10, 12-17
9b Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus,10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus.12 Dia kusuruh kembali kepadamu  dia, yaitu buah hatiku.13 Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,14 tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela.15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya,16 bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.
Luk 14:25-33
25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: 26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau2 cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan2 semua orang yang melihatnya, mengejek dia,30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yg mendatanginya dgn dua puluh ribu orang?32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat2 perdamaian.33 Demikian pulalah tiap2 org di antara kamu, yg tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
Onesimus
Seorang budak yang melarikan diri dari pemiliknya, yaitu Filemon dan mencari perlindungan pada Paulus yang kemudian menuliskan surat, memohon agar Filemon memperlakukan Onesimus dengan baik. Dari surat kepada Filemon itu, ayat 10, agaknya Onesimus menjadi orang Kristen yang percaya, dan lebih kemudian lagi bahkan menjadi pemimpin Gereja Kristen ( Kol 4:9 Ia kusuruh bersama-sama dengan Onesimus, saudara kita yang setia dan yang kekasih, seorang dari antaramu. Mereka akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang terjadi di sini). Perkiraan ilmiah mengatakan bahwa Onesimus menjadi uskup di Efesus dan bahwa di situlah ia mengumpulkan surat-surat Paulus yang ada dan menuliskan sendiri Surat Efesus sebagai pengantar ke dalam kumpulan surat2 Paulus itu.
Pekerjaan  : Budak
Fakta Penting: Dia adalah seorang budak pelarian, yg oleh Paulus dibawa kpd Tuhan, dan mengirim kembali kepada tuannya.
I. Seruan dan pembelaan Paulus.
      Paulus mengajukan permintaan kpd Filemon, mengenai anak didapat sbg ia dalam penjara, yaitu Onesimus. Flm 1:10
A.       Latar belakang permintaan Paulus
Onesimus seorang budak yang tidak menguntungkan tuannya, Filemon, dan melarikan diri ke Roma, kemudian oleh Paulus dibawa kepada Tuhan. Atas permintaan Paulus, agar ia diterima sebagai saudara dalam Kristus.
B.       Dasar dari permintaan Paulus
Paulus mendaftar tiga alasan bagaimana Filemon sebaiknya mengampuni Onesimus.
a.  Pengampunan untuk kepentinganmu
"Dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya.  Flm 1:11,15
b.  Pengampunan untuk kepentingannya
"Bukan lagi sbg hamba, melainkan lebih drpd hamba, yaitu sbg saudara yg kekasih, bagiku sudah demikian, apa lagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan. Flm 1:16
c.  Pengampunan untukku.
Tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagi pula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus. Kalau engkau menganggapnya aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. Flm 1:9,17
   II. Jaminan dan janji Paulus.
Dan kalau dia sdh merugikan engkau /pun berhutang padamu,tanggungkanlah semuanya itu kepadaku, aku, Paulus,menjaminnya dg tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya. Flm 1:18-19
Pembahasan
Keb 9: 13-18
Perikop ini sejumlah refleksi,jawaban ayat 13=”tidak”. Pertanyaan2 ini tidak mengharapkan informasi,tetapi dimaksudkan sbg bagian dari tindakan pujian (Yer 9:11 Aku akan membuat Yerusalem menjadi timbunan puing, tempat persembunyian serigala-serigala; Aku akan membuat kota-kota Yehuda menjadi sunyi sepi, tidak berpenduduk lagi."), sbg salah satu contoh. Pengarang beralih pada alas an yg lain, yg satu dibangun diatas yg lain: pemikiran dari mahluk tidaklah pasti (ayat 14), krn mereka fana (ayat 15), dan bahkan persoalan2 duniawi saja sukar (ayat 16). Para pakar mendiskusikan apakah engarang Kitab Kebijaksanaan berpikir scr dualistis :tubuh yg duniawi dan fana melawan jiwa yg rohani. Dualisme dmk tdk sesuai dg pemikiran PL, yg menekankan kesatuan pribadi manusia; setiap org mengakui perbedaan antara pemikiran yg mulia dari jiwa dan hati, dan hawa nafsu badaniah. Puisi dari ayat ini tidak bermaksud utk memberi  jalan keluar dari masalah teologis yg kompleks ini. Pertanyaan yg timbul dalam ayat 17 mengharapkan jawaban “Tidak seorg pun “(mengingat Yes 40:13 Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepadaNya sebagai penasihat?). “Roh Kudus” merupakan istilah lain dari “Kebijaksanaan” dan istilah ini tentu menyebabkan org Kristiani berpikir mengenai jati diri Roh yg berbeda dg Bapa dan Yesus. Ketika Allah mengirimkan kebijaksanaan di waktu dulu, nenek moyang Israel diselamatkan (ayat 18). Ayat ini menghubungkan doa “Salomo” dg bab berikut, jua dg bagian ke tiga Kitab Keb 11:2, Keb 19:22. Menurut pengarang, mutlak perlu bahwa kebijaksanaan ada di dunia supaya manusia dapat hidup dg benar.
Flm 9b-10, 12-17
Paulus mengemukakan argument dg maju selangkah dan mengungkapkan keinginan nya bahwa I harus menahan Onesimus agar melayani nya sbg pengganti Filemon, terutama sementara ia berada dalam penjara demi Injil. Paulus menyinggung bahwa Filemon berutang sesuatu kpdnya, tetapi ia tidak meminta pembebasan Onesimus dari perbudakan, melainkan menyarankan bahwa Filemon mungkin mau merelakan budaknya atas permintaan Paulus. Paulus tidak mau bertindak sendirian tanpa bertanya  lebih dahulu kpd Filemon. Bila dmk, itu dapat ber arti bahwa ia memaksa Filemon utk melaksanakan sesuatu yg baik, sementara Paulus lebih suka kalau Filemon sendiri yg secara bebas mengambil keputusan. Akan tetapi, bagi Filemon utk tidak melak apa yg diinginkan Paulus adalah berlawanan dg yg baik, sesuatu yg tidak layak bagi teladan seorg Kristiani. Permintaan Khusus Paulus, disini dia mengisyaratkan bahwa perpisahan dg Onesimus dg Filemon semen tara waktu dapat terjadi shg Filemon akan menerima dia kembali utk selamanya, tidak hanya sbg budak melainkan sbg sesama org percaya, yg  terkasih, suatu kedudukan yg jauh lebih penting. Dalam keadaan dmk, Onesimus dikasihinya scr khusus, tetapi Filemon terberkati 2x krn ia mau menerima kembali Onesimus baik scr jasmanisah sbg budak maupun sbg saudara dalam Yesus (rohani). Surat ini mencapai puncak nya dg permintaan yg seolah2 sederhana spy Filemon menerima kembali Onesimus, seolah2 budak itu Paulus sendiri. Akan tetapi, dia sekali lagi menasehati krn dg sendirinya bila Paulus dan Filemon memang berteman, sesuatu yg sulit disangkal oleh Filemon. Dia tidak meminta pembebasan bagi Onesimus dari perbudakan, tapi spy Filemon menerima kembali budak ini tanpa memberikan hukuman berat / denda yg biasa diberikan kpd budak yg melarikan diri.
Luk 14:25-33             
Yesus menuju ke Yerusalem. Cerita mengenai mereka yg memperhatikan undangan ke perjamuan oleh penginjil dikaitkan dg ucapan lain, yg mengungkapkan keseriusan menjadi murid. Panggilan utk mengikut Yesus tdk dapat ditanggapi setengah2 (Ayat 35).Sikap dmk merup salah perhitungan yg tragis. Ayat2 ini kembali ke nada pada permulaan perjalanan menuju Yerusalem (Luk 9:57-62). Yesus kembali kpd pemisahan dalam keluarga, yg mungkin terjadi krn Injil (Luk 12:51-53). Yesus mengatakan bahwa para muridNya harus membenci ayah, ibu, dan saudara2nya. Ini adalah ungkapan berlebihan bhs Semit utk menekankan bahwa siapa pun yg menghalangi komitmen total kpd Yesus, bahkan keluarga paling dekatpun harus di tinggalkan. “Membenci” dalam hal ini berarti “tidak begitu memilih”, Inilah pesan radikal dari Yesus (Luk 9:53).Menjadi murid adalah panggilan yg menuntut segalanya. Ini harus diterima dg kematangan kebebasan. Yesus menggunakan 2 contoh seorg pembangun rumah yg bijak tdk akan memulai proyeknya tanpa menghitung dana utk menyelesaikannya.Hanya seorg yg tidak logis akan pergi berperang tanpa memperhitungkan untung ruginya. Hal penting utk menjadi murid bahwa meninggalkan segalanya merup pokok pemuridan. Jika seorg murid Yesus mulai menarik sesuatu bagi dirinya, maka pemuridan menjadi cacat.
Dari ke 3 bacaan kami belajar:
1.          Mengikut Yesus perlu komitment yang tinggi, tidak berbalik arah,jika demikian akan ditolak Yesus.
2.          Mengikut Yesus perlu pertimbangan yang masak, spt berperang, spt bangun rumah, spt dalam keluarga, siapa yang tidak siap, tidak teguh, tidak taat ditinggalkan Yesus, tanpa ampun, pintu surga tertutup bagi org yg semacam itu.
3.          Mengikut Yesus adalah perlu radikal mengalahkan kondisi keduniawian, kefanaan, keuangan, ejekan, hinaan, deraan, khianatan sehingga iman (believe) yang timbul menjadi keyakinan (trust) yg penuh dan berbaju kekudusan (baju putih) lah yg layak masuk surga.
4.          Mengikut Yesus perlu mentaati berbagai kebijaksanaan dalam KS, tanpa baca Kitab Suci secara utuh dari mana kita tau kebijaksanaan ini & darimana kita tau bagaimana mesti bertindak dalam masyarakat. Integritas muncul dari dalam keluar.
5.          Syarat yang begitu banyak dan memerlukan komitmen tinggi (melepaskan segala miliknya) adalah mutlak dimiliki murid (mengerti apa yang dilakukan dan diajarkan gurunya dan suatu saat akan menyamai dan melampaui gurunya), bukan pengikut (yang mengikuti dari belakang tanpa ngerti apapun). Silahkan pilih mau yang mana.
6.          Onesimus yg begitu hina sebagai budak kemudian diangkat menjadi Uskup, yg mengumpulkan surat Paulus menjadikan nya salah satu kitab dari surat Paulus, sungguh diuji ketaatannya dalam mengikut Yesus.
7.          Ketaatan membawa berkat.
8.          Onesimus yang ditolak oleh Filemon dijadikan anak angkat Paulus, karena dia melihat potensi didalamnya, ketaatan, setia, keyakinan (trust) thdp Yesus, penyerahan diri, melekat erat, ini mencerminkan syarat murid yg diajukan Yesus.
9.          Yesus mengundang tidak spt preman, tapi mengetuk dg lemah lembut (Luk 13: 24-30), kadang kita tidak sadar, kadang kita melayani dg menggerutu, mengeluh, ngedumel, artinya kepahitan yg ada didalam diri kita mengotori pelayanan kita, itu sama dg kejahatan bagi Tuhan, dan itu tidak layak.
10.      Murid seharusnya berjuang dg kuat spt kupu2 ingin lepas dari kepompong dg lubang yg sangat sempit (1/10 badan), sehingga otot iman menjadi kuat dalam menerima berkat, kuasa dan anugrah yg disiapkan utk tiap pribadi.
11.      Tiada org yang mengetahui rencana Tuhan tanpa membaca Kitab Suci, sampai dianugrahkan kebijaksanaan dari Allah Bapa sendiri dg bantuan RK yg menuntun kita ke pemahaman apa keinginan Tuhan dalam hidup kita.
12.      Dg kebijaksanaanlah kita beroleh berkat keselamatan, pintu surga yang sempit itu dapat kita lalui.
13.      Orang yang masih berkompromi (kefanaan yg hina) dg dosa tidak layak bagi Tuhan Yang Kudus / Suci krn Dia tahu kapan menghukum, kapan menghajar, kapan menolong, kapan mengajar, kapan mengabulkan doa.
14.      Paulus menginginkan Filemon memperlakukan Onesimus setara dgnya, yg seiman dg Yesus bukan sbg budak thdp majikan, sama spt Yesus menghilangkan belenggu dosa manusia menjadikan kita suci (kudus), hanya kita perlu memeliharanya hingga Yesus datang kedua kali nanti.

15.      Hidup budak = abdi = murid, melekat pada tuannya, taat pada perintah, menyerahkan hidupnya pada majikan keadaan spt inilah yang diingini Yesus, bukan hamba yg penuh syarat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar