Senin, 10 Maret 2014

Berkat Kedatangan Mesias

Berkat Kedatangan Mesias  Minggu 15Des 2013
Yes 35:1-6a,10
1 Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga;2 seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita.3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah.4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; 10 dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
Yak 5:7-10
7  Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
Mat 11:2-11
2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"4 Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."7 Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?8  Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.9 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.10 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Pembahasan
Yes 35:1-6a,10 Berkat pada Jalan Kekudusan
Berbeda sekali dengan hari depan org2 yg tidak bertobat, yaitu dunia yg menentang Allah, adalah hari depan umat Allah. 1, 2. Bermekarannya tumbuhan padang gurun melambangkan perubahan batin yang terjadi pada jiwa yg telah ditebus. Sebaliknya dari gersang tak berbuah & mati secara rohani, muncul bunga cantik dari iman yg baru bersemi serta keagungan yg lebih matang dari pohon aras Libanon. Sampai tingkat tertentu,org2 yang ditebus ini mencermin kan kemuliaan sang Juruselamat yang telah datang untuk menebus mereka. 3, 4. Allahmu akan datang. Jaminan yang menghibur orang yang berputus asa dan berkecil hati, bahwa Tuhan akan campur tangan dalam kejadian-kejadian di dunia, untuk membuat masyarakat tunduk pada tuntutan keadilan dan untuk menyelamatkan umat-Nya dari para penindas mereka. 5-7. Suatu jaminan bahwa kekuatan Allah akan menggantikan ketidakberdayaan manusia. Orang-orang percaya akan dapat melihat kebenaran Allah dan mendengar suara-Nya, hidup menurut jalan-Nya tanpa rintangan, dan menyatakan kesaksian dan pujian. Kekayaan dan makanan yang memuaskan akan merupakan bagian tetap mereka, bukan lagi kepanasan serta kehausan seperti pada masa lalu ketika mereka belum lahir baru. Perhatikan, tanah pasir yang hangat, mungkin adalah istilah Ibrani untuk "fatamorgana di padang pasir," yang mengecoh orang haus yang berjalan di padang pasir dgn pandangan menyesatkan seolah-olah ada air di bawah langit di sana. 8-10. Umat yg ditebus akan hidup menurut jalan kudus, di mana kekotoran moral akan ditiadakan, demikian juga singa2 rakus yg melambangkan kejahatan Iblis. Di jalan itu orang bodoh atau yang tidak berhati-hati pun, jika mereka telah ditebus dan lahir baru, bisa lewat dan tidak tersesat. Orang-orang yang pergi ke Kota Kudus melalui jalan raya ini dari Babel, yaitu Kota Kebinasaan, akan ditandai oleh sukacita khusus yang tidak dikenal oleh dunia, mereka akan menyanyikan pujian syukur yang tidak pernah bisa dinyanyi kan oleh orang yang tidak diselamatkan.
Hukuman dan keselamatan. 
Sulit memiliki konsep positif tentang hukuman dalam zaman ini. Menggandengkan 
Yesaya 34 dan 35 akan menolong kita memahami bahwa hukuman dan pembayaran terhadap hutang dosa, tidak dapat dipisahkan. Demikian juga pembaruan dari pemulihan tidak dapat dipisahkan. Karena Allah dan hukum-hukum-Nya kudus dan kasih adanya, kedua hal tersebut pun berjalan seiring.
Hukuman atas dosa berakibat fatal. Gambaran2 ngeri dalam pasal 35 disarikan dalam ayat 1: padang gurun dan padang tandus. Namun, Allah yang menghukum itu adalah juga Allah sumber hidup yang menerbitkan dan mengembalikan segala sesuatu menjadi baru dan indah. Kengerian akan diganti dengan kesukaan, kebinasaan akan ditaklukkan oleh kehidupan baru. Sukacita seperti apa akan terjadi? Pertama, sukacita yang mencelikkan mata yang buta dan menguatkan lutut yang gemetar (ayat 5-6a). Artinya sukacita karena terbukanya "mata" kita untuk melihat Tuhan sebagai penolong. Kedua, sukacita yang menyebabkan mata air di padang gurun memancarkan air segar dan tanah kersang (kering tidak subur) menjadi sumber-sumber air (ayat 6b-7). Kias ini ingin menekankan pembaruan yang ajaib dan dahsyat jauh melebihi kuasa pemerintahan ketika hukuman dijatuhkan. Ketiga, sukacita yang menghantarkan orang-orang yang diselamatkan Allah memasuki "Jalan kudus" (tempat suci) (ayat 8-9). Keempat, sukacita yg abadi (ayat 10). Sukacita dari Allah ini memberi kekuatan bagi kita untuk dapat berdoa di tengah kesulitan. Banyak hal yang dapat menyebabkan kita kehilangan sukacita, spt: kesedihan, perasaan tertolak, kehilangan orang yang dikasihi, marah, iri hati, kebencian, dendam, permusuhan, dll. Bgm cara mengatasi hal ini? Pertama, mempercayai janji pembelaan dari Tuhan sungguh nyata bagi kita. Tuhan tidak meninggalkan kita sendiri sebab dgn iman seseorang dibenarkan (Luk. 18:7-8). Kedua, tetap setia melakukan firman Tuhan, meski sendiri saja sebab pada waktu-Nya pasti Tuhan akan membela kita.
Pengharapan keselamatan.
Membaca ulang peristiwa demi peristiwa yang dilakonkan bangsa Israel di hadapan Allah, menghantar alur pikir kita pada dua hal: pertama, Israel adalah bangsa yang bebal, cenderung tak tahu berterima kasih; kedua, tidak ada sangkalan bahwa Allah itu pengasih dan setia. Kasih dan setia Allah itulah yang kembali menebar semarak pengharapan umat. Pengharapan yang sempat layu dan kering. Namun pengharapan keselamatan dari Allah berpihak pada mereka. "Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan ... menyelamatkan kamu". Keselamatan kekal. Lihatlah jangkauan keselamatan yang Allah janjikan pada umat-Nya (ayat 
5-9), bukankah itu merupakan ungkapan kerinduan jiwa terdalam semua umat Allah? Ada kesembuhan, pemulihan hubungan, perubahan alam, kedamaian, pembaruan kondisi hidup. Janji yang tidak dibatasi lingkup jasmani dan rohani, melainkan janji yang berdimensi kekal menembus batas-batas keberadaan manusia. Dan keselamatan kekal itu hanyalah berlaku bagi orang-orang yang berjalan, hidup dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus.
Yak 5:7-10 Sabar menanti
Setelah memperingatkan org2 kaya yang hidupnya berorientasi pada harta dan kesenangan, Yakobus mengingatkan org percaya untuk bersabar sampai kedatangan Kristus yg kedua kali. Pada saat itulah kebenaran dan keadilan-Nya dinyatakan. Namun demikian, lamanya penantian akan hari Tuhan kadang2 bisa membuat orang beriman bersikap tidak sabar & tidak percaya. Maka Yakobus mengingatkan mereka untuk bersabar menantikannya. Agar orang memahami arti kesabaran, Yakobus memberikan gambaran mengenai petani, para nabi di zaman PL dan juga Ayub (7, 10-11). Seorang petani bersabar menantikan hasil tanahnya yg berharga. Dalam masa penantian itu, petani bergantung pada hujan yg adalah anugerah Tuhan. Begitu jugalah seharusnya ketergantungan orang percaya pada pemeliharaan Allah. Maka dapat dikatakan bahwa kesabaran merupakan sikap hati yang berharap dan percaya total pada pemeliharaan dan perhatian Allah. Sementara menanggung derita, kita sabar sebab yakin bahwa tujuan iman kita di dalam Tuhan pasti akan terwujud. Contoh kesabaran yang lain adalah para nabi di zaman Perjanjian Lama (10). Meski menghadapi penolakan bahkan kematian, para nabi tetap menyuarakan kebenaran Tuhan. Seringkali mereka mati tanpa melihat hasil upaya mereka, yakni pertobatan org2 yg menjadi sasaran misi mereka. Walaupun demikian, para nabi setia kepada Allah. Selain bersabar dalam penantian, orang beriman dipanggil untuk sabar menanggung penderitaan. Inilah yang terlihat dalam kisah Ayub. Ia memiliki ketahanan untuk menanggung penderitaan tanpa kehilangan iman. Meski tak mengerti sebab dan alasan penderitaannya, ia tetap percaya pada Allah. Kita memang tak pernah tahu kenapa harus mengalami masalah. Namun, jika hidup dalam syukur dan bukan dalam kemarahan, dalam keyakinan akan Allah dan bukan dalam sungut2; niscaya kita, seperti Ayub, akan menyinarkan kemenangan di hadapan Iblis yang gagal menjatuhkan kita.
Kunci sukses menghadapi penderitaan adalah kesabaran.
Tidak seorang pun di dunia ini yang menyukai penderitaan. Kalau pun penderitaan itu tetap teralami, seringkali kita bersikap marah, kecewa, bahkan menuduh orang lain, atau mungkin menuduh Allah sebagai penyebab timbulnya penderitaan. Karena itu segala usaha pasti akan kita lakukan asal terhindar dari penderitaan. Mungkinkah kita menghindari penderitaan? Penderitaan itu bukan untuk dihindari tetapi dihadapi, karena bagaimana pun penderitaan itu berguna bagi pertumbuhan iman kita. Bahkan Yakobus dalam perikop awal menjelaskan bahwa penderitaan adalah ujian iman. Karena itu untuk sampai pada maksud akhir dari penderitaan yang kita alami, kita harus bersabar ketika menghadapi penderitaan. Bagaimana caranya?
Pertama-tama Yakobus menasihati orang2 miskin yang berada dalam penderitaan, karena tekanan2 dari orang2 kaya, untuk bersabar menghadapi penderitaan yg mereka alami, dan mengajak mereka untuk melihat dan menempatkan penderitaan itu dalam sudut pandang (perspektif) Allah. Sebab hanya melalui cara pandang itulah manusia dapat melihat tujuan akhir dari penderitaan. Mereka diminta bersabar sampai Tuhan datang kedua kali. Pengharapan akan kedatangan Tuhan yang kedua kali inilah yang menguatkan mereka dalam menanggung penderitaan. Ajakan Yakobus ini juga berlaku bagi kita. Seperti halnya jemaat saat itu dikuatkan untuk bersabar menanggung penderitaan, kita pun diingatkan akan hal yang sama. Kedatangan Tuhan yang kedua kali selain merupakan pengharapan yang memampukan dan menguatkan Kristen menghadapi dan menanggung penderitaan dengan sabar, juga membuka mata hati kita untuk melihat bahwa Allah Sang Hakim Maha Adil itu akan bertindak. Bagi orang-orang jahat, yang menyebabkan penderitaan pada sesama, keadilan Allah akan menghukum mereka. Sebaliknya bagi orang-orang benar, yang sabar dan tekun menghadapi penderitaan yang dialaminya, keadilan Allah mendatangkan ketenteraman dan keselamatan bagi mereka.
Mat 11:2-11
Dalam pasal ini diceritakan tentang:
I.  Ketekunan yang tidak jemu2nya dari Yesus Tuhan kita dalam melakukan pekerjaan besarNya utk mengabarkan Injil (ay. 1).
II.  Percakapan-Nya dengan murid-murid Yohanes tentang jati diri-Nya sebagai Mesias (ay. 2-6).
III.  Kesaksian yang diberikan-Nya untuk menghormati Yohanes Pembaptis (ay. 7-15).
IV.  Pernyataan sedih yang disampaikankan-Nya tentang angkatan pada masa itu secara umum, dan beberapa hal yang secara khusus merujuk kepada keberhasilan dari pelayanan Yohanes dan pelayanan-Nya sendiri (ay. 16-24).
V.  Ucapan syukur-Nya kepada Bapa-Nya atas cara bijak dan mulia yang digunakan Bapa-Nya dalam mengungkapkan rahasia2 besar Injil (ay. 25-26).
VI.  Panggilan dan undangan-Nya yang lemah lembut dan penuh belas kasihan kepada orang2 berdosa untuk datang kepadaNya, dan untuk diperintah, diajar, dan diselamatkan oleh-Nya (ay. 27-30). Selain dalam pasal ini, tidak pernah kita jumpai sebelumnya kengerian yang begitu dahsyat mengenai kutuk-kutuk Injil yang memberi peringatan kepada kita, atau manisnya anugerah Injil yang begitu menawan untuk membangun kita; yang membentangkan di hadapan kita kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk.
Dari ke tiga bacaan Kami belajar:
1.       Berkat Yesus saat di dunia terlihat jelas dg dicelikkannya org buta, org lumpuh dibuat berjalan  dan masih banyak lagi dll.
2.       Ketekunan dan kesabaran harus dimiliki tiap pribadi yang ingin melihat Mesias datang ke dua kalinya.
3.       Yesus memberi teladan tdk jemu2 dalam mengabarkan Injil, itulah teladan bagi kita setelah ditinggalkanNya.
4.       Dalam menghadapi kesukaran & penderitaan adalah dg bersabar, tidak dg menuduh org lain sbg penyebab inilah ujian kita.
5.       Yohanes mencari pengertian Mesias yang ditunggu, Yesus menjawab tidak ada yg lain dan Dia pun memuji Yohanes dalam mempersiapkan semuanya dg memberi kehormatan yang pantas.
6.       Yesus tidak menghindari dari semua kenyataan bahwa diriNyalah sang Mesias yang di tunggu.
7.       Kesiapan hati kita diperlukan dalam menghadapi Mesias yang akan datang kedua kali.
8.       Kemampuan pribadilah yang dapat mencapai semua yang akan diberikan Mesias yang datang pada tiap pribadi nanti kedua kalinya.
9.       Syarat kekudusan kini nyata dalam kedatangan Mesias dan kesiapan hatilah yang diutamakan Yesus.

10.   Sikap hati dlm menghadapi kedatangan Mesias dalam hidup adalah yg menentukan diri kita dlm kunjungan Yesus ke dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar