Senin, 10 Maret 2014

Pertikaian Rohani

PERTIKAIAN Rohani             Minggu 18 August 2013
Yer 38:4-6,8-10
4 Maka pergilah para pejabat itu kepada raja dan berkata, "Orang ini harus dihukum mati. Sebab, dengan berkata begitu ia melemahkan semangat semua prajurit dan orang lain yang masih tinggal di kota ini. Ia tidak menolong rakyat, melainkan mencelakakan mereka." 5 Raja Zedekia menjawab, "Baik! Perlakukanlah dia sesuai dengan kehendakmu, aku tidak dapat mencegah kamu." 6 Lalu mereka mengambil aku dan menurunkan aku dengan tali ke dalam sumur milik Malkia putra raja, yang terletak di pelataran istana. Tidak ada air di dalam sumur itu, hanya lumpur, dan aku masuk ke dalam lumpur itu.8 Ebed-Melekh pergi ke sana dan berkata kepada raja,9 "Paduka Yang Mulia, perbuatan orang-orang itu tidak baik. Mereka telah memasukkan Nabi Yeremia ke dalam sumur; ia pasti akan mati kelaparan di situ, sebab makanan sudah habis di kota ini." 10 Lalu raja memerintahkan Ebed-Melekh, "Bawalah tiga {tiga: Menurut naskah Ibrani: tiga puluh.} orang dan keluarkanlah Yeremia dari sumur itu sebelum ia mati."
Ib 12:1-4
1 Nah, mengenai kita sendiri, di sekeliling kita ada banyak sekali saksi! Sebab itu, marilah kita membuang semua yang memberatkan kita dan dosa yang terus melekat pada kita. Dan marilah kita dgn tekun menempuh perlombaan yg ada di depan kita. 2 Hendaklah pandangan kita tertuju kepada Yesus, sebab Dialah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir. Yesus tahan menderita di kayu salib! Ia tidak peduli bahwa mati di kayu salib itu adalah suatu hal yang memalukan. Ia hanya ingat akan kegembiraan yang akan dirasakanNya kemudian. Sekarang Ia duduk di sebelah kanan takhta Allah dan memerintah bersama dengan Dia.3 Coba pikirkan bagaimana sengsaranya Yesus menghadapi orang2 berdosa yg melawanNya dgn begitu sengit! Sebab itu janganlah berkecil hati dan putus asa. 4 Sebab dalam perjuanganmu melawan dosa, kalian belum pernah berjuang sampai harus menumpahkan darah
Luk 12:49-53
49 "Aku datang untuk menimbulkan kebakaran di bumi ini. Alangkah baiknya kalau apinya sudah menyala! 50  Masih ada penderitaan hebat yang harus Aku jalani. Dan hatiKu gelisah sekali sebelum itu terlaksana. {Mrk 10:38 "Kalian tidak tahu apa yang kalian minta," kata Yesus kepada mereka, "Sanggupkah kalian minum dari piala penderitaan yang akan Aku minum dan masuk ke dalam kancah penderitaan yang akan Aku masuki?"} 51 Apakah kalian sangka Aku datang untuk membawa perdamaian ke dunia? Tidak, bukan perdamaian, melainkan perlawanan.52  Mulai dari sekarang, keluarga yang terdiri dari lima orang akan bertentangan, tiga lawan dua, atau dua lawan tiga.53 Bapak akan melawan anaknya yang laki-laki dan anak laki-laki akan melawan bapaknya. Ibu melawan anaknya yang perempuan dan anak perempuan melawan ibunya. Ibu mertua akan melawan menantunya yang perempuan dan menantu perempuan akan melawan ibu mertuanya." { Mi 7:6 Sebab, pada masa seperti ini anggota keluarga saling bermusuhan: anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan melawan ibunya, dan menantu perempuan bertengkar dengan ibu mertuanya.}
Pembahasan
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan2 tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dsb. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yg tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya / dgn kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dgn hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.
Penyebab konflik
·    Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan. Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap org memiliki pendirian dan perasaan yg berbeda2 satu dgn lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal / lingkungan yg nyata ini dpt menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hub sosial, seseorang tidak selalu sejalan dgn kelompoknya. Dlm pesta musik: ada yg merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yg merasa terhibur.
·    Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi2 yg berbeda. Pemikiran & pendirian yg berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yg dpt memicu konflik.
·    Perbedaan kepentingan antar individu / kelompok. OKI, dalam waktu yg bersamaan, masing2 orang / kelompok memiliki kepentingan yg berbeda2. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok / antara kelompok dgn individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dgn pengusaha yg terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya.
·    Perubahan2 nilai yg cepat dan mendadak dalam masyarakat.Perubahan lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung scr cepat / bahkan mendadak,ini dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masy pedesaan yg mengalami proses industrialisasi yg mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai2 lama pada masy tradisional yg biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai2 masy  industri. Nilai2 yg berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dgn upah yg disesuaikan menurut jenis pekerjaannya.
Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 macam :
·      Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan2 dalam keluarga / profesi (konflik peran (role))
·      Konflik antara kelompok2 sosial (antar keluarga, antar gank).
·      Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
·      Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
·      Konflik antar / tidak antar agama
·      Konflik antar politik.
Akibat konflik   Hasil dari sebuah konflik adalah sbb :
·    meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yg mengalami konflik dgn kelompok lain.
·    keretakan hubungan antar kelompok yg bertikai.
·    perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga dll.
·    kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia.
Yeremia
Dia hidup dalam zaman yg bergolak di pemerintahan Raja Yosia (639-609 SM),lahir di Anatot,dibesarkan pada waktu yg baik, meninggal (580 SM) di waktu yg sangat buruk (ketika Yehuda bukan sebuah bangsa dan Yerusalem jadi puing, kenisah dibakar habis sampai rata, org2 Yahudi dibuang ke Babel). Hidupnya mengalami peralihan kekuasaan (manusia segala zaman) :
·    Kerajaan Asyur 20 th (dihancurkan Babel 612-605 SM)
·    Kekuasaan Neo Babel 20 th pertama (605-539 SM)
Tugas kenabian dimulai saat muda selama 40 th (626-580SM), saat itu Yehuda mengalami pembaharuan keagamaan (626-609 SM).
Mengalami pergantian 5 raja:
1.   Yosia (639-609 SM)
2.   Yekhoakhas (3 bln 609 SM)
3.   Yoyakim (609 SM-598 SM)
4.   Zedekia (597-587 SM)
5.   Yoyakhin (597 SM)
Ia sebetulnya tenang, suka damai, diutus utk menegur raja, sesuatu yg bertentangan dg keinginannya. Ia menyalahkan teman sebangsanya, tapi mendapat umpatan, kecaman dan pembunuhan dg dirajam oleh musuhnya.
Yeremia melihat dirinya sbg seseorang yg:
*  Hadir dalam sidang ilahi (dg Tuhan Maha Kuasa)
*  Diutus sbg nabi (utusan Tuhan dalam penglihatan pengangkatan)
*  Mempersalahkan & menuntuthukuman Israel thdp kejahatannya melawan perjanjian Tuhan
*  Memainkan peranan sbg jaksa penuntut, jika berbicara dalam nama Tuhan dan sbg pembela jika berbicara atas namanya sendiri /umat
*  Bertugas mengusahakan Israel menghargai &menghormati hubnya yg unik dg Tuhan.
Mengalami 3 peperangan:
v  Melawan Mesir (609 SM)
v  Melawan Babel I  (597 SM)
v  Melawan Babel II (587 SM)
Yer 38:1-13
Rupanya Yeremia memiliki banyak kebebasan dipelataran penjagaan (Yer 32:6-15). Apapun alasannya, nasehat yg diberikan pada org2 supaya melarikan diri dari kota adalah sebuah bentuk pengkhianatan, akhirnya diserahkan pada musuh dan dimasukkan dalam sumur (perigi) kosong berisi lumpur, dibiarkan mati karena kehausan dan kelaparan yg jua terjadi di negeri.(Yer 38:1-6), Untung kasim Ebed-Melekh (sahabat Etiopia) mampu membujuk utk mengeluarkan Yeremia (ayat 7-13). Ketika berjumpa raja meminta kabar dari Tuhan (ayat 14-16), tapi dikecewakan (ayat 17-27). Setelah itu Yeremia tetap tinggal dipelataran penjagaan sampai Yerusalem jatuh (Yer 38:28)
Ib12:1-4
Meskipun berubah dari gaya restoris menjadi anjuran/nasehat yg panjang, namun fungsi akhir sebuah klimaks dari daftar contoh2 iman & krnnya dapat dimasukkan ke dalam bagian yg sama. Yesus dilihat sbg contoh yg paling unggul, dalam ciri khas dari Ibrani, dimana iman tidak ditunjukkan kpd Yesus, yg dgNya para pengikutNya dapat mengidentifikasi diri. Ayat 2 berbicara mengenai Dia sbg yg dapat disebut “pemimpin dan penyempurna iman”, Yesus tdk saja sbg :”Imam Besar” yg kurbanNya menghasilkan keselamatan, tapi Yesus sbg model “Penopang Pengharapan” mereka akan janji2 Tuhan.
Nasehat panjang mulai dari ayat 1-2, seluruhnya merupakan kiasan, beberapa diantaranya berkembang luas:
1.       Pelari : berlomba dg tekun dalam perlombaan yg diwajibkan bagi kita (ayat 1 & 13)
2.       Bapak yg mendidik anak2nya (ayat 5-11)
3.       Akar yg pahit (ayat 15)
Ayat 3-4 melanjutkan kiasan ttg perlombaan bagi org Kristiani, Contohnya ialah Yesus sbg org beriman menderita demi menopang kita (Kristiani) dalam berjuang melawan dosa dan beriman thdpNya. Penderitaan manusia ini adalah harga yg harus dibayar utk menghindari dosa. Bertahan dg “mencucurkn darah” melukiskan perjuangan hidup seorang peserta lomba gulat bukan seorg pelari.
Luk 12:49-53
Yesus memberikan kpd para murid sutu pandangan sekilas mengenai puncak dari misiNya dalam kedatangan Anak Manusia pada waktu Penghakiman. Ia dpt tugas utk menyalakan api di bumi, ini terjadi saat org menentukan utk memilih /menolak Yesus. Api sebuah lambang RK, apiNya (RK), akan dilemparkan ke bumi melalui pemenuhan peristiwa yg akan dituju Yesus dg perjalananNya ke Yerusalem. Dia mengartikan “BaptisNya” dg penenggelaman diriNya dalam karya keselamatan, sebuah pandangan yg menimbulkan aneka ragam perasaan karena penderitaan dikaitkan dg hal itu (Mrk 10:38-39). Beberapa ajaran Nya mengenai pengampunan dan perdamaian mungkin memberi kesan bahwa Ia memberitakan Injil yg lunak. Yoh Pembabtis merisaukan hal ini(Luk7:18-23). Yesus meyakinkan para pendengarNya bahwa pemuridan Kristiani adalah berat, ahkan menyebabkan pertentangan dalam keluarga (Mi7;6) Injil memberikan kpd kita sekilas pandangan mengenai bermacam2 pendapat ttg Yesus di antara sanak saudaraNYa sendiri(Mrk 3:21, Yoh 7:5)
Tantangan Injil jelas. Setiap org yg dapat melihat awan / merasakan angin pasti akan mendapat penglihatan tanda2 zaman. Munafik utk menutup mata thdpnya jelas dari kedatangan Kerajaan Allah. Dalam usaha utk membodohi org lain, seorang munafik menipu diri sendiri.  Masih tetap ada waktu utk ambil keputusan, begitu diingatkan Yesus, tapi jangan ditunda2. Jika penghakiman datang, kalian akan menginginkan lepas dari pengadilan.
Dari ke tiga bacaan kami belajar:
1.        Yeremia adalah nabi yang menyamai peristiwa kehidupan Yesus tiada yg menggantikannya.
2.       Paulus menggambarkan perlombaan utk merebut sebuah mahkota keselamatan perlu dikejar dan diusahakan, hingga tetes darah penghabisan, karena daging lemah, pertempuran yg dimaksud adalah rohani bukan jasmani.
3.       Konflik akan terus berlangsung jika kita telah lahir dalam RK, pertempuran dalam keluarga akan dialami karena rohani akan terus menyatakan buah roh (Gal 5:22-23), sedang manusia daging akan terus mengucapkan kutuk dan buah daging.
4.       Pemeliharaan sikap diri dalam kekudusan akan dinilai dalam perlombaan.
5.        Kemunafikan akan terlihat bahkan ditelanjangi oleh Tuhan yang Maha Tahu akan segala sesuatu, dan sebaiknya mereka harus bertobat & tidak menunda utk mengambil piala dalam perlombaan yg diadakan Tuhan utk meraih keselamatan itu.
6.       Yesus sebagai “Penopang Penderitaan Manusia” seharusnya manusia sadar akan tugas yg diberikan tiap pribadi utk kemuliaan Tuhan, dg berbagai talenta yg telah Tuhan berikan kpd mereka (Mat 25:14-30)
7.        Tiada waktu untuk menunda semua yang sia2 dalam dunia kedagingan, berlombalah dalam “Kemenangan Sempurna” karena janji Yesus akan kehidupan kekal kelak.
8.       Yeremia dan Paulus mengalami penderitaan yang dialami Yesus, selain dia hanya manusia sedang Yesus sempurna dg kebangkitaNya.
9.       Babtisan Yesus dalam penyaliban digbkan sebagai babtisan Roh, yang memampukan seorg Kristiani menderita demi Yesus, menahan semua, bertempur demi Dia, bersemangat dalam hidup Yesus(paling utama) dan dirinya,  inilah yang dialami semua nabi, para misionaris karena diri(nyawa) mereka sudah tidak berguna selain ditujukan pada Yesus semata.
10.     Terjadinya konflik menunjukkan dalam diri org itu panas dan dingin dalam Yesus dalam memberitakan Injil.
11.      Pengorbanan Yesus adalah kesempurnaan perlombaan yang diadakan Allah Bapa utk mendapatkan sebuah mahkota.
12.     Buktikan bahwa kita adalah orang yang tepat yg ditunjuk Tuhan utk ikut dalam pertandingan ini bukan soal no 1/ no berapa tapi penyampaian garis finislah yang disempurnakan dalam kesempurnaan Tuhan.
13.     Tanpa Pengorbanan Yesus di Salib kita tidak mengetahui perlombaan ini berakhir dimana, dari Pauluslah (surat Ibrani)kita mengerti bahwa perlombaan  itu ada artinya.
14.     Permusuhan antara daging dan roh akan terus berlangsung sampai pada Kedatangan Yesus ke 2 x saat Pengangkatan (Repture).
15.     Selama pertandingan pastilah terdapat rintangan, hanya KASIH dan Terang Yesuslah yg membuat kita setia, taat, tunduk akan FT.
16.     Rintangan itu tidak menghentikan mereka yang berpusat pada Yesus dan terus terang dalam kegelapan dunia sehingga terhindar dari semua Masa Kesengsaraan Besar.
17.     Kasih Yesus menuntun kita selama mengikuti perlombaan sehingga terus kita bertahan dan kuat dalam Terang Kasih Yesus yg besar.
18.     Akhir dari perlombaan itu adalah mendapatkan MAHKOTA yang abadi (manna kekal) dan mendapat batu putih bertuliskan nama yg hanya diketahui oleh sang pemilik batu (berbaju putih:Why 2:17), dan jumlahnya ditentukan oleh Allah Bapa, Yesus sendiri tidak tau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar