Genapi Hukum Taurat Minggu
16 Februari 2014
Sir 15:15-20
15 Asal sungguh mau engkau dapat menepati hukum, dan
berlaku setiapun dapat kau pilih. 16 Api dan air telah ditaruh oleh
Tuhan di hadapanmu, kepada apa yg kaukehendaki dapat kauulurkan tanganmu. 17
Hidup dan mati terletak di depan manusia, Ia adalah kuat dalam kekuasaanNya dan
melihat segala-galanya. 19 Mata Tuhan tertuju kpd org yg takut
kpdNya, dan segenap pekerjaan manusia Ia kenal. 20 Tuhan tidak
menyuruh org menjadi fasik, dan tidak memberi izin kpd siapapun utk berdosa.
1 Kor 2:6-10
6 Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di
kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan
yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan
ditiadakan.7 Tetapi yg kami beritakan ialah hikmat Allah yg
tersembunyi dan rahasia, yg sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah
bagi kemuliaan kita.8 Tidak ada dari penguasa dunia ini yg
mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan
Tuhan yang mulia.9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak
pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang
tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk
mereka yang mengasihi Dia."10 Karena kpd kita Allah telah
menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal
yang tersembunyi dalam diri Allah.
Mat 5:17-37
17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk
meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk
meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.18 Karena Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau
satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya
terjadi.19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah
hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada
orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan
Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah
hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.20
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada
hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu
tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.21 Kamu telah mendengar
yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh
harus dihukum.22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang
marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya:
Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus
diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.23 Sebab itu, jika
engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan
sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,24
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu
dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.25
Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di
tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan
hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam
penjara.26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan
keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.27
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.28 Tetapi Aku berkata
kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah
berzinah dengan dia di dalam hatinya.29 Maka jika matamu yang kanan
menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika
satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke
dalam neraka.30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau,
penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota
tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.31 Telah
difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai
kepadanya.32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang
menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah;
dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.33
Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan
bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.34
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit,
karena langit adalah takhta Allah,35 maupun demi bumi, karena bumi
adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota
Raja Besar;36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena
engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.
Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
Pembahasan
Sirakh 15:15-20 Kehendak Bebas
Pengajaran yg penting dibuka dg
pernyataan negative: Allah bukanlah sumber dosa manusia. Gagasan ini berlawanan
dg ucapan Sirakh mengenai Allah sbg sumber kejahatan dan kebaikan (Sir 11:14,
Sir 16:28-30). Pernyataan pada ayat 13 menunjukkan asal usul kejahatan dan
kekuatannya utk mendekati org saleh. Ttg kehendak bebas (14-15) merup kunci
bagi perkembangan teologi lebih lanjut. Baginya, kehendak bebas kembali pada
awal penciptaan dan merup bag dari kodrat manusia. Dmk hal dg baik dan buruk,
itu tdk dapt dipaksakan kpd kita.”Apa yg kau kehendaki” merup terjemahan
ungkapan Ibrani yg berarti “Kecenderungan” kpd yg baik / yg jahat: bagi
pengarang, makna ini netral adanya. Teks ditutup dg sejumlah ucapan mengenai
Kebijaksanaan Allah dan kekuasaanNya (ay 18-20). Meskipun penuh kuasa Allah tdk
memerintahkan seseorg utk berdosa, bahkan Allah jua tdk memberikan kemampuan
utk berdosa (ay 20). Bahwa kita memp kemempuan berdosa, tdklah dibahas oleh bin
Sirakh. Ia jua tdk mengajarkan teologi ttg kehendak bebas ini.
1 Kor 2:6-10
Sampai di sini orang dapat menyimpulkan bahwa Paulus tidak memakai
hikmat dan bahwa ia menganggap kebenaran Kristen berada di luar bidang nalar.
Sang rasul menghadapi hal ini dg mengemukakan bahwa Injil mengandung hikmat,
tetapi hikmat yg rohani. Kata-kata pembukaan, sungguhpun
demikian kami memberitakan hikmat, menunjukkan
kenyataan tersebut (sophian, "hikmat"
memiliki kedudukan penting di dalam naskah Yunani). Matang, dewasa dalam hal-hal yg berhubungan dg
Allah (bdg. 14:20: Flp. 3:15),
oleh Paulus disamakan dg rohani (I Kor. 2:15).
Anak kalimat, sungguhpun
demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yg telah matang, mungkin merupakan pernyataan rangkuman
dari bagian ini. Hikmat adalah pokok dari ayat 6-12,
sedangkan perkataan, atau pengajaran. ttg hikmat tsb merup
pokok dari ayat 13 (perhatikan kami
berkata-kata) dan mereka yg telah matang merup pokok dari sisa
bagian ini.
Apresiasi diri dan karunia.
Yesus pernah berkata, jangan berikan mutiara kepada babi (Mat. 7:6). Babi jantan tidak akan makin tertarik kpd betinanya bila ia berkalungkan mutiara. Si jantan, karena kebabiannya, tidak akan pernah mampu menghargai dan mengapresiasi mutiara sebagaimana kita manusia memaknainya. Jelas, jemaat Korintus bukan sekumpulan babi. Sejak awal surat, Paulus menyebut mereka sbg orang yg telah dikuduskan dan dipanggil menjadi org2 kudus (ayat 1:2). Kpd mereka hikmat keselamatan Allah telah dinyatakan (ayat 10); hikmat ttg karya keselamatan Allah yg tersembunyi bahkan bagi para penguasa, tetapi yg disediakan Allah bagi kemuliaan mereka yg percaya spt jemaat Korintus (ay 7). Mereka pun telah menerima RohNya (ay 12), yg dalam analogi kemanusiaan, bahkan tahu hal-hal terdalam dari Allah (ayat 10-11). Luar biasa. Apa lagi yang kurang? Atas dasar jati diri ini Paulus hendak menampilkan seperti apa itu manusia rohani: pertama, ia adalah seperti Paulus dan rekan sekerjanya, mengajar dan berkata-kata berdasarkan hikmat dan Roh Allah (ayat 6,13). Kedua, ia juga memahami hal-hal rohani, dan menilai segala sesuatu berdasarkan hikmat Allah, tanpa dinilai orang lain (ayat 14-15). Ketiga, ia tidaklah seperti manusia duniawi (Yun. psukhikos) yg tidak menerima hikmat dari Roh Allah, menganggapnya sbg kebodohan, dan tidak dapat memahaminya (ayat 14). Singkatnya, manusia rohani dapat mengapresiasi hikmat dan penyertaan Roh Allah melalui hidupnya.Jemaat Korintus, bersama semua yang berseru kepada nama Yesus Kristus seperti kita kini (ayat 1:2) punya untaian indah mutiara karunia ilahi. Sekarang, tinggal bagaimana kita mengapresiasinya.
Yesus pernah berkata, jangan berikan mutiara kepada babi (Mat. 7:6). Babi jantan tidak akan makin tertarik kpd betinanya bila ia berkalungkan mutiara. Si jantan, karena kebabiannya, tidak akan pernah mampu menghargai dan mengapresiasi mutiara sebagaimana kita manusia memaknainya. Jelas, jemaat Korintus bukan sekumpulan babi. Sejak awal surat, Paulus menyebut mereka sbg orang yg telah dikuduskan dan dipanggil menjadi org2 kudus (ayat 1:2). Kpd mereka hikmat keselamatan Allah telah dinyatakan (ayat 10); hikmat ttg karya keselamatan Allah yg tersembunyi bahkan bagi para penguasa, tetapi yg disediakan Allah bagi kemuliaan mereka yg percaya spt jemaat Korintus (ay 7). Mereka pun telah menerima RohNya (ay 12), yg dalam analogi kemanusiaan, bahkan tahu hal-hal terdalam dari Allah (ayat 10-11). Luar biasa. Apa lagi yang kurang? Atas dasar jati diri ini Paulus hendak menampilkan seperti apa itu manusia rohani: pertama, ia adalah seperti Paulus dan rekan sekerjanya, mengajar dan berkata-kata berdasarkan hikmat dan Roh Allah (ayat 6,13). Kedua, ia juga memahami hal-hal rohani, dan menilai segala sesuatu berdasarkan hikmat Allah, tanpa dinilai orang lain (ayat 14-15). Ketiga, ia tidaklah seperti manusia duniawi (Yun. psukhikos) yg tidak menerima hikmat dari Roh Allah, menganggapnya sbg kebodohan, dan tidak dapat memahaminya (ayat 14). Singkatnya, manusia rohani dapat mengapresiasi hikmat dan penyertaan Roh Allah melalui hidupnya.Jemaat Korintus, bersama semua yang berseru kepada nama Yesus Kristus seperti kita kini (ayat 1:2) punya untaian indah mutiara karunia ilahi. Sekarang, tinggal bagaimana kita mengapresiasinya.
Mat
5:17-37
Maksud Kristus ialah agar tuntutan rohan dapat dilaksanakan di
kehidupan para pengikutNya (Rom 3:31; 8:4). Hub
org percaya dg hukum Allah meliputi hal2:
1. Hukum
yang perlu ditaati oleh orang percaya terdiri atas prinsip2 etis dan
moral di PL (Mat 7:12; 22:36-40; Rom 3:31; Gal 5:14;Lihat
arti HUKUM PL)dan ajaran Kristus serta para rasul (Mat 28:20; 1Kor 7:19; 9:21; Gal 6:2). Hukum2
ini menyatakan tabiat dan kehendak Allah bagi semua org dan masih berlaku
hingga saat ini. Hukum PL yg langsung menyangkut bangsa Israel, spt di bidang
persembahan kurban, upacara agama, sosial dan sipil, kini tidak mengikat lagi (Ibr 10:1-4;
mis. Im 1:2-3; 24:10).
2. Org
percaya tidak boleh memandang hukum Taurat sbg suatu sistem perintah resmi yg
perlu ditaati agar memperoleh pengampunan keselamatan (Gal 2:16,19).
Sebaliknya, hukum Taurat hendaknya dilihat sbg panduan moral bagi mereka yg
sudah selamat dan yg dg menaatinya menunjukkan kehidupan Kristus yang ada di dalam
diri mereka (Rom 6:15-22).
3. Iman
kepada Kristus merup titik tolak untuk menggenapi hukum Taurat. Melalui iman
kpd Kristus, Allah menjadi Bapa kita (bd. Yoh 1:12). Oki,
ketaatan kita sbg org percaya bukan sekedar ketaatan kpd Allah sbg Pemberi
hukum yg berdaulat, namun lebih selaku anak kepada Bapanya (Gal 4:6).
4. Melalui
iman kpd Kristus, maka orang percaya, oleh kasih karunia Allah (Rom 5:21) dan RK
yg mendiami diri mereka (Rom 8:13; Gal 3:5,14),
diberikan dorongan batiniah dan kuasa untuk menaati hukum Allah (Rom 16:25-26; Ibr 10:16). Kita
menggenapi hukum Allah dg hidup menurut pimpinan RK (Rom 8:4-14). RK
membantu kita mematikan perbuatan daging dan menggenapi kehendak Allah (Rom 8:13;lihat cat
à Mat 7:21).
Demikianlah,
ketaatan yg lahiriah kepada hukum Allah harus disertai perubahan dalam hati dan
roh kita (bd. ayat Mat 5:21-28).
5. Setelah
dibebaskan dari kuasa dosa dan kini menjadi hamba kpd Allah (Rom 6:18-22), orang
percaya mengikuti prinsip "iman" dengan hidup "di bawah hukum
Kristus" (1Kor 9:21). Dengan
demikian, kita menggenapi hukum Kristus (Gal 6:2) dan dg
sendirinya setia kepada tuntutan hukum Taurat
6. Yesus dg
tegas mengajarkan bahwa melak kehendak BapaNya di Sorga akan tetap merup suatu
syarat utk memasuki Kerajaan Sorga (lihat à Mat 7:21).
Yesus tidak datang untuk meniadakan hukum Taurat, Ula 4:8 (dan seluruh tata penyelamatan lama) dan tidak pula mengiakannya
seolah-olah tidak tersentuh. Dg pengajaran dan tindakanNya. Yesus memberi hukum
Taurat itu suatu wujud baru. Dg itu sepenuhnya terwujud apa yang diusahakan dan
dimaksudkan hukum Taurat, bdk Mat 1:22; Mrk 1:15.
Ini khususnya mengenai "kebenaran", Mat 5:20,
bdk Mat 3:15; Im 19:15; Rom 1:16,
"kebenaran sempurna" itu dengan memperlawankannya dengan hukum lama.
Hukum lama menjadi batiniah dan begitu menyangkut keinginan hati dan pendorong
rahasia, bdk Mat 12:34; Mat 23:25-28.
Maka tidak ada bagian hukum lama apapun boleh diabaikan, kalau tidak
ditingkatkan sampai kesempurnaanya, Mat 5:18-19; Mat 13:52.
Soalnya bukanlah meringankan, tetapi memperdalam,Mat 11:28.
Kasih yang menyimpulkan seluruh hukum lama, Mat 7:12; Mat 22:34-40,
menjadi perintah Yesus yang baru, Yoh 13:34,
dan memenuhi seluruh hukum Taurat, Rom 13:8-10; Gal 5:14;
bdk Kol 3:14
Firman kekal untuk diterapkan.
Yesus datang ke dunia ini bukan untuk membatalkan Hukum Taurat, tetapi untuk menggenapinya (ayat 17) menurut hakikat dan semangat yg terdalam, yaitu untuk mengasihi Allah. Hidup, ajaran, dan karya penebusan Kristus adalah penggenapan Hukum Taurat. Ia menegaskan pula bahwa PL adalah firman Allah yg kekal (ayat 18). Artinya PL menyatakan kehendak Allah yang tidak berubah bagi umat-Nya. Oki, siapa pun yang melalaikan / melanggar satu perintah saja dari firman Tuhan itu, ia telah melanggar seluruh firman Tuhan. Ia bukan anggota Kerajaan Surga (ayat 19).
Yesus datang ke dunia ini bukan untuk membatalkan Hukum Taurat, tetapi untuk menggenapinya (ayat 17) menurut hakikat dan semangat yg terdalam, yaitu untuk mengasihi Allah. Hidup, ajaran, dan karya penebusan Kristus adalah penggenapan Hukum Taurat. Ia menegaskan pula bahwa PL adalah firman Allah yg kekal (ayat 18). Artinya PL menyatakan kehendak Allah yang tidak berubah bagi umat-Nya. Oki, siapa pun yang melalaikan / melanggar satu perintah saja dari firman Tuhan itu, ia telah melanggar seluruh firman Tuhan. Ia bukan anggota Kerajaan Surga (ayat 19).
Yang mengejutkan adalah
Yesus memakai ilustrasi kehidupan keagamaan para ahli Taurat dan org Farisi.
Bagi Yesus kehidupan agama mereka tidak sejati. Mereka bukan pelaku FT (ayat 20).
Bagaimana mungkin org2 yg kesehariannya bergaul dengan firman Tuhan
ternyata di mata Yesus bukanlah pewaris Kerajaan Surga? Ketaatan org Farisi hanya
bersifat lahiriah. Apa yg mereka lakukan tidak didasarkan atas kasih kpd Allah
dan sesama. OSI, Yesus menasehati para muridNya untuk tidak memiliki hidup
keagamaan spt yg dimiliki ahli Taurat dan org Farisi. Yesus ingin para
murid-Nya memberlakukan firman Tuhan dg sungguh2 mulai dari dalam
hati bukan hanya sekadar tingkah laku lahiriah. Lalu bgm mungkin Ia mengharapkan
kita berbuat lebih dari org Farisi? Bisa! Hidup keagamaan kita bisa lebih baik
krn berasal dari Kristus. Karena kita memiliki kebenaran Kristus, kita dapat
mematuhi Tuhan dg kasih. Hanya Yesus yang dapat membebaskan manusia untuk hidup
benar di hadapan Allah dan dalam hub yg benar dg sesama manusia. Dia mampu
mengubah kondisi manusia berdosa untuk hidup benar dan menghayati kehendak
Tuhan dari hati yg diperbarui-Nya.
Dari ke tiga bacaan kami
belajar:
1.
Bukan
meniadakan Hukum Taurat, tapi menggenapinya, maka Yesus hadir di tengah2
kita.
2.
Yesus
hadir untuk menggepai semua Taurat PL yang membentuk aturan iman dalam diri
umatNya, semua dijabarkanNya dalam kehidupanNya yang benar di mata Tuhan dan
manusia.
3.
Dengan
mengakui Yesus meraja dalam hidup kita, maka kuasa iblis akan dipatahkan dan
semua FT bisa hidup dan bertumbuh dalam diri tiap manusia sehingga terpancar
Kasih dan Damai sejahtera dari Surga.
4.
Semua
Firman dari PL terlaksana dan terlihat buahNya dalam diri Yesus yang
mengutarakan kotbah di bukit dan semua tindakanNya pada segala manusia yang
berdosa.
5.
Kemampuan
dan kehebatan Yesus tidak perlu diragukan lagi kala berdebat dg ahli Taurat
(masa kecil) dan kebijaksanaan Nya yang tumbuh dari Kasih Bapa di surga membuat
semua manusia berharap akan kebaikan dan terang yg akan datang.
6.
Penggenapan
Taurat terjadi jua saat Yesus membaca di Bait Suci, semua yang dinubuatkan Nabi
sungguh nyata dalam diri Yesus yang mampu menjangkau segala lapisan masyarakat,
menyenangkan hati Bapa di surga.
7.
Yesus
datang untuk menggenapi Taurat bukan meniadakannya, bukti mematuhi
perintah-perintah hukum Taurat, sebab Dia diutus untuk taat kepada
hukum Taurat (Gal. 4:4). Dalam segala perkara Ia tunduk kpd hukum Taurat, menghormati
orangtuanya, menguduskan hari Sabat, berdoa, memberikan sedekah, melakukan
hal-hal yang belum pernah diperbuat orang lain, taat sepenuhnya, dan tidak
pernah melanggar hukum dalam hal apa pun.
8.
Yesus
mengisi kekurangan2 yang ada di dalam Taurat, sehingga dengan
demikian melengkapi dan menyempurnakannya. Demikianlah yang tepatnya
dimaksudkan dg istilah plērōsai. Jika kita mengumpamakan hukum sbg
sebuah wadah yg sudah ada air di dalamnya, maka Dia datang bukan utk menumpahkan
air itu, melainkan untuk mengisi wadah itu sampai penuh.
9.
Mengapa Umat Kristiani tidak boleh
meniadakan salah satu bagian dari hukum Taurat & kitab2 nabi?
Karena berhub dg wibawa & otoritas wahyu Allah, maka konsekuensi peniadaan
/ pengajaran yg dmk cukup serius dan berdampak bagi kehidupan di masa kekekalan.
Yang dituntut dari Kristen adalah kesempurnaan (Mat 5: 20).
Mesias akan membangun sebuah bg yg akan disebut `pohon tarbantin kebenaran' (Yes. 61:3).
Kesempurnaan yg dalam hub dg sesama manusia, hukum Taurat melarang pembunuhan.
Namun yg menjadi kepedulian Allah bukan hanya pembunuhan melainkan juga
kemarahan, khususnya kemarahan kpd saudara2 seiman (Mat 5: 22),
sebab Allah melihat apa yg di dalam hati. Kemarahan yang menyala-nyala dapat
mengarah kpd tindakan kekerasan yg lebih jauh, termasuk pembunuhan.
10.
Kemampuan
Yesus menggenapi Taurat menyampurnakan tugas yg diembankan oleh Bapa disurga
sehingga manusia merasakan Kasih BapaNya yang murni untuk menebus manusia di
dunia hingga Ia datang yg kedua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar