Minggu, 02 Maret 2014

Panggilan Perutusan

Panggilan Perutusan        Minggu 7 July 2013
10  Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya! 11 supaya kamu mengisap dan menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu, supaya kamu menghirup dan menikmati dari dadanya yang bernas.12  Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan.13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan dihibur di Yerusalem.14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat; maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya,
14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.15 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.16 Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah.17 Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.18 Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara2! Amin.
1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: 11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.12  Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu." 17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."
Pembahasan
Yes 66: 10-14c Bersukacitalah dan bersorak2lah menikmati berkat Tuhan
Sukacita merupakan kebutuhan yg sangat mendasar dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah. Karena suatu sebab,Tuhan mengusir manusia ciptaanNya itu keluar dari taman Eden, taman yg penuh sukacita itu. Melalui berbagai peristiwa, penghukuman itu juga adalah pembuktian bahwa Tuhan Allah lebih berkuasa atas bangsa itu sekaligus mengasihi bangsa itu juga. Masa pembuangan itu dijalani bangsa Israel dan akhirnya mereka memohon ampun kepada Tuhan Allah atas dosa2 mereka. Dengan kembalinya mereka ke Yerusalem maka bersukacitalah hati mereka. Kondisi ini sama seperti nanti saat mereka menerima kembali surga /taman Eden dalam kehidupan penuh damai sejahtera.Masa ketika Tuhan memberikan kebebasan itu tentunya menjadi sukacita yg besar bagi bangsa Israel. Tentunya pernyataan itu menunjukkan entitas manusia yang percaya kepada Allah.  Tuhan mengalirkan keselamatan seperti sungai, kekayaan seperti batang air yang membanjir dan Allah akan senantiasa mengasihi kita seperti kasih seorang ibu yg tanpa henti. Apa yg kita alami pada saat ini tentunya menjadi pertanyaan besar bagi kita, sebab bgmpun kemampuan manusia untuk berpikir, manusia tidak akan mampu mengukur seluruh berkat yg diterimanya. Kasih Tuhan itu bukan hanya sebagai Tuhan yg memberikan hukuman bagi manusia, namun kasihNya itu begitu lemah lembut, seperti kasih seorang ibu bagi anak2nya, dan juga kasih ibu bagi keluarganya. Kasih Allah yang lemah lembut ini memangku dan memberikan kita kehidupan. Ibu yg dimaksud disini ialah Allah sendiri melalui berkat dan kasihNya yg tidak terbatas bagi kita anak2Nya.  Namun penghiburan untuk menenangkan hati itu sering dicari manusia jauh dari pangkuan Kasih Tuhan, manusia mencariNya dengan bermain dengan menaruhkan sesuatu, dah bahkan mensugestikan dirinya sendiri dengan minuman sampai mabuk. Penghiburan sejati hanya ada dalam Tuhan,terbukti nyata sebab hanya Dia yang berkuasa atas segala masalah dan juga penderitaan yang dihadapi manusia. Kasih Tuhan tentunya memberikan ketenangan dan sukacita bagi kita umatNya dengan satu ketentuan yakni “Kita Betah dalam Pangkuan Kasih Tuhan ” dengan demikian kita akan beroleh sukacita senantiasa dalam hidup kita.
Gal 6:14-18
Tidak bermegah artinya rendah hati, selain dari salib disini berarti penderitaan Yesus di atas salib, dunia disalibkan artinya dunia diebus dan Paulus bagi dunia karena hidupnya diserahkan pada Tuhan (sehingga karya Petrus kalah, 2/3 isi Injil didominasi oleh Paulus). Kondisi bersunat adalah sifat dahulu saat pertama kali perjanjian dg Tuhan (Abraham menerima Ismail 8 hari, namanya berubah),yakni dinyatakan kudus dan kaum terpilih), Paulus menyebutkan tdk bersunat artinya tdk ada batasan, karena yang sunguh berarti adalah menjadi ciptaan baru.
Ciptaan Baru berarti memiliki penderitaan Yesus karna kebenaranNya sampai tersalibkan, hidup kudus dimata Tuhan, bukan batasan tradisi, dengan inilah damai sejahtera dan rahmat akan turun dan kita diberkati sbg milik pusaka Tuhan/ anak Allah. Selanjutnya Paulus merasa ada sekelompok org yang sungguh menyusahkan dirinya, seperti kaum Farisi, kaum yg berkuasa scr otoritas, kaum yg memegahkan diri dg kesombongan rohaniah/jasmaniah, karena menurutnya ini yg menghalangi turunnya damai sejahtera dalam diri mereka, dan dalam tubuhnya yg sangat lemah itu ada tanda2  (akibat deraan saat di penjara). Perikop ini ditutup dg pemberian berkat “Kasih Karunia”, bukan utk jasmaniah tapi rohani (karna Injil merupakan bahasan roh).
Pewartaan dan perutusan mewartakan misi kebenaran Allah hanya kita temukan dalam Lukas 10:1, misi perutusan dan panggilan itu bersumber dari Yesus sendiri: ” Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya Tujuh puluh menunjukkan kelengkapan yang sempurna, batas umur manusia, masa pembuangan mereka ke Babel. Berdua karena saling menguatkan dan mendahului memperlihatkan Kabar sukacita itu harus diberitakan oleh orang lain bukan DiriNya sendiri, bergema dan meresap dalam hati mereka kala Yesus sendiri datang pada mereka.
Sebagai orang utusanNya, Yesus menegaskan kepada pada murid, rahmat yang diberikan sudah cukup. Ia berpesan, dalam menjalankan misinya tidak usah repot 2 dgn
membawa pundi-pundi (kantong harta) atau bekal (makanan) atau kasut (perlindungan kaki/ langkah/tuntunan karena Yoh 14:6), dan janganlah memberi salam (berkat) kepada siapapun selama dalam perjalanan. Penegasan Yesus kepada murid-Nya dalam persiapan misinya ini bukan karena barang2 itu tidak perlu, melainkan kalau para murid disibukkan dengan uang, pakaian, dan barang lain maka perhatiannya tidak pada pelayanan dan misi tetapi pada apa yang melekat pada dirinya, larangan dimaksudkan mendesaknya memberitakan Injil. Selain menganjurkan menjalani hidup seorang utusan yang berpikir mana yang perlu, mana yang penting dan mendesak untuk karya misi, Yesus menegaskan, dalam bermisi harus menyatu dalam kehidupan umat. Keterbukaan umat dan kebersamaan dengan mereka adalah sarana yg sangat efektif untuk memperkenalkan kehendak Allah. Maka, tinggal di rumah di mana para murid diterima adalah penegasan Yesus kepada mereka. Tinggal bersama mereka berarti menyatu dalam kebudayaan dan situasi masyarakat setempat. Melalui kebudayaan setempat, seorang misionaris dan utusan Yesus dituntut memasukkan nilai2 Kristiani dalam situasi masyarakat tersebut.
Bagi Yesus, menjadi utusan-Nya dan bermisi di suatu tata masyarakat juga harus siap menghadapi dialog, konflik, dan perbedaan pandangan. Prinsip dasar dari karya perutusanNya ialah tidak boleh memaksakan kehendak kepada suatu tata masyarakat tertentu. Ketika karya misi tidak mungkin berkembang, maka pergilah dari situ dan kebaskanlah debu dari kakimu. Artinya, kita tidak bisa mengorbankan nilai2 Kerohanian Kerajaan Allah supaya kita bisa diterima. Misi kepada bangsa2 menuntut konsistensi nilai2 kehendak Allah tetap dipertahankan agar Gereja tidak jatuh pada ”memaafkan” dan mudah menerima nilai2 yg berbeda dari prinsip/keinginan Yesus+Bapa+Roh Kudus.
Panggilan perutusan yang diberikan Yesus kepada para murid tidak hanya berhenti pada peristiwa masa lalu ketika murid pertama diutus. Panggilan itu tetap dan berlaku untuk setiap orang beriman kepada Yesus, terlebih karena persembahan dirinya untuk para terpanggil secara khusus (imam, biarawan, dan biarawati). Berkat pembaptisan, setiap dari kita tidak hanya dikuduskan, melainkan dipilih dan diutus mengobarkan budaya kebenaran dalam semangat kenabian, untuk mewujudkan kekudusan hidup dalam semangat imamat dan membangun persekutuan sebagai citra Allah dalam semangat rajawi.
Tuntutan zaman ini membutuhkan para murid Yesus yang setia pada Sabda Allah yang terwujud dalam hidup yang konkret. Umat membutuhkan seseorang yg bisa diteladani dan dicontoh, bukan hanya yg pandai dan pintar bicara. Ketika dunia berlomba-lomba untuk menumpuk kekayaan, tentunya para imam dan religius memberikan teladan bagaimana harta benda digunakan untuk berbuat kasih dan menolong. Ketika orang berlomba-lomba mencari hidup yang hedonis dan nyaman, para murid Yesus harus berani menjadi pribadi yang siap berjerih payah.Tidak memikirkan makanan, pakaian, uang, dan fasilitas, kiranya merupakan cara terbaik untuk mengobarkan kembali daya kekuatan Roh yang telah diterimakan dalam tahbisan maupun kaulnya.
Ketika kita dengan tulus dan gembira melayani perutusan-Nya, Tuhan akan menambahkan apa yang kita butuhkan. Kalau kita mencari kesibukan hanya untuk memenuhi keinginan ego kita, rahmat Tuhan malah akan semakin jauh dari diri dan perutusan kita.
Dari ke 3 bacaan saya belajar:
1.       Bersukacitalah atas karunia Tuhan karena kebaikanNya.
2.       Kondisi manusia hasil didikan Yesus yakni yg menghasilkan buah roh (9 bh , Gal 5:22-23) akan dialami jika kita menjadi ciptaan Baru.
3.       Ciptaan baru menjadikan ukuran dalam misi, artinya menghasilkan buah roh, tindakan, ucapan, nasib yang penuh berkat dalam Kasih Yesus.
4.       Menjadi utusanNya bukan menjadikan kita bersenang2, tapi kita pasti mengalami penolakan bahkan serangan seperti dalam domba (murid Yesus)  kawanan serigala (menyalak/membantah /org fasik dll) artinya bukanlah tugas yg mudah.
5.       Kala kita memasuki sebuah masyarakat /rumah/keluarga berilah berkat dahulu, selalu berkat, kala berkat/ salam itu ditolak lakukan spt yg diperintahkanNya : kebaskan debu dan tinggalkan org/ masyarakat/ keluarga itu.
6.       Kala mengebaskan debu mengartikan bahwa dosa kota Sodom (yg besar/yg tidak bisa dimaafkan) tidak berbeda dg kota/keluarga /masyarakat itu dan Tuhan akan mengingatNya, dan memusnahkanNya suatu saat spt Sodom dan Gomorah.
7.       Iblis jatuh artinya datang ke dunia secepat kilat dan merebak dengan cepat
8.       Orang yg belum kenal Yesus banyak (tuaian), itulah tugas kita, bukan hamba/abdi Tuhan, dan tugas kita jua minta rahmat Tuhan sendiri (Bapa + Roh Kusus) utk melimpahi kuasaNya/ beritaNya/ keselamatanNya/ janjiNya masuk dalam Surga/kebahagiaan abadi.
9.       Syarat jadi utusan tdk boleh bawa uang, makanan dan beri berkat yg sia2 pada orang yang salah (tdk terima ajaran Yesus).
10.    70 artinya kelengkapan sempurna bagi manusia dan Tuhan/ batas umur manusia/masa pembuangan di Babel.
11.    Menjadi utusan /misionaris adalah tugas semua org yang percaya pada Yesus dan pergi ke seluruh dunia. Dulu Amerika adalah bangsa yg mengirimkan para misionaris ke daerah jajahannya, sehingga jadi bangsa superpower, kini mereka meredup karena tdk ada lagi orang spt itu kini. Daerah Semarang telah dipelopori oleh seorang hamba Tuhan dengan istilah karpet merah.
12.    Sikap kerendahhatian harus selalu dijaga, karena dari sikap inilah kasih Karunia Tuhan akan terwujud, bukan kesombongan.
13.    Dalam ikut Yesus kehidupan kita pasti  berubah (nyata), dan pengalaman bersama Yesus (murid/kita) kita mempraktekkan keyakinan Yesus ternyata manjur bahkan iblis(ular) tunduk pada mereka dan orang lain akan melihat kesempurnaan Kuasa Yesus.
14.    Damai sejahtera didapat dari pelepasan kutuk /pemulihan tidak ada cara lain.
15.    Rasa damai sejahtera itu memberi kekuatan mengobarkan hati murid/hamba/abdi Tuhan dalam berkarya memberitakan Injil.
16.    Kegentaran hati manusia dimusnahkan dg kekuatan perkataan Yesus yg penuh KUASA (Luk 10:19).
17.    Kegembiraan pelayanan kita memberitakan Injil bukan ukuran berhasilnya misi tapi yang lebih utama adalah nama kita terdaftar di Surga dalam kitab Kehidupan.
18.    Kondisi bersunat / tanda perjanjian / kesucian hati (Ul 10:16; 30:6)/ Kesucian percakapan (Kel 6:11)/ Kesediaan untuk mendengar dan mentaati (Yer 6:10)/ Kasih karunia secara rohani (Rom 2:29)/ diharuskan supaya dapat menikmati hak-hak dari jemaat Yahudi (Kel 12:48; Yeh 44:7) bukan ukuran dalam bermisi memberitakan Injil tapi jadi ciptaan Baru, ini baru berarti.
19.    Pekerja pastilah kita mendapat upah, baik di bumi maupun di surga nanti, tapi bukan karena upah ini kita melayani.
20.    Selama melayani langsungkan kehidupan biasa (makan dll), menerima apa yg mereka sediakan dan sembuhkan para penderita sakit (hukuman dosa) serta memberitakan Kerajaan Tuhan itu ada dalam kehidupan mereka (tidak jauh).

21.    Kembalinya 70 murid dari misi artinya pelindungan/ keselamatan/ kuasa/ kesempurnaan Karya Kasih Karunia Yesus adalah besar artiNya dalam perjalanan mereka, dan ternyata semua berhasil, artinya apa yg ditanggungkan bagi kita utk memberitakan Injil pasti dipenuhi oleh Kuasa dan kasih karunia Yesus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar