Senin, 10 Maret 2014

Iman org Percaya

Iman Orang Percaya                                            Minggu 6 Okt 2013
Hab 1:2-3, Hab 2:2-4
2 Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: "Penindasan!" tetapi tidak Kautolong?3 Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. 2 Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh2, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.3 Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dgn tidak menipu; apabila berlambat2, nantikanlah itu, sebab itu sungguh2 akan datang dan tidak akan bertangguh.4 Sesungguhnya, orang yg membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yg benar itu akan hidup oleh percayanya.
2 Tim 1:6-8,13-14
6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sbg contoh ajaran yg sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.14 Peliharalah harta yg indah, yg telah dipercayakanNya kepada kita, oleh Roh Kudus yg diam di dalam kita.
Luk 17:5-10
5 Lalu kata rasul2 itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!"6 Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau & tertanamlah di dalam laut,& ia akan taat kepadamu."7 "Siapa di antara kamu yg mempunyai seorang hamba yg membajak /menggemba lakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan & minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan & minum.9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, krn hamba itu telah melakukan apa yg ditugaskan kepadanya?10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yg ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba2 yg tdk berguna; kami hanya melakukan apa yg kami harus lakukan."
Habakuk
Penulis: Habakuk , Tahun Penulisan:  606 SM, Tema: Hidup Dengan Iman
Latar Belakang
Penulis kitab ini memperkenalkan dirinya sbg "nabi Habakuk" ( Hab 1:1; 3:1). Selain itu ia tdk menceritakan latar belakang pribadi / keluarganya, & namanya (arti: merangkul) juga tidak muncul dlm bag lain di Alkitab. Acuan Habakuk kpd "pemimpin biduan" (Hab 3:19) memberi kesan bahwa dia mungkin jua dari suku Lewi dan pemusik di Yerusalem.
Berbeda dengan nabi PL lainnya, Habakuk tdk menetapkan tgl nubuatnya dgn mengacu kpd raja2 yg sezaman dgnya. Akan tetapi, kenyataan bahwa dia bingung bahwa Allah akan memakai Babel sbg alat pelaksana hukumanNya thdp Yehuda menunjukkan suatu saat ketika Babel sudah menjadi negeri adikuasa dan penyerbuan mereka ke Yehuda sudah dekat (608SM-598 SM). Nebukadnezar mengalahkan pasukan Mesir pada pertempuran di Karkemis (605 SM), negara kuat terakhir yang menentang perluasan bangsa Babel. Jikalau gambaran ttg pasukan Babel dalam  Hab 1:6-11 mengacu kpd pasukan itu yg sedang berbaris menuju Karkemis, sebgm ditafsirkan byk org, maka tanggal nubuat Habakuk ialah  606-605 SM, awal Raja Yoyakim dari Yehuda memerintah.
Akibat2 berkembangnya Babel menjadi negara adikuasa berarti kehancuran bagi Yehuda yang murtad (lih. 2Raj 24:1-25:30). Ketika Nebukadnezar kembali dari Mesir, ia menyerang Yehuda dan membawa sejumlah orang tawanan ke Babel, di antaranya Daniel & ketiga sahabatnya (605 SM). Pada tahun 597, pasukan Babel kembali menyerang Yerusalem, menjarah Bait Suci & menyeret 10.000 org tawanan kembali ke Babel, di antara mereka ada nabi Yehezkiel. Ketika Raja Zedekia berusaha membebaskan Yehuda dari kekuasaan Babel 11 tahun kemudian (586 SM),Nebukadnezar dgn marah mengepung Yerusalem, membakar Bait Suci,& membinasakan seluruh kota serta membawa kembali ke Babel sbg tawanan perang sebag besar pddnya yg masih hidup. Habakuk mungkin hidup sepanjang sebagian besar /seluruh masa hukuman Yehuda.
Tujuan
Berbeda dgn Yeremia rekan sezamannya, Habakuk tdk bernubuat kpd Yehuda yg sudah murtad; ia malah menulis untuk menolong kaum sisa yg saleh di Yehuda memahami cara2 Allah dalam hubungan dgn bangsa mereka yg berdosa dan hukumannya yg menjelang. Krn dia sendiri telah bergumul dgn persoalan yg amat menggelisahkan, yaitu bagaimana Allah dapat memakai suatu bangsa yang begitu jahat seperti Babel untuk menghabiskan umat-Nya sebagai hukuman (Hab 1:6-13), Habakuk meyakinkan sesama orang percaya bahwa Allah akan bertindak melawan semua kefasikan pada saat-Nya. Sementara itu, "orang benar akan hidup oleh percayanya" (Hab 2:4) dan bukan oleh pengertiannya, dan akan "bersorak-sorak di dalam Tuhan" Allah Juruselamat mereka (Hab 3:18).
Survai
Bab 1-2 ( Hab 1:1-2:20) berisi pertanyaan2 Habakuk yg membingungkan ttg cara2 Allah dan jawaban Allah kepadanya.
Karena telah melihat demikian byk kejahatan dan penyembahan berhala di Yehuda, ada pertanyaan:
a.        Bagaimana Allah dapat membiarkan umat-Nya yang pemberontak itu berbuat begitu banyak dosa tanpa dihukum. Allah menjawab dengan menunjukkan kepada sang nabi bahwa Dia sebentar lagi akan memakai bangsa Babel untuk menghukum Yehuda.
b.        Menyusul Habakuk bertanya: bagaimana Allah dapat mengizinkan bangsa yang lebih jahat dan kejam daripada Yehuda untuk menghukum mereka? Allah menjawab dengan meyakinkan sang nabi bahwa akan datang juga hari pembalasan bagi orang Babel.
Di seluruh kitab ini, Habakuk mengungkapkan imannya dalam kedaulatan Allah dan dalam kepastian bahwa di dalam segala hal Allah itu adil. Penyataan kasih Allah untuk org benar dan rencanaNya untuk membinasakan Babel yg jahat membangkitkan sebh nyanyian nubuat berupa pujian & janji mengenai keselamatan di Sion (pasal 3; Hab 3:1-19).
Hab1:2-3, Hab 2:2-4
Berisikan keluhan, masing2 diikuti sebuah nubuatan/ jawaban dari Tuhan(1:5-11 dan Hab 2 1-5a). Gaya tanya jawab dmk mengikuti pola yg tampak dalam beberapa mazmur ratapan dan permohonan (Mzm 12:44;79). Namun muncul keraguan apakah raja akan mengijinkan Habakuk, yg ia kerjakan melebihi Yeremia, berbicara di depan Bait Allah melawan Negara(Yer 26), Ayat 2-4 menempatkan tema dan 2 kata kunci dari Habakuk:
·         pertanyaan MENGAPA? (ayat 3 dan 13b) dan
·         keadaan kekerasan (Hab 1:2,9,Hab 2:8,17).
Mengapa Tuhan yg “berjalan maju utk menyelamatkan umat” (Hab 3:13) membiarkan kekerasan thdp org tak bersalah?Jawaban Tuhan dinantikan dg sopan dari “Tempat pengintaian”(Hos 9:8, Mi 7:7, Yes 21;6-21, Yeh 3:17-21). Pentingnya menunggu ditekankan. Nabi merasa wajib menemukan jawaban utk masalah yg mengganggunya, ia punya tgjw utk menunggu jawaban. Dan jawaban Tuhan langsung dan jelas shg dpt dituliskan (suatu perintah yg jarang , biasanya didikte, spt Yer 36/ mempercayakan kepada muridnya,spt Yes 8:16) dg huruf besar shg dpt dibaca dg mudah, dmk menghibur shg org dg cepat menyebarluaskannya. Ayat 3 menunjukkan keperluan utk menunggu dg sabar,krn “Akhirnya” jadi kenyataan. Ayat 4 menjadi dasar teologis Paulus ttg pembenaran semua org berdasarkan iman kpd Yesus,entah mereka udah kenal /tidak hukum Musa.
2 Tim 1:6-14
Surat2 Paulus berisi doa syukur sbg ringkasan dari tema pokok & masalah2 dalam surat. Ayat 4 memperkenalkan tema sbg iman yg ikhlas Timotius (ayat 5).
1.  Pertama, iman dari neneknya Lois, kpd ibunya Eunike dan dirinya (anak), dan para penilik penggantinya (2Tim2:2)
2.  Kedua, Iman sbg pusat surat ini punya banyak arti dan  bermanfaat dalam membedakan makna iman
a.     Kesetiaan tugas/tradisi
b.     Ortodoksi kepercayaan
c.     Ikatan pribadi dg Yesus
3.  Panggilan Timotius dipuji utk membangkitkan kesetiaan dirinya, ini diulang dalam (2 Tim 2:1-2, 4:2-5),Timotius karismatis dalam panggilannya, krn ia punya Roh Allah(ttn dalam hal ini), yakni sbg “penjaga” dan “Penolong” para anggota yg dipilih Allah drpd sbg dasar penunjuk mereka.Roh Kudus memberi “KEKUATAN” utk menunjukkan ketekunan dan ketegaran dalam tugas yg sukar drpd kekuatan dari mukjizat dan tanda karismatis lainnya.      (1 Kor 12:9-10)
4.  Dalam doa & syukur ini menunjukkan kesukaran yg dihadapi Paulus, Timotius dan pengganti lainnya, (dijabarkan 2 Tim 1:11-12,2:2-7,8-20,3:12,4:3-5)
Luk 17:5-10
Para murid meminta ditambahkan imannya, Yesus meragukan hal itu. Mungkin mereka terlalu percaya diri, krn mereka menemaniNya ke Yerusalem dan kemanapun. Ia menggambarkan kekuatan yg muncul sbg berkat iman dg menggunakan kiasan berlebihan utk ciptakan efek yg luar biasa. Contoh perlakuan thdp seorang hamba disebabkan kekecewaan Yesus thdp iman rasul. Para hamba Tuhan hendaknya berhati2 dalam berpikir bahwa mereka layak menerima upah berkat pelayanan mereka.Yesus mungkin menyinggung sikap para pemimpin Yahudi yg melaksanakan hukum scr tertib dan layak menerima anugrah Tuhan (Luk 18:9-12). Para pendengar dg mudah memahami perumpamaan majikan dan hamba. Jika pekerjaan baik diharapkan dari seorang hamba sbg kewajiban mereka adalah wajar, mengapa rasul menanyakan kesetiaan pelayanan mereka bukan tuntutan dasar dalam mengikuti Yesus?
Dari ke tiga bacaan kami belajar:
1.          Iman orang percaya dibutuhkan kesetiaan, ketaatan dan penyerahan total pada kehendak Tuhan (Bapa, Putra dan RK).
2.          Iman sebiji sesawi saja bisa membenamkan tumbuhan besar, apalagi iman yg sungguh dalam Yesus, gunungpun bisa pindah. (Hab 2:4).
3.          Percaya pada Yesus tidak boleh setengah2, harus 100%, apalagi adanya kompromi dengan dosa dan hal duniawi, sungguh tidak layak utk kerajaan Surga kelakuan yg spt ini, seakan baju dg noda kecil, terlihat kotor di mata Tuhan, tidak layak dg kekudusan Surga yg bersih.
4.          Keyakinan seseorang belum tentu sebesar sesawi yg dimaksud Yesus, karena pengikisan iman karena ketergantungan mereka pada kenikmatan duniawi, sehingga terkadang mukjizat yg mereka harapkan tidak terjadi.
5.          Dalam kesetiaan kita diperlukan proses yang cukup lama dan butuh ketaatan dalam menjalaninya, sehingga belum tentu orang mampu melaluinya.
6.          Dalam menyerah dalam kehendak Tuhan, akan terjadi penyempurnaan jawaban Tuhan atas apa yang kita harapkan.
7.          Hubungan hamba dan majikan akan menjadi gambaran yang terlihat jelas, bagaimana Yesus/BapaNya menjadi majikan dan kita adalah hambaNya yang harus melayani keberadaan majikan, sampai majikan puas baru kita melayani diri sendiri, dalam pelayanan kita mesti mengutamakan org yg kita layani bukan kita yg ingin dilayani.
8.          Istilah org yg membusungkan dada tidak lurus hati, menjadi patokan utk melihat isi hati manusia dan org benar akan hidup oleh percayanya ini membuat kita kaum beriman mengerti apa yang dipercayai org lain dan org benar bahwa perkataan Yesus dalam Kitab Suci adalah Benar dan pasti terjadi, tidak mungkin tidak.
9.          Tanpa percaya dari yang Maha Benar/ Maha Dahsyat kita tidak mungkin mengerti bahwa mukzijat asalnya dari Tuhan yg Maha Kuasa, dari sini kita mengungkapkan permohonan shg semua doa kita terkabul (syarat terbebas dari ikatan kutuk).
10.      Kekuasaan Tuhan tidaklah seenaknya memberikan semua apa yg diminta umatNya lalu mereka terus merengek ini dan itu, tapi semua dipertimbangkan dg kebijaksanaan yang Maha Tinggi sehingga manusia sadar betul akan kemurahan Tuhan sbg anugrah yg terbaik dari Tuhan diberikan pada kita.
11.      Dasar org percaya menjadikan kesetiaan, ketaatan sebagai kunci utama dalam menghayati kepercayaan mereka pada Tuhan Yang Maha SegalaNya, Maha Dahsyat.
12.      Apapun yang terjadi pada orang percaya imannya tidak akan goyah, karena dilandasi ketaatan dan keyakinannya, prosesnya yakni: percaya, lalu terima bukti dan yakin akhirnya, dari keyakinan inilah timbul ketegaran iman.
13.      Tanpa pembajakan, penempaan dalam penderitaan iman tidak mungkin dapat yg tahan uji (100% murni spt emas murni)
14.      Dari tahan uji inilah iman menjadikan orang percaya bertumbuh, berkembang menghasilkan Gal 5:22-23
15.      Teriakan dalam penglihatan Habakuk dijawab langsung oleh Tuhan dg menyatakan hukumanNya atas Yehuda, dan menyatakan utk mengingatkan mereka semua perbuatan jahat pasti ada hukumannya. Sehingga kita takut dalam berbuat jahat terhadap sesama sepanjang masa, selayaknya kita akan masuk surga nanti yg serba putih bersih.
16.      Iman Timotius berasal turun temurun dan itu didapatkan jua dari pengaruh Roh Kudus yg ada pada dirinya sbg “Penolong” dan “Penjaga” yg sungguh membantu dalam semua pelayanannya, memberikan gambaran pada kita dalam pelayanan yg semestinya kita miliki yakni kepercayaan adanya pengaruh RK yg membantu kita selama pelayanan.

17.      Iman orang percaya selalu ditentukan RK yang hidup didalamnya, menuntun dia sesalu dalam setiap langkah, artinya dalam kekalutan pastilah Roh Kudus membantu memecahkan segala persoalan sesuai janji Yesus pada para rasulNya (Yoh 16:4b-15), akan menunjukkan tugas RK sbg penghibur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar