Tugas Hamba Tuhan Minggu 19 Januari
2014
Yes 49:3,5-6
3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku,
Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."5 Maka
sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi
hambaNya, untuk mengembalikan Yakub kepadaNya, dan supaya Israel dikumpulkan
kepadaNya maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku ,
firman-Nya:6 "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hambaKu,
untuk menegakkan suku2 Yakub dan untuk mengembalikan orang2
Israel yg masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi
bangsa2 supaya keselamatan yg dari pada-Ku sampai ke ujung
bumi."
1 Kor 1:1-3
1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil
menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita,2 kepada
jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan
yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat,
yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan
kita.3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan
dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Yoh 1:29-34
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang
kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa
dunia.30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku
akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum
aku.31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk
itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada
Israel."32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku
telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasNya.33
Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis
dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke
atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan
Roh Kudus.34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia
inilah Anak Allah."
Pembahasan
Yes 49:3-6 Hamba TUHAN dalam tugas
Bila di pasal 42:1-9, Tuhan memproklamasikan hamba TUHAN sbg yg diutus untuk pembebasan umat-Nya, maka di pasal 49:1-7, Sang Hamba memperkenalkan diriNya serta tugas yg Dia emban dari Tuhan. Pernyataan Sang Hamba sekaligus menyatakan pengenalanNya akan panggil an dan tugas mulia yg Tuhan embankan kpd Dia (ayat 1-3, 5-6). Pada saat yg sama, Sang Hamba juga mengungkapkan betapa pelaksanaan tugas itu tidak mudah, bahkan dibayang2i penderitaan dan penolakan (ayat 4). Tuhan sendiri juga telah menyatakan bahwa kesuksesan pelayanan Sang Hamba, yg bukan hanya menjangkau Israel melainkan juga bangsa2 lain, justru terjadi lewat penolakan dan penderitaan (ayat 7). Namun dalam kedaulatan Tuhan,Sang Hamba akan mengalami pertolongan Tuhan agar tugas penyelamatan itu terlaksana (ayat 8). Gban tugas Sang Hamba yg dipaparkan di ayat 8-12 mengacu kepada pembebasan di th Yobel (Im 25:10). Pada th itu, semua tanah pusaka Israel, yg telah terjual /tergadaikan krn alasan2 ekonomi apapun, harus dipulangkan kembali kpd yg pemilik yg berhak. Dmklah keselamatan bagi umat Israel ketika mereka, setelah masa penghukuman selesai, dpt kembali ke negeri leluhur mereka, yaitu Yehuda dan Yerusalem. Pembebasan yg tiada bersyarat inilah yg menjadi inti berita dari Sang Hamba. Berita itu akan menjadi penghiburan buat umat yg sdg dibuang (ayat 13). Yesus mengutip Yes 61:1-2 yg senada dgn Yes 49:8-9, serta menyatakan diriNya sbg penggenap nubuatan Yesaya ini. Yesuslah hamba TUHAN yg memberi pembebasan bagi umat Israel dan pembebasan bagi semua umat manusia dari perbudakan dosa dan maut. Penderitaan, kematian, dan kebangkitanNya memerdekakan.
Bila di pasal 42:1-9, Tuhan memproklamasikan hamba TUHAN sbg yg diutus untuk pembebasan umat-Nya, maka di pasal 49:1-7, Sang Hamba memperkenalkan diriNya serta tugas yg Dia emban dari Tuhan. Pernyataan Sang Hamba sekaligus menyatakan pengenalanNya akan panggil an dan tugas mulia yg Tuhan embankan kpd Dia (ayat 1-3, 5-6). Pada saat yg sama, Sang Hamba juga mengungkapkan betapa pelaksanaan tugas itu tidak mudah, bahkan dibayang2i penderitaan dan penolakan (ayat 4). Tuhan sendiri juga telah menyatakan bahwa kesuksesan pelayanan Sang Hamba, yg bukan hanya menjangkau Israel melainkan juga bangsa2 lain, justru terjadi lewat penolakan dan penderitaan (ayat 7). Namun dalam kedaulatan Tuhan,Sang Hamba akan mengalami pertolongan Tuhan agar tugas penyelamatan itu terlaksana (ayat 8). Gban tugas Sang Hamba yg dipaparkan di ayat 8-12 mengacu kepada pembebasan di th Yobel (Im 25:10). Pada th itu, semua tanah pusaka Israel, yg telah terjual /tergadaikan krn alasan2 ekonomi apapun, harus dipulangkan kembali kpd yg pemilik yg berhak. Dmklah keselamatan bagi umat Israel ketika mereka, setelah masa penghukuman selesai, dpt kembali ke negeri leluhur mereka, yaitu Yehuda dan Yerusalem. Pembebasan yg tiada bersyarat inilah yg menjadi inti berita dari Sang Hamba. Berita itu akan menjadi penghiburan buat umat yg sdg dibuang (ayat 13). Yesus mengutip Yes 61:1-2 yg senada dgn Yes 49:8-9, serta menyatakan diriNya sbg penggenap nubuatan Yesaya ini. Yesuslah hamba TUHAN yg memberi pembebasan bagi umat Israel dan pembebasan bagi semua umat manusia dari perbudakan dosa dan maut. Penderitaan, kematian, dan kebangkitanNya memerdekakan.
Misi hamba Tuhan
Istilah hamba Allah sering dimengerti salah, yaitu sbg status rohani yg lebih tinggi daripada org lain. Padahal istilah hamba Allah ini menyiratkan ketaatan dan tugas seorang abdi pada tuannya. Nas ini merupakan nubuat Nabi Yesaya ttg tugas seorang hamba Allah. Yesaya pasal 49:1-6 adalah Nyanyian Hamba kedua, sedangkan ayat 7-13 adalah respons Tuhan. Hamba Tuhan itu menyatakan dirinya telah dipilih Allah untuk menjadi alatNya menyatakan dan melaksanakan kehendakNya (ayat 2-3). Tugasnya jelas yaitu menghimpun kembali Israel yg sudah kocar-kacir oleh krn hukuman Tuhan atas mereka (ayat 5). Namun, dalam melaksanakan misinya itu,hamba Tuhan itu mendapatkan penolakan bahkan perlawanan yg membuat ia hampir putus asa (ayat 4). Jawaban Allah sungguh mencengangkan karena Ia meluaskan tugasnya menjadi pembawa kabar keselamatan bagi bangsa2 (ayat 6).Allah tidak hanya memberi tugas, Ia juga menjamin hidup hambaNya (4b). Ia sendiri akan menegakkannya di antara para pemimpin bangsa2 yg meremehkannya (ayat 7). Allah juga menjanjikan keberhasilan bagi hambaNya. Mereka yang tertindas akan dimerdekakan & yg berkekurangan akan dilimpahi dg segala berkat (ayat 9-10). Semua bangsa akan mengalami anugerah Allah ini sehingga sukacita akan meliputi alam semesta (ayat 11-13).Hamba yg dimaksud pada nas ini adalah Koresy yg akan dipakai Allah menjadi alatNya untuk membawa Israel pulang. Nas ini sekaligus merujuk perbuatan Kristus yg akan menggenapi tuntas nubuat Yesaya ini. Betapa indahnya menjadi hamba Allah. Posisinya mulia sebab ia adalah alat Allah bagi umatNya. Karena itu, persiapkan diri Anda untuk dipakai jadi hambaNya. Berikan yang terbaik bagi Dia. Jangan jadikan profesi hamba Allah sebagai pilihan kedua.
Istilah hamba Allah sering dimengerti salah, yaitu sbg status rohani yg lebih tinggi daripada org lain. Padahal istilah hamba Allah ini menyiratkan ketaatan dan tugas seorang abdi pada tuannya. Nas ini merupakan nubuat Nabi Yesaya ttg tugas seorang hamba Allah. Yesaya pasal 49:1-6 adalah Nyanyian Hamba kedua, sedangkan ayat 7-13 adalah respons Tuhan. Hamba Tuhan itu menyatakan dirinya telah dipilih Allah untuk menjadi alatNya menyatakan dan melaksanakan kehendakNya (ayat 2-3). Tugasnya jelas yaitu menghimpun kembali Israel yg sudah kocar-kacir oleh krn hukuman Tuhan atas mereka (ayat 5). Namun, dalam melaksanakan misinya itu,hamba Tuhan itu mendapatkan penolakan bahkan perlawanan yg membuat ia hampir putus asa (ayat 4). Jawaban Allah sungguh mencengangkan karena Ia meluaskan tugasnya menjadi pembawa kabar keselamatan bagi bangsa2 (ayat 6).Allah tidak hanya memberi tugas, Ia juga menjamin hidup hambaNya (4b). Ia sendiri akan menegakkannya di antara para pemimpin bangsa2 yg meremehkannya (ayat 7). Allah juga menjanjikan keberhasilan bagi hambaNya. Mereka yang tertindas akan dimerdekakan & yg berkekurangan akan dilimpahi dg segala berkat (ayat 9-10). Semua bangsa akan mengalami anugerah Allah ini sehingga sukacita akan meliputi alam semesta (ayat 11-13).Hamba yg dimaksud pada nas ini adalah Koresy yg akan dipakai Allah menjadi alatNya untuk membawa Israel pulang. Nas ini sekaligus merujuk perbuatan Kristus yg akan menggenapi tuntas nubuat Yesaya ini. Betapa indahnya menjadi hamba Allah. Posisinya mulia sebab ia adalah alat Allah bagi umatNya. Karena itu, persiapkan diri Anda untuk dipakai jadi hambaNya. Berikan yang terbaik bagi Dia. Jangan jadikan profesi hamba Allah sebagai pilihan kedua.
Hamba Allah.
Pada umumnya, para ahli sependapat bahwa syair ini berbicara ttg Yesus. Apakah petunjuknya bahwa itu menunjuk pada Yesus? Sebutan "hamba Allah" menunjuk pada kedudukan yg rendah, namun mengarah pada tuntutan ilahi yg mutlak. Dia digbkan sbg suatu pribadi yg tanpa cacat cela & sepenuhnya berkenan kepada Tuhan. Dia dibebani tugas mulia yg bukan saja menyangkut pembebasan & pemulihan Israel, tetapi juga penyelamatan bangsa2. Yesus Kristus adalah Hamba Allah sejati. Nubuatan Yesaya ttg Yesus Kristus menyatakan bahwa Dia telah rela menjadi hamba. Renungkan lebih dalam, betapa banyak pengorbanan yg telah dipikulNya untuk kita! Pikirkan juga betapa dalam dan pedih penderitaanNya demi menggenapi misi penyelamatan Allah untuk kita! Bagi Dialah sepatutnya kita mengarahkan segala hormat dan penaklukkan diri. TeladanNya sbg Hamba Allah Sejati akan bermakna dalam hidup kita, bila kita pun mengikuti jejakNya.
Pada umumnya, para ahli sependapat bahwa syair ini berbicara ttg Yesus. Apakah petunjuknya bahwa itu menunjuk pada Yesus? Sebutan "hamba Allah" menunjuk pada kedudukan yg rendah, namun mengarah pada tuntutan ilahi yg mutlak. Dia digbkan sbg suatu pribadi yg tanpa cacat cela & sepenuhnya berkenan kepada Tuhan. Dia dibebani tugas mulia yg bukan saja menyangkut pembebasan & pemulihan Israel, tetapi juga penyelamatan bangsa2. Yesus Kristus adalah Hamba Allah sejati. Nubuatan Yesaya ttg Yesus Kristus menyatakan bahwa Dia telah rela menjadi hamba. Renungkan lebih dalam, betapa banyak pengorbanan yg telah dipikulNya untuk kita! Pikirkan juga betapa dalam dan pedih penderitaanNya demi menggenapi misi penyelamatan Allah untuk kita! Bagi Dialah sepatutnya kita mengarahkan segala hormat dan penaklukkan diri. TeladanNya sbg Hamba Allah Sejati akan bermakna dalam hidup kita, bila kita pun mengikuti jejakNya.
1
Kor 1:1-3
Bagian pendahuluan yang terdiri atas salam
dan ucapan syukur mempersiapkan jalan untuk pembahasan selanjutnya dan, dalam
gaya khas Paulus, berisi petunjuk-petunjuk penting yang berhubungan dengan
pokok surat ini.
Ucapan syukur jemaat dan kesetiaan
Allah.
Apakah sebenarnya yg membuat gereja dapat bertahan sepanjang zaman? Apakah resep bagi langgengnya persekutuan orang percaya? Sebelum menyampaikan keprihatinannya menjawab persoalan jemaat, Paulus menyampaikan alasan mengapa ia merasa berhak menyampaikan kata pengajaran dan nasihat kepada jemaat (ayat 1,2). Bagian ini penting karena akan menjadi semacam 'dasar hukum' bagi semua yg akan dipaparkannya dalam seluruh suratnya. Tanpa peranannya sbg rausl Kristus yg ditunjuk oleh Allah sendiri (Kis. 9:1- 19a), ia tidak mempunyai wewenang / wibawa rohani apapun.Paulus menekankan adanya hubungan yg khas di antara org2 percaya yg dipanggil untuk dikuduskan. Semuanya menjadi bersaudara, saling mendengar krn mereka semua mempunyai satu Bapa (ayat 3), dan ber-Tuhankan Yesus yg memiliki semua kuasa dari Allah Bapa. Kini landasan relasi antara Paulus dan Sostenes yg datang bersamanya dg para pembacanya telah diletakkan. Keterikatan di antara mereka semua tercipta krn berada dalam satu RT rohani, dgn damai sejahtera melingkupinya. Paulus mengingatkan jemaat bahwa sbg org yg berutang kpd Yesus, krn anugerah keselamatan kekal-Nya, ucapan syukur merupakan hal vital dan tidak boleh terputus dalam kehidupan jemaat. Imbauan Paulus ini didasarkan pada dua hal. [1] jemaat memiliki kemampuan untuk saling bersaksi ttg Kristus. [2], dalam masa penantian kedatangan Kristus kembali iman jemaat tidak akan terombang ambing shg jemaat dapat memelihara kehidupan yg bersih dan tidak tercela. Paulus yakin dan optimis karena kesetiaan Allah memungkinkan itu terjadi.
Apakah sebenarnya yg membuat gereja dapat bertahan sepanjang zaman? Apakah resep bagi langgengnya persekutuan orang percaya? Sebelum menyampaikan keprihatinannya menjawab persoalan jemaat, Paulus menyampaikan alasan mengapa ia merasa berhak menyampaikan kata pengajaran dan nasihat kepada jemaat (ayat 1,2). Bagian ini penting karena akan menjadi semacam 'dasar hukum' bagi semua yg akan dipaparkannya dalam seluruh suratnya. Tanpa peranannya sbg rausl Kristus yg ditunjuk oleh Allah sendiri (Kis. 9:1- 19a), ia tidak mempunyai wewenang / wibawa rohani apapun.Paulus menekankan adanya hubungan yg khas di antara org2 percaya yg dipanggil untuk dikuduskan. Semuanya menjadi bersaudara, saling mendengar krn mereka semua mempunyai satu Bapa (ayat 3), dan ber-Tuhankan Yesus yg memiliki semua kuasa dari Allah Bapa. Kini landasan relasi antara Paulus dan Sostenes yg datang bersamanya dg para pembacanya telah diletakkan. Keterikatan di antara mereka semua tercipta krn berada dalam satu RT rohani, dgn damai sejahtera melingkupinya. Paulus mengingatkan jemaat bahwa sbg org yg berutang kpd Yesus, krn anugerah keselamatan kekal-Nya, ucapan syukur merupakan hal vital dan tidak boleh terputus dalam kehidupan jemaat. Imbauan Paulus ini didasarkan pada dua hal. [1] jemaat memiliki kemampuan untuk saling bersaksi ttg Kristus. [2], dalam masa penantian kedatangan Kristus kembali iman jemaat tidak akan terombang ambing shg jemaat dapat memelihara kehidupan yg bersih dan tidak tercela. Paulus yakin dan optimis karena kesetiaan Allah memungkinkan itu terjadi.
Yoh1:29-34
Pada keesokan harinya Yohanes melihat
Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang
mengangkat dosa dunia.Sebutan Anak domba Allah hanya dipakai dalam ayat ini dan dalam
pasal 1:36. Istilah
Yunani yg dipakai untuk kata Anak
domba hanya dipakai dalam dua ayat tsb, Kis
8:32 dan1 Ptr 1:19, tetapi ada
sebuah istilah yang lain yang
dipakai 30 kali dalam PB. Dapat dikata kan aneh bahwa, ungkapan Anak
domba Allah hanya dipakai
dalam Yoh
1:29 dan 36,
padahal kata Anak Domba seringkali
dipakai dalam ayat yg sama dg kata Allah dalam Kitab Wahyu. Menurut Morris, sebutan Anak Domba Allah tidak
didapati sebelum nas ini ditulis, dan setelah Yohanes menulis Injil Yohanes
sebutan ini hanya dipakai dalam konteks yg membahas atau memakai nas ini. Latar
belakang ungkapan ini sulit dipastikan. Mungkin ungkapan Anak Domba Allah berasal dari perayaan Paskah (Kel
12);dari Yes
53:7 dan 10,
yg berkata bahwa Hamba TUHAN akan menderita sebagai anak domba;atau dari
pemakaian kata Anak Domba dalam sastra Apokaliptik Yahudi. Jadi ada beberapa
kemungkinan ttg latar belakang ungkapan Yohanes Pembaptis, tetapi makna
ungkapan Yohanes jelas: dg cara yg belum diuraikan, Yesus ini akan menjadi
suatu korban spt binatang2 yg dikorbankan di Bait Allah, dan Dia
akan menyediakan pengampunan dosa bagi umat manusia.Sarjana radikal berkeberatan
dgn ungkapan ini dari Yohanes Pembaptis. Menurut mereka, Yohanes tdk dapat
mengerti mengenai penderitaan Mesias, apa lagi mengenai penebusan yg akan Dia
peroleh buat umat manusia. Tetapi keberatan mereka mudah ditanggapi: jika tidak
ada ilham dari Allah kpd Yohanes, memang dia tidak dapat mengerti hal-hal itu.
Jika lewat ilham, Yohanes dapat mengerti. Menurut Alkitab (Yoh
1:33)
Yohanes Pembaptis menerima ilham dari Allah.
Carson menjelaskan bahwa bagian ini
menjembatani kata2 Yohanes dalam pasal 1:19-28 dengan sisa
pasal ini. Dalam bagian ini sebutan2 Yesus Kristus mulai dinyatakan
bagi kita. Dia adalah: Anak Domba Allah (1:29
dan 36),
Anak Allah (1:34
dan 49),
Rabi (1:38
dan 49),
Mesias dan Kristus (1:41), Raja Israel
(1:49), dan Anak
Manusia (1:51). Pemakaian
sebutan2 tsb tidak berarti bahwa pengikut Tuhan
Yesus memahani sedalam2nya maknanya pribadi Yesus Kristus.
Seringkali kita diberitahu bahwa mereka salah paham. Tetapi pemakanian sebutan2
tsb menyatakan bahwa pengikut yang awal itu memiliki pengharapan yang sangat
besar.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.
Tugas hamba Tuhan selalu mengutamakan kehendak Tuhan dibanding
dirinya sendiri.
2.
Dalam menjalankan tugasnya kadang hamba Tuhan mengalami penolakan
dan penderitaan tapi semua akan di tolong Tuhan dalam pelaksanaanNya.
3.
Kesengsaraan menimbulkan ketekunan,penderitaan yang dialami
menghasilkan ketahanan uji dalam segala hal terutama iman, tahan uji
menghasilkan pengharapan yang besar pada Tuhan (Rom 5:3-4).
4.
Tugas Hamba Tuhan selalu memperlakukan sesama spt memperlakukan
Yesus dalam segala hal, sehingga kasih memancar dalam melaksanakan tugasnya.
5.
Tugas hamba Tuhan dulu utk pemulihan umat Israel saja, kini utk
seluruh bangsa, sehingga bukan tugas hanya di bait Allah tapi menuju ke
masyarakat umum, melebur dalam penderitaan mereka.
6.
Hamba Tuhan menyatakan dirinya yg ditunjuk Tuhan dan untuk menjadi
alat Tuhan menyatakan dan melaksanakan kehendakNya dalam melayani sesama.
7.
Tugas hamba Tuhan adalah mencelikkan mata rohani yg dibutakan
ilah2 dunia, memerdekakan jiwa2
yg dibelenggu oleh kekuatan jahat roh2 dunia.
8.
Dalam Yesaya sosok hamba Tuhan dipilih Tuhan, mengurapi mereka,
membentuk karakter mereka.
9.
Hamba Tuhan memiliki sifat tangguh walau terlihat sederhana dari
luar, setia dalam melaksanakan tugas, tegar kokoh menopang mereka yg tertindas.
10. Semua
misi dalam diri hamba Tuhan adalah sepenuhnya dari Tuhan, tidak ada keegoisan
yang timbul dalam diri mereka.
11. Hamba
Tuhan menyatakan perang terhadap ilah2 yang memperdaya mereka yg
percaya pada Tuhan.
12. Orang percaya
perlu memeriksa apa yg dikerjakannya pada hamba Tuhan agar ia jangan tersesat
dan kehilangan pahalanya (Gal 6:4). Pengenalan diri yg sehat, yg timbul dari
pemeriksaan diri yg ketat, merupakan inti pati kesalehan menurut Alkitab.
13. Sikap
menantang Allah menunjukkan sikap tidak hormat yg sangat kasar, dan Allah
sendiri melarang hal ini (Ul 6:16; Mat 4:7;1Kor 10:9),dan hal itu akan dihukum
Tuhan sendiri.
14. Dalam
segala kesesakan umat Allah patut menantikan pertolonganNya dg hati yg tenang,
dan dengan keyakinan bahwa pada waktu yg ditentukanNya kebutuhan mereka akan
dipenuhiNya selaras dengan janjiNya (Mzm 27:7-14; Mzm37:7; Mzm 40; Mzm130:5;Rat
3:25; Fil 4:19).
15. Allah
mencobai umatNya dengan membawa mereka ke dalam keadaan2 yg
mengungkapkan kualitas iman dan penyerahan diri mereka, supaya semua orang
dapat melihat apa yg terkandung dalam hati mereka (Kej 22:1;Kel 16:4; Kel 20:20;Ul
8:2,16; 13:3; Hak 2:22; 2Taw 32:31). Dg mencobai mereka scr demikian,
disucikan-Nya mereka, spt memurnikan logam dalam bejana peleburan (Mzm
66:10;Yes 48:10;Za 13:9;1Pet 1:6;Mazm 119:67,71); dikuatkanNya kesabaran hati
mereka dan didewasakanNya sifat Kekristenan mereka (Yak 1:2,12;1Pet 5:10); dan
dibimbing-Nya mereka, sehingga hati mereka makin merasakan kepastian yg semakin
besar akan kasihNya terhadap mereka ( Kej 22:15;Rom 5:3). Melalui kesetiaan
dalam saat2 pencobaan, orang menjadi tahan uji di hadapan Allah (Yak
1:12; 1Kor 11:19).
16. Kemampuan
seorang hamba Tuhan hanya diuji lewat waktu dan segala kesempatan dalam
melayani sesama sehingga terpancar semua kasih karunia Tuhan dimana sesama itu
merasakan lawatan Tuhan dalam ibadat dan penyampaian FT.
17. Hanya
kasih karunia Tuhan saja semua tugas dan penyertaan Tuhan selama seorang hamba
Tuhan melaksanakan tugasNya.
18. Oleh
kasih anugrah Tuhan sajalah semua perayaan dan penyertaan tugas hamba Tuhan
bisa selesai dg baik dan memancarkan Kasih Karunia Tuhan yang besar.
19. Sikap
penyerahan diri yg kuat harus ditimbulkan dalam setiap pelaksanaan tugas baik
ibadat maupun melayani sesama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar