Senin, 10 Maret 2014

Tugas Hamba Tuhan

       Tugas Hamba Tuhan               Minggu 19 Januari 2014
Yes 49:3,5-6
3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."5 Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hambaNya, untuk mengembalikan Yakub kepadaNya, dan supaya Israel dikumpulkan kepadaNya maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku  , firman-Nya:6 "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hambaKu, untuk menegakkan suku2 Yakub dan untuk mengembalikan orang2 Israel yg masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa2 supaya keselamatan yg dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."
1 Kor 1:1-3
1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita,2 kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Yoh 1:29-34
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasNya.33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
Pembahasan
Yes 49:3-6 Hamba TUHAN dalam tugas
Bila di pasal 42:1-9, Tuhan memproklamasikan hamba TUHAN sbg yg diutus untuk pembebasan umat-Nya, maka di pasal 49:1-7, Sang Hamba memperkenalkan diriNya serta tugas yg Dia emban dari Tuhan. Pernyataan Sang Hamba sekaligus menyatakan pengenalanNya akan panggil an dan tugas mulia yg Tuhan embankan kpd Dia (ayat 1-3, 5-6). Pada saat yg sama, Sang Hamba juga mengungkapkan betapa pelaksanaan tugas itu tidak mudah, bahkan dibayang2i penderitaan dan penolakan (ayat 4). Tuhan sendiri juga telah menyatakan bahwa kesuksesan pelayanan Sang Hamba, yg bukan hanya menjangkau Israel melainkan juga bangsa2 lain, justru terjadi lewat penolakan dan penderitaan (ayat 7). Namun dalam kedaulatan Tuhan,Sang Hamba akan mengalami pertolongan Tuhan agar tugas penyelamatan itu terlaksana (ayat 8). Gban tugas Sang Hamba yg dipaparkan di ayat 8-12 mengacu kepada pembebasan di th Yobel (Im 25:10). Pada th itu, semua tanah pusaka Israel, yg telah terjual /tergadaikan krn alasan2 ekonomi apapun, harus dipulangkan kembali kpd yg pemilik yg berhak. Dmklah keselamatan bagi umat Israel ketika mereka, setelah masa penghukuman selesai, dpt kembali ke negeri leluhur mereka, yaitu Yehuda dan Yerusalem. Pembebasan yg tiada bersyarat inilah yg menjadi inti berita dari Sang Hamba. Berita itu akan menjadi penghiburan buat umat yg sdg dibuang (ayat 13). Yesus mengutip Yes 61:1-2 yg senada dgn Yes 49:8-9, serta menyatakan diriNya sbg penggenap nubuatan Yesaya ini. Yesuslah hamba TUHAN yg memberi pembebasan bagi umat Israel dan pembebasan bagi semua umat manusia dari perbudakan dosa dan maut. Penderitaan, kematian, dan kebangkitanNya memerdekakan.
Misi hamba Tuhan
Istilah hamba Allah sering dimengerti salah, yaitu sbg status rohani yg lebih tinggi daripada org lain. Padahal istilah hamba Allah ini menyiratkan ketaatan dan tugas seorang abdi pada tuannya. Nas ini merupakan nubuat Nabi Yesaya ttg tugas seorang hamba Allah. Yesaya pasal 49:1-6 adalah Nyanyian Hamba kedua, sedangkan ayat 7-13 adalah respons Tuhan. Hamba Tuhan itu menyatakan dirinya telah dipilih Allah untuk menjadi alatNya menyatakan dan melaksanakan kehendakNya (ayat 2-3). Tugasnya jelas yaitu menghimpun kembali Israel yg sudah kocar-kacir oleh krn hukuman Tuhan atas mereka (ayat 5). Namun, dalam melaksanakan misinya itu,hamba Tuhan itu mendapatkan penolakan bahkan perlawanan yg membuat ia hampir putus asa (ayat 4). Jawaban Allah sungguh mencengangkan karena Ia meluaskan tugasnya menjadi pembawa kabar keselamatan bagi bangsa2 (ayat 6).Allah tidak hanya memberi tugas, Ia juga menjamin hidup hambaNya (4b). Ia sendiri akan menegakkannya di antara para pemimpin bangsa2 yg meremehkannya (ayat 7). Allah juga menjanjikan keberhasilan bagi hambaNya. Mereka yang tertindas akan dimerdekakan & yg berkekurangan akan dilimpahi dg segala berkat (ayat 9-10). Semua bangsa akan mengalami anugerah Allah ini sehingga sukacita akan meliputi alam semesta (ayat 11-13).Hamba yg dimaksud pada nas ini adalah Koresy yg akan dipakai Allah menjadi alatNya untuk membawa Israel pulang. Nas ini sekaligus merujuk perbuatan Kristus yg akan menggenapi tuntas nubuat Yesaya ini. Betapa indahnya menjadi hamba Allah. Posisinya mulia sebab ia adalah alat Allah bagi umatNya. Karena itu, persiapkan diri Anda untuk dipakai jadi hambaNya. Berikan yang terbaik bagi Dia. Jangan jadikan profesi hamba Allah sebagai pilihan kedua.
Hamba Allah.
Pada umumnya, para ahli sependapat bahwa syair ini berbicara ttg Yesus. Apakah petunjuknya bahwa itu menunjuk pada Yesus? Sebutan "hamba Allah" menunjuk pada kedudukan yg rendah, namun mengarah pada tuntutan ilahi yg mutlak. Dia digbkan sbg suatu pribadi yg tanpa cacat cela & sepenuhnya berkenan kepada Tuhan. Dia dibebani tugas mulia yg bukan saja menyangkut pembebasan & pemulihan Israel, tetapi juga penyelamatan bangsa2. Yesus Kristus adalah Hamba Allah sejati. Nubuatan Yesaya ttg Yesus Kristus menyatakan bahwa Dia telah rela menjadi hamba. Renungkan lebih dalam, betapa banyak pengorbanan yg telah dipikulNya untuk kita! Pikirkan juga betapa dalam dan pedih penderitaanNya demi menggenapi misi penyelamatan Allah untuk kita! Bagi Dialah sepatutnya kita mengarahkan segala hormat dan penaklukkan diri. TeladanNya sbg Hamba Allah Sejati akan bermakna dalam hidup kita, bila kita pun mengikuti jejakNya.
1 Kor 1:1-3
Bagian pendahuluan yang terdiri atas salam dan ucapan syukur mempersiapkan jalan untuk pembahasan selanjutnya dan, dalam gaya khas Paulus, berisi petunjuk-petunjuk penting yang berhubungan dengan pokok surat ini.
Ucapan syukur jemaat dan kesetiaan Allah. 
Apakah sebenarnya yg membuat gereja dapat bertahan sepanjang zaman? Apakah resep bagi langgengnya persekutuan orang percaya? Sebelum menyampaikan keprihatinannya menjawab persoalan jemaat, Paulus menyampaikan alasan mengapa ia merasa berhak menyampaikan kata pengajaran dan nasihat kepada jemaat (ayat 
1,2). Bagian ini penting karena akan menjadi semacam 'dasar hukum' bagi semua yg akan dipaparkannya dalam seluruh suratnya. Tanpa peranannya sbg rausl Kristus yg ditunjuk oleh Allah sendiri (Kis. 9:1- 19a), ia tidak mempunyai wewenang / wibawa rohani apapun.Paulus menekankan adanya hubungan yg khas di antara org2 percaya yg dipanggil untuk dikuduskan. Semuanya menjadi bersaudara, saling mendengar krn mereka semua mempunyai satu Bapa (ayat 3), dan ber-Tuhankan Yesus yg memiliki semua kuasa dari Allah Bapa. Kini landasan relasi antara Paulus dan Sostenes yg datang bersamanya dg para pembacanya telah diletakkan. Keterikatan di antara mereka semua tercipta krn berada dalam satu RT rohani, dgn damai sejahtera melingkupinya. Paulus mengingatkan jemaat bahwa sbg org yg berutang kpd Yesus, krn anugerah keselamatan kekal-Nya, ucapan syukur merupakan hal vital dan tidak boleh terputus dalam kehidupan jemaat. Imbauan Paulus ini didasarkan pada dua hal. [1] jemaat memiliki kemampuan untuk saling bersaksi ttg Kristus. [2], dalam masa penantian kedatangan Kristus kembali iman jemaat tidak akan terombang ambing shg jemaat dapat memelihara kehidupan yg bersih dan tidak tercela. Paulus yakin dan optimis karena kesetiaan Allah memungkinkan itu terjadi.
Yoh1:29-34
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang mengangkat dosa dunia.Sebutan Anak domba Allah hanya dipakai dalam ayat ini dan dalam pasal 1:36. Istilah Yunani yg dipakai untuk kata Anak domba hanya dipakai dalam dua ayat tsb, Kis 8:32 dan1 Ptr 1:19, tetapi ada sebuah istilah yang lain yang dipakai 30 kali dalam PB. Dapat dikata kan aneh bahwa, ungkapan Anak domba Allah hanya dipakai dalam Yoh 1:29 dan 36, padahal kata Anak Domba seringkali dipakai dalam ayat yg sama dg kata Allah dalam Kitab Wahyu. Menurut Morris, sebutan Anak Domba Allah tidak didapati sebelum nas ini ditulis, dan setelah Yohanes menulis Injil Yohanes sebutan ini hanya dipakai dalam konteks yg membahas atau memakai nas ini. Latar belakang ungkapan ini sulit dipastikan. Mungkin ungkapan Anak Domba Allah berasal dari perayaan Paskah (Kel 12);dari Yes 53:7 dan 10, yg berkata bahwa Hamba TUHAN akan menderita sebagai anak domba;atau dari pemakaian kata Anak Domba dalam sastra Apokaliptik Yahudi. Jadi ada beberapa kemungkinan ttg latar belakang ungkapan Yohanes Pembaptis, tetapi makna ungkapan Yohanes jelas: dg cara yg belum diuraikan, Yesus ini akan menjadi suatu korban spt binatang2 yg dikorbankan di Bait Allah, dan Dia akan menyediakan pengampunan dosa bagi umat manusia.Sarjana radikal berkeberatan dgn ungkapan ini dari Yohanes Pembaptis. Menurut mereka, Yohanes tdk dapat mengerti mengenai penderitaan Mesias, apa lagi mengenai penebusan yg akan Dia peroleh buat umat manusia. Tetapi keberatan mereka mudah ditanggapi: jika tidak ada ilham dari Allah kpd Yohanes, memang dia tidak dapat mengerti hal-hal itu. Jika lewat ilham, Yohanes dapat mengerti. Menurut Alkitab (Yoh 1:33) Yohanes Pembaptis menerima ilham dari Allah.
Kesaksian Yohanes Pembaptis mengenai Yesus (Yoh 1:29-34)
Carson menjelaskan bahwa bagian ini menjembatani kata2 Yohanes dalam pasal 1:19-28 dengan sisa pasal ini. Dalam bagian ini sebutan2 Yesus Kristus mulai dinyatakan bagi kita. Dia adalah: Anak Domba Allah (1:29 dan 36), Anak Allah (1:34 dan 49), Rabi (1:38 dan 49), Mesias dan Kristus (1:41), Raja Israel (1:49), dan Anak Manusia (1:51). Pemakaian sebutan2 tsb tidak berarti bahwa pengikut Tuhan Yesus memahani sedalam2nya maknanya pribadi Yesus Kristus. Seringkali kita diberitahu bahwa mereka salah paham. Tetapi pemakanian sebutan2 tsb menyatakan bahwa pengikut yang awal itu memiliki pengharapan yang sangat besar.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.    Tugas hamba Tuhan selalu mengutamakan kehendak Tuhan dibanding dirinya sendiri.
2.    Dalam menjalankan tugasnya kadang hamba Tuhan mengalami penolakan dan penderitaan tapi semua akan di tolong Tuhan dalam pelaksanaanNya.
3.    Kesengsaraan menimbulkan ketekunan,penderitaan yang dialami menghasilkan ketahanan uji dalam segala hal terutama iman, tahan uji menghasilkan pengharapan yang besar pada Tuhan (Rom 5:3-4).
4.    Tugas Hamba Tuhan selalu memperlakukan sesama spt memperlakukan Yesus dalam segala hal, sehingga kasih memancar dalam melaksanakan tugasnya.
5.    Tugas hamba Tuhan dulu utk pemulihan umat Israel saja, kini utk seluruh bangsa, sehingga bukan tugas hanya di bait Allah tapi menuju ke masyarakat umum, melebur dalam penderitaan mereka.
6.     Hamba Tuhan menyatakan dirinya yg ditunjuk Tuhan dan untuk menjadi alat Tuhan menyatakan dan melaksanakan kehendakNya dalam melayani sesama.
7.    Tugas hamba Tuhan adalah mencelikkan mata rohani yg dibutakan ilah2 dunia, memerdekakan jiwa2 yg dibelenggu oleh kekuatan jahat roh2 dunia.
8.    Dalam Yesaya sosok hamba Tuhan dipilih Tuhan, mengurapi mereka, membentuk karakter mereka.
9.    Hamba Tuhan memiliki sifat tangguh walau terlihat sederhana dari luar, setia dalam melaksanakan tugas, tegar kokoh menopang mereka yg tertindas.
10.  Semua misi dalam diri hamba Tuhan adalah sepenuhnya dari Tuhan, tidak ada keegoisan yang timbul dalam diri mereka.
11.  Hamba Tuhan menyatakan perang terhadap ilah2 yang memperdaya mereka yg percaya pada Tuhan.
12.  Orang percaya perlu memeriksa apa yg dikerjakannya pada hamba Tuhan agar ia jangan tersesat dan kehilangan pahalanya (Gal 6:4). Pengenalan diri yg sehat, yg timbul dari pemeriksaan diri yg ketat, merupakan inti pati kesalehan menurut Alkitab.
13.  Sikap menantang Allah menunjukkan sikap tidak hormat yg sangat kasar, dan Allah sendiri melarang hal ini (Ul 6:16; Mat 4:7;1Kor 10:9),dan hal itu akan dihukum Tuhan sendiri.
14.  Dalam segala kesesakan umat Allah patut menantikan pertolonganNya dg hati yg tenang, dan dengan keyakinan bahwa pada waktu yg ditentukanNya kebutuhan mereka akan dipenuhiNya selaras dengan janjiNya (Mzm 27:7-14; Mzm37:7; Mzm 40; Mzm130:5;Rat 3:25; Fil 4:19).
15.  Allah mencobai umatNya dengan membawa mereka ke dalam keadaan2 yg mengungkapkan kualitas iman dan penyerahan diri mereka, supaya semua orang dapat melihat apa yg terkandung dalam hati mereka (Kej 22:1;Kel 16:4; Kel 20:20;Ul 8:2,16; 13:3; Hak 2:22; 2Taw 32:31). Dg mencobai mereka scr demikian, disucikan-Nya mereka, spt memurnikan logam dalam bejana peleburan (Mzm 66:10;Yes 48:10;Za 13:9;1Pet 1:6;Mazm 119:67,71); dikuatkanNya kesabaran hati mereka dan didewasakanNya sifat Kekristenan mereka (Yak 1:2,12;1Pet 5:10); dan dibimbing-Nya mereka, sehingga hati mereka makin merasakan kepastian yg semakin besar akan kasihNya terhadap mereka ( Kej 22:15;Rom 5:3). Melalui kesetiaan dalam saat2 pencobaan, orang menjadi tahan uji di hadapan Allah (Yak 1:12; 1Kor 11:19).
16.  Kemampuan seorang hamba Tuhan hanya diuji lewat waktu dan segala kesempatan dalam melayani sesama sehingga terpancar semua kasih karunia Tuhan dimana sesama itu merasakan lawatan Tuhan dalam ibadat dan penyampaian FT.
17.  Hanya kasih karunia Tuhan saja semua tugas dan penyertaan Tuhan selama seorang hamba Tuhan melaksanakan tugasNya.
18.  Oleh kasih anugrah Tuhan sajalah semua perayaan dan penyertaan tugas hamba Tuhan bisa selesai dg baik dan memancarkan Kasih Karunia Tuhan yang besar.

19.  Sikap penyerahan diri yg kuat harus ditimbulkan dalam setiap pelaksanaan tugas baik ibadat maupun melayani sesama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar