Jumat, 11 April 2014

Kebangkitan Jasmani

       Kebangkitan Jasmani                 Minggu 6 April 2014
Yeh 37:12-14
12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kpd mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur2mu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya.14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, shg kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. & kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yg mengatakannya dan membuatnya, dmklah firman TUHAN."
Rm 8:8-11
8 Mereka yg hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kpd Allah.9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika mmg Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika org tdk memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati krn dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.11 Dan jika Roh Dia, yg telah membangkitkan Yesus dari antara org mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yg telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara org mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yg fana itu oleh Roh-Nya, yg diam di dalam kamu.
Yoh 11:1-45
1 Ada seorg yg sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria & adiknya Marta.2 Maria ialah perempuan yg pernah meminyaki kaki Tuhan dg minyak mur dan menyekanya dg rambutnya.3 Dan Lazarus yg sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyata kan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;7 tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid2Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea."8 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini org2 Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?"9 Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.10 Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."11 Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya."12 Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh."13 Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.14 Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati;15 tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."16 Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia."17 Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.18 Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya.19 Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.20 Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.21 Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.22 Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."23 Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."24 Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"27 Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."28 Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau."29 Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.30 Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia.31 Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit & pergi ke luar, mereka mengikutinya, krn mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kpdNya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."33 Ketika Yesus melihat Maria menangis & juga org2 Yahudi yg datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"35 Maka menangislah Yesus.36 Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasihNya kepadanya!"37 Tetapi beberapa org di antaranya berkata: "Ia yg memelekkan mata org buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?"38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara org yg meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kpdMu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh krn org banyak yg berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dg kain peluh. Kata Yesus kpd mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."45 Banyak di antara org2 Yahudi yg datang melawat Maria dan yg menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
Pembahasan:
Yeh 37:12-14
Melalui Roh Kudus Yehezkiel melihat di dalam penglihatan suatu lembah penuh tulang. Tulang2 tsb melambangkan "seluruh kaum Israel" (ayat Yeh 37:11), yaitu Israel dan Yehuda dalam pembuangan, yg harapannya telah punah ketika tersebar di antara org asing. Allah memerintahkan Yehezkiel untuk bernubuat kepada tulang2 itu (ayat Yeh 37:4-6). Tulang2 itu kemudian dibangkitkan dalam dua tahap:
1.suatu pemulihan politis kembali ke negeri itu (ayat Yeh 37:7-8), dan
2.pemulihan rohani kepada iman (ayat Yeh 37:9-10). Penglihatan ini diberikan untuk meyakinkan para buangan bahwa mereka akan dipulihkan oleh kuasa Allah dan menjadi masyarakat yang hidup di tanah perjanjian lagi kendatipun keadaan mereka sekarang kelihatanya suram (ayat Yeh 37:11-14).
Masa di antara kedua tahap ini tidak dijelaskan.Penglihatan ttg tulang2 yg dibangkitkan akan digenapi pada saat Israel dipulihkan, bukan hanya secara jasmaniah tetapi juga rohani. Pemulihan ini pada mulanya digenapi pada zaman Koresy ( Ezr 1:1-11), tetapi akan digenapi sepenuhnya hanya bila Allah mengumpulkan kembali org Israel ke negeri mereka pada akhir zaman dan terjadi suatu kebangunan rohani akbar. Banyak org Yahudi akan percaya dan menerima Yesus Kristus sbg Mesias mereka sebelum Dia datang kembali untuk mendirikan kerajaan-Nya (bd. Rom 11:15,25-26)
PENYATUAN KEMBALI BANGSA ISRAEL MENJADI SATU BANGSA. 37:1-28.
Dg penglihatan ttg tulang2 kering yg menjadi hidup, Tuhan,melalui Yehezkiel,menyatakan kpd Israel ttg kebangkitan kehidupan nasionalnya yad (ay. 1-14). Dia melalui tind simbolis berupa penggaban dua papan, memberitahukan terlebih dahulu penyatuan yad dari 2 kerajaan itu di bawah 1 raja, Daud (ay. 15-28).
Rm 8:8-11 Mereka yang hidup dalam daging tidak dapat berkenan kepada Allah.
Paulus menguraikan dua golongan orang: mereka yg hidup menurut daging (tabiat berdosa) dan mereka yang hidup menurut Roh.
1. Hidup "menurut daging" berarti mengingini, menyenangi, memperhatikan, dan memuaskan keinginan tabiat manusia berdosa. Ini meliputi bukan saja kedursilaan seksual, perzinaan, kebencian, kepentingan diri sendiri, kemarahan, dan sebagainya (lih. Gal 5:19-21), tetapi juga percabulan, pornografi, obat bius, kesenangan mental dan emosional dari adegan seksual dalam sandiwara, buku, TV atau bioskop, dan sejenisnya
2. Hidup "menurut Roh" ialah mencari dan tunduk kepada pimpinan dan kemampuan Roh Kudus dan memusatkan pikiran pada hal-hal dari Allah
3. Mustahil untuk mengikuti hukum daging dan pimpinan Roh pada saat yang bersamaan (ayat Rom 8:7-8; Gal 5:17-18). Jikalau seorang gagal melawan keinginan dosa dengan pertolongan Roh dan sebaliknya hidup menurut hukum daging (ayat Rom 8:13), dia menjadi seteru Allah (ayat Rom 8:7; Yak 4:4) dan dapat menantikan kematian rohani yang kekal (ayat Rom 8:13). Mereka yang terutama mengasihi dan memperhatikan hal-hal dari Allah dalam hidup ini dapat mengharapkan hidup kekal dan hubungan dengan Allah (ayat Rom 8:10-11,15-16).
Di sini Paulus mengulangi apa yang sudah diuraikan dalam pasal 1:21-32. Walaupun mungkin agama mereka bagus, tetapi orang yang tidak lahir baru tidak berkenan kepada Allah. Mungkin mereka melakukan sesuatu yang baik, tetapi karena hati mereka tidak benar, maka kelakuan mereka tidak mungkin diterima oleh Tuhan Allah. Hodges mengamati bahwa preposisi yang dipakai dalam pasal 8:8-11 bukan lagi kata "menurut" tetapi kata dalam. Jadi, dalam pasal 8:8 Paulus menjelaskan keadaan orang yang tidak percaya, dan dalam pasal 8:9-11 Paulus menjelaskan keadaan semua orang percaya, bukan hanya mereka yang percaya dan hidup menurut Roh saja, tetapi semua orang percaya, karena Roh Allah diam di dalam kita semua. Di sini Paulus tidak menjelaskan mengenai bagaimana orang hidup, apa menurut Roh atau menurut daging, tetapi dia menjelaskan berkat keberadaan Roh Allah dalam kita semua yang percaya.
Dia akan Hidup Bebas dari Maut Rm 8:1-39
Maut tidak harus menakutkan kita lagi, krn kalau Roh Allah menghidupkan kita, malah Maut serta segala penderitaan dapat dimengerti sbg alat Allah untuk menjadikan kita serupa dengan Raja kira yang akan datang. Dalam pasal 8 Paulus mencapai puncak bagian ini, di mana dia menyatakan bahwa orang yang telah dibenarkan karena iman dapat sungguh hidup. Dia dapat sungguh hidup bebas dari Murka, bebas dari Dosa, bebas dari Hukum Taurat, dan akhirnya bebas dari Maut. Sebenarnya masalah Maut ada di latar belakang pasal 5-7. Nygren mengamati bahwa dalam pasal 5 diskusi mengenai pembebasan dari Murka melebar menjadi penjelasan mengenai aiwn/aion Maut dan aiwn/aion Hidup. Demikian juga dalam pasal 6 Paulus berkata bahwa "dosa memimpin kamu kepada kematian" (6:16). Sebagai puncak bagi pasal 7 Paulus berseru, "Siapa akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?" Memang maut melatarbelakangi diskusi Paulus mengenai pembebasan kita untuk sungguh hidup. Apa yang ada di latar belakang dalam pasal 5-7 muncul sebagai pokok diskusi dalam pasal 8. Nygren mengingatkan kita bahwa bagi Rasul Paulus Maut bukan merupakan peristiwa yang mengakhiri hidup kita, tetapi maut merupakan suatu kuasa yang menguasai aiwn/aion lama secara mutlak, sejak Kejadian 2:17 ("...pada hari engkau memakannya, pasti engkau mati") digenapi di Taman Eden.Sama seperti Murka, Dosa, Hukum Taurat, dan Maut telah menjadi sekutu dalam aiwn/aion lama, demikian juga ada empat aspek dari pertolongan yang disediakan bagi kita dalam aiwn/aion baru.
v Kita bebas dari Murka berkat kasih Allah (5:1-11).
v Kita bebas dari Dosa " baptisan Roh (6:1-14).
v Kita bebas dari Hukum Taurat " kematian Kristus (7:1-6).
v Kita bebas dari Maut " Roh Allah (8:1-11).
Ke empat hal yang disebut di atas,sangat berkaitan erat, dan sulit dipisahkan dalam praktek kehidupan kita.
Dalam Roma 1:18-32 Paulus menguraikan wujud murka Allah yang melawan dosa manusia. Dalam nats itu dia tidak menjelaskan apakah murka tsb melawan orang yg tidak percaya saja,/ juga org percaya yg berdosa. Tetapi pasal 7 membicarakan pengalaman Paulus sendiri dalam murka Allah pada waktu dulu sebelum dia hidup menurut Roh Allah. Org percaya yang berdosa juga dapat kena murka Allah dalam hidup ini, dan Paulus menceriterakan frustrasi yang dia sendiri alami. Murka tersebut merupakan semacan hukuman atas dosa yang dialami pada zaman ini. Dosa yang dimaksudkan adalah dosa orang yang tidak percaya dan juga dosa orang percaya. Orang percaya akan tetap menggumuli hukuman tersebut selama mereka hanya melawan dosa dengan akal budi mereka, seperti apa yang dikatakan Paulus sebagai ringkasan pasal 7 dalam 7:25b, "Maka aku sendiri, dari segi akal budiku, aku melayani hukum Allah, tetapi dari segi daging, aku melayani hukum dosa."
Kemenangan yang disyukuri dalam 7:25a adalah suatu kemenangan yang tidak dapat diperoleh hanya dengan akal budi orang percaya. Kemenangan tersebut disediakan bagi kita melalui Roh Allah. Kemenangan itu diceriterakan dalam Roma 8. Ternyata istilah "roh" atau "Roh" hanya dipakai sekali dalam pasal 7446, sedangkan dalam pasal 8 istilah itu dipakai sembilan kali. Pengamatan ini menguatkan pengertian ini, bahwa pasal 7 membicarakan pergumulan orang percaya melawan dosa mereka, tanpa pertolongan dari Roh Kudus, sedangkan pasal 8 menceriterakan kemenangan atas dosa dengan pertolongan Roh Kudus
Yoh 11:1-45
Kebangkitan Lazarus (11:1-57)
Kisah ini mencakup narasi ttg keadaan sakit, mati dan bangkitnya sahabat Yesus dan tanggapan resmi Yudaisme thdp mukjizat tsb. Kisah tsb diakhiri dg cat ttg perhatian umum yg meningkat thdp Oknum yg telah menggemparkan bangsa itu. Oknum yg telah membuktikan bahwa diriNya adalah Terang dunia dg memberikan penglihatan kpd orang buta, kini menunjukkan bahwa diriNya adalah Hidup manusia, yaitu Oknum yg mengalahkan maut. Dalam pasal ini diceritakan ttg mujizat yg sangat mencengangkan yg dibuat Kristus tidak lama sebelum kematianNya, yaitu membangkitkan Lazarus yg telah mati. Kisah ini hanya dicatat oleh Yohanes, sebab ketiga penginjil lain lebih mengutamakan perbuatan2 yg dilakukan Kristus di Galilea, kediamanNya yg utama, dan hampir tidak pernah mencatat kejadian di Yerusalem kecuali sejak minggu permulaan penderitaan Kristus. Berlainan dg mereka, cat Yohanes lebih berkisar ttg peristiwa2 di Yerusalem, shg perikop ini bisa kita dapati dalam tulisannya. Beberapa org berpendapat bahwa sewaktu ketiga penginjil lain menuliskan buku mereka, Lazarus masih hidup, dan ini mungkin dapat membahayakan keselamatan nyawanya atau bertentangan dg sifat kerendahan hatinya. Krn itu kejadian tsb baru dapat dicatat setelah ia meninggal. Mujizat ini dicatat secara panjang lebar melebihi mujizat2 Kristus lainnya, bukan hanya karena keadaan saat itu yg begitu menguntungkan untuk dipakai mengajari orang,/ krn mujizat itu sendiri merup bukti yg kuat bagi amanat yg diemban Kristus, melainkan krn hal itu merupakan tanda yg melambangkan bukti terkuat dari semua bukti yg ada sebelumnya, yaitu kebangkitan Kristus sendiri. Di sini tdpt:
I.   Kabar yang dikirimkan kepada Tuhan Yesus kita mengenai Lazarus yg sedang sakit, dan sambutan-Nya thdp kabar tsb (ay. 1-16).
II.  Kunjungan-Nya kpd saudara2 Lazarus sth Ia mendengar kabar ttg kematiannya, dan sambutan mereka thdp kunjungan-Nya itu (ay. 17-32).
III. Mujizat yg dibuat untuk membangkitkan Lazarus dari kematian (ay. 33-44).
IV. Pengaruh yang ditimbulkan mujizat itu terhadap orang banyak (ay. 45-57).
Terang di tengah kedukaan
Lazarus sakit keras! Tidak lama kemudian ia mati (ayat 
14). Kalau saya berandai-andai jadi org yg sangat mengasihi Lazarus dan menerima kabar demikian, niscaya saya berangkat saat itu juga. Entah krn kasih, kewajiban keluarga / sosial,/ alasan lainnya, kita terbiasa merespons situasi seperti ini dg sikap menggebu dan emosional. Sebaliknya bacaan ini mengajak kita memperhatikan para tokoh yg akan mengambil peran penting dalam pasal 11-12. Selain itu juga untuk merenungkan respons Maria dan Marta serta para murid thdp situasi di seputar Lazarus, serta mengontraskannya dg tindakan Yesus. Maria dan Marta berespons dg mengirim kabar agar Yesus segera datang (ayat 3). Respons para murid beragam, ada yg tidak paham (ayat 12), ada yg mengingatkan ancaman orang Yahudi (ayat 8), ada juga yang mencoba bersikap berani walau naif (ayat 16). Semua respons ini didasarkan pada refleksi atau pemahaman pribadi. Namun Yesus menunggu dua hari sebelum Ia berangkat ke Yudea, justru ketika Ia diperingatkan ttg ancaman para pemimpin Yahudi (="org Yahudi"). Mengapa Yesus memutuskan demikian? Dasar tindakan Yesus terekspresikan dalam nas ini: semua ini terjadi supaya sang Anak Allah, sang Terang yg turun ke dunia itu, dimuliakan (ayat 4, 13-15), dan karena masa pelayanan-Nya terbatas (ayat 9-10). Kisah ini belum berakhir. Pesan nas ini bagi kita pun belum lengkap. Di sini kita baru diajak untuk belajar membedakan respons yg didasari oleh penilaian diri sendiri dan respons yg didasari oleh penerimaan atas Yesus sbg sang Terang (lih. 1:9-12), yg datang untuk mewujudkan kehendak Allah. Bahkan di tengah situasi kedukaan ataupun ancaman, kita dipanggil untuk menerima Yesus sbg Tuhan atas situasi kedukaan itu. Kita dipanggil utk mencari dan menggumuli bgm Tuhan berkarya demi kemuliaan namaNya dalam situasi kita saat ini, dan bagaimana kita bisa merespons karya Tuhan itu dengan tepat dan layak.
Dari ke tiga bacaan kami belajar:

1.       Sikap kita dalam memohon pada Tuhan tdk memaksa dan mendikte apa kehendak kita, tapi kehendak Tuhanlah yg jadi.
2.       Kekuatan Yesus dalam menghidupkan org yg telah meninggal menunjukkan kekuasaannya dalam hal maut, pasti semua yg telah meninggal dpt diselamatkanNya, tanpa ragu.
3.       Nubuatan Yehezkiel sejak dahulu pun telah menunjukkan pada tulang yg dapat dihidupkan kembali oleh Terang.
4.       Ada dua pilihan kita hidup di dunia, menurut Roh / daging, bila daging yg kita utamakan masuklah ke neraka, sedang roh akan memasuki kerajaan kekal bersama Yesus dan Bapa
5.       Hidup dalam roh tidak memakan semua yg bersifat daging, tapi makan FT setiap hari karena dalam roh kita jua perlu dicukupkan kebutuhannya. Disinilah FT akan bekerja melindungi kia dari segala kesulitan dan keresahan hidup.
6.       Dalam kuasaNya yg besar dan FT yg hidup maka Yesus mampu menghidupkan kembali Lazarus dari kubur.
7.       Iman sebiji sesawi tidak hanya diucapkan Yesus tapi dipraktekkanNya dalam membangunkan Lazarus dari kubur.
8.       Hidup dalam daging penuh dg nafsu dan seluruhnya menjadikan kita manusia yang hampa, hidup dalam roh menjadikan kita penuh dalam kuasa Surgawi dan kemampuan kita terus dilatih dalam segala hal.
9.       Kematian Lazarus adalah jalan agar kemuliaan Allah dinyatakan. Diperlukan kematian agar kuasa kemenangan kehidupan nyata kekuatannya mengalahkan kematian. Bahkan Yesus sendiri perlu mengalami kematian agar kuasa kemuliaan-Nya yang menghidupkan dapat menjadi nyata, tidak saja di dalam kebangkitan-Nya, tetapi juga di dalam kebangkitan rohani dan kebangkitan jasmani orang percaya kelak.
10.    Kehadiran Lazarus sebagai sosok yg dicintai Yesus menyebabkan kemuliaan Tuhan dinyatakan.
11.    Kerinduan akan kebaikan Tuhanlah yg menyebabkan Lazarus dapat dibangkitkan.
12.    Kepercayaan yg sungguh dari kerabat dekatNya membuat hatiNya tersentuh dan membaut mukzijat itu menjadi nyata.
13.    Di tengah situasi kedukaan ataupun ancaman, kita dipanggil untuk menerima Yesus sbg Tuhan. Kita dipanggil utk mencari dan menggumuli bgm Tuhan berkarya demi kemuliaan namaNya dalam situasi kita saat ini, dan bagaimana kita bisa merespons karya Tuhan itu dengan tepat dan layak sehingga memampukan karya Ilahi dan Keagungan Tuhan tergenapi dalam hidup kita.
14.    Kemampuan kita menghadirkan Terang dalam hidup menyempurnakan segala kedukaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar