Kebangkitan Jasmani Minggu 6 April 2014
Yeh 37:12-14
12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kpd mereka:
Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur2mu dan
membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke
tanah Israel.13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada
saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari
dalamnya.14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, shg kamu hidup
kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. & kamu akan mengetahui
bahwa Aku, TUHAN, yg mengatakannya dan membuatnya, dmklah firman TUHAN."
Rm 8:8-11
8 Mereka yg hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan
kpd Allah.9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam
Roh, jika mmg Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika org tdk memiliki Roh
Kristus, ia bukan milik Kristus.10 Tetapi jika Kristus ada di dalam
kamu, maka tubuh memang mati krn dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena
kebenaran.11 Dan jika Roh Dia, yg telah membangkitkan Yesus dari
antara org mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yg telah membangkitkan Kristus
Yesus dari antara org mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yg fana itu oleh
Roh-Nya, yg diam di dalam kamu.
Yoh 11:1-45
1 Ada seorg yg sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal
di Betania, kampung Maria & adiknya Marta.2 Maria ialah
perempuan yg pernah meminyaki kaki Tuhan dg minyak mur dan menyekanya dg
rambutnya.3 Dan Lazarus yg sakit itu adalah saudaranya. Kedua
perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi,
sakit."4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata:
"Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyata kan
kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."5
Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.6 Namun
setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di
tempat, di mana Ia berada;7 tetapi sesudah itu Ia berkata kepada
murid2Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea."8
Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini org2
Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?"9
Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang
berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang
dunia ini.10 Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari,
kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."11
Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka:
"Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk
membangunkan dia dari tidurnya."12 Maka kata murid-murid itu
kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh."13
Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka
Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.14 Karena itu Yesus
berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati;15 tetapi
syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu,
supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."16
Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu
murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama
dengan Dia."17 Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus
telah empat hari berbaring di dalam kubur.18 Betania terletak dekat
Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya.19 Di situ banyak orang Yahudi
telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan
kematian saudaranya.20 Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang,
ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.21 Maka kata
Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti
tidak mati.22 Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan
memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."23
Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."24 Kata
Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang
bangkit pada akhir zaman."25 Jawab Yesus: "Akulah
kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia
sudah mati,26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya
kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal
ini?"27 Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa
Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."28
Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik
kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau."29
Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.30
Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di
tempat Marta menjumpai Dia.31 Ketika orang-orang Yahudi yang
bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria
segera bangkit & pergi ke luar, mereka mengikutinya, krn mereka menyangka
bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.32 Setibanya Maria di
tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan
berkata kpdNya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti
tidak mati."33 Ketika Yesus melihat Maria menangis & juga
org2 Yahudi yg datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia
sangat terharu dan berkata:34 "Di manakah dia kamu
baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"35
Maka menangislah Yesus.36 Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah,
betapa kasihNya kepadanya!"37 Tetapi beberapa org di antaranya
berkata: "Ia yg memelekkan mata org buta, tidak sanggupkah Ia bertindak,
sehingga orang ini tidak mati?"38 Maka masygullah pula hati
Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup
dengan batu.39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta,
saudara org yg meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau,
sebab sudah empat hari ia mati."40 Jawab Yesus: "Bukankah
sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan
Allah?"41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus
menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kpdMu, karena
Engkau telah mendengarkan Aku.42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan
Aku, tetapi oleh krn org banyak yg berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku
mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus
Aku."43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan
suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"44 Orang yang
telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan
dan mukanya tertutup dg kain peluh. Kata Yesus kpd mereka: "Bukalah
kain-kain itu dan biarkan ia pergi."45 Banyak di antara org2
Yahudi yg datang melawat Maria dan yg menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat
Yesus, percaya kepada-Nya.
Pembahasan:
Yeh 37:12-14
Melalui Roh Kudus Yehezkiel melihat di dalam penglihatan suatu lembah
penuh tulang. Tulang2 tsb melambangkan "seluruh kaum
Israel" (ayat Yeh 37:11), yaitu
Israel dan Yehuda dalam pembuangan, yg harapannya telah punah ketika tersebar
di antara org asing. Allah memerintahkan Yehezkiel untuk bernubuat kepada tulang2
itu (ayat Yeh 37:4-6). Tulang2
itu kemudian dibangkitkan dalam dua tahap:
2.pemulihan
rohani kepada iman (ayat Yeh 37:9-10).
Penglihatan ini diberikan untuk meyakinkan para buangan bahwa mereka akan
dipulihkan oleh kuasa Allah dan menjadi masyarakat yang hidup di tanah
perjanjian lagi kendatipun keadaan mereka sekarang kelihatanya suram
(ayat Yeh 37:11-14).
Masa di antara kedua tahap ini tidak dijelaskan.Penglihatan
ttg tulang2 yg dibangkitkan akan digenapi pada saat Israel
dipulihkan, bukan hanya secara jasmaniah tetapi juga rohani. Pemulihan ini pada
mulanya digenapi pada zaman Koresy ( Ezr 1:1-11),
tetapi akan digenapi sepenuhnya hanya bila Allah mengumpulkan kembali org
Israel ke negeri mereka pada akhir zaman dan terjadi suatu kebangunan rohani
akbar. Banyak org Yahudi akan percaya dan menerima Yesus Kristus sbg Mesias
mereka sebelum Dia datang kembali untuk mendirikan kerajaan-Nya (bd. Rom
11:15,25-26)
Dg penglihatan ttg tulang2
kering yg menjadi hidup, Tuhan,melalui Yehezkiel,menyatakan kpd Israel ttg
kebangkitan kehidupan nasionalnya yad (ay. 1-14).
Dia melalui tind simbolis berupa penggaban dua papan, memberitahukan terlebih
dahulu penyatuan yad dari 2 kerajaan itu di bawah 1 raja, Daud (ay. 15-28).
Rm 8:8-11 Mereka yang hidup dalam daging tidak dapat berkenan kepada Allah.
Paulus menguraikan dua golongan orang: mereka yg hidup menurut
daging (tabiat berdosa) dan mereka yang hidup menurut Roh.
1. Hidup
"menurut daging" berarti mengingini, menyenangi, memperhatikan, dan
memuaskan keinginan tabiat manusia berdosa. Ini meliputi bukan saja kedursilaan
seksual, perzinaan, kebencian, kepentingan diri sendiri, kemarahan, dan
sebagainya (lih. Gal
5:19-21), tetapi juga percabulan, pornografi, obat bius, kesenangan
mental dan emosional dari adegan seksual dalam sandiwara, buku, TV atau
bioskop, dan sejenisnya
2. Hidup
"menurut Roh" ialah mencari dan tunduk kepada pimpinan dan kemampuan
Roh Kudus dan memusatkan pikiran pada hal-hal dari Allah
3. Mustahil
untuk mengikuti hukum daging dan pimpinan Roh pada saat yang bersamaan (ayat Rom
8:7-8; Gal
5:17-18). Jikalau seorang gagal melawan keinginan dosa dengan pertolongan
Roh dan sebaliknya hidup menurut hukum daging (ayat Rom
8:13), dia menjadi seteru Allah (ayat Rom
8:7; Yak
4:4) dan dapat menantikan kematian rohani yang kekal (ayat Rom
8:13). Mereka yang terutama mengasihi dan memperhatikan hal-hal dari
Allah dalam hidup ini dapat mengharapkan hidup kekal dan hubungan dengan Allah
(ayat Rom
8:10-11,15-16).
Di sini Paulus mengulangi
apa yang sudah diuraikan dalam pasal 1:21-32.
Walaupun mungkin agama mereka bagus, tetapi orang yang tidak lahir baru tidak berkenan kepada Allah. Mungkin
mereka melakukan sesuatu yang baik, tetapi karena hati mereka tidak benar, maka
kelakuan mereka tidak mungkin diterima oleh Tuhan Allah. Hodges mengamati bahwa preposisi yang dipakai
dalam pasal 8:8-11 bukan lagi kata "menurut" tetapi kata dalam. Jadi, dalam pasal 8:8 Paulus menjelaskan keadaan orang yang tidak percaya, dan dalam
pasal 8:9-11 Paulus menjelaskan keadaan semua orang percaya, bukan hanya mereka
yang percaya dan hidup menurut Roh saja, tetapi semua orang percaya,
karena Roh Allah diam di dalam kita semua. Di sini Paulus tidak
menjelaskan mengenai bagaimana orang hidup, apa menurut Roh atau menurut
daging, tetapi dia menjelaskan berkat keberadaan Roh Allah dalam kita semua
yang percaya.
Dia akan Hidup Bebas dari
Maut Rm 8:1-39
Maut
tidak harus menakutkan kita lagi, krn kalau Roh Allah menghidupkan kita, malah
Maut serta segala penderitaan dapat dimengerti sbg alat Allah untuk menjadikan
kita serupa dengan Raja kira yang akan datang. Dalam pasal 8 Paulus mencapai puncak bagian ini, di mana dia menyatakan bahwa
orang yang telah dibenarkan karena iman dapat sungguh hidup. Dia dapat sungguh
hidup bebas dari Murka, bebas dari Dosa, bebas dari Hukum Taurat, dan akhirnya
bebas dari Maut. Sebenarnya masalah Maut ada di latar belakang pasal 5-7.
Nygren
mengamati bahwa dalam pasal 5 diskusi mengenai pembebasan dari Murka melebar menjadi penjelasan
mengenai aiwn/aion
Maut dan aiwn/aion
Hidup. Demikian juga dalam pasal 6 Paulus berkata bahwa "dosa memimpin kamu kepada
kematian" (6:16). Sebagai puncak bagi pasal 7 Paulus berseru, "Siapa akan melepaskan aku dari tubuh maut
ini?" Memang maut melatarbelakangi diskusi Paulus mengenai pembebasan kita
untuk sungguh hidup. Apa yang ada di latar belakang dalam pasal 5-7 muncul sebagai pokok diskusi dalam pasal 8.
Nygren mengingatkan kita bahwa
bagi Rasul Paulus Maut bukan merupakan peristiwa yang mengakhiri hidup kita,
tetapi maut merupakan suatu kuasa yang menguasai aiwn/aion lama secara mutlak,
sejak Kejadian 2:17 ("...pada hari engkau memakannya, pasti engkau mati")
digenapi di Taman Eden.Sama seperti Murka, Dosa, Hukum Taurat, dan Maut telah
menjadi sekutu dalam aiwn/aion
lama, demikian juga ada empat aspek dari pertolongan yang disediakan bagi kita
dalam aiwn/aion
baru.
Ke empat hal yang disebut
di atas,sangat berkaitan erat, dan sulit dipisahkan dalam praktek kehidupan
kita.
Dalam Roma 1:18-32 Paulus menguraikan wujud murka Allah yang melawan dosa manusia.
Dalam nats itu dia tidak menjelaskan apakah murka tsb melawan orang yg tidak
percaya saja,/ juga org percaya yg berdosa. Tetapi pasal 7 membicarakan pengalaman Paulus sendiri dalam murka Allah pada
waktu dulu sebelum dia hidup menurut Roh Allah. Org percaya yang berdosa juga
dapat kena murka Allah dalam hidup ini, dan Paulus menceriterakan frustrasi
yang dia sendiri alami. Murka tersebut merupakan semacan hukuman atas dosa yang
dialami pada zaman ini. Dosa yang
dimaksudkan adalah dosa orang yang tidak percaya dan juga dosa orang percaya. Orang percaya akan
tetap menggumuli hukuman tersebut selama mereka hanya melawan dosa dengan akal
budi mereka, seperti apa yang dikatakan Paulus sebagai ringkasan pasal 7 dalam 7:25b,
"Maka aku sendiri, dari segi akal budiku, aku melayani hukum Allah, tetapi
dari segi daging, aku melayani hukum dosa."
Kemenangan yang disyukuri
dalam 7:25a
adalah suatu kemenangan yang tidak dapat diperoleh hanya dengan akal budi orang
percaya. Kemenangan tersebut disediakan bagi kita melalui Roh Allah. Kemenangan
itu diceriterakan dalam Roma 8.
Ternyata istilah "roh" atau "Roh" hanya dipakai sekali
dalam pasal 7446,
sedangkan dalam pasal 8 istilah itu dipakai sembilan kali. Pengamatan ini menguatkan
pengertian ini, bahwa pasal 7 membicarakan pergumulan orang percaya melawan dosa mereka, tanpa
pertolongan dari Roh Kudus, sedangkan pasal 8 menceriterakan kemenangan atas dosa dengan pertolongan Roh Kudus
Yoh 11:1-45
Kisah ini mencakup narasi
ttg keadaan sakit, mati dan bangkitnya sahabat Yesus dan tanggapan resmi
Yudaisme thdp mukjizat tsb. Kisah tsb diakhiri dg cat ttg perhatian umum yg
meningkat thdp Oknum yg telah menggemparkan bangsa itu. Oknum yg telah
membuktikan bahwa diriNya adalah Terang dunia dg memberikan penglihatan kpd
orang buta, kini menunjukkan bahwa diriNya adalah Hidup manusia, yaitu Oknum yg
mengalahkan maut. Dalam pasal ini diceritakan ttg mujizat yg sangat
mencengangkan yg dibuat Kristus tidak lama sebelum kematianNya, yaitu
membangkitkan Lazarus yg telah mati. Kisah ini hanya dicatat oleh Yohanes,
sebab ketiga penginjil lain lebih mengutamakan perbuatan2 yg dilakukan
Kristus di Galilea, kediamanNya yg utama, dan hampir tidak pernah mencatat
kejadian di Yerusalem kecuali sejak minggu permulaan penderitaan Kristus.
Berlainan dg mereka, cat Yohanes lebih berkisar ttg peristiwa2 di
Yerusalem, shg perikop ini bisa kita dapati dalam tulisannya. Beberapa org
berpendapat bahwa sewaktu ketiga penginjil lain menuliskan buku mereka, Lazarus
masih hidup, dan ini mungkin dapat membahayakan keselamatan nyawanya atau
bertentangan dg sifat kerendahan hatinya. Krn itu kejadian tsb baru dapat
dicatat setelah ia meninggal. Mujizat ini dicatat secara panjang lebar melebihi
mujizat2 Kristus lainnya, bukan hanya karena keadaan saat itu yg
begitu menguntungkan untuk dipakai mengajari orang,/ krn mujizat itu sendiri
merup bukti yg kuat bagi amanat yg diemban Kristus, melainkan krn hal itu
merupakan tanda yg melambangkan bukti terkuat dari semua bukti yg ada
sebelumnya, yaitu kebangkitan Kristus sendiri. Di sini tdpt:
I. Kabar yang dikirimkan kepada Tuhan Yesus kita
mengenai Lazarus yg sedang sakit, dan sambutan-Nya thdp kabar tsb (ay. 1-16).
II. Kunjungan-Nya kpd saudara2 Lazarus
sth Ia mendengar kabar ttg kematiannya, dan sambutan mereka thdp kunjungan-Nya
itu (ay. 17-32).
Terang di tengah kedukaan
Lazarus sakit keras! Tidak lama kemudian ia mati (ayat 14). Kalau saya berandai-andai jadi org yg sangat mengasihi Lazarus dan menerima kabar demikian, niscaya saya berangkat saat itu juga. Entah krn kasih, kewajiban keluarga / sosial,/ alasan lainnya, kita terbiasa merespons situasi seperti ini dg sikap menggebu dan emosional. Sebaliknya bacaan ini mengajak kita memperhatikan para tokoh yg akan mengambil peran penting dalam pasal 11-12. Selain itu juga untuk merenungkan respons Maria dan Marta serta para murid thdp situasi di seputar Lazarus, serta mengontraskannya dg tindakan Yesus. Maria dan Marta berespons dg mengirim kabar agar Yesus segera datang (ayat 3). Respons para murid beragam, ada yg tidak paham (ayat 12), ada yg mengingatkan ancaman orang Yahudi (ayat 8), ada juga yang mencoba bersikap berani walau naif (ayat 16). Semua respons ini didasarkan pada refleksi atau pemahaman pribadi. Namun Yesus menunggu dua hari sebelum Ia berangkat ke Yudea, justru ketika Ia diperingatkan ttg ancaman para pemimpin Yahudi (="org Yahudi"). Mengapa Yesus memutuskan demikian? Dasar tindakan Yesus terekspresikan dalam nas ini: semua ini terjadi supaya sang Anak Allah, sang Terang yg turun ke dunia itu, dimuliakan (ayat 4, 13-15), dan karena masa pelayanan-Nya terbatas (ayat 9-10). Kisah ini belum berakhir. Pesan nas ini bagi kita pun belum lengkap. Di sini kita baru diajak untuk belajar membedakan respons yg didasari oleh penilaian diri sendiri dan respons yg didasari oleh penerimaan atas Yesus sbg sang Terang (lih. 1:9-12), yg datang untuk mewujudkan kehendak Allah. Bahkan di tengah situasi kedukaan ataupun ancaman, kita dipanggil untuk menerima Yesus sbg Tuhan atas situasi kedukaan itu. Kita dipanggil utk mencari dan menggumuli bgm Tuhan berkarya demi kemuliaan namaNya dalam situasi kita saat ini, dan bagaimana kita bisa merespons karya Tuhan itu dengan tepat dan layak.
Lazarus sakit keras! Tidak lama kemudian ia mati (ayat 14). Kalau saya berandai-andai jadi org yg sangat mengasihi Lazarus dan menerima kabar demikian, niscaya saya berangkat saat itu juga. Entah krn kasih, kewajiban keluarga / sosial,/ alasan lainnya, kita terbiasa merespons situasi seperti ini dg sikap menggebu dan emosional. Sebaliknya bacaan ini mengajak kita memperhatikan para tokoh yg akan mengambil peran penting dalam pasal 11-12. Selain itu juga untuk merenungkan respons Maria dan Marta serta para murid thdp situasi di seputar Lazarus, serta mengontraskannya dg tindakan Yesus. Maria dan Marta berespons dg mengirim kabar agar Yesus segera datang (ayat 3). Respons para murid beragam, ada yg tidak paham (ayat 12), ada yg mengingatkan ancaman orang Yahudi (ayat 8), ada juga yang mencoba bersikap berani walau naif (ayat 16). Semua respons ini didasarkan pada refleksi atau pemahaman pribadi. Namun Yesus menunggu dua hari sebelum Ia berangkat ke Yudea, justru ketika Ia diperingatkan ttg ancaman para pemimpin Yahudi (="org Yahudi"). Mengapa Yesus memutuskan demikian? Dasar tindakan Yesus terekspresikan dalam nas ini: semua ini terjadi supaya sang Anak Allah, sang Terang yg turun ke dunia itu, dimuliakan (ayat 4, 13-15), dan karena masa pelayanan-Nya terbatas (ayat 9-10). Kisah ini belum berakhir. Pesan nas ini bagi kita pun belum lengkap. Di sini kita baru diajak untuk belajar membedakan respons yg didasari oleh penilaian diri sendiri dan respons yg didasari oleh penerimaan atas Yesus sbg sang Terang (lih. 1:9-12), yg datang untuk mewujudkan kehendak Allah. Bahkan di tengah situasi kedukaan ataupun ancaman, kita dipanggil untuk menerima Yesus sbg Tuhan atas situasi kedukaan itu. Kita dipanggil utk mencari dan menggumuli bgm Tuhan berkarya demi kemuliaan namaNya dalam situasi kita saat ini, dan bagaimana kita bisa merespons karya Tuhan itu dengan tepat dan layak.
Dari ke tiga bacaan kami
belajar:
1. Sikap kita dalam memohon pada Tuhan tdk memaksa dan
mendikte apa kehendak kita, tapi kehendak Tuhanlah yg jadi.
2. Kekuatan Yesus dalam menghidupkan org yg telah
meninggal menunjukkan kekuasaannya dalam hal maut, pasti semua yg telah
meninggal dpt diselamatkanNya, tanpa ragu.
3. Nubuatan Yehezkiel sejak dahulu pun telah
menunjukkan pada tulang yg dapat dihidupkan kembali oleh Terang.
4. Ada dua pilihan kita hidup di dunia, menurut Roh /
daging, bila daging yg kita utamakan masuklah ke neraka, sedang roh akan
memasuki kerajaan kekal bersama Yesus dan Bapa
5. Hidup dalam roh tidak memakan semua yg bersifat
daging, tapi makan FT setiap hari karena dalam roh kita jua perlu dicukupkan
kebutuhannya. Disinilah FT akan bekerja melindungi kia dari segala kesulitan
dan keresahan hidup.
6. Dalam kuasaNya yg besar dan FT yg hidup maka Yesus
mampu menghidupkan kembali Lazarus dari kubur.
7. Iman sebiji sesawi tidak hanya diucapkan Yesus tapi
dipraktekkanNya dalam membangunkan Lazarus dari kubur.
8. Hidup dalam daging penuh dg nafsu dan seluruhnya
menjadikan kita manusia yang hampa, hidup dalam roh menjadikan kita penuh dalam
kuasa Surgawi dan kemampuan kita terus dilatih dalam segala hal.
9. Kematian
Lazarus adalah jalan agar kemuliaan Allah dinyatakan. Diperlukan kematian agar
kuasa kemenangan kehidupan nyata kekuatannya mengalahkan kematian. Bahkan Yesus
sendiri perlu mengalami kematian agar kuasa kemuliaan-Nya yang menghidupkan
dapat menjadi nyata, tidak saja di dalam kebangkitan-Nya, tetapi juga di dalam
kebangkitan rohani dan kebangkitan jasmani orang percaya kelak.
10. Kehadiran
Lazarus sebagai sosok yg dicintai Yesus menyebabkan kemuliaan Tuhan dinyatakan.
11. Kerinduan akan kebaikan Tuhanlah yg menyebabkan
Lazarus dapat dibangkitkan.
12. Kepercayaan yg sungguh dari kerabat dekatNya membuat
hatiNya tersentuh dan membaut mukzijat itu menjadi nyata.
13. Di
tengah situasi kedukaan ataupun ancaman, kita dipanggil untuk menerima Yesus
sbg Tuhan. Kita dipanggil utk mencari dan menggumuli bgm Tuhan berkarya demi
kemuliaan namaNya dalam situasi kita saat ini, dan bagaimana kita bisa
merespons karya Tuhan itu dengan tepat dan layak sehingga memampukan karya
Ilahi dan Keagungan Tuhan tergenapi dalam hidup kita.
14. Kemampuan
kita menghadirkan Terang dalam hidup menyempurnakan segala kedukaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar