Sabtu, 11 April 2015

Janji Yang Diperbaharui           Minggu, 22 Maret 2015
Yer 31:31-34
31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 34  Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."
Ibr 5:7-9
7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,
Yoh 12:20-33
20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."22  Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayanKu akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.27 Sekarang jiwaKu terharu dan apakah yg akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!"29 Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: "Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia."30 Jawab Yesus: "Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu.31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
Pembahasan:
Yer 31:31-34 Pulihkan batin
Yeremia meyakinkan para buangan Yahudi yg menghadapi masa depan yg rupanya tanpa harapan bahwa umat pilihan Allah tidak akan musnah; suatu sisa akan tetap ada dan melalui mereka Allah akan melaksanakan kehendak-Nya bagi dunia. Pasal ini berhubung dengan pengembalian Israel secara umum (ayat Yer 31:2-22) dan Yehuda secara khusus (ayat Yer 31:23-26) ke negeri perjanjian. Umat Allah akan sekali lagi hidup bersama di bawah berkat Allah (ayat Yer 31:27-30). Setelah meyakinkan mereka, Yeremia menyatakan bahwa Allah akan mengadakan suatu perjanjian baru yg lebih baik dg umat-Nya yg akan mencakup kuasa rohani untuk menaati perintah2Nya. Isi perjanjian yg lama tetap dipertahankan, yaitu ketaatan manusia kepada hukum Tuhan dan kehadiran Allah yang menjamin kedamaian dan kesejahteraan jasmani, Yeh 36:29-30. Cita-cita itu terungkap dalam rumus perjanjian ini: Aku menjadi Allah mereka dan mereka menjadi umatKu, Yer 33; 7:23; 11:4; 30:22; 31:1; 32:38; Yeh 11:20; 36:28; 37:27; Zak 8:8; bdk Ul 7:6. Tetapi perjanjian yang baru itu benar-benar baru dalam tiga hal ini:
1. Prakarsa Allah untuk mengampuni dosa umat, Yer 34; Yeh 36:25; 29; Maz 51:3-4; 2.
2. Pertanggunganjawab dan
3. Pembalasan perorangan, Yer 29; bdk Yeh 14:12; Yeh 14:3.
Perjanjian yg baru dan abadi itu kembali diberitakan oleh nabi Yehezkiel, Yer 36:25-28 dan oleh kitab Deutero Yesaya, Yes 55:3; 59:21; 61:8; bdk Bar 2:35, dan sudah mulai dihayati oleh pencipta Mzm 51. Apa yang baru dari perjanjian yg Tuhan akan adakan kepada Israel, yg akan menggantikan perjanjian Sinai yg telah umat Tuhan langgar? Isinya masih sama: "Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku" (Yer 31:33b). Inilah benih hidup baru yg Tuhan taruh dalam hati setiap org yg bertobat.  Mereka bukan lagi sbg bangsa yg hina di hadapan bangsa2 lain sebab Tuhan yg Benar dan Adil kembali bersemayam di tengah2 mereka (23-24). Mereka yg lahir di tanah pembuangan mengenal Allah sbg Allah yg adil sebab mereka tidak lagi menanggung dosa nenek moyangnya dg hidup sbg tawanan di negara asing. Mengapa Allah melakukan semua itu? Pertama, Allah mengasihi mereka dengan kasih-Nya yang kekal (Yer 31:20). Kedua, Yehuda sendiri sudah bertobat. Mereka mengakui dan menerima penderitaan mereka sebagai hajaran Allah karena pemberontakan mereka terhadap Allah (Yer 31:18). Pertobatan yang demikian terjadi karena Allah yang memanggil umat-Nya dan memberikan penyataanNya. Anugerah Allah tidak hanya membawa mereka kepada pertobatan namun juga memampukan mereka untuk hidup menjadi umat Allah sebab Allah akan menaruh firman-Nya dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hatinya (Yer31:31-34). Itulah perjanjian yang baru. Allah melakukan transformasi hati manusia yang merupakan pusat kehendaknya. Karena itu mereka dapat mengenal Allah secara pribadi, dosanya diampuni dan dapat meresponi Allah dengan hati yang murni.
Ibr 5:7-9 Pokok Keselamatan bagi umatNya
Tekanan pada kemanusiaan Imam Besar waktu hidupNya sbg manusia (harafiah: dalam daging, Ibr 5:7). Untuk dapat mewakili manusia perlulah Ia menjadi = mereka; untuk dapat merasa kasihan thdp kemalangan manusia perlulah Ia sendiri ikut serta di dalamnya, bdk Ibr 2:17-18; 4:15. Adapun "kedagingan" itu, Rom 7:5, terjadi pada Yesus selama seluruh hidupNya, dalam kelemahanNya, Ibr 5:2, dan teristimewa waktu mengalami ketakutan di hadapan kematian dan menjalani kematian itu sendiri kala di taman Getsemani (Mat 26:36)hingga peluhNya menjadi darah.Di sini pengalaman Kristus sbg manusia dilukiskan,yakni pengalaman ttg belajar dan ttg keterbatasan. Perendahan diri ini (Flp 2:7) dirasakan saat Dia belajar untuk taat seperti halnya manusia yg lain. Melalui pengalaman ini Dia dilengkapi. Ini merup saat Dia hidup di dalam daging. Dalam Ibr 5:7, 8 menunjukkan masa penderitaanNya. Nas ini melukiskan penderitaan dg memakai istilah doa, permohonan, ratap tangis dan keluhan. Musuh yang dihadapi-Nya adalah maut: baik secara jasmani maupun, karena kedudukan-Nya selaku pemikul dosa, secara rohani, sebab ketika itu Dia menanggung seluruh murka Allah yg seharusnya diterima oleh org2 berdosa. Permohonan-Nya akan kelepasan dikabulkan sepenuhnya melalui Kebangkitan bersamaan dg pemberitaan bahwa maut telah dikalahkan. Melalui pengalaman ini Kristus mengenal ketaatan karena Ia tidak mungkin mengenalnya melalui cara yg lain. Scr harfiah, Dia telah belajar dari hal-hal yg diderita Nya (Ibr 5:8). Setelah memenuhi syarat secara sempurna untuk menduduki jabatan selaku imam besar. Kristus menyediakan keselamatan yang abadi (Ibr 5:9), yg aspek2 abadinya dihubungkan dg imamat Melkisedek. Berbeda dengan Harun, Melkisedek merupakan imam Allah yang abadi, sebuah pokok yang dibahas secara lengkap di pasal 7.
Yoh 12:20-33 Saat Yesus tiba utk Dimuliakan
Susunan ini tidak sembarangan. Namun kisah ini mengenai permohonan beberapa org Yunani menyatakan bahwa memang "seluruh dunia mengikuti Dia", sementara hanya diwaklili oleh beberapa orang Yunani.Tampaknya tidak ada kaitan antara permohonan mereka dan tanggapan Yesus. BagiNya, org2 Yunani itu melambangkan seluruh dunia yg harus dijangkau dg berita kematian dan kenaikan-Nya. Pokok2 yg diungkapkan dalam Yoh 12:1-50 ialah: pengurapan Yesus oleh Maria di Betania (Yoh 12:1-11); memasuki Yerusalem (Yoh 12:12-19); kedatangan org2 Yunani (Yoh 12:20-26); kesadaran Yesus akan penderitaanNya yg makin dekat (Yoh 12:27-36); ketidakpercayaan org2 dan para pemimpin mereka (Yoh 12:37-43); undangan terakhir Yesus kpd umum untuk beriman (Yoh 12:44-50). Hanya Yohanes yg menyebutkan kehadiran Lazarus. Kita lupa bahwa spt yg disampaikan dalam Injil ini, pemuliaan Yesus terjadi melalui penderitaan. Sayang sekali banyak pengikut Yesus yg hanya membiarkan Yesus menderita bagi mereka dan beranggapan bahwa mereka tidak lagi perlu ikut menderita. Dalam nas ini, khususnya di Yoh 12:24-25, Yesus berfirman dg jelas, bukan hanya ttg diri-Nya, tetapi juga ttg para pengikutNya. Tentu saja hal ini tidak berarti kita dipanggil untuk menjadi masokis2 Kristen, yaitu org yg mencari-cari penderitaan sbg kenikmatan. Petugas pemadam kebakaran tidak jarang berhasil dalam tugasnya, namun tidak sedikit yg mengorbankan nyawanya sendiri demi orang lain. Sambutan org banyak yg luar biasa thdp Yesus, membuat beberapa org Yunani yg menuju Yerusalem ingin bertemu Dia (Yoh 12: 20-22). Mengapa? Karena mereka telah mendengar bahwa Yesus membangkitkan Lazarus. Dia membicarakan ttg diri-Nya sbg Anak Manusia yg telah ditentukan jalan hidup-Nya untuk mati bagi org banyak. Ia berbicara ttg kemuliaan yang akan diterima-Nya dari Allah saat Ia mengurbankan diriNya sendiri bagi org banyak itu. Yesus memakai ilustrasi satu biji yg harus mati spy menghasilkan banyak buah. Dampak kematian-Nya yg menghidupkan banyak orang akan digenapi saat Ia mengurbankan diri-Nya di kayu salib. Sambutan atas Yesus tidak saja datang dari orang Yahudi, tetapi juga dari bangsa kafir. Mereka dikenal sbg orang yg takut akan Allah, mengikuti perayaan meski tidak diizinkan beribadah dalam bait Allah. Rupanya org2 Yunani yg ingin mencari Yesus ini termasuk golongan tsb. Kejadian ini adalah bagian dari rentetan kejadian yang menunjuk pada diri dan karya Yesus yg menyatakan Allah dan menggenapi rencanaNya. Yesus menghubungkan peristiwa kedatangan org Yunani itu dg penggenapan saat-Nya untuk dimuliakan (ayat 23). Tetapi, Yesus menegaskan bahwa di dalam kematian-Nyalah kemuliaan Allah dalam diri-Nya akan dinyatakan. Suatu pernyataan yang aneh, namun kini kita pahami bahwa kematian-Nya adalah cara Yesus menyatakan kasih Allah dan mewujudkan keselamatan dari Allah bagi umat-Nya. Pernyataan-Nya ini serasi dg pernyataan dan tindakan Yesus lainnya bahwa kuasa dan kemuliaan diwujudkan di dalam diri-Nya melalui kelemahan dan perendahan diri. Hal ini bukan saja menjadi prinsip Yesus, tetapi juga prinsip hidup semua orang yg ingin mengikutNya. Hanya bila kita bersedia mati thdp diri dan keinginan hidup kita yg berdosa, kita dapat memiliki hidup yang berhasil di pemandangan Allah (Yoh 12:25-26). Istilah2 yang Yesus pakai di sini menunjukkan bentuk penyangkalan diri yang drastis dan radikal. Memampukan Yesus untuk menyentuh seluruh bangsa.
Dari ke tiga bacaan kami belajar bahwa:
1.       Yesus (biji/ Anak Domba yg murni) harus disalibkan untuk menebus seluruh org percaya (diluar Yesus tdk masuk surga) di seluruh dunia.
2.       Anugerah Allah tidak hanya membawa mereka kpd pertobatan namun juga memampukan mereka utk hidup menjadi umat Allah krn Allah akan menaruh firman-Nya dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hatinya (Yer 31:31- 34).
3.       Puncak pergumulanNya di Getsemani menunjukkan betapa ngerinya kematian yang akan ditanggung-Nya di kayu salib bagi dosa manusia. Ia "merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati" (Flp 2:8). Inilah keagungan Iman Besar kita! Yesus melebihi imam Harun dan Lewi, sebab Ia tidak pernah menyimpang dari kehendak Allah (Ibr 4:15, Ibr 5:8). Ia melebihi semua, karena melalui-Nya manusia diperdamaikan dg Allah.
4.       Kemanusiaan Yesus membuat Ia dapat mengerti keadaan, penderitaan, dan kelemahan kita; Ia terlebih dahulu menerima penghinaan dan mengalami penderitaan yg jauh melampaui apa yg kita alami; sehingga ketika Ia berperan sebagai Imam, peranNya menjadi sempurna.
5.       Yesus menegaskan bahwa di dalam kematian-Nyalah kemuliaan Allah dalam diri-Nya akan dinyatakan. Sesuatu yang aneh bahwa kematian-Nya adalah cara Yesus menyatakan kasih Allah dan mewujudkan keselamatan dari Allah bagi umat pilihanNya (hanya yang percaya pada Yesus aja di selamatkan Yoh 14:6).
6.       Kenapa org2 Yunani itu datang kepada Filipus,krn ‘Filipus’ adalah nama Yunani. Filipus ragu apa yg harus diperbuat, apakah Yesus mau berbicara dg org2 Yunani itu. Karena ia ingat Mat 15:24 “Aku diutus hanya kpd domba2 yg hilang dari umat Israel”. Dan pada waktu itu murid2 hanya diutus untuk memberitakan Injil, kepada orang Israel saja (atas pesanNya). Karena itu Filipus pergi kepada Andreas dan Andreas langsung membawa mereka kepada Yesus.
7.       Dengan menghadapi penderitaan (didera, dipukuli, dicambuk dan hukuman lain), Yesus diam, tidak ada bahasan dalam Kitab Suci bahwa Yesus mengeluh, seluruh bacaan menyatakan bahwa hanya kata2 yang berguna dan berkhasiat untuk menebus sajalah yang keluar dari mulut Yesus. Artinya Yesus tdk pernah ngedumel (tanda org tdk setia dan percaya pada PenciptaNya), setia sampai akhir, menebus kita umat pilihanNya.
8.       Selayaknya lah kita mengucap syukur untuk semua pengorbanan Yesus di kayu salib, saat Dia mengatakan Yoh 12:24, Yesus ingin menyatakan saatNya tiba utk disalibkan, dg dipermuliakan oleh bapaNya di Yoh 12:28. Tiada pengorbanan yg sia2 atas darah Yesus yg mahal sbg Anak Allah yg turun dari surga utk manusia yg hina penuh dosa ini hingga kita terbebas dari belenggu dosa (yg selalu mengintimidasi dan menyeret kita ke arah neraka/maut). Krn Yoh 3:16.

9.       Hanya anugrah dan kasih karunia Tuhan sajalah kita bisa menyebut Yesus (Rom 5:5) adalah penebus dan juru Slamat kita, menuruti Perintah Tuhan (1 Yoh 2:3).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar