Sabtu, 11 April 2015

                 Taat Perintah Bapa                     Minggu, 29 Maret 2015
Yes 50:4-7
4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.5 Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.6 Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.7 Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Flp 2:6-11
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Mrk 15:1-39
1 Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.2 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."3 Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia.4 Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!"5 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran.6 Telah menjadi kebiasaan untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu menurut permintaan orang banyak.7 Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan.8 Maka datanglah orang banyak dan meminta supaya sekarang kebiasaan itu diikuti juga.9 Pilatus menjawab mereka dan bertanya: "Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini?"10 Ia memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena dengki.11 Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka.12 Pilatus sekali lagi menjawab dan bertanya kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?"13 Maka mereka berteriak lagi, katanya: "Salibkanlah Dia!"14 Lalu Pilatus berkata kepada mereka: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Salibkanlah Dia!"15 Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.16 Kemudian serdadu-serdadu membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dan memanggil seluruh pasukan berkumpul.17 Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya.18 Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya: "Salam, hai raja orang Yahudi!"19 Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya.20 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan.21 Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.22 Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak.23 Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Ia menolaknya.24 Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing.25 Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan.26 Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang di situ: "Raja orang Yahudi".27 Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya.28 (Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.")29 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari,30 turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!"31 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!32 Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya." Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga.33 Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?," yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?35 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia."36 Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: "Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia."37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.38 Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.39 Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"
Pembahasan:
Yes 50:4-7 Hamba yang taat
Pasal ini ditulis selama tahun2 akhir hidup Yesaya. Allah menyatakan nubuat ini spy memberikan pengharapan dan penghiburan kepada umat-Nya selama mereka tertawan di Babel 150 tahun sesudah zaman Yesaya (Yes 39:5-8); penuh dg penyataan nubuat mengenai Mesias yad dan kerajaanNya di bumi kelak. Beberapa peristiwa yg dinubuatkan digenapi berhubungan dg tertawannya Yehuda oleh Babel dan pemulihannya. Banyak nubuat lain lebih khusus berhubungan dg datangnya Yesus ke bumi, dan yg lain lagi masih menunggu penggenapan. Secara umum, pasal Yes 40:1-48:22 menekankan pelepasan, pasal Yes 49:1-57:21 penebusan, dan Yes 58:1-66:24 kemuliaan. Berisi banyak nubuat ttg "Hamba Tuhan" yg akhirnya adalah Yesus. PelayananNya membawa pendamaian bagi dosa, keselamatan bagi bangsa pilihan, pemulihan Israel, dan hukuman atas org fasik. Yesaya 50:4-6  memaparkan identitas Sang Hamba. Demi melaksanakan panggilan-Nya, Ia menundukkan diri menjadi murid Tuhan. "Lidah" dapat berarti "bahasa"/"kemampuan berbicara" (Yes 50:4). Dikaruniai "lidah seorang murid" berarti "diajar untuk mengatakan apa yg didengar dari Tuhan". Dg dmk memberi semangat baru kpd org yg letih lesu. Namun maknanya ternyata lebih dalam lagi. Kata2 Sang Hamba harus jua menegaskan dan menggarisbawahi kata2 Tuhan yg mengampuni dan menyelamatkan. Itu yg Tuhan harapkan dari hambaNya. Sebab itu setiap pagi Tuhan membukakan dan menajamkan pendengaranNya. Segenap kehidupan Sang Hamba harus diserahkan utk meneruskan firman Tuhan yg Ia dengar. Berserah berarti tetap taat dan setia meski org lain menolak pemberitaanNya (Yes 50:6). Tuhan sendirilah yg akan menjadi pembela Sang Hamba (Yes 50: 79).Kalau Sang Hamba saja memiliki gambaran demikian apalagi kita. Jangan biarkan "lidah" kita menjadi "lidah yg tak bertulang", yg tidak bisa kita kontrol. Sebaliknya berusahalah dg segenap daya menjadikan lidah kita sbg "lidah seorang murid". Artinya lidah seorang yg sudah diajar, yaitu yg dikendalikan shg bermanfaat. Banyak pelayan Tuhan yg kegunaannya menjadi sangat berkurang krn lidah yg tidak dikekang. Entah krn kata2 yg sembarangan / kuasa rohani yg bocor melalui percakapan yg sembrono (Pkh 5:2). Mungkin juga krn kata-kata digunakan bukan untuk memberitakan kebenaran melainkan untuk menyenangkan pendengaran orang lain. Maka banyaklah penyesatan, yg kelak harus dipertgjwkan di hadapan Tuhan (Mat 12:36-37). Salah satu ukuran kedewasaan atau kematangan rohani seseorang adalah apa yg dikeluarkan dari mulutnya. Murid Tuhan yg dewasa pastilah berkata-kata sekualitas kata-kata Tuhannya. Kini, kita disuguhi teguran Allah kpd Israel yg tidak mau kembali dan taat kepada-Nya (Yes 50:1-3) dan perjuangan serta ketaatan si hamba Allah dalam menjalankan panggilan Tuhan (Yes 50:4-11). Ayat 4-9 merupakan Nyanyian Hamba yg ketiga. Allah menegur Israel yg mengeluh dan mempersalahkan Allah atas penderitaan mereka di pembuangan. Hukuman Allah atas mereka terjadi krn mereka tidak mau taat kepada-Nya sbg hamba Allah yg diutus untuk melaksanakan kehendak-Nya. Mereka adalah hamba Allah yg gagal. Kontras sekali dengan hamba yang dinyanyikan dalam Nyanyian Hamba ketiga ini. Di sini, hamba Allah rela menjadi murid yang taat kepada Allah. Setiap hari ia duduk di bangku sekolah milik Allah untuk berguru pada-Nya. Telinganya disendengkan untuk mendengar segala pengajaran-Nya. Lidahnya tidak putus-putus memperkatakan firman Allah agar dapat menguatkan hati yg lemah dan semangat yg pudar (Yes 50:4-5). Bahkan saat org2 yg dilayaninya menolak dan menghinanya ia tetap setia menjalankan tugas kehambaannya sebab ia yakin Allah ada di pihaknya dan akan membela serta membuktikan kebenarannya (Yes50:7-9). Allah menyatakan: "Inilah hambaKu yg berhasil" (Yes 50:10-11).Yesus adalah Hamba Allah yg berhasil. Walau ditolak bahkan dibunuh, Ia tetap setia menjalakan misiNya menyelamatkan manusia(umat pilihanNya). Pelayanan-Nya berdampak kpd transformasi hidup org yg dilayaniNya. Anda dan saya adalah buah2 pelayananNya. Kita hamba2 Allah yg dipanggil untuk menyaksikan karya Kristus itu kpd semua org. Mari meneladani Yesus dg taat kpd Allah & tidak gentar menghadapi tekanan dunia ini. Allah akan memelihara dan membela kita.
Flp 2:6-11 Teladan Kristus. 
Ini sebuah madah (Hymne Kristologi) yg sudah tersedia & Paulus tinggal memungutnya. Berisi hakekat & keberadaan Yesus yg sesungguhnya. Menurut mereka, teks itu menyaksikan bahwa sesungguhnya Yesus adalah Allah Sejati & Manusia Sejati. Masing2 menonjolkan sebuah tahap tersendiri dalam misteri Kristus: kealfaan ilahinya, perendahanNya dalam inkarnasi; perendahanNya lebih jauh lagi dalam kematian; pemuliaan sorgawiNya; pemujaanNya oleh dunia semesta; gelar Kristus historis, yg adalah Allah dan manusia dalam persatuan pribadi yg tidak pernah (Paulus) pisah2kan, meskipun membedakan beberapa tahap dalam beradanya Kristus. Ialah sifat2 hakiki yg di luar menyatakan zat: Oleh karena adalah Allah, Yesus mempunyai hak atas semua sifatNya Allah. Kesetaraan dg Allah itu oleh Kristus tidak dianggap sbg "rampasan" (yg perlu dipertahankan / lebih tepat: perlu direbut). Kesetaraan itu tidak mengenai zat atau hakikat (sebab sudah diandaikan oleh "rupa Allah") yg tidak dapat ditinggalkan, tetapi mengenai kesetaraan kehormatan, hakikat yg menyatakan dirinya di luar dan diakui. Kristus dapat mempertahankan dan menuntut kehormatan itu juga dalam keadaanNya sbg manusia. Namun Ia tidak berbuat demikian. Org berpikir kpd sikap terbalik yg diambil Adam, Kej 3:5,22. Org Kristiani hendaknya mengutamakan org lain, sehati, sepikir dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan (Flp2:1-4). Paulus ingin org percaya di Filipi berbeda dari org yg tidak percaya pada Yesus, yg hanya mementingkan diri sendiri. Di dalam Yesus, egoisme, individualisme tidak mendapat tempat. Sebaliknya di dalam Yesus org percaya akan rela untuk saling menasehati, menghiburkan, bersekutu dlm Roh, mengobarkan kasih mesra dan belas kasihan. Hidup Yesus memberdayakan jemaat. Jemaat ada, org percaya beroleh iman & jatidirinya disebabkan akan ketaatan Yesus spt yg nyata di dalam inkarnasi, kematian & kebangkitanNya. Pengosongan diriNya itu telah memungkinkan terwujudnya keselamatan (Flp2:5-10).Hendaknya itu memberdayakan umat Kristiani memiliki prinsip hidup yg sama scr nyata. Hidup Kristus berkuasa mengubah kita yg beriman kpdNya untuk menolak pementingan diri sendiri, demi untuk menyukakan hati Allah Bapa. Sth berbicara ttg kesatuan tubuh Kristus, Paulus menutup dg mengacu kpd teladan Kristus. Teladan Kristuslah yg menjadi acuan untuk kesatuan tsb, yakni pengosongan diri-Nya. Mari kita bayangkan konsekuensi Yesus yg harus ditanggung ketika Ia jadi manusia. Ia mengosongkan diri. Mengapa ? Semasa pelayananNya selama 3,5 tahun di bumi, meskipun Ia adalah Allah yg sejati, tidak menganggap kesetaraan dg Allah itu sbg milik yg harus dipertahankan (Flp2:6), menjadi manusia, bahkan dalam rupa seorg hamba. Dia sbg Allah yg tidak terbatas harus dilahirkan sbg seorg manusia yg sangat terbatas, bahkan menjadi bayi kecil lahir di kandang hina. Contoh pengosongan diri, ketika org dewasa berusaha berkomunikasi dg anak kecil, ia harus 'mengosongkan diri', berbicara dalam bahasa mereka, menanggalkan segala 'kemuliaan dan kebesaran' diri sbg org yg 'di atas'. Ini gambaran pengosongan diri Kristus: Pencipta yg masuk ke dunia dan membatasi diri dg menjadi manusia ciptaan. Bukan hanya itu, Ia melangkah menjadi hamba dan mati menanggung penderitaan dan aib tak terperi. Inilah cara Allah membawa umat pilihanNya masuk dalam kepenuhanNya melalui penyangkalan dan pengorbananNya agar org percaya mendapatkan berkat dan anugerah Tuhan. Prinsip yg sama berlaku pula bagi warga gereja. Yesus bayar harga yg termahal yg dapat dilakukan dg menyerahkan nyawaNya di atas kayu salib menjadi tebusan bagi jiwa (khusus)org percaya.
Mrk 15:1-39 Tidak Klarifikasi Pelajaran yg Berharga (diam)
Kisah ttg kesengsaraan dan kematian Kristus yg diceritakan oleh Markus dapat dibagi sbb: rangkaian peristiwa di sekitar perjamuan terakhir (Mrk14:12-25): perjalanan ke Getsemani (Mrk14:26-42); penangkapan (Mrk 14:43-52); pengadilan2 (Mrk14:53-15:15), penyaliban (Mrk 15:16-41); dan penguburan Kristus (Mrk 15:4247). Kronologis yang umum beranggapan bahwa hari Rabu digunakan sbg hari istirahat di Betania dan bahwa rangkaian peristiwa dari bagian yg kita pelajari terjadi pada hari Kamis dan Jumat. Tidak disebutkan scr jelas bahwa hari perhentian semacam itu memang ada, tapi dg membandingkan catatan2 Injil maka harus diterima bahwa hari itu ada. Mengapa Yesus memilih berdiam diri di hadapan Pilatus, padahal Ia memiliki kuasa dan otoritas untuk menjawab pertanyaan Pilatus? Pertanyaan Pilatus hanya ditegaskan bukan dijawab. Selebihnya Ia bungkam (tidak klarifikasi). Pertanyaan Pilatus didasarkan atas keingintahuannya (gossip) akan Yesus krn org2 Yahudi menuduh Yesus telah mengklaim diri sbg raja dalam artian politik. Yesus menjawab ya atas pertanyaan Pilatus, tetapi dalam artian rohani. Namun Pilatus tidak memahaminya. Maka Yesus bungkam dan membuat Pilatus heran (ayat 5). Kata heran ini adalah kata yg sama yg digunakan pada org byk saat Yesus membuat tanda2 (Mrk 5:20; Mrk 6:6; Mrk 15:44). Scr teknis menunjuk pada kekaguman & pengakuan akan keilahian & kemesiasan Yesus. Sikap Yesus yg diam menyingkapkan tiga hal. Pertama, menyatakan kemesiasanNya yg sebenarnya, sesuai nubuat kitab suci (Yes 53:7) dan bukan dalam artian politik. Maka Ia menolak menggunakan kuasaNya itu untuk menghadapi lawan-lawan-Nya. Kedua, Yesus menerima keputusan untuk tetap dihukum (sesuai tugas Bapa). Tindakan ini menggantikan Barabas yg bersalah, sekaligus sbg simbol kemesiasan-Nya yg akan mati menggantikan orang berdosa. Ketiga, Yesus tetap membiarkan diriNya disesah dan diserahkan untuk disalibkan sbg bagian dari kemesiasanNya yg harus menjalani penderitaan dan hukuman mati. Sbg pengikut Yesus, bagaimana sikap kita dalam mempertahankan kebenaran itu, walaupun harus menemui berbagai tantangan bahkan menjalani penderitaan? Tetap setiakah menjalankan tugas yg Allah percayakan? Atau malah berkompromi dg dunia shg tidak setia lagi pada kebenaran Allah? Belajarlah dari Yesus yg dalam kesetiaan menjalankan tugasNya (DIAM dari segala gosip) tanpa kompromi sedikit pun dengan tawaran dunia.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.    Dikaruniai "lidah seorang murid" berarti "diajar untuk mengatakan apa yg didengar dari Tuhan". Dg dmk segenap kehidupan Sang Hamba harus diserahkan utk meneruskan Firman Tuhan yg Ia dengar. Berserah berarti tetap taat dan setia meski org lain menolak pemberitaan Nya (Yes 50:6). Tuhan sendirilah yg akan menjadi pembela Sang Hamba (Yes 50: 79).Kalau Sang Hamba saja memiliki gambaran dmk apalagi kita. Jangan lidah kita menjadi "lidah yg tak bertulang", yg tidak bisa kita kontrol. Sebaliknya berusahalah dg segenap daya menjadikan lidah kita sbg "lidah seorang murid". Lidah seorg yg sudah diajar, yg dikendalikan shg bermanfaat utk karya keselamatan.
2.    Jika Yesus adalah Allah sejati, maka Kekristenan dan gereja adalah agama yg superior dan yg lain adalah inferior. Hanya keduanya yg diselamatkan Allah sedangkan dunia dan keyakinan lain akan dibinasakan karena dosa. Karena itu harus ditaklukkan di dalam Gereja supaya mereka diselamatkan. Ini menyebabkan Gereja seperti menjadi tuan atas dunia ini shg dunia ini harus takluk di bawah kebenaran Gereja dan Kekristenan. Dari metode Rhetorical-Criticism, Filipi 2:6-11 itu bukan ttg hakekat Yesus yg sesungguhnya, malah sebaliknya menyaksikan panggilan Yesus di dalam dunia ini, yakni sbg hamba yg harus melayani dunia(khusus org percaya) ini sesuai kehendak Bapa dan teladan Yesus yg pernah menjadi hamba dalam dunia, bahkan sampai saat ini juga tetap menjadi Hamba Allah sekalipun Ia telah menjadi Tuhan atas langit dan di bumi ini.
3.    Kebanyakan orang di dunia ini tidak mengakui hak Yesus untuk memerintah. Ia menolak KetuhananNya dan melakukan segala yang mereka anggap terbaik. Akibatnya, dosa merajalela, mendatangkan malapetaka dalam kehidupan banyak orang. Kabar baiknya ialah Allah memiliki suatu rencana, yg tidak dapat dihentikan untuk setiap org. Suatu hari kelak, setiap orang akan mengakui otoritas Yesus. Seperti yg Allah telah janjikan, segala makhluk di surga, di atas bumi dan di bawah bumi akan berlutut di hadapanNya. Termasuk mereka yg telah menolak Anak Allah (Filipi 2:10). Betapa mulia dan jayaNya saat itu.
4.    Pelajaran tidak klarifikasi Yesus (diam) adalah pelajaran yg tersembunyi, Yesus tdk membahas, tdk membalas, tidak menanggapi,tidak menjelaskan semua gossip, semua penghakiman atas diriNya, krn Dia taat mengatakan dan memberitakan Injil Kerajaan BapaNya dan menebus dosa, selebihnya Dia sangat sadar akan kata2Nya yg bermanfaat, bukan menyebar gossip. Jika Anda memiliki masalah, serahkan padaNya, selanjutnya DIAM, biar Tuhan saja yg menyelesaikan rencana indah dalam hidup saudara.
 5.      Lidah dipakai Yesus hanya beritakan kabar baik(Injil), bukan gossip/celaan/penghakiman pada sesama, ketaatanNya pada Bapa dalam karya     keselamatan sungguh mesti disebarkan, diberitakan, dan penebusan itu untuk kita umat pilihanNya bukan utk agama yg lain.Hanya pilihan Tuhanlah, bukan hasil usaha kita untuk menjadikan org percaya pada Yesus, hanya Roh Kuduslah yg mampu membuat seseorang berkata bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Slamat(1Kor 12:3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar