Taat Perintah Bapa Minggu, 29 Maret 2015
Yes 50:4-7
4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang
murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang
yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar
seperti seorang murid.5 Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku
tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.6 Aku memberi
punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang
yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan
diludahi.7 Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak
mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu
karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Flp 2:6-11
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap
kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,7
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang
hamba, dan menjadi sama dengan manusia.8 Dan dalam keadaan sebagai
manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati
di kayu salib.9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan
mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,10 supaya dalam nama
Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan
yang ada di bawah bumi,11 dan segala lidah mengaku: "Yesus
Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Mrk 15:1-39
1 Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan
ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka
membelenggu Yesus lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.2
Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab
Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."3 Lalu imam-imam
kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia.4 Pilatus bertanya
pula kepada-Nya, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa
banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!"5 Tetapi Yesus sama
sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran.6 Telah
menjadi kebiasaan untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya
itu menurut permintaan orang banyak.7 Dan pada waktu itu adalah
seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang
pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan.8
Maka datanglah orang banyak dan meminta supaya sekarang kebiasaan itu diikuti
juga.9 Pilatus menjawab mereka dan bertanya: "Apakah kamu
menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini?"10 Ia
memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena
dengki.11 Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta
supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka.12 Pilatus sekali
lagi menjawab dan bertanya kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus
kuperbuat dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?"13
Maka mereka berteriak lagi, katanya: "Salibkanlah Dia!"14
Lalu Pilatus berkata kepada mereka: "Tetapi kejahatan apakah yang telah
dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Salibkanlah
Dia!"15 Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang
banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu
diserahkannya untuk disalibkan.16 Kemudian serdadu-serdadu membawa
Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dan memanggil seluruh pasukan
berkumpul.17 Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam
sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya.18 Kemudian
mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya: "Salam, hai raja orang
Yahudi!"19 Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan
meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya.20 Sesudah mengolok-olokkan
Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula
pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan.21
Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander
dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk
memikul salib Yesus.22 Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama
Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak.23 Lalu mereka memberi
anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Ia menolaknya.24 Kemudian
mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi
atasnya untuk menentukan bagian masing-masing.25 Hari jam sembilan
ketika Ia disalibkan.26 Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada
tulisan yang terpasang di situ: "Raja orang Yahudi".27
Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya
dan seorang di sebelah kiri-Nya.28 (Demikian genaplah nas Alkitab
yang berbunyi: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.")29
Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala
mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau
membangunnya kembali dalam tiga hari,30 turunlah dari salib itu dan
selamatkan diri-Mu!"31 Demikian juga imam-imam kepala
bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan
mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak
dapat Ia selamatkan!32 Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari
salib itu, supaya kita lihat dan percaya." Bahkan kedua orang yang
disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga.33 Pada jam dua
belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.34
Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama
sabakhtani?," yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan
Aku?35 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata:
"Lihat, Ia memanggil Elia."36 Maka datanglah seorang
dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya
pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: "Baiklah kita
tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia."37
Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.38
Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.39
Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya
demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"
Pembahasan:
Yes
50:4-7 Hamba yang taat
Pasal ini ditulis selama tahun2 akhir hidup
Yesaya. Allah menyatakan nubuat ini spy memberikan pengharapan dan penghiburan
kepada umat-Nya selama mereka tertawan di Babel 150 tahun sesudah zaman Yesaya
(Yes
39:5-8);
penuh dg penyataan nubuat mengenai Mesias yad dan kerajaanNya di bumi kelak.
Beberapa peristiwa yg dinubuatkan digenapi berhubungan dg tertawannya Yehuda
oleh Babel dan pemulihannya. Banyak nubuat lain lebih khusus berhubungan dg
datangnya Yesus ke bumi, dan yg lain lagi masih menunggu penggenapan. Secara
umum, pasal Yes
40:1-48:22 menekankan
pelepasan, pasal Yes
49:1-57:21 penebusan, dan Yes
58:1-66:24 kemuliaan. Berisi
banyak nubuat ttg "Hamba Tuhan" yg akhirnya adalah Yesus. PelayananNya
membawa pendamaian bagi dosa, keselamatan bagi bangsa pilihan, pemulihan
Israel, dan hukuman atas org fasik. Yesaya
50:4-6 memaparkan
identitas Sang Hamba. Demi melaksanakan panggilan-Nya, Ia menundukkan diri
menjadi murid Tuhan.
"Lidah" dapat berarti "bahasa"/"kemampuan
berbicara" (Yes 50:4). Dikaruniai "lidah
seorang murid" berarti "diajar untuk mengatakan apa yg didengar dari
Tuhan". Dg dmk memberi semangat baru kpd org yg letih lesu. Namun maknanya
ternyata lebih dalam lagi. Kata2 Sang Hamba harus jua menegaskan dan
menggarisbawahi kata2 Tuhan yg mengampuni dan menyelamatkan. Itu yg
Tuhan harapkan dari hambaNya. Sebab itu setiap pagi Tuhan membukakan dan
menajamkan pendengaranNya. Segenap kehidupan Sang Hamba harus diserahkan utk
meneruskan firman Tuhan yg Ia dengar. Berserah berarti tetap taat dan setia
meski org lain menolak pemberitaanNya (Yes 50:6). Tuhan
sendirilah yg akan menjadi pembela Sang Hamba (Yes 50: 79).Kalau Sang
Hamba saja memiliki gambaran demikian apalagi kita. Jangan biarkan "lidah"
kita menjadi "lidah yg tak bertulang", yg tidak bisa kita kontrol.
Sebaliknya berusahalah dg segenap daya menjadikan lidah kita sbg "lidah
seorang murid". Artinya lidah seorang yg sudah diajar, yaitu yg
dikendalikan shg bermanfaat. Banyak pelayan Tuhan yg kegunaannya menjadi sangat
berkurang krn lidah yg tidak dikekang. Entah krn kata2 yg
sembarangan / kuasa rohani yg bocor melalui percakapan yg sembrono (Pkh
5:2).
Mungkin juga krn kata-kata digunakan bukan untuk memberitakan kebenaran
melainkan untuk menyenangkan pendengaran orang lain. Maka banyaklah penyesatan,
yg kelak harus dipertgjwkan di hadapan Tuhan (Mat
12:36-37).
Salah satu ukuran kedewasaan atau kematangan rohani seseorang adalah apa yg
dikeluarkan dari mulutnya. Murid Tuhan yg dewasa pastilah berkata-kata
sekualitas kata-kata Tuhannya. Kini, kita disuguhi teguran Allah kpd Israel yg
tidak mau kembali dan taat kepada-Nya (Yes 50:1-3) dan perjuangan serta ketaatan
si hamba Allah dalam menjalankan panggilan Tuhan (Yes 50:4-11). Ayat 4-9 merupakan
Nyanyian Hamba yg ketiga. Allah menegur Israel yg mengeluh dan mempersalahkan
Allah atas penderitaan mereka di pembuangan. Hukuman Allah atas mereka terjadi
krn mereka tidak mau taat kepada-Nya sbg hamba Allah yg diutus untuk
melaksanakan kehendak-Nya. Mereka adalah hamba Allah yg gagal. Kontras sekali
dengan hamba yang dinyanyikan dalam Nyanyian Hamba ketiga ini. Di sini, hamba
Allah rela menjadi murid yang taat kepada Allah. Setiap hari ia duduk di bangku
sekolah milik Allah untuk berguru pada-Nya. Telinganya disendengkan untuk
mendengar segala pengajaran-Nya. Lidahnya tidak putus-putus memperkatakan
firman Allah agar dapat menguatkan hati yg lemah dan semangat yg pudar (Yes 50:4-5). Bahkan saat
org2 yg dilayaninya menolak dan menghinanya ia tetap setia
menjalankan tugas kehambaannya sebab ia yakin Allah ada di pihaknya dan akan
membela serta membuktikan kebenarannya (Yes50:7-9). Allah menyatakan:
"Inilah hambaKu yg berhasil" (Yes 50:10-11).Yesus adalah
Hamba Allah yg berhasil. Walau ditolak bahkan dibunuh, Ia tetap setia
menjalakan misiNya menyelamatkan manusia(umat pilihanNya). Pelayanan-Nya
berdampak kpd transformasi hidup org yg dilayaniNya. Anda dan saya adalah buah2
pelayananNya. Kita hamba2 Allah yg dipanggil untuk menyaksikan karya
Kristus itu kpd semua org. Mari meneladani Yesus dg taat kpd Allah & tidak
gentar menghadapi tekanan dunia ini. Allah akan memelihara dan membela kita.
Flp
2:6-11 Teladan Kristus.
Ini
sebuah madah (Hymne Kristologi) yg sudah tersedia & Paulus
tinggal memungutnya. Berisi hakekat & keberadaan Yesus yg
sesungguhnya. Menurut mereka, teks itu menyaksikan bahwa sesungguhnya Yesus
adalah Allah Sejati & Manusia Sejati. Masing2 menonjolkan sebuah
tahap tersendiri dalam misteri Kristus: kealfaan ilahinya, perendahanNya dalam
inkarnasi; perendahanNya lebih jauh lagi dalam kematian; pemuliaan sorgawiNya;
pemujaanNya oleh dunia semesta; gelar Kristus historis, yg adalah Allah dan
manusia dalam persatuan pribadi yg tidak pernah (Paulus) pisah2kan,
meskipun membedakan beberapa tahap dalam beradanya Kristus. Ialah sifat2
hakiki yg di luar menyatakan zat: Oleh karena adalah Allah, Yesus mempunyai hak
atas semua sifatNya Allah. Kesetaraan dg Allah itu oleh Kristus tidak dianggap
sbg "rampasan" (yg perlu
dipertahankan / lebih tepat: perlu direbut).
Kesetaraan itu tidak mengenai zat atau hakikat (sebab sudah diandaikan oleh
"rupa Allah") yg tidak dapat ditinggalkan, tetapi mengenai kesetaraan
kehormatan, hakikat yg menyatakan dirinya di luar dan diakui. Kristus dapat
mempertahankan dan menuntut kehormatan itu juga dalam keadaanNya sbg manusia.
Namun Ia tidak berbuat demikian. Org berpikir kpd sikap terbalik yg diambil
Adam, Kej 3:5,22. Org Kristiani
hendaknya mengutamakan org lain, sehati, sepikir dalam satu kasih, satu jiwa,
satu tujuan (Flp2:1-4). Paulus ingin org percaya di
Filipi berbeda dari org yg tidak percaya pada Yesus, yg hanya mementingkan diri
sendiri. Di dalam Yesus, egoisme, individualisme tidak mendapat tempat. Sebaliknya
di dalam Yesus org percaya akan rela untuk saling menasehati, menghiburkan,
bersekutu dlm Roh, mengobarkan kasih mesra dan belas kasihan. Hidup Yesus
memberdayakan jemaat. Jemaat ada, org percaya beroleh iman & jatidirinya
disebabkan akan ketaatan Yesus spt yg nyata di dalam inkarnasi, kematian &
kebangkitanNya. Pengosongan diriNya itu telah memungkinkan terwujudnya
keselamatan (Flp2:5-10).Hendaknya itu
memberdayakan umat Kristiani memiliki prinsip hidup yg sama scr nyata. Hidup
Kristus berkuasa mengubah kita yg beriman kpdNya untuk menolak pementingan diri
sendiri, demi untuk menyukakan hati Allah Bapa. Sth berbicara ttg kesatuan
tubuh Kristus, Paulus menutup dg mengacu kpd teladan Kristus. Teladan
Kristuslah yg menjadi acuan untuk kesatuan tsb, yakni pengosongan diri-Nya. Mari
kita bayangkan konsekuensi Yesus yg harus ditanggung ketika Ia jadi manusia. Ia
mengosongkan diri. Mengapa ? Semasa pelayananNya selama 3,5 tahun di bumi,
meskipun Ia adalah Allah yg sejati, tidak menganggap kesetaraan dg Allah itu
sbg milik yg harus dipertahankan (Flp2:6), menjadi manusia, bahkan dalam
rupa seorg hamba. Dia sbg Allah yg tidak terbatas harus dilahirkan sbg seorg
manusia yg sangat terbatas, bahkan menjadi bayi kecil lahir di kandang hina.
Contoh pengosongan diri, ketika org dewasa berusaha berkomunikasi dg anak
kecil, ia harus 'mengosongkan diri',
berbicara dalam bahasa mereka, menanggalkan segala 'kemuliaan dan kebesaran' diri sbg org yg 'di atas'. Ini gambaran
pengosongan diri Kristus: Pencipta yg masuk ke dunia dan membatasi diri dg menjadi
manusia ciptaan. Bukan hanya itu, Ia melangkah menjadi hamba dan mati
menanggung penderitaan dan aib tak terperi. Inilah cara Allah membawa umat
pilihanNya masuk dalam kepenuhanNya melalui penyangkalan dan pengorbananNya
agar org percaya mendapatkan berkat dan anugerah Tuhan. Prinsip yg sama berlaku
pula bagi warga gereja. Yesus bayar harga yg termahal yg dapat dilakukan dg
menyerahkan nyawaNya di atas kayu salib menjadi tebusan bagi jiwa (khusus)org percaya.
Mrk
15:1-39 Tidak Klarifikasi Pelajaran yg
Berharga (diam)
Kisah
ttg kesengsaraan dan kematian Kristus yg diceritakan oleh Markus dapat dibagi
sbb: rangkaian peristiwa di sekitar perjamuan terakhir (Mrk14:12-25): perjalanan
ke Getsemani (Mrk14:26-42); penangkapan (Mrk
14:43-52); pengadilan2
(Mrk14:53-15:15), penyaliban (Mrk
15:16-41); dan
penguburan Kristus (Mrk 15:4247). Kronologis yang umum beranggapan bahwa hari
Rabu digunakan sbg hari istirahat di Betania dan bahwa rangkaian peristiwa dari
bagian yg kita pelajari terjadi pada hari Kamis dan Jumat. Tidak disebutkan scr
jelas bahwa hari perhentian semacam itu memang ada, tapi dg membandingkan
catatan2 Injil maka harus diterima bahwa hari itu ada. Mengapa Yesus
memilih berdiam diri di hadapan Pilatus, padahal Ia memiliki kuasa dan otoritas
untuk menjawab pertanyaan Pilatus? Pertanyaan Pilatus hanya ditegaskan bukan
dijawab. Selebihnya Ia bungkam (tidak klarifikasi). Pertanyaan Pilatus
didasarkan atas keingintahuannya (gossip) akan Yesus krn org2 Yahudi
menuduh Yesus telah mengklaim diri sbg raja dalam artian politik. Yesus
menjawab ya atas pertanyaan Pilatus, tetapi dalam artian rohani. Namun Pilatus
tidak memahaminya. Maka Yesus bungkam
dan membuat Pilatus heran (ayat 5). Kata heran
ini adalah kata yg sama yg digunakan pada org byk saat Yesus membuat tanda2
(Mrk 5:20; Mrk 6:6; Mrk 15:44). Scr teknis
menunjuk pada kekaguman & pengakuan akan keilahian & kemesiasan Yesus.
Sikap Yesus yg diam menyingkapkan tiga hal. Pertama, menyatakan kemesiasanNya yg sebenarnya, sesuai nubuat
kitab suci (Yes
53:7)
dan bukan dalam artian politik. Maka Ia menolak menggunakan kuasaNya itu untuk
menghadapi lawan-lawan-Nya. Kedua, Yesus
menerima keputusan untuk tetap dihukum (sesuai tugas Bapa). Tindakan ini
menggantikan Barabas yg bersalah, sekaligus sbg simbol kemesiasan-Nya yg akan
mati menggantikan orang berdosa. Ketiga,
Yesus tetap membiarkan diriNya disesah dan diserahkan untuk disalibkan sbg
bagian dari kemesiasanNya yg harus menjalani penderitaan dan hukuman mati. Sbg
pengikut Yesus, bagaimana sikap kita dalam mempertahankan kebenaran itu,
walaupun harus menemui berbagai tantangan bahkan menjalani penderitaan? Tetap
setiakah menjalankan tugas yg Allah percayakan? Atau malah berkompromi dg dunia
shg tidak setia lagi pada kebenaran Allah? Belajarlah dari Yesus yg dalam
kesetiaan menjalankan tugasNya (DIAM dari segala gosip) tanpa kompromi sedikit
pun dengan tawaran dunia.
Dari
ketiga bacaan kami belajar:
1.
Dikaruniai
"lidah seorang murid" berarti "diajar untuk mengatakan apa yg
didengar dari Tuhan". Dg dmk segenap kehidupan Sang Hamba harus diserahkan
utk meneruskan Firman Tuhan yg Ia dengar. Berserah berarti tetap taat dan setia
meski org lain menolak pemberitaan Nya (Yes 50:6). Tuhan
sendirilah yg akan menjadi pembela Sang Hamba (Yes 50: 79).Kalau Sang
Hamba saja memiliki gambaran dmk apalagi kita. Jangan lidah kita menjadi
"lidah yg tak bertulang", yg tidak bisa kita kontrol. Sebaliknya
berusahalah dg segenap daya menjadikan lidah kita sbg "lidah seorang
murid". Lidah seorg yg sudah diajar, yg dikendalikan shg bermanfaat utk
karya keselamatan.
2.
Jika Yesus adalah Allah sejati, maka Kekristenan dan gereja adalah agama
yg superior dan yg lain adalah inferior. Hanya keduanya yg diselamatkan Allah
sedangkan dunia dan keyakinan lain akan dibinasakan karena dosa. Karena itu harus
ditaklukkan di dalam Gereja supaya mereka diselamatkan. Ini menyebabkan Gereja
seperti menjadi tuan atas dunia ini shg dunia ini harus takluk di bawah
kebenaran Gereja dan Kekristenan. Dari metode Rhetorical-Criticism, Filipi
2:6-11 itu bukan ttg hakekat Yesus yg sesungguhnya, malah sebaliknya menyaksikan
panggilan Yesus di dalam dunia ini, yakni sbg hamba yg harus melayani dunia(khusus
org percaya) ini sesuai kehendak Bapa dan teladan Yesus yg pernah menjadi hamba
dalam dunia, bahkan sampai saat ini juga tetap menjadi Hamba Allah sekalipun Ia
telah menjadi Tuhan atas langit dan di bumi ini.
3.
Kebanyakan orang di dunia ini tidak mengakui hak Yesus untuk memerintah.
Ia menolak KetuhananNya dan melakukan segala yang mereka anggap terbaik.
Akibatnya, dosa merajalela, mendatangkan malapetaka dalam kehidupan banyak
orang. Kabar baiknya ialah Allah memiliki suatu rencana, yg tidak dapat
dihentikan untuk setiap org. Suatu hari kelak, setiap orang akan mengakui
otoritas Yesus. Seperti yg Allah telah janjikan, segala makhluk di surga, di
atas bumi dan di bawah bumi akan berlutut di hadapanNya. Termasuk mereka yg
telah menolak Anak Allah (Filipi 2:10). Betapa mulia dan jayaNya saat itu.
4.
Pelajaran tidak klarifikasi Yesus (diam) adalah pelajaran yg tersembunyi,
Yesus tdk membahas, tdk membalas, tidak menanggapi,tidak menjelaskan semua
gossip, semua penghakiman atas diriNya, krn Dia taat mengatakan dan
memberitakan Injil Kerajaan BapaNya dan menebus dosa, selebihnya Dia sangat
sadar akan kata2Nya yg bermanfaat, bukan menyebar gossip. Jika Anda
memiliki masalah, serahkan padaNya, selanjutnya DIAM, biar Tuhan saja yg
menyelesaikan rencana indah dalam hidup saudara.
5. Lidah dipakai Yesus hanya beritakan kabar
baik(Injil), bukan gossip/celaan/penghakiman pada sesama, ketaatanNya pada Bapa
dalam karya keselamatan sungguh mesti disebarkan, diberitakan, dan penebusan
itu untuk kita umat pilihanNya bukan utk agama yg lain.Hanya pilihan Tuhanlah,
bukan hasil usaha kita untuk menjadikan org percaya pada Yesus, hanya Roh
Kuduslah yg mampu membuat seseorang berkata bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru
Slamat(1Kor 12:3)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar