Sabtu, 11 April 2015

                            Iman Jemaat                          Minggu, 12 April 2015
Kis 4:32-35
32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.33 Dan dg kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.34 Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa 35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.
1 Yoh 5:1-6
1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari padaNya.2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak2 Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.
Yoh 20:19-31
19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, 31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Pembahasan:
Kis 4:32-35 Saling melayani dan memberi
Tujuan utama penulisan Kitab Para Rasul ialah menunjukkan org2 Yahudi yg telah menolak dan menyalibkan Yesus melanjutkan pemberontakan mereka thdp Allah dg menolak Injil ttg Yesus yg telah bangkit dan naik ke surga sebagaimana diberitakan oleh para rasul. Pasal ini membahas awal dari perlawanan tsb yg mencapai puncaknya pada usaha org2 Yahudi untuk membunuh rasul Paulus ketika ia berkunjung ke Yerusalem untuk terakhir kalinya (Kis 23:12-15; 25:1-3).Pokok utama ialah semua harta benda menjadi milik bersama,shg ada persekutuan yg intim dan indah. Demikian disiapkan dua contoh yang hendak diceritakan, yakni Barnabas (murid yg percaya) dan Ananias dan Safira(suami istri, tdk mengenal pribadi Tuhan, yg sengaja menyusup ke dalam kumpulan murid Yesus), Lukas suka menekankan bahwa orang sungguh2 meninggalkan harta miliknya. Ini ciri khas cara beragama menurut Lukas, bdk Luk 12:33. Jemaat yg telah diselamatkan oleh Yesus mulai terbentuk dalam hidup bergereja dg saling melayani dan saling member. Pertama, mereka dikatakan sehati dan sejiwa bukan dalam bentuk abstrak, tetapi konkret. Sedemikian konkret shg setiap orang berkata bahwa kepunyaan sendiri adalah milik bersama (Kis 4:32). Dasarnya adalah oleh kuasa kebangkitan Kristus, mereka telah menerima kasih karunia yg berlimpah2. Kedua, bukan hanya dalam tataran kata-kata, melainkan dalam tindakan nyata setiap anggota jemaat menyatakan kasih dg harta mereka. Mereka yg diberkati membagikan hartanya kepada yg berkekurangan shg semua diberkati. Ketiga, jemaat Tuhan melayani dan memberi bukan dengan sembarangan atau semau sendiri. Mereka memercayakan hal itu kepada para rasul yang menjadi pemimpin gereja saat itu. Ini menunjukkan kedewasaan dalam memberi, bukan sekadar unjuk diri sebagai seorang yang murah hati. Kini kita menyebut pelayanan kasih seperti itu dengan pelayanan diakonia. Pelayanan ini memperhatikan kebutuhan jasmani dengan kesadaran bahwa Tuhan menyelamatkan manusia secara utuh. Sebab semua pelayanan harus mendapatkan tempat secara proporsional dalam pelayanan gereja dan terutama harus terintegrasi dg visi dan misi gereja. Sebagai jemaat, sudahkah Anda terlibat dalam pelayanan kasih ini? Sebagai majelis atau pelayan Tuhan, sudahkah Anda menjadikan pelayanan diakonia sebagai program yang teratur?
1 Yoh 5:1-6 Kemenangan kita
Iman yg sejati akan terungkap dalam rasa bersyukur dan kasih kpd Bapa dan Yesus, Putera-Nya. Iman dan kasih tidak bisa dipisahkan, karena pada saat kita lahir dari Allah, Roh Kudus mencurahkan kasih Allah ke dlm hati kita (Rom 5:5).Dilahirkan kembali membuat kita menjadi anggota keluarga Allah. Dilahirkan kembali bukan dipermandikan, tapi diubahkan oleh Roh Kudus (dilepaskan kutuknya shg murni kudus*. Dipermandikan saja tdk menjamin utk masuk ke dalam surga, dg dilepaskan kutuknya dan berjaga2 dalam doa diharapkan masuk dalam hitungan Tuhan). Selain mengasihi Allah,kita mengasihi sesama yg jua dilahirkan kembali oleh Allah (1 Yoh 5:1). Mereka jadi saudara kita di dalam Kristus,tanpa memandang ras, bahasa, budaya, strata ekonomi, atau pendidikan. Maka kita tidak selayaknya membedakan org berdasarkan hal-hal tsb, melainkan pandanglah sbg orang yang sudah sama-sama diselamatkan oleh Tuhan. Meskipun di antara kita terdapat perbedaan, kita tetap saling mengasihi karena kita berasal dari keluarga yg sama. Kasih kita kpd Allah dan kpd anak2 Allah memperlihatkan ketaatan kita pada perintahNya (1 Yoh5:2). Ini bukanlah ttg bgm perasaan kita, tetapi bgm kita berelasi dg Allah dan umat-Nya. Ukurannya mudah: apakah kita sungguh2 taat pada perintahNya? Bukan berarti bahwa perintah Allah itu berat. Perintah itu adalah pemberian Allah untuk menunjukkan betapa baiknya kehidupan org yg menaati Dia. Perintah itu diberikan krn Allah tahu bgm hidup dg cara terbaik, tidak berat krn ketika kita dilahirkan kembali, kita diberikan hati yg baru yaitu hati yg dipenuhi dengan keinginan untuk menyenangkan hati Allah. Jadi perintah Allah tidak akan terasa berat jika kita sungguh2 mengasihi Dia. Relasi kita dengan Allah membuat kita dapat mengalahkan dunia, yakni musuh iman kita (1Yoh 2:13-14). Jadi seharusnya tidak ada kata kalah dalam kamus iman kita karena Yesus telah mengalahkan dunia (Yoh 16:33). DarahNya telah mengalahkan si pendakwa orang percaya, yaitu setan (Why 12:11). Kemenangan iman kita mungkin saja membahayakan diri hingga berisiko terhadap nyawa kita. Namun bila kita tidak menyayangkan nyawa dan tetap teguh pada kesaksian iman kita, maka disitulah terletak kemenangan iman kita! Bila kita menang maka kita akan menerima upah: duduk bersama Yesus di takhta-Nya (Why 3:21).
Yoh 20:19-31 Iman seorang pencari fakta.
Sesuai dg apa yg dijanjikan dalam Yoh 14:18, Dia datang. Pada malam itu Dia kunjungi murid2Nya. Oleh karena catatan waktu yg jelas, maka kita mengerti bahwa Maria Magdalena melihat Yesus lebih dulu daripada murid2Nya (krn di dilepaskan 7 iblis, diharapkan muridNya percaya, namun tidak). Yohanes mencatat bahwa mereka takut kpd org2 Yahudi, dan sifat ketakutan tsb tidak ditegur scr langsung. Hal ini wajar mengingat larinya mereka dari taman, pertanyaan Hanas tentang mereka (Yoh18:19), dan pandangan yang diciptakan oleh ajaran Yesus yang mengatakan bahwa apabila Dia menderita maka mereka juga akan menderita (Mat 16:24; Yoh 15:20).Dari Luk 24:33 kita mengerti bahwa peristiwa ini terjadi di Yerusalem.Org2 Yahudi itu baru menyalibkan rabi mereka, maka ketakutan mereka masuk akal. Yohanes tidak menjelaskan bgm caranya Yesus datang, padahal pintu2 itu terkunci, tetapi Yoh 20:6-7, 26 dan Luk 24:31 memberi petunjuk bahwa tubuhNya sudah menjadi sangat istimewa. Ucapan damai sejahtera yang Dia berikan adalah ucapan biasa dalam bahasa Ibrani, namun penting. Apa yg dijanjikan dalam Yoh14:27, krn Dia telah mati dan bangkit, maka damai sejahtera itu sungguh dapat menjadi milik mereka. Setelah menerima berita dari Maria, sekarang para murid mendapat kesempatan pertama sebagai kelompok untuk melihat Yesus yang telah bangkit. Implikasinya jelas bahwa Yesus masuk lewat pintu yang tertutup. Dia memiliki kemampuan untuk membuat diri-Nya menjadi roh. Ucapan damai sejahtera menghilangkan ketakutan(Yoh 14:27; 16:33). Sekarang tepat keadaannya untuk menunjukkan identitas diri-Nya. Menurut Lukas, pembuktian yang lebih jelas diperlukan untuk meyakinkan mereka (Luk 4:24; 37:43).Murid-murid itu bersukacita (bdg. 16:22). Bagi Tomas, iman harus dapat dipegang dengan tangan, dilihat dengan mata, dirasakan dg pancaindra; rasional dan bisa dimengerti oleh akal. Tetapi, sebenarnya iman berada di atas akal, walaupun tidak bertentangan dengan akal. Percaya kepada sesuatu yang bisa dilihat, dipegang dan dirasa, sebenarnya sulit sekali untuk dinamakan "percaya". Oleh sebab itu firman Allah mengatakan: "Karena engkau telah melihat Aku maka engkau percaya, berbahagialah mereka yg tidak melihat namun percaya". Apakah kita percaya karena kita melihat, ataukah kita percaya walau tidak melihat? Mengabaikan persekutuan. Tomas tidak hadir dalam persekutuan, karena itu, ia tidak melihat Yesus ketika Ia menampakkan diri di tengah-tengah para murid. Arti Paskah dan pengalaman akan dampak Paskah, dibukakan Yesus dalam sebuah persekutuan. Itulah wadah para murid mengerti dan mendalami arti sebuah persekutuan yang sesungguhnya. Dalam persekutuan itu pulalah para murid menyaksikan penampakan Yesus setelah kebangkitan-Nya. Seperti halnya Tomas, bukankah kita seringkali mengabaikan persekutuan, sehingga kita juga tidak bertemu dengan Yesus yang menampakkan diri?
Dari ketiga bacaan kami belajar bahwa:
1.       Iman murid Yesus harus dengan melihat (Yoh 20:20), tapi Yesus menegaskan iman timbul bukan dari melihat, tapi dari mendengar ttg FirmanNya (Rom 10:17) yg selama ini Ia beritakan.
2.       Iman (Ibr 11:1) datang dari pendengaran akan FT (Rm 10:17) & setelah lahir baru dg pelepasan kutuk*. Shg org dapat mengaku bahwa Yesus adalah Juru Slamat dan Anak Allah yg Hidup.
3.       Iman menghasilkan keyakinan dan keteguhan spt Kaleb meyakinkan bangsa Israel utk menyerang masuk tanah perjanjian.(Bil 13:30 Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!").
4.       Damai sejahtera yang diutarakan Yesus  saat memberi salam adalah kekuatan bagi iman mereka untuk menembus ketakutan mereka selama ini melingkupi hati dan tindakan mereka atas ancaman bangsa Yahudi, sehingga mereka berani dalam menyebarkan Injil dengan berkobar2, bukan dengan ketakutan, hal ini dibuktikan Yesus saat menghentikan badai di sebuah danau.
5.       Damai sejahtera diberikan Yesus dalm ucapan adalah firman yg hidup sehingga iman mereka tumbuh sesaat setelah Yesus hadir meyakinkan kepercayaan mereka bahwa Dia harus bangkit dari org mati.
6.       Iman harus di atas logika (di atas otak), ketika sakit kita harus yakin utk sembuh, sehingga kita percaya Yesus memampukan semua untuk menjadikan kita tahir.
7.       Logika bukan utk iman, logika ditundukkan iman, ketika percaya, kita benar, ketika kita takut artinya kita menghina Tuhan, murid takut, sehingga Yesus perlu utk membuat mereka gembira/ bersukacita dan menghembusi mereka dengan Roh Kudus (pengudusan), Tomas masih menggunakan logika utk beriman, sehingga Yesus meyakinkannya tdk dg dia menyebutkan, tapi langsung menunjukkan tanganNya dan lambungNya.
8.       Ketika kita membiarkan logika menghancurkan iman,berarti mendewakan logika, kita kita tidak masuk akal bukan dari Tuhan, itu tdk benar, kita ciptaan gimana memikirkan sang pencipta
9.       Dalam kebingungan ada kesalahan, dalam kebenaran ada kemuliaan, iman harus berjalan bersama2.
*bagi yang mau pelepasan kutuk harap menghubungi 08112401972/089652305099 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar