Sabtu, 11 April 2015

                            Masuk Perjanjian Baru                   Kamis Putih, 2 April 2015
Kel 12:1-8,11-14
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: 2 "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.3Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.4 Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.8  Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit. 11 Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.
1 Kor 11:23-26
23 Sebab apa yg telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.
Yoh 13:1-15
1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?"7 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."8 Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."9 Kata Simon Petrus kpdNya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!"10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
Pembahasan:
Kel 12:1-8,11-14 Peringatan karya penebusan Allah
Kata Paskah,akar katanya 'psh' dari rumpun bhs Semit (termasuk bhs Arab, Ugarit, dan Ibrani) yg berarti "berjalan melewati." Melalui ritual Paskah ini kelak umat Israel akan mengenang kejadian yg begitu penting di dlm sejarah ketika Tuhan menyelamatkan ("berjalan melewati") mereka dari perbudakan di Mesir. Peristiwa ini merayakan klimaks pembebasan umat Israel (600.000 org). Berupa pengurbanan domba yg darahnya dibubuhkan pada pintu rumah org Israel, spy mereka terhindar dari kematian anak sulung (Kel 12:7,12-13). Domba tsb lalu dipanggang dan dimakan dg roti tidak beragi & sayur-sayuran pahit. Mereka harus memakannya cepat dg berpakaian lengkap untuk siap pergi. Hal ini menunjukkan ketergesaan dan kesiapan untuk meninggalkan Mesir. Kisah panjang mengenai Paskah ini mencakup berbagai tradisi. Berasal dari tradisi Yahwista, Kel 12:21-23,27,29-39; ada tambahan yg bergaya tradisi Ulangan. Kel 12:24-27; Kel 13:3-16, Kel 13:1-2; dan dari tradisi Para Imam. Perayaan Paskah dan perayaan Hari Raya Roti Tidak Beragi aslinya dua pesta yg berbeda. Hari Raya Roti Tidak Beragi adalah sebuah pesta kaum tani. Pesta itu baru mulai dirayakan Israel setelah menetap di tanah Kanaan; baru sesudah pembaharuan agama yg dilancarkan raja Yosia pesta pertanian tsb disatukan dg perayaan Paskah. Perayaan Paskah itu berasal dari zaman sebelum bangsa Israel terbentuk. Setiap tahun pesta itu dirayakan suku2 Badui (peternak) hendak memohon perlindungan dewanya atas kawanan ternaknya. Kisah kuno yg berawal dg Kel 12:21 menyebut pesta itu tanpa keterangan apapun, karena Paskah sudah dikenal sebelumnya. Dapat diterima bahwa sewaktu Musa minta izin dari Firaun utk mengadakan "perayaan TUHAN", bdk Kel 3:18; 5:1; 7:16; 8:1,8,20,27; 9:1,13; 10:4,24,inilah pesta Paskah. Kalau dmk, maka hub dua perayaan ini serba kebetulan: keluarnya bg Israel kebetulan bertepatan dg perayaan Paskah kuno itu. Dg demikian Paskah Yahudi merup persiapan bagi Paskah Kristiani: Kristus, anak domba Allah, dikorbankan (salib), lalu disantap (perjamuan Tuhan) dalam rangka Paskah Yahudi (pekan suci).Nanti ketika perayaan ini diulang, ini harus dilanjutkan dg perayaan hari roti tidak beragi selama seminggu penuh (Kel 12:18-20). Umat Israel diperintahkan untuk melakukan kembali secara dramatis apa yg terjadi pada waktu itu di Mesir. Yesus membawa keselamatan bagi seluruh org yg percaya padaNya. Pembaharuan mistik penyelamatan itu menjadi poros ibadat Kristen yg berkisar pada Ekaristi, korban dan perjanjian suci serentak. Hal istimewa dalam Paskah melakukan ritual dg iman, sesuai dg instruksi di Kel 12:3-11, mereka harus mempersiapkan diri di keluarga masing2, dalam keadaan yg siap untuk segera melakukan perjalanan. Yg penting dalam perayaan Paskah adalah mereka harus menorehkan darah kurban bakaran itu ke ambang pintu setiap rumah keluarga Israel (Kel12: 7). Allah menjadi nyata dlm peristiwa ini. Demikian juga di dalam Yesus, kehadiran Allah nyata. Di dalam Yesus, Allah hadir di dalam hati org2 yg mempercayai Dia. Dialah domba Paskah yg menebus dosa manusia (Yoh 1:29).
1 Kor 11:23-26 Perjamuan Kudus. 
Perjamuan Kudus, satu-satunya ibadah yg diberi petunjuk khusus oleh Yesus, sekarang mendapat perhatian Paulus. Bagian ini berhub dg bagian sebelumnya krn pokok pembahasannya sama, yaitu ttg ibadah umum. Kita merekonstruksi ketika menyadari bahwa di dlm gereja mula2 perjamuan biasanya didahului oleh suatu perjamuan kasih yg dinamakan Agape atau Pesta Kasih (Yud 12). Keadaan tidak teratur pada saat Agape menimbulkan kejengkelan sang rasul (1 Kor 11:17-22). Krn dari pengajaran yg pernah disampaikan (1 Kor 11:23-26), penerapan nya beda (1 Kor 11:27-34). Paulus tidak dapat memuji mereka, sebab perilaku mereka tidak selaras dg yang ia telah terima dari Tuhan. Dia tdk menjelaskan apakah ia menerima pengajaran mengenai hal itu langsung dari Tuhan / dari sumber yg lain. Bisa saja dari sumber lain. Perjamuan Kudus memiliki muatan kasih yg begitu dalam dari Kristus kpd umat manusia. Namun kenyataannya di jemaat Korintus hal ini kehilangan muatan kasihNya. Perjamuan di Korintus lebih merupakan ajang pamer kekayaan dan pemanfaatan kesempatan. Bagi si kaya, situasi ini dimanfaatkan untuk memamerkan kekayaannya, dan bagi yang miskin ini merupakan kesempatan untuk makan makanan yg enak. Perjamuan Kudus berubah fungsi menjadi pesta pora yg memabukkan (ayat 20,21). Seperti orang rakus dan gelojoh, mereka makan seperti orang kelaparan dan minum sampai mabuk. Memalukan! Tentu saja Paulus tidak memuji hal tsb. Org yang berbuat demikian menghina Allah dan tidak peka akan orang yang berkekurangan (ayat 22). Aturan dalam perjamuan kudus. Makan dan minum adalah kebutuhan manusia yg wajar. Manusia harus makan dan minum supaya bisa hidup dg baik. Tetapi dalam pertemuan ibadah di mana juga dirayakan perjamuan Tuhan, adalah salah besar apabila orang makan dan minum dengan sepuas-puasnya. Perjamuan Kudus harus diterima dengan sikap hormat, memeriksa diri, sambil mengingat pokok-pokok iman yang dilambangkannya.Makna yg sesungguhnya adalah: pertama, tubuh Kristus yg dipecah2kan, dan darah yg dicurahkan oleh Kristus dalam peristiwa salib (ayat 23-25). Kedua, bukan sekadar upacara untuk mengingat kematian dan kebangkitan Kristus,tapi lebih merup respons umat thdp tindakan kasih Allah yg telah menyadarkan kita bahwa keselamatan sudah digenapi dg kematian dan kebangkitanNya. Ketiga, melalui Perjamuan Kudus, Kristus meletakkan satu dasar bagi komunitas baru org2 percaya yang saling mengasihi (ayat 33), yg selalu menceritakan peristiwa kematian dan kebangkitan-Nya sampai Ia datang (ayat 26).
Yoh 13:1-15 Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya
Sebuah tradisi Yahudi mengartikan kata Paskah (Kel 12:11) sbg "melewati" (Ibrani), maksudnya "melewati", menyeberangi Laut Kulzum, Kel 14. Kristus (dan kita bersama dgNya) "beralih/menyeberang" dari dunia yg menjadi tawanan dosa ini kpd Bapa, Tanah yg dijanjikan (Yoh 1:21; Yoh 11:55). Pertama kalinya Yohanes dg jelas menghubungkan kematian Yesus dg kasihNya kpd org2Nya. Sebuah rahasia baru pada akhir dpt diwahyukan, Yoh 13:34; 15:9,13; 17:23; 1Yoh 3:16; Rom 8:35; Gal 2:20; Ef 3:19; 5:2,25 Peristiwa ini terjadi menjelang hari Jumat, hari raya Paskah, tanggal 15 bulan Nisan. Ingat menurut sistem perhitungan tgl dan hari yg dipakai oleh orang Yahudi, setiap hari mulai pada waktu matahari terbenam. Jadi akhir hari Kamis adalah ketika rembang petang hari itu. Peristiwa yg diceritakan dalam nas ini termasuk persiapan sebelum mereka makan domba Paskah, yg harus dimakan pada hari raya Paskah, tanggal 15 Nisan. Menurut Mrk 14:12 dan Luk 22:15, Yesus & murid2Nya merayakan Paskah bersama2, tampaknya awal hari Jumat (matahari baru terbenam),shg hari raya Paskah belum mulai. Murid2 Yesus baru selesai dg segala persiapan untuk perjamuan Paskah sesuai dg hukum Taurat dan kebiasaan mereka. (Mrk 14:12-16  bgm mereka mendapatkan ruangan untuk merayakan perjamuan tsb). Tetapi sebenarnya persiapan belum selesai, krn di antara ke 12 murid tidak ada yg merendahkan diri untuk membasuh kaki mereka. Biasanya ini adalah tugas budak / pembantu rumah tangga yg rendah, tetapi tampaknya tidak ada itu bagi mereka di ruangan itu. Kekurangan tsb menjadi kesempatan bagi Yesus untuk menyampaikan dua pelajaran yg sangat mengesankan. Pertama,Dia mengajar mengenai pentahiran rohani (pelepasan kutuk Yoh 13:8-10) dan kedua kerendahan hati (Yoh 13:12-17). Keduanya terarah pada salibNya. Pentahiran ada di salib-Nya. Demikian juga, kerendahan hati yg paling luar biasa ada di salibNya. Dg kata lain, layaklah bahwa "kisah handuk" ini merupakan pendahuluan bagi kisah kematian-Nya, krn baik dg salib maupun dg handuk ada pentahiran/pembersihan dan ada teladan. Dalam peristiwa ini kita dapat melihat tanda kasih, lambang salib, dan teladan kerendahan hati. Tepatlah bahwa peristiwa pembasuhan kaki menjadi peralihan antara penginjilan, yang ditekankan sampai titik ini, dan pemuridan, yang ditekankan dalam pasal-pasal berikutnya. Peristiwa ini menjadi peralihan yg tepat karena unsur penginjilan diringkas dg tema pembersihan (kemurnian roh), dan unsur pemuridan diringkas dengan tema kerendahan hati yang mutlak diperlukan dalam pelayanan yang berhasil.
Dari ke tiga bacaan ini kami belajar bahwa:
1.       Paskah dirayakan dalam rangka mengeluarkan bangsa Israel (600.000)keluar dari tanah perbudakan Mesir, saat Yesus hadir digenapi sbg perjanjian yg baru utk mereka, di Korintus perayaan ini diselewengkan menjadi pesta pora yang memabukkan, seharusnya Paskah membentuk hati kita tunduk/ taat pada ajaran Yesus yg murni, karyaNya yg utuh dalam penyelamatan, sehingga kedalaman Paskah bukan berpesta utk sesuatu yg memabukkan tapi menyadarkan diri, merendahkan diri untuk selalu hidup bersih dan kudus (dg pelepasan kutuk) menjelang kedatanganNya yg ke dua.
2.       Pembasuhan kaki adalah teladan Yesus untuk memurnikan semua sikap munafik yang kita tampilkan dalam kehidupan sehari, menjadikan pribadi Yesus hadir lengkap sbg surat Yesus yg hidup dan berbuah Roh, mempersiapkan diri melayani Tuhan dengan lebih sungguh, lebih menyelami pengorbananNya yg murni sbg Domba yg tak bercela (krn syarat dulu pun domba tdk boleh bercela, dan itu dipenuhi Yesus dalam semua tindakanNya yg tanpa dosa sedikitpun dalam hidupNya di dunia selama 33,5 th). Umur 30 thn sbg syarat dasar org dewasa melayani dalam hukum Taurat.
3.       Keturunan Israel terakhir tidak menyaksikan scr langsung bgm Tuhan membela & berperang bagi umatNya, melalui ritual ini menyelami, menghayati, bahkan mengulang kembali pengalaman nenek moyang dalam memori bersama mereka. Kita merayakan Paskah setahun sekali dan Perjamuan Kudus secara berkala dalam rangka mengingat dan menggali ulang ingatan akan peristiwa sejarah keselamatan bagi umat manusia dg tindakan Yesus menebus umatNya dan mengalahkan musuh utama (iblis) melalui kematianNya di kayu salib.
4.       Pembasuhan kaki mempersiapkan kematian Yesus di salib dengan memberi teladan pembersihan (kemurnian roh lewat pelepasan kutuk), dan unsur pemuridan dengan kerendahan hati yang mutlak diperlukan utk pelayanan Yesus yg berhasil dalam menyelamatkan manusia dari belenggu dosa.
5.       Tindakan Yesus menanggalkan jubah-Nya dapat dilihat secara simbolik sebagai tindakan yang mengacu kepada kematian-Nya. Makna pembasuhan kaki dijelaskan dalam dialog dengan Petrus (Yoh 13: 6-10).

6.       Tugas yg dianggap hina dan rendah dilakukan Yesus untuk menubuatkan bagaimana Ia akan direndahkan dalam kematian. Ia perlu mati demi penyelamatan mereka yg percaya kepada-Nya. Dengan jalan inilah Ia memungkinkan kita memperoleh "bagian di dalam Dia" (Yoh 13: 8; Luk 22:29-30) & memperoleh "pembersihan" dari dosa (Yoh 13:10; 1Yoh. 1:7), asal kita dibasuh oleh-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar