Kamis, 19 Maret 2015

       Diselamatkan Oleh Iman     Minggu, 15 Maret 2015
2 Taw 36:14-16,19-23
14 Juga semua pemimpin di antara para imam dan rakyat berkali-kali berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain. Rumah yang dikuduskan TUHAN di Yerusalem itu dinajiskan mereka.15 Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.16 Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.19 Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu dengan api, sehingga musnahlah segala perabotannya yang indah-indah.20 Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa.21 Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun.22 Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:23 "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, TUHAN, Allahnya, menyertainya, dan biarlah ia berangkat pulang!"
Ef 2:4-10
4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,5  telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita   oleh kasih karunia kamu diselamatkan 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,7  supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Yoh 3:14-21
14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."
Pembahasan:
2 Taw 36:14-16,19-23 Akhir dari kerajaan Yehuda.
Dosa sepanjang sejarah penebusan yg sering dilakukan umat Allah ialah tetap terpisah dari org dan masyarakat yg fasik di sekeliling mereka. Terlalu sering umat Allah tertarik dan menyesuaikan diri dg kebudayaan di mana mereka tinggal. Dg melakukan itu mereka tidaksetia kpd Allah dan krnnya mencemarkan rumah Tuhan, dampaknya  yg menyedihkan ialah kebinasaan umat Allah dan keluarga mereka krn menyesuaikan diri dg cara2 fasik dunia ini ( 2Taw 36:5-21). 19 laki-laki dan 1 org perempuan yg menduduki takhta Daud dari tahun 930 SM hingga 586 SM sangat beragam wataknya mulai dari yg kokoh dan baik hingga yg lemah dan jahat. Nasib setiap bangsa sebagian besar ditentukan oleh kaliber kepemimpinannya, dan hal ini nyata di dalam kehidupan bgs Israel di mana tangan Allah sering kali ikut campur tangan secara lebih nyata daripada di tempat lainnya. Penulis Tawarikh dg demikian memberikan dorongan kpd manusia sezamannya untuk menyerahkan diri kpd Allah dg cara menunjukkan berdasarkan berbagai kelepasan Yehuda secara mukjizat oleh Allah pada masa lalu betapa "iman adalah kemenangan" yg dapat mengalahkan dunia (2 Taw 20:20). Namun pada saat yg bersamaan & dari data sejarah yg sama pula, penulis Tawarikh mengingatkan mereka akan bahayanya berkompromi dg dunia, bersikap acuh terhadap Hukum Taurat dan bertindak menyimpang dari Tuhan. Sebab pola dasar dari sejarah Yehuda adalah kemerosotan religius. Dosa demikian mengakar di dalam kehidupan mereka shg seorang Yosia sekalipun tidak mampu membalik arus: "OSI murka Tuhan bangkit thdp umat-Nya, shg tidak mungkin lagi pemulihan" (36;16). Allah bisa menghukum umat yang telah dipilih-Nya! Di dalam hal tertentu 2 Taw 12:1-36:16 sangat sama dg I Raj 14:22; 2 Raj 24:20. Akan tetapi, sebagian besar dari Kitab Raja-Raja dihilangkan, misalnya: kehidupan para nabi dan, tentu saja, juga seluruh sejarah kerajaan Israel di utara. Namun ttg Yehuda, penulis Tawarikh memberikan sejumlah teladan mengesankan ttg iman dan ttg kelepasan yg tidak ada paralelnya di dalam Kitab Raja-Raja. Berbeda dg kesalehan dan kekuatan watak dari ayah mereka, para Raja Yehuda yg terakhir ini, tiga orang putra & satu orang cucu Yosia, menunjukkan suatu ketidakmampuan moral yg mengakibatkan sisa kerajaan Israel berakhir scr hina. Pengusiran Yoahas dari kedudukannya sbg raja menandai akhir dari pemerintahan Yehuda yg berdiri sendiri (2 Taw 36:1-4); rezim Yoyakim menyaksikan berdirinya kekuasaan Babel (2 Taw 36:5-8); putranya, Yoyakhin, menuai hasil pemberontakan ayahnya (2 Taw 36:9, 10), dan Zedekia secara sembrono melancarkan pemberontakan terakhir melalui ketidaksetiaannya kpd penguasanya, Nebukadnezar, yg dg demikian menjadi alat Allah untuk memusnahkan bangsa yg tidak setia kpd-Nya (2 Taw 36:11-16). Bagian ini merup bentuk lebih ringkas dari 2 Raj 23:31-24:20. Ada dua hal yg dapat dijadikan bahan kemenungan bagi para pembaca kisah ini. Pertama, dosa telah merasuki kehidupan Israel secara menyeluruh pada zaman raja Zedekia (yang juga mencerminkan zaman-zaman dari para raja sebelumnya).Dalam hal kepemimpinan, raja Zedekia telah berdosa karena melakukan yang jahat, tidak merendahkan diri di hadapan Allah (2 Taw 36:12), mengeraskan hati, dan tidak berbalik kepada Tuhan (2 Taw 36:13). Dalam hal keagamaan, para pemimpin, termasuk para imam, bersama-sama dengan rakyat juga berdosa menyembah berhala dan menajiskan bait Allah (2 Taw 36:14).Kedua, para pemimpin bersama rakyat juga meremehkan peringatan, himbauan, dan firman Tuhan melalui para nabinya (2 Taw 36:12b,15-16). Ketiga dalam hal lingkungan hidup, karena rupanya seluruh bangsa Yehuda tidak menaati perintah untuk membiarkan tanah tidak ditanami satu tahun setiap tahun ketujuh (tahun sabat), demi menjaga kesuburan tanah tersebut (2 Taw 36:21). Akibat dosa-dosa ini adalah penghukuman dari Allah. Inilah hal kedua yang perlu kita perhatikan, yaitu bagaimana Tuhan bertindak. Penulis Tawarikh jelas menunjukkan bahwa Tuhan telah "berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusanNya, karena Ia sayang kepada umat-Nya" (2 Taw 36: 15). Allah juga yang menggerakkan raja Kasdim/Babel untuk menjadi instrumen penghukuman Allah (2 Taw 36:16-17). Namun, karya Allah tidak hanya sampai pada memperingatkan lalu menghukum saja. Allah juga memulihkan umat-Nya setelah masa hukuman itu selesai. Catatan penulis Tawarikh mengenai tahun sabat bagi tanah menyiratkan satu hal, bahwa tanah Israel beristirahat selama pembuangan, demi persiapan bagi kedatangan para penghuni baru, org2 Yehuda yang kembali dari pembuangan (2 Taw 36: 21). Tuhan jugalah yang menggerakkan raja Persia, Koresy, untuk mengeluarkan dekritnya yang terkenal, yang memungkinkan pemulangan orang Yehuda ke tanah mereka (2 Taw 36:22-23).
Ef 2:4-10 Kedudukan rohani di dalam Kristus.
Di paragraf ini; sang rasul mengemukakan ttg keselamatan kita krn kasih karunia Allah dg menunjukkan keadaan kita pada masa lalu, sekarang dan pada masa yad. Setelah menjelaskan kekayaan rohani kita di dalam Kristus, Paulus menjelaskan dua hal: kedudukan rohani jemaat di dalam Kristus dan apa yg Allah perbuat thdp org2 Yahudi dan non Yahudi. Paulus mengungkapkan apa yg telah diperbuat Allah bagi orang berdosa. Ia memaparkan status dan kondisi hidup jemaat Efesus bahkan juga dirinya sebelum menerima Kristus (ayat 3). Paulus ingin agar jemaat makin memahami perbedaan tajam antara akibat dosa dan akibat anugerah. Jemaat yg hidup di luar Kristus memiliki kehidupan rohani yg kosong dan hidup dalam ketidakberdayaan menghadapi dunia. Sebaliknya, jemaat yg hidup di dalam Kristus akan dihidupkan, diperbarui dan dibangkitkan untuk hidup dalam kemuliaan kuasa pemerintahan dan kedaulatan Kristus. Paulus menjelaskan ttg status dan kondisi org2 Yahudi dan non Yahudi yg berseteru, melalui kebangkitan-Nya didamaikan dan dibangun menjadi Bait Allah (Ef 2:11,22). Keajaiban anugerah Allah telah mengeluarkan kita dari kubangan dosa yg dahsyat dan ditempatkan dalam ruang takhta kemuliaan-Nya. Tepat bila dikatakan bahwa org yg hidup tanpa Kristus sebenarnya mati. Keberdosaan dan dosa perbuatan mematikan dalam arti mencemarkan hati, menggelapkan pikiran, melumpuhkan kehendak dan akhirnya menjerumuskan orang ke dalam kebinasaan. Hidup dapat berubah radikal hanya oleh dan dalam Kristus. Hanya Dialah yg mampu mengubah seluruh hidup lama kita yg cemar oleh dosa menjadi suatu ciptaan baru berciri kemuliaan ilahi (ayat 10). Kata ‘tetapi’ dalam ayat 4 sangat penting. Kata ‘tetapi’ mengontraskan keadaan manusia yg mati, diperbudak dan dimurkai, dg anugerah Allah yg besar dan berlimpah. Frasa ‘tetapi Allah’ adalah kabar baik yg menyingkapkan dahsyatnya anugerah Allah. Inisiatif keselamatan datang dari Allah. Keselamatan sama sekali bukan hasil usaha manusia. Allah bertindak menyelamatkan manusia. Mengapa Allah bertindak? Allah menyelamatkan manusia untuk menyingkapkan rahmat-Nya yg kaya (ayat4), untuk menyatakan kasih-Nya yg besar (ayat 4), untuk menyatakan anugerahNya yang berlimpah-limpah (ayat 7,8) dan untuk mengungkapkan kebaikan-Nya (ayat 7). Apa yang dilakukan Allah? Allah menghidupakan kita (ayat 5). Allah membangkitkan kita (ayat 6). Allah memberi kita tempat di surga (ayat 6). Ketiga hal ini terjadi melalui dan di dalam Yesus Kristus. Tanpa relasi dengan Kristus tidak mungkin kita mengalami betapa dahsyatnya anugerah Allah. Untuk menegaskan hal ini, Paulus mengatakan bahwa keselamatan hanya terjadi oleh karena iman. Tanpa iman tidak mungkin seseorang mendapat keselamatan. Agar lebih jelas, Paulus menyatakan bahwa keselamatan bukan hasil usaha manusia (ayat 8), bukan hasil pekerjaan manusia (ayat 9). Semuanya adalah anugerah Allah yang diterima melalui iman pada Yesus. Bahkan Paulus mengatakan iman pada Yesus juga adalah pemberian Allah (ayat 8). Sehingga sama sekali tidak ada bagi manusi aalasan untuk memegahkan diri. Untuk menerima keselamatan, manusia tidak perlu menyiksa diri, tidak perlu membangun kesalehan, tidak perlu mengumpulkan kebaikan. Hanya iman pada Yesus yang menyelamatkan. Demikian sederhana? Ya. Keselamatan begitu sederhana sehingga banyak yang tidak mau menerimanya. Mereka berpikir bahwa keselamatan yang begitu sederhana harus dilengkapi dan disempurnakan dengan berbagai jasa dan perbuatan manusia. Tetapi, Paulus menegaskan bahwa keselamatan diperoleh hanya oleh iman pada Yesus.
Yoh 3:14-21 Yesus dan Nikodemus
Dia "telah turun dari surga" krn di bumi ini Dia harus ditinggikan. Sesuai dg peringatan Yesus dalam Yoh3:12, semula hal ini tidak dpt diterima (dimengerti) oleh Nikodemus. Dalam ayat ini, Yesus sungguh mulai menjawab pertanyaan Nikodemus, yg diajukan dalam ayat 9. Dia mulai menjelaskan "hal-hal surgawi" di sini, dengan menyamakan penyaliban-Nya dengan ular yang ditinggikan di padang gurun, yang dikisahkan dalam Bil 21:4-9. Jika Anak Manusia ditinggikan, maka manusia dapat diperanakkan kembali. Yohanes menekankan satu kesamaan antara ular itu dan Yesus, yaitu bahwa dua-duanya harus ditinggikan, tetapi sebenarnya kesamaannya lebih luas, karena nampaknya ular itu melambangkan dosa umat Israel, dan waktu Dia disalibkan Yesus menjadi dosa untuk kita. Dalam pasal 12:32-33 ditulis, "'...apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua org datang kepada-Ku.' Ini dikatakan-Nya untuk menyata kan bgm caranya Ia akan mati", namun dalam nas ini salib-Nya belum diceritakan secara jelas. Istilah ditinggikan (atau "meninggikan") juga dipakai dalam Kis 2:33; 5:31 (mengenai kenaikan-Nya); Kej 40:13 (mengenai kemuliaan seorang hamba); Kej 40:19 (mengenai kematian seorang hamba diatas tiang); dan Yes 52:13 (mengenai kemuliaan Hamba TUHAN di surga), maka nampaknya istilah ditinggikan di sini mengandung arti kematian-Nya di kayu salib, kebangkit anNya dari kuburan, pengangkatanNya ke surga, dan kemuliaan-Nya di surga, tetapi kekayaan istilah ini belum jelas bagi Nikodemus. Sama seperti ungkapan "saat-Ku belum tiba" dalam Yoh 2:4, petunjuk ini mengenai kematian-Nya belum diuraikan. Konsep perlawanan yang akan menyerang Dia masih belum muncul secara terang-terangan. Tema iman dikembangkan dalam Yoh 3:1-21, pertama melalui ungkapan "lahir baru" yang diuraikan kepada Nikodemus, kemudian secara terang-terangan. Dalam percakapan ini, pengertian lama, pengertian agama Yahudi, akan dikontraskan dengan apa yang ditawarkan oleh Tuhan Yesus. Yang lama menekankan kepentingan kelahiran jasmani. Asal lahir jasmani dalam keluarga Yahudi, orang itu memiliki hubungan yang khusus dengan Allah. Tuhan Yesus menawarkan kelahiran baru, yang mutlak diperlukan untuk menjadi terlibat dalam Kerajaan Allah. Yang lama tidak berarti, harus ada permulaan yang diadakan oleh Roh Allah. Sebenarnya konsep ini sudah diungkapkan dalam Yoh 1:13, yang berkata "orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah." Seperti seorang guru yang mahir, Tuhan Yesus memakai apa yang dimengerti (kelahiran jasmani) sebagai batu loncatan untuk menjelaskan apa yang belum dimengerti (bahwa silsilah dan amal tidak menolong orang untuk mendekat kepada Allah).
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.       Iman dianugrahkan dari Tuhan, hanya kasih karunia saja kita di pilih Tuhan.
2.       Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yg tidak kita lihat (Ibr 11:1).
3.       Karya Keselamatan sudah ada semenjak dunia dijadikan, manusia jatuh ke dalam dosa dan Tuhan telah merencanakan cara penebusan yakni dg memberikan AnakNya yang Tunggal ke dunia, hanya Dia sebagai penjuna dan kita bejana tanah liat yg terbagi menjadi kemuliaanNya atau lambang kemurkaanNya (Rom 9:22), saat nanti Pesta Anak Domba (Why 19:7) dipisahkan antara kambing dan domba (Mat 25:32).
4.       Keselamatan hanya anugrah (Yun 2:9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!"), karya RK sehingga rohku hidup dalam Tuhan  shg kita dianugahkan iman, sehingga percaya Yesus, kasih karunia dari Tuhan, dan kita hanya bisa bersyukur saja, (perumpamaan pekerja ladang, ada yg awal ada yg akhir tapi semua sedinar), Rom 9:15-16 (Tuhan berikan free will bagi manusia untuk memilih untuk percaya/tdk percaya), dalam Rom 9:18  (Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya). Kalau ada orang mengatakan bahwa saya percaya krn iman (org ini sombong), krn 1 Kor 12:3 (… tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan," selain oleh Roh Kudus).
5.       Hidup harus berubah scr radikal hanya oleh dan dalam Kristus. Hanya Dialah yg mampu mengubah seluruh hidup lama kita yg cemar oleh dosa menjadi suatu ciptaan baru berciri kemuliaan ilahi (Ef 2:10).Ciptaan dg baju kesucian yang bersih mampu memasuki surga yang mulia, kondisi inilah yang menyamai kemurnian hati Yesus dg kondisi kita (ingat hanya pelepasan kutuklah kondisi ini dpt terwujud)
6.       Dalam Yoh3:16 (Krn begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yg tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal), kata dunia di sini mempunyai pengertian relatif, bukan dunia org Yahudi saja, (percakapan Nikodemus), jua utk dunia lainnya/perorangan, tdk absolute. Kasih Tuhan mengasihi manusia, bukan hanya belas kasihan, krn kasih Bapa yg kekal utk manusia utk menyelamatkan untuk umat pilihanNya, hidup kekal, dalam 1Kor 16:17 saat kita lahir baru kita telah terikat dg Roh Tuhan. Saat dia meninggal dia meninggalkan kemah yg lama menuju surga.(Mengenakan tubuh yg baru).
7.       Iman diberikan Tuhan bukan untuk perkara duniawi, tapi pada perkara rohani, mengenal Tuhan scr benar, shg bila kita benar dalam pemikiran kita, ada sumbatan dalam mengarahkan doanya, kalau dia dalam kondisi tetap miskin. Jiwa kita harus dibarahui setiap hari, kadang kita selalu berada dalam pengendalian pikiran dan perasaan. Harus di ubah setiap hari (transformasi), rubah mindsetnya, tdk perlu kita berdoa berjam2, (krn motivasinya hanya meminta terus),hanya ucapan syukurlah yg bisa membuat Tuhan bahagia (Fil 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir ttg apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa danpermohonan dengan ucapan syukur).

8.       Yesus menawarkan kelahiran baru (melalui pelepasan kutuk),shg tubuh hitam menjadi tubuh kemuliaan, yg mutlak diperlukan utk terlibat dalam Kerajaan Allah. Yg lama tidak berarti, harus ada permulaan yang diadakan oleh Roh Allah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar