Kamis, 19 Maret 2015

Hikmat Tuhan Dasar Iman           Minggu, 8 Maret 2015
Kel 20:1-17
1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yg ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.13 Jangan membunuh.14 Jangan berzinah.15 Jangan mencuri.16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."
1 Kor 1:22-25
22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,24  tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.25  Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.
Yoh 2:13-25
13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.14 Dalam Bait Suci didapatiNya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.15 Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."18 Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.23 Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.24 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,25 dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.
Pembahasan:
Kel 20:1-17  Akulah Tuhan Allahmu!
Pada bagian terakhir kitab Keluaran ini,(Kel 19:1-2; 24:15-31:18; 34:29-35:8), berasal dari tradisi Para Imam. Bagian yg memuat Kitab (Hukum) Perjanjian, Kel 20:22-23:33, harus dipisahkan, sebab baru belakangan dihubungkan dg peristiwa di gunung Sinai. Bag2 lain berasal dari sumber2 yang lebih tua usianya. Sering sukar menentukan bagian manakah berasal dari tradisi Yahwista dan bagian manakah berasal dari tradisi Elohista. Menurut penyusun, kisah ini maka perjanjian yg diadakan Musa meneguhkan kepilihan bangsa Israel serta janji2 yg telah diberikan kpdnya, Kel 6:5-7, sama spt perjanjian dg Abraham (yang disinggung dalam Kel 6:4) meneguhkan janji2 yg terdahulu, Kej 17. Tapi perjanjian Abraham diadakan dg seorang saja (walaupun perjanjian itu menyangkut keturunannya) dan disertai satu perintah saja (sunat). Perjanjian di gunung Sinai langsung menyangkut seluruh bangsa yg menerima hukum: kesepuluh perintah (Allah) serta Kitab Perjanjian. Bersama dengan semua tambahannya dari zaman kemudian hukum tsb menjadi piagam agama Yahudi, Sir 24:9-27 menyamakan Hukum Taurat itu dg Hikmat Allah. Tetapi sekaligus hukum itu "menjadi suatu saksi thdp bangsa Israel", Ul 31:26, artinya: pelanggaran hukum Taurat oleh umat Israel akan membatalkan segala janji dan akan mendatangkan kutuk Allah. Maka hukum Taurat hanya berperan sbg pengajaran dan paksaan untuk menyiapkan manusia bagi kedatangan Kristus yg akan mengadakan suatu perjanjian yg baru. Peranan sementara dari hukum Taurat itu diterangkan Paulus dalam uraiannya melawan org Kristiani yg hendak memaksakan hukum Taurat kpd org Kristen bukan Yahudi, Gal 3; Rom 7. Selama satu tahun tinggal di Sinai terlaksana dua hal: (1) Israel menerima Hukum Allah dan pengajaran ttg jalan2 Allah; (2) org2 yg lolos dari Mesir dipersatukan menjadi awal dari satu bangsa. Periode ini paling penting untuk memahami kehendak dan maksud Allah sebagaimana dinyatakan di bagian PL selanjutnya. Inilah inti Alkitab sbg "Taurat." Catatan dari kehidupan mereka di Sinai serta Taurat yg diberikan kpd mereka di sana bukan hanya merup pokok bahasan selanjutnya dari Kitab Keluaran namun juga dari seluruh Kitab Imamat dan pasal2 pertama dari Kitab Bilangan. Hipotesis Graf-Wellhausen (abad ke 19) yg bahkan menyangkal adanya sebuah Tabernakel, menjadikan hukum2 ini sekadar pencerminan dari adat istiadat Israel beberapa abad kemudian. Dalam setengah abad terakhir telah terjadi pembalikan dari cara berpikir ini, shg hampir semua pakar bersedia untuk mengakui bahwa kerangka dan inti dari Taurat berasal dari zaman Musa. Para kritikus tetap bersikukuh bahwa Taurat yg ada pada kita saat ini sudah dimodifikasi dari Taurat yg asli serta telah banyak disunting pada abad2 belakangan. Sekalipun bukan mustahil bahwa kepada Taurat telah ditambahkan sejumlah hukuman dan ketetapan, org2 yg menganggap Taurat sbg penyataan dari Allah menerimanya dalam bentuknya sekarang sbg Taurat yg pada hakikatnya sama dg yg diterima oleh Musa. Bahkan para kritikus yang secara teori menyangkal hal ini ternyata sulit untuk menentukan ketetapan mana saja yang ditambahkan belakangan. Siapakah yang berhak mengatur hidup Anda? Diri Anda sendiri? Apakah yang Anda gunakan sebagai standar hidup? Hati nurani, hukum pemerintah, atau hukum gereja? Jika Anda mengaku beriman, sudahkah kebenaran Allah saja yang mengatur hidup Anda? Hukum2 itu mengatur hub umatNya dg diri-Nya dan antar sesama umatNya. Hukum2 ilahi itulah yg diucapkan Allah langsung kpd Musa untuk disampaikan kepada Israel, umat pilihan Allah. Sah milik Allah. "Akulah Tuhan Allahmu...." adalah pengesahan bahwa Allah adalah Allah bagi umat Israel dan Israel adalah umat kesayanganNya. Umat kesayangan Allah ini telah melihat karya besar Allah dalam awal kehidupan mereka berumat. Allah menunjukkan keterlibatan besar dalam hidup mereka. Perbuatan ajaib Allah itu alasan yg membuat mereka hanya perlu taat pada Allah yg Ajaib dan Besar. Tidak ada ilah lain yang patut disembah di samping Tuhan Allah. Wujud nyata menyembah Allah. Bagaimanakah seharusnya umat Allah memulai hubungan pribadi sbg umat milik Allah? Pertama,Sembah Dia saja. Hanya Dia yg telah menyatakan Diri kpd mereka, Allah sejati, bukan yang lain. Allah nyata dalam karya-Nya yang besar dan di dalam firman-Nya. Kedua, Allah melarang Israel membuat apapun yang dapat menggantikan kehadiran-Nya. Allah tidak ingin dinomorduakan. Ketiga, nama-Nya harus ditinggikan, dan dimuliakan. Menyebut nama-Nya dg sembarangan = tidak meninggikan Dia. Keempat, bersekutu dgNya pada hari Sabat. Persekutuan dengan-Nya membuat manusia makin mengenal dan terus berharap pada-Nya. Keempat hal tersebut perlu dipelihara dan dijalankan oleh umat Allah. Syukur pada Kristus yang telah memperkenalkan Allah lebih jelas karena Kristus adalah gambar wujud Allah (Ibrani 1:2-3). Di dalam dan melalui Kristus kita dapat mengalami hubungan pribadi lebih dekat lagi dan pasti.
1 Kor 1:22-25 Bukan jasaku. 
Orang mencari jaminan manusiawi: mujizat2 (tanda yg menjamin benarnya pemberitaan,bdk Yoh 4:48), atau "hikmat" ialah ajaran yg memuaskan akal yang ingin mengerti. Pada dirinya usaha manusia semacam itu tidak terkutuk dan salib Kristus yg berupa paradoks bahkan melayani usaha itu, 1Kor 1:24. Tetapi usaha itu hanya pendahuluan dan persiapan. Jika orang tidak mau melangkah lebih dari persiapan itu, maka usaha manusiawi itu tidak lagi dapat dipuji.
Perasaan diri sbg yg paling besar dan benar sering membuat perpecahan dalam suatu kelompok yg semula rukun. Awal kesombongan diri. Kita mengetahui bahwa perpecahan mendatangkan ketidaknyamanan bagi seluruh anggota. Inilah yg terjadi pada tahap2 awal terbentuknya jemaat Korintus. Beberapa orang dari keluarga Kloe merasakan hal itu dan menyampaikannya kpd Paulus. Paulus menjawab sekaligus mengajarkan suatu pokok yang penting. Paulus menyebut bahwa masalah tsb sbg 'perselisihan di antara kamu' (1 Kor 1:11). Masalah itu ditanggapinya dg jelas. Namun, Paulus sendiri menolak untuk dijadikan pemimpin salah satu kelompok. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa Kristus sbg pusat pemberitaan Kabar Baik, pusat yg mempersatukan; dan demi Nama yg diberitakan itu, jemaat tidak boleh terkotak-kotak (1 Kor 1:10). Bahkan Paulus menegaskan pusat pemberitaan pemberita Injil adalah Kristus yg disalib dan bangkit. Tugas ini akan sulit dijalankan jika tidak mengandalkan campur tangan Tuhan (1 Kor 1:17- 25). Mereka yg mendengar ttg pemberitaan keselamatan oleh Kristus mungkin menolak untuk percaya dg alasan spt yg disampaikan oleh org Yahudi, "mukjizat dulu, baru percaya", atau menertawakannya seperti org Yunani (1 Kor 1:18-23). Apa masalah penginjilan untuk orang Kristiani dan gereja masa kini? Yang utama agar kita jadi bagian dalam tugas yang Kristus percayakan, adalah mengetahui isiNya, bagaimana melakukanNya, dan mengapa harus dilakukan? Yg kita perlukan adalah kesadaran ttg mengapa kita perlu terlibat dalam penginjilan. Jika alasan untuk penginjilan tidak jelas dan api semangat penginjilan telah redup, kedua pertanyaan lain percuma saja dibahas. Jadi mengapa perlu mendoakan, memikirkan, mendukung, dan terlibat dalam pewartaan Injil? Jawabnya karena inti kabar baik Injil adalah salib Yesus. Jika ada jalan keluar lain bagi masalah hakiki manusia, mengapa sampai Yesus rela disalibkan? Jika ada cara yg dapat memberikan jaminan hidup kekal, mengapa Yesus harus mati? Salib membentangkan hati Allah kepada manusia, tetapi juga menelanjangi keadaan riil hati manusia.Paulus menekankan bahwa pusat semua kegiatan pengabaran Injil kpd manusia berdosa adalah karya penyelamatan Allah (1 Kor 1: 24,25). Paulus memberikan teladan kpd kita, bgm potensi2 perpecahan dalam kumpulan org percaya perlu dikenali, diungkapkan, dan kemudian diarahkan kepada pusat perhatian gereja yaitu Tuhan Yesus. Suatu hal yg hanya dapat diterima karena panggilan dan kekuatan dari Allah. Pernahkah kita mengizinkan cara pandang Kristus membuat kita melihat lebih dalam ke balik penampakan luar hidup orang yang kita jumpai dalam keseharian kita? Di balik keberhasilan material mereka, di balik posisi yang mereka capai dalam pekerjaan, di balik canda bahagia rumah tangga mereka, adakah kebahagiaan dan kesukaan kekal dari mengenal anugerah Allah dalam Kristus? Pada orang-orang yg wajahnya kuyu, tubuhnya lemah tertekan beban berat dan terlibat kemelut kehidupan, adakah dalam hati kita penilaian Kristus yg penuh dengan kehangatan cinta ingin mengubah dan memperbarui mereka? Gereja dan org Kristiani masa kini perlu memohon belas kasih Kristus, shg tergerak oleh Injil untuk mewartakanNya kpd org yang kita jumpai sehari-hari. Kita perlu sertakan Roh bahwa dg menahan kabar baik itu dari sesama kita, kita sungguh tidak berbelas kasihan. Allah tidak ingin seorang pun binasa dalam dosa. Apakah desakan hati Allah ini Anda rasakan juga? Jika ya, Anda pasti akan banyak berdoa untuk kenalan yg belum percaya Yesus. Pasti akan memberi diri didorong oleh Roh Kudus untuk berinteraksi sosial menjadi Injil yg hidup untuk dibaca orang.
Yoh 2:13-25 Bait Allah kotor dan dibersihkan
Sekalipun peristiwa ini tidak disebut sebagai sebuah tanda; ini merupakan peristiwa yang lebih penting daripada mukjizat di Kana, karena peristiwa ini langsung berhubungan dg misi Yesus, yaitu berupa tindakan Mesias di depan umum. Sekali lagi Yudaisme terlibat kurang sempurna, dan bahkan menyimpang, sebab rumah Bapa dikotori. Yesus mengaitkan peristiwa ini dg kebangkitan diri-Nya (Yoh 2:19-21). Ini menunjukkan ketidakpercayaan orang Yahudi (Yoh 2:18,20) dan iman para murid (Yoh 2:22). Perbuatan radikal Yesus mengacaukan pelataran Bait Allah, yg seharusnya dipakai untuk para peziarah Yahudi beribadah dg khusuk, merupakan tanda bahwa pelayanan-Nya itu adalah membongkar akar kepalsuan beragama. Bait Allah adalah tempat untuk menyembah Allah Bapa (Yoh 2:16), rumah doa (Mat 21:13).Peristiwa ini harus dibedakan dg pembersihan yg dilakukan Yesus sesaat sebelum kematian-Nya (Mrk 11:15-19). Penyalahgunaan Bait Allah menjadi sorotan Yesus dalam tindakan-Nya saat itu. Yg seharusnya menjadi tempat org beribadah kpd Allah menjadi ajang komersialisme, tempat mengeruk keuntungan pribadi. Hari Paskah merup momen bagi keluarga Yahudi yg berada di perantauan untuk datang ke Yerusalem. Pada masa2 itu Bait Allah dipenuhi orang. Namun pemimpin agama Yahudi justru makin memadatinya dg mengizinkan pedagang hewan dan penukar uang berniaga di halaman Bait Allah. Menurut mereka, itu demi kenyamanan para pendatang, shg tidak perlu membawa hewan korban dari tempat jauh. Selain itu untuk mencari dana guna pemeliharaan Bait Allah. Padahal halaman Bait Allah adalah tempat beribadah bagi org2 nonYahudi. Namun para pemimpin agama Yahudi mengubah keheningan tempat ibadah menjadi hiruk pikuk pasar. Mereka tak peduli pada org yg mengalami kesulitan untuk beribadah. Padahal tujuan orang datang ke Bait Allah adalah beribadah. Tak heran bila Yesus marah dan mengusir para pedagang dari situ (Yoh 2:15-16). Tindakan Yesus mengundang pertanyaan org2 Yahudi mengenai otoritas yg Dia miliki shg berani bertindak dmk. Akan tetapi, Yesus tidak mau memperlihatkan tanda ajaib spt yg mereka inginkan. Yesus menyatakan bahwa mukjizat akan terjadi pada saat kebangkitan-Nya. Tubuh-Nya dikorbankan untuk membuka jalan bagi kehadiran Allah di dalam hidup manusia. Selain memperdamaikan Allah dengan manusia, melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus juga memenuhi manusia dengan Roh Kudus dan membuat manusia menjadi bait Allah yang hidup (1Kor 6:19-20). Sudahkah kita menjadikan tubuh kita sbg bait, tempat RK berdiam? Ingat bahwa RK lah pemilik tubuh kita. Seharusnya kita memperlakukan tubuh kita sesuai dg kehendak Pemiliknya,  bukan mengotorinya dg asap/alcohol.
dan menodai kesucian-Nya. Diperlukan hikmat Ilahi untuk menentukan sikap yang jelas dan tegas tersebut.
Dari ketiga bacaan kami belajar :
1.       Allah sungguh memiliki sifat kecemburuan yg besar, bila kita menyembah benda tiruan/patung (ingat patung apapun yg menyerupai benda/Yesus/ Maria/ apapun) akan mendapat kutuk, 4 keturunan tdk akan lepas (Kel 20:3-5). Pelepasan kutuk sbg cara satu2nya untuk terlepas dari kutukan ini.
2.       Bait Suci sbg pusat ibadah berubah jadi pusat jual beli. Menjadikan tempat suci itu sbg sarang penyamun (Mat 21:13). Sekitar Bait Suci dianggap sbg tempat yg paling tepat & paling strategis untuk berbisnis. Tidak saja mengotori tempat ibadah, tetapi mereka juga telah meremehkan kehadiran, kekuasaan bahkan kesucian Allah. Wadah kerohanian umat telah dikotori oleh intrik2 bisnis yg culas, serakah, dan kepentingan diri sendiri.Kemarahan Yesus bukan pada pribadi, tapi pada sikap, dan bukan tujuan pribadi yg diutamakan dalam kemarahanNya. Tegas thdp dosa adalah karakteristik org2 yg dipimpin RK. Penjualan makanan, seminar konser merup kegiatan bisnis yg mestinya tidak dihadirkan di gereja.
3.       Yesuslah tujuan Allah Bapa menciptakan 10 perintah Tuhan, kecemburuanlah yang menyebabkan Tuhan murka atas semua berhala yang kita miliki.(Ada 9 berhala selain patung: kesuksesan, hoby, prestasi, makanan, sex, hiburan, keluarga,keakuan,cinta romantis)
4.       Perasaan diri sbg yg paling besar dan benar sering membuat perpecahan dalam suatu kelompok yg semula rukun. Awal kesombongan diri. Kita mengetahui bahwa perpecahan mendatangkan ketidaknyamanan bagi seluruh anggota. Inilah yg terjadi pada tahap2 awal terbentuknya jemaat Korintus. Inipun yang menjadikan beberapa gereja menjadi pecah, terbagi2 terkotak2, memiliki doktrin sendiri (1 Kor 1:11), sedangkan Yesus menginginkan kesatuan bukan perpecahan, Yesus ingin kita setia dan bergantung penuh pada pohon kebenaran yakni diriNya.Memuji dan menyembah dalam Roh dan Kebenaran, bukan dg tujuan kita sendiri, tapi untuk kemuliaan NamaNya yang kudus.
5.       Tujuan menjadi percaya mungkin adanya mukjizat baru iman kita tumbuh, ini yg menyebabkan iman org dg mudahnya menjadi berbalik dan meninggalkan gereja secara pelan2 bahkan murtad (Mat 13:7), krn mereka bukan dipilih Tuhan, dan mereka menetapkan kebenaran diri bukan kebenaran sejati yang ada dalam diri Yesus. Hanya kerendahan hati, dan kehausan akan Firman Tuhan serta mencari kebenaranNya saja yg dapat memampukan RK bekerja, menuntun, membaharui hidup dari hari ke sehari.
6.       Kehadiran Yesus yg mentransformasi hidup sehari-hari dan ibadah.Tugas gereja adalah menolong umat Tuhan beribadah dg benar dan bukan memanfaatkan mereka untuk kepentingan org ttn. Gereja harus mewujudkan relasi kpd Allah dalam ibadah shg akan menolong orang lebih mengasihi dan peduli pada sesamanya.
7. Perbuatan Yesus bukan merup tindakan anarkis dan kemarahan seorg manusia yg bisa membenarkan diri bahwa manusia boleh marah. Setelah kebangkitanNya, kita tahu perbuatan Yesus ini sbg kegenapan nubuat PL (Yoh 2:17, 22).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar