Rabu, 20 Mei 2015

         KasihNya Sempurna di dalam Kita               Minggu, 17 Mei 2015
Kis 1:15-17,20-26
15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya."23 Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias.24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan ke sebelas rasul itu.
1 Yoh 4:11-16
11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Yoh 17:11b-19
11b Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.
Pembahasan:
Kis 1:15-17,20-26 Matias yang di tunjuk
Dalam PB org2 Kristen sbg murid Yesus disebut saudara, Mat 28:10; Yoh 20:17; Kis 6:3; 9:30; 11:1; 12:17; Rom 1:13, tidak hanya berarti saudara seayah-seibu, tetapi juga dipakai sehubungan dg kaum kerabat lainnya/ orang sebangsa (persekutuan lebih mendalam yg berurat berakar dalam perjanjian), yaitu mereka yg spt Yesus melakukan kehendak Bapa,Mat 12:50 dsb. Di sini sebagian org menganggap bahwa Alkitab menarik krn penuh dg angka2.  Mengapa para rasul merasa perlu menambahkan satu org untuk menggantikan Yudas?  Pertama, bilangan ke 12 murid bukanlah penanda status, seakan- akan merekalah petinggi yg tertinggi dari gereja mula2 setelah Yesus sendiri,agar jumlah rasul tetap utuh 12 sebgm pertama kali Tuhan Yesus memilih para murid-Nya. Yesus memanggil mereka untuk menjadi saksi, dan bilangan ke 12 murid punya hub erat dg pemahaman ke 12 suku Israel sbg bagian dari Kerajaan Allah (janji Yesus dlm Luk 22:30). Yesus telah menubuatkan ke 12 rasul pilihan-Nya bahwa mereka akan memimpin umat Tuhan bersama Yesus dalam kemuliaan-Nya kelak (Mat 19:28). Kedua, Yudas harus digantikan untuk mengembalikan keutuhan dan kemurnian ke 12 rasul yg dinodai oleh pengkhianatan dirinya. Mereka lakukan dalam ketaatan dan penantian. Pengganti Yudas harus memenuhi syarat, para calon hanya mereka yg benar2 menjadi saksi langsung pelayanan Yesus, dari baptisan hingga kebangkitan-Nya (Kis 1:21-22),seorang yg pernah bersama Yesus semasa hidup-Nya dan juga menjadi saksi bagi kebangkitan Kristus (Kis 1:21-22). Namun yg paling penting adalah, proses pemilihan itu scr final diserahkan kpd Tuhan Yesus sendiri, agar Dia yang menentukan (Kis 1:24-25). Apa yg dilakukan Petrus dan murid2 Yesus lainnya mungkin tidak lazim bagi kita yg hidup pada masa kini, tetapi memiliki makna yg penting scr teologis. Yang terakhir, melalui doa yg sungguh2 gereja menyerahkan keputusan final pada Tuhan bukan pada kebijaksanaan manusia. Dalam penggantian yg tepat, Barsabas / Matias, mereka berdoa pada Tuhan, lalu membuang undi. Ini peraturan yg sangat dihormati di Israel purba dan cara yg lazim digunakan untuk memastikan apa kehendak Allah (Ams 16:33)
1 Yoh 4:11-16 Allah Sumber Kasih
Kasih-Nya dapat mengacu pada kasih-Nya kpd kita / pada kasih kita kpdNya /pada sifat dasar-Nya. Mungkin yg dimaksudkan bukan kasihNya kpd kita. Jika yg dimaksudkan adalah kasih kita kpdNya, maka kasih tersebut menjadi sempurna (menjadi dewasa) ketika kita mengasihi sesama saudara. Allah adalah sumber kasih (1 Yoh 4:7) dan kasih adalah sifat dasar (natur) Allah (1 Yoh 4:8). Karena kita adalah anak2 Allah dan kita mengalami kehadiran-Nya di dalam hidup kita, maka seharusnya kita merefleksikan karakter Bapa yang adalah kasih. Org yg mengasihi membuktikan bahwa ia telah lahir dari Allah.Yohanes dg tegas mengatakan, jika tidak ada kasih kpd umat Allah di dalam hati kita, jangan pernah menyatakan bahwa kita mengenal Allah. Salib Kristus tidak memberi kita pilihan ttg kasih. Jika kita ingin lebih mengasihi, kita perlu belajar lebih dekat dg Allah. Sebaliknya, kita tidak dapat bertumbuh dalam pengalaman kita dg Allah tanpa mengasihi satu sama lain. Jika kita sudah mampu mengasihi, kita mesti bersyukur pada Allah. Namun jika merasa kurang mengasihi, kita harus berdoa, bertobat dan meminta Allah merubah hati kita. Dg kasih, kita akan menemukan sukacita yg lebih besar di dalam hidup.Harus jelas dipahami bahwa kasih bukan Allah (sbg berhala). Kasih adalah salah satu karakter Allah. Yang benar: Allah adalah kasih (sbg wujud keilahian Tuhan). Relasi Allah dan manusia ditandai & dibentuk oleh kasih. Berbagai perbuatan Allah bagi manusia adalah tindakan kasih. Kedatangan Yesus ke dunia adalah bukti kasih Allah (1 Yoh 4:9). OSI kita tidak dpt memahami kasih Allah jika itu dilepaskan dari kematian Yesus di kayu salib. Penjelasan ttg kasih Allah di luar salib Kristus (agama lain) adalah pengertian kasih yang tidak sempurna. Sebab itu kini kita yang telah menerima kasih Allah harus merespons dan mewujudkan kasih itu di dalam kehidupan kita (1 Yoh 4:7,11). Jika tidak, maka tidak ada bukti bahwa kita telah mengalami kasih Allah dan sekarang sedang berelasi dgNya (1 Yoh 4:7). Relasi kpd Allah dan kpd sesama harus kita demonstrasikan dalam kehidupan kita. Hidup dalam kasih merup bukti hidup bersama Allah (1 Yoh 4:13,15). Sekali lagi Yohanes menegaskan bahwa tidak mungkin manusia mengenal kasih Allah lepas dari Kristus. Allah adalah sumber kasih. Dialah kasih itu sendiri, tiada kasih di luar Diri-Nya. Berarti tidak ada yg memiliki kasih kecuali ia ada di dalam Dia dan sebaliknya seorang yang ada di dalam Dia pasti memiliki kasih. Apakah tidak ada tanda lain selain kasih? Tidak ada! Ia dapat mengasihi karena ia telah hidup dalam sumber kasih, yg tidak akan pernah berhenti mengalir. Tapi bila kasih Allah ada dalam kita, kekecewaan itu tidak mampu membendung kita untuk kembali belajar mengasihi. KasihNya menjadi sempurna dlm kita jika kita berani percaya & membuka kehidupan kita di hadapan-Nya.
Yoh 17:11b-19 Doa Yesus
Setelah menguatkan doa-Nya dg menyebutkan dasar2 doa, Dia sampai pada permohonan-Nya sendiri, yaitu supaya mereka dilindungi.Yoh17:11b Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka oleh nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Julukan Bapa yang kudus hanya muncul sekali dalam seluruh Perjanjian Baru. Dia yang layak digambarkan sebagai kudus juga boleh disebut Bapa! Yesus begitu akrab dengan yang MahaKudus, sehingga dapat memanggil Dia Bapa. Pesan perpisahan dapat disertai dengan doa, seperti dalam Kejadian 49, sehingga doa ini tidak boleh dipisahkan dari konteks salib. Tuhan Yesus telah mengajar dan menghiburkan murid-murid-Nya. Melalui doa ini Dia juga meneguhkan iman mereka. Pasal ini merupakan doa Tuhan Yesus yang Dia sungguh doakan kepada Bapa-Nya, namun unsur ajaran terlihat dalam Yoh 17: 13, yang berbunyi, "Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka". Unsur ajaran juga terlihat dalam doa-Nya yang tercantum dalam Yoh11:42, yaitu doa Tuhan Yesus di kubur Lazarus: "Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dalam pasal Yoh 10:28-29 Tuhan Yesus berkata, "...Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa." Sampai saat yang dikisahkan dalam Yoh 17, Tuhan Yesus telah menjaga mereka supaya seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan-Nya, namun Dia mengerti bahwa Dia harus menyerahkan mereka ke dalam perlindungan Bapa-Nya karena Dia harus "pergi". Doa ini adalah doa penyerahan-Nya. Keamanan mereka dalam tangan Allah terjamin oleh doa Tuhan Yesus. Tujuan pertama dari pemeliharaan itu adalah supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Murid-murid Tuhan Yesus dilindungi demi kepentingan kesatuan mereka. Kesatuan itu diuraikan lebih lanjut dalam doa ini (dan juga dalam Yoh 10:16, 30; dan Yoh 11:56), namun dapat dikatakan bahwa kesatuan yang digarisbawahi di sini tidak boleh mengkompromikan nama Allah, yang di dalamnya mereka dilindungi. Dengan kata lain, jika lembaga-lembaga Kristen menyatu, tetapi dalam proses itu mereka tidak menjaga kebenaran nama Allah, yaitu sifat, kemuliaan, dan karakter-Nya, maka kesatuan tersebut bukan kesatuan yang diceritakan dalam doa ini. Kesatuan yang dimaksudkan dalam nas ini adalah kesatuan hati, bukan kesatuan lembaga yang belum tentu menyentuh masalah hati orang! Kesatuan ini adalah kesatuan hati yang tunduk pada sifat, kemuliaan, dan karakter Allah yang diilhamkan dalam Firman-Nya. Ungkapan sama seperti Kita mengingatkan kita bahwa standar kesatuan yg diwajibkan bagi kita adalah kesatuan yang dinikmati oleh Tuhan Yesus dan Allah Bapa.
Dari ke tiga bacaan kami belajar bahwa:
1.       Dengan kasih, kita akan menemukan sukacita yg lebih besar di dalam hidup.
2.       Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8), bukan kasih adalah allah (sbg berhala), kekuasaan dan keilahian Tuhan diwujud nyatakan dg KASIH, mengutus Yesus (Putra TungalNya) ke dunia utk menebus semua manusia (1 Yoh 4:9), dan pada yg hanya percaya padaNya yg beroleh KESELAMATAN (keselamatan hanya bagi yg percaya, bukan utk yg lain Yoh 3:16).
3.       Bentuk Kita dalam Yoh 17:11 merupakan Tritunggal yang selalu dipertanyakan, jua disebutkan dalam Kej 1:26 dan Kej 3:22, bentuk Roh yang menyamakan kepribadian Tuhan yang tiga pribadi, menjadikan kita bisa berkuasa, tapi semenjak berdosa kita menjadi mati dalam roh, saat Pantekosta (penurunan Roh Kudus/ Kebenaran) menyempurnakan kasih Tuhan pada manusia.
4.       Yesus kini mendoakan para murid-Nya. Ia menyebut para murid-Nya sebagai milik Allah (Yoh 17: 6), juga milik-Nya (Yoh 17: 7). Mereka adalah milik Bapa sebab Bapa sendiri yang telah memberikan mereka kepada Yesus. Mereka adalah milik Bapa dan milik Yesus (Yoh 17:10) sebab mereka mengenal Bapa melalui firman yang Yesus nyatakan kepada mereka tentang Bapa (Yoh 17:6). Kepemilikan ganda ini terbukti di dalam iman mereka bahwa Yesus datang dari Bapa dan di dalam ketaatan mereka kepada firman Allah (Yoh 17:8,6). Di dalam doa yang sangat padat ini terbentang jalinan indah berbagai kebenaran tentang pemilihan Allah atas orang percaya, penyelamatan Yesus atas umat pilihan-Nya, penerimaan firman oleh orang beriman, dan ketaatan mereka. Penyelamatan sudah mulai dari rencana kekal Allah, diwujudkan dalam karya penebusan Kristus, menjadi efektif oleh karena penerimaan iman yang taat pada diri orang percaya.
5.       Penunjukkan semua org percaya adalah hak Prerogatif Tuhan, dan hanya predestinasi yang membuktikan itu semua, org yg tidak percaya akan di keluarkan dari orang percaya (murtad), perlindungan dalam dunia yg penuh dg kuasa iblis, bagi org yang tidak ingin melindungi diri hanyalah kepercayaan yang mustahil dg kekuatan sendiri, hanya anugrah dan kekuatan Tuhan saja kita bisa mempertahankan diri dari segala bentuk kejahatan dan dosa.
6.       Perlindungan Tuhan akan diberikan setelah kita mengalami pelepasan kutuk (lahir baru) dan seluruhnya diserahkan kembali pada diri manusia itu sendiri (krn kehendak bebas manusia), hanya kemurahan Tuhan saja kita dapat menjadi warga Surgawi.
7.       Kasih seharusnya tak bersyarat, dimiliki oleh semua org dan ditujukan untuk siapapun. Kita harus berusaha untuk mengasihi ketika tiap syaraf di dalam tubuh kita berdenyut di dalam kebencian dan keinginan membalas dendam.
8.       Yesus mengatakan kita bukan dari dunia (Yoh 17:16) menganggap kita telah “lahir baru”(dg pelepasan kutuk keturunan dan ikatan iblis, beda dg pembabtisan), artinya roh kita dihidupkan dalam terang kasih Tuhan sehingga kita bisa kembali berkomunikasi dg leluasa dengan sang Pencipta (syarat doa yg dikabulkan).
9.       Kondisi lahir baru akan sangat dirasakan secara rohani :mengalirnya hadirat Tuhan saat memuji dan menyembah Tuhan, haus akan kebenaran FT, mengasihi sesama lebih lagi, Roh Kudus menuntun pengertian akan Firman Tuhan dalam Alkitab.

10.   Dunia membenci murid-murid Tuhan krn mereka bukan milik dunia. Maka Yesus bukan meminta Bapa mengambil mereka dari dunia sebab di dunia ini mereka harus memberi kesaksian tentang kematian dan kebangkitan-Nya. Yesus bukan meminta Bapa melepaskan para murid dari penderitaan, melainkan berdoa agar Bapa melindungi murid-murid-Nya dari si jahat (Yoh 17:15). Dunia memang akan membenci murid-murid-Nya, tetapi dibalik itu setanlah yang menjadi dalangnya. Dialah sumber perlawanan terhadap iman orang percaya, yang mengancam kesaksian mereka pada dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar