Rabu, 20 Mei 2015

                   Gembala yang Baik                    Minggu, 26 April 2015
Kis 4:8-12
8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati  —  bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan  yaitu kamu sendiri, namun ia telah menjadi batu penjuru.12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
1 Yoh 3:1-2
1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. 2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Yoh 10:11-18
11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.13 Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
Pembahasan:
Kis 4:8-12 Kuasa memberitakan Injil
Petrus menerima kepenuhan Roh Kudus yang mendatangkan ilham, hikmat, dan keberanian untuk memberitakan kebenaran dan serta membela dirinya. Menunjukkan bahwa dia tidak melakukan apa-apa selain kebaikan bagi seorang lumpuh. Orang yang sebelumnya lumpuh tersebut berdiri bersama dengan Petrus dan Yohanes, dan Petrus menyatakan bahwa orang ini sembuh dalam nama Yesus Kristus dari Nazaret, bukan dengan kuasa yang ada di dalam diri para rasul sendiri.Scr teologis kepenuhan dg Roh bukanlah terjadi sekali saja, melainkan pengalaman ini terjadi berkali-kali. Peristiwa ini merupakan penggenapan janji Yesus dalam Luk 12:11-12; peristiwa lain tentang kepenuhan ulang terdapat juga dalam Kis 7:55 dan Kis 13:9. Tujuan penulisan adalah menunjukkan bahwa org2 Yahudi yg telah menolak dan menyalibkan Yesus melanjutkan pemberontakan mereka thdp Allah dg menolak Injil ttg Yesu yg telah bangkit dan naik ke surgasebgm diberitakan oleh para rasul. Kis 4 membahas awal dari perlawanan tsb yg mencapai puncaknya pada usaha org2 Yahudi utk membunuh rasul Paulus ketika ia berkunjung ke Yerusalem untuk terakhir kalinya. Kuasa Roh Kudus (dlm diri mereka Kis 4:8) yg sama memampukan Petrus berkotbah bahwa Yesuslah penggenapan PL utk keselamatan umat manusia. Di hadapan Mahkamah Agama (yg marah krn pemberitaannya yang provokatif), sekali lagi Roh Kuduslah yg berperan di dalam Petrus (Kis 4:8).Kuasa itu bekerja memberi kesaksian akan kuasa Kristus yang dahsyat dan nyata, memampukan Petrus membela pelayanan dan khotbahnya dg baik. Ia menyatakan bahwa yg ia lakukan adalah hal yg baik, yg tak dapat digugat secara hukum (Kis 4:9). Tidak ada yg salah dlm penyembuhan dan mengkhotbahkan sumber kesembuhan tsb. Dlm khotbah sebelumnya, yaitu Yesus, yg org Yahudi salibkan tetapi yg Allah bangkitkan,sbg sumber kesembuhan org lumpuh itu (Kis 4:10).Akan ada org2 yg dimenangkan dalam Yesus lewat pemberitaan Injil yg kita lakukan spt Petrus. Di dalam sidang yg sama, telah menghukum Yesus dg hukuman mati (Luk 22:63-71), Petrus memperhadapkan para pemimpin Yahudi kpd suatu fakta yg tidak dapat ditolak, ia menyatakan bahwa jika mereka mengakui kesembuhan si lumpuh, seharusnya mereka mengakui jua kebenaran bahwa ia disembuhkan krn kuasa Nama Yesus(Kis 4:9-10). Keyakinan Petrus dan Yohanes yg didasarkan pada tuntunan RK (Kis 4:8) inilah yg menjadi dasar dari tindakan, perkataan dan keberanian mereka. Akibat dari kesaksian dan pengajaran ttg Tuhan (sang Kebenaran Sejati), kini Petrus dan Yohanes harus menghadapi tekanan dan ancaman dari para pemimpin agama dan penguasa wilayah setempat.Gereja bersaksi.Petrus dan Yohanes bukanlah org2 terpelajar, tetapi memiliki keberanian dan hikmat luar biasa untuk bersaksi. Allah pasti berikan kekuatan, keberanian dan hikmat luar biasa bagi mereka yg mengobarkan kebenaran Injil.
1 Yoh 3:1-2 Kasih mengubah status.
Perubahan status menjadi anak-anak Allah sama sekali bukan karena kebaikan, kesetiaan, kemampuan, kesalehan, dan kelebihan kita; semata adalah kasih karunia-Nya. Kita yg berdosa sebenarnya tak layak menerima kasih-Nya yg sedemikian besar, namun dalam ketidaklayakkan itulah Ia mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya. Apakah perubahan status ini pun mengubah kasih kita kepada Tuhan, dulu mengasihi dunia dan diri sendiri kini mengasihi Dia? Bisa ya bisa juga tidak! Ada yg sungguh2 berubah mengasihi Dia, namun ada juga yang tidak menunjukkan perubahan: dulu berfokus pada diri sendiri, sering berdusta, suka memfitnah, berfoya-foya, tidak suka firman Tuhan, tidak bersikap adil, tidak tegas pada dosa, dll; sekarang pun masih tetap sama. Mengapa demikian? Perubahan status yg hanya melekat kpd pemberian dan berkat tidak akan mengubah hidup kita. Sebaliknya perubahan status yg dialami karena Allah sendiri yg telah menganugerahkan kasih-Nya akan mengubah hidup (disebut LAHIR BARU dg pelepasan kutuk). Status menjadi anak Allah jauh melebihi berkat2 lain, maka dalam hidup kita sekali-kali tak akan kembali melakukan perbuatan yang tidak berkenan kepada-Nya, karena tujuan hidup kita adalah untuk menyenangkan hati Yesus Kristus yang telah mati bagi kita.
Yoh 10:11-18 Gembala Yang Baik
Allah yg menjadi Gembala umat-Nya sendiri di zaman Mesias akan memberikan seorang gembala yg dipilihNya bdk Yeh34:1. Dengan menyatakan diriNya gembala yg baik, Yesus menjabat sbg martabat Mesias. Dalam kiasan panjang ini Dia bukan hanya pintu kandang domba,Dia jua Gembala yg Baik. Dia tidak spt gembala yg pandir dalam Za 11:15-17, dan Dia tidak spt mereka dalam Yoh 10:8,Dia baik. Dia begitu baik, shg Dia memberikan nyawa bagi domba2Nya. Sebaiknya seorang gembala domba di Timur Tengah rela mati bagi domba yg digembalakannya, krn domba2 harus dilindungi dari ancaman beruang atau singa, Daud adalah contoh gembala yang baik, yg siap menyabung nyawa demi menyelamatkan domba-dombanya dari cengkeraman binatang buas (1Sam 17:35). Yesus tidak hanya rela saja, tapi dg sengaja memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (Yoh 10:15b). Ia rela mati di kayu salib spy yg percaya kpdNya mempunyai hidup. Kematian Gembala yg baik bukan suatu kecelakaan,melainkan itulah tujuanNya dan khasNya. Setelah Yudas pergi, Yesus mengatakan banyak hal kepada para muridNya, semacam pesan2 terakhir dariNya. Pertanyaannya, kenapa dmk? Tentu bagian itu dimaksudkan untuk para murid-Nya yg sejati. Yg disampaikan oleh Yesus: Pertama, Yesus menyatakan bahwa Anak Manusia sekarang dimuliakan, dan Bapa telah dimuliakan di dalam Anak (Yoh 10:31-32). Istilah sekarang berkaitan dg kepergian Yudas. Yudas telah memutuskan menjual Yesus. Maka, sekarang Anak Manusia dimuliakan krn Yesus pasti akan ditinggikan di atas kayu salib (Yoh 12:31) dan juga tentu saja karena Bapa memuliakan-Nya, yaitu ketika Dia nantinya dibangkitkan dari antara orang mati. Keilahian Yesus dinyatakan di sini Ia tidak pernah kalah oleh keadaan. Pengkhianatan Yudas akhirnya justru akan memuliakan diri Yesus. Kasih mengalahkan kejahatan. Kedua, Yesus menyatakan bahwa Ia akan meninggalkan para murid sebentar lagi (Yoh 10:33). Yesus memanggil murid2Nya sbg anak2. Ini menunjukkan hubungan yang sangat intim, tepat diucapkan saat makan Paskah bersama :Yesus adalah kepala keluarga dan tuan rumah. Para murid akan mencari Yesus, namun mereka tidak dapat datang kepada-Nya. Berbeda dengan nuansa ucapan-Nya kepada orang-orang Yahudi (Yoh 7:34), informasi Yesus bagi murid dimaksudkan agar mereka mempersiapkan diri menjelang kepergian-Nya, yang bisa mengacu pada kematian atau kenaikan-Nya.Ketiga, Yesus memberikan perintah baru untuk mempersiapkan para murid. Dalam hidup yg penuh tantangan dan mara bahaya, betapa melegakan jika kita mendengar suara Yesus yg menyatakan “Akulah Gembala yg baik” (Yoh 10:11). Pernyataan itu menunjukkan bahwa Yesus bukan hanya gembala yg melindungi domba2Nya, tapi Ia rela “memberikan nyawa bagi kepentingan domba”. Ini dikontraskan dg “org upahan”, yg hanya mencari keselamatan sendiri saja. Org upahan adalah hal yg umum di Palestina. Mereka dibayar utk tugas menggembalakan dan tentunya jua diharapkan (pemilik) utk bisa berjuang menghalau binatang buas (Yoh 10:12), namun krn bukan pemilik, yg tdk punya hub intim dg dombanya, ketika melihat serigala datang, ia akan lari menyelamatkan dirinya sendiri dan membiarkan domba2 diterkam dan tercerai berai. Org upahan gagal dalam menjalankan tugasnya ketika bahaya datang. Sebaliknya,gembala sejati pasti memelihara dombanya dg taruhan nyawa, rela kehilangan hidupnya sendiri demi mempertahankan hidup kawanan dombanya. Pengorbanan Yesus bukanlah suatu akhir krn Ia akan menerimanya kembali (Yoh 10:17), berdasarkan  tindakan bebas Yesus dan bukan sbg korban situasi (Yoh 10:18). Yesus memiliki kuasa utk tdk mengorbankan nyawaNya, scr sukarela memilih korbankan NyawaNya demi kepentingan umatNya.
Dari ke tiga bacaan kami belajar:
1.       Kebenaran bahwa Allah adalah Bapa sorgawi kita dan kita menjadi anak-anakNya adalah salah satu penyataan terbesar dalam PB.
a)       Menjadi anak Allah adalah hak istimewa terbesar dari keselamatan kita (Yoh 1:12; Gal 4:7).
b)       Menjadi anak Allah adalah landasan dari iman dan kepercayaan kita kepada Allah (Mat 6:25-34) dan pengharapan kita akan kemuliaan di masa depan. Sbg anak2 Allah, kita adalah ahli waris Allah dan menjadi waris bersama Kristus (Rom 8:16-17; Gal 4:7)
c)       Allah menginginkan agar melalui Roh Kudus, yaitu "Roh yang menjadikan kamu anak Allah", kita makin menyadari (Rom 8:15) bahwa kita adalah anak-anak-Nya. Roh membuat kita berseru, "Ya Abba, ya Bapa" di dalam hati kita dan memberikan kepada kita keinginan untuk "dipimpin oleh Roh Kudus" (Rom 8:14)
d)       Menjadi anak Allah adalah dasar dari disiplin kita oleh Bapa (Ibr 12:6-7,11) dan alasan kita untuk hidup menyenangkan Allah (ayat 1Yoh 3:9; 4:17-19). Tujuan akhir Allah dalam menjadikan kita anak-anak-Nya ialah untuk menyelamatkan kita selama-lamanya (Yoh 3:16) dan menjadikan kita serupa dengan Anak-Nya (Rom 8:29)
2.        Gembala (Pastur/Pendeta) yg melayani hanya untuk mencari nafkah/kehormatan termasuk “Orang Upahan” dari ayat Yoh 10:12-13. Gembala yg sejati memperhatikan jemaatnya sedangkan gembala palsu hanya memikirkan kedudukan dan kepentingannya sendiri.
3.        Ciri Khas selaku gembala yg baik adalah kesediaanNya utk memberikan nyawa krn dombaNya itu. Kenyataan ini menekankan keunikan Yesus sbg gembala; kematianNya di kayu Salib menyelamatkan dombaNya (Yes 53:12, Mat20:28, Mrk 10:45). Dalam pasal ini Yesus disebut sbg :Gembala yg baik”, dlm Ibr 13:20 dan 1Ptr 5:4 “Gembala Agung” (Dalam versi NIV 1 Ptr 5:4 Yesus disebut Gembala Utama).
4.        Yesus menyatakan bahwa Dialah gembala baik yg dijanjikan Mzm 23:1, Yes 40:11, Yeh 34:23; menunjukkan cara yg lembut dan penuh kasih sayang dari Yesus dalam memelihara umatNya. Yesus mengatakan, “ Thdp org yg percaya padaKu Aku gembala yg baik thdp domba2Nya penuh perhatian, kewaspadaan dan kasih”.
5.        Kata “Lihatlah” bersifat jamak “Hai, kamu semua lihatlah apa yg telah aku lihat” (bdg 1Yoh 2:28). Beberapa org menafsirkan betapa besarnya sbg sesuatu yg asing “betapa asing kasih itu” (Kenneth S. Wucst, In These Last Days, hal 142). Penafsir lagi tidak melihat arti dmk dalam kata itu spt digunakan dalam PB (A,Plummer, The Epistles of St John, Cambridge Greek Testoment, hal 71). Kata ini memang menunjukkan adanya kekaguman dan keheranan (bdg Mat 8:27; Mrk 13:1; Luk 1:29;2 Ptr 3:11 utk pemakaian istilah ini di PB). Kata “Dikaruniakan (Given)”, menunjukkan milik permanen dari si Anak Allah. Kata “Anak2(Teknon)” yg dilahirkan, Huios, anak dewasa, mengedepankan sisi hukum dari kedudukan sbg anak (dan hanya dipakai oleh Paulus utk org2 Percaya). Menekankan sisi alamiah, lahir ke dalam keluarga Allah. Sekalipun dmk ke dua istilah ini cocok utk mengungkapkan ttg pengangkatan anak (Yoh 1:12; Rom 8:14-17). Kata “Karena itu” dinyatakan krn kita adalah anak2 Allah. Lalu kata “dunia tidak mengenal kita” krn asal Yesus bukan dari dunia, dan org percaya yg lahir baru bukan dari dunia (manusia rohani), karena itu dunia tdk mengenal Yesus sbg Juruslamat (bdg 1 Kor 2:14).
6.        Setelah lahir baru kita akan mengalami hidup di dalam Yesus (God in us) dan mengalami semua yg benar di dalam Dia, shg kita melihat suatu keadaan yg beda dg kehidupan kita yg dahulu (perubahan sikap dan pandangan thdp hidup).
7.        Mzm 23 tergenapi dalam diri Yesus.
8.        Gembala yg baik adalah Seorang pemimpin /panutan bagi domba2, anak2, org2 yg ada disekitarnya, dan harus menjadi contoh yg baik, bukan hanya mengajarkan tetapi mengarahkan kawanannya ke jalan yg benar, bertanggung jawab thdp kepemimpinannya menjadi seorg Gembala, bukan hanya dalam konteks kinerjanya yg bagus tapi perbuatan jua.
9.        Gembala yg baik adalah Gembala yg selalu memimpin kawanan dombanya, yg berdiri di depan memberikan kemana arah dan tujuan domba2nya melangkah, dan memberi arah jalan yg benar, bukan malah sebaliknya berada dibagian paling belakang dan hanya mendorong kemudian mengejar domba2nya yg tidak tau arah jalan.

10.     Domba adalah binatang yg lemah, tidak bisa membela diri, dan domba pun tidak dapat hidup tanpa penyertaan Gembalanya. Sama spt manusia yg lemah dan sangat penuh dg kekurangan, maka kitapun sangat membutuhkan seorang Gemabla yg baik utk membimbing kita. Tuhan Yesus adalah Gembala yg baik bagi kita, Ia memberikan nyawaNya bagi domba2Nya. Dalam Yoh 3:16 tegas Yesus memberikan itu semua pada kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar