Rabu, 20 Mei 2015

              Pokok Anggur yg Benar                 Minggu, 3 Mei 2015
Kis 9:26-31
26 Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.27 Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.28 Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan.29 Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia.30 Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus.31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.
1 Yoh 3:18-24
18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.19 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,20 sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,22 dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.23 Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.24 Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
Yoh 15:1-8
1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
Pembahasan:
Kis 9:26-31 Tuhan mampu mengubah orang
Cerita ttg kunjungan Paulus di Gal 1:18-19, bahwa pada waktu itu jemaat2 di Yudea tidak mengenalnya scr pribadi. Tapi ia tidak mengatakan apa-apa ttg pertolongan yg diterimanya dari Barnabas,tidak bertemu dg para rasul kecuali Petrus dan Yakobus, saudara Yesus. Kisah para rasul berkata ttg para rasul scr umum.Sampai sejauh ini, para rasul tidak menunjukkan tanda-tanda adanya maksud untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia, tetapi tetap tinggal di Yerusalem sambil bersaksi kpd org2 Yahudi. Lukas sekarang mengisahkan permulaan dari perluasan gereja ke seluruh Yudea dan Samaria, yang disebabkan oleh penganiayaan yg muncul di sekitar Stefanus. Perluasan ini terjadi bukan karena visi dan rencana gereja, tetapi karena tindakan pengaturan Allah dalam menyerakkan orang2 percaya. Untuk menjelaskan terjadinya penganiayaan ini, Lukas mula-mula mengisahkan bgm Stefanus menjadi menonjol di antara tujuh diaken yang ada.Lalu kisah pertobatan Saulus disisipkan ke dalam narasi ttg perluasan Injil di Palestina. Pertemuan Saulus dengan Yesus, yang telah bangkit, menghasilkan transformasi radikal di dalam diri Saulus. Salah satu bukti pertobatan Saulus adalah ia menggabungkan diri dengan jemaat di Damsyik (Kis 9:19b). Saulus, yang tadinya berhasrat membinasakan para pengikut Kristus, kemudian tinggal dalam persekutuan dengan mereka. Tak heran bila banyak jemaat yang mencurigai kehadirannya (Kis 9:21). Bukan hanya di Damsyik, jemaat di Yerusalem pun tidak mudah menerima Saulus (Kis 9:26). Sebab setahu mereka, Saulus dulu mengejar-ngejar untuk membinasakan mereka. Bagaimana mungkin Saulus berubah180 derajat? Pemikiran maupun tingkah lakunya berubah. Saulus yang dulu "menganiaya" Yesus, kemudian malah membuktikan bahwa Yesuslah Tuhan (Kis9:20, 22). Ia sungguh2 telah bertobat. Pemahaman dan komitmennya juga bertumbuh. Ia kemudian mempunyai murid-murid (Kis 9:25).Ttg pelayanan Petrus, yg telah mengelilingi Samaria untuk memberitakan Injil (Kis 8:25), dilanjutkan pada Kis 9:32. Pada saat Injil bergerak ke luar menjangkau orang bukan Yahudi, Allah mempersiapkan sebuah alat pilihan untuk menjadi alat utama di dalam misi ini. Karena itu Lukas menghentikan narasinya untuk menceritakan pertobatan Saulus, dan juga untuk menjelaskan akhir dari penganiayaan terhadap gereja. Yg bingung ternyata bukan hanya para pengikut Kristus, org2 Yahudi pun tidak mengerti apa sesungguhnya yang terjadi pada diri Saulus (Kis 9:22). Maka agar situasi tetap aman terkendali, Saulus harus dibungkam. Mereka mungkin khawatir tak akan menang bila harus beradu argumentasi dg dia. Maka jalan satu-satunya, Saulus harus dihabisi. Saulus yang dulu menganiaya dan membinasakan org2 yg percaya Yesus sekarang menjadi target maut karena perubahan pandangannya ttg Yesus. Sampai dua kali ia mengalami percobaan pembunuhan (Kis 9:23-24,29). Betapa kuat kuasa Yesus mengubah Saulus. Kuasa yg tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Saulus. Bila dulu ia mengejar2 orang yang percaya Yesus, kini ia jadi dikejar2 krn imannya kpd Yesus. Maka jangan pernah meremehkan kuasa Tuhan untuk mengubah seseorang.
1 Yoh 3:18-24  Tanda orang percaya
Kekristenan bermakna "hubungan pribadi dg Kristus". Tampaknya hanya ada dua pribadi yang terlibat di dalamnya, yaitu orang percaya dan Kristus. Meski demikian, bgm seorang percaya memperlakukan dan mengasihi saudara seiman, terkait juga di dalam relasi itu. Ketika seseorang menjadi Kristen, ia tidak lagi dikuasai dosa, ia mulai melakukan apa yang benar, dan mulai mengasihi saudara di dalam Kristus (1 Yoh 3:11). Kasih bisa jadi sebuah indikator keselamatan di dalam diri seseorang (1 Yoh 3:14).Kita tidak perlu terkejut bila dunia membenci kita (1 Yoh3:13), tetapi kita harus heran bila ada kebencian di dalam tubuh Kristus. Di mata Allah, membenci saudara sama dg membunuh dia di dalam hati (1 Yoh 3:15). Di mana tidak ada kasih, di situ iman mati (Yak 2:17). Bila kita tidak mengasihi saudara seiman, orang Kristen macam apa kita? Ujian mengasihi bukan hanya melakukan tindakan yg dramatis dan heroik. Berbagi makanan dg mereka yg kelaparan / berbagi rezeki dg mereka yg kekurangan, merup kasih yg nyata (1 Yoh3:17-18). Kita harus menyatakan kasih dalam tindakan dan kebenaran, dalam aksi dan dalam kejujuran. Coba kita lihat dalam hidup Kain,timbul kecemburuan dan kebencian dalam dirinya. Kain membenci Habel yg berbuat benar di hadapan Allah. OSI, Yohanes memperingatkan kita bahwa jika kita membenci perbuatan benar maka tidak ada kasih, dan itu berarti kita sedang membenci. Dalam kehidupan Yesus, kedatanganNya ke dalam dunia menunjukkan wujud kasih Allah kpd kita. Bukti kasih yg lebih jelas adalah ketika Yesus menyerahkan nyawa-Nya, berkurban untuk kita (1 Yoh3:16). OKI, orang yg percaya pada Yesus patut meneladani kasihNya. Seorang kakak yang telah mengenal Yesus selalu ditentang adiknya yg belum percaya Yesus, tetap membuat si kakak menyatakan kasih Yesus demi keselamatan jiwa adiknya di dalam Yesus. Inilah bedanya, kasih anak2 Allah adalah kasih yg terpancar krn bersumber kasih sejati Yesus.
Seorang yg tetap di dalam maut dan tetap menolak Yesus tidak mungkin memiliki kasih sejati, karena ia belum pernah menyadari, menghayati, dan mengalami kasih Yesus,yakni berupa perhatian, kemurahan, dan kasih orang lain. Baginya objek kasih tidak menentukan apakah dia bisa mengasihi atau tidak, tetapi Subjek yang ada di dalam dirinya, yakni Yesus Kristus. Itulah sebabnya kasih Yesus yg menjadi `motivator' dalam dirinya untuk terus memancarkan kasih kepada siapa saja, termasuk kepada org2 yg membenci kita krn belum mengenal Yesus. Namun karena kasih-Nya, Ia mati bagi dunia, bagi kita yang berdosa. Ia pantas membenci kita karena kita memusuhi-Nya, namun justru Ia mengasihi dan menyelamatkan kita dari dosa. Meneladani Yesus, kita harus mengasihi sesama, mulai dari saudara sendiri. Tidak cukup dg perkataan, tetapi wujudkan kasih melalui tindakan nyata dalam kebenaran, shg mereka melihat bukti kasih kita secara konkrit.
Yoh 15:1-8 Tinggal dalam Yesus
Dalam bab 15 Ia menyatakan diriNya pokok anggur yang benar, yg buahnya yakni Israel sejati, tidak akan mengecewakan harapan Allah. Hubungan antara pokok anggur dan ranting dipakai oleh Yesus untuk menceritakan hubungan antara diri-Nya dan murid2Nya suatu hubungan yang memungkinkan "buah" yg berkenan.Dalam 1 Raj 4:25 ungkapan "masing2 di bawah pohon anggur dan pohon aranya" menceritakan kehidupan yang tenteram. Pembersihan ini kadang menjadi begitu drastis shg hanya pokok anggur saja yg tinggal, dan semua ranting yang ada dibuang. Tanaman anggur dipangkas spy getah tidak mengalir pada daun2 dan ranting2 yg tidak berguna bagi pengusaha. Dalam Yoh 8:31-32, Yesus berkata kpd org2 yg percaya kepada-Nya, "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Dalam pasal 14 pentingnya kasih dan ketaatan diuraikan lebih dalam. Yesus sungguh menghendaki spy murid2Nya memahami hal ini sebelum Dia harus berpisah dari mereka, maka Dia kembangkan tema ini, dg suatu kiasan panjang mengenai pokok anggur dan rantingnya, yg menguraikan persekutan yang dinikmati oleh org yg mengasihi dan menaati perintah Tuhan. Kata-kata Yesus yg berharga ini diucapkan dalam kaitan dg kepergian-Nya kepada Bapa sesaat lagi dan juga mengingat keadaan yang akan dialami para pengikut Tuhan tanpa kehadiran diriNya (Yoh16:4). Terdapat tiga alur ajaran utama yang bisa ditangkap: (1) perintah2 menyangkut tugas yg harus dilaksanakan oleh para murid, yaitu bersaksi dan menghasilkan buah dengan diikat dan diliputi oleh kasih; (2) peringatan2 ttg perlawanan dari dunia dan Iblis yang akan mereka hadapi; (3) suatu paparan ttg perlengkapan dari Tuhan yang akan mengokong kehidupan para murid dan menjadikan mereka berkemenangan pada hari-hari yad.  Di sini Yesus menggunakan istilah "berbuah". Ada perbedaan di antara ranting yang menghasilkan dan yang tidak menghasilkan buah (ayat 2, 5-6), yaitu orang yang sungguh2 tinggal dalam Yesus dg yg tidak. Berlawanan dg dunia kerja sekuler di mana target pribadi berarti harus dicapai secara pribadi (berdasar kompetensi pribadi) pula, nas ini justru memaparkan betapa tergantungnya seorang murid Tuhan dalam menghasilkan buah. Pertama, ia "dibersihkan" oleh Bapa spy bisa lebih banyak berbuah. Kedua, paling penting, ia mampu berbuah mutlak hanya karena dirinya tinggal di dalam Kristus, Sang Pokok Anggur, bukan krn kapasitas pribadinya. Ketiga, murid berbuah krn firman Tuhan "tinggal" di dalam dirinya, dalam arti firman Tuhan menjadi dasar kehidupannya. Dalam PL, Israel disebut sbg kebun anggur milik Allah yang dipelihara dan dijaga oleh-Nya, namun ternyata Israel menghasilkan buah2 anggur yg tidak manis (Yes. 5:1-7). Yesus mengajarkan kpd para murid, bahwa Dialah Pokok Anggur yang benar, Israel yang sejati yang memuaskan hati Allah. Untuk itu, gereja dan setiap org Kristiani harus bergantung penuh kepada Yesus spt ranting tinggal dalam Pokok Anggur yang benar (Yoh. 15:5). Ibarat rantingranting yang melekat pada Pokok Anggur, gereja yang tinggal dalam persekutuan yang hidup dengan Kristus dan menjadikan-Nya sebagai pusat hidupnya pasti akan menghasilkan "buah-buah" yang berkenan di hadapan-Nya (ayat 1-2). Sebab Allah Bapalah yang memelihara pertumbuhannya dan membersihkan penghalang ranting2 ini berbuah.Gereja dan org Kristiani yg dmk akan menghasilkan buah2 rohani dan perbuatan baik yg memuliakan Allah.
Dari ke tiga bacaan kami belajar bahwa:
1.       Sebuah contoh dari kerendahan hati Yesus bahwa Ia senang berbicara ttg diriNya di bawah perbandingan yg rendah dan rendah hati. Dia sinar kebenaran, dan Bintang terang dan pagi, membandingkan diriNya dg pohon anggur.
2.       PerintahNya utk percaya padaNya dan saling mengasihi antar sesama, memberikan kita kehidupan kekal, kita di dalam Yesus, dan Yesus di dalam kita.
3.       Untuk tinggal di dalam Yesus haruslah memiliki kondisi yang sama kudusnya dg diri Yesus, harus di musnahkan semua ikatan, caranya: pelepasan kutuk keturunan dan ikatan iblis yg ada dalam diri.
4.       Dia adalah pokok anggur, ditanam di kebun anggur, dan bukan produk spontan; ditanam di bumi, untuk itu adalah Firman yang menjadi daging. Anggur ini memiliki sedap dipandang menjanjikan luar; dan Kristus telah ada bentuk atau kemolekan, Yes 53: 2. Anggur adalah tanaman menyebar, dan Kristus akan dikenal sebagai keselamatan sampai ke ujung bumi. Buah anggur menghormati Allah dan sorak-sorai manusia, begitu juga buah mediasi Kristus (Hak 9:13.); itu lebih baik daripada emas, Ams 8:19
5.       Dia adalah pokok anggur yang benar, sebagai kebenaran bertentangan dengan dalih dan palsu; ia benar2 tanaman berbuah, tanaman yg terkenal. Dia tidak seperti itu anggur liar yg menyesatkan mereka yg berkumpul itu (2 Raj 4:39), tetapi anggur yang benar. Pohon tidak berbuah dikatakan berbohong (Hab 3:17)
6.       Salah satu hambatan yg sangat berat buat pelayanan Paulus ialah masa lampaunya sendiri. Org2 Yahudi tidak bisa melupakan apa yang dibuatnya. OSI mereka sama sekali tidak percaya kalau Paulus berkhotbah ttg Yesus. Masakan orang bisa berubah 180 derajat hanya dalam waktu yg singkat? Jawabnya bisa, hanya krn anugrah Tuhan saja semua bisa terjadi. KuasaNya tdk bisa di cegah dan di abaikan dari pandangan manusia biasa (krn Tuhan Maha Luar Biasa).
7.       Yohanes memakai kisah Kain sbg contoh kegagalan dalam mengasihi (1 Yoh 3:12). Kain gagal karena tidak beriman (Ibr. 11:4). Lalu lahir ketidaktaatan yang berakhir pada kebencian; lahir kesombongan yang menghasilkan panas hati (Kej. 4:5). Kebencian dapat ditunjukkan secara aktif maupun pasif. Di mata Allah, membenci saudara sama dengan membunuh dia di dalam hati (1 Yoh 3:15).
8.       Praktek mengasihi bukan ucapan bibir, tapi adanya tindakan dan kebenaran sesuai FT, sehingga iman kita tumbuh dan hidup, setiap hari di perbaharui dan diberi hikmat kasih Tuhan.
9.       Kita harus menghormati Allah, dan melakukan yang baik, dan memberikan contoh kemurnian dan kekuatan agama kita anut; dan ini menghasilkan buah. (buah roh Gal 5:22-23)

10.   Membenci berarti membunuh (Ingat!!!).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar