Minggu, 14 Juni 2015

Roh Kudus Tercurah                               Minggu 24 Mei 2015
Kis 2 : 1-11
1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,11  baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Gal 5:16-25
16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging - karena keduanya bertentangan - sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu - seperti yang telah kubuat dahulu - bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dg segala hawa nafsu dan keinginannya.25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
Yoh 15: 26-27, Yoh 16:12-15
26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." 12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."
Pembahasan:
Kis 2 : 1-11Kuasa dari Surga
Hari Pentakosta merupakan hari raya terbesar yang kedua dalam tahun Yahudi. Peristiwa ini merupakan perayaan penuaian setelah panen gandum ketika hulu hasil dipersembahkan kepada Allah (Im 23:17). Demikianlah bagi gereja melambangkan awal penuaian jiwa-jiwa oleh Allah dalam dunia. Artinya ialah: "Yang kelimapuluh", maksudnya hari ke 50 sesudah Paskah. Hari peringatan agung org Yahudi akan pemberian hukum taurat di Sinai, merupakan hari dimulainya penggenapan janji Kristus kpd para murid-Nya sesaat sebelum kenaikanNya. Janji itu adalah bahwa mereka akan menerima kuasa untuk melaksanakan misi yg mereka emban dari-Nya. Murid2 yg hadir dalam ruangan ini, tentu mereka yang disebut dalam Kis 1:14; tetapi diduga sekalian 120 murid yang berkumpul waktu pemilihan Matias menjadi rasul yg ke 12, menggantikan Yudas Iskariot. Lih. Kis 1:15.Pada Hari Pentakosta yg tepat diucapkan kpd sesama orang percaya adalah selamat atas kuasa yg sudah dicurahkan kpd Kita dari Surga. Penggenapan itu mulai dg turunnya Roh Kudus ke atas para murid shg mereka mengalami kuasa-Nya. Pertama, mereka mendapatkan karunia berkata2 di dalam berbagai bahasa asing. Menurut tradisi PL, semua org Yahudi berkumpul merayakannya di Yerusalem. Org2 Yahudi nonPalestina masing2 memiliki bahasa menurut daerah tempat tinggal mereka. Org2 Yahudi inilah yg menjadi saksi para rasul bisa berbicara kepada mereka dalam bahasa mereka masing2 (Kis 2:6-11). Memang org yg mendengarkannya, mencemooh para rasul mabuk shg mengoceh tidak karuan (Kis 2:13). Kedua, para murid mendapatkan keberanian untuk berkata-kata di depan publik. Sebenarnya mereka berkumpul di satu tempat saja di sebuah rumah (Kis 2:1). Namun saat Roh Kudus mengurapi mereka, mereka ke luar dan berbicara di tengah2 kerumunan orang Yahudi yg sedang beribadah di sekitar bait Allah. Api, selalu cenderung untuk menyebar dan membakar apapun yg disekitarnya. Demikian juga Roh Kudus dan karyanya. Selalu menyebar, dan justru tidak membatasi diri. Roh Kudus adalah Roh yg menjangkau dan menyebar. Turunnya Roh Kudus memungkinkan para rasul berkata2 dalam bahasa2 asing yg sebelumnya belum pernah mereka pelajari (berbeda dg glosolalia:terpencarnya bgs ke seluruh dunia:Babel),memberitakan perbuatan2 besar yang Allah lakukan kpd banyak org lain (Kis 2:11).Karunia dan kehadiran Roh Kudus ini tdk membuat para rasul asyik dg spiritualitas mereka sendiri.
Gal 5:16-25 Kasih, hukum, dan kebebasan
Ini mengenai kedua prinsip perbuatan "daging"& "Roh", berlawanan satu sama lain, Rom 5:5 dan Rom 7:5. Org Kristiani yg dipimpin oleh Roh, Gal 5:18,25; Rom 8:14, wajar hidup menurut Roh itu, menghasilkan Gal 5:22-23, dan menjauhkan diri dari perbuatan2 yg berasal dari "keinginan daging", Gal 5:16,24. Perbuatan "daging" itu bukanlah "kedagingan" oleh krn berpangkal pada "tubuh"."Kasih merup penjaga dari kemerdekaan Kristen. Roh Kudus adalah penuntunnya" (G. G. Findlay, The Epistle to the Galatians dalam The Expositor's Bible, hlm. 347). Bagian yg membahas perbedaan antara Roh dg daging ini, sudah agak diantisipasi melalui pernyataan dalam Gal 3:3. Hidup dalam Roh saat ini dipandang sbg penawar yg mujarab bagi tindakan2 daging, prinsip dosa yg tetap ada di dalam diri org2 kudus. Jadi terdapat suatu pergumulan yg perlu dan sah, berbeda dg yg disinggung dalam Gal 5:15.Kebebasan tanpa norma sama sekali bukan kebebasan melainkan bencana. Org2 Kristiani keliru memahami dan keliru memaknai kemerdekaan yg sejati. Seakan-akan bebas dari dosa berarti bebas untuk berbuat dosa. Mengapa seperti ini? Pertama adalah karena tidak mengerti fungsi hukum Taurat scr tuntas. Krn keselamatan adalah anugerah dan bukan diperoleh  dg menaati hukum Taurat, banyak org merasa ajaran2 etika di hukum Taurat pun tidak perlu diberlakukan. Akibatnya mereka merasa sah saja melanggar hukum Taurat. Padahal hukum Taurat mengajarkan jalan2 yg benar untuk dilakukan anak-anak Tuhan. Tuhan Yesus sudah merangkum hukum Taurat menjadi hukum kasih (Gal 5:14). Kekeliruan kedua adalah krn tidak mengerti maksud Tuhan menyelamatkan org berdosa. Seseorang diselamatkan agar menjalani hidup dalam kasih.  Orang yg belum diselamatkan berbuat dosa krn memang dibelenggu oleh kuasa dosa. Namun, anak2 Tuhan hidup mempraktikkan keadilan, kebenaran, dan kekudusan sbg pernyataan kasih mereka kepada Kristus dan kepada sesama. Bukti kasih mereka kepada Kristus adalah berupa kerelaan diatur dan dipimpin oleh Roh. Bukti kasih mereka kepada sesama adalah menjadi berkat dan teladan hidup beriman bagi sesama. Jadi, anak2 Tuhan dimerdekakan dari perbudakan dosa dan dari kutuk hukum Taurat supaya dapat mempraktikkan kasih ilahi kepada sesamanya.
Yoh 15: 26-27, Yoh 16:12-15 Roh Kebenaran dan kebencian dunia
Diucapkan Yesus dalam kaitan dg kepergian-Nya kpd Bapa sesaat lagi & juga mengingat keadaan yg akan dialami para pengikut Tuhan tanpa kehadiran diri-Nya (Yoh 16:4). Terdapat tiga alur ajaran: (1) perintah2 menyangkut tugas yg harus dilaksanakan oleh para murid, yaitu bersaksi dan menghasilkan buah dg diikat dan diliputi oleh kasih; (2) peringatan2 ttg perlawanan dari dunia dan Iblis yang akan mereka hadapi; dan yang terutama ialah (3) suatu paparan ttg perlengkapan dari Tuhan yg akan mengokong kehidupan para murid dan menjadikan mereka berkemenangan pada hari-hari yad. Kadang2 pengajaran Tuhan diganggu oleh pertanyaan para murid, suatu petunjuk bahwa mereka kekurangan pengertian dalam banyak hal. Walaupun dunia ini makin modern dan paham humanisme makin berkembang, tetapi kebencian dan kekejaman manusia thdp manusia lain pun makin bertambah, baik dalam kuantitas, 'kualitas', dan kekerapan. Mengingat kebencian selalu membuahkan reaksi kebencian serupa, tak heran jika era 'maju' yg kita alami kini lebih seru ketimbang masa barbar dulu kala. Pihak2 yg memusuhi org Kristiani pun tidak berkurang. Mengapa? Jelas dunia membenci murid2 Yesus, karena dunia sendiri telah membenci dan menolak Yesus "tanpa alasan." Dunia tidak percaya. Karena itu, respons para murid yang percaya kepada Yesus memang mesti berbeda dg dunia. Seorang murid Kristus justru harus berani menampakkan keberbedaannya di tengah semua itu. Karenanya di dalam nas ini kita bertemu dimensi kemuridan lainnya, yaitu tampil beda dari dunia. Selain itu kita juga menemukan bahwa selain berbeda, para murid juga harus bersaksi kepada dunia. JanjiNya menghasilkan sesuatu yang dahsyat pula. Dunia pun telah, sedang, dan akan jadi panggung kedahsyatan kuasa Allah dalam Kristus Yesus yg berkarya dalam kesaksian kita.
Dari ke tiga bacaan kami belajar bahwa:
1.    Bagaimana kita merayakan Pentakosta? Pertama, dengan menaikkan syukur atas kuasa Roh yang menaungi gereja dan orang percaya untuk memberitakan Injil dengan berani. Kedua, dengan memperlengkapi dan mengutus orang percaya untuk pergi ke seluruh dunia membawa berita Injil (terlebih yg telah ikut Kursus Evangelis Pribadi)
2.    Pentakosta : hari raya tujuh minggu dalam PL (Kel 34:22) adalah pesta pertanian pada waktu orang dilarang melakukan pekerjaan ( Im 23:21). Pesta ini kemudian digabungkan ke dalam kesadaran sejarah nasional Israel. Pertama, perjanjian yg dibuat dg Nuh ( Kej 8:20-22) dan kemudian dg pemberian Taurat di Gunung Sinai. Karena jarak waktu antara Paskah dan kedatangan di Sinai dihitung =50 hari (Kel 19:1), pesta Pentakosta itu ditetapkan setelah jeda tsb, sebagaimana tampak di PB (Kis 2:1-42) di mana kata Yunani, pentakosta menjadi lazim. Cerita dalam Kis 2 menggunakan cerita pemberian hukum Taurat di Sinai. Pertama, ada kontras karena org Kristiani seperti diajarkan Paulus, sekarang hidup di bawah pimpinan Roh daripada di bawah Taurat. Kedua, ada persamaan: kenyataan pemberian Roh adalah dalam bentuk lidah api, dan penulis Kisah Para Rasul mengingatkan bahwa Tuhan turun dalam api di Sinai (Kel 19:18). Ketiga, ‘panen’ berjumlah 3000 orang bertobat mengingatkan pada panen dalam lingkungan pertanian PL dari pesta tsb (Kel 23:16). Karunia bahasa2 sbg penerjemahan glosalalia, artinya kebalikannya dari berpencarnya bangsa2 di Babel (Kej 11:18). OKI, Pentakosta tetap mempunyai arti khusus dalam Gereja (1Kor 16:8; Kis 20:16) sbg pesta persatuan (1Kor 12:13), yaitu pengalaman awal dari janji kesatuan semua bangsa2 di dunia oleh Injil (Kis 1:8; 10:45).
3.    Tanda sejati hadirnya Roh Kudus dalam diri seseorang adalah kesediaan dan kemampuan untuk menjangkau orang lain, terutama demi mengabarkan Injil.
4.    Dengan Pentakosta, buah Roh lah yang seharusnya dimunculkan dalam keseharian kita, bukan kebencian (benci saja udah membunuh), dari kasih Tuhan lah terpancar semua itu dg menghasilkan itu semua.
5.    Cara mempraktikkan hukum kasih itu dan tidak terjerat kepada keingingan2 daging,hanya satu cara, yaitu dengan menyerahkan hidup kita dipimpin oleh Roh. Kita harus melawan setiap keinginan daging yang masih mau menguasai kita dengan cara membiarkan Roh Tuhan memimpin hidup kita (Gal 5:16-18).
6.    Bila ada perselisihan dalam kelompok, keluarga, lingkungan itu berasal dari iblis, dan itu bertentangan dg Kasih, harus di lepaskan dan diselamatkan dari ikatan iblis. Dipersatukan dalam kasih Yesus.
7.    Penyembahan berhala (Kel 20:2-5, bentuk patung apapun spt patung Yesus/ Maria, St Petrus dll) adalah kekejian bagi Tuhan, tidak dibenarkan dihadapan Tuhan.
8.    9 buah Roh adalah kekuatan umat Kristiani yang dihasilkan dalam kelahiran baru (hasil Pelepasan kutuk).
9.    Janji Yesus untuk Roh Penolong telah digenapi dalam Pentakosta yang terjadi begitu dahsyat di antara sejumlah besar orang, shg kita mendapatkan Roh Kudus yang memimpin kehidupan rohani yang lebih lagi.

10. Peristiwa Pentakosta membuka hati kita dalam menghasilkan buah Roh selalu dalam kehidupan sehari2, selama itu dilakukan pastilah kita mengalami kebencian karena Yesus sendiri telah dibenci oleh dunia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar