Minggu, 14 Juni 2015

Perjanjian Darah Yesus                           Minggu, 7 Juni 2015
Kel 24:3-8
3 Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa itu segala firman TUHAN dan segala peraturan itu, maka seluruh bangsa itu menjawab serentak: "Segala firman yang telah diucapkan TUHAN itu, akan kami lakukan." 4 Lalu Musa menuliskan segala firman TUHAN itu. Keesokan harinya pagi-pagi didirikannyalah mezbah di kaki gunung itu, dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel.5 Kemudian disuruhnyalah orang-orang muda dari bangsa Israel, maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan menyembelih lembu-lembu jantan sebagai korban keselamatan kepada TUHAN.6 Sesudah itu Musa mengambil sebagian dari darah itu, lalu ditaruhnya ke dalam pasu, sebagian lagi dari darah itu disiramkannya pada mezbah itu.7 Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: "Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan."8 Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: "Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini."
Ibr 9:11-15
11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, 12  dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dg itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yg najis, shg mereka disucikan secara lahiriah,14 betapa lebihnya darah Kristus, yg oleh Roh yg kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sbg persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kpd Allah yg hidup.15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.
Mrk 14:12-16,22-26
12 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu org menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kpdNya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi utk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"13 Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dg pesan: "Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia 14dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku? 15 Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!"16 Maka berangkatlah kedua murid itu dan setibanya di kota, didapati mereka semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.22 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Ambillah, inilah tubuh-Ku."23 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu.24 Dan Ia berkata kepada mereka: "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah."26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.
Pembahasan:
Kel 24 :3-8 Upacara korban Keselamatan
Upacara perjanjian yang diadakan antara Allah dengan Israel adalah wujud formal yang memeteraikan perjanjian yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Allah sebagai pihak pertama, menawarkan penyertaan dan jaminan-Nya atas Israel (Kel 23:20-33). Israel di pihak kedua berjanji taat kepada segenap firman-Nya (Kel 24:3). Upacara itu dimulai dengan persembahan kurban (Kel 24: 5). Darah kurban yang separuh disiramkan ke mezbah (mewakili Allah) sebagai pernyataan kesetiaan Allah kepada Israel. Sisa darah kurban itu disiramkan kepada umat Israel (Kel 24: 8) setelah mereka menyatakan komitmen mereka (Kel 24:7). Kurban darah ini merupakan kurban persekutuan karena darah yang disiramkan kepada kedua belah pihak mempersekutukan mereka. Sebagai wujud persekutuan itu, Allah berkenan menampakkan diri kepada umat Israel (Kel 24:10) dan mereka (diwakili para pemimpinnya, Kel 24:1,9) menikmati persekutuan dengan-Nya melalui makan dan minum bersama-sama (Kel 24:11). Lalu, Musa mendapatkan tugas khusus naik ke gunung Sinai untuk menerima loh batu berisikan Sepuluh Hukum Allah dan berbagai peraturan rinci mengenai pendirian kemah suci yang akan dijabarkan di pasal 25-40 (Kel 24:12-18). Menurut pandangan penyusun terakhir kisah ini maka perjanjian yang diadakan Musa meneguhkan kepilihan bangsa Israel serta janji-janji yang telah diberikan kepadanya, Kel 6:5-7, sama seperti perjanjian dengan Abraham (yg disinggung dalam Kel 6:4) meneguhkan janji-janji yg terdahulu, Kej 17. Akan tetapi perjanjian dengan Abraham diadakan dengan seorang saja (walaupun perjanjian itu menyangkut keturunannya) dan disertai satu perintah saja (sunat). Perjanjian di gunung Sinai langsung menyangkut seluruh bangsa yang menerima hukum: ke 10 perintah Allah serta Kitab Perjanjian. Bersama dg semua tambahannya dari zaman kemudian hukum tsb menjadi piagam agama Yahudi, Sir 24:9-27 menyamakan Hukum Taurat itu dg Hikmat Allah. Tetapi sekaligus hukum itu "menjadi suatu saksi thdp bangsa Israel", Ul 31:26, artinya: pelanggaran hukum Taurat oleh umat Israel akan membatalkan segala janji dan akan mendatangkan kutuk Allah. Maka hukum Taurat hanya berperan sbg pengajaran dan paksaan untuk menyiapkan manusia bagi kedatangan Kristus yang akan mengadakan suatu perjanjian yang baru. Peranan sementara dari hukum Taurat itu diterangkan Paulus dalam uraiannya melawan orang Kristen yang hendak memaksakan hukum Taurat kepada orang Kristiani bukan Yahudi, Gal 3; Rom 7. Dasa Titah (Kel 20:22-Kel 23:33) mungkin tidak termasuk  sebab seluruh bangsa Israel telah mendengar titah2 tsb dari Yehovah sendiri. "Bangsa itu perlu bukan hanya mengetahui apa yg Tuhan tuntut dari mereka dalam perjanjian yg sesaat lagi akan dibuat dg mereka, dan apa yg dijanjikan Tuhan kpd mereka tetapi mereka juga harus menyatakan kesediaan mereka untuk melaksanakan apa yg dituntut dari mereka". Kurban darah itu melambangkan kurban Kristus di Salib yg memperdamaikan Allah dengan setiap orang percaya. Allah di dalam Kristus menjanjikan penyertaan dan pemeliharaan-Nya kepada kita yang percaya. Kita pun dipanggil untuk mengikrarkan kesetiaan dan ketaatan kepada-Nya. Secara formal sakramen perjamuan kudus memperagakan kembali upacara perjanjian Allah dg umat-Nya melalui makan roti dan minum anggur sebagai lambang tubuh dan darah-Nya. Kiranya setiap kali kita menghampiri meja perjamuan kudus, kita kembali menyatakan komitmen kita untuk lebih setia dan mengasihi Dia yang sudah lebih dahulu setia dan mengasihi kita.
Ibr 9:11-15 Korban Darah yang Sempurna
Perjanjian darah korban domba lebih baik krn dahulu mereka "disucikan scr lahiriah", tapi dg Perjanjian darah Yesus "hati nurani kita" disucikan. Dapat dikatakan bahwa Perjanjian ini lebih baik krn sudah disucikan, kita sudah bebas untuk dapatkan "warisan kekal" (bag kekal yg dijanjikan) yg disediakan bagi "mereka yang telah terpanggil" (Ibr 9:15). "Warisan kekal" di sini adalah = apa yg dikatakan dalam Ibr 6:12 diperoleh dg "iman dan kesabaran." Kita yg sudah ditebus oleh darah Imam Besar kita, Yesus, berkesempatan untuk meninggalkan "perbuatan yg sia-sia," dan mengejar warisan kekal itu dg hati nurani yg sudah disucikan. Pengorbanan Kristus diuraikan di atas sbg sesuatu yg lebih baik daripada korban2 yg lain, tetapi dalam bagian ini perlu dibuktikan. Dalam Ibr 9:23-28, dijelaskan bahwa darah binatang cukup untuk upacara2 di Kemah Suci di Israel, krn Kemah Suci itu "hanya gambaran saja dari yg sebenarnya," yg asli di sorga. Darah binatang jelas tidak memadai untuk mentahirkan yg asli itu di sorga. Tetapi Imam Besar kita, yaitu Yesus, tidak menghampiri tabut itu, yang dibuat dari kayu dan disalut dengan emas. Kristus memulai waktu pembaharuan ini dg masuk sbg Imam Besar ke dalam Kemah Suci surgawi atau kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yakni darahNya sendiri di atas tutup pendamaian surgawi sbg pendamaian. Di sini penting darah Kristus bahwa oleh Roh kekal telah mempersembahkan diri-Nya (dia pneumutos aioniou). Penafsiran yang tepat dari Roh yang kekal sulit untuk ditentukan (bdg. Karya ini menghasilkan kesucian batin dan juga kelepasan lahiriah dan abadi, melalui pelepasan kutuk). Sbg org berdosa yg sudah dilepaskan dan dibersihkan. Itu sebabnya, ritual kurban PL hanya merup gambaran akan kurban yg lebih besar dan lebih sempurna, yg akan datang. Yesus bukan hanya Imam Besar yg mendamaikan umat manusia kpd Allah, Dia juga kurban pendamaian yang sempurna. Darah melambangkan kematian. Darah korban harus dicurahkan, krn tdk boleh dimakan, darah melambangkan jiwa.Saat Adam dan Hawa keluar dari Eden diadakan penumpahan darah domba sbg penebusan kesalahan mereka. Darah domba dan lembu yg dikurbankan melambangkan pengampunan dosa bagi semua orang yang menerimanya dengan iman (Ibr 9:18-22). Darah Kristus yg dicurahkan merupakan harta warisan, yaitu keselamatan, yang diberikan-Nya kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Kematian Kristus mengampuni dosa dan menyucikan hidup manusia. Dia memberi hidup-Nya kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Yg harus kita lakukan adalah hidup berkenan kepada-Nya dg tidak melakukan segala hal yg najis dan tidak mulia. Dalam Alkitab, darah mempunyai makna yg unik. Darah dicurahkan untuk korban persembahan seperti yang ditetapkan Hukum Taurat. Darah di dalam persembahan korban PL merupakan laiimbang persembahan korban utama yang akan datang kelak. Darah yang memungkinkan bangsa Israel menghampiri hadirat Allah, merupakan lambang yang jelas dari darah yang dicurahkan di bukit Kalvari. Darah Kristus merupakan sumber dan janji atas penebusan kekal yang diberikan oleh Yesus Kristus kepada kita. Semua kesalahan, rasa malu dan semua cela yang disebabkan karena dosa terhapus sudah oleh karena pengampunan-Nya yang dicurahkan bersama tercurahnya darah Anak Domba Allah. Dengan demikian kita dapat hidup beribadah kepada Dia, Allah yang hidup. Demikian jugalah kita sebelum darah-Nya menyucikan kita. Tanpa penyaliban Yesus kita tidak layak karena kita semua adalah mati dihadapan Tuhan, dari darahNya kita dapat hidup dan layak untuk memasuki kehidupan surgawi.
Mrk 14:12-16,22-26 Perjamuan Terakhir
Menurut Matius Yesus memberitahukan keputusanNya itu kpd seorang penduduk Yerusalem yg sudah dikenalNya dan Ia mengundang diriNya. Sebaliknya, menurut Markus Yesus menubuatkan seorg yg membawa kendi (tanda khusus, bukan wanita yg biasa melakukannya tapi seorang pria Mrk 14:13) dan seekor binatang (keledai) yg belum pernah dipake (Mrk 11:2-7) dan Dia menentukan sebuah ruang (Mrk 14:14) yg sudah disiapkan penuh dg segala keperluan mereka. Perjamuan Paskah Yahudi merayakan pembebasan mereka dari Mesir (tulah anak sulung Mesir terjadi, sedang bangsa Israel yg membubuhkan darah domba dilewati Tuhan untuk menyelamatkan mereka dari kematian Kel 12:23).  Persiapan yg dramatis ini mengantar kpd Perjamuan Ekaristi Pertama (Mrk 14:22-25) yg merupakan pusat kehidupan jemaat Kristen pertama dulu maupun sekarang. Saat perjamuan malam yang dilakukan bersama murid-murid-Nya, Yesus menyatakan hal itu (Mrk 14:17-18). Namun Yesus telah memberikan petunjuk mengenai identitas si pengkhianat itu: ia adalah salah seorang dari kedua belas murid dan saat itu ia sedang makan bersama mereka. Karenanya dalam perjamuan itu, Yesus memberitahukan bahwa di antara mereka ada yang akan menyerahkan Dia. Pemberitahuan itu membuat para murid terkejut karena orang yang menyerahkan Yesus itu justru "orang dalam" sendiri.Yudas mengkhianati Yesus. Apakah Yesus mengetahui permufakatan keji itu? Yudas Iskariot memang pandai bersandiwara di hadapan Yesus dan teman-temannya. Di hadapan Yesus, ia berlaku sebagai sahabat bahkan seorang murid, tetapi di belakang ia siap menikam Yesus. Sikap Yudas ini dicela oleh banyak orang. Tetapi masih melakukan perbuatan2 yang menikam Yesus dari belakang. Petunjuk ini memang tidak secara khusus menyatakan siapa orang yg dimaksud. Namun Yesus ingin menekankan bahwa ia adalah orang yang telah menikmati hubungan dan kedekatan dg Yesus. Ternyata intensitas pertemuan dengan Yesus tidak membuat Yudas menjadi murid sejati. Karena ia tidak ditakdirkan untuk melakukan hal itu. Dan memang Tuhan tidak pernah menakdirkan orang untuk berbuat jahat. Walau Tuhan melihat kita bukan berarti bahwa Dia mengizinkan kita melakukannya. Yang penting adalah segera bertobat. Markus mempergunakan kesempatan Perjamuan Pertama utk melengkapi tema khusus ttg kebutaan mereka nanti di Emaus. Apakah kita dg sungguh2 telah menyerahkan diri kepada Kristus dalam kehidupan kita sehari2 untuk membela kepentingan sendiri? Di sini Markus ingin mengambil bagian dalam cawan Ekaristi Yesus (sekarang dan nanti di surga Mrk 14:25) shg harus mengambil dulu bagian scr penuh dalam pelayanan Yesus yg penuh penderitaan (Mrk 10:45) scr aktif dalam perutusan Yesus di dunia yg meliputi pencurahan hidup mereka bagi banyak org (Mrk 14:24).
Dari ketiga bacaan kami belajar :
1.       Perjanjian yang berulang kali di nyatakan Tuhan, dari 10 Perintah Tuhan, hingga wafatNya Yesus membentuk perjanjian darah yang abadi membuat kita di tebus dosa asal kita selamanya.
2.       DarahNya yg tertumpah di kayu salib terakhir diteliti dg ditemukannya dalam tabut perjanjian, bahwa darahnya hanya terdiri dari 23 kromosom, bukan 46 spt orang biasa, sehingga terbukti bahwa Yesus lahir dari Roh Kudus tdk ada darah Yahudi dalamNya, sungguh pembentukan pribadi yang tanpa hasrat nasfu sex, tanpa kedagingan, terbukti Yesus bukan homo, tdk memiliki keturunan yg diisuekan.
3.       Darah Yesus adalah jaminan perjanjian yang abadi untuk penebusan dosa kita, karena Yesus menjadi korban yang utuh dan tak bercela (sesuai dalam segala kondisi korban persembahan), membuat karya penebusan berjalan lancar.
4.       Karya penebusan Yesus yg datang ke dunia, hingga waktuNya cukup dalam penggenapan janji Tuhan untuk di salib, adalah perencanaan dan langkah yang sungguh sempurna oleh Bapa di surga.
5.       Yesus sbg Imam Besar yg mendamaikan umat manusia kpd Allah, Dia juga kurban pendamaian yang sempurna. Darah melambangkan kematian. Darah domba dan lembu yang dikurbankan melambangkan pengampunan dosa bagi semua orang yang menerimanya dengan iman (Ibr 9:18-22). Darah Kristus yg dicurahkan merup harta warisan, yaitu keselamatan,yg diberikan-Nya kepada semua orang yg percaya kepada-Nya. Kematian Kristus mengampuni dosa dan menyucikan hidup manusia.
6.       Kematian Yesus diakui sbg kurban yg berdaya guna dalam menebus dosa manusia (Ibr 9:14,26,28).
7.       Kurban darah domba dan lembu yg biasa dilakukan jaman Musa digantikan dengan darah Yesus sendiri dalam salib, dipersiapkan dalam perjamuan Terakhir sebagai peringatan akan perjanjian darahNya yg kudus, yg abadi untuk penyelamatan manusia yg percaya padaNya.
8.       Kematian Kristus di atas salib mengampuni dosa dan menyucikan hidup manusia. Dia memberi hidupNya kepada setiap orang yg percaya kepada-Nya. Bukan untuk yg berkeyakinan lain.
9.       Semua kesalahan, rasa malu dan semua cela yg disebabkan krn dosa terhapus sudah oleh karena pengampunan-Nya yg dicurahkan bersama tercurahnya darah Anak Domba Allah. Di dalam darah-Nya kita akan mendengar: "Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka" (Ibr 8:12).
10.   Darah anak domba Paskah ditumpahkan bagi sejumlah kecil org (12 murid), bagi satu keluarga, namun darahNya sungguh berharga dimata banyak org (yg percaya) (Yes 53:11-12) menjadikan perjanjian baru bagi kita umatNya, paskah yg baru dalam menjalani setelah wafatNya yakni perjanjian darah DiriNya untuk menyelamatkan manusia.
11.   Kalau dulu darah ditumpahkan utk banyak org (bangsa Israel), saat perjamuan kurban persembahan ditumpahkan untuk segelintir org (muridNya 12 org) dijadikan tanda peringatan, yg membuat org mengingat akan perjanjian Allah dg Israel yg menumpas anak sulung Mesir sedang mereka diselamatkan (krn tanda darah domba disapukan di ambang atas dan ke dua tiang pintu), kini diberi arti tubuh dan darahNya sebagai pembawa keluar banyak org dari dosa.
12. Yesus melakukan nazar bahwa Dia tidak memakan dan meminumNya hingga Dia wafat dan bangkit, nazar ini dibuat perjanjian membuat banyak org dibawa pada anggur yg baru dalam kerajaan Surga dimana Dia memerintah dg Bapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar