Tuhan Selalu Menyertai Minggu, 30
Mei 2015
Ul
4:32-34,39-40
32
Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman
dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas
bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada
pernah terdengar sesuatu seperti itu.33 Pernahkah suatu bangsa
mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang
kaudengar dan tetap hidup?34 Atau pernahkah suatu allah mencoba
datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain,
dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan
tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsyatan
yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan
matamu?39 Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa
Tuhanlah Allah yg di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yg lain.40
Ber peganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada
hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan
supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk
selamanya."
Rm
8:14-17
14
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.15 Sebab
kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi
kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita
berseru: "ya Abba, ya Bapa!"16 Roh itu bersaksi
bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.17
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya
orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya
bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia,
supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Mat
28:16-20
16
Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan
Yesus kepada mereka.17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya,
tetapi beberapa orang ragu-ragu.18 Yesus mendekati mereka dan
berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.19
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka
dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,20 dan ajarlah mereka
melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku
menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Pembahasan
Ul 4:32-34,39-40 Ketaatan dalam perjanjian
Kitab
Ulangan dimulai dg suasana Perjanjian Sinai dan melanjutkan sejarah itu sampai
perjanjian di Moab, dg menekankan rangkaian kemenangan di Trans-Yordan. Dalam Ul 1:6 - Ul4:49 berbagai
keuntungan diberikan kpd raja yg kalah dalam mukadimah disebutkan dg tujuan
menanamkan kesetiaan raja yg kalah melalui rasa berterima kasih dilengkapi rasa
takut akan timbul dari identifikasi yg membangkitkan rasa hormat itu. Ulangan pasal 4
berisi semua ciri yg merupakan pola dari perjanjian di antara raja pemenang dg
raja yg kalah zaman dulu. Percampuran beberapa aspek utama pasal ini dan di
bagian lainnya di dalam kitab ini menunjuk kepada pidato perpisahan Musa di
dalam suasana bebas. Ketetapan2 yg diajarkan oleh Musa merupakan
kehendak Allah (Ul 4:5). Tugas manusia hanyalah memperhatikan,
dan bagi orang Israel yg taat kpdnya dijanjikan kehidupan dan warisan kekayaan.
Kenyataan bahwa pada akhirnya kesalehan dan kemakmuran akan berpadu sudah
dilukiskan sebelumnya di dalam sejarah teokrasi Israel, sebab pemerintahan tsb
melambangkan kerajaan Allah yg sempurna. Gambaran ini ialah hukuman Allah yg
baru saja dilaksanakan thdp Israel akibat keterlibatannya dalam penyembahan
berhala Baal-Peor (Ul 4:3; Bil 25:1-9);
sebab org2 yg tetap setia dalam pencobaan itu lolos dari maut ketika
tulah kematian menimpa mereka (Ul 4:4). Jadi, dapat
dipahami bahwa ketaatan pada hukum Allah dianggap sebagai kebijaksanaan sejati.
Ketaatan adalah jalan untuk memperoleh segenap kebahagiaan dari berkat2
utama perjanjian dekatnya Allah dg kuasaNya yg menyelamatkan, dan pengetahuan
akan kebenaran sejati. Terang yg dinyatakan di Israel memang menjadi terang
bagi org bukan Yahudi juga (Ul 4:6). Di dalam
penjelasan ttg cara perjanjian sbg cara bijaksana ini telah diletakkan landasan
dalam Taurat bagi Sastra Hikmat yg kemudian memperoleh tempat di dalam kanon
kudus. Karena itu dia menekankan larangan yang dikemukakan dalam perintah kedua
ketika ia membedakan jalan hidup bijaksana dan kehidupan dengan jalan hidup
kebodohan dan kehancuran (Ul 4:1-8). Bila
Israel tidak mau menyembah Allah, mereka hanya akan dapat menyembah patung yg
bisu dan tuli (demikian jua pada patung yg berwujud Yesus /Maria/siapapun). Kesia-siaan
menyembah patung akan membuat Israel kembali kepada Tuhan. Allah yg dikatakan
sbg pencemburu dan tidak sabar (Ul 4:24) di sini disebutkan sbg Allah yang penuh belas kasih. Orang
yg berbuat salah itu yg akan dihukum tanahnya tetap menjadi milik keturunan
mereka. Ketika Allah berjanji kpd Abraham bahwa Ia akan memberikan tanah
perjanjian kpd keturunannya, janji itu juga tak pernah dibatalkan (Ul 4:31), hanya mereka yg bersalah akan dihukum. Allah adalah
satu-satunya Allah yg layak untuk disembah. Allah adalah Allah yang begitu
mengasihi bapa-bapa leluhur Israel.
Rm
8:14-17 Hidup Kristiani
yang sejati
Pokok dalam Roma : pembenaran sbg jaminan keselamatan org
Kristiani yg sudah dibenarkan, Rom 1-4,
mendapat dalam kasih Allah dan karunia Roh Kudus suatu jaminan keselamatan.
Pokok dalam Rom 5:1-11 dan diuraikan kembali dalam bab 8, sedangkan dalam Rom 5:12-Rm 7:25 diperlawankan dg kebalikannya (dosa, maut, hukum Taurat). Roh yg
kudus dan daging yg bersifat dosa tidak mungkin berdamai. Dg status anak Allah
ini, org percaya dimungkinkan menyeru Allah sbg Bapa. Org percaya juga akan
mengalami keadaan rohani yg akrab dg Allah. Menerima Roh dan didiami Roh adalah
hak semua org Kristiani. Apabila kita tidak memiliki Roh Kudus, sama dg
mengatakan kita belum di dalam Kristus (Rm 8:9b). Hidup
rohani: hidup yang mengarah pada buah Roh,pasti membawa dampak yg harus kita
perhitungkan dan jalani. Akibat dosa, hidup di dalam tubuh itu menjadi sesuatu
yang fana (Rm 8:10). Begitu kita dilahirkan ke
dalam dunia ini, kita ditempatkan ke dalam perjalanan hidup menuju kematian.
Nafas yang pertama kita hirup tatkala dilahirkan akan berakhir dalam nafas yang
kita hembuskan saat kematian. Namun oleh Roh kini kita memiliki hidup rohani.
Kita akan mengalami itu kelak sebab kini Roh yang telah membangkitkan Yesus
hidup di dalam kita (Rm 8:11). Bila sungguh
Roh Allah telah memerdekakan kita kita aktif melawan dosa (Rm 8:13). Kita butuh Roh Kudus. Org yg percaya kpd Allah menerima
karya Kristus di salib telah mengalami pengampunan dosa dan diberi kuasa
menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12). Kita menjadi
anak2 Allah krn pengangkatan dari Allah sendiri dari karya Anak
sulung Allah, yaitu Kristus (Rm. 8:23).Bukti
bahwa kita adalah anak2 Allah adalah Roh Kudus akan memberi
kesaksian di dalam hati kita (Rm 8:16). Roh
Allah menolong kita untuk mampu dan berani menyapa Allah sbg Bapa (Rm 8:15). Kita tidak takut lagi krn dosa2 kita sudah
diampuni. Kita adalah ahli waris Allah (sbg anak Allah), yaitu yg berhak
menerima segala janji Allah (Rm 8:17). Kita
dikuatkan dan dimampukan utk berani menghadapi kesengsaraan hidup dalam
kefanaan tubuh bahwa suatu hari kelak kita akan dibebaskan dari belenggu
penderitaan yg memenjara tubuh kita. Dalam situasi yang sangat sulit, Roh Kudus
akan menolong kita mengungkapkan keluhan yg tak terucapkan di dalam doa (Rm 8: 26). Semua
ini merup bukti bahwa Tuhan telah memilih dan menetapkan kita sbg anak2Nya.
Hal apapun dalam kehidupan kita, tdk ada yg luput kendali Allah. Justru Tuhan
izinkan berbagai kejadian terjadi dalam hidup kita, kita belajar mengalami dan
menikmati karya Allah serta mencicipi kemuliaan-Nya. Di dalam persekutuan itu
iman kita semakin diteguhkan, pengharapan kita semakin fokus ke depan, dan
kasih kita makin mewujud dalam keseharian kita.
Mat
28:16-20 Kebangkitan
menyatakan otoritas-Nya
Kebangkitan yang dikisahkan oleh Matius mencakup rincian yang
lebih sedikit dibandingkan dengan yang dikisahkan Lukas dan Yohanes. Sekalipun demikian,
hanya Matius yang berjasa melaporkan tentang tindakan para prajurit (Mat 28:11-15) dan rumusan baptisan yang lengkap (Mat 28:19). Kesulitan untuk memahami bahwa org2 yg ragu
ini adalah di antara anggota 11 Murid setelah berbagai penampakan kpd mereka di
Yerusalem telah membuat banyak penafsir menganggap bahwa mereka adalah org2
di antara yg disebutkan Paulus. Mengapa kebangkitan Tuhan Yesus begitu penting?
Pertama, Karena kebangkitan Yesus menjadi
isi misi Kristen, kuasa yg mendorong misi, dan jaminan janji penyertaan yang
pasti (Mat 28:18-20). Kabar baik para wanita kepada
para murid dan nanti akan disampaikan para murid kepada dunia ini adalah
"Kristus sudah bangkit!" (Mat 28: 6-7,19).
Kabar baik ini akan memerdekakan. Kebangkitan-Nya memberikan kuasa untuk hidup
sebagai murid Tuhan (Mat 28: 20a). Kedua, kebangkitan Tuhan Yesus
membuktikan otoritas-Nya sebagai Anak Allah. Para wanita yang bertemu pertama
kali dg Dia yg sudah bangkit dan para murid lainnya yang kemudian berjumpa
dengan-Nya di Galilea, tersungkur menyembah Dia (Mat 28:9,17). Sikap ini serasi dengan klaim Yesus ttg otoritas-Nya (Mat
28:18). Ketiga,
kebangkitan Yesus menjadi jaminan bagi penggenapan janji-Nya kpd para murid
untuk menyertai mereka senantiasa (Mat 28:20b).
Kita menjadi orang beriman, Gereja hadir di tengah2 dunia karena dan
untuk Tuhan Yesus. Matius memaparkan kepada pembaca tentang fakta bahwa ada
murid Yesus yg masih meragukan-Nya, dan bahwa Yesus tahu ttg keadaan tsb.
Artinya, Yesus tahu hati setiap orang, baik mereka yang percaya sungguh bahwa
diri-Nya telah bangkit dari kematian dan menang atas maut, maupun mereka yg
meragukan-Nya. Krnnya sebelum 'amanat agung' itu diberikan kepada mereka, Yesus
terlebih dahulu membereskan keraguan beberapa orang di antara mereka. Memang,
setiap orang yg mau, dan sedang terlibat dalam pekerjaan Allah haruslah org
yang telah memiliki persekutuan dan hub yg tulus dan suci dg Yesus Kristus. Itu
berarti, tidak ada seorang pun yang dapat terlibat sbg perpanjangan tangan Yesus
untuk menyatakan amanat agung-Nya bila org tsb tidak memiliki hubungan yg
kental, indah, dan mesra dg Yesus. TujuanNya adalah nantinya para murid akan
keluar dengan dasar komitmen yang sama bahwa Yesus yg mereka imani adalah Tuhan
yg berotoritas atas maut, alam semesta, bahkan sejarah manusia. Para murid memikul
tg jw yg besar dalam pelaksanaan amanat agung ini.
Dari Ke tiga bacaan kami belajar bahwa:
1.
Penyertaan Yesus dalam
kehidupan dibantu oleh Roh Kudus yg diutus Bapa dan Yesus utk tiap manusia yg
percaya padaNya.
2.
Hidup "menurut
daging" berarti mengingini, menyenangi, memperhatikan, dan memuaskan
keinginan tabiat manusia berdosa. Ini meliputi bukan saja kedursilaan seksual,
perzinaan, kebencian, kepentingan diri sendiri, kemarahan, dsb (Gal 5:19-21), tetapi juga percabulan, pornografi, obat bius, kesenangan
mental dan emosional dari adegan seksual dalam sandiwara, buku, TV atau
bioskop, dan sejenisnya
3.
Hidup "menurut
Roh" ialah mencari & tunduk kepada pimpinan dan kemampuan Roh Kudus
dan memusatkan pikiran pada hal-hal dari Allah.
4.
Hal apapun yg terjadi dalam kehidupan, tdk ada yg luput kendali
Tuhan. Justru Tuhan izinkan itu dalam hidup kita, kita belajar mengalami dan
menikmati karya Allah serta mencicipi kemuliaanNya. (Pkh 3:11).
5.
Suatu saat kelak kita akan menikmati kemuliaan bersama dg Yesus di
surga, walaupun saat di dunia yang fana ini kita masih mengalami berbagai
penderitaan (Rom 8:19-24).
6.
Saat menyembah, Tuhan
mengetahui bahwa ada org yg taat dan ada yg masih meragukan kedaulatan
kuasaNya, di sinilah iman berperan, dan kepercayaan penuh membentuk iman yang
kokoh.
7.
Menyalibkan sifat dosa adalah suatu tindakan aktif seperti ucapan Tuhan
tentang mencungkil mata, mengerat tangan bila hal-hal itu membuat kita menuju
neraka. Tentu saja kita tidak dapat melawan dosa dengan kekuatan sendiri. Kita
butuh Roh Kudus. Tetapi kita sendiri harus aktif dan tegas menolak dosa dan
menyerahkan semua kelemahan yang bisa menjerat kita berdosa kepada Tuhan.
Kristen berhutang untuk hidup kudus kepada Roh Kudus (Rm 8:12)
8.
Perkataan "Jadikanlah semua bangsa murid-Ku"
merupakan tugas
untuk memberitakan Injil, mendaftarkan orang di bawah ketuhanan Kristus. serta "Baptislah mereka" merupakan upacara simbolik dengan mana
seseorang secara terbuka mengakui komitmen pribadinya terhadap berita
kristiani, diharapkan dalam injil Yohanes "lahir baru" yg bergerak maju dalam pembabtisan (kondisi kita
di dalam Yesus, Yesus di dalam kita).
9.
Keraguan manusia tidaklah menjadi penghalang bagi Yesus untuk
memberikan 'amanat agung' kepada
para murid. Sebelum itu diberikan kepada mereka, Yesus terlebih dahulu
membereskan keraguan beberapa orang di antara mereka. Memang, setiap org yg
mau, dan sedang terlibat dalam pekerjaan Allah haruslah org yang telah memiliki
persekutuan dan hubungan yang tulus dan suci dengan Yesus. Itu berarti, tidak
ada seorang pun yang dapat terlibat sebagai perpanjangan tangan Yesus Kristus
untuk menyatakan amanat agung-Nya bila orang tersebut tidak memiliki hubungan yg
kental, indah, dan mesra dengan Tuhan Yesus.
10. Penyertaan
Yesus ini berupa perlindungan dari mara bahaya, sakit penyakit, dan apa yang
tidak baik dalam hidup, intimidasi iblis yang selalu menyerang kehidupan rohani
manusia.
11. Kemampuan
menghindari semua ini harus dilatih dan dipelihara untuk menyesuaikan diri
dengan kondisi surga yang kudus, bersih, dan putih.
12. Hanya
jumlah tertentu yang Bapa ketahui sehingga nanti Repture terjadi (Yesus sendiri
tidak mengetahui). Siapapun harus siap dalam keadaan apapun untuk dipanggil
masuk surga, seperti gadis bijaksana yg siap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar