Minggu, 14 Juni 2015

Tuhan Selalu Menyertai                       Minggu, 30 Mei 2015
Ul 4:32-34,39-40
32 Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu.33 Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup?34 Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsyatan yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu?39 Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yg di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yg lain.40 Ber peganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya."
Rm 8:14-17
14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Mat 28:16-20
16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Pembahasan
Ul 4:32-34,39-40 Ketaatan dalam perjanjian
Kitab Ulangan dimulai dg suasana Perjanjian Sinai dan melanjutkan sejarah itu sampai perjanjian di Moab, dg menekankan rangkaian kemenangan di Trans-Yordan. Dalam Ul 1:6 - Ul4:49 berbagai keuntungan diberikan kpd raja yg kalah dalam mukadimah disebutkan dg tujuan menanamkan kesetiaan raja yg kalah melalui rasa berterima kasih dilengkapi rasa takut akan timbul dari identifikasi yg membangkitkan rasa hormat itu. Ulangan pasal 4 berisi semua ciri yg merupakan pola dari perjanjian di antara raja pemenang dg raja yg kalah zaman dulu. Percampuran beberapa aspek utama pasal ini dan di bagian lainnya di dalam kitab ini menunjuk kepada pidato perpisahan Musa di dalam suasana bebas. Ketetapan2 yg diajarkan oleh Musa merupakan kehendak Allah (Ul 4:5). Tugas manusia hanyalah memperhatikan, dan bagi orang Israel yg taat kpdnya dijanjikan kehidupan dan warisan kekayaan. Kenyataan bahwa pada akhirnya kesalehan dan kemakmuran akan berpadu sudah dilukiskan sebelumnya di dalam sejarah teokrasi Israel, sebab pemerintahan tsb melambangkan kerajaan Allah yg sempurna. Gambaran ini ialah hukuman Allah yg baru saja dilaksanakan thdp Israel akibat keterlibatannya dalam penyembahan berhala Baal-Peor (Ul 4:3; Bil 25:1-9); sebab org2 yg tetap setia dalam pencobaan itu lolos dari maut ketika tulah kematian menimpa mereka (Ul 4:4). Jadi, dapat dipahami bahwa ketaatan pada hukum Allah dianggap sebagai kebijaksanaan sejati. Ketaatan adalah jalan untuk memperoleh segenap kebahagiaan dari berkat2 utama perjanjian dekatnya Allah dg kuasaNya yg menyelamatkan, dan pengetahuan akan kebenaran sejati. Terang yg dinyatakan di Israel memang menjadi terang bagi org bukan Yahudi juga (Ul 4:6). Di dalam penjelasan ttg cara perjanjian sbg cara bijaksana ini telah diletakkan landasan dalam Taurat bagi Sastra Hikmat yg kemudian memperoleh tempat di dalam kanon kudus. Karena itu dia menekankan larangan yang dikemukakan dalam perintah kedua ketika ia membedakan jalan hidup bijaksana dan kehidupan dengan jalan hidup kebodohan dan kehancuran (Ul 4:1-8). Bila Israel tidak mau menyembah Allah, mereka hanya akan dapat menyembah patung yg bisu dan tuli (demikian jua pada patung yg berwujud Yesus /Maria/siapapun). Kesia-siaan menyembah patung akan membuat Israel kembali kepada Tuhan. Allah yg dikatakan sbg pencemburu dan tidak sabar (Ul 4:24) di sini disebutkan sbg Allah yang penuh belas kasih. Orang yg berbuat salah itu yg akan dihukum tanahnya tetap menjadi milik keturunan mereka. Ketika Allah berjanji kpd Abraham bahwa Ia akan memberikan tanah perjanjian kpd keturunannya, janji itu juga tak pernah dibatalkan (Ul 4:31), hanya mereka yg bersalah akan dihukum. Allah adalah satu-satunya Allah yg layak untuk disembah. Allah adalah Allah yang begitu mengasihi bapa-bapa leluhur Israel.
Rm 8:14-17 Hidup Kristiani yang sejati
Pokok dalam Roma : pembenaran sbg jaminan keselamatan org Kristiani yg sudah dibenarkan, Rom 1-4, mendapat dalam kasih Allah dan karunia Roh Kudus suatu jaminan keselamatan. Pokok dalam Rom 5:1-11 dan diuraikan kembali dalam bab 8, sedangkan dalam Rom 5:12-Rm 7:25 diperlawankan dg kebalikannya (dosa, maut, hukum Taurat). Roh yg kudus dan daging yg bersifat dosa tidak mungkin berdamai. Dg status anak Allah ini, org percaya dimungkinkan menyeru Allah sbg Bapa. Org percaya juga akan mengalami keadaan rohani yg akrab dg Allah. Menerima Roh dan didiami Roh adalah hak semua org Kristiani. Apabila kita tidak memiliki Roh Kudus, sama dg mengatakan kita belum di dalam Kristus (Rm 8:9b). Hidup rohani: hidup yang mengarah pada buah Roh,pasti membawa dampak yg harus kita perhitungkan dan jalani. Akibat dosa, hidup di dalam tubuh itu menjadi sesuatu yang fana (Rm 8:10). Begitu kita dilahirkan ke dalam dunia ini, kita ditempatkan ke dalam perjalanan hidup menuju kematian. Nafas yang pertama kita hirup tatkala dilahirkan akan berakhir dalam nafas yang kita hembuskan saat kematian. Namun oleh Roh kini kita memiliki hidup rohani. Kita akan mengalami itu kelak sebab kini Roh yang telah membangkitkan Yesus hidup di dalam kita (Rm 8:11). Bila sungguh Roh Allah telah memerdekakan kita kita aktif melawan dosa (Rm 8:13). Kita butuh Roh Kudus. Org yg percaya kpd Allah menerima karya Kristus di salib telah mengalami pengampunan dosa dan diberi kuasa menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12). Kita menjadi anak2 Allah krn pengangkatan dari Allah sendiri dari karya Anak sulung Allah, yaitu Kristus (Rm. 8:23).Bukti bahwa kita adalah anak2 Allah adalah Roh Kudus akan memberi kesaksian di dalam hati kita (Rm 8:16). Roh Allah menolong kita untuk mampu dan berani menyapa Allah sbg Bapa (Rm 8:15). Kita tidak takut lagi krn dosa2 kita sudah diampuni. Kita adalah ahli waris Allah (sbg anak Allah), yaitu yg berhak menerima segala janji Allah (Rm 8:17). Kita dikuatkan dan dimampukan utk berani menghadapi kesengsaraan hidup dalam kefanaan tubuh bahwa suatu hari kelak kita akan dibebaskan dari belenggu penderitaan yg memenjara tubuh kita. Dalam situasi yang sangat sulit, Roh Kudus akan menolong kita mengungkapkan keluhan yg tak terucapkan di dalam doa (Rm 8: 26). Semua ini merup bukti bahwa Tuhan telah memilih dan menetapkan kita sbg anak2Nya. Hal apapun dalam kehidupan kita, tdk ada yg luput kendali Allah. Justru Tuhan izinkan berbagai kejadian terjadi dalam hidup kita, kita belajar mengalami dan menikmati karya Allah serta mencicipi kemuliaan-Nya. Di dalam persekutuan itu iman kita semakin diteguhkan, pengharapan kita semakin fokus ke depan, dan kasih kita makin mewujud dalam keseharian kita.
Mat 28:16-20 Kebangkitan menyatakan otoritas-Nya
 Kebangkitan yang dikisahkan oleh Matius mencakup rincian yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang dikisahkan Lukas dan Yohanes. Sekalipun demikian, hanya Matius yang berjasa melaporkan tentang tindakan para prajurit (Mat 28:11-15) dan rumusan baptisan yang lengkap (Mat 28:19). Kesulitan untuk memahami bahwa org2 yg ragu ini adalah di antara anggota 11 Murid setelah berbagai penampakan kpd mereka di Yerusalem telah membuat banyak penafsir menganggap bahwa mereka adalah org2 di antara yg disebutkan Paulus. Mengapa kebangkitan Tuhan Yesus begitu penting? Pertama, Karena kebangkitan Yesus menjadi isi misi Kristen, kuasa yg mendorong misi, dan jaminan janji penyertaan yang pasti (Mat 28:18-20). Kabar baik para wanita kepada para murid dan nanti akan disampaikan para murid kepada dunia ini adalah "Kristus sudah bangkit!" (Mat 28: 6-7,19). Kabar baik ini akan memerdekakan. Kebangkitan-Nya memberikan kuasa untuk hidup sebagai murid Tuhan (Mat 28: 20a). Kedua, kebangkitan Tuhan Yesus membuktikan otoritas-Nya sebagai Anak Allah. Para wanita yang bertemu pertama kali dg Dia yg sudah bangkit dan para murid lainnya yang kemudian berjumpa dengan-Nya di Galilea, tersungkur menyembah Dia (Mat 28:9,17). Sikap ini serasi dengan klaim Yesus ttg otoritas-Nya (Mat 28:18). Ketiga, kebangkitan Yesus menjadi jaminan bagi penggenapan janji-Nya kpd para murid untuk menyertai mereka senantiasa (Mat 28:20b). Kita menjadi orang beriman, Gereja hadir di tengah2 dunia karena dan untuk Tuhan Yesus. Matius memaparkan kepada pembaca tentang fakta bahwa ada murid Yesus yg masih meragukan-Nya, dan bahwa Yesus tahu ttg keadaan tsb. Artinya, Yesus tahu hati setiap orang, baik mereka yang percaya sungguh bahwa diri-Nya telah bangkit dari kematian dan menang atas maut, maupun mereka yg meragukan-Nya. Krnnya sebelum 'amanat agung' itu diberikan kepada mereka, Yesus terlebih dahulu membereskan keraguan beberapa orang di antara mereka. Memang, setiap orang yg mau, dan sedang terlibat dalam pekerjaan Allah haruslah org yang telah memiliki persekutuan dan hub yg tulus dan suci dg Yesus Kristus. Itu berarti, tidak ada seorang pun yang dapat terlibat sbg perpanjangan tangan Yesus untuk menyatakan amanat agung-Nya bila org tsb tidak memiliki hubungan yg kental, indah, dan mesra dg Yesus. TujuanNya adalah nantinya para murid akan keluar dengan dasar komitmen yang sama bahwa Yesus yg mereka imani adalah Tuhan yg berotoritas atas maut, alam semesta, bahkan sejarah manusia. Para murid memikul tg jw yg besar dalam pelaksanaan amanat agung ini.
Dari Ke tiga bacaan kami belajar bahwa:
1.    Penyertaan Yesus dalam kehidupan dibantu oleh Roh Kudus yg diutus Bapa dan Yesus utk tiap manusia yg percaya padaNya.
2.    Hidup "menurut daging" berarti mengingini, menyenangi, memperhatikan, dan memuaskan keinginan tabiat manusia berdosa. Ini meliputi bukan saja kedursilaan seksual, perzinaan, kebencian, kepentingan diri sendiri, kemarahan, dsb (Gal 5:19-21), tetapi juga percabulan, pornografi, obat bius, kesenangan mental dan emosional dari adegan seksual dalam sandiwara, buku, TV atau bioskop, dan sejenisnya
3.    Hidup "menurut Roh" ialah mencari & tunduk kepada pimpinan dan kemampuan Roh Kudus dan memusatkan pikiran pada hal-hal dari Allah.
4.    Hal apapun yg terjadi dalam kehidupan, tdk ada yg luput kendali Tuhan. Justru Tuhan izinkan itu dalam hidup kita, kita belajar mengalami dan menikmati karya Allah serta mencicipi kemuliaanNya. (Pkh 3:11).
5.    Suatu saat kelak kita akan menikmati kemuliaan bersama dg Yesus di surga, walaupun saat di dunia yang fana ini kita masih mengalami berbagai penderitaan (Rom 8:19-24).
6.    Saat menyembah, Tuhan mengetahui bahwa ada org yg taat dan ada yg masih meragukan kedaulatan kuasaNya, di sinilah iman berperan, dan kepercayaan penuh membentuk iman yang kokoh.
7.    Menyalibkan sifat dosa adalah suatu tindakan aktif seperti ucapan Tuhan tentang mencungkil mata, mengerat tangan bila hal-hal itu membuat kita menuju neraka. Tentu saja kita tidak dapat melawan dosa dengan kekuatan sendiri. Kita butuh Roh Kudus. Tetapi kita sendiri harus aktif dan tegas menolak dosa dan menyerahkan semua kelemahan yang bisa menjerat kita berdosa kepada Tuhan. Kristen berhutang untuk hidup kudus kepada Roh Kudus (Rm 8:12)
8.    Perkataan "Jadikanlah semua bangsa murid-Ku" merupakan tugas untuk memberitakan Injil, mendaftarkan orang di bawah ketuhanan Kristus. serta "Baptislah mereka" merupakan upacara simbolik dengan mana seseorang secara terbuka mengakui komitmen pribadinya terhadap berita kristiani, diharapkan dalam injil Yohanes "lahir baru" yg bergerak maju dalam pembabtisan (kondisi kita di dalam Yesus, Yesus di dalam kita).
9.    Keraguan manusia tidaklah menjadi penghalang bagi Yesus untuk memberikan 'amanat agung' kepada para murid. Sebelum itu diberikan kepada mereka, Yesus terlebih dahulu membereskan keraguan beberapa orang di antara mereka. Memang, setiap org yg mau, dan sedang terlibat dalam pekerjaan Allah haruslah org yang telah memiliki persekutuan dan hubungan yang tulus dan suci dengan Yesus. Itu berarti, tidak ada seorang pun yang dapat terlibat sebagai perpanjangan tangan Yesus Kristus untuk menyatakan amanat agung-Nya bila orang tersebut tidak memiliki hubungan yg kental, indah, dan mesra dengan Tuhan Yesus.
10.  Penyertaan Yesus ini berupa perlindungan dari mara bahaya, sakit penyakit, dan apa yang tidak baik dalam hidup, intimidasi iblis yang selalu menyerang kehidupan rohani manusia.
11.  Kemampuan menghindari semua ini harus dilatih dan dipelihara untuk menyesuaikan diri dengan kondisi surga yang kudus, bersih, dan putih.

12. Hanya jumlah tertentu yang Bapa ketahui sehingga nanti Repture terjadi (Yesus sendiri tidak mengetahui). Siapapun harus siap dalam keadaan apapun untuk dipanggil masuk surga, seperti gadis bijaksana yg siap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar