Selasa, 16 Desember 2014

Prioritas Tuhan                         Minggu 23 November 2014
Yeh 34:11-12.15-17
11 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya.12 Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan.15 Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH.16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.17 Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.
1 Kor 15:20-26,28
20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
Mat 25:31-46
31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yg tidak kamu lakukan untuk salah seorg dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yg kekal, tetapi org benar ke dalam hidup yg kekal."
Pembahasan
Yeh 34:11-12.15-17 Gravitasi dan cinta. 
Yehezkiel bernubuat menentang para pemimpin Israel, yaitu para raja, imam dan nabi. Karena keserakahan, korupsi, dan mementingkan diri sendiri, mereka telah lalai menuntun umat Allah sebgm dikehendaki olehNya. Mereka memeras umat itu (Yeh 34:3) dan menggunakan mereka untuk kepentingan pribadi dan bukan menolong mereka secara rohani (Yeh 34:4); jadi, mereka bertgjw atas penawanan Yehuda, dan Allah akan menghukum mereka. Sbg kontras dg para gembala yg tidak setia, Yehezkiel menubuatkan ttg suatu saat ketika Allah akan mengirim seorang Gembala yg berkenan kepada-Nya (yaitu Sang Mesias) yg akan sungguh2 memelihara umat-Nya. Mereka tidak akan diperas dan digunakan, melainkan akan menerima "hujan yang membawa berkat" (Yeh 34:26).
Di dalam dunia hanya ada 2 gaya: gravitasi dan cinta. Yang satu menarik ke dalam, yang lain memberi ke luar. Yang satu menghisap, yang lain tiada berharap. Kekuasaan pun ada 2 macam: kekuasaan black hole (eksploitasi) dan kekuasaan cinta (eksplorasi).Nubuat Yehezkiel kini difokuskan pada para raja Israel yang digambarkan sebagai gembala-gembala yang tidak bertanggung jawab. Alih-alih mencintai domba-domba (rakyat Israel), mereka tidak acuh terhadap tugas penggembalaan, dan hanya bisa menikmati tanpa pernah memberi (ayat 
3). Egoisme seperti ini menimbulkan kemarahan Allah. Raja-raja Israel tidak sadar bahwa mereka hanyalah gembala2, dan bukan pemilik. Allahlah yg mempunyai domba2 itu. Allah mengambil alih dari sini. Ia akan menggembalakan domba2Nya kembali "sebagaimana seharusnya" (ayat 16). Seorang gembala lain yg setia kepada tugasnya (ayat 23-24) akan diangkat (kemungkinan Yoyakhin 2Raj. 25:27-30). Di bawah pemerintahannya, rakyat akan sejahtera. Namun demikian, domba2 itu pun memiliki tgjw, suatu seni menjadi domba yg baik (ayat 17-22).Pasal ini ditutup dg janji Allah yang merentang sampai ke masa depan ketika bangsa Israel dipulihkan (ayat 25-31). Keadaan yang digambarkan mengingatkan pada Yes. 11:6-9. Tanpa kekerasan -- hanya cinta yang hadir. Manusia tidak lagi memperkosa alam dan sesamanya. Kasih setia Allah kukuh hingga kekal.
1 Kor 15:20-26,28
Sementara org Kristen di Korintus tidak dapat menerima kebangkitan org2 mati 1Ko 15:12. Org2 Yunani menganggap gagasan kebangkitan sbg gagasan yg terlalu kasar, Kis 17:32, sedangkan org2 Yahudi dahulu sudah memfirasatkannya,Mzm 16:10, Ayb 19:25; Yeh 37:10, dan kemudian dg tegas mengajarkannya, Dan 12:2,3; 2Ma 7:9. Dg maksud menentang pendapat org2 Korintus yg salah itu, Paulus bertitik tolak ajaran dasari dari pemberitaan Injil, yaitu: peristiwa Paskah: Yesus wafat dan dibangkitkan, 1Kor 14:3-4 (bdk Rom 1:4; Gal 1:2-4; 1Te 1:10, dll). Ajaran itu diuraikan dengan menyebut sejumlah penampakan Yesus yg dibangkitkan, 1Kor 14:5-11, bdk Kis 1:8. Dg bertitik tolak demikian Paulus memperlihatkan betapa pendapat orang-orang Korintus itu tidak masuk akal, 1Kor 14:12-34, bdk 1Kor 15:13. Kristus dibangkitkan sbg yg sulung dari antara org2 mati dan Iapun akan menyebabkan kebangkitan org2 lain, 1Kor 14:20-28, bdk Rom 8:11. Pada akhir uraiannya Paulus menanggapi kesulitan2 mengenai caranya org2 mati akan bangkit, 1Kor 15:35-53. Seluruh pembahasan itu ditutup dengan pengucapan syukur kepada Allah, 1Kor 15:54-57. Dalam mempelajari pasal ini sangat menolong apabila org memiliki sedikit pengenalan ttg pandangan hidup Yunani. Pada umumnya org2 Yunani percaya pada keabadian jiwa, tetapi mereka tidak percaya pada kebangkitan tubuh. Bagi mereka kebangkitan tubuh tidak mungkin mengingat fakta bahwa mereka menganggap tubuh merupakan sumber kelemahan dan dosa manusia. Karena itu kematian sangat dinantikan, sebab melalui kematian jiwa akan dibebaskan dari tubuh; tetapi kebangkitan tidak diharapkan sebab itu berarti jiwa akan kembali turun ke kubur dg tubuh. Inilah skeptisisme yg dijumpai Paulus di Atena (bdg. Kis. 17:31, 32), dan yang dihadapi oleh umat Kristen di dunia modern ini. James S. Stewart, guru besar PB pada Universitas Edinburgh telah mengungkapkan konflik abadi ini dg jitu, "Dua puluh abad tawa dari Areopagus bergema terus." Persoalan di Korintus berkembang di tengah2 jemaat Kristen. Orang-orang percaya telah menerima kebangkitan, setidak-tidaknya di dalam hal Kristus; tetapi karena terpengaruh oleh cara berpikir Yunani, sebagian org meragukan kebangkitan tubuh orang Kristen. Oki sang rasul menulis bagian ini untuk menyerang kelemahan doktrin tsb. Metode yg dipakainya cukup jelas. Mula-mula dia membahas kepastian dari kebangkitan dg mengembangkan hubungan yg diperlukan di antara kebangkitan Kristus dg kebangkitan orang percaya (ay. 1-34). Kemudian dia membahas berbagai sanggahan (ay. 35-37). Bagian ini diakhiri dengan sebuah himbauan (ay. 58).
Mat 25:31-46 Bukan iman teori tetapi iman kenyataan
Pembahasan ini mengandung pernyataan Yesus yg tergolong paling sulit untuk dipahami. Sifat apokaliptik dari bahannya itu memiliki kesamaan dengan beberapa khotbah bersifat nubuat dari PL, di mana percampuran antara unsur-unsur yg bersifat historis dg yang bersifat lambang sulit ditafsirkan. Beberapa orang melihat penggenapan sebagian besar dari nubuat ini di dalam kehancuran Yerusalem pada tahun 70 M. Orang lain menganggap khotbah ini melukiskan zaman gereja, dan suatu masa penderitaan yg harus dilalui Gereja sebelum Kristus datang kembali. Pandangan yang melihat di sini suatu penggambaran oleh Tuhan kita ttg masa ketujuh puluh dari Daniel sangat tergantung pada kesamaan yg dijumpai di dalam Kitab Daniel dan Wahyu, dan cocok dengan pertanyaan para murid yang membuat khotbah ini muncul. Dengan penafsiran ini, kisah Matius sepenuhnya membahas peristiwa yang masih akan datang. Hanya Lukas (Mat 21:12-24) yg mencatat zaman gereja yg menjelang, yaitu dg memperkenalkan sebuah bagian yg berawal dg, "Tetapi sebelum semuanya itu," sesudah ia membicarakan juga aneka peristiwa eskatologis. Bagian ini mengakhiri rangkaian nubuat dan ajaran Tuhan Yesus ttg kedatangan-Nya dan penghakiman akhir kelak. Beberapa hal penting Ia bentangkan. Pertama, seperti halnya Injil harus diberitakan ke sekalian bangsa, hari penghakiman kelak pun meliputi semua bangsa (Mat 25:32). Kedua, seperti halnya Injil harus direspons oleh masing2 demikian pun penghakiman itu akan berlaku untuk masing-masing orang (Mat 25:33). Ketiga, bila dalam warta Injil Yesus datang sbg Juruselamat dalam kerendahanNya, kelak Ia akan datang sbg Raja dg segenap kemuliaan-Nya dan semua malaikatNya (Mat 25:31). Ketika itu, keputusan akhir nasib kekal tiap orang akan diambil (ayat 34,41).Atas dasar apakah keputusan kekal itu Tuhan jatuhkan? Bagian ini mengejutkan sekali. Tradisi Kristiani mengajarkan bahwa kita selamat bukan karena perbuatan, tetapi karena iman kepada anugerah Allah. Hanya apabila orang menyambut Yesus dan karya penyelamatanNya, org bersangkutan akan selamat. Namun, bagian ini kini seolah mengajarkan hal berbeda. Semua orang kelak akan dihakimi atas dasar perbuatan baik mereka. Mereka yg memiliki perbuatan kasih nyata kepada sesama, masuk ke dalam kebahagiaan kekal (ayat 35-40). Sebaliknya mereka yg tak berbuat kasih dibuang ke dalam siksaan kekal (ayat 41-46).Karena itu jangan sekali-kali mengabaikan perbuatan nyata demi menekankan prinsip sola gratia. Namun, jangan juga cepat menyimpulkan bahwa keselamatan adalah hasil amal. Yang Tuhan nilai layak bersama Dia ialah mereka yang melakukan perbuatan berjaga-jaga, mengembangkan talenta, dalam keadaan melayani, dst. Semua perbuatan itu menurut komentar Tuhan sendiri adalah perbuatan "untuk Kristus." Hasil dari menerima penyelamatan dari Kristus adalah memiliki kasih Kristus dan memiliki kepekaan Kristus. Memberikan perhatian, pertolongan/ harta kepada saudara Yesus yg hina, miskin dan perlu pertolongan menyebabkan seseorang dapat masuk dalam kerajaan Allah. Penghargaan dan hak masuk ke dalam kemuliaan diberikan Raja kepada mereka yang melakukan perbuatan baik, bukan karena motivasi untuk mendapatkan pahala. Bahkan mereka melakukan semua itu karena kasih tanpa pamrih. Mereka melakukan kepada orang-orang yang paling hina tanpa memikirkan untuk keuntungan atau kemuliaan diri. Akan tetapi mereka rela berkorban, rela berbagi harta, terbuka melihat kesulitan dan kekurangan orang lain, dan tidak berpusat pada kebutuhan sendiri tetapi peka terhadap kebutuhan yang lain. Hati dan sikap ini jelas tidak akan dimiliki mereka yang tidak mempunyai kasih Allah. Suatu hari kelak bila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya, Ia akan datang sebagai Raja yang adil. Ia akan memisahkan bangsa-bangsa menjadi dua golongan seperti gembala yang memisahkan domba dan kambing. Domba diberi hak masuk ke dalam kemuliaan Sang Raja sedang kambing dimasukkan ke dalam siksaan kekal. Raja yang adil memperhatikan pola dan gaya hidup para murid-Nya selama di bumi ini. Apa yang dilakukan oleh murid-murid-Nya, sekalipun tidak menjadi motivasi murid-murid untuk mendapatkan pahala, ternyata dihargai dan Raja memberikan kemuliaan dan hidup kekal kepada mereka.Penggambaran tentang apa yang akan terjadi kelak di hadapan takhta kemuliaan Raja hendaknya menjadi pelajaran yang perlu kita camkan dan lakukan. Perhatian, bantuan, pemberian tidak kita arahkan kepada orang yang dapat membalas kebaikan kita; justru kepada yang paling hina, kepada yang tidak dapat membalas, kepada yang paling membutuhkan. Itu pun kita lakukan bukan untuk menumpuk pahala dalam Kerajaan Allah tetapi dalam ketulusan, kerendahan hati, dan tidak bermotivasi keuntungan atau kemuliaan diri.
Dari ke tiga bacaan kami belajar
1.       1.Adanya pemisahan antara domba dan kambing, beda domba adalah penurut, bulunya bisa dijadikan pakaian (Wool), bersih, putih, kambing berkelakuan tdk menuruti gembala, bulunya kotor. Tuhan akan memisahkan antara pengikut (domba) dg yg bukan pengikutNya (kambing).
2.      2. Urutan yg diperutamakan dalam kerajaan Surga adalah Yesus, (buah sulung), org kudus, lalu org yg dipulihkan, org yg dibenarkan di hadapan Tuhan. Pengikut Yesus sejati dan pengikut palsu sulit dibedakan. Jangankan itu, membedakan antara Kristen dan bukan Kristen saja pun sulit. Ada Kristen yang jahatnya ampun-ampun dibandingkan yang tidak mengaku Kristen. Ada pula bukan Kristen yang kebaikannya boleh diadu dengan Kristen serius mana pun. Apa yang kini samar dan tidak jelas itu tidak akan berlangsung terus. Akan tiba saatnya Tuhan sendiri memisahkan manusia ke dalam dua kelompok. Mereka yang beroleh perkenan-Nya dan mereka yang ditolak-Nya.
3.       3.Penempatan domba di sebelah kanan merupakan bagian yg sopan, bagian yg diperkenankan org yg baik, kambing disebelah kiri untuk sebagian orang kiri menjadikan seseorang terpinggirkan, dikesampingkan, karena kekotoran, keburukan dan kenistaan diri/dosa yg diembannya.
4.       4.Saatnya kelak bila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya, Ia akan datang sbg Raja yang adil. Ia akan memisahkan bangsa-bangsa menjadi dua golongan seperti gembala yang memisahkan domba dan kambing. Domba diberi hak masuk ke dalam kemuliaan Sang Raja sedang kambing dimasukkan ke dalam siksaan kekal. Raja yang adil memperhatikan pola dan gaya hidup para murid-Nya selama di bumi ini.
5.       5.Metode yg dipakai Paulus cukup jelas. Mula-mula dia membahas kepastian dari kebangkitan dg mengembangkan hubungan yg diperlukan di antara kebangkitan Kristus dg kebangkitan orang percaya (1 Kor 15:1-34).
6.      6. Yesus sudah menang dalam kematian-Nya, ini terbukti dari kebangkitan-Nya! Ia tidak saja Juruselamat yg menjamin bahwa Allah mengampuni kita. Ia juga melepaskan kita dari cengkeraman kuasa Iblis, dari berbagai belenggu keduniawian, dan dari sifat dosa kita. Bagaimana? Setiap manusia ada dalam cengkeram si jahat. Dg berdosa, kita memihak si jahat. Berdosa berarti berontak melawan Allah. Setiap org yg berbuat dosa adalah hamba dosa! (Yoh 8:34). Iblis hanya bisa menuduh, membelenggu, dan meracuni selama org masih di bawah dakwaan hukum Allah. Selain kehilangan hak atas kita, Iblis juga dikalahkan oleh Yesus Kristus! Ketika Yesus mati lalu bangkit, nyatalah bahwa maut dan seluruh dunia kegelapan tidak berdaya! Kristus telah melucuti segala kekuasaan jahat dunia kejahatan (Kol. 1:15).

7.      7. Allahlah yg mempunyai domba2 itu. Allah mengambil alih dari sini. Ia akan menggembalakan domba2Nya kembali "sebagaimana seharusnya" (Yeh 34:16). Seorang gembala lain yg setia kepada tugasnya (Yeh 34:23-24) akan diangkat (kemungkinan Yoyakhin 2Raj. 25:27-30). Di bawah pemerintahannya, rakyat akan sejahtera. Namun demikian, domba2 itu pun memiliki tgjw, suatu seni menjadi domba yg baik (Yeh 34:17-22).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar