Selasa, 16 Desember 2014

               Talenta Hidup         Minggu 16 November 2014
Ams 31: 10-13,19-20,30-31
10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.11 Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umur nya.13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.19 Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal.20 Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin. 30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.31  Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!
1 Tes 5:1-6
1 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman  maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin  mereka pasti tidak akan luput.4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
Mat 25:14-30
14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
Pembahasan:
Ams 31: 10-13,19-20,30-31 Istri yang cakap, keagungan suaminya
Ayat-ayat ini melukiskan istri dan ibu yg ideal. Seluruh hidupnya berkisar pada ketakutan yang menghormat kepada Allah (Ams 31:30), belas kasihan bagi mereka yg mengalami kekurangan (Ams 31:19-20), serta kesetiaan dan kasih kpd keluarga mereka (Ams 31:27). Semua cita-cita yg diajukan di sini mungkin tidak akan digenapi dalam seorang istri atau ibu, tetapi setiap istri bisa berusaha untuk melayani Allah, keluarga, dan sesamanya dg kemampuan dan sumber-sumber daya yg diberikan Allah kepadanya. Struktur perikop ini adalah akrostik, setiap baris dimulai dg abjad Ibrani secara berurutan. Sayang keindahan ini tidak terlihat pada terjemahannya. Dengan mengungkapkan sisi mulia seorang istri, Amsal hendak menyatakan dua hal. Pertama, hikmat bukan hanya milik kaum pria. Hikmat adalah anugerah Allah untuk setiap anak-Nya yang mau diajar dan dibentuk oleh-Nya. Pria dan wanita setara di hadapan Allah. Kedua, istri yang cakap di sini bukan istri yg menyerah pada bentukan budaya patriarkhal sbg nasibnya, melainkan sbg wanita yang menyadari penuh panggilan Tuhan atas dirinya. Sbg respons positif thdp panggilan itu, ia berinisiatif menjalankan peran pendamping suami dan pengelola RT bahkan pemasok kebutuhan keluarga. Kita melihat sosok wanita karir yg memilih mengembangkan karirnya sbg ibu RT yg bertgjw dan yang sukses. Di mata suaminya, ia sangat dipercaya (ayat 11) dan dipuji (ayat 28b). Di tengah masyarakat, ia adalah seorang wanita yg bersosialisasi, memperhatikan kebutuhan masyarakat dan tidak segan-segan mengulurkan tangannya memberikan bantuan kpd mereka (20). Di mata masyarakat, ia sosok ibu bagi yg tertindas (ayat 20), mungkin semacam ibu Teresa. Di mata anak-anaknya, ia adalah ibu yg berbahagia (ayat 28a). Perikop ini menyatakan dg tegas bahwa dalam perbedaan peran dan fungsi yg Tuhan tetapkan pada pria dan wanita, orientasi org berhikmat bukan pada menyenangkan sesama manusia melainkan kpd Tuhan, sumber hikmatnya. Nilai-nilai seorang istri yg cakap dari zaman ke zaman tidak berubah. Ribuan tahun lampau ketika Amsal ini ditulis hingga sekarang, nilai-nilai tersebut tetap harus dipertahankan. Demikianlah ia merencanakan masa depan dg begitu mantap, shg ia tidak kuatir akan apa yg terjadi pada masa mendatang (25). nilai-nilai luhur ini Masih perlu dipertahankan.
1 Tes 5:1-6 Berjaga-jaga. 
Setelah membicarakan kedatangan Kristus untuk mengangkat para pengikut-Nya (1Tes 4:13-18), Paulus kini membahas penghakiman terakhir oleh Allah atas semua org yg menolak keselamatan Kristus pada hari-hari terakhir, yaitu saat mengerikan yg disebut "hari Tuhan" (1 Tes 5:2). Pengangkatan org percaya (1Tes 4:17) harus terjadi secara serentak dg permulaan "hari Tuhan" supaya kedatangan Kristus menjadi dekat dan tidak disangka-sangka, sebgm yg diajarkan oleh Kristus sendiri.Permasalahan kedatangan Tuhan Yesus yg kedua kalinya di jemaat Tesalonika ternyata bukan masalah tanggal, / hari dalam kalender. Sebab kualitas kehidupan setiap org yg percaya tidak dikendalikan oleh kalender, tetapi ditentukan oleh Kristus yg bangkit. Setiap orang yg mencintai Yesus, hidupnya pasti akan dikendalikan oleh kasih cinta Yesus, dan itu menghidupi sebuah kualitas kehidupan yang benar2 indah. Itulah sebabnya teks ini menganjurkan agar jemaat Tesalonika selalu berjaga-jaga (ayat 6). Hal yg paling penting saat ini untuk org2 Kristiani pahami ialah bukan kapan langit terbuka dan Kristus turun dari langit, tetapi apakah kita telah memiliki iman yg hidup, berani memihak kebenaran dan menolak hal-hal yg tidak benar, memiliki hati yg tenang dan siap melayani (ayat 8)? Kedatangan Tuhan menghadirkan sukacita besar dan bukan saat2 yang menakutkan. Pertanyaannya ialah apakah kita semua sedang berjaga-jaga, siap seperti prajurit yg lengkap dg segala persenjataan dan siap untuk bertempur, atau sedang tertidur lelap? Iman kita, org2 percaya saat ini pun tidak boleh dibangun di sekitar hal-hal yg tidak penting seperti tanggal dan hari. Tetapi iman kita harus menyikapi serius hal-hal yg urgen shg kita akan bereaksi tepat dan tanggap. Masalahnya ialah sudah terlambat mempersiapkan diri untuk ujian ketika kertas ujian sudah ada di depan kita. Sudah terlambat untuk membangun rumah yg kokoh, kalau badai topan sedang melanda kehidupan. Jangan seperti lima anak dara yang bodoh, yang harus kehabisan minyak sehingga pada waktu kedatangan sang mempelai, saat dimana pelita tersebut memang benar-benar dibutuhkan, pelita mereka padam.
Pencuri pada umumnya bekerja waktu orang sedang lengah; kebanyakan malam hari. Kedatangan Tuhan Yesus diumpamakan seperti pencuri (ayat 
2), yaitu ketika org lengah dalam damai dan kenikmatan hidup semu (ayat 3). Org yg memang tidak menghendaki kedatangan-Nya atau yg karena tidak beriman tidak percaya akan kedatanganNya, akan kecolongan. Org beriman yg tahu kebenaran ini dan berjaga-jaga, memiliki sikap hidup yg berbeda (ayat 4-7). Bgm menanti kedatangan Tuhan? Bila tak seorang pun tahu saat Tuhan datang, apa sebaiknya sikap seorang Kristen? Berjaga dan sadar (ayat 6). Kewaspadaan adalah ungkapan kesadaran bahwa kita adalah milik Tuhan, bukan milik dunia. Di dalam Tuhan kerohanian kita telah dibangunkan. Karena itu sikap dan cara hidup spt org dunia yg perbuatannya dalam gelap kita tanggalkan. Sebaliknya seperti prajurit yang siap berperang melawan kejahatan, kita mengenakan baju zirah iman dan kasih, serta ketopong keselamatan (ayat 8, bdk. Ef. 6:13-20).
Mat 25:14-30 Perumpamaan ttg Talenta
Pada wejangan yg menubuatkan kemusnahan Yerusalem dan kedatangan nyata Kerajaan Mesias dalam jemaatNya Matius menambah tiga buah Perumpamaan yg mengenai kesudahan masing2 orang. Perumpamaan pertama berkata ttg seorang hamba Kristus yg dipercayakan suatu jabatan dalam Gereja, seperti misalnya para rasul; hamba itu dihakimi sesuai dg cara ia menunaikan tugasnya (Mat 24:45-51). Pembahasan ini mengandung pernyataan Yesus yg tergolong paling sulit untuk dipahami. Sifat apokaliptik dari bahannya itu memiliki kesamaan dg beberapa khotbah bersifat nubuat dari PL, di mana percampuran antara unsur-unsur yg bersifat historis dg yg bersifat lambang sulit ditafsirkan. Beberapa org melihat penggenapan sebagian besar dari nubuat ini di dalam kehancuran Yerusalem pada tahun 70 M. Orang lain menganggap khotbah ini melukiskan zaman gereja, dan suatu masa penderitaan yg harus dilalui Gereja sebelum Kristus datang kembali. Pandangan yg melihat di sini suatu penggambaran oleh Tuhan kita ttg masa ketujuh puluh dari Daniel sangat tergantung pada kesamaan yang dijumpai di dalam Kitab Daniel dan Wahyu, dan cocok dg pertanyaan para murid yg membuat khotbah ini muncul. Dengan penafsiran ini, kisah Matius sepenuhnya membahas peristiwa yg masih akan datang. Hanya Lukas (21:12-24) yg mencatat zaman gereja yg menjelang, yaitu dg memperkenalkan sebuah bagian yang berawal dengan, "Tetapi sebelum semuanya itu," sesudah ia membicarakan juga aneka peristiwa eskatologis.Perumpamaan yang mirip dengan perumpamaan tentang uang mina yang telah diceritakan beberapa hari sebelumnya di Yerikho (Luk. 19:11-27). Perumpamaan tentang uang mina melukiskan kebenaran bahwa karunia yang sama jumlahnya, apabila dipergunakan dengan kerajinan yang tidak sama, akan memperoleh upah yang berbeda pula. Perumpamaan ttg talenta menunjukkan bahwa karunia yang tidak sama jumlahnya, apabila dipergunakan dg kesetiaan yang sama, akan diberi upah yang sama pula. Perumpamaan sebelumnya tentang sepuluh gadis menekankan perlunya persiapan dengan waspada bagi kedatangan Kristus. Perumpamaan ini menekankan perlunya pelayanan yg setia selama Dia tidak ada.
Hidup ini berharga dan bertujuan kekal. Pertama, karena hidup ini adalah karunia Tuhan. Segala sesuatu yang berasal dari Tuhan pastilah baik dan istimewa. Tuhan tentu menciptakan dan membuat kita hidup supaya kita menjalaninya bersama Dia ke tujuan kekal dari-Nya. Kedua, hidup ini hanya sekali, namun berakibat kekal. Kesalahan mengisi hidup bisa jadi tak mungkin lagi diperbaiki. Kita harus menjalani, mengisi, dan menuai akibat-akibatnya sendiri-sendiri. Inilah yang ingin Tuhan tanamkan dalam diri kita melalui perumpamaan-Nya ini. Tiap orang kelak berkewajiban mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Tuhan.Perumpamaan talenta ini menggambarkan bahwa hidup ini adalah karunia (ayat 
15). Tiap orang mendapat jumlah talenta berbeda-beda. Tuan dalam perumpamaan ini memberikan kepada masing-masing hambanya kesempatan untuk mengembangkan talenta tersebut. Lalu mereka harus melaporkan apa yang mereka perbuat. Ternyata tidak semua yang menerima kesempatan berharga itu sungguh menghargainya. Bukan maksud perumpamaan ini bahwa yang mendapat lebih banyak talenta akan cenderung lebih bersungguh dalam hidupnya. Talenta di sini hanya perumpamaan untuk menegaskan bahwa orang harus menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab dan kelak Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban tiap orang.
Tuhan Yesus tidak mengajarkan bahwa keselamatan adalah hasil perjuangan moral atau spiritual kita. Perumpamaan ini tidak mengajarkan bahwa kita masuk Kerajaan Surga dengan usaha moral-spiritual. Ada hal sejajar yang perikop ini ajarkan dengan yang perikop sebelumnya, menekankan soal kesiagaan, kesungguhan, dlsb. Injil diberikan Tuhan kepada tiap kita dengan cuma-cuma. Namun, anugerah Tuhan itu harus membangkitkan kesungguhan dalam diri kita. Sehingga kita tidak bermain-main dengan kebaikan Allah.
Dari ke tiga bacaan kami belajar:
1.       1. Perumpamaan talenta ini menggambarkan bahwa hidup ini adalah karunia (ayat 15). Tiap orang mendapat jumlah talenta berbeda-beda. Tuan dalam perumpamaan ini memberikan kepada masing-masing hambanya kesempatan untuk mengembangkan talenta tersebut. Lalu mereka harus melaporkan apa yang mereka perbuat.
2.      2. Apa yang dimaksud-Nya dengan talenta,berarti kesempatan, potensi, waktu, intelektualitas, kondisi emosional, dsb
3.      3.  Peran istri tidak sederhana, bila ia dapat menempatkan dirinya sbg istri yg cakap, pengaruhnya sangat besar, baik bagi keluarganya maupun masyarakat. Di dalam keluarga ia adalah seorang istri yg berperan aktif di balik nama besar suaminya (Ams 31:23). Ia dipercaya suaminya krn tidak sekalipun ia berbuat yg jahat thdp suaminya (Ams 31:11-12). Ia bangun lebih pagi dari suami dan anak- anaknya dan pandai menata semua pekerjaannya, shg ketika semua bangun, segala makanan telah tersedia (Ams 31:13-15, 27). Ia memelihara lingkungan rumahnya dg keindahan agar keluarganya merasakan bahwa rumah mereka adalah tempat tinggal yg paling menyenangkan (Ams 31:16). Ia penuh perhatian kpd seluruh isi rumahnya, ia menyediakan dan memperlengkapi semuanya dg apa yg mereka butuhkan, shg mereka tidak pernah terabaikan (Ams 31:21). Ia tidak pernah berpangku tangan, tetapi bekerja keras membantu kebutuhan keluarga dg ketrampilan yg dimilikinya (Ams 31:17-19, 24). Ia berkata-kata dg hikmat dan pengajaran yg lemah lembut, shg suami dan anak-anaknya tidak pernah menganggapnya remeh (Ams 31:26). Ia pun senantiasa menjaga penampilan agar tampil menarik dan indah (Ams 31:22) shg hati suaminya tidak beralih kepada wanita lain.
4.       Satu talenta seharga kurang lebih 6000 dinar. Satu dinar kira-kira upah buruh dalam sehari. Sang tuan menyerahkan talenta-talenta itu karena ia berkeinginan agar hamba-hambanya mengupayakan apa yang diterima untuk dikaryakan dan dapat berlipat-ganda. Suatu saat ia pasti datang kembali untuk mengadakan perhitungan dan menuntut pertanggungjawaban atas talenta-talenta yang telah dipercayakannya.

5.       Kita mau berupaya keras sebab kita tahu bahwa Sang Tuan sangat menghargai apa yang kita lakukan dengan sungguh- sungguh. Akan tiba saatnya kita diberikan hak masuk dalam kebahagiaan bersama Tuhan Yesus kelak di dalam kerajaan-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar