Selasa, 16 Desember 2014

Bait Allah yang Hidup             Minggu, 9 November 2014
Yeh 47:1-2,8-9,12
1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."
1 Kor 3:9b-11,16,17
9b kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
Yoh 2:13-22
13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.14 Dalam Bait Suci didapatiNya pedagang2 lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar2 uang duduk di situ.15 Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.16 Kepada pedagang2 merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah BapaKu menjadi tempat berjualan."17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."18 Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
Pembahasan:
Yeh 47:1-2,8-9,12 Mukjizat dari sungai yang menghidupkan. 
Dlm penglihatan ini, Yehezkiel melihat sebuah sungai pemberi hidup yg mengalir dari Bait Suci. Sementara mengalir, sungai ini makin dalam dan lebar (Yeh 47:2-5), memberi hidup dan kesuburan pada segala sesuatu yg tersentuh olehnya (Yeh 47:9-12). Sungai ini mengalir ke Laut Mati dan menghilangkan unsur kematiannya (Yeh 47:8-9). Tujuan sungai ini ialah membawa hidup berkelimpahan dan kesembuhan dari Allah bagi negeri itu dan penduduknya (Yeh 47:12).
1.     Sungai ini mirip dg sungai Taman Eden (Kej 2:8-10) dan sungai air kehidupan di Yerusalem Baru (Why 22:1-2; Za 14:8), yang mengalir dari takhta Allah.
2.     Sungai ini juga mirip dengan sungai yang disebutkan oleh Yesus, "Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup" (Yoh 7:38). "Air hidup" ini ialah Roh Kudus dan berkat-berkat hidup yang dibawa-Nya.
Sungai ajaib yang keluar dari bait Allah melambangkan segala berkat yang diberikan Allah kepada negeri Israel setelah Tuhan kembali menetap di tengah-tengah umatNya. Lambang itu kembali di pakai dalam Why 22:1-2. Allah yang Mahakudus bukan saja memulihkan kehidupan religius-sosial umat-Nya, tetapi juga mendatangkan penyembuhan bagi tanah perjanjian, tempat kediaman mereka. Penyembuhan ini dilambangkan oleh sungai, yang bermata air di Bait Suci dan bermuara di Laut Asin (Laut Mati). Sungai itu, yang keluar sebagai percikan kecil, dalam jarak kurang lebih 2 km (ayat 1000 hasta = sekitar 500 meter) telah menjadi sungai besar (ayat 3-4). Bahwa ini terjadi dalam jarak tersebut, tanpa sungai itu mendapat pasokan air dari anak- anak sungai, adalah suatu keajaiban.Selanjutnya, sungai itu mengalir ke timur, turun ke Araba-Yordan (ayat 8), yakni daerah di ujung selatan Lembah Yordan. Di sini terjadi keajaiban berikutnya. Agar air dapat mengalir dari Yerusalem ke Lembah Yordan, air itu harus mengalir turun ke Lembah Kidron, lalu naik ke Bukit Zaitun, kemudian melintasi beberapa lembah dan gunung. Jelas bahwa air tidak dapat mengalir naik. Maka, hal tersebut hanya dimungkinkan oleh karya ilahi. Mukjizat penyembuhan terjadi "ke mana saja sungai itu mengalir" (ayat 9). Pengulangan ini menyatakan penyembuhan yang menyeluruh: tempat kematian (Laut Mati) berubah menjadi tempat kehidupan yang berkelimpahan (ayat 10). Tepi sungai itu pun tak kalah berlimpah: pohon, buah, dan daun tersedia untuk makanan dan obat (ayat12). Kunci dari semua mukjizat ini adalah "air dari tempat kudus itu" (ayat 12). Yesus berseru, "Barangsiapa percaya kepada-Ku, dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup" (Yoh. 7:38).
1 Kor 3:9b-11,16,17 Perpecahan tanda tidak dewasa
Dari kiasan "ladang" Paulus tiba-tiba beralih kepada kiasan "bangunan". diantara para pekerja ada perbedaan juga, tetapi hanya dihadapan Allah, hanya Dia berhak menguji dan mempertimbangkan. Apa yg disini dikatakan Paulus ttg dirinya dan Apolos, dimaksudkan mengenai sekalian rasul dan pengajar Injil. Umat harus insyaf, bahwa hasil dan mutu pekerjaan pengajar2 sebenarnya dikerjakan oleh Allah dan mereka pada hakekatnya berkedudukan sama. Sebab itu jangan mereka dibeda-bedakan shg terjadi perselisihan dan perpecahan. Dan diantara pengajar2 sendiri jangan ada persaingan. Alasannya: Pertama, mereka belum memahami sifat dasar dan arti dari berita Kristiani, hikmat yang sejati (1:18-3:4). Kedua, sikap mengelompok mereka menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki pemahaman yang benar mengenai pelayanan Kristiani, yaitu bahwa pelayanan adalah suatu kemitraan di bawah pimpinan Allah di dalam menyebarkan kebenaran (3:5-4:5). Alasan kedua yg menyebabkan terjadinya perpecahan. Salah pengertian ttg pelayanan Kristiani, sekarang dibahas. Para pelayan itu tidak lebih daripada hamba; sesungguhnya yang bekerja adalah Allah (3:5-9). Para hamba bertg jw atas penggunaan bahan yang tepat ketika mereka membangun di dalam Bait Allah, yaitu Jemaat (3:9-17). Orang janganlah memegahkan diri atas seseorang semacam itu, sebab para pelayan Tuhan itu adalah milik semua orang percaya (3:18-23) dan mereka akan dihakimi oleh Allah sendiri (4:1-5). Mungkinkah ini terjadi pada Anda? Bukankah makna diri adalah sebagaimana diri anda kini dan di sini? Paulus menjawab bisa saja. Contohnya, jemaat Korintus. Mereka tidak lagi menjadi diri mereka, tetapi menjadi seperti orang lain. Dari perpecahan, iri hati, dan perselisihan yang terjadi di antara mereka (ayat 3), mereka justru tampak "belum dewasa" (ayat 1: nepios, juga: "bayi"). Paulus menyebut mereka seperti "manusia duniawi" (ayat 1; sarkinos); bahkan mereka adalah "manusia duniawi" (ayat 3; sarkikos). Dari perbedaan istilah yang digunakan, jelas bahwa jemaat Korintus tidak masuk kategori "manusia duniawi" di 2:14 yang tidak mengenal Allah. Paulus menggunakan kata-kata di atas dalam nada ironi, agar jemaat Korintus sadar akan adanya kerancuan dalam diri mereka: mereka rohani dan "matang" (ayat 2:6; teleios, juga: "dewasa") karena telah menerima Roh dan hikmat Allah (ayat 2:10,12), tetapi seperti bayi dan menjadi manusia duniawi karena hidup seperti manusia biasa yang belum menerima Roh (ayat 4). Sadar, bertobat, dan setia kepada jati diri, ini sebenarnya yang menjadi maksud Paulus bagi mereka. Ironi ini makin kentara ketika nyata bahwa bukti keduniawian jemaat Korintus adalah perpecahan karena pro kontra mengenai para hamba Tuhan (ayat 5-8). Mereka duniawi dalam tindakan mereka untuk urusan hal "rohani": membela hamba Tuhan favorit. Untuk meluruskan ini, Paulus menggunakan metafora pertanian milik seorang tuan tanah. Paulus, Apolos dan rekan-rekannya hanyalah "anak buah" Allah Sang Pemilik (ayat 5,8,9). Sebagai manusia rohani, jemaat Korintus seharusnya mengerti untuk hanya bermegah di dalam Tuhan (ayat 1:31), bukan dengan konyol bermegah dalam para hamba. Sebab, yg terpenting dalam pertumbuhan jemaat hanyalah Allah sendiri (ayat 8).
Yoh 2:13-22 Pembersihan Bait Suci
Ini peristiwa yang lebih penting daripada mukjizat di Kana, karena peristiwa ini langsung berhubungan dengan misi Yesus, yaitu berupa tindakan Mesias di depan umum. Sekali lagi Yudaisme terlibat kurang sempurna, dan bahkan menyimpang, sebab rumah Bapa dikotori. Yesus mengaitkan peristiwa ini dengan kebangkitan diri-Nya (ay. 19-21). Peristiwa ini menunjukkan ketidakpercayaan orang Yahudi (18-20) dan iman para murid (ay. 22). Peristiwa ini harus dibedakan dengan pembersihan yang dilakukan Yesus sesaat sebelum kematian-Nya (Mrk. 11:15-19). Penyalahgunaan Bait Allah menjadi sorotan Yesus dalam tindakan-Nya saat itu. Bait Allah yang seharusnya menjadi tempat orang beribadah kepada Allah menjadi ajang komersialisme, tempat mengeruk keuntungan pribadi. Hari Paskah merupakan momen bagi keluarga Yahudi yang berada di perantauan untuk datang ke Yerusalem. Pada masa-masa itu Bait Allah dipenuhi orang. Namun pemimpin agama Yahudi justru makin memadatinya dengan mengizinkan pedagang hewan dan penukar uang berniaga di halaman Bait Allah. Menurut mereka, itu demi kenyamanan para pendatang, sehingga tidak perlu membawa hewan korban dari tempat jauh. Selain itu untuk mencari dana guna pemeliharaan Bait Allah. Padahal halaman Bait Allah adalah tempat beribadah bagi orang-orang nonYahudi. Namun para pemimpin agama Yahudi mengubah keheningan tempat ibadah menjadi hiruk pikuk pasar. Mereka tak peduli pada orang yang mengalami kesulitan untuk beribadah. Padahal tujuan orang datang ke Bait Allah adalah beribadah. Tak heran bila Yesus marah dan mengusir para pedagang dari situ (ayat 15-16)! Tindakan Yesus mengundang pertanyaan orang-orang Yahudi mengenai otoritas yang Dia miliki hingga berani bertindak demikian. Akan tetapi, Yesus tidak mau memperlihatkan tanda ajaib seperti yang mereka inginkan. Yesus menyatakan bahwa mukjizat akan terjadi pada saat kebangkitan-Nya. Tubuh-Nya dikorbankan untuk membuka jalan bagi kehadiran Allah di dalam hidup manusia. Selain memperdamaikan Allah dengan manusia, melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus juga memenuhi manusia dengan Roh Kudus dan membuat manusia menjadi bait Allah yang hidup (band. 1Kor. 6:19-20).
Dari Ke tiga bacaan Kami belajar:
1.    1.   Sungai yang keluar dari bait Allah melambangkan segala berkat yang diberikan Allah kepada negeri Israel setelah Tuhan kembali menetap di tengah-tengah umatNya
2.      2.Penyembuhan ini dilambangkan oleh sungai, yang bermata air di Bait Suci dan bermuara di Laut Asin (Laut Mati).
3.      3. Bait Allah dijadikan pasar oleh org Yudaisme membuat keheningan dan kekhusukan bait yg semestinya tempat ibadah menjadi sebuah kondisi yang tidak baik, itu sebabnya Yesus membongkar kondisi ini sehingga bersih dari keramaian dunia, hanya keheningan dan pertemuan dg Tuhan yang diharapkan ada dalam bait Suci. Perbuatan kontroversi Yesus mengacaukan pelataran Bait Allah, yang seharusnya dipakai untuk para peziarah Yahudi beribadah dengan khusuk, merupakan tanda bahwa pelayanan-Nya itu adalah membongkar akar kepalsuan beragama. Bait Allah adalah tempat untuk menyembah Allah Bapa (Yoh 2:16), rumah doa (Mat 21:13). Namun, para pemimpin agama saat itu memanfaatkan Bait Allah untuk mencari keuntungan.
4.    Penyalahgunaan Bait Allah menjadi sorotan Yesus dalam tindakanNya saat itu. Bait Allah yg seharusnya menjadi tempat org beribadah kpd Allah menjadi ajang komersialisme, tempat mengeruk keuntungan diri.
5.      5.Para pelayan itu tidak lebih daripada hamba; sesungguhnya yg bekerja adalah Allah (1 Kor 3:5-9).
6.      6.Tugas gereja adalah menolong umat Tuhan beribadah dengan benar dan bukan memanfaatkan mereka untuk kepentingan orang/ instansi tertentu. Gereja harus mewujudkan relasi kepada Allah dalam ibadah sehingga akan menolong orang lebih mengasihi dan peduli pada sesamanya.
7.      7.Tindakan Yesus bukan sebuah kemarahan, marah Yesus bukan pada pribadi pedagang, tapi pada barang dagangannya, sehingga kadang didalihkan sebagai suatu kemarahan dan memperbolehkan kita melakukannya, bukan ini maksudNya.
8.      8.Kebesaran Tuhan tidaklah cukup di tempatkan pada sebuah tempat khusus spt Bait Suci, karena sifat Tuhan adalah bergerak, dan tidak berdiam diri, hanya keegoisan manusia saja sehingga doa Daud dikabulkan.

9.      9.Bait kudus dalam diri kita sebaiknya dipelihara kekudusannya, sehingga kita menghadap Tuhan sendiri, dengan bersih dalam menjalankan kehidupan, tdk merokok, tidak minum kopi, tidak berbuat senonoh dsb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar