Selasa, 16 Desember 2014

          Lahirnya Yohanes      Minggu 14 Desember 2014
Yes 61:1-2a,10-11
1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita,10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.
1 Tes 5:16-24
16 Bersukacitalah senantiasa.17 Tetaplah berdoa.18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.19 Janganlah padamkan Roh,20  dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.21  Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.
Yoh 1:6-8,19-28
6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
Pembahasan:
Yes 61:1-2a,10-11 Kabar baik bagi umat Tuhan
Yesaya melukiskan sifat dan keunggulan rohani-Nya dengan lebih langsung. Ketika Yesus memulai pelayanan-Nya, Ia mengutip ayat2 ini dan menerapkannya pada diriNya sendiri (Luk 4:18-19). Untuk tunaikan pelayananNya, Yesus diurapi oleh Roh Kudus (bd. Yes 11:2; 42:1). PelayananNya yang terurapi mencakup
  1. pemberitaan Injil kepada orang miskin, rendah hati, dan tersiksa;
  2. menyembuhkan dan merawat mereka yang secara rohani dan jasmaniah sakit dan hancur hati;
  3. membuka belenggu-belenggu kejahatan dan memberitakan pembebasan dari dosa dan penguasaan Iblis; dan
  4. membuka mata rohani orang terhilang sehingga mereka dapat melihat terang Injil dan selamat. Tujuan empat ganda ini menandai seluruh pelayanan Yesus Kristus, dan akan terus digenapi oleh gereja selama berada di bumi.
Menjelang hari Kemerdekaan Republik Indonesia, banyak narapidana yg menantikan kabar baik ttg pengurangan masa tahanan bahkan pembebasan mereka dari penjara. Namun, setelah bebas mereka sering mendapatkan kecurigaan dan penolakan. Akibatnya tidak jarang, mereka berbalik kpd kejahatan semula.
Kabar baik yang dikumandangkan oleh hamba Tuhan bagi Israel bukan hanya membebaskan mereka dari belenggu pembuangan, tetapi juga memulihkan mereka sebagai suatu bangsa (ayat 1-4). Allah sekali lagi akan mengikatkan diri kepada mereka dalam perjanjian abadi (ayat 8). Musuh yang pernah menindas mereka akan berbalik menjadi agen Allah untuk memberkati mereka. Semua yang pernah dirampas dari Israel akan dikembalikan musuh mereka dengan berlipat ganda. Semua bangsa akan mengakui Israel sebagai bangsa yang diberkati Tuhan (ayat 5-9). Bahkan Israel akan menemukan fungsi keumatan mereka yang telah mereka lupakan, yaitu menjadi imam Allah bagi bangsa-bangsa (6a; lih. Kel. 19:4-6). Oleh karena mereka, bangsa-bangsa akan mengenal dan menyembah Allah Israel. Sukacita Israel saat menyambut kabar baik itu digambarkan dengan ditukarkannya pakaian kabung dan sunyi suasana duka menjadi pakaian pesta dengan perhiasannya dan semarak suasana pesta. Nyanyian dukacita ditukar dengan kidung pujian bagi keagungan Allah (Yes. 61:3). Hamba Tuhan yang telah menyampaikan kabar baik ini pun ikut bergembira. Israel bagaikan pengantin wanita yang di-sambut pengantin pria (ayat 10). Mereka akan dipulihkan seperti kebun yang kembali dipenuhi oleh tanaman yang subur (ayat 11). Setiap orang tanpa terkecuali diundang untuk menyambut keselamatan dari Allah di dalam Tuhan Yesus (Lih. Luk. 4:17-21). Sambutlah Dia sebagai Tuhan, alami pembebasan sejati dari belenggu dosa, serta nikmati anugerah kekal menjadi anak-anak-Nya. Bila kita simak inti berita yang disampaikan oleh Yesaya "kabar selamat kepada Sion", maka sesungguhnya Yesaya menyadari diri sebagai "Utusan Allah" (Yes. 6:8). Kuasa Roh Allah menyertainya, untuk menyampaikan kabar baik itu kepada umat Allah. Tujuan Allah mengutus hamba-Nya adalah untuk membebaskan umat-Nya dari penderitaan, dan membangun kembali kehidupan umat-Nya. Berkat Allah akan menjadikan Sion sebagai "kota Allah" yang akan dibangun kembali dari reruntuhan, dan memulihkan status Zion sebagai "umat Allah" yang kelak dihormati dan disegani oleh bangsa-bangsa. Pemulihan itulah yang disebut "tahun rahmat Tuhan". Imam-imam Perjanjian Baru. Telah ditetapkan bahwa semua orang percaya adalah imam-imam Tuhan di dunia ini. Dan itu berarti bahwa semua orang beriman diberi hak untuk menikmati berkat-berkat yang Tuhan janjikan seperti: hak-hak yang diakui dan masa depan yang dijamin. Allah akan memberikan kekayaan bangsa-bangsa, warisan, dan kebahagiaan, hak-hak mereka diakui dan masa depannya dijamin, generasi penerusnya akan mempunyai nama baik dan dilimpahi berkat (Yes. 61:6-9). Kita terpanggil untuk mengemban tugas imamat pewartaan Injil Kristus.
1 Tes 5:16-24 Kerjasama jemaat dan berkat Tuhan. 
Paulus tentu tidak setia terhadap panggilannya sebagai gembala atau terhadap kepeduliannya selaku bapa rohani jika dia tidak memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk memberikan pembinaan rohani. Untuk menggenapi hukum kasih dia harus mengatakan hal-hal yang perlu. Laporan Timotius umumnya bersifat menggembirakan, namun pasti juga mengandung beberapa persoalan yang harus segera diselesaikan oleh Paulus. Ada sebuah papan promosi sebuah produk yang menjelaskan produk tsb dg sebuah kalimat: "Mungkinkah perkerjaan yang besar dan berat dapat selesai jika dikerjakan sendirian?" Ini bukan rangkaian kalimat berkonotasi pesimis. Kalimat ini hanya mengingatkan bahwa kerja sama dalam menyelesaikan tugas dan tgjw dalam pekerjaan itu adalah hal yg sangat penting. Tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada org2 Kristen di Tesalonika sama beratnya dengan tugas dan tanggung jawab umat Tuhan saat ini. Jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri mustahil semua tugas dan tanggung jawab tsb dapat dilaksanakan. Maka, jemaat Tuhan harus bahu membahu untuk melaksanakan tugas dan tgjw itu (ayat 12-22) dan memohonkan berkat Tuhan untuk memberikan kemampuan serta motivasi (ayat 23-28). Nasihat-nasihat terakhir Paulus yg ditujukan kepada jemaat Tesalonika berisikan ttg beberapa hal penting: [1] supaya jemaat menghormati dan mendukung dalam kasih para pemimpin jemaat yang sudah bekerja keras, memimpin dan menegor mereka (1 Tes 5:12-13); [2] para pemimpin agar tegas terhadap mereka yang tidak tertib, dan berlaku adil terhadap yang lemah (1 Tes 5:14-15); [3] keseluruhan komunitas jemaat agar mereka tekun dalam doa dan syukur, mengembangkan karunia dan menjauhi kejahatan (1 Tes 5:16- 21). Dg saling bekerja sama, pekerjaan Tuhan niscaya dapat dilaksanakan dan diselesaikan. Akhirnya, jemaat memerlukan kekuatan dan pertolongan dari Tuhan supaya mereka dapat dg tuntas menunaikan tugas dan tgjw pelayanan mereka. Itu sebabnya Paulus menyampaikan berkat Allah kpd mereka. Ada orang yg layak beroleh dukungan secara finansial, ada yang tidak. Siapa sajakah mereka? Yg layak kita dukung secara finansial ialah para hamba Tuhan yg bekerja keras. Sebagian dari mereka yg bekerja keras itu seringkali tidak beroleh dukungan dana memadai. Sikap hormat kita hendaknya juga diwujudkan dalam bentuk memperhatikan kebutuhan mereka akan dana. Yg tidak layak didukung ialah mereka yang karena bersikap ekstrim ttg kedatangan Tuhan, lalu tidak bekerja dan hidup tidak tertib. Gereja Tuhan belum sempurna. Gereja Tuhan belum ada dalam kemuliaan. Org2 beriman bukan para malaikat yg sempurna, belum mengalami kebangkitan tubuh. Itu sebabnya di dalam gereja masih kita jumpai orang yg tawar hati, yg lemah, yg berbuat salah, yg kebiasaan ibadahnya salah, dsb. Justru karena kita sedang menuju Hari kedatangan Tuhan, hari ketika Gereja dimuliakan, maka kita harus saling melayani agar kelemahan2 itu tidak berkepanjangan. Kekuatan untuk menjadi umat yg penuh daya tahan dan daya juang itu hanya terdapat dalam Roh Kudus. Jadi, jangan abaikan Roh Kudus, jangan abaikan karya dan karunia2Nya (ayat 19-22).
Yoh 1:6-8,19-28 Sambutlah Sang Terang
Sebagian besar orang tidak suka berada di dalam kegelapan. Itu ditandai dengan tindakan untuk mencari dan menyalakan alat penerang bila tidak ada lampu, misalnya. Manusia memang membutuhkan terang krn terang membuat manusia merasa nyaman dan aman. Demikian juga dg kehidupan rohani manusia. Dosa menguasai manusia, spt kegelapan menguasai malam. Dalam keadaan demikian, manusia membutuhkan terang agar tidak lagi hidup di dalam kegelapan dosa. Yohanes mengaitkan terang itu dg Firman. Firman itu ada sejak semula bersama-sama dg Allah (Yoh1:1). Firman itu kemudian datang ke dalam dunia (Yoh 1:9). Melalui Firman, manusia beroleh hidup dan terang (Yoh 1:4, bdk Mzm. 36:10). Di dalam terang tidak ada kegelapan dan kegelapan tidak dapat menguasai terang (Yoh 1: 5). Terang menyelamatkan hidup dari kekacauan, mengungkapkan hal-hal yg tak kelihatan, memperlihatkan segala sesuatu apa adanya, dan juga membimbing. Tanpa terang, orang akan berjalan di dalam kegelapan.Pemaparan Yohanes dengan jelas menunjukkan bahwa Firman itu ialah Yesus (ayat 14), Seseorang yang ia kenal dan kasihi. Dialah Pencipta alam semesta (Yoh 1:3, bd.Kol 1:17). Hidup-Nya memberi terang pada manusia. Di dalam terang-Nya, manusia dapat melihat diri sebagaimana adanya, yakni pendosa yang membutuhkan Juruselamat. Ia memang datang untuk membebaskan manusia dari kehancuran akibat dosa sehingga manusia memiliki kehidupan yang bermakna, yakni sesuai dengan kehendak Allah. Natal mengingatkan kita akan kehadiran Terang itu ke dalam dunia. Menyambut natal berarti menyambut Sang Terang. Memberi diri diterangi oleh Yesus sama dengan menyambut hidup yang kekal. Orang yang mengikut Yesus tidak akan berjalan di dalam kegelapan, melainkan akan memiliki terang hidup. Marilah kita mempersilakan Kristus mengusir kegelapan dosa yang menguasai kita. Biarkanlah Dia menerangi dan memimpin hidup kita. Salah satu kebutuhan dalam peradaban manusia adalah peralatan elektronis yang berfungsi sebagai penerang. Meskipun alat penerangan telah dimiliki manusia, tetapi alat itu tetap tidak mampu menerangi kegelapan dunia ini. Oleh karena itu, Allah berinisiatif untuk mengirimkan terang sejati yang menerangi hati dan memberi hidup bagi manusia (ayat 9).Tuhan Yesus adalah terang sejati tersebut, karena: pertama, Dia adalah Firman yang kekal. Pernyataan pembuka Injil Yohanes pada dua ayat pertama sangat penting dalam menegaskan keilahian Kristus. "Pada mulanya ada Firman," frasa ini menegaskan kekekalan Firman. "Firman itu ada bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." Berarti Firman itu berbeda pribadi dari Allah Bapa, tetapi Firman itu adalah Allah. Kedua, Firman yang kekal itu terlibat dalam karya penciptaan Allah Bapa (Yoh 1:3). Melalui Firman, Allah Bapa menjadikan segala yang ada dan dengan Firman, Allah Bapa memelihara segala yang sudah dijadikan-Nya itu (bdk Ibr. 1:3). Ketiga, Firman yang mencipta itu menjadi sumber hidup yang memberi terang (Yoh 1:4). Itu sebabnya, kehidupan berasal dari Firman. Kehidupan yang berasal dari terang ilahi mengenyahkan kegelapan yang melingkupi dunia dan kehidupan manusia berdosa (Yoh 1:5).Yohanes Pembaptis diutus Allah untuk menyaksikan terang yang sedang datang ke dalam dunia ini agar orang memercayai Allah dan menerima terang ilahi itu yang akan mengenyahkan kegelapan hidupnya (Yoh 1: 6-8). Tugas pemberitaan ini tidak mudah sebab orang yang tinggal dalam kegelapan belum tentu senang menerima firman yang menelanjangi dosanya. Kristus sudah datang. Kita memperingati kelahiran-Nya hari ini. Tidak cukup hanya bersukacita atas kehadiran-Nya sebab kita dipanggil untuk menyaksikan Dia agar orang lain pun diterangi hidupnya dan memperoleh terang ilahi, yaitu keselamatan.
Dari ke tiga bacaan kami belajar :
1.       Kata “terang” yang dipakai Yohanes dikaitkan dengan keberadaan dan kehadiran Yesus di dalam ruang dan waktu (Yoh 1: 5,9). Yesus bukan hanya Pencipta, tetapi juga Penyelamat. Tanpa Yesus, manusia akan hidup dalam kegelapan.
2.       Tujuan kesaksian Yohanes adalah agar manusia percaya pada Yesus (Yoh 1:7). Dia hidup di dalam dunia untuk bersaksi bagi Yesus. Darinya, kita belajar bahwa percaya pada dan bersaksi bagi Yesus merupakan dua hal yg tidak terpisahkan.
3.       Awalnya, terang. Terang adalah aktivitas pertama Allah mencipta, baru kemudian disusul ciptaan lainnya. Terang dijadikan rekan sekerja Allah dalam lingkup sejarah keselamatan manusia, tujuannya, supaya manusia menyaksikan terang itu; sebab tanpa terang kehidupan tidak dapat berlangsung. Yesus Kristus yang lahir itu adalah Terang Hidup manusia. Melalui-Nya kesaksian Kristiani akan bermuara pada perwujudan kesadaran manusia terhadap dosa dan pengakuannya akan kebenaran Injil Kristus, dan kepada-Nyalah hidup manusia bergantung.
4.       Tugas pemberitaan ini tidak mudah sebab orang yang tinggal dalam kegelapan belum tentu senang menerima firman yang menelanjangi dosanya.Tidak membuat org secara cepat bertobat dan berbalik pada Tuhan, bahkan melarikan diri dari hadapan Tuhan, gereja dan temannya.
5. Dengan saling bekerja sama, pekerjaan Tuhan niscaya dapat dilaksanakan dan diselesaikan. Akhirnya, jemaat memerlukan kekuatan dan pertolongan dari Tuhan supaya mereka dapat dg tuntas menunaikan tugas dan tgjw pelayanan mereka. Melalui Firman, manusia beroleh hidup dan terang (Yoh 1:4).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar