Selasa, 16 Desember 2014

       Siapkan Jalan Tuhan     Minggu, 7 Desember 2014
Yes 40:1-5,9-11
1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya." 9 Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"10 Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
2 Ptr 3:8-14
8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
Mrk 1:1-8
1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya,"4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."5 Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."
Pembahasan:
Yes 40:1-5,9-11 Memberitakan kabar baik
Pasal-pasal ini ditulis akhir thn hidup Yesaya. Allah menyatakan nubuat2 ini supaya memberikan pengharapan dan penghiburan kpd umat-Nya selama mereka tertawan di Babel 150 tahun sesudah zaman Yesaya (lih. Yes 39:5-8); pasal ini penuh dg penyataan nubuat mengenai Mesias yg akan datang dan kerajaan-Nya di bumi kelak. Beberapa peristiwa yg dinubuatkan digenapi berhub dg tertawannya Yehuda oleh Babel dan pemulihannya. Banyak nubuat lain lebih khusus berhubungan dg datangnya Yesus ke bumi, dan yg lain lagi masih menunggu penggenapan. Pasal 40 merupakan nas awal dari bagian kedua kitab Yesaya. Bila bagian pertama Yesaya menegaskan hukuman yg akan dijatuhkan kpd Yehuda maka pada bagian kedua ini, fokus penulis diarahkan pada rencana pemulihan umat-Nya. Nas ini terdiri dari empat rangkaian seruan. Pertama, seruan penghiburan bagi umat Tuhan bahwa masa hukuman sudah berakhir (ayat 1-2). Allah sudah mengampuni dan sekarang siap memulihkan. Kedua, seruan panggilan untuk mempersiapkan jalan bagi pemulangan umat dari tempat pembuangan. Gambarannya adalah arakan kemenangan dari Allah dan umat-Nya yang memuncak pada pernyataan kemuliaan Allah yg disaksikan oleh seluruh umat manusia (ayat 3-5). Gambaran ini digenapi oleh pelayanan Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan umat Yahudi bagi kedatangan Juruselamat, Yesus Kristus. Ketiga, seruan penyadaran akan kefanaan manusia dan kekekalan firman Tuhan (ayat 6-8). Inti seruan ini mengingatkan umat Tuhan bahwa pengampunan dan pemulihan terjadi semata-mata karena anugerah Tuhan sesuai janji firman-Nya, bukan karena kebaikan mereka. Keempat, seruan pengagungan Allah sebagai Gembala umat-Nya (ayat 9-11). Sion dipanggil untuk menyaksikan kuasa dan kasih Allah yang memulihkan umat Tuhan. Kuasa Allah ditunjukkan dengan membebaskan umat-Nya dari penawanan Babel. Kasih-Nya digambarkan sebagai gembala yang memelihara umat-Nya.Secara umum, pasal Yes 40:1-48:22 menekankan pelepasan, pasal Yes 49:1-57:21 penebusan, dan Yes 58:1-66:24 kemuliaan. Berita apa yang paling dinanti-nanti oleh org yg sedang berada di penjara? Berita bahwa masa hukuman mereka sudah selesai dan mereka akan segera bebas. Apakah umat Israel yg di pembuangan memiliki pengharapan bahwa satu hari kelak penghukuman Allah akan berakhir? Bagian kedua kitab Nabi Yesaya ini (pasal 40-66) adalah kumpulan nubuat pemulihan yg Allah lakukan thdp umat-Nya, yg akan selesai menanggung hukuman krn dosa mereka. Pemulihan itu tidak hanya untuk kebebasan, tetapi untuk kembali menjalankan fungsi semula mereka yaitu menjadi terang bagi bangsa2. Perikop hari ini merupakan nubuat pembuka bagi serangkaian nubuat kabar baik tsb. Kabar baik itu memiliki dua sisi. Sisi pertama, kabar itu mematahkan pandangan pesimis atau sinis terhadap janji Tuhan. Mungkin sebagian umat yg terbuang sudah menutup hati dan pikiran mereka akan janji pemulihan Tuhan, karena masa penghukuman yg begitu lama. Sebaliknya, mereka yg ambil andil dalam pembuangan umat Tuhan merasa Tuhan tak berdaya menyelamatkan umat-Nya. Namun pandangan manusia yg keliru itu dibantah oleh firman yg kekal, yg tidak berubah,& yg pasti mencapai maksud penggenapannya (ayat 8). Sisi kedua, kabar baik itu harus direspons secara positif dan antusias (ayat 3-4), seantusias pembawa kabar baik itu sendiri (ayat 9-11). Bagaimana merespons kabar baik itu? Dg menyiapkan hati yg lembut untuk menyambut kedatangan Tuhan dalam hidup. Bila org bisa merespons kabar baik dg hati terbuka, itu merup anugerah dan pekerjaan RK. Namun tugas pemberitaan kabar baik ada di bahu setiap orang yg mengaku percaya. Tidak ada orang yg lebih tepat untuk memberitakan kabar baik itu selain kita yg sudah mengalami pengampunan dan pemulihan-Nya lebih dahulu.
2 Ptr 3:8-14 Waktu Allah bukan waktu manusia.
Petrus membuat tujuan pembahasannya yaitu penundaan kedatangan kembali Kristus yg menjadi bahan ejekan bukanlah dasar yg kuat untuk meragukan kedatanganNya. Hal ini sudah disinggung sekilas ketika membahas air bah di zaman Nuh. Peristiwa itu jua terjadi lama sesudah saat diberitakan shg dianggap orang waktu itu sbg tidak masuk akal: tetapi penghakiman tsb akhirnya tiba juga sebgm dikemukakan oleh Allah sebelumnya. Pembahasan ini merupakan penyebutan Nuh yg ketiga kali oleh Petrus (I Ptr 3:20: II Ptr 2:5), suatu petunjuk lain ttg kesatuan kedua surat ini. Pembandingan satu hari dg seribu tahun di hadapan Allah merupakan suatu pernyataan yang indah tentang keabadian Allah, yaitu keunggulan-Nya alas keterbatasan dari ruang dan waktu (bdg. Mzm. 90:4). Menarik untuk dipikirkan bahwa konsep semacam itu membantu kita di dalam menantikan kedatangan-Nya kembali. Kita akan menyelesaikan tahun-tahun pengembaraan kita di bumi ini dengan cepat. Tetapi sesudah itu, "bersama dengan Tuhan dan dibebaskan dari segala keterbatasan ruang waktu, hanya sehari atau dua hari saja - ditinjau dari zaman rasuli sekalipun - sebelum saat kerajaan-Nya tiba dengan segenap kemuliaan. Supaya semua orang berbalik dan bertobat. Masa penantian Allah ini bertujuan untuk menebus orang: kehendak-Nya yg mendasar ialah agar semua orang dapat berbalik kepada diri-Nya.
Kebodohan org2 yg tdk percaya adalah menganggap kedatangan Yesus yg kedua tertunda & mengatakan bahwa penundaan itu membuktikan ketidakbenaran firman Tuhan. Haruskah org beriman memiliki pola pikir yg sama? Orang beriman harus tahu bahwa Allah tidak menunda kedatanganNya kedua. Perbedaan pandangan ini didasarkan pada cara Allah menghitung waktu berbeda dg cara manusia. Bagi Tuhan satu hari sama dengan 1000 tahun dan 1000 tahun seperti satu hari. Berarti, manusia tidak dapat menduga dan mengatur kapan Allah harus bertindak apalagi menentukan penggenapan hari Tuhan. Sebenarnya bila perbedaan ini kita letakkan dalam kacamata Illahi maka kita tidak hanya dapat menerimanya, tetapi juga bergembira. Sebab waktu Allah, berhubungan dg: "supaya semua orang berbalik dan bertobat". Itu berarti waktu Allah sama sekali tidak berhubungan dg kelambanan / kealpaan Allah atas janji-Nya, tetapi berhubungan erat dg kasih-Nya kepada kita dan sabar menanti kita untuk berbalik dan bertobat. Bila Allah sang empunya waktu dan pemilik kita sabar menanti waktu yg tepat untuk mempersiapkan kedatanganNya dan menggenapi janji penghakimanNya, apakah kita milik kepunyaan-Nya tdk dapat bersabar?
Ttg hari Tuhan yg dinantikan penggenapannya, Petrus menjelaskan bahwa pada hari itu seluruh alam semesta akan mengalami kebinasaan. Allah akan menggantinya dg langit dan bumi baru. Semua orang dan bangsa2 dihadapkan pada penghakiman Allah. Namun, ia tidak menguraikan panjang lebar ttg sifat hari Tuhan itu, karena penjelasannya lebih mengarah pada fakta dan kepastian penggenapan hari Tuhan itu. Berbahagialah orang beriman yang tetap setia menanti dan mempertahankan sikap hidup benar di hadapan Allah. Berbahagialah org yg melihat penundaan penggenapan hari Tuhan ini sbg perpanjangan waktu yang dikaitkan dengan sifat Allah yang penuh kasih.
Mrk 1:1-8 Menyambut kedatangan Kristus
Kata ini merup judul yg menunjukkan isi dari seluruh kitab ini. Injil di sini bukan kitabnya, tetapi pesannya, kabar baik ttg keselamatan melalui Yesus. Fakta2 ttg kehidupan dan kematian Kristus merup permulaan Injil, yg menyiratkan bahwa pemberitaan rasuli merup kesinambungannya. Anak Allah. Bagi Markus, seperti juga bagi Yohanes, keilahian Kristus merupakan hal yg paling penting, dan krn itu ia mencantumkannya di dalam judul Injil yg ditulisnya. Setiap kisah pasti memiliki permulaan. Untuk permulaan Injil yg dia tulis, Markus memuat kisah pelayanan Yohanes Pembaptis di padang gurun. Yohanes adalah utusan Allah untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Anak-Nya, yaitu Yesus. Pada masa PL, seorg pembawa pesan akan mendahului kedatangan seorg raja. Utusan itu bertugas memastikan bahwa jalan yg akan dilalui raja cukup aman. Ia juga bertugas mempersiapkan rakyat menyambut raja. Dalam rangka menyambut kedatangan Kristus, Yohanes mempersiapkan org untuk menyambut kedatanganNya dan kemudian mengikut Dia. Nabi Yesaya menyebutkan bahwa khotbah yg disampaikan Yohanes bagai buldoser yg digunakan utk membangun jalan bebas hambatan. Jalan itu membuat Tuhan dapat mencapai tempat yg tertutup bahkan terisolasi. Lalu bgm cara membuat jalan itu? "Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yg berbukit-bukit harus menjadi tanah yg rata, dan tanah yg berlekuk-lekuk menjadi dataran (Yes. 40:4). Itulah gambaran pertobatan yg diserukan Yohanes, yakni runtuhnya puncak kesombongan, tertimbunnya lembah kekelaman, dan lurusnya hati yang bengkok. Ada pemulihan dan ada baptisan sebagai simbol pengampunan dosa. Namun Yohanes tahu itu tidak cukup. Perlu sesuatu yang lebih dari baptisan di sungai Yordan. Ia paham bahwa baptisan yang dia lakukan hanya sebuah persiapan, karena Yesus akan datang dan akan membaptis mereka dengan Roh Kudus. Bagaimana dengan hidup kita? Sudahkah mengalami pemulihan? Ingatlah bahwa Kristus akan datang untuk yang kedua kali pada saat yang kita tidak ketahui. Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menyambut Dia? Masihkah ada lembah yang harus ditutup? Masihkah ada gunung dan bukit yang harus diratakan? Mintalah Tuhan membereskan semua itu agar menjadi jalan yang rata saat Ia datang nanti. Dengan mengutip kitab PL, Markus memberi indikasi bahwa kedatangan Yesus sudah dinantikan sejak lama. Tanda-tanda kedatangan-Nya secara rinci dinubuatkan. Kedatangan-Nya ditandai dengan hadirnya seorang pendahulu, Yohanes Pembaptis. Ia mempersiapkan jalan bagi Yesus. Bagaimana Yohanes mempersiapkan jalan? Dengan memberitakan tobat untuk pengampunan dosa (ayat 4). Dengan pertobatan, jalan Mesias dipersiapkan. Tugas ini Yohanes lakukan sepenuh hati, giat dan rajin. Yohanes bekerja keras. Buktinya? Khotbah-khotbah pertobatannya menjangkau orang- orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem (ayat 5). Istilah 'seluruh' dan 'semua' menunjuk pada semua lapisan dan tingkat sosial masyarakat. Mereka memberi respons pada pemberitaan Yohanes. Sebagai tanda kelihatan dari respons tersebut mereka dibaptis. Bukti lain bahwa Yohanes melakukan tugas dengan sepenuh hati terungkap dalam ayat 6. Yohanes tidak dipusingkan oleh urusan-urusan pakaian dan makanan. Berita tentang kedatangan Yesus lebih penting daripada perkara-perkara materi. Yohanes berkhotbah bukan untuk memperkaya diri. Khotbahnya adalah pelayanan kepada Yesus, bukan sarana cari uang. Apa lagi? Khotbah Yohanes berfokus pada Yesus. Yohanes tidak mengajarkan prinsip agama dan moral hasil penemuannya. Yohanes tidak membentuk suatu komunitas militan yang setia dan taat padanya. Yohanes mengarahkan mereka kepada Yesus (ayat 7). Yohanes menegaskan bahwa Yesus lebih tinggi dan mulia. Baptisan yang dilakukannya lebih rendah dari baptisan yg dilakukan Yesus (ayat 8). Sentralitas Yesus terlihat jelas melalui perbuatan dan perkataan Yohanes. Hidup Yohanes menunjuk pada Yesus.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.     Sion dipanggil untuk menyaksikan kuasa dan kasih Allah yang memulihkan umat Tuhan. Kuasa Allah ditunjukkan dg membebaskan umatNya dari penawanan Babel. KasihNya digambarkan sbg gembala yang memelihara umatNya
2.     Perbuatan dosa yang kita lakukan pasti diganjar hukuman dari Allah. Akan tetapi, setelah masa hukuman usai Allah akan mengampuni dan siap memulihkan kita. Pemulihan itu merupakan anugerah Allah karena janji firmanNya. Oleh karena itu, kita yg sudah dipulihkan harus menaikkan syukur serta menyaksikan kemurahan kasihNya kpd setiap orang.
3.     Gambaran pertobatan yg diserukan Yohanes, sudah diungkapkan nabi Yesaya ratusan tahun yang lalu,yakni runtuhnya puncak kesombongan, tertimbunnya lembah kekelaman, dan lurusnya hati yang bengkok. Ada pemulihan dan ada baptisan sbg simbol pengampunan dosa.
4.     Perlu sesuatu yg lebih dari baptisan di sungai Yordan. Ia paham bahwa baptisan yg dia lakukan hanya sebuah persiapan, karena Yesus akan datang dan akan membaptis mereka dengan Roh Kudus.
5.     Dengan pertobatan, jalan Mesias dipersiapkan. Tugas ini Yohanes lakukan sepenuh hati, giat dan rajin. Yohanes bekerja keras. Khotbah2 pertobatannya menjangkau org2 dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem Mrk 1:5
6.     Kabar baik itu harus direspons secara positif dan antusias (Yes 40: 3-4), seantusias pembawa kabar baik itu sendiri (Yes 40: 9-11). Bagaimana merespons kabar baik itu? Dg menyiapkan hati yg lembut untuk menyambut kedatangan Tuhan dalam hidup. Bila org bisa merespons kabar baik dg hati terbuka, itu merup anugerah dan pekerjaan Roh Kudus.

7.     Babtisan hanyalah jembatan untuk mengenal Tuhan lebih dalam, selanjutnya mesti adanya proses dalam diri manusia utk menyucikan diri terus dengan pelepasan kutuk dan menjadikan segala hidupnya terus dalam jalan Tuhan dengan langkah iman, selalu mendaraskan Kitab Suci dan melambungkan pujian pada Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar