Sabtu, 24 Januari 2015

Iman yg Mengalahkan Dunia         Minggu, 11 January 2015
Yes 55:1-11
1 Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.4 Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa;5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kpd TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.8 Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu.10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada org yg mau makan,11 demikianlah firmanKu yg keluar dari mulutKu: ia tidak akan kembali kepada-Ku dg sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
1 Yoh 5:1-9
1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya.2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Mrk 1:7-11
7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
Pembahasan:
Yes 55:1-11 Keajaiban firman Tuhan
Apa yang menjadi jaminan bagi seseorang untuk kepastian keselamatannya? Bagi umat yang sudah sekian lama menderita karena hukuman Allah atas dosa-dosa mereka, tentu tidak akan sembarang memercayai janji keselamatan tanpa bukti nyata. Bukan hanya secara jasmani mereka menderita, rohani mereka pun gersang. Tak ada satu pun yang bisa mereka lakukan untuk melepaskan diri dari keputusasaan. Belenggu pembuangan begitu ketat dan kuat. Syukur kepada Allah, Dia telah menyatakan janji-Nya bahwa mereka yang berpaling dan menantikan keselamatan daripada-Nya tidak akan dikecewakan (Yes 55:6-7). Syarat penting untuk keselamatan ialah kelaparan dan dahaga rohani yg sejati akan pengampunan dan hubungan yg benar dengan Allah (Yoh 4:14; 7:37), berlandaskan korban kematian sang Mesias (pasal Yes 53:1-12). Kita harus bertobat dari dosa2 kita dan menghampiri Dia di dalam iman; lagi pula, lapar dan dahaga akan kebenaran Allah dan kuasa kerajaanNya masih terus menjadi syarat yg sangat penting untuk menerima kepenuhan RohNya. Syarat mendapatkan hidup kekal ialah bertobat dan beriman, tanpa tambahan lain apa pun. Orang yg mau mengambil bagian dalam air hidup itu, pertama-tama dia harus merasa haus (bertobat), kemudian bersedia (beriman) untuk datang kepada sang Juruselamat (Yoh 7:37). Anggur melambangkan 1. Injil yg menyukakan dan menyegarkan jiwa; susu menunjukkan sifatnya yg memberikan pertumbuhan (I Ptr 2:2). 2. Sesuatu yang tidak mengenyangkan.  Khayalan mengenai kebahagiaan pribadi berdasarkan keuntungan2 dan berkat2 duniawi. Hanya Allah yg dapat memuaskan jiwa manusia. Daud yg disebut dalam Yes 55:3, 4 adalah Kristus, Anak Daud, sebab di sini Dia digambarkan sbg mempunyai pengaruh yg berkuasa pada zaman yang akan datang. Yes 55:5 adalah nubuat bahwa bangsa2 lain akan bertobat dan akan bergabung dg Israel yg sudah ditebus oleh karena Allahnya. FirmanNya ya dan amin. Apa yang Allah janjikan dalam firmanNya? Pertama, firmanNya adalah makanan dan minuman bagi jiwa, yang diberikan-Nya sebagai anugerah (Yes 55: 1). Jangan mencari alternatif apapun untuk memuaskan dahaga rohani kita (Yes 55: 2-3a). Dia sendiri sudah menetapkan hamba-Nya, Mesias keturunan Daud, sebagai agen keselamatan ini (ayat 3b-5).Kedua, ketika Allah berfirman, Ia juga menyatakan diri-Nya, Ia hadir di antara kita. Kita tidak dapat memisahkan firman-Nya dengan diri-Nya sendiri. Itu sebabnya, mencari Tuhan (Yes 55:6) adalah mencari firman-Nya. Ketiga, firman-Nya, jauh melampaui pemahaman kita (Yes 55:8-9). Dia adalah Allah yang tidak terbatas, firmanNya juga tidak terbatas. Namun segala kehendak-Nya dan apa yang Dia firmankan adalah untuk kebaikan kita. Keempat, firmanNya sungguh berkuasa (Yes 55:10,11,13). Apapun yg Ia kehendaki pasti berhasil. Keadaan yang rusak, suasana yang mengerikan dan kehidupan yang sulit, secara ajaib akan berubah dengan baik ketika firman-Nya datang (Yes 55:13). Kelima, ada hormat dan pujian bagi orang yang memberitakan firman Tuhan (Yes 55:12) karena melalui dia, nama Tuhan dimahsyurkan. Kita yang sudah menerima keselamatan dan yang diberdayakan oleh firman-Nya demi misi-Nya, mari giat mengabarkan Injil agar lebih banyak lagi orang yang merespons undangan anugerah ini.
1 Yoh 5:1-9 Kemenangan kita
Percaya kepada Kristus merup dasar dari persekutuan kita. Kata percaya sejauh ini baru dipakai sebanyak 3 x di dalam surat ini. tetapi muncul 6x di 1 Yoh 5:1-13. Percaya pada Yesus adalah pekerjaan Allah bukan hanya keputusan manusia (1Yoh 5:1). Ketika manusia percaya pada Yesus, saat itu ia dilahirkan dari Allah. Kata kerja ‘dilahirkan’ pada ayat 1 dipakai dalam bentuk pasif bukan aktif. Di sini terlihat hubungan tak terpisahkan antara tindakan manusia untuk percaya dan karya Allah melahirkannya menjadi anak2 Allah yg pertama adalah akibat dan tanda dari yg kedua. Dilahirkan menjadi anak-anak Allah berarti dipersilakan masuk ke dalam relasi kasih. Relasi kasih dengan Allah melalui Yesus inilah yang mendorong kita untuk mengasihi saudara seiman. Bukti seseorang mengasihi Allah adalah mengasihi saudara seiman. Dilahirkan kembali membuat kita menjadi anggota keluarga Allah. Selain mengasihi Allah, kita mengasihi sesama yg juga dilahirkan kembali oleh Allah (1Yoh5:1). Mereka menjadi saudara kita di dalam Kristus, tanpa memandang ras, bahasa, budaya, strata ekonomi, atau pendidikan. Maka kita tidak selayaknya membedakan orang berdasarkan hal-hal tersebut, melainkan pandanglah sebagai orang yang sudah sama-sama diselamatkan oleh Tuhan. Meskipun di antara kita tdpt perbedaan, kita dapat tetap saling mengasihi krn kita berasal dari keluarga yang sama. Mengasihi saudara seiman berarti mengasihi Allah dan melakukan perintah-perintah-Nya (1 Yoh 5:2). Yohanes menghubungkan tiga hal sekaligus yakni mengasihi Allah, melakukan perintah Allah dan mengasihi saudara seiman ketiganya harus ada dalam hidup kita. Untuk melaksanakan ketiga perintah ini sekaligus, ada langkah2 yg harus kita tempuh, perhatikan dan pahami. Pertama, sifat perintah Allah. Perintah Allah tidak berat karena beban yg diberikan kpd kita tidak melebihi kemampuan kita. Kedua, iman kita. Org percaya mampu melakukan perintah Allah karena ia memiliki iman yg mengalahkan dunia. Memiliki iman berarti memiliki relasi dg Yesus Anak Allah (1Yoh 5:5). Yesus telah mengalahkan musuh manusia yg paling ditakuti yaitu kematian. Logikanya, jika kematian dapat dikalahkanNya apalagi hal-hal lainnya. Seandainya saat ini kita berada dalam berbagai penderitaan, kesusahan dan pergumulan berat, bersyukurlah! Mengapa bersyukur? Karena iman yg kita miliki adalah iman yg mengalahkan dunia. Kasih kita kepada Allah dan kepada anak2 Allah memperlihatkan ketaatan kita pada perintah-Nya (1 Yoh 5: 2). Ini bukanlah ttg bgm perasaan kita, tetapi bgm kita berelasi dg Allah dan umat-Nya. Ukurannya mudah: apakah kita sungguh-sungguh taat pada perintah-Nya? Pertanyaan ini bukan ingin mengisyaratkan bahwa perintah Allah itu berat. Perintah itu adalah pemberian Allah untuk menunjukkan betapa baiknya kehidupan org yg menaati Dia. Perintah itu diberikan karena Allah tahu bgm hidup dg cara terbaik. PerintahNya itu tidak berat krn ketika kita dilahirkan kembali, kita diberikan hati yg baru yaitu hati yg dipenuhi dg keinginan untuk menyenangkan hati Allah. Jadi perintah Allah tidak akan terasa berat jika kita sungguh2 mengasihi Dia. Relasi kita dg Allah membuat kita dapat mengalahkan dunia, yakni musuh iman kita (1Yoh 2:13-14). Jadi seharusnya tidak ada kata kalah dalam kamus iman kita krn Yesus telah mengalahkan dunia (Yoh 16:33). DarahNya telah mengalahkan si pendakwa orang percaya, yaitu setan (Why 12:11). Kemenangan iman kita mungkin saja membahayakan diri hingga berisiko terhadap nyawa kita. Namun bila kita tidak menyayangkan nyawa dan tetap teguh pada kesaksian iman kita, maka disitulah terletak kemenangan iman kita! Bila kita menang maka kita akan menerima upah: duduk bersama Yesus di takhta-Nya (Why 3:21).
Mrk 1:7-11 Menyambut kedatangan Kristus
Setiap kisah pasti memiliki permulaan. Permulaan Injil Markus memuat kisah pelayanan Yohanes Pembaptis di padang gurun.  Dia utusan Allah untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan AnakNya, yaitu Yesus. Pada penuturan PL, Markus memberi indikasi bahwa kedatangan Yesus sudah dinantikan sejak lama. Tanda2 kedatanganNya secara rinci dinubuatkan. Kedatangan-Nya ditandai dg hadirnya seorang pendahulu, Yohanes Pembaptis. Ia mempersiapkan jalan bagi Yesus.Seorang pembawa pesan akan mendahului kedatangan seorang raja. Utusan itu bertugas memastikan bahwa jalan yg akan dilalui raja cukup aman. Ia juga bertugas mempersiapkan rakyat menyambut raja. Dlm rangka menyambut kedatangan Kristus, Yohanes mempersiapkan org untuk menyambut kedatanganNya dan kemudian mengikut Dia. Nabi Yesaya menyebutkan bahwa khotbah yg disampaikan Yohanes bagai buldoser yg digunakan untuk membangun jalan bebas hambatan. Jalan itu membuat Tuhan dapat mencapai tempat yg tertutup bahkan terisolasi. Cara membuat jalan itu: "Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yg berbukit-bukit harus menjadi tanah yg rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran (Yes 40:4). Dg memberitakan tobat untuk pengampunan dosa (Mrk1: 4). Dg pertobatan, jalan Mesias dipersiapkan. Tugas ini Yohanes lakukan sepenuh hati, giat dan rajin. Yohanes bekerja keras. Buktinya? Khotbah2 pertobatannya menjangkau org2 dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem (Mrk1:5). Istilah 'seluruh' dan 'semua' menunjuk pada semua lapisan dan tingkat sosial masyarakat. Mereka memberi respons pada pemberitaan Yohanes. Sebagai tanda kelihatan dari respons tersebut mereka dibaptis. Bukti lain bahwa Yohanes melakukan tugas dengan sepenuh hati terungkap dalam Mrk1: 6. Yohanes tidak dipusingkan oleh urusan2 pakaian dan makanan.Itulah gambaran pertobatan, yakni runtuhnya puncak kesombongan, tertimbunnya lembah kekelaman, dan lurusnya hati yg bengkok. Ada pemulihan dan ada baptisan sbg simbol pengampunan dosa. Namun Yohanes tahu itu tidak cukup. Perlu sesuatu yg lebih dari baptisan di sungai Yordan. Ia paham bahwa baptisan yg dia lakukan hanya sebuah persiapan, karena Yesus akan datang dan akan membaptis mereka dg Roh Kudus. Bgm dg hidup kita? Ingatlah bahwa Kristus akan datang untuk yg kedua kali pada saat yg kita tidak ketahui. Berita tentang kedatangan Yesus lebih penting daripada perkara2 materi. Yohanes berkhotbah bukan untuk memperkaya diri. Khotbahnya adalah pelayanan kepada Yesus, bukan sarana cari uang. Apa lagi? Khotbah Yohanes berfokus pada Yesus. Yohanes tidak mengajarkan prinsip agama dan moral hasil penemuannya. Yohanes tidak membentuk suatu komunitas militan yg setia dan taat padanya. Yohanes mengarahkan mereka kepada Yesus (Mrk1:7). Yohanes menegaskan bahwa Yesus lebih tinggi dan mulia. Baptisan yang dilakukannya lebih rendah dari baptisan yang dilakukan Yesus (Mrk 1: 8).
Dari ketiga bacaan Kami belajar bahwa:
1.       Rancangan Tuhan begitu tinggi dan besar (Yes 55:9), dari sejak manusia berbuat dosa (Kej 3) hingga diusirNya dari taman Eden (Kej 3:23), hingga kelahiran Yesus (Mat 1:18-25; Luk 2:1-7) dan penebusan Yesus (Mat 27:38;Mrk 15:27) dalam kemuliaan yang sungguh direncanakan Tuhan memang luar biasa.
2.       Sama seperti Raja Daud menjadi agen Allah untuk menggembalakan Israel, umat-Nya (2Sam 7:8), demikian pula kini umat Allah dipanggil menjadi agen-agen-Nya untuk menyelamatkan bangsa-bangsa (Yes 55:3-5).
3.       Bila umat Allah merespons dg benar, mereka akan bersukacita serta menikmati kembali berkat2 Allah bersama dengan segenap alam dan hidup mereka akan senantiasa memuliakan Allah (Yes 55:12-13).Apakah yang akan seseorang peroleh tatkala ia menerima undangan keselamatan dari Allah? Pertama, ia akan menikmati hidup yang penuh sukacita dan persekutuan yang intim dengan Tuhan. Kedua, ia akan menjadi berkat bagi banyak orang dan hidupnya memuliakan Tuhan. Ketiga, hidupnya kembali harmonis serta berdamai dengan sesama manusia dan alam.
4.       Kemenangan kita terhadap dunia adalah mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.
5.       Khotbah2 pertobatannya menjangkau org2 dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem (Mrk 1:5). Istilah 'seluruh' dan 'semua' menunjuk pada semua lapisan dan tingkat sosial masyarakat. Mereka memberi respons pada pemberitaan Yohanes, sebagai tanda mereka bersedia dibaptis.
6.       Yohanes berkotbah bukan mengutamakan materi (dari makanan dan pakaian terlihat), kebanyakan kini hamba Tuhan mengutamakan jabatan dan materi yang menyediakan semua fasilitas yang memadai, semakin mewah semakin dia bersemangat, ini kebalikan dari semangat Yohanes kala mempersiapkan Yesus sebagai Mesias.
7.       Dibabtis saja belum cukup tanpa kelahiran kembali (pelepasan kutuk) menjadikan kita setara dengan kondisi Adam dan Hawa pertama kali di taman Eden (Kej2:25). Menjadikan kita pantas untuk mengikuti perjamuan Pesta Anak Domba nanti yg diselenggarakan Tuhan di surge nanti (Why 19:9,17).

8.       Kita membutuhkan iman yang bisa mengalahkan iblis yang telah mempengaruhi dunia yang terlalu jahat dimata kita, kita butuh perlindungan Tuhan dengan makan Firman Tuhan terus menerus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar