Senin, 04 Agustus 2014

Kepekaan Tuhan                               Minggu 3 Agustus 2014
Yes 55:1-3
1 Ayo, hai semua org yg haus, marilah & minumlah air, dan hai org yg tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!2 Mengapakah kamu belanjakan uang utk sesuatu yg bukan roti,& upah jerih payahmu utk sesuatu yg tdk mengenyang kan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yg baik dan kamu akan menikmati sajian yg paling lezat.3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kpdKu; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dg kamu, menurut kasih setia yg teguh yg Kujanjikan kpd Daud.
Rm 8:35-37
35 Siapakah yg akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sbg domba2 sembelihan."            37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada org2 yg menang, oleh Dia yg telah mengasihi kita.
Mat 14:13-21
13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dg perahu ke tempat yg sunyi. Tetapi org banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dg mengambil jalan darat dari kota2 mereka.14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat org banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kpd mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.15 Menjelang malam, murid2Nya datang kpdNya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah org banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."16 Tetapi Yesus berkata kpd mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."17 Jawab mereka: "Yg ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."18 Yesus berkata: "Bawalah ke mari kpdKu."19 Lalu disuruh-Nya org banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid2Nya, lalu murid2Nya membagi-bagikannya kpd org banyak.20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian org mengumpulkan potongan2 roti yg sisa, dua belas bakul penuh.21 Yg ikut makan kira-kira 5.000 laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
Pembahasan:
Yes 55:1-3 Keajaiban firman Tuhan
Apa yang Allah janjikan dalam firman-Nya? Pertama, firmanNya adalah makanan dan minuman bagi jiwa, yang diberikan-Nya sebagai anugerah (ayat 1). Jangan mencari alternatif apapun untuk memuaskan dahaga rohani kita (ayat 2-3a). Dia sendiri sudah menetapkan hamba-Nya, Mesias keturunan Daud, sebagai agen keselamatan ini (ayat 3b-5).Kedua, ketika Allah berfirman, Ia juga menyatakan diri-Nya, Ia hadir di antara kita. Kita tidak dapat memisahkan firman-Nya dengan diri-Nya sendiri. Itu sebabnya, mencari Tuhan (ayat 6) adalah mencari firman-Nya. Ketiga, firman-Nya, jauh melampaui pemahaman kita (ayat 8-9). Dia adalah Allah yg tidak terbatas, firmanNya juga tidak terbatas. Namun segala kehendak-Nya dan apa yg Dia firmankan adalah untuk kebaikan kita. Keempat, firman-Nya sungguh berkuasa (ayat 10, 11, 13). Keadaan yang rusak, suasana yang mengerikan dan kehidupan yang sulit, secara ajaib akan berubah dengan baik ketika firman-Nya datang (ayat 13). Kelima, ada hormat dan pujian bagi orang yang memberitakan firman Tuhan (ayat 12) karena melalui dia, nama Tuhan dimahsyurkan. Firman-Nya ya dan amin. Kita yg sudah menerima keselamatan dan yg diberdayakan oleh FTNya demi misi-Nya, mari giat mengabarkan Injil agar lebih banyak lagi org yg merespons undangan anugerah ini. Sebaliknya, Allah hendak melimpahi mereka dengan segala berkat yang terbaik agar mereka memiliki hidup yang penuh sukacita, bermakna, dan berpengharapan. Tuhan berjanji siapa saja yang menyambut undangan tsb akan menikmati hidup yg lebih baik drpd yg selama ini mereka alami (ayat 1-2). Allah menuntut respons segera yg benar dari umat-Nya thdp undangan tsb. Umat-Nya harus mencari Allah dan meninggalkan dosa mereka agar pengampunan-Nya berlaku dan pemulihan-Nya dinyatakan (ayat 6-7). Inilah cara Allah menyelamatkan umat-Nya sesuai dg firman-Nya. Bila umat Allah merespons dengan benar, mereka akan bersukacita serta menikmati kembali berkat-berkat Allah bersama dg segenap alam dan hidup mereka akan senantiasa memuliakan Allah (ayat 12-13).Apakah yg akan seseorang peroleh tatkala ia menerima undangan keselamatan dari Allah? Pertama, ia akan menikmati hidup yg penuh sukacita dan persekutuan yg intim dg Tuhan. Kedua, ia akan menjadi berkat bagi byk org dan hidupnya memuliakan Tuhan. Ketiga, hidupnya kembali harmonis serta berdamai dg sesama manusia dan alam.Kemerdekaan yg dinikmati manusia merup hasil dari penggenapan rancangan Allah yg luar biasa. Tetapi Allah menegaskan bahwa yg tak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah. Rancangan Allah itu selain mendatangkan kemasyhuran bagi namaNya, jua mendatangkan kesejahteraan bagi umatNya (12-13). Dalam menggenapkan rancangan-Nya itu, Allah menawarkan kasih dan kehidupan. Yang dimintaNya hanyalah suatu penyerahan yg penuh & pertobatan total dari umat-Nya.
Rm 8:35-37 Kasih Kristus kekal 
Kalau Allah ada di pihak kita, dan kalau Kristus adalah Pembela kita, maka tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Ayat ini ditulis oleh seorang hamba Tuhan yang sungguh mengerti arti dari setiap istilah yang dipakai, karena dia sendiri sudah mengalami semuanya, kecuali yang terakhir. Tidak kebetulan saja Paulus memakai tujuh istilah untuk mencakup seluruh pengalaman manusia yang rupanya menantang hadirnya kasih Allah. Tetapi sebenarnya pengalaman2 tsb dari aiwn/aion lama sama sekali tidak menyangkal kasih Allah, karena kita sudah mengerti bahwa kesusahan dan penderitaan dipakai oleh Allah untuk spy kita dibentuk dalam tanganNya.Dia ada bersama dan mendampingi kita. Jadi, apa pun yg terjadi pada kita, di mana pun kita berada, kita tidak dapat dipisahkan dari kasih Allah. Penderitaan tidak akan dapat memisahkan kita dari Allah. Justru penderitaan menolong kita untuk menghisabkan diri kita dg Dia. Melalui penderitaan, kita justru akan semakin merasakan kasihNya. Ayat 37-39 mengajak kita melihat semua penderitaan itu dari sudut Kristus yg mengasihi kita, shg kita diyakinkan bahwa baik maut maupun hidup, malaikat, pemerintah, kuasa2, dan makhluk lain tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yg ada dalam Yesus.Mungkin kadangkala penderitaan membuat kita beranggapan bahwa kita telah ditolak oleh Yesus. Akan tetapi, Paulus menyatakan bahwa tidak mungkin Kristus berbalik menolak kita atau Allah berbalik memusuhi kita. KasihNya melindungi kita dari berbagai bentuk kekuatan apa pun yg berupaya menguasai dan mengalahkan kita. KasihNya yg begitu besar seharusnya membuat kita merasa aman di dalam Dia.Segala yg kita perlu tertampung dalam Yesus Kristus. Jika Allah di pihak kita, siapakah yg akan melawan kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Kasih Allah dalam Kristus menjamin kita sempurna kini dan kekal. Lebih dari org2 yg menang.
Mat 14:13-21 Hati yang peka.
Yesus peka akan keadaan org banyak. Mereka kekurangan makanan. Timbullah belas kasihan Yesus. Org banyak tidak mempunyai makanan. Yesus juga peka akan pendengar2Nya. Meski jumlah mereka banyak, Ia masih memiliki waktu dan kesempatan untuk berbicara dan melayani mereka secara pribadi. Yesus melibatkan para murid. Yesus berhati peka, dan Ia ingin para murid-Nya pun peka bahkan sedia memberi. Murid2 hanya memiliki lima roti dan dua ikan. Jumlah yg mustahil. Akan tetapi, di hadapan Yesus bukan jumlah yg membuat mustahil/ tidak. Lima roti dan dua ikan yg telah diberkati Yesus itu membuat semua org kenyang. Tidak cukup kita memiliki Yesus, kita harus juga membagi keberkatan dalam Yesus itu kpd sesama kita yg berkekurangan. Yesus ingin para muridNya semakin mengenalNya, bukan hanya sebagai Guru, tetapi sbg Anak Manusia dan Mesias yg dinantikan. Pertama, Yesus menyatakan diri-Nya sbg Tuhan bagi kebutuhan jasmani sehari-hari (ayat 17-21). Sebelumnya murid2 mengenal-Nya sbg Guru yg berkuasa atas segala penyakit. Mereka tidak pernah mengira bgm Yesus dapat melipatgandakan 5 roti dan 2 ikan shg memuaskan beribu-ribu org. Pemahaman awal bahwa Yesus hanya sbg Tabib telah membatasi para murid untuk menyerahkan 5 roti dan 2 ikan pada kuasa Yesus. Kedua, Yesus menyatakan diri-Nya sbg Anak Allah yg berkuasa atas alam (ayat 25-33). Pemahaman mereka bahwa setan yg biasa melakukan hal-hal yg supranatural telah membatasi pengenalan mereka akan Yesus. Pengenalan akan Yesus seharusnya merupakan proses yg dinamis, bila kita tidak membatasinya dg pemahaman awal yg salah. Ia adalah Allah yg dinamis,yg tidak terbatas,yg selalu baru, dan yg kekal. Berbeda dengan para murid-Nya. Mereka tidak memiliki kepekaan akan sekitarnya. Tanpa belas kasih dan iman, mereka merasa tidak sanggup memberi makan orang banyak. Di mana saja ada belas kasihan, di situ ada kepekaan yang terwujud dalam pelayanan. Dan, di mana ada pelayanan, di situ ada berkat yang mengalir dengan limpah.Yesus yg peka dan menguasai serta mengatasi segala sesuatu. Dia tidak membiarkan para murid dipermainkan gelombang dan ketakutan. Ia mendatangi mereka, namun para murid yg tidak peka itu tidak mengenali-Nya, bahkan mengira-Nya hantu. Tidak stabil iman dan pengharapannya.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.      Kepekaan hati Yesus yg berbelas kasih tdk memperdulikan jumlah sedikit/banyaknya benda yg akan diterima, kita hanya mengharapkan semua dalam anugrah Tuhan yg besar, shg 5000 org bisa kenyang.
2.      Rancangan Allah itu selain mendatangkan kemasyhuran bagi namaNya, jua mendatangkan kesejahteraan bagi umatNya (12-13). Dalam menggenapkan rancangan-Nya itu, Allah menawarkan kasih dan kehidupan. Yang dimintaNya hanyalah suatu penyerahan yg penuh & pertobatan total dari umat-Nya.
3.      Pengenalan akan Yesus seharusnya merupakan proses yg dinamis, bila kita tidak membatasinya dg pemahaman awal yg salah. Ia adalah Allah yg dinamis,yg tidak terbatas,yg selalu baru, dan yg kekal. Berbeda dengan para murid-Nya. Di mana saja ada belas kasihan, di situ ada kepekaan yang terwujud dalam pelayanan.
4.      Perhatikanlah, bila kita ingin mendapatkan kenikmatan hidup, yg sungguh2 nikmat, bawalah apa yg mau kita nikmati itu kepada Kristus, sebab segala sesuatu dikuduskan oleh firman-Nya dan melalui doa kpdNya. Itulah yg membuat kita sejahtera dan makmur, krn apa yg kita serahkan ke dalam tangan Yesus, itu akan dipakai-Nya sesuai kehendak-Nya; dan ketika kita mengambilnya kembali, itu akan berlipat ganda manisnya bagi kita.
5.      Apabila Kristus dan firman-Nya menjauh dari kita, alangkah baiknya bagi kita untuk mengikutinya sekalipun darah dan daging merasa berat. Dahulukan apa yg terbaik bagi jiwa kita drpd segala keuntungan duniawi apa pun. Sesudah tabut perjanjian diangkat, kamu harus berangkat dari tempatmu dan mengikutinya (Yos. 3:3).
6.      Disuruh-Nya orang banyak itu duduk, yang menyiratkan bahwa sewaktu Ia berkhotbah, mereka mendengarkan sambil berdiri, yang merupakan suatu sikap hormat dan kesiapan untuk bertindak. Yesus Tuhan kita tidak memamerkan, dalam pesta ilahi itu, kekayaan2 kerajaan yg lebih mulia dari itu, ataupun kebesaran yg lebih semarak/ bahkan kedaulatan-Nya atas alam semesta sendiri. Di sini bahkan tidak ada kain yang dibentangkan sebagai alas, tidak ada piring atau serbet yang diletakkan, atau pisau dan garpu, malah tidak ada satu kursi pun untuk diduduki; seakan-akan Kristus memang sengaja hendak menyurutkan kembali dunia ke dalam kepolosan dan kesederhanaan, dan dg dmk ke dalam kemurnian dan kebahagiaan, seperti yang dialami Adam di Taman Firdaus; begitulah, Ia menyuruh org banyak itu duduk di rumput. Dg melakukan segala sesuatu seperti ini, tanpa kemegahan atau semarak apa pun, Ia dengan jelas menunjukkan bahwa Kerajaan-Nya bukan dari dunia ini, juga datang tanpa tanda-tanda lahiriah.
7.      Panggilan Allah kpd Israel untuk bertobat bukan untuk mengurangi kebahagiaannya. Sebaliknya, Allah hendak melimpahi mereka dg segala berkat yg terbaik agar mereka memiliki hidup yg penuh sukacita, bermakna, dan berpengharapan. Saat penyelamatan sudah tiba. Undangan keselamatan pun sudah diserukan. Tuhan berjanji siapa saja yg menyambut undangan tsb akan menikmati hidup yg lebih baik daripada yg selama ini mereka alami (Yes 55:1).
8.      Sejak dahulu Tuhan telah peka akan umatNya, sejak Abraham yg ingin mempersembahkan Ishak anak tunggalnya, dan penderitaan org Ibrani dalam penindasan Mesir telah didengar oleh Tuhan, semua itu akan menyempurnakan karyaNya dalam Kasih dalam diri manusia.
9.      Kita manusia saja yg tdk peka akan kasih Tuhan yg besar, terkadang kita menolak didikan dan harapan besar Tuhan atas hidup kita, kita tidak mengerti jalan yg akan ditunjukkanNya karena kita terkadang memiliki anggapan yg besar akan hidup sendiri dan keegoisan diri yg tinggi, selayaknyalah kita berserah dalam semua rencana Tuhan dalam diri kita.
10.Rasul Paulus menyatakan keyakinan imannya, bahwa tidak ada yang dapat melawan, menggugat, dan memisahkan orang percaya dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus. Justru karena Kristus sudah menghadapi kematian, lalu bangkit dan dipermuliakan maka Dia menjadi Pembela kita di saat kita menghadapi berbagai penderitaan dan penganiayaan (Rm 8:34-36), yang memang harus dihadapi oleh setiap anak Tuhan. Dia ada bersama dan mendampingi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar