Sabtu, 07 Juni 2014

                     Pentakosta                                        Minggu 8 Juni 2014
Kis 2:1-11
1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yg memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yg diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, org Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yg dilakukan Allah."
1 Kor 12:3b-7,12-13
3b dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan," selain oleh Roh Kudus.4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. 12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.13  Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
Yoh 20:19-23
19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dg pintu-pintu yg terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."22 Dan sesudah berkata dmk, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."
Pembahasan:
Kis 2:1-11 Kuasa yang dari Atas
Hari Pentakosta merupakan hari raya terbesar yang kedua dalam tarikh Yahudi. Peristiwa ini merupakan perayaan penuaian setelah panen gandum ketika hulu hasil dipersembahkan kepada Allah (Im 23:17).Janji itu adalah bahwa mereka akan menerima kuasa untuk melaksanakan misi yang mereka emban dari Yesus.Penggenapan itu mulai dg turunnya Roh Kudus ke atas para murid shg mereka mengalami kuasa-Nya. Saat itu, hari raya Pentakosta menurut tradisi PL. Semua orang Yahudi, baik yg di Palestina maupun yg dari luar Palestina, berkumpul merayakannya di Yerusalem. Org2 Yahudi inilah yg menjadi saksi para rasul bisa berbicara kepada mereka dalam bahasa mereka masing2 (ayat 6-11). Namun saat Roh Kudus mengurapi mereka, mereka ke luar dan berbicara di tengah-tengah kerumunan org Yahudi yg sedang beribadah di sekitar bait Allah. Bagaimana kita merayakan Pentakosta? Pertama, dg menaikkan syukur atas kuasa Roh yang menaungi gereja dan orang percaya untuk memberitakan Injil dengan berani. Kedua, dengan memperlengkapi dan mengutus orang percaya untuk pergi ke seluruh dunia membawa berita Injil itu. Mari mulai dari diri kita sendiri. Mungkin Tuhan sedang menggerakkan hati kita untuk menyerahkan diri memenuhi panggilan-Nya. Api, selalu cenderung untuk menyebar dan membakar apapun yang disekitarnya. Demikian juga Roh Kudus dan karyanya. Roh Kudus adalah Roh yg menjangkau dan menyebar. Ini bukan api sejati karena tidak panas dan menyebar.Karunia dan kehadiran Roh Kudus ini tidak membuat para rasul asyik dg spiritualitas mereka sendiri. Nas ini memberikan suatu gambaran yg simpel: Roh Kudus turun kepada para rasul shg mereka memberitakan perbuatan2 besar yg Allah lakukan kpd banyak org lain (ayat 11). Roh Kudus telah mengawali suatu pembentukan kehidupan umat Kristiani yg bersekutu dan berdoa. Namun kenyataan yang ada saat ini justru muncul banyak perselihan paham yg mempertentangkan dan membatasi kehadiran Roh Kudus. Kelompok yang satu menuduh kelompok yang lain tidak memiliki Roh, sebaliknya yang satu menuduh yang lain terlalu berlebihan. Makna Pentakosta,dalam Perjanjian Baru, perayaan umat Israel purba yang dirayakan pada hari ke lima puluh sesudah Paskah (Pesah = 'keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di tanah Mesir'). Pada hari itu umat merayakan dua hal yaitu kebaikan Allah karena panen yang berhasil dan pemberian hukum Taurat kepada Musa. Ketika tiba hari Pentakosta Roh Kudus turun tercurah kepada para murid Yesus, yg sedang berkumpul di Yerusalem dan mengaruniakan hidup baru, kekuasaan baru, dan berkat yang disebut Petrus sebagai penggenapan nubuat nabi Yoel.
1 Kor 12:3b-7,12-13 Karunia Rohani
Paulus memulai pembicaraan ttg karunia rohani dg kebenaran bahwa karunia dan manifestasi Roh Kudus akan memuliakan Yesus sbg Tuhan atas gereja. Kriteria tertinggi kegiatan Roh ialah adanya manifestasi yang terus berkembang mengenai pribadi, kehadiran, kuasa, kasih, dan kebenaran Tuhan Yesus Kristus. Dalam manifestasi karunia rohani, Kristus sendiri melayani oleh Roh itu melalui umat-Nya (lih. ayat 1Kor 12:12-27; Mat 25:40). Dg kata peri de ("Sekarang tentang") yg terkenal itu Paulus mengacu kepada pertanyaan lainnya yang dikemukakan oleh jemaat di Korintus. Penting untuk membedakan karunia Roh dg buah2 Roh dan jabatan rohani. Sekalipun demikian, pokok yg baru ini, yaitu karunia Roh, terkait dg bagian sebelumnya oleh hubungan bersama dg ibadah umum. Buah-buah Roh adalah ciri-ciri watak Kristen. Setiap orang percaya berkewajiban mengembangkan semua buah Roh itu (bdg. Gal. 5:22, 23).  Karunia Roh adalah berbagai kemampuan yg diberikan oleh Tuhan yg berkaitan dg pelayanan di gereja lokal, baik yg resmi maupun yang tidak resmi. Setiap org percaya memiliki karunia Roh, tetapi tidak semua org percaya memiliki karunia yang sama ( I Kor. 12:4-11 Jemaat di Korintus, yg pasti bukan jemaat yg mati, berada dalam bahaya menyalahgunakan hak-hak istimewanya dg cara menekankan secara berlebihan karunia2 spektakuler ttn). Jemaat Korintus adalah jemaat yg sarat dengan karunia2 yg istimewa dari Tuhan. Mereka tidak ingin mencari tahu maksud Allah memberikan karunia2 itu kpd mereka. Sebab yang penting bagi mereka adalah bgm karunia2 tsb memenuhi segala kepentingan mereka dan memberi kepuasan. Beberapa oknum di jemaat Korintus yg memperoleh karunia2 yg spesifik dari Tuhan rupanya menjadi jumawa dan tinggi hati. Mereka memperlihatkan kpd jemaat kehebatan dan kekuasaan untuk melakukan hal-hal yg istimewa, spt berkata-kata dg hikmat dan memiliki pengetahuan (ayat 8), karunia penyembuhan (ayat 9), karunia membuat mukjizat, bernubuat, berkata dalam bahasa roh, dan menafsirkannya (ayat 10). Rasul Paulus mengecam dan mengatakan bahwa: pertama, yg berkarya melalui perkara-perkara istimewa yg manusia lakukan adalah Tuhan (ayat 6,11). Manusia hanyalah alat yg Tuhan pakai. Kedua, melalui perkara2 itu, Tuhan ingin menyatakan 'pelayanan-Nya' yang membangun kehidupan iman jemaat (ayat 5), bukan demi kemuliaan dan kepuasan manusia.Gereja yang di dalamnya Yesus dijunjung sbg Tuhan dan karunia rohani dilayankan, di sanalah Roh hadir dan bekerja. Pahami ttg karunia Roh. Penghayatan tentang karunia rohani seringkali tidak jelas. Ada yang ekstrim, ada yang anti, ada yang bingung. Hal pertama yang rasul inginkan dari kita ialah tahu ajaran yang benar tentang karunia rohani. Hal kedua, harus ada perbedaan mencolok antara tata ibadah di dalam mana karunia rohani dipraktekkan daripada suasana ibadah kepada berhala. Hal ketiga, pasti karunia rohani dalam kita berbeda-beda namun sumber dan tujuannya sama.
Yoh 20:19-23  Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya
Dua orang, yaitu Maria dan Yohanes, telah mengetahui bahwa Tuhan Yesus bangkit. Kemudian Dia menyatakan diri-Nya kpd murid2Nya, dan mereka percaya. Setelah itu, dalam Yoh 20:26-29, Dia menyatakan diri-Nya kpd Tomas, yg ditegur krn lambat percaya. Tampaknya ada urutan yg khusus dalam perkembangan peristiwa ini, dari org yg imannya kuat, sampai orang yg imannya sangat lemah. Dari segi Injil Sinoptik, peristiwa yg terjadi waktu dua murid Tuhan Yesus menuju ke Emaus, dan di Emaus (Lukas 24:13-32) tampaknya terjadi sebelum Yohanes 20:19, dan percakapan Tuhan Yesus dengan murid2Nya dalam Yohanes 20:19-23 adalah sama dg percakapan Tuhan Yesus dg murid2Nya dalam Lukas 24:36-49, padahal Lukas dan Yohanes tidak mencatat rincian2 yg sama. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid2 Yesus di suatu tempat dg pintu2 yg terkunci krn mereka takut kepada org2 Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah2 mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagi kamu!"  Sesuai dg apa yg dijanjikan dalam Yoh 14:18, Dia datang. Pada malam itu Dia kunjungi murid2Nya. Org2 Yahudi itu baru menyalibkan rabi mereka, maka ketakutan mereka masuk akal. Sesuai dg apa yg dijanjikan dalam Yoh 14:27, krn Dia telah mati dan bangkit, maka damai sejahtera itu sungguh dapat menjadi milik mereka. Morris mengamati bahwa mereka pasti terhibur dg ucapan ini, karena perilaku mereka pada hari Jumat pasti mereka merasa bahwa mereka layak ditegur, bukan layak diberkati dg damai sejahtera. Murid2 Yesus telah terpenjara oleh rasa takut mereka sendiri. Mereka berkumpul di dalam ruangan yg terkunci krn khawatir akan sikap pemimpin2 Yahudi thdp mereka setelah kematian Yesus. Namun semua itu tidak membatasi Yesus untuk hadir di dalam ruangan tsb dan menampakkan diri pada murid2Nya. Rasa takut menguap, berganti dg damai dan sukacita yg memenuhi hati.Akan tetapi damai dan sukacita krn kebangkitan Yesus bukan hanya milik mereka. Itulah sebabnya Yesus kemudian mengutus mereka ke dalam dunia dg membawa berita ttg keselamatan di dalam Yesus. Kuasa RK memampukan, mengajar, dan menuntun org percaya untuk menjadi utusan Kristus di dunia ini. Bgm mungkin, murid2 Yesus yg baru saja melarikan diri ketika Ia ditangkap dan dibunuh, dan yg sekarang sedang ketakutan thdp org2 Yahudi shg mereka harus mengunci pintu rapat2, bisa menjadi wakil Yesus menyatakan pengampunan dosa bagi manusia (Yoh20:19)?Jawabannya ada pada kehadiran Yesus di tengah2 mereka yg menerobos segala keterbatasan. Ia hadir bukan untuk menegur sikap pengecut mereka yg melarikan diri dan meninggalkanNya saat Ia di salib. Damai sejahtera itu bukan didasarkan pada kondisi iman para murid melainkan pada kehadiran Yesus yg sudah bangkit. Apa artinya Yesus menghembusi mereka Roh Kudus? Hal itu sekaligus menandakan era Roh Kudus yg memulai misi para murid Yesus dan gereja. Yesus yg bangkit telah mengutus para muridNya untuk menjadi saksi2Nya. Hari ini, tugas penginjilan ini diletakkan di pundak kita. Ketakutan yg sudah menyerang mereka sejak menjelang Yesus di salib kini menjadi-jadi. Meski pintu terkunci, tiba-tiba Yesus menampakkan diri di tengah mereka. Sukacita keselamatan karena melihat Yesus yg bangkit memenuhi hati mereka. Sesudah penuh dg damai dan sukacita krn kehadiran Yesus, mereka menerima tugas menjadi utusan Kristus (rasul). Kesamaan pengutusan itu terletak dalam dua hal. Pertama di dalam fakta bahwa misi para murid adalah meneruskan misi Yesus dari Bapa. Untuk memungkinkan mereka mengemban misi tsb dg prinsip inilah, Yesus menghembuskan Roh Kudus kpd mereka. Kedua, misi itu harus dijalankan persis seperti cara Yesus menjalankannya, yaitu di dalam ketergantungan penuh kepada Bapa. Untuk memungkinkan mereka mengemban misi tersebut dengan prinsip inilah, Yesus menghembuskan Roh Kudus kepada mereka.  Apakah kita percaya karena kita melihat, ataukah kita percaya walau tidak melihat? Tomas tidak hadir dalam persekutuan, karena itu, ia tidak melihat Yesus ketika Ia menampakkan diri di tengah2 para murid. Itulah wadah para murid mengerti dan mendalami arti sebuah persekutuan yg sesungguhnya. Dalam persekutuan itu pulalah para murid menyaksikan penampakan Yesus setelah kebangkitan-Nya.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.     Turunnya Roh Kudus dalam perayaan Pantekosta,merup perayaan penuaian sth panen gandum ketika hulu hasil dipersembahkan kepada Allah (Im 23:17),kini mengaruniakan hidup baru, kekuasaan baru, dan berkat yang disebut Petrus sebagai penggenapan nubuat nabi Yoel.
2.   Meski pintu terkunci, tiba-tiba Yesus menampakkan diri di tengah mereka. Sukacita dan damai keselamatan karena melihat Yesus yg bangkit memenuhi hati mereka krn kehadiran Yesus, mereka menerima tugas menjadi utusan Kristus (rasul). Kesamaan pengutusan itu terletak dalam  misi para murid adalah meneruskan misi Yesus dari Bapa. Untuk memungkinkan mereka mengemban misi tsb dg prinsip inilah, Yesus menghembuskan Roh Kudus kpd mereka. Kedua, misi itu harus dijalankan persis seperti cara Yesus menjalankannya, yaitu di dalam ketergantungan penuh kepada Bapa.
3.   Karunia Roh adalah berbagai kemampuan yg diberikan oleh Tuhan yg berkaitan dg pelayanan di gereja lokal, baik yg resmi maupun yang tidak resmi. Setiap org percaya memiliki karunia Roh, tetapi tidak semua org percaya memiliki karunia yang sama ( I Kor. 12:4-11 Jemaat di Korintus, yg pasti bukan jemaat yg mati, berada dalam bahaya menyalahgunakan hak-hak istimewanya dg cara menekankan secara berlebihan karunia2 spektakuler ttn). Jemaat Korintus adalah jemaat yg sarat dengan karunia2 yg istimewa dari Tuhan. Mereka tidak ingin mencari tahu maksud Allah memberikan karunia2 itu kpd mereka.
4.   Buah-buah Roh adalah ciri-ciri watak Kristen. Setiap orang percaya berkewajiban mengembangkan semua buah Roh itu (Gal. 5:22, 23).
5.     Kehadiran RK dalam hidup kita menjadikan kita merasa berkobar dalam pelayanan dan menghidupi semangat yg loyo dalam beraktifitas mengerjakan segala sesuatu dg giat dan bersukacita dalam terang kasih Tuhan, sehingga Tuhan melihat buahnya.
6.     Kemampuan Yesus menghadirkan RK dalam tiap pribadi bukan saja dalam jaman dulu tapi kini banyak pencurahan RK pada kita org percaya sehingga pertumbuhan iman menjadi semakin berkembang dan penyebaran Injil pun menyeluruh.
  7.   Kedatangan Yesus yg kedua akan segera digenapi karena ayat dari kitab Wahyu hanya beberapa ayat lagi, seba   iknya kita terus berjaga2 dan tetap menjadi kudus dalam menerima Tuhan yg akan datang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar