Kasih Tuhan Minggu,
15 Juni 2014
Kel
34:4b-6,8-9
4b bangunlah ia pagi-pagi dan naiklah ia ke atas gunung
Sinai, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, dan membawa kedua loh batu
itu di tangannya.5 Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri di sana
dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN.6 Berjalanlah TUHAN lewat
dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih,
panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, 8 Segeralah Musa
berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah,9 serta berkata: "Jika
aku telah mendapat kasih karunia di hadapanMu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya
Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yg tegar
tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi
milik-Mu."
2
Kor 13:11-13
11 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah
dirimu spy sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan
hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera
akan menyertai kamu!12 Berilah salam seorang kpd yg lain dg cium yg
kudus.13 Salam dari semua orang kudus kepada kamu.
Yoh
3:16-18
16 Karena begitu
besar kasih Allah akan dunia ini, shg Ia telah mengaruniakan AnakNya yg
tunggal, supaya setiap org yg percaya kpdNya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yg kekal.17 Sebab Allah
mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan utk menghakimi dunia, melainkan untuk
menyelamatkannya oleh Dia.18
Brgsiapa percaya kpdNya, ia tidak akan dihukum; brgsiapa tidak percaya,
ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak
Tunggal Allah.
Pembahasan:
Kel 34:4b-6,8-9 Tuhan
sumber pertolongan
Bagian yg memuat Kitab (Hukum) Perjanjian, Kel 20:22-23:33, harus dipisahkan, sebab baru belakangan dihubungkan dg peristiwa di
gunung Sinai. Bagian2 lain berasal dari sumber-sumber yg lebih tua
usianya. Sering sukar menentukan bagian manakah berasal dari tradisi Yahwista
dan bagian manakah berasal dari tradisi Elohista. Menurut pandangan penyusun
terakhir kisah ini maka perjanjian yang diadakan Musa meneguhkan kepilihan
bangsa Israel serta janji-janji yang telah diberikan kepadanya, Kel 6:5-7, sama seperti perjanjian dengan Abraham (yang disinggung
dalam Kel 6:4) meneguhkan janji-janji yang terdahulu, Kej 17.
Akan tetapi perjanjian dengan Abraham diadakan dengan seorang saja (walaupun
perjanjian itu menyangkut keturunannya) dan disertai satu perintah saja
(sunat). Bersama dengan semua tambahannya dari zaman kemudian hukum tsb menjadi
piagam agama Yahudi, Sir 24:9-27 menyamakan
Hukum Taurat itu dengan Hikmat Allah. Maka hukum Taurat hanya berperan sbg
pengajaran dan paksaan untuk menyiapkan manusia bagi kedatangan Kristus yang
akan mengadakan suatu perjanjian yang baru. Tuhan mengulangi perintah-Nya
supaya Musa kembali menghadap-Nya dan menerima lagi berbagai peraturan Taurat
(lihat 24:12-18). Tidak boleh ada makhuk hidup apa pun yg mendekati Gunung
Sinai sebab Tuhan akan menjumpai Musa di puncak gunung itu (ayat 3).Hal
ini merupakan jawaban Tuhan bagi permohonan Musa dalam pasal 33,
yang dilakukan-Nya sbg peneguhan janji-Nya bagi Musa dan Israel. Tuhan
menyerukan nama-Nya dan menyatakan kasih-Nya bagi setiap orang yg menaati
firman-Nya (ayat 5-7). Ia mengasihi setiap org yg berbalik pada-Nya, namun Ia
tetap menghukum semua orang yang melanggar hukum-Nya. Meski demikian, kasih
Tuhan melampaui hukuman-Nya kepada umat-Nya. Peristiwa itu meneguhkan Musa akan
penyertaan Tuhan atas umat-Nya, Israel yang telah Tuhan sudah lepaskan dari
penjajahan Mesir. Jika hal ini yang terjadi maka Israel akan menjadi cemoohan
bangsa-bangsa yang mengenali mereka sebagai umat-Nya (ayat 32:12).Hanya
orang-orang yang takut akan Tuhan yang mengerti arti hukuman Tuhan. Orang-orang
seperti ini mengetahui bahwa hukuman Tuhan yang Ia berikan bagi mereka bukan
untuk menghajar melainkan untuk mendidik umat-Nya.
2 Kor 13:11-13 Berkat
Kelima ketetapan yg disajikan di sini semuanya dalam bentuk
imperatif waktu sekarang, yaitu:
(1) bersukacitalah (chairõ artinya "bergembiralah";
bdg. pemakaiannya dalam 2:3; 6:10;
7:7, 9, 13, 16; 13:9);
(2) usahakan
dirimu sempurna (katartizo artinya "memulihkan kpd keadaan
semula" - Arndt: bentuk kata benda dalam ayat 9);
(4) sehati
sepikirlah kamu (harfiah, pikirkan hal yg sama spt dalam Rm. 12:16;
15:5; Flp. 2:2; 4:2);
(5) hiduplah
dalam damai sejahtera (eirēneuõ; di bagian PB lain hanya dalam Mrk. 9:50; Rm. 12:18; I Tes. 5:13;
Arndt menerjemahkan menjadi peliharalah
damai sejahtera). Kasih Allah (bdg. Yoh. 3:16; I Yoh. 3:1;
4:9, 10) dan damai
sejahtera Allah (bdg. Rm. 16:20; Flp. 4:7; Ibr. 13:20)
dipersatukan dalam sebuah janji masa depan dan keberhasilan yg indah.
Paulus mengakhiri suratnya dg desakan, salam dan berkat. Semua ini
dimaksudkan untuk menekankan mengenai dasar dan pentingnya kesatuan di antara mereka,
dan antara mereka dg dirinya.Paulus memotivasi jemaat Korintus untuk saling
memberi salam dg cium kudus. Ini merupakan pernyataan kasih, pengampunan, dan
kesatuan di dalam Kristus. Paulus kemudian memberi salam pada jemaat Korintus
atas nama seluruh org kudus. Ini mengingatkan mereka bahwa mereka adalah bagian
dari tubuh Kristus. Paulus kemudian mengakhiri suratnya dg berkat, yg
mengingatkan jemaat Korintus akan kesatuan mereka dg Tritunggal, Bapa-Anak-Roh
Kudus. Kesatuan itu mengalirkan berkat: anugerah,
kasih dan persekutuan. Melalui pengorbanan diri Kristus, org beriman
mengalami kasih Allah yg besar dan kuat kuasa Roh Kudus. Setelah surat ini,
jemaat Korintus menantikan kunjungan Paulus yg ketiga. Paulus menjamin mereka
bahwa mereka tidak akan melupakan kedatangannya. Pertemuan mereka dapat menjadi
reuni yg menggembirakan atau bisa terjadi konfrontasi krn mereka tidak juga
bertobat. Kita juga sedang menantikan kedatangan Tuhan kita yg kedua kali. Ada
yang imannya melemah krn menyangka Ia tidak akan datang / mengira bahwa
semuanya akan baik-baik saja. Ia akan datang lagi dan penundaannya merup
kesempatan bagi kita untuk mempersiapkan diri menyambut kedatanganNya (band. 2Ptr. 2:1-13).
Kiranya kita menguji diri kita untuk melihat apakah kita tetap teguh di dalam
iman. Kita yang percaya, hendaknya menjauhkan diri dari dosa dan berusaha
menjadi sempurna di dalam kuat kuasa Roh Kudus. Semua itu kita lakukan supaya
kita kedapatan taat krn telah melak semua perintahNya bagi kita. Marilah kita
menantikan kedatangan-Nya. Saat itu akan menjadi pertemuan indah yg membawa
sukacita besar bagi kita.
Yoh
3:16-18 Kasih Tuhan pada manusia
Yoh 3:16 Karena
begitu besar kasih Allah akan
dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
1. Kasih Allah sebagai Sebab
2. Anak-Nya sebagai Pemberian
3. Iman sebagai Syarat
4. Kehidupan, bukan kematian,
sebagai Akibat
Larangan tsb dan pernyataan ini
tidak bertentangan, karena kasih
Allah adalah kasih yg memberi, sedangkan larangan itu
melarang kasih yang mau mengambil untuk dirinya sendiri.Demikian juga tidak ada
kontradiksi antara kasih
Allah akan dunia ini dan
hukuman yg akan dijatuhkan pada dunia.
Apa yg jahat, yg seharusnya dihukum, dikasihi oleh yg Maha Kasih, karena....
Karena Dia adalah yang Maha Kasih.Yg dikaruniakan demi keselamatan manusia
disebut Anak-Nya yang
Tunggal, julukan yg menekankan nilai
yg amat tinggi. Dalam Kejadian 22 Abraham menyatakan kesediaannya untuk mengorbankan Anak-Nya yang tunggal,
yang dia kasihi. Untuk memperoleh apa yang janjikan dalam ayat ini, syarat yang
satu-satunya adalah iman. Kebenaran yg sama ditegaskan dalam Roma 4:5, yang berkata, "Tetapi kalau ada orang yg tidak bekerja, namun
percaya kepada Dia yg membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi
kebenaran." Dalam Yohanes
5:24 Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa iman adalah syarat yg
satu-satunya untuk memperoleh keselamatan. Akibat yang dihasilkan bukanlah
kebinasaan, melainkan hidup
yang kekal. Yohanes tidak menerima adanya alternatif yang ketiga, dia
hanya menerima adanya dua ini, yaitu kebinasaan dan hidup yang kekal.
Sedangkan hidup yang kekal tidak hanya merupakan hidup yang tak terujung. Dalam Perjanjian
Baru, orang yang beroleh
hidup yang kekal berpartisipasi
dalam kehidupan Allah. Kpd org yg memiliki moral dan etika yg tinggi, berita
kesaksian tetap sama. Semua manusia harus percaya pada Yesus. Dalam 1:12-13 telah dijelaskan bahwa percaya pada Yesus identik dg
dilahirkan dari atas. Nikodemus adalah orang yang saleh dan bermoral tinggi.
Terhadap orang yang bermoral tinggi seperti Nikodemus, Yesus menegaskan
keharusan dilahirkan dari atas. Tanpa dilahirkan dari atas tidak mungkin
manusia melihat Kerajaan Allah (ayat 3,
5). Dalam ayat 12, Yesus menegaskan kaitan kelahiran dari atas dengan
percaya pada-Nya. Dalam 1:13, istilah dilahirkan dari atas diganti dengan istilah
dilahirkan dari Allah. Hubungan percaya dan dilahirkan dari Allah terlihat
jelas dalam 1:12-13.Demikian halnya dg mukjizat- mukjizat yg dilakukan Yesus. Melalui
tindakan-Nya yg radikal pada perikop ini, kita dapat melihat beberapa hal yg
ditekankan-Nya.Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi, datang dan menyatakan
pengakuannya bahwa Tuhan Yesus sebagai guru yg diutus Allah. Namun tak dapat
disangkal bahwa ia terpikat oleh karya Allah yg nyata dalam pelayanan Tuhan
Yesus.Bahwa kasih Allah yg diwujudkan di dalam pengutusan Kristus harus kita
responi dg mengasihi Allah lewat ketaatan untuk hidup dalam terang. Jelanglah
tahun yg baru dg semangat baru, semangat meresponi kasih Allah yg nyata dalam
hidup kita.Allah tidak ingin manusia tetap hidup dalam dosa. Allah mengasihi
manusia dan ingin manusia tidak binasa dalam dosa dan hukuman Allah, tetapi
beroleh hidup yg kekal (Yoh 3: 16). Tujuan Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini bukan untuk
menghakimi melainkan menyelamatkan manusia dari hukuman dosa (Yoh 3:17). Hanya Tuhan Yesus yg dapat menyelamatkan manusia dari
dosa dan hukuman kekal sebab Ia datang dari surga (Yoh3:13). Roh memperbarui hati agar hati tersebut beriman kepada
Tuhan Yesus dan menerima salib Kristus sebagai jalan keselamatan dari Allah.
Dari
ketiga bacaan kami belajar:
1.
Yohanes 5:24 Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa iman adalah syarat yg
satu-satunya untuk memperoleh keselamatan. Akibat yang dihasilkan bukanlah
kebinasaan, melainkan hidup
yang kekal.
2.
Yesus
menegaskan keharusan dilahirkan dari atas.Dalam Yoh 3: 12, Yesus menegaskan kaitan kelahiran
dari atas dengan percaya pada-Nya. Dalam Yoh 3: 3, 5, 7, 11 Yesus menegaskan bahwa
kelahiran dari atas merup keharusan mutlak. Dan ini berlaku universal, artinya
kpd semua orang dan semua suku bangsa, tanpa memperhatikan gender / usia (Yoh
3: 8).Tanpa dilahirkan dari atas tdk
mungkin manusia melihat Kerajaan Allah (Yoh 3: 3, 5).
3.
Dosa
membuat manusia mengalami hukuman Allah. Hukuman itu bukan baru akan diterima
dalam hukuman kekal kelak, tetapi sudah dialami kini (Yoh 3: 18, 21). Hidup dalam belenggu
dosa dan lebih mencintai kegelapan daripada terang sudah merup hukuman yg
seseorang alami akibat dosa-dosanya.Allah tidak ingin manusia tetap hidup dalam
dosa. Allah mengasihi manusia dan ingin manusia tidak binasa dalam dosa dan hukuman
Allah, tetapi beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Tujuan Tuhan Yesus datang ke
dalam dunia ini bukan untuk menghakimi melainkan menyelamatkan manusia dari
hukuman dosa (Yoh 3:17).
4.
Dosa
dimanifestasikan dengan sebuah penyakit, jadi bila kita mengalami sebuah
penyakit instropeksi dirilah pada Tuhan dan minta ampun.
5.
Kasih
Tuhan akan manusia dimanifestasikan dengan mengutus Yesus sang Putra Tunggal ke
dunia untuk menebus dosa manusia yg telah begitu besar pada Tuhan, kasihNya
menghanguskan dan kasihNya membahagiakan dan mensejahterakan kita dalam
membebaskan dari belenggu dosa.
6.
Tidak
hanya Paulus yg harus memberikan berkat, kita uamt Kristiani jua harus
menghasilkan berkat dan bukan kutuk dalam setiap ucapan kita, dan buahnya
adalah buah roh (Gal 5:22-23).
7.
Kenapa
kita harus percaya pada Yesus, karena Dialah yg menghubungkan kita dengan Tuhan
dan mendekatkan kita dengan kasih surga yg abadi dan menyegarkan jiwa,
memberikan hidup yg kekal selamanya dan keabadian ada di dalam Yesus.
8.
Kalau
kita baca Kitab Suci secara penuh akan kita peroleh sebuah gambaran bahwa semua
yg menuruti perintah Tuhan akan diberikan berkat, dan kalau melanggar akan
diberikan hukuman.
9.
Tuhan menyerukan nama-Nya dan menyatakan kasih-Nya bagi setiap org
yg menaati firmanNya (Kel 34: 5-7). Ia mengasihi setiap org
yg berbalik pada-Nya, namun Ia tetap menghukum semua orang yang melanggar
hukum-Nya. Meski demikian, kasih Tuhan melampaui hukuman-Nya kepada umat-Nya.
Peristiwa itu meneguhkan Musa akan penyertaan Tuhan atas umat-Nya, Israel yang
telah Tuhan sudah lepaskan dari penjajahan Mesir.
10.
Pemberian kebahagiaan kekal itu tdk utk semua org, tapi bagi yg
memelihara kekudusannya (baju putih), baju ini tdk nampak tapi nampak dari
kebenaran dan keadilan yg dicerminkan dalam tingkah laku manusia selama di
dunia.
11.
Kemauan yg keras utk memelihara kekudusan akan diperhitungkan
Tuhan sebagai sebuah kebenaran spt Daud dalam masa pemerintahannya, pernah
berdosa dan kemudian kembali mengikuti perintah Tuhan dg setia hingga hayatnya.
12.
Hanya beberapa orang dalam Kitab Suci aja yg diperhitungkan Tuhan,
tapi kita cepatlah menuju pintu yg sempit
itu karena banyak org yg mencariNya tapi tdk menemukannya dan hanya
seekor unta yg mudah memasuki lobang jarum (pintu gerbang kota Daud) seperti
perumpamaan Yesus pada anak muda yg sukar meninggalkan hartanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar