Senin, 16 Juni 2014

                Kasih Tuhan                             Minggu, 15 Juni 2014
Kel 34:4b-6,8-9
4b bangunlah ia pagi-pagi dan naiklah ia ke atas gunung Sinai, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, dan membawa kedua loh batu itu di tangannya.5 Turunlah TUHAN dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN.6 Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, 8 Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah,9 serta berkata: "Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapanMu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yg tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu."
2 Kor 13:11-13
11 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu spy sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!12 Berilah salam seorang kpd yg lain dg cium yg kudus.13 Salam dari semua orang kudus kepada kamu.
Yoh 3:16-18
16  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, shg Ia telah mengaruniakan AnakNya yg tunggal, supaya setiap org yg percaya kpdNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yg kekal.17  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan utk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.18  Brgsiapa percaya kpdNya, ia tidak akan dihukum; brgsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
Pembahasan:
Kel 34:4b-6,8-9 Tuhan sumber pertolongan
Bagian yg memuat Kitab (Hukum) Perjanjian, Kel 20:22-23:33, harus dipisahkan, sebab baru belakangan dihubungkan dg peristiwa di gunung Sinai. Bagian2 lain berasal dari sumber-sumber yg lebih tua usianya. Sering sukar menentukan bagian manakah berasal dari tradisi Yahwista dan bagian manakah berasal dari tradisi Elohista. Menurut pandangan penyusun terakhir kisah ini maka perjanjian yang diadakan Musa meneguhkan kepilihan bangsa Israel serta janji-janji yang telah diberikan kepadanya, Kel 6:5-7, sama seperti perjanjian dengan Abraham (yang disinggung dalam Kel 6:4) meneguhkan janji-janji yang terdahulu, Kej 17. Akan tetapi perjanjian dengan Abraham diadakan dengan seorang saja (walaupun perjanjian itu menyangkut keturunannya) dan disertai satu perintah saja (sunat). Bersama dengan semua tambahannya dari zaman kemudian hukum tsb menjadi piagam agama Yahudi, Sir 24:9-27 menyamakan Hukum Taurat itu dengan Hikmat Allah. Maka hukum Taurat hanya berperan sbg pengajaran dan paksaan untuk menyiapkan manusia bagi kedatangan Kristus yang akan mengadakan suatu perjanjian yang baru. Tuhan mengulangi perintah-Nya supaya Musa kembali menghadap-Nya dan menerima lagi berbagai peraturan Taurat (lihat 24:12-18). Tidak boleh ada makhuk hidup apa pun yg mendekati Gunung Sinai sebab Tuhan akan menjumpai Musa di puncak gunung itu (ayat 3).Hal ini merupakan jawaban Tuhan bagi permohonan Musa dalam pasal 33, yang dilakukan-Nya sbg peneguhan janji-Nya bagi Musa dan Israel. Tuhan menyerukan nama-Nya dan menyatakan kasih-Nya bagi setiap orang yg menaati firman-Nya (ayat 5-7). Ia mengasihi setiap org yg berbalik pada-Nya, namun Ia tetap menghukum semua orang yang melanggar hukum-Nya. Meski demikian, kasih Tuhan melampaui hukuman-Nya kepada umat-Nya. Peristiwa itu meneguhkan Musa akan penyertaan Tuhan atas umat-Nya, Israel yang telah Tuhan sudah lepaskan dari penjajahan Mesir. Jika hal ini yang terjadi maka Israel akan menjadi cemoohan bangsa-bangsa yang mengenali mereka sebagai umat-Nya (ayat 32:12).Hanya orang-orang yang takut akan Tuhan yang mengerti arti hukuman Tuhan. Orang-orang seperti ini mengetahui bahwa hukuman Tuhan yang Ia berikan bagi mereka bukan untuk menghajar melainkan untuk mendidik umat-Nya.
2 Kor 13:11-13 Berkat
Kelima ketetapan yg disajikan di sini semuanya dalam bentuk imperatif waktu sekarang, yaitu:
(1) bersukacitalah (chairõ artinya "bergembiralah"; bdg. pemakaiannya dalam 2:3; 6:10; 7:7, 9, 13, 16; 13:9);
(2) usahakan dirimu sempurna (katartizo artinya "memulihkan kpd keadaan semula" - Arndt: bentuk kata benda dalam ayat 9);
(3) terimalah segala nasihatku (parakaleõ; bdg. pemakaiannya dalam 1:4, 6; 2:7; 7:6, 7, 13);
(4) sehati sepikirlah kamu (harfiah, pikirkan hal yg sama spt dalam Rm. 12:16; 15:5; Flp. 2:2; 4:2);
(5) hiduplah dalam damai sejahtera (eirēneuõ; di bagian PB lain hanya dalam Mrk. 9:50; Rm. 12:18; I Tes. 5:13; Arndt menerjemahkan menjadi peliharalah damai sejahtera). Kasih Allah (bdg. Yoh. 3:16; I Yoh. 3:1; 4:9, 10) dan damai sejahtera Allah (bdg. Rm. 16:20; Flp. 4:7; Ibr. 13:20) dipersatukan dalam sebuah janji masa depan dan keberhasilan yg indah.
Paulus mengakhiri suratnya dg desakan, salam dan berkat. Semua ini dimaksudkan untuk menekankan mengenai dasar dan pentingnya kesatuan di antara mereka, dan antara mereka dg dirinya.Paulus memotivasi jemaat Korintus untuk saling memberi salam dg cium kudus. Ini merupakan pernyataan kasih, pengampunan, dan kesatuan di dalam Kristus. Paulus kemudian memberi salam pada jemaat Korintus atas nama seluruh org kudus. Ini mengingatkan mereka bahwa mereka adalah bagian dari tubuh Kristus. Paulus kemudian mengakhiri suratnya dg berkat, yg mengingatkan jemaat Korintus akan kesatuan mereka dg Tritunggal, Bapa-Anak-Roh Kudus. Kesatuan itu mengalirkan berkat: anugerah, kasih dan persekutuan. Melalui pengorbanan diri Kristus, org beriman mengalami kasih Allah yg besar dan kuat kuasa Roh Kudus. Setelah surat ini, jemaat Korintus menantikan kunjungan Paulus yg ketiga. Paulus menjamin mereka bahwa mereka tidak akan melupakan kedatangannya. Pertemuan mereka dapat menjadi reuni yg menggembirakan atau bisa terjadi konfrontasi krn mereka tidak juga bertobat. Kita juga sedang menantikan kedatangan Tuhan kita yg kedua kali. Ada yang imannya melemah krn menyangka Ia tidak akan datang / mengira bahwa semuanya akan baik-baik saja. Ia akan datang lagi dan penundaannya merup kesempatan bagi kita untuk mempersiapkan diri menyambut kedatanganNya (band. 2Ptr. 2:1-13). Kiranya kita menguji diri kita untuk melihat apakah kita tetap teguh di dalam iman. Kita yang percaya, hendaknya menjauhkan diri dari dosa dan berusaha menjadi sempurna di dalam kuat kuasa Roh Kudus. Semua itu kita lakukan supaya kita kedapatan taat krn telah melak semua perintahNya bagi kita. Marilah kita menantikan kedatangan-Nya. Saat itu akan menjadi pertemuan indah yg membawa sukacita besar bagi kita.
Yoh 3:16-18 Kasih Tuhan pada manusia
Yoh 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
1. Kasih Allah sebagai Sebab
2. Anak-Nya sebagai Pemberian
3. Iman sebagai Syarat
4. Kehidupan, bukan kematian, sebagai Akibat
Larangan tsb dan pernyataan ini tidak bertentangan, karena kasih Allah adalah kasih yg memberi, sedangkan larangan itu melarang kasih yang mau mengambil untuk dirinya sendiri.Demikian juga tidak ada kontradiksi antara kasih Allah akan dunia ini dan hukuman yg akan dijatuhkan pada dunia. Apa yg jahat, yg seharusnya dihukum, dikasihi oleh yg Maha Kasih, karena.... Karena Dia adalah yang Maha Kasih.Yg dikaruniakan demi keselamatan manusia disebut Anak-Nya yang Tunggal, julukan yg menekankan nilai yg amat tinggi. Dalam Kejadian 22 Abraham menyatakan kesediaannya untuk mengorbankan Anak-Nya yang tunggal, yang dia kasihi. Untuk memperoleh apa yang janjikan dalam ayat ini, syarat yang satu-satunya adalah iman. Kebenaran yg sama ditegaskan dalam Roma 4:5, yang berkata, "Tetapi kalau ada orang yg tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yg membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran." Dalam Yohanes 5:24 Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa iman adalah syarat yg satu-satunya untuk memperoleh keselamatan. Akibat yang dihasilkan bukanlah kebinasaan, melainkan hidup yang kekal. Yohanes tidak menerima adanya alternatif yang ketiga, dia hanya menerima adanya dua ini, yaitu kebinasaan dan hidup yang kekal. Sedangkan hidup yang kekal tidak hanya merupakan hidup yang tak terujung. Dalam Perjanjian Baru, orang yang beroleh hidup yang kekal berpartisipasi dalam kehidupan Allah. Kpd org yg memiliki moral dan etika yg tinggi, berita kesaksian tetap sama. Semua manusia harus percaya pada Yesus. Dalam 1:12-13 telah dijelaskan bahwa percaya pada Yesus identik dg dilahirkan dari atas. Nikodemus adalah orang yang saleh dan bermoral tinggi. Terhadap orang yang bermoral tinggi seperti Nikodemus, Yesus menegaskan keharusan dilahirkan dari atas. Tanpa dilahirkan dari atas tidak mungkin manusia melihat Kerajaan Allah (ayat 3, 5). Dalam ayat 12, Yesus menegaskan kaitan kelahiran dari atas dengan percaya pada-Nya. Dalam 1:13, istilah dilahirkan dari atas diganti dengan istilah dilahirkan dari Allah. Hubungan percaya dan dilahirkan dari Allah terlihat jelas dalam 1:12-13.Demikian halnya dg mukjizat- mukjizat yg dilakukan Yesus. Melalui tindakan-Nya yg radikal pada perikop ini, kita dapat melihat beberapa hal yg ditekankan-Nya.Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi, datang dan menyatakan pengakuannya bahwa Tuhan Yesus sebagai guru yg diutus Allah. Namun tak dapat disangkal bahwa ia terpikat oleh karya Allah yg nyata dalam pelayanan Tuhan Yesus.Bahwa kasih Allah yg diwujudkan di dalam pengutusan Kristus harus kita responi dg mengasihi Allah lewat ketaatan untuk hidup dalam terang. Jelanglah tahun yg baru dg semangat baru, semangat meresponi kasih Allah yg nyata dalam hidup kita.Allah tidak ingin manusia tetap hidup dalam dosa. Allah mengasihi manusia dan ingin manusia tidak binasa dalam dosa dan hukuman Allah, tetapi beroleh hidup yg kekal (Yoh 3: 16). Tujuan Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini bukan untuk menghakimi melainkan menyelamatkan manusia dari hukuman dosa (Yoh 3:17). Hanya Tuhan Yesus yg dapat menyelamatkan manusia dari dosa dan hukuman kekal sebab Ia datang dari surga (Yoh3:13). Roh memperbarui hati agar hati tersebut beriman kepada Tuhan Yesus dan menerima salib Kristus sebagai jalan keselamatan dari Allah.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.       Yohanes 5:24 Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa iman adalah syarat yg satu-satunya untuk memperoleh keselamatan. Akibat yang dihasilkan bukanlah kebinasaan, melainkan hidup yang kekal.
2.       Yesus menegaskan keharusan dilahirkan dari atas.Dalam Yoh 3: 12, Yesus menegaskan kaitan kelahiran dari atas dengan percaya pada-Nya. Dalam Yoh 3: 3, 5, 7, 11 Yesus menegaskan bahwa kelahiran dari atas merup keharusan mutlak. Dan ini berlaku universal, artinya kpd semua orang dan semua suku bangsa, tanpa memperhatikan gender / usia (Yoh 3: 8).Tanpa dilahirkan dari atas tdk mungkin manusia melihat Kerajaan Allah (Yoh 3: 3, 5).
3.       Dosa membuat manusia mengalami hukuman Allah. Hukuman itu bukan baru akan diterima dalam hukuman kekal kelak, tetapi sudah dialami kini (Yoh 3: 18, 21). Hidup dalam belenggu dosa dan lebih mencintai kegelapan daripada terang sudah merup hukuman yg seseorang alami akibat dosa-dosanya.Allah tidak ingin manusia tetap hidup dalam dosa. Allah mengasihi manusia dan ingin manusia tidak binasa dalam dosa dan hukuman Allah, tetapi beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Tujuan Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini bukan untuk menghakimi melainkan menyelamatkan manusia dari hukuman dosa (Yoh 3:17).
4.       Dosa dimanifestasikan dengan sebuah penyakit, jadi bila kita mengalami sebuah penyakit instropeksi dirilah pada Tuhan dan minta ampun.
5.       Kasih Tuhan akan manusia dimanifestasikan dengan mengutus Yesus sang Putra Tunggal ke dunia untuk menebus dosa manusia yg telah begitu besar pada Tuhan, kasihNya menghanguskan dan kasihNya membahagiakan dan mensejahterakan kita dalam membebaskan dari belenggu dosa.
6.       Tidak hanya Paulus yg harus memberikan berkat, kita uamt Kristiani jua harus menghasilkan berkat dan bukan kutuk dalam setiap ucapan kita, dan buahnya adalah buah roh (Gal 5:22-23).
7.       Kenapa kita harus percaya pada Yesus, karena Dialah yg menghubungkan kita dengan Tuhan dan mendekatkan kita dengan kasih surga yg abadi dan menyegarkan jiwa, memberikan hidup yg kekal selamanya dan keabadian ada di dalam Yesus.
8.       Kalau kita baca Kitab Suci secara penuh akan kita peroleh sebuah gambaran bahwa semua yg menuruti perintah Tuhan akan diberikan berkat, dan kalau melanggar akan diberikan hukuman.
9.        Tuhan menyerukan nama-Nya dan menyatakan kasih-Nya bagi setiap org yg menaati firmanNya (Kel 34: 5-7). Ia mengasihi setiap org yg berbalik pada-Nya, namun Ia tetap menghukum semua orang yang melanggar hukum-Nya. Meski demikian, kasih Tuhan melampaui hukuman-Nya kepada umat-Nya. Peristiwa itu meneguhkan Musa akan penyertaan Tuhan atas umat-Nya, Israel yang telah Tuhan sudah lepaskan dari penjajahan Mesir.
10.     Pemberian kebahagiaan kekal itu tdk utk semua org, tapi bagi yg memelihara kekudusannya (baju putih), baju ini tdk nampak tapi nampak dari kebenaran dan keadilan yg dicerminkan dalam tingkah laku manusia selama di dunia.
11.     Kemauan yg keras utk memelihara kekudusan akan diperhitungkan Tuhan sebagai sebuah kebenaran spt Daud dalam masa pemerintahannya, pernah berdosa dan kemudian kembali mengikuti perintah Tuhan dg setia hingga hayatnya.
12.     Hanya beberapa orang dalam Kitab Suci aja yg diperhitungkan Tuhan, tapi kita cepatlah menuju pintu yg sempit  itu karena banyak org yg mencariNya tapi tdk menemukannya dan hanya seekor unta yg mudah memasuki lobang jarum (pintu gerbang kota Daud) seperti perumpamaan Yesus pada anak muda yg sukar meninggalkan hartanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar