Minggu, 29 Juni 2014

                   Roti Hidup                        Minggu 22 Juni 2014
Ul 8:2-3, 14b-16a
2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. 14b sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan,15 dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras,16a  dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna,
1 Kor 10:16-17
16 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.
Yoh 6:51-58
51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
Pembahasan
Ul 8:2-3, 14b-16a Janji Pemeliharaan Tuhan
Berbeda dg beberapa nabi uang menganggap masa tinggalnya Israel di padang gurun sebagai masa jayanya, bdk Hos 2:13, kitab Ulangan menganggap masa itu sbg masa pencobaan, bdk Ul 4:34. Penyusun Bil 14:26-36 yg berasal dari tradisi Para Imam menganggap tinggalnya Israel di gurun sbg hukuman atas kedurhakaannya.Cara pikir mereka sederhana: orang yg saleh akan makmur, sedangkan org yg berdosa akan menderita. Sayang sekali, sering kali kemakmuran yg mereka dapatkan justru menggiring mereka masuk ke dalam sistem yg akhirnya membuat mereka tidak dapat lagi menjaga kesalehan. Melalui perjalanan yg amat panjang di padang gurun, Allah telah mengajar bangsa Israel agar memahami bahwa mereka tidak bisa bergantung pada kekuatan alam dan bangsa2 lain untuk hidup, tetapi pada janji pemeliharaan Allah sendiri. Kesesakan dan disiplin yg dialami bangsa Israel menjadi berkat besar bagi mereka. Bangsa Israel akan mendapatkan kemakmuran, dan hati mereka seharusnya "memberkati" Allah, bersyukur kepada-Nya krn tanah yg begitu berlimpah dan juga karena mereka boleh mendapatkannya. Israel harus terus mengingat suasana padang gurun ketika mereka tidak dapat hidup tanpa Tuhan. Jika mereka melupakan itu semua, hukuman dan ketidakberkatan menanti mereka!
1 Kor 10:16-17 Tidak bisa ikut menyembah berhala.
Yaitu umat Kristus yg dipertentangkan Paulus disini dengan kaum pemuja berhala.Dalam seluruh fasal ini Paulus memperbandingkan dan mempertentangkan "Piala yg kita berkati" dan "Roti yg kita pecahkan" dg kurban2 Yahudi dan kurban2 kafir.Jadi Paulus memandang pemberkatan pemecahan itu sbg sabda dan upacara pengurbanan, yg mengadakan kurban umat Kristus. Sebab itu benar, kalau Paulus mengatakan: yg "kita" berkati, yg "kita" pecahkan, dg memaksudkan seluruh umat. Dan itu dilakukan dalam kesatuan dg Kristus sendiri. Org2 yg terlibat dalam penyembahan itu percaya bahwa dewa2 yg mereka sembah mampu memberikan cuaca yg baik, panen berlimpah dan anak. Penyembahan berhala menjadi tidak wajar jika dilakukan oleh org2 yg percaya kepada Kristus.Begitu pula dg menyembah pada patung (apapun bentuknya spt Yesus/Maria/ Petrus dll, ini merupakan bentuk penyembahan ingat hukumannya kutuk 5 keturunan).
Allah yg hidup dan konsisten pada perintahNya itu telah berinkarnasi dalam diri Yesus Kristus. Sbg org2 Kristiani masa kini, kita tidak hanya percaya kpd Yesus Kristus, tetapi kita hidup di dalam Kristus; kita satu dg Kristus. Hal ini mengingatkan bahwa tidak mungkin kita yg sudah menyembah, hidup dan satu dalam Kristus, mempersilakan allah lain mengerecoki kesatuan yg harmonis ini! Penyembahan berhala harus disikapi dg serius. Berhala2 itu dikemas dalam situasi modern, dan membaur dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Waktu itu kota Korintus terkenal dg kuil2 penyembahan berhala. Untuk org bukan Kristiani, menyembah berhala adalah lumrah. Allah yg hidup itu kini telah sepenuhnya nyata dalam Kristus. Org Kristiani bukan saja percaya ttg Kristus, tetapi dalam Kristus. Bgm mungkin yg telah satu dg Kristus, ikut lagi menyembah hal yg bukan Allah?
Yoh 6:51-58 "Makanan" yg menghasilkan Kehidupan
Kata "daging" menyarankan hub yg ada antara Ekaristi dan penjelmaan: manusia makan Firman yg telah menjadi daging, Yoh 1:14.Yoh 6:51 Akulah roti hidup yg telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Injil Yohanes ditulis terutama untuk menceritakan Yesus kpd org2 Yahudi yg belum percaya kpdNya.Firman Allah telah menjadi daging. Sbg daging, atau manusia, Dia dapat menjadi korban yang dikorbankan untuk hidup dunia. Tafsiran ini, yaitu bahwa ungkapan daging-Ku, yg akan Kuberikan untuk hidup dunia merujuk pada pengorbanan Yesus di kayu salib, dan bukan pada Perjamuan Kudus, didukung oleh pemakaian ungkapan untuk hidup dunia. Mereka tidak mau mempercayai bahwa Yesus adalah Anak Allah. Tak mudah pula bagi mereka untuk memahami bahwa Yesus adalah roti yg telah turun dari surga (ayat 41). Org percaya kpd Yesus bukan karena ia yg memilih untuk percaya, melainkan krn Bapa yg menarik dia untuk percaya (ayat 44). Org itulah yg akan dibangkitkan Yesus pada akhir zaman. Org2 Yahudi yg bersungut2 itu jelas tidak dapat ambil bagian di dalam Kerajaan Allah krn mereka tidak menerima pengajaranNya. Ini memperlihatkan kpd kita realitas terdalam kasih Allah, yg menjawab kenyataan gelap manusia dg jalan pengorbanan hidup Yesus. Org yg menerima Dia niscaya memperoleh hidup yang kekal (ayat 45-47, 58).
Percaya itu harus ditujukan kpd Yesus dan pengorbananNya. Masalah mereka adalah pernyataan Yesus bahwa Ia adalah roti yg turun dari surga (ayat 41). Apalagi setelah Yesus menyimpulkan ajaranNya dg tantangan agar org makan dagingNya yg memberikan hidup (ayat 51). Mereka sudah menikmati roti dan ikan pemberian Tuhan Yesus, namun mereka tidak menerima Tuhan Yesus sbg anugerah Allah Bapa bagi mereka. Ia bisa memberi hidup kekal, yaitu hidup yg jauh lebih penting dan hakiki daripada hidup sementara yg ditopang oleh makanan jasmani. Daging dan darah Yesus adalah hidup Kristus yg Ia karuniakan untuk menyelamatkan org yang percaya kpdNya (ayat 51). Dg makan daging dan minum darah Kristus, seseorang menerima karya keselamatan Allah. Dg makan daging dan minum darah Kristus seseorg masuk dalam persekutuan dg Allah (ayat 56). Setiap org yg percaya kpd Kristus adalah org yg menerima ajaran Bapa di dalam hatinya. Ajaran yg dimaksud adalah firman Tuhan yg didengar dan dipahami. Yesus dalam firman-Nya mengatakan bahwa siapa yg percaya padaNya akan memperoleh hidup kekal.Darah yg tercurah dan tubuh yg terkoyak di kayu salib ini menjadi satu-satunya sumber dan alasan mengapa kita umat Kristiani hidup di segala zaman. Sakramen ini mengingatkan kita pada kematian dan pengorbanan Kristus.
Dari ketiga bacaan kami belajar:
1.       Yesus adalah "roti sejati" baik sbg Firman Allah Yoh 6:32 sebagai kurban berupa daging & darahNya yg dipersembahkan demi hidup dunia, Yoh 6:51-58; bdk Yoh 6:22. Kata "daging" menyarankan hub yg ada antara Ekaristi dan penjelmaan: manusia makan Firman yg telah menjadi daging, Yoh 1:14
2.       Roti hidup adalah makanan kita (Yesus telah menjadi bagian hidup kita) maka seharusnya dalam setiap hidup kita tergambar pola dan kehidupan yg benar sebgm Yesus adalah kebenaran itu. Jika pola kehidupan kita yakni pikiran, perkataan dan perbuatan kita tidak selaras dg kehendak Kristus, maka sesungguhnya kita BELUM menjadikan Dia sebagai Roti Hidup kita.
3.       Mereka sudah menikmati roti dan ikan pemberian Tuhan Yesus, namun mereka tidak menerima Tuhan Yesus sebagai anugerah Allah Bapa bagi mereka.
4.       Penyembahan berhala menjadi tidak wajar jika dilakukan oleh org2 yg percaya kepada Kristus.Begitu pula dg menyembah pada patung (apapun bentuknya spt Yesus/Maria/ Petrus dll, ini merupakan bentuk penyembahan ingat hukumannya kutuk 5 keturunan).Dalam Kel 20:3-5 tersebut semua hukuman ini.
5.       Pemberian daging itu akan membawa hidup, bukan bagi Israel saja, tetapi bagi seluruh dunia. Jika anak kalimat roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku dibaca orang Kristen, mereka mungkin menafsirkannya dengan arti Perjamuan Kudus, sesuai dengan ungkapan "Ambillah, inilah tubuh-Ku" dalam Markus 14:22. Tetapi nas-nas yang membahas Perjamuan Kudus memakai istilah "tubuh", bukan istilah daging. Injil Yohanes ditulis terutama untuk menceritakan Yesus Kristus kepada orang-orang Yahudi yang belum percaya kepada-Nya. Nas ini merupakan khotbah yang disampaikan di rumah ibadah di Kapernaum. Mereka tidak tahu mengenai Perjamuan Kudus, tetapi mereka mengerti tentang korban-korban di Bait Allah.
6.       Sakramen Perjamuan Kudusbukan dijadikan sebagai berhala dalam merayakannya. Apa yang Tuhan maksud ketika Ia berkata, "...makan daging-Ku ... minum darah-Ku ...?" Iman kepada Kristus adalah respons aktif seseorang yang menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya. Iman ini mempercayai bahwa darah dan tubuh Kristus telah tercurah bagi manusia untuk menyelamatkan manusia dari hukuman kekal.Jadi disini bukan kita menyembah roti dan anggur yg diangkat imam tapi kita hanya menyembah pada Tuhan yg mengadakan semua mukzijat itu saja.
7.       Kita dapat menikmati roti hidup itu selamanya jika kita benar dalam menghayati Kitab Suci membacanya siang dan malam, merenungkannya, dan semua itu akan memberi kekuatan dalam diri kita sehingga roti itu benar2 hidup dalam diri kita meski kita tidak makan (keadaan puasa)karena Tuhan memampukan kita selama itu.
8.       Makan pun bisa menjadi berhala kala semua yg kita makan sungguh kita menginginkannya dan sungguh memakannya dg rakus, dan sangat membutuhkannya, tak putus2.
9.       Kemampuan kita dalam menyerna makanan rohani (FT) menjadikan Yesus sebagai roti yg terus hidup dalam diri kita.
10.    Sebagai roti yg hidup selalu dalam diri kita, Yesus mampu memberikan gizi2 yg luar biasa bukan utk jasmani kita saja, tapi dalam rohani kita, org Yahudi pintar karena mereka makan FT setiap saat (penemu tehnologi semua hampir 90 % adalah org Yahudi yg percaya dan membaca Kitab Suci secara rutin).
11.    Seperti pemimpin yg telah menunjukkan kepercayaannya pada Yesus (Ahok contohnya) demikianlah seharusnya kita menjadi terang bagi kehidupan kita karena roti yg hidup dalam sel badani kita.
12.    Kemampuan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan adalah berkembangnya roti hidup dalam diri seseorang.
13.    Kemampuan bersyukur dalam setiap musibah atau keadaan yg tdk bermanfaat dalam dirinya menjadikan semua org yg percaya Yesus akan terus bertahan dalam segala situasi. Kemungkinan musibah jua bisa diartikan sbg pengingat kita pada Amarah Tuhan dalam kehidupan kita yg tdk benar.
14.    Manna saat di Mesir dikumpulkan org Ibrani setiap hari, kita umat Kritiani wajib memperbaharui buh kita dg Yesus setiap hari, menerimaNya, bukan sekali seumur hidup kala dipermandikan lalu lupa utk ke gereja, tapi setaip saat rindu akan KasihNya yg besar.Sebab diluar Yesus kita tidak dpt berbuat apa2 (Yoh 15:5).

15.    Manna dikumpulkan pagi2 sekali, disini kit abaca Kitab Sucipun seharusnya pagi2 setiap hari, melalui doa pribadi dan selalu belajar akan FT, mungkin inilah yg tdk disukai iblis karena yg belum dilepaskan kutuknya akan selalu merasakan kantuk yg luar biasa, tak mungkin bisa membaca lama dan panjang hingga 10 bahkan 20 bab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar