Selamat sore, saudara/saudariku dalam Yesus, saya belum kirim catatan lagi karena di cekal oleh seorang Pastur, saat itu saya merasa kaget, ketika artikel saya di rebut dg paksa, lalu keesokan harinya saya menghadap ke pastur pimpinan, sungguh diluar dugaan, dia mengatakan sesuatu, saya terima semua ucapannya, tapi kenyataannya dia dipindahkan, di ganti dg pimpinan baru, lalu saya dg sopan meminta ijin pada beliau (pimpinan baru), tapi nyatanya dijawab sama "tdk dpt ijin", sungguh keren sekali, saya hanya minta pandangan teman dan saudara utk bacaan yg saya kirim selama ini, maap sekali kalau saya off dulu, saya ada rencana mau menulisnya lagi tapi di sini saja, dan berbagi pada org yg benar2 haus akan Firman Tuhan dan kebenaranNya, kalau boleh minta pendapat kirimkan ke email saya bintoro.ang88@yahoo.com, sampai besok, saya akan berusaha konsisten memberikan pandangan sehingga pembaca merasakan kebenaran yg dari Tuhan datangNya.
Tuhan beserta kalian,
Senin, 25 Juli 2016
Minggu, 14 Juni 2015
Hal Kerajaan Allah Minggu, 14 Juni
2015
Yeh 17:22-24
22 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku sendiri akan
mengambil sebuah carang dari puncak pohon aras yang tinggi dan menanamnya; Aku
mematahkan nya dari pucuk yang paling ujung dan yang masih muda dan Aku sendiri
akan menanamnya di atas sebuah gunung yang menjulang tinggi ke atas;23
di atas gunung Israel yang tinggi akan Kutanam dia, agar ia bercabang-cabang
dan berbuah dan menjadi pohon aras yang hebat; segala macam burung dan yang
berbulu bersayap tinggal di bawahnya, mereka bernaung di bawah
cabang-cabangnya.24 Maka segala pohon di ladang akan mengetahui,
bahwa Aku, TUHAN, merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon yang
rendah, membuat pohon yang tumbuh menjadi layu kering dan membuat pohon yang
layu kering bertaruk kembali. Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan akan
membuatnya."
2 Kor 5:6-10
6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah,
meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari
Tuhan,7 sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan
karena melihat 8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih
suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.9 Sebab
itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di
luarnya, spy kami berkenan kepada-Nya.10 Sebab kita semua harus
menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang
patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik
ataupun jahat.
Mrk 4:26-34
26 Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah
itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,27 lalu pada
malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan
tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang
itu.28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula
tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir
itu.29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera
menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."30 Kata-Nya lagi:
"Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan
perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?31 Hal Kerajaan
itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling
kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.32 Tetapi
apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala
sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga
burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."33
Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka
sesuai dengan pengertian mereka,34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak
berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala
sesuatu secara tersendiri.
Pembahasan:
Yeh 17:22-24 Pemberontakan memusuhi Tuhan
Perumpamaan
burung rajawali dan pohon aras (Yeh 17:1-10) serta penafsirannya (Yeh 17:11-21)
memberi komentar atas keresahan politik yg dialami tanah Yehuda. Pada tahun 597
SM, Nebukadnezar (rajawali yg besar Yeh 17:3) datang ke Yehuda dan mengambil
raja Yoyakhin (pucuk pohon Aras) dan pembesar kota Babel. Zedekia (sebuah dari
taruk2 tanah Yeh 17:5) ditunjuk sbg kepala Negara Yehuda oleh org
Babel. Pada Tahun 588 SM, ia memberontak melawan Babel dg berpaling kpd
Psammetikhus II dari Mesir (burung rajawali besar yg lain Yeh 17:7). Pesan
Yehezkiel yakni org2 Mesir tdk akan lagi dapat menyelamatkan raja
maupun tanah Yehuda. Spt Yeremia (Yer 37-38), Yehezkiel menyatakan bahwa
Zedekia tunduk kpd kekuasaan Babel. Dijelaskannya ttg sumpah dan perjanjian antara
Zedekia dan Nebukadnezar sama mengikat spt sumpah dan perjanjian antara umat
dan Tuhan (Yeh 17:19). Pemberontakan melawan Babel sebenarnya sama dg
pemberontakan melawan Tuhan, yg membawa Nebukadnezar kpd Yehuda. Di mata Tuhan,
Zedekia juga adalah seorang yg ingkar janji. Sbg raja Israel, dia bersama rakyatnya
terikat dg Perjanjian Sinai. Seharusnya ia patuh pada Tuhan, memimpin umat
Tuhan setia kepadaNya. Akibat ketidaktaatannya, Tuhan sendiri menjadi lawannya.
Tuhanlah yang ada di balik kekalahan pasukannya di tangan Babel. Spt bab 16,
bab ini jua di tutup dg janji (Yeh 17:22-24). Tuhan akan menanam carang dari
pohon aras yg tinggi, memeliharanya dan mengembangkannya. Masa depan Israel ada
di tangan Tuhan, yg dpt membuat pohon tinggi menjadi rendah dan pohon rendah
menjadi tinggi (Yeh 17:24). Kata2 penutup berisi perjanjian
barangkali tambahan, meskipun dalam keadaannya sekarang lebih sesuai dg gaya
Yehezkiel.
2 Kor 5:6-10 Perspektif kekekalan
Dalam 2 Kor 4:16-18 diperlawankan manusia lahiriah yg semakin merosot dg manusia
batiniah yg semakin meningkat, 2 Kor 5:16; bdk Rom 7:22.
Manusia batiniah itu = "manusia baru" yg disebut dalam Kol 3:10 yakni jaminan Roh Kudus, 2 Kor 5:5;
bdk Rom 8:23.
Kepenuhannya baru diberikan melalui kebangkitan, waktu orang beriman menempati
tempat kediaman sorgawi, 2 Kor 5:2,
ialah tubuh rohaniah, 1 Kor 15:44.
Krnnya orang Kristen dg hangat merindukan, (2 Kor 5:2)
kepenuhan itu. Mereka ingin bahwa tidak pernah akan kekurangan kepenuhan itu,
meski untuk sementara waktu sekalipun akibat kematian yg mendatangi mereka
sebelum Kedatangan Tuhan (2 Kor 5:4).Paulus tabah, kata Yunani yang menggambarkan ketabahan hati
dalam menanggung derita adalah hupomone. Kata itu menggambarkan kemampuan
menanggung penderitaan dg tabah shg dapat melewati segala bentuk kesulitan
dengan tetap menempuh jalan kemenangan. Rasul Paulus mempunyai hupomone. Ia tetap
tabah saat menghadapi berbagai macam penderitaan. Ia berkata, "... dalam
menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam
berjaga-jaga dan berpuasa
...." (2 Kor 6:4b-5). Semuanya itu ia lewati dengan ketabahan. Kesulitan
menjadi guru baginya sehingga dia dapat bersaksi, "sebagai
orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan
sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; sebagai orang
berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun
memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki
segala sesuatu"
(2 Kor 6:9-10). Pengalaman itu
menjadi kesaksian bagi semua orang, terutama bagi mereka yang menjalani jalan
penderitaan yang sama dengan Rasul Paulus. Dia menguatkan jemaat Korintus agar
mampu melewati jalan yang pernah ia lalui. Rahasia Paulus menjalani penderitaan
dengan hupomone, bukan bergantung pada kekuatan diri, tetapi pada kekuatan
Tuhan yang tak terbatas. Paulus tidak takut mati, malahan ingin mati, sebab itu
berarti masuk tanah-air yg sejati, & untuk selama-lamanya hidup dalam
pergaulan mesra dg Yesus yg pernah dilihatnya dalam kemuliaanNya. Umat patut
berpikir demikian juga. disini terang pula bahwa Paulus yakin, bahwa keadaan
itu tercapai segera sesudah matinya tubuh, biarpun jiwa masih dalam keadaan
"telanjang." Tidak mudah untuk melihat penderitaan dengan harapan
“habis hujan akan tampak pelangi”. Lebih mudah bagi kita membayangkan
penderitaan dengan gambaran “habis hujan, banjir melanda”. Kesulitan saja yg
akan muncul. Paulus
bukan sekadar melihat sisi positif, bila dia katakan bahwa meski tubuhnya
menjadi lemah krn penderitaan yg alaminya tetapi kehidupan rohaninya diperbarui
dan diperkuat oleh kuasa Allah (2 Kor 4:16).
Cakrawala pemikirannya menjangkau pengharapan kekal (2 Kor 4:18),
yakni tempat kediaman di surga, yang disediakan Allah untuk menggantikan tempat
kediaman di bumi (2 Kor 5:1). Ketika tubuh di
bumi ini menderita, orang beriman berharap akan tubuh kebangkitan (2 Kor 5:2), yakni tubuh
kemuliaan yang akan diterima pada hari kedatangan Kristus (2 Kor 5:3). Itulah rancangan
Allah bagi manusia (2 Kor
5:5). Dan penggenapan
rancangan itulah yang secara serius kita imani dan harapkan. Untuk
itu, orang percaya menerima Roh Kudus sebagai jaminan (2 Kor 1:22),
bagaikan uang muka yang menjamin pembayaran sepenuhnya di masa kemudian. Maka
karya Roh Kudus dalam hidup Paulus dan jemaat Korintus merupakan “uang muka”
dari keselamatan penuh yang akan mereka terima di masa datang. Roh Kudus
menolong orang beriman agar di dalam penderitaan mengalami latihan dan
penguatan iman. Sebab itu Paulus rela menanggung penderitaan (2 Kor 5:6), karena ingin
berkenan di hadapan Kristus yang akan duduk di takhta pengadilan supaya ia
menerima apa yang patut diterimanya (2 Kor 5:9-10). Paulus melihat hidup
serta pengalamannya berdasarkan perspektif kekekalan yang akan diterimanya
kelak. Meski kini ia harus mengalami penderitaan, ia tetap menanggungnya dengan
rela. Apakah kita juga sedang menjalani hidup ini dengan perspektif yang sama?
Hidup dalam perspektif kekekalan akan memampukan kita menjalani tiap babak
dalam hidup dengan tabah dan hati-hati, karena tahu bahwa akan tiba saatnya
Tuhan datang dan mengenapi janji-Nya.
Mrk 4:26-34 Kehadiran Tuhan dpt dirasakan
Di sini ditampilkan metode mengajar yang berbeda. Sekalipun
sebelumnya Kristus telah mempergunakan metode ini secara terbatas, baru di
sinilah dalam pelayanan-Nya Dia mempergunakan metode ini sbg sarana pengajaran
yang utama. Pada saat orang yang berkumpul bertambah banyak. perlawanan
meningkat. dan para pengikut yang tidak sungguh2 menjadi berlipat
ganda. Yesus mempergunakan perumpamaan di satu sisi sbg sarana untuk mengajar
murid2Nya sendiri, dan di sisi lain untuk menutup inti ajaran-Nya
dari para pendengar yg tidak sungguh2 dan yang bersikap menentang.
Dalam kesempatan ini Dia mempergunakan ini untuk mengilustrasikan ciri-ciri
tertentu dari Kerajaan Allah. Perumpamaan kedua ttg Kerajaan Allah yang dicatat
oleh Markus ialah tentang tanah yang mendatangkan hasil secara spontan (Mrk 4:26-29).
Sesungguhnya, perumpamaan ini dimulai pada saat Perumpamaan tentang Tanah itu
berakhir, dengan selanjutnya menggambarkan pertumbuhan benih yang menghasilkan
buah. Aspek Kerajaan yang
dimaksudkan di sini ialah aspek rohani yang ada sekarang, yaitu kenyataan
batiniah maupun manifestasi lahiriahnya. Kerajaan ini diperluas melalui penaburan benih firman (Mrk 4:14). Dalam pengajaran Yesus, kerajaan Allah selain harus terlihat dan
kehadirannya dirasakan sekitarnya, juga bersifat dinamis. Untuk menjelaskan hal
ini kpd jemaat, Yesus memberikan tiga perumpamaan senada yaitu tentang pelita,
benih dan biji sesawi, yg menggambarkan tentang Kerajaan Allah. Pertama, Kerajaan Allah digambarkan
dengan pelita (Mrk 4:21-25).
Yesus menjelaskan bahwa Kerajaan Allah, meskipun masih terselubung di dalam
diri-Nya, tetapi kehadiran-Nya dapat dilihat dan dirasakan oleh sekitarnya.
Allah akan memberikan kesukacitaan Kerajaan Allah dalam kuasa-Nya kepada siapa
pun yang menerima kehadiran-Nya dalam diri Yesus. Kedua, benih yang bertunas dan bertumbuh siap memberi tuaian yg
baik (Mrk 4:26-29).
Perumpamaan ini berbicara mengenai Kerajaan Allah sebagaimana ia hadir dalam
diri Yesus. Si Penabur telah menabur benih. Karya keselamatan Mesias telah
mulai. Dunia baru telah hadir. Namun, meskipun Kerajaan itu masih hadir dalam
keadaan terselubung, tetapi ada kepastian bahwa pada waktunya benih yang telah
ditaburkan, melalui karya Allah yang ajaib itu akan mendatangkan musim menuai. Ketiga, biji sesawi yang meski kecil,
bahkan terkecil di antara segala benih yang ditaburkan orang di lahan (Mrk 4:30-32).
Namun karena hidup, benih itu tumbuh menjadi pohon yg tinggi, bahkan lebih
tinggi dari segala pohon yg ditanam di lahan itu. Kerajaan Allah itu telah
datang dan telah tersedia berkatnya bagi semua orang. Melalui ketiga
perumpamaan ini Yesus menegaskan bahwa bila kita sungguh dalam Dia, tidak bisa
tidak kita akan mengalami kerohanian yang bertumbuh. Sudah seharusnyalah umat
Kristiani menerapkan prinsip ini di dalam kehidupannya sehari hari. Tidak sedikit orang-orang yang
melayani Tuhan merasa kecewa, pesimis, bahkan frustasi karena setelah
bertahun-tahun berkutat dalam pelayanan, belum juga melihat hasil pelayanannya.
Mengapa demikian? Hal ini biasanya terjadi karena menganggap bahwa keberhasilan
atau kesuksesan pelayanan adalah semata-mata karena pekerjaan atau usaha
sendiri. Apalagi mengukur keberhasilan pelayanan dari besar atau kecilnya
pekerjaan yang dilakukan. Bukankah tidak sedikit juga anggapan bahwa kesuksesan
pelayanan dilihat dari pekerjaan-pekerjaan spektakuler yang sanggup dilakukan
oleh seorang pelayanan Tuhan? Misalnya mukjizat penyembuhan atau pengusiran
setan. Perikop ini mengingatkan agar kita tidak merasa kecewa apalagi frustasi.
Dari ketiga bacaan kami belajar bahwa:
1.
Kita tidak boleh merasa
kecewa apalagi frustasi. Perkembangan Kerajaan Allah (kesuksesan pelayanan
kita) sepenuhnya merupakan pekerjaan Allah (Mrk 4:26-28), tidak tergantung usaha manusia. Manusia dapat berupaya,
tetapi pertumbuhan atau perkembangannya tergantung sepenuhnya pada karya Allah.
2. Pusat keselamatan adalah dari
Tuhan saja (Yeh 17:22). Aku sendiri Firman Tuhan akan mengambil carang dari puncak pohon
aras yg tinggi dan menanamnya di atas sebuah gunung yg menjulang ke atas. Ini adalah kebalikan dari
tindakan hukuman menjadi tindakan penyelamatan. Ini adalah gambaran Mesias dari
keturunan Daud yg menjadi pusat kehidupan orang yang takut akan Tuhan. Kekuatan
dan kebijaksanaan manusia tidak dapat mengembalikan manusia berpusat kepda
Tuhan, tetapi Tuhan sendiri yg bertindak shg manusia itu memiliki pengharapan
dan kekuatan baru.
3. Tuhan sendiri menjadi pusat
perlindungan (Yeh 17:23). Hal ini digambarkan spt pohon yg ditanam bercabang2
dan berbuah, dan menjadi pohon aras yg hebat, segala macam burung dan bersayap
tinggal di bawahnya, mereka bernaung di bawah cabang2nya. Berbuah & bertempat tinggal,
dan bernaung merup gambaran bangsa yg dibuang akan mendpt keselamatan. Hub dg
Tuhan : hub yg terutama. Bangsa yg telah kembali dari pembuangan mendapat
status dalam perlindungan Tuhan dan mengetahui rencana Tuhan adalah rencana
keselamatan.
4. Perkara yg dilakukan Tuhan dapat
dimengerti melalui kerendahan hati (Yeh 17:24 merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon
yang rendah, pohon yang tumbuh menjadi pohon yang layu dan kering, dan pohon
yang layu kering, menjadi bertaruk kembali). Apa yg tidak mungkin pada manusia, mungkin bagi Tuhan. Untuk
itu manusia seharusnya berpengharapan kepada Tuhan. Syaratnya adalah memiliki
kerendahan hati (bd. Fil 2:3-4).
5. Hanya Tuhan yg dapat memberikan
pengharapan dan kekuatan baru. Tidak menukar posisi Tuhan dg apapun, kehendak
Allah menjadi kehendak kita. Bila kehendak Allah menjadi kehendak kita, maka
kita akan mendapat pengharapan dan kekuatan baru . Ini membuat kita menjadi
pemenang dalam permasalahan dan pergumulan hidup (Yeh 17:24).
6.
Org yg sombong
direndahkan, org yg rendah hati di tinggikan, pemimpin harus sadar utk melayani
bukan dilayani.
7.
Org yg bertobat
ditinggikan Tuhan, org yg keras hati direndahkan Tuhan.
8.
Org yg penuh
kasih dan kesabaran di tinggikan Tuhan, org yg emosional direndahkan Tuhan.
9.
Org yg suci hati
ditinggikan Tuhan, org yg berdosa direndahkan Tuhan.
10.
Bila Anda
menghadapi badai kehidupan, jangan mengeluh dan menyerah kepada keadaan. Berdoalah
memohon kekuatan Tuhan dan jalanilah hidup ini dengan hupomone. Tuhan akan
memampukan Anda menjadi pemenang kehidupan, sehingga Anda dapat bersaksi bahwa
kekuatan dan ketabahan itu datangnya dari Tuhan.
11.
Melalui
ketiga perumpamaan ini Tuhan Yesus menegaskan bahwa bila kita sungguh dalam
Dia, tidak bisa tidak kita akan mengalami kerohanian yang bertumbuh.
Perjanjian Darah
Yesus Minggu, 7 Juni 2015
Kel 24:3-8
3 Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa
itu segala firman TUHAN dan segala peraturan itu, maka seluruh bangsa itu
menjawab serentak: "Segala firman yang telah diucapkan TUHAN itu, akan
kami lakukan." 4 Lalu Musa menuliskan segala firman TUHAN itu.
Keesokan harinya pagi-pagi didirikannyalah mezbah di kaki gunung itu, dengan
dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel.5 Kemudian
disuruhnyalah orang-orang muda dari bangsa Israel, maka mereka mempersembahkan
korban bakaran dan menyembelih lembu-lembu jantan sebagai korban keselamatan
kepada TUHAN.6 Sesudah itu Musa mengambil sebagian dari darah itu,
lalu ditaruhnya ke dalam pasu, sebagian lagi dari darah itu disiramkannya pada
mezbah itu.7 Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya
dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: "Segala firman TUHAN
akan kami lakukan dan akan kami dengarkan."8 Kemudian Musa mengambil
darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: "Inilah darah
perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman
ini."
Ibr 9:11-15
11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk
hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar
dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, artinya
yang tidak termasuk ciptaan ini, 12
dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang
kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi
dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dg itu Ia telah mendapat kelepasan yang
kekal.13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan
percikan abu lembu muda menguduskan mereka yg najis, shg mereka disucikan
secara lahiriah,14 betapa lebihnya darah Kristus, yg oleh Roh yg
kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sbg persembahan yang
tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang
sia-sia, supaya kita dapat beribadah kpd Allah yg hidup.15 Karena
itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang
telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah
mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama
perjanjian yang pertama.
Mrk 14:12-16,22-26
12 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi,
pada waktu org menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kpdNya:
"Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi utk mempersiapkan perjamuan
Paskah bagi-Mu?"13 Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dg
pesan: "Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang
membawa kendi berisi air. Ikutilah dia 14dan katakanlah kepada
pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan
bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku? 15 Lalu
orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah
lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah
untuk kita!"16 Maka berangkatlah kedua murid itu dan setibanya
di kota, didapati mereka semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu
mereka mempersiapkan Paskah.22 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya
sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu
memberikannya kepada mereka dan berkata: "Ambillah, inilah tubuh-Ku."23
Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada
mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu.24 Dan Ia berkata
kepada mereka: "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi
banyak orang.25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan
minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru,
dalam Kerajaan Allah."26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian
pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.
Pembahasan:
Kel
24 :3-8 Upacara korban Keselamatan
Upacara
perjanjian yang diadakan antara Allah dengan Israel adalah wujud formal yang
memeteraikan perjanjian yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Allah
sebagai pihak pertama, menawarkan penyertaan dan jaminan-Nya atas Israel (Kel 23:20-33).
Israel di pihak kedua berjanji taat kepada segenap firman-Nya (Kel 24:3).
Upacara itu dimulai dengan persembahan kurban (Kel 24: 5). Darah kurban yang
separuh disiramkan ke mezbah (mewakili Allah) sebagai pernyataan kesetiaan
Allah kepada Israel. Sisa darah kurban itu disiramkan kepada umat Israel (Kel
24: 8) setelah mereka
menyatakan komitmen mereka (Kel 24:7). Kurban darah ini
merupakan kurban persekutuan karena darah yang disiramkan kepada kedua belah
pihak mempersekutukan mereka. Sebagai wujud persekutuan itu, Allah berkenan
menampakkan diri kepada umat Israel (Kel 24:10) dan mereka
(diwakili para pemimpinnya, Kel 24:1,9) menikmati
persekutuan dengan-Nya melalui makan dan minum bersama-sama (Kel 24:11). Lalu, Musa
mendapatkan tugas khusus naik ke gunung Sinai untuk menerima loh batu berisikan
Sepuluh Hukum Allah dan berbagai peraturan rinci mengenai pendirian kemah suci
yang akan dijabarkan di pasal 25-40 (Kel
24:12-18). Menurut
pandangan penyusun terakhir kisah ini maka perjanjian yang diadakan Musa
meneguhkan kepilihan bangsa Israel serta janji-janji yang telah diberikan kepadanya, Kel 6:5-7, sama seperti perjanjian dengan Abraham (yg disinggung
dalam Kel 6:4)
meneguhkan janji-janji yg terdahulu, Kej 17. Akan tetapi perjanjian dengan Abraham diadakan dengan
seorang saja (walaupun perjanjian itu menyangkut keturunannya) dan disertai
satu perintah saja (sunat). Perjanjian di gunung Sinai langsung menyangkut
seluruh bangsa yang menerima hukum: ke 10 perintah Allah serta Kitab
Perjanjian. Bersama dg semua tambahannya dari zaman kemudian hukum tsb menjadi
piagam agama Yahudi, Sir 24:9-27 menyamakan
Hukum Taurat itu dg Hikmat Allah. Tetapi sekaligus hukum itu "menjadi
suatu saksi thdp bangsa Israel", Ul 31:26,
artinya: pelanggaran hukum Taurat oleh umat Israel akan membatalkan segala
janji dan akan mendatangkan kutuk Allah. Maka hukum Taurat hanya berperan sbg
pengajaran dan paksaan untuk menyiapkan manusia bagi kedatangan Kristus yang
akan mengadakan suatu perjanjian yang baru. Peranan sementara dari hukum Taurat
itu diterangkan Paulus dalam uraiannya melawan orang Kristen yang hendak
memaksakan hukum Taurat kepada orang Kristiani bukan Yahudi, Gal 3; Rom 7.
Dasa Titah (Kel 20:22-Kel 23:33) mungkin tidak termasuk
sebab seluruh bangsa Israel telah mendengar titah2 tsb dari
Yehovah sendiri. "Bangsa itu perlu bukan hanya mengetahui apa yg Tuhan
tuntut dari mereka dalam perjanjian yg sesaat lagi akan dibuat dg mereka, dan apa
yg dijanjikan Tuhan kpd mereka tetapi mereka juga harus menyatakan kesediaan mereka
untuk melaksanakan apa yg dituntut dari mereka". Kurban darah itu melambangkan
kurban Kristus di Salib yg memperdamaikan Allah dengan setiap orang percaya.
Allah di dalam Kristus menjanjikan penyertaan dan pemeliharaan-Nya kepada kita
yang percaya. Kita pun dipanggil untuk mengikrarkan kesetiaan dan ketaatan
kepada-Nya. Secara formal sakramen perjamuan kudus memperagakan kembali upacara
perjanjian Allah dg umat-Nya melalui makan roti dan minum anggur sebagai
lambang tubuh dan darah-Nya. Kiranya setiap kali kita menghampiri meja
perjamuan kudus, kita kembali menyatakan komitmen kita untuk lebih setia dan
mengasihi Dia yang sudah lebih dahulu setia dan mengasihi kita.
Ibr
9:11-15 Korban Darah yang Sempurna
Perjanjian
darah korban domba lebih baik krn dahulu mereka "disucikan scr lahiriah", tapi dg Perjanjian darah Yesus "hati nurani kita" disucikan. Dapat
dikatakan bahwa Perjanjian ini lebih baik krn sudah disucikan, kita sudah bebas
untuk dapatkan "warisan kekal" (bag kekal yg dijanjikan) yg
disediakan bagi "mereka yang telah
terpanggil" (Ibr 9:15). "Warisan
kekal" di sini adalah = apa yg dikatakan dalam Ibr 6:12 diperoleh dg "iman dan
kesabaran." Kita yg sudah ditebus oleh darah Imam Besar kita, Yesus,
berkesempatan untuk meninggalkan "perbuatan yg sia-sia," dan mengejar
warisan kekal itu dg hati nurani yg sudah disucikan. Pengorbanan Kristus
diuraikan di atas sbg sesuatu yg lebih baik daripada korban2 yg
lain, tetapi dalam bagian ini perlu dibuktikan. Dalam Ibr 9:23-28, dijelaskan bahwa darah binatang
cukup untuk upacara2 di Kemah Suci di Israel, krn Kemah Suci itu
"hanya gambaran saja dari yg sebenarnya," yg asli di sorga. Darah
binatang jelas tidak memadai untuk mentahirkan yg asli itu di sorga. Tetapi
Imam Besar kita, yaitu Yesus, tidak menghampiri tabut itu, yang dibuat dari
kayu dan disalut dengan emas. Kristus memulai waktu pembaharuan ini dg masuk
sbg Imam Besar ke dalam Kemah Suci surgawi atau kemah yang lebih besar dan yang
lebih sempurna, yakni darahNya
sendiri di atas tutup pendamaian surgawi sbg pendamaian. Di sini penting darah
Kristus bahwa oleh Roh kekal telah mempersembahkan
diri-Nya (dia pneumutos
aioniou). Penafsiran yang
tepat dari Roh yang kekal sulit untuk ditentukan (bdg. Karya ini
menghasilkan kesucian batin dan juga kelepasan lahiriah dan abadi, melalui
pelepasan kutuk). Sbg org berdosa yg sudah dilepaskan dan dibersihkan. Itu
sebabnya, ritual kurban PL hanya merup gambaran akan kurban yg lebih besar dan lebih
sempurna, yg akan datang. Yesus bukan hanya Imam Besar yg mendamaikan umat
manusia kpd Allah, Dia juga kurban pendamaian yang sempurna. Darah melambangkan
kematian. Darah korban harus dicurahkan, krn tdk boleh dimakan, darah
melambangkan jiwa.Saat Adam dan Hawa keluar dari Eden diadakan penumpahan darah
domba sbg penebusan kesalahan mereka. Darah domba dan lembu yg dikurbankan
melambangkan pengampunan dosa bagi semua orang yang menerimanya dengan iman (Ibr
9:18-22). Darah Kristus yg dicurahkan merupakan harta warisan, yaitu
keselamatan, yang diberikan-Nya kepada semua orang yang percaya kepada-Nya.
Kematian Kristus mengampuni dosa dan menyucikan hidup manusia. Dia memberi
hidup-Nya kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Yg harus kita lakukan
adalah hidup berkenan kepada-Nya dg tidak melakukan segala hal yg najis dan
tidak mulia. Dalam Alkitab, darah mempunyai makna yg unik. Darah dicurahkan
untuk korban persembahan seperti yang ditetapkan Hukum Taurat.
Darah di dalam persembahan korban PL merupakan laiimbang persembahan korban
utama yang akan datang kelak. Darah yang memungkinkan bangsa Israel menghampiri
hadirat Allah, merupakan lambang yang jelas dari darah yang dicurahkan di bukit
Kalvari. Darah Kristus merupakan sumber dan janji atas penebusan kekal yang
diberikan oleh Yesus Kristus kepada kita. Semua kesalahan, rasa malu dan semua
cela yang disebabkan karena dosa terhapus sudah oleh karena pengampunan-Nya
yang dicurahkan bersama tercurahnya darah Anak Domba Allah. Dengan demikian
kita dapat hidup beribadah kepada Dia, Allah yang hidup. Demikian jugalah kita
sebelum darah-Nya menyucikan kita. Tanpa penyaliban Yesus kita tidak layak
karena kita semua adalah mati dihadapan Tuhan, dari darahNya kita dapat hidup
dan layak untuk memasuki kehidupan surgawi.
Mrk
14:12-16,22-26 Perjamuan Terakhir
Menurut Matius Yesus memberitahukan keputusanNya itu kpd seorang
penduduk Yerusalem yg sudah dikenalNya dan Ia mengundang diriNya. Sebaliknya,
menurut Markus Yesus menubuatkan seorg yg membawa kendi (tanda khusus, bukan
wanita yg biasa melakukannya tapi seorang pria Mrk 14:13) dan seekor binatang
(keledai) yg belum pernah dipake (Mrk 11:2-7) dan Dia menentukan sebuah ruang
(Mrk 14:14) yg sudah disiapkan penuh dg segala keperluan mereka. Perjamuan
Paskah Yahudi merayakan pembebasan mereka dari Mesir (tulah anak sulung Mesir
terjadi, sedang bangsa Israel yg membubuhkan darah domba dilewati Tuhan untuk
menyelamatkan mereka dari kematian Kel 12:23). Persiapan yg dramatis ini mengantar kpd
Perjamuan Ekaristi Pertama (Mrk 14:22-25) yg merupakan pusat kehidupan jemaat
Kristen pertama dulu maupun sekarang. Saat perjamuan malam yang dilakukan
bersama murid-murid-Nya, Yesus menyatakan hal itu (Mrk 14:17-18). Namun Yesus
telah memberikan petunjuk mengenai identitas si pengkhianat itu: ia adalah
salah seorang dari kedua belas murid dan saat itu ia sedang makan bersama
mereka. Karenanya dalam perjamuan itu, Yesus memberitahukan bahwa di antara
mereka ada yang akan menyerahkan Dia. Pemberitahuan itu membuat para murid
terkejut karena orang yang menyerahkan Yesus itu justru "orang dalam"
sendiri.Yudas mengkhianati Yesus. Apakah Yesus mengetahui permufakatan keji
itu? Yudas Iskariot memang pandai bersandiwara di hadapan Yesus dan
teman-temannya. Di hadapan Yesus, ia berlaku sebagai sahabat bahkan seorang
murid, tetapi di belakang ia siap menikam Yesus. Sikap Yudas ini dicela oleh
banyak orang. Tetapi masih melakukan perbuatan2 yang menikam Yesus
dari belakang. Petunjuk ini memang tidak secara khusus menyatakan siapa orang yg
dimaksud. Namun Yesus ingin menekankan bahwa ia adalah orang yang telah menikmati
hubungan dan kedekatan dg Yesus. Ternyata intensitas pertemuan dengan Yesus
tidak membuat Yudas menjadi murid sejati. Karena ia tidak ditakdirkan untuk
melakukan hal itu. Dan memang Tuhan tidak pernah menakdirkan orang untuk
berbuat jahat. Walau Tuhan melihat kita bukan berarti bahwa Dia mengizinkan
kita melakukannya. Yang penting adalah segera bertobat. Markus mempergunakan
kesempatan Perjamuan Pertama utk melengkapi tema khusus ttg kebutaan mereka
nanti di Emaus. Apakah kita dg sungguh2 telah menyerahkan diri
kepada Kristus dalam kehidupan kita sehari2 untuk membela
kepentingan sendiri? Di sini Markus ingin mengambil bagian dalam cawan Ekaristi
Yesus (sekarang dan nanti di surga Mrk 14:25) shg harus mengambil dulu bagian
scr penuh dalam pelayanan Yesus yg penuh penderitaan (Mrk 10:45) scr aktif
dalam perutusan Yesus di dunia yg meliputi pencurahan hidup mereka bagi banyak
org (Mrk 14:24).
Dari ketiga bacaan kami belajar :
1.
Perjanjian yang berulang kali di nyatakan Tuhan,
dari 10 Perintah Tuhan, hingga wafatNya Yesus membentuk perjanjian darah yang
abadi membuat kita di tebus dosa asal kita selamanya.
2.
DarahNya yg tertumpah di kayu salib terakhir
diteliti dg ditemukannya dalam tabut perjanjian, bahwa darahnya hanya terdiri
dari 23 kromosom, bukan 46 spt orang biasa, sehingga terbukti bahwa Yesus lahir
dari Roh Kudus tdk ada darah Yahudi dalamNya, sungguh pembentukan pribadi yang
tanpa hasrat nasfu sex, tanpa kedagingan, terbukti Yesus bukan homo, tdk
memiliki keturunan yg diisuekan.
3.
Darah Yesus adalah jaminan perjanjian yang abadi
untuk penebusan dosa kita, karena Yesus menjadi korban yang utuh dan tak
bercela (sesuai dalam segala kondisi korban persembahan), membuat karya penebusan
berjalan lancar.
4.
Karya penebusan Yesus yg datang ke dunia, hingga
waktuNya cukup dalam penggenapan janji Tuhan untuk di salib, adalah perencanaan
dan langkah yang sungguh sempurna oleh Bapa di surga.
5.
Yesus sbg Imam Besar
yg mendamaikan umat manusia kpd Allah, Dia juga kurban pendamaian yang
sempurna. Darah melambangkan kematian. Darah domba dan lembu yang dikurbankan
melambangkan pengampunan dosa bagi semua orang yang menerimanya dengan iman
(Ibr 9:18-22). Darah Kristus yg dicurahkan merup harta warisan, yaitu
keselamatan,yg diberikan-Nya kepada semua orang yg percaya kepada-Nya. Kematian
Kristus mengampuni dosa dan menyucikan hidup manusia.
6.
Kematian Yesus diakui
sbg kurban yg berdaya guna dalam menebus dosa manusia (Ibr 9:14,26,28).
7.
Kurban darah domba dan lembu yg biasa dilakukan
jaman Musa digantikan dengan darah Yesus sendiri dalam salib, dipersiapkan
dalam perjamuan Terakhir sebagai peringatan akan perjanjian darahNya yg kudus,
yg abadi untuk penyelamatan manusia yg percaya padaNya.
8.
Kematian Kristus di
atas salib mengampuni dosa dan menyucikan hidup manusia. Dia memberi hidupNya
kepada setiap orang yg percaya kepada-Nya. Bukan untuk yg berkeyakinan lain.
9.
Semua kesalahan, rasa
malu dan semua cela yg disebabkan krn dosa terhapus sudah oleh karena
pengampunan-Nya yg dicurahkan bersama tercurahnya darah Anak Domba Allah. Di
dalam darah-Nya kita akan mendengar: "Aku akan menaruh belas kasihan
terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka" (Ibr 8:12).
10.
Darah anak domba Paskah ditumpahkan bagi
sejumlah kecil org (12 murid), bagi satu keluarga, namun darahNya sungguh
berharga dimata banyak org (yg percaya) (Yes 53:11-12) menjadikan perjanjian
baru bagi kita umatNya, paskah yg baru dalam menjalani setelah wafatNya yakni
perjanjian darah DiriNya untuk menyelamatkan manusia.
11.
Kalau dulu darah ditumpahkan utk banyak org
(bangsa Israel), saat perjamuan kurban persembahan ditumpahkan untuk segelintir
org (muridNya 12 org) dijadikan tanda peringatan, yg membuat org mengingat akan
perjanjian Allah dg Israel yg menumpas anak sulung Mesir sedang mereka
diselamatkan (krn tanda darah domba disapukan di ambang atas dan ke dua tiang
pintu), kini diberi arti tubuh dan darahNya sebagai pembawa keluar banyak org
dari dosa.
12. Yesus melakukan nazar bahwa Dia tidak memakan
dan meminumNya hingga Dia wafat dan bangkit, nazar ini dibuat perjanjian
membuat banyak org dibawa pada anggur yg baru dalam kerajaan Surga dimana Dia
memerintah dg Bapa.
Tuhan Selalu Menyertai Minggu, 30
Mei 2015
Ul
4:32-34,39-40
32
Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman
dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas
bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada
pernah terdengar sesuatu seperti itu.33 Pernahkah suatu bangsa
mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang
kaudengar dan tetap hidup?34 Atau pernahkah suatu allah mencoba
datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain,
dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan
tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsyatan
yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan
matamu?39 Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa
Tuhanlah Allah yg di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yg lain.40
Ber peganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada
hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan
supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk
selamanya."
Rm
8:14-17
14
Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.15 Sebab
kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi
kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita
berseru: "ya Abba, ya Bapa!"16 Roh itu bersaksi
bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.17
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya
orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya
bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia,
supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Mat
28:16-20
16
Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan
Yesus kepada mereka.17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya,
tetapi beberapa orang ragu-ragu.18 Yesus mendekati mereka dan
berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.19
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka
dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,20 dan ajarlah mereka
melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku
menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Pembahasan
Ul 4:32-34,39-40 Ketaatan dalam perjanjian
Kitab
Ulangan dimulai dg suasana Perjanjian Sinai dan melanjutkan sejarah itu sampai
perjanjian di Moab, dg menekankan rangkaian kemenangan di Trans-Yordan. Dalam Ul 1:6 - Ul4:49 berbagai
keuntungan diberikan kpd raja yg kalah dalam mukadimah disebutkan dg tujuan
menanamkan kesetiaan raja yg kalah melalui rasa berterima kasih dilengkapi rasa
takut akan timbul dari identifikasi yg membangkitkan rasa hormat itu. Ulangan pasal 4
berisi semua ciri yg merupakan pola dari perjanjian di antara raja pemenang dg
raja yg kalah zaman dulu. Percampuran beberapa aspek utama pasal ini dan di
bagian lainnya di dalam kitab ini menunjuk kepada pidato perpisahan Musa di
dalam suasana bebas. Ketetapan2 yg diajarkan oleh Musa merupakan
kehendak Allah (Ul 4:5). Tugas manusia hanyalah memperhatikan,
dan bagi orang Israel yg taat kpdnya dijanjikan kehidupan dan warisan kekayaan.
Kenyataan bahwa pada akhirnya kesalehan dan kemakmuran akan berpadu sudah
dilukiskan sebelumnya di dalam sejarah teokrasi Israel, sebab pemerintahan tsb
melambangkan kerajaan Allah yg sempurna. Gambaran ini ialah hukuman Allah yg
baru saja dilaksanakan thdp Israel akibat keterlibatannya dalam penyembahan
berhala Baal-Peor (Ul 4:3; Bil 25:1-9);
sebab org2 yg tetap setia dalam pencobaan itu lolos dari maut ketika
tulah kematian menimpa mereka (Ul 4:4). Jadi, dapat
dipahami bahwa ketaatan pada hukum Allah dianggap sebagai kebijaksanaan sejati.
Ketaatan adalah jalan untuk memperoleh segenap kebahagiaan dari berkat2
utama perjanjian dekatnya Allah dg kuasaNya yg menyelamatkan, dan pengetahuan
akan kebenaran sejati. Terang yg dinyatakan di Israel memang menjadi terang
bagi org bukan Yahudi juga (Ul 4:6). Di dalam
penjelasan ttg cara perjanjian sbg cara bijaksana ini telah diletakkan landasan
dalam Taurat bagi Sastra Hikmat yg kemudian memperoleh tempat di dalam kanon
kudus. Karena itu dia menekankan larangan yang dikemukakan dalam perintah kedua
ketika ia membedakan jalan hidup bijaksana dan kehidupan dengan jalan hidup
kebodohan dan kehancuran (Ul 4:1-8). Bila
Israel tidak mau menyembah Allah, mereka hanya akan dapat menyembah patung yg
bisu dan tuli (demikian jua pada patung yg berwujud Yesus /Maria/siapapun). Kesia-siaan
menyembah patung akan membuat Israel kembali kepada Tuhan. Allah yg dikatakan
sbg pencemburu dan tidak sabar (Ul 4:24) di sini disebutkan sbg Allah yang penuh belas kasih. Orang
yg berbuat salah itu yg akan dihukum tanahnya tetap menjadi milik keturunan
mereka. Ketika Allah berjanji kpd Abraham bahwa Ia akan memberikan tanah
perjanjian kpd keturunannya, janji itu juga tak pernah dibatalkan (Ul 4:31), hanya mereka yg bersalah akan dihukum. Allah adalah
satu-satunya Allah yg layak untuk disembah. Allah adalah Allah yang begitu
mengasihi bapa-bapa leluhur Israel.
Rm
8:14-17 Hidup Kristiani
yang sejati
Pokok dalam Roma : pembenaran sbg jaminan keselamatan org
Kristiani yg sudah dibenarkan, Rom 1-4,
mendapat dalam kasih Allah dan karunia Roh Kudus suatu jaminan keselamatan.
Pokok dalam Rom 5:1-11 dan diuraikan kembali dalam bab 8, sedangkan dalam Rom 5:12-Rm 7:25 diperlawankan dg kebalikannya (dosa, maut, hukum Taurat). Roh yg
kudus dan daging yg bersifat dosa tidak mungkin berdamai. Dg status anak Allah
ini, org percaya dimungkinkan menyeru Allah sbg Bapa. Org percaya juga akan
mengalami keadaan rohani yg akrab dg Allah. Menerima Roh dan didiami Roh adalah
hak semua org Kristiani. Apabila kita tidak memiliki Roh Kudus, sama dg
mengatakan kita belum di dalam Kristus (Rm 8:9b). Hidup
rohani: hidup yang mengarah pada buah Roh,pasti membawa dampak yg harus kita
perhitungkan dan jalani. Akibat dosa, hidup di dalam tubuh itu menjadi sesuatu
yang fana (Rm 8:10). Begitu kita dilahirkan ke
dalam dunia ini, kita ditempatkan ke dalam perjalanan hidup menuju kematian.
Nafas yang pertama kita hirup tatkala dilahirkan akan berakhir dalam nafas yang
kita hembuskan saat kematian. Namun oleh Roh kini kita memiliki hidup rohani.
Kita akan mengalami itu kelak sebab kini Roh yang telah membangkitkan Yesus
hidup di dalam kita (Rm 8:11). Bila sungguh
Roh Allah telah memerdekakan kita kita aktif melawan dosa (Rm 8:13). Kita butuh Roh Kudus. Org yg percaya kpd Allah menerima
karya Kristus di salib telah mengalami pengampunan dosa dan diberi kuasa
menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12). Kita menjadi
anak2 Allah krn pengangkatan dari Allah sendiri dari karya Anak
sulung Allah, yaitu Kristus (Rm. 8:23).Bukti
bahwa kita adalah anak2 Allah adalah Roh Kudus akan memberi
kesaksian di dalam hati kita (Rm 8:16). Roh
Allah menolong kita untuk mampu dan berani menyapa Allah sbg Bapa (Rm 8:15). Kita tidak takut lagi krn dosa2 kita sudah
diampuni. Kita adalah ahli waris Allah (sbg anak Allah), yaitu yg berhak
menerima segala janji Allah (Rm 8:17). Kita
dikuatkan dan dimampukan utk berani menghadapi kesengsaraan hidup dalam
kefanaan tubuh bahwa suatu hari kelak kita akan dibebaskan dari belenggu
penderitaan yg memenjara tubuh kita. Dalam situasi yang sangat sulit, Roh Kudus
akan menolong kita mengungkapkan keluhan yg tak terucapkan di dalam doa (Rm 8: 26). Semua
ini merup bukti bahwa Tuhan telah memilih dan menetapkan kita sbg anak2Nya.
Hal apapun dalam kehidupan kita, tdk ada yg luput kendali Allah. Justru Tuhan
izinkan berbagai kejadian terjadi dalam hidup kita, kita belajar mengalami dan
menikmati karya Allah serta mencicipi kemuliaan-Nya. Di dalam persekutuan itu
iman kita semakin diteguhkan, pengharapan kita semakin fokus ke depan, dan
kasih kita makin mewujud dalam keseharian kita.
Mat
28:16-20 Kebangkitan
menyatakan otoritas-Nya
Kebangkitan yang dikisahkan oleh Matius mencakup rincian yang
lebih sedikit dibandingkan dengan yang dikisahkan Lukas dan Yohanes. Sekalipun demikian,
hanya Matius yang berjasa melaporkan tentang tindakan para prajurit (Mat 28:11-15) dan rumusan baptisan yang lengkap (Mat 28:19). Kesulitan untuk memahami bahwa org2 yg ragu
ini adalah di antara anggota 11 Murid setelah berbagai penampakan kpd mereka di
Yerusalem telah membuat banyak penafsir menganggap bahwa mereka adalah org2
di antara yg disebutkan Paulus. Mengapa kebangkitan Tuhan Yesus begitu penting?
Pertama, Karena kebangkitan Yesus menjadi
isi misi Kristen, kuasa yg mendorong misi, dan jaminan janji penyertaan yang
pasti (Mat 28:18-20). Kabar baik para wanita kepada
para murid dan nanti akan disampaikan para murid kepada dunia ini adalah
"Kristus sudah bangkit!" (Mat 28: 6-7,19).
Kabar baik ini akan memerdekakan. Kebangkitan-Nya memberikan kuasa untuk hidup
sebagai murid Tuhan (Mat 28: 20a). Kedua, kebangkitan Tuhan Yesus
membuktikan otoritas-Nya sebagai Anak Allah. Para wanita yang bertemu pertama
kali dg Dia yg sudah bangkit dan para murid lainnya yang kemudian berjumpa
dengan-Nya di Galilea, tersungkur menyembah Dia (Mat 28:9,17). Sikap ini serasi dengan klaim Yesus ttg otoritas-Nya (Mat
28:18). Ketiga,
kebangkitan Yesus menjadi jaminan bagi penggenapan janji-Nya kpd para murid
untuk menyertai mereka senantiasa (Mat 28:20b).
Kita menjadi orang beriman, Gereja hadir di tengah2 dunia karena dan
untuk Tuhan Yesus. Matius memaparkan kepada pembaca tentang fakta bahwa ada
murid Yesus yg masih meragukan-Nya, dan bahwa Yesus tahu ttg keadaan tsb.
Artinya, Yesus tahu hati setiap orang, baik mereka yang percaya sungguh bahwa
diri-Nya telah bangkit dari kematian dan menang atas maut, maupun mereka yg
meragukan-Nya. Krnnya sebelum 'amanat agung' itu diberikan kepada mereka, Yesus
terlebih dahulu membereskan keraguan beberapa orang di antara mereka. Memang,
setiap orang yg mau, dan sedang terlibat dalam pekerjaan Allah haruslah org
yang telah memiliki persekutuan dan hub yg tulus dan suci dg Yesus Kristus. Itu
berarti, tidak ada seorang pun yang dapat terlibat sbg perpanjangan tangan Yesus
untuk menyatakan amanat agung-Nya bila org tsb tidak memiliki hubungan yg
kental, indah, dan mesra dg Yesus. TujuanNya adalah nantinya para murid akan
keluar dengan dasar komitmen yang sama bahwa Yesus yg mereka imani adalah Tuhan
yg berotoritas atas maut, alam semesta, bahkan sejarah manusia. Para murid memikul
tg jw yg besar dalam pelaksanaan amanat agung ini.
Dari Ke tiga bacaan kami belajar bahwa:
1.
Penyertaan Yesus dalam
kehidupan dibantu oleh Roh Kudus yg diutus Bapa dan Yesus utk tiap manusia yg
percaya padaNya.
2.
Hidup "menurut
daging" berarti mengingini, menyenangi, memperhatikan, dan memuaskan
keinginan tabiat manusia berdosa. Ini meliputi bukan saja kedursilaan seksual,
perzinaan, kebencian, kepentingan diri sendiri, kemarahan, dsb (Gal 5:19-21), tetapi juga percabulan, pornografi, obat bius, kesenangan
mental dan emosional dari adegan seksual dalam sandiwara, buku, TV atau
bioskop, dan sejenisnya
3.
Hidup "menurut
Roh" ialah mencari & tunduk kepada pimpinan dan kemampuan Roh Kudus
dan memusatkan pikiran pada hal-hal dari Allah.
4.
Hal apapun yg terjadi dalam kehidupan, tdk ada yg luput kendali
Tuhan. Justru Tuhan izinkan itu dalam hidup kita, kita belajar mengalami dan
menikmati karya Allah serta mencicipi kemuliaanNya. (Pkh 3:11).
5.
Suatu saat kelak kita akan menikmati kemuliaan bersama dg Yesus di
surga, walaupun saat di dunia yang fana ini kita masih mengalami berbagai
penderitaan (Rom 8:19-24).
6.
Saat menyembah, Tuhan
mengetahui bahwa ada org yg taat dan ada yg masih meragukan kedaulatan
kuasaNya, di sinilah iman berperan, dan kepercayaan penuh membentuk iman yang
kokoh.
7.
Menyalibkan sifat dosa adalah suatu tindakan aktif seperti ucapan Tuhan
tentang mencungkil mata, mengerat tangan bila hal-hal itu membuat kita menuju
neraka. Tentu saja kita tidak dapat melawan dosa dengan kekuatan sendiri. Kita
butuh Roh Kudus. Tetapi kita sendiri harus aktif dan tegas menolak dosa dan
menyerahkan semua kelemahan yang bisa menjerat kita berdosa kepada Tuhan.
Kristen berhutang untuk hidup kudus kepada Roh Kudus (Rm 8:12)
8.
Perkataan "Jadikanlah semua bangsa murid-Ku"
merupakan tugas
untuk memberitakan Injil, mendaftarkan orang di bawah ketuhanan Kristus. serta "Baptislah mereka" merupakan upacara simbolik dengan mana
seseorang secara terbuka mengakui komitmen pribadinya terhadap berita
kristiani, diharapkan dalam injil Yohanes "lahir baru" yg bergerak maju dalam pembabtisan (kondisi kita
di dalam Yesus, Yesus di dalam kita).
9.
Keraguan manusia tidaklah menjadi penghalang bagi Yesus untuk
memberikan 'amanat agung' kepada
para murid. Sebelum itu diberikan kepada mereka, Yesus terlebih dahulu
membereskan keraguan beberapa orang di antara mereka. Memang, setiap org yg
mau, dan sedang terlibat dalam pekerjaan Allah haruslah org yang telah memiliki
persekutuan dan hubungan yang tulus dan suci dengan Yesus. Itu berarti, tidak
ada seorang pun yang dapat terlibat sebagai perpanjangan tangan Yesus Kristus
untuk menyatakan amanat agung-Nya bila orang tersebut tidak memiliki hubungan yg
kental, indah, dan mesra dengan Tuhan Yesus.
10. Penyertaan
Yesus ini berupa perlindungan dari mara bahaya, sakit penyakit, dan apa yang
tidak baik dalam hidup, intimidasi iblis yang selalu menyerang kehidupan rohani
manusia.
11. Kemampuan
menghindari semua ini harus dilatih dan dipelihara untuk menyesuaikan diri
dengan kondisi surga yang kudus, bersih, dan putih.
12. Hanya
jumlah tertentu yang Bapa ketahui sehingga nanti Repture terjadi (Yesus sendiri
tidak mengetahui). Siapapun harus siap dalam keadaan apapun untuk dipanggil
masuk surga, seperti gadis bijaksana yg siap.
Roh Kudus
Tercurah Minggu 24 Mei 2015
Kis 2 : 1-11
1
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.2
Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang
memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;3 dan tampaklah kepada
mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka
masing-masing.4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka
mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh
itu kepada mereka untuk mengatakannya.5 Waktu itu di Yerusalem diam
orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.6
Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena
mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka
sendiri.7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata:
"Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?8
Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa
kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:9
kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia,
Pontus dan Asia,10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah
Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,11 baik orang Yahudi maupun penganut agama
Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam
bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan
Allah."
Gal 5:16-25
16
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan
daging.17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan
keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging - karena keduanya
bertentangan - sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu
kehendaki.18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh
Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.19 Perbuatan daging
telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,20 penyembahan
berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri
sendiri, percideraan, roh pemecah,21 kedengkian, kemabukan, pesta
pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu - seperti yang
telah kubuat dahulu - bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia
tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.22 Tetapi buah Roh
ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan,23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang
menentang hal-hal itu.24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia
telah menyalibkan daging dg segala hawa nafsu dan keinginannya.25
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
Yoh 15: 26-27, Yoh 16:12-15
26
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang
keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.27 Tetapi kamu juga
harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." 12
Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum
dapat menanggungnya.13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh
Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak
akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang
didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu
hal-hal yang akan datang.14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan
memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.15 Segala
sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan
memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."
Pembahasan:
Kis 2 : 1-11Kuasa
dari Surga
Hari
Pentakosta merupakan hari raya terbesar yang kedua dalam tahun Yahudi.
Peristiwa ini merupakan perayaan penuaian setelah panen gandum ketika hulu
hasil dipersembahkan kepada Allah (Im 23:17).
Demikianlah bagi gereja melambangkan awal penuaian jiwa-jiwa oleh Allah dalam
dunia. Artinya ialah: "Yang kelimapuluh",
maksudnya hari ke 50
sesudah Paskah. Hari peringatan agung org Yahudi
akan pemberian hukum taurat di Sinai, merupakan hari dimulainya penggenapan
janji Kristus kpd para murid-Nya sesaat sebelum kenaikanNya. Janji itu adalah
bahwa mereka akan menerima kuasa untuk melaksanakan misi yg mereka emban
dari-Nya. Murid2 yg hadir dalam ruangan ini, tentu mereka yang disebut dalam Kis 1:14; tetapi diduga sekalian 120 murid yang berkumpul waktu pemilihan Matias menjadi rasul yg ke 12, menggantikan Yudas Iskariot. Lih. Kis 1:15.Pada Hari Pentakosta yg tepat diucapkan kpd sesama orang
percaya adalah selamat atas kuasa yg sudah dicurahkan kpd Kita dari Surga. Penggenapan
itu mulai dg turunnya Roh Kudus
ke atas para murid shg mereka mengalami
kuasa-Nya. Pertama, mereka mendapatkan
karunia berkata2
di dalam berbagai bahasa asing. Menurut tradisi PL, semua org Yahudi berkumpul merayakannya di Yerusalem. Org2 Yahudi
nonPalestina masing2
memiliki bahasa menurut daerah tempat tinggal mereka. Org2 Yahudi inilah yg
menjadi saksi para rasul bisa berbicara kepada mereka dalam bahasa mereka
masing2 (Kis 2:6-11).
Memang org yg mendengarkannya, mencemooh para rasul mabuk shg mengoceh tidak karuan (Kis
2:13). Kedua, para
murid mendapatkan keberanian untuk berkata-kata di depan publik. Sebenarnya
mereka berkumpul di satu tempat saja di sebuah rumah (Kis 2:1). Namun
saat Roh Kudus mengurapi mereka, mereka ke luar dan berbicara di tengah2 kerumunan orang Yahudi yg
sedang beribadah di sekitar bait Allah. Api, selalu cenderung untuk menyebar dan membakar apapun yg
disekitarnya. Demikian juga Roh Kudus dan karyanya. Selalu menyebar, dan justru
tidak membatasi diri. Roh Kudus adalah Roh yg menjangkau dan menyebar. Turunnya Roh Kudus
memungkinkan para rasul berkata2 dalam bahasa2 asing yg sebelumnya belum pernah mereka pelajari (berbeda dg glosolalia:terpencarnya bgs ke seluruh dunia:Babel),memberitakan
perbuatan2
besar yang Allah lakukan kpd banyak org lain (Kis 2:11).Karunia dan kehadiran Roh Kudus ini tdk membuat para rasul asyik
dg spiritualitas
mereka sendiri.
Gal
5:16-25 Kasih, hukum, dan
kebebasan
Ini mengenai kedua prinsip
perbuatan "daging"& "Roh",
berlawanan satu sama lain, Rom 5:5 dan Rom
7:5. Org Kristiani yg dipimpin oleh Roh, Gal
5:18,25; Rom
8:14, wajar hidup menurut Roh itu, menghasilkan Gal 5:22-23,
dan menjauhkan diri dari perbuatan2 yg berasal dari "keinginan daging", Gal 5:16,24. Perbuatan "daging" itu bukanlah
"kedagingan" oleh krn berpangkal pada "tubuh"."Kasih merup penjaga dari kemerdekaan Kristen. Roh Kudus
adalah penuntunnya" (G. G. Findlay, The Epistle to the Galatians dalam The Expositor's Bible, hlm. 347).
Bagian yg membahas perbedaan antara Roh dg daging ini, sudah agak
diantisipasi melalui pernyataan dalam Gal 3:3. Hidup dalam Roh saat ini dipandang sbg penawar yg mujarab bagi
tindakan2 daging, prinsip
dosa yg tetap ada di dalam diri org2 kudus. Jadi terdapat suatu pergumulan yg perlu dan sah, berbeda dg yg disinggung dalam Gal 5:15.Kebebasan tanpa norma sama sekali bukan kebebasan melainkan
bencana. Org2 Kristiani keliru memahami dan keliru memaknai kemerdekaan yg sejati. Seakan-akan bebas dari dosa
berarti bebas untuk berbuat dosa. Mengapa seperti ini? Pertama adalah karena tidak mengerti fungsi hukum Taurat scr tuntas. Krn keselamatan adalah anugerah
dan bukan diperoleh dg menaati hukum Taurat,
banyak org merasa ajaran2 etika di hukum Taurat pun tidak perlu diberlakukan. Akibatnya
mereka merasa sah saja melanggar hukum Taurat. Padahal hukum Taurat mengajarkan
jalan2 yg
benar untuk dilakukan anak-anak Tuhan. Tuhan Yesus sudah merangkum hukum Taurat
menjadi hukum kasih (Gal 5:14). Kekeliruan kedua adalah krn tidak mengerti maksud Tuhan
menyelamatkan org berdosa. Seseorang diselamatkan agar menjalani hidup dalam
kasih. Orang yg belum diselamatkan berbuat dosa krn memang dibelenggu oleh
kuasa dosa. Namun, anak2 Tuhan hidup mempraktikkan keadilan, kebenaran, dan kekudusan sbg pernyataan kasih mereka
kepada Kristus dan kepada sesama. Bukti kasih mereka kepada Kristus adalah
berupa kerelaan diatur dan dipimpin oleh Roh. Bukti kasih mereka kepada sesama
adalah menjadi berkat dan teladan hidup beriman bagi sesama. Jadi, anak2 Tuhan dimerdekakan dari
perbudakan dosa dan dari kutuk hukum Taurat supaya dapat mempraktikkan kasih
ilahi kepada sesamanya.
Yoh 15: 26-27, Yoh 16:12-15 Roh Kebenaran dan kebencian dunia
Diucapkan Yesus dalam kaitan dg kepergian-Nya kpd Bapa sesaat lagi & juga mengingat keadaan yg
akan dialami para pengikut Tuhan tanpa kehadiran diri-Nya (Yoh 16:4).
Terdapat tiga alur ajaran: (1) perintah2 menyangkut tugas yg harus
dilaksanakan oleh para murid, yaitu bersaksi dan menghasilkan buah dg diikat dan diliputi oleh kasih;
(2) peringatan2 ttg perlawanan dari dunia dan
Iblis yang akan mereka hadapi; dan yang terutama ialah (3) suatu paparan ttg perlengkapan dari Tuhan yg
akan mengokong kehidupan para murid dan menjadikan mereka berkemenangan pada
hari-hari yad. Kadang2 pengajaran Tuhan
diganggu oleh pertanyaan para murid, suatu petunjuk bahwa mereka kekurangan
pengertian dalam banyak hal. Walaupun dunia ini makin modern dan paham humanisme makin
berkembang, tetapi kebencian dan kekejaman manusia thdp manusia lain pun makin
bertambah, baik dalam kuantitas, 'kualitas', dan kekerapan. Mengingat kebencian
selalu membuahkan reaksi kebencian serupa, tak heran jika era 'maju' yg
kita alami kini lebih seru ketimbang masa barbar dulu kala. Pihak2 yg memusuhi org Kristiani pun tidak berkurang. Mengapa? Jelas dunia membenci murid2 Yesus, karena dunia sendiri telah membenci dan menolak Yesus
"tanpa alasan." Dunia tidak percaya. Karena itu, respons para murid
yang percaya kepada Yesus memang mesti berbeda dg dunia. Seorang murid Kristus justru harus berani menampakkan
keberbedaannya di tengah semua itu. Karenanya di dalam nas ini kita bertemu
dimensi kemuridan lainnya, yaitu tampil beda dari dunia. Selain itu kita juga
menemukan bahwa selain berbeda, para murid juga harus bersaksi kepada dunia. JanjiNya menghasilkan sesuatu yang dahsyat pula. Dunia pun telah, sedang,
dan akan jadi panggung kedahsyatan kuasa Allah dalam Kristus Yesus yg berkarya
dalam kesaksian kita.
Dari ke tiga bacaan kami belajar bahwa:
1. Bagaimana kita merayakan Pentakosta? Pertama,
dengan menaikkan syukur atas kuasa Roh yang menaungi gereja dan orang percaya
untuk memberitakan Injil dengan berani. Kedua, dengan memperlengkapi dan
mengutus orang percaya untuk pergi ke seluruh dunia membawa berita Injil (terlebih yg telah ikut Kursus
Evangelis Pribadi)
2. Pentakosta : hari raya tujuh minggu dalam PL
(Kel 34:22) adalah pesta pertanian pada waktu orang dilarang melakukan
pekerjaan ( Im 23:21). Pesta ini kemudian digabungkan ke dalam kesadaran
sejarah nasional Israel. Pertama, perjanjian yg dibuat dg Nuh ( Kej 8:20-22)
dan kemudian dg pemberian Taurat di Gunung Sinai. Karena jarak waktu antara Paskah
dan kedatangan di Sinai dihitung =50 hari (Kel 19:1), pesta Pentakosta itu
ditetapkan setelah jeda tsb, sebagaimana tampak di PB (Kis 2:1-42) di mana kata
Yunani, pentakosta menjadi lazim. Cerita dalam Kis 2 menggunakan cerita
pemberian hukum Taurat di Sinai. Pertama,
ada kontras karena org Kristiani seperti diajarkan Paulus, sekarang hidup di
bawah pimpinan Roh daripada di bawah Taurat. Kedua, ada persamaan: kenyataan pemberian Roh adalah dalam bentuk
lidah api, dan penulis Kisah Para Rasul mengingatkan bahwa Tuhan turun dalam
api di Sinai (Kel 19:18). Ketiga,
‘panen’ berjumlah 3000 orang bertobat mengingatkan pada panen dalam lingkungan
pertanian PL dari pesta tsb (Kel 23:16). Karunia bahasa2 sbg penerjemahan glosalalia, artinya
kebalikannya dari berpencarnya bangsa2 di Babel (Kej 11:18). OKI, Pentakosta tetap mempunyai arti khusus
dalam Gereja (1Kor 16:8; Kis 20:16) sbg
pesta persatuan (1Kor 12:13),
yaitu pengalaman awal dari janji kesatuan semua bangsa2 di dunia
oleh Injil (Kis 1:8; 10:45).
3.
Tanda sejati hadirnya Roh Kudus dalam diri seseorang adalah
kesediaan dan kemampuan untuk menjangkau orang lain, terutama demi mengabarkan
Injil.
4. Dengan Pentakosta, buah Roh lah yang seharusnya
dimunculkan dalam keseharian kita, bukan kebencian (benci saja udah membunuh),
dari kasih Tuhan lah terpancar semua itu dg menghasilkan itu semua.
5.
Cara mempraktikkan hukum kasih itu dan
tidak terjerat kepada keingingan2 daging,hanya satu cara,
yaitu dengan menyerahkan hidup kita dipimpin oleh Roh. Kita harus melawan
setiap keinginan daging yang masih mau menguasai kita dengan cara membiarkan
Roh Tuhan memimpin hidup kita (Gal 5:16-18).
6. Bila ada
perselisihan dalam kelompok, keluarga, lingkungan itu berasal dari iblis, dan
itu bertentangan dg Kasih, harus di lepaskan dan diselamatkan dari ikatan
iblis. Dipersatukan dalam kasih Yesus.
7.
Penyembahan
berhala (Kel 20:2-5, bentuk patung apapun spt patung Yesus/ Maria, St Petrus
dll) adalah kekejian bagi Tuhan, tidak dibenarkan dihadapan Tuhan.
8.
9 buah Roh
adalah kekuatan umat Kristiani yang dihasilkan dalam kelahiran baru (hasil
Pelepasan kutuk).
9.
Janji
Yesus untuk Roh Penolong telah digenapi dalam Pentakosta yang terjadi begitu
dahsyat di antara sejumlah besar orang, shg kita mendapatkan Roh Kudus yang
memimpin kehidupan rohani yang lebih lagi.
10. Peristiwa Pentakosta membuka hati kita dalam
menghasilkan buah Roh selalu dalam kehidupan sehari2, selama itu
dilakukan pastilah kita mengalami kebencian karena Yesus sendiri telah dibenci
oleh dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)